Anda di halaman 1dari 4

Nama : Arina Firha Hasbana Friday, October 28, 2016

NIM : 1503056051

Realitas Perbedaan Individu dan Aplikasinya dalam Pendidikan

A. Perbedaan Individu
Perbdaan individu sesungguhnya merupakan sebuah kodrat atas kehendak Tuhan Yang
Maha Esa. Tuhan adalah penguasa yang serba segalanya. Tuhan telah menciptakan manusia
dengan perbedaan-perbedaan yang demikian kompleksnya. Tidak hanya berbeda dari segi jenis
kelamin, Tuhan juga menciptakan manusia berbeda antar satu dengan lainnya dari segi
kemampuan dan keadaan psikologisnya.1

Setiap orang, apakah ia seorang anak atau seorang dewasa, dan apakah ia berada di dalam
suatu kelompok atau seorang diri, ia disebut individu. Individu menunjukkan kedudukan seseorang
sebagai orang perorangan atau perseorangan. Sifat individual adalah sifat yang berkaitan dengan
orang perseorangan, berkaitan dengan perbedaan individual perseorangan. Ciri dan sifat orang
yang satu berbeda dengan yang lain. Perbedaan ini disebut perbedaan individu atau perbedaan
individual. Maka perbedaan dalam perbedaan individual menyangkut variasi yang terjadi, baik
variasi pada aspek fisik maupun psikologis. 2

Diantara berbagai perbedaan individual yang dimiliki anak didik, terdapat beberapa aspek
perbedaan, yaitu:

1. Perbedaan Biologis
Perbedaan anak didik dalam aspek biologis ini tidak bisa dianggap tidak penting.
Aspek biologis yang terkait langsung dengan penerimaan pelajaran di kelas adalah
kesehatan mata dan telinga. Perbedaan biologis anak didik secara umum terkadang
menimbulkan perlakuan yang berbeda dari pendidik atau guru. Sehingga timbul sifat pilih
kasih dan membeda-bedakan, dan hal ini akan berpengaruh negative pada sikap siswa
terhadap guru dan hasil belajarnya secara keseluruhan.3

1
Purwa Atmaja Prawira. Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Baru, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012),
hal. 198
2
Nyayu Khodijah, Psikologi Pendidikan, ( Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2014), hal. 163
3
Nyayu Khodijah, Psikologi Pendidikan,… hal. 164-165
2. Perbedaan Psikologis
Perbedaan psikologis pada siswa mencakup perbedaan dalam minat, motivasi, dan
kepribadian. Ketiga faktor psikologi ini berkorelasi positif dengan hasil belajar yang
dicapai. Perbedaan psikologis ini dapat dimanfaatkan guru dalam pengelolaan kelas,
terutama dalam penempatan anak di tempat duduk dan pengelompokan. Anak yang
memiliki minat belajar yang rendah dimasukkan ke dalam kelompok anak yang minat
belajar yang tinggi.4
3. Perbedaan Inteligensi
Perbedaan inteligensi ini terutama berkaitan dengan perolehan belajar. Proses
perolehan belajar tersusun dari tiga fase yang masing-masing membutuhkan kemampuan
intelektual yang berbeda-beda, yaitu fase kognitif, asosiatif, dan otonomi. Fase kognitif
melibatkan pemahaman tentang tuntutan tugas seperti aturan dan tujuan tugas, strategi
yang tepat, dan sebagainya. Fase asosiatif, pembelajar menempatkan secara bersama urutan
kognitif yang tepat dan proses motoric yang dituntut untuk melaksanakan tugas. Selama
fase otonomi, hasil belajar yang diperoleh harus dapat diotomatisasi dan dilaksanakan
dengan baik.5
Inteligensi tidak dapat diamati secara langsung seperti tinggi dan berat badan, namun
diperlukan metode tertentu untuk dapat mengungkap inteligensi seseorang. Inteligensi
adalah kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan pengalaman-pengalaman
yang telah diperoleh ke dalam upaya mengerjakan tugas-tugas baru yang menantang secara
fleksibel.6
4. Perbedaan Budaya
Latar belakang budaya ternyata menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi
perbedaan peserta didik. Secara teoritis dan empiris ternyata budaya memiliki peranan
penting dalam proses pembentukan perkembangan berfikir dan berperilaku. Proses berpikir
dan berperilaku ternyata merupakan refleksi dari latar belakang budaya individu dari

4
Nyayu Khodijah, Psikologi Pendidikan,… hal. 165-166
5
Nyayu Khodijah, Psikologi Pendidikan,… hal. 166-167
6
I Nyoman Surna dan Olga D. Pandeirot, Psikologi Pendidikan 1, (Jakarta: Erlangga, 2014), hal. 160-161
komunitas etniss dalam budayanya. Proses internalisasi nilai budaya ternyata berlangsung
dalam keluarga. Orang tua dalam keluarga etnis Tapanuli pasti mendidik anaknya sesuai
dengan budayanya. Perkawinan antar etnis dan juga antar bangsa yang membentuk sebuah
keluarga.7
5. Perbedaan Bakat
Bakat merupakan salah satu karakteristik inteligensi. Bakat sebagai sebuah kondisi
atau rangkaian karakteristik yang dianggap sebagai gejala kemampuan seorang individu
untuk memperoleh memalui latihan sebagian pengetahuan, ketrampilan, atau serangkaian
respon seperti kemampuan berbahasan, kemampuan music, dan lain-lain.
Bakat memiliki peran penting dalam belajar. Sudah menjadi asumsi umum bahwa
seseorang akan lebih berhasil kalau dia belajar dalam bidang yang sesuai dengan bakatnya.
Namun, mengenal bakat seseorang bukanlah hal yang mudah. Untuk mengenal bakat bisa
dilakukan dengan tes bakat.8
6. Perbedaan Kepribadian
Kepribadian menunjukan pada keseluruhan dari karakteristik psikologis dan bentuk
perilaku dan merupakan hal yang unik pada setiap individu yang dicirikan dengan
bagaimana setiap individu berinteraksi dengan lingkungan dan beradaptasi sesuai dengan
tuntutan dimana individu itu berada.9
7. Perbedaan Sosial Ekonomi
Perbedaan individu secara empiris ternyata juga dipengaruhi oleh latar belakang sosial
ekonomi keluarga. Proses berpikir dan berperilaku peserta didik juga dapat diamati dari
kehidupan keluarga. Anak yang berasal dari golongan keluarga yang memiliki status sosial
tertentu dalam pranata sosial masyarakat akan memiliki perilaku yang berbeda dengan anak
didik yang berasal dari keluarga yang tidak memiliki status sosial.10
8. Perbedaan Gender
Berbeda halnya dengan gender dimana gender menunjuk pada perilaku dan bentuk
aktivitas yang semestinya dilakukan oelh laki-laki dan perempuan sesuai dengan tuntutan
budaya, sekalipun tidak sesuai dengan karakteristik yang melekat pada laki-laki atau

7
I Nyoman Surna dan Olga D. Pandeirot, Psikologi Pendidikan 1,… hal. 177
8
Nyayu Khodijah, Psikologi Pendidikan,… hal. 167-168
9
I Nyoman Surna dan Olga D. Pandeirot, Psikologi Pendidikan 1,… hal. 183
10
I Nyoman Surna dan Olga D. Pandeirot, Psikologi Pendidikan 1,…hal. 184
perempuan. Budaya memiliki peran yang sangat menentukan tentang apa yang wajib
dilakukan oleh laki-laki dan perempuan.11
9. Perbedaan Gaya Berpikir dan Belajar
Gaya berpikir dan belajar peserta didik akan memberi kemampuan bagi guru untuk
mengelola proses pembelajaran secara lebih seksama, kondusif, dan variatif yang bertujuan
untuk mengoptimalkan potensi peserta didik sesuai dengan kemampuannya.12
B. Aplikasi dalam Pendidikan
Teori-teori penemuan tentang perbedaan individu memberikan sejumlah anjuran tentang
cara mengeliminir perbedaan, yaitu:
1. Program nutrisi dan stimulasi harus diberikan pada anak-anak yang berasal dari
keluarga berpenghasilan rendah.
2. Penciptaan mekanisme sosial yang mendukung.
3. Pembelajaran secara kontekstual, disesuaikan dengan perbedaan masing-masing.
4. Mengadakan program remediasi dua tahap.
5. Pengembangan profesionalisme guru dalam upaya meningkatkan pembelajaran yang
berorientasi perbedaan.

Daftar Pustaka

Surna, I Nyoman dan Olga D. Pandeirot. 2014. Psikologi Pendidikan 1. Jakarta: Erlangga

Prawira, Purwa Atmaja. 2012. Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Baru. Jogjakarta:
Ar-Ruzz Media

Khodijah, Nyayu. 2014. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada

11
I Nyoman Surna dan Olga D. Pandeirot, Psikologi Pendidikan 1,…hal. 186
12
I Nyoman Surna dan Olga D. Pandeirot, Psikologi Pendidikan 1,…hal. 191