Anda di halaman 1dari 8

Bank dan Lembaga Keuangan

“Bank Indonesia”

KELOMPOK 8 :

NI PUTU PRISKA UKARINI (1533121349)


KADEK GITA SARASWATI (1533121355)
IDA AYU AGUNG APRIANA DEWI (1533121357)
KADEK DIAHSANTI AGUSTINI (1533121421)
LUH PUTU EVITA ARDIYANTHI DEWI (1533121447)

UNIVERSITAS WARMADEWA
FAKULTAS EKONOMI
AKUNTANSI
2016
Kata pengantar

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil
menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya pada mata kuliah “Bank dan
Lembaga Keuangan Lainnya”

Tugas ini membahas mengenai “Bank Indonesia”. Materi- materi yang


dibuat bertujuan agar pembaca nantinya bisa lebih memahami Bank Indonesia

Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu diharapkan
demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih.
Demikian tugas ini saya buat semoga bermanfaat,

Denpasar, 22 Maret 2016

Penulis
PEMBAHASAN

Bank Indonesia (BI, dulu disebut De Javasche Bank) yang merupakan


salah satu bank milik pemerintah Belanda. De Javasche Bank didirikan pada
jaman penjajahan Belanda, tepatnya pada 10 Oktober 1827 dalam rangka
membantu pemerintah Belanda untuk mengurus keuangannya di Hindia Belanda
pada waktu itu. Kemudian De Javasche Bank di nasionalisasi pemerintah
Republik Indonesia pada 6 Desember 1951 dengan Undang-Undang Nomor 24
Tahun 1951 menjadi bank milik pemerintah Republik Indonesia. BI menjadi satu-
satunya lembaga yang memiliki hak untuk mengedarkan uang di Indonesia

A. Tujuan Bank Indonesia


Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan
memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung
dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa yang
dapat diukur dengan perkembangan laju inflasi, serta kestabilan terhadap mata
uang negara lain yang dapat diukur dengan perkembangan nilai tukar rupiah
terhadap mata uang Negara lain.
Perumusan tujuan tunggal ini dimaksudkan untuk memperjelas sasaran
yang harus dicapai Bank Indonesia serta batas-batas tanggung jawabnya.
Dengan demikian, tercapai atau tidaknya tujuan Bank Indonesia ini kelak akan
dapat diukur dengan mudah.

B. Tugas-tugas Bank Indonesia


Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Indonesia didukung oleh tiga pilar
yang merupakan tiga bidang tugasnya. Ketiga bidang tugas tersebut yaitu :
1. Menetapkan dan Melaksanakan Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter merupakan salah satu upaya Bank Indonesia
dalam melaksanakan tugasnya. Menurut pengertiannya, kebijakan moneter
adalah kebijakan dari otoritas moneter yaitu Bank Sentral atau Bank
Indonesia dalam bentuk pengendalian agregat moneter seperti uang
beredar, uang primer, atau kredit perbankan untuk mencapai
perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan.
Kebijakan ini pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang
bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal yaitu pertumbuhan
ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, dan pemerataan pembangunan serta
keseimbangan eksternal yaitu keseimbangan neraca pembayaran serta
tercapainya tujuan ekonomi makro yaitu menjaga stabilisasi ekonomi yang
dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca
pembayaran internasional yang seimbang.
Bank Indonesia memiliki upaya pengendalian moneter diantaranya :
a. Operasi Pasar Terbuka
Operasi ini dilaksanakan untuk mempengaruhi likuiditas rupiah
dipasar uang, yang akan mempengaruhi tingkat suku bunga. OPT
dilakukan melalui 2 cara yaitu melalui penjualan Sertifikat Bank
Indonesia dan Intervensi Rupiah.
b. Penetapan Cadangan Wajib Minimum
Merupakan kebijakan dalam menetapkan sejumlah aktiva lancar
yang harus dicadangkan oleh setiap bank. Besarnya cadangan wajib
minimum yang dikenakan pada setiap bank ditentukan oleh presentase
dari kewajiban segeranya. Kebijakan ini tertuang dalam ketentuan Giro
Wajib Minimum (GWM) sebesar 5% dari dana pihak ketiga yang
diterima bank, yang wajib dipelihara dalam rekening bank yang
bersangkutan di BI.
c. Peran sebagai Lender of The Last Resort
Lender of the last resort yaitu Bank Indonesia dapat memberikan
kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah kepada bank yang
mengalami kesulitan likuiditas jangka pendek yang disebabkan oleh
terjadinya mismatch dalam pengelolaan dana.
d. Kebijakan Nilai Tukar
Pasal 12 UU-BI menetapkan bahwa Bank Indonesia melaksanakan
kebijakan nilai tukar berdasarkan nilai tukar yang ditetapkan.
Penetapan nilai tukar dilakukan oleh Pemerintah dalam bentuk
Keputusan Presiden berdasarkan usul Bank Indonesia. Kewenangan
Bank Indonesia dalam melaksanakan kebijakan nilai tukar ini antara
lain dapat berupa :
1. Sistem nilai tukar tetap
2. Sistem nilai tukar mengambang terkendali
3. Sistem nilai tukar mengambang bebas
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI pada waktu tertentu
melakukan sterilisasi di pasar valuta asing, khususnya pada saat terjadi
gejolak kurs yang berlebihan.
e. Pengelolaan Cadangan Devisa
Dalam mengelola cadangan devisa, BI lebih mengutamakan
ercapainya tujuan likuiditas dan keamanan daripada keuntungan yang
tinggi. Dalam mengelola cadangan devisa yang optimal, BI
menerapkan system diversifikasi, baik berdasarkan jenis valuta asing
maupun berdasarkan jenis investasi surat berharga.
f. Kredit Program
Pemberian kredit program akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) yang ditunjuk Pemerintah. Pengalihan tugas ini
dimaksudkan agar BI dapat lebih memfokuskan perhatian pada
pencapaian sasaran-sasaran moneter serta agar dapat tercipta
pembagian tugas yang baik antara Pemerintah dan BI.

2. Mengatur dan Menjaga Kelancaran Sistem Pembayaran


Kebijakan ini memberikan tugas kepada Bank Indonesia untuk
mengatur dan menjaga sistem pembayaran nasional, baik tunai maupun
non tunai. Di bidang sistem pembayaran tunai BI mempunyai wewenang
untuk mengeluarkan dan mengedarkan serta mencabut uang rupiah,
menarik dan memusnahkan uang dari peredaran.
Sedangan dalam hal sistem pembayaran non tunai, Bank
Indonesia menyediakan layanan pembayaran menggunakan elektronik
melalui sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS)
dan juga berwenang melaksanakan serta memberi izin kepada instansi
tertentu, untuk menyelenggarakan jasa sistem pembayaran seperti sistem
transfer dan kliring maupun sistem pembayaran lainnya.
Bank Indonesia juga melakukan pengawasan atas
penyelenggaraan sistem pembayaran di Indonesia dengan mewajibkan
para penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan
kegiatannya.

3. Mengatur dan Mengawasi Bank


Kebijakan ini memuat wewenang dari Bank Indonesia untuk
menetapkan peraturan, mengeluarkan dan mencabut izin atas kelembagaan
dan kegiatan usaha tertentu dari bank, melaksanakan fungsi pengawasan,
serta mengenakan sanksi terhadap bank. Bank Indonesia melakukan fungsi
pengawasan melalui pemeriksaan berkala dan sewaktu-waktu, serta
dengan analisis laporan yang disampaikan oleh masing-masing bank.

C. Hubungan dengan Pemerintah


Seperti yang dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun
1999 adalah :
1. Bertindak sebagai pemegang kas pemerintah
2. Untuk dan nama atas pemerintah BI dapat menerima pinjaman luar negeri,
menatausahakan serta menyelesaikan tagihan dan kewajiban keuangan
pemerintah terhadap pihak luar negeri.
3. Pemerintah wajib meminta pendapat BI dan atau mengundang BI dalam
sidang kabinet yang membahas masalah ekonomi, perbankan dan
keuangan yang berkaitan dengan tugas BI atau kewenangan BI
4. Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah mengenai
Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta kebijakan lain
yang berkaitan dengan tugas dan wewenang BI
5. BI dapat membantu penerbitan surat-surat utang Negara yang diterbitkan
pemerintah
6. BI dilarang memberikan kredit kepada pemerintah
D. Hubungan dengan Dunia Internasional
BI menjalin hubungan kerja sama dengan dunia internasional
dalam rangka menunjang kelancaran pelaksanaan tugas BI maupun
Pemerintah yang berhubungan dengan ekonomi, moneter, maupun perbankan.
Hubungan kerja sama berupa :
1. Dapat melakukan kerja sama dengan :
a. Bank Sentral Negara lain
b. Organisasi dan Lembaga Internasional
2. Sebagai penyusun rencana devisa dengan memperhatikan posisi likuiditas
dan solvabilitas internasional untuk diajukan kepada pemerintah melalui
Dewan Moneter
3. Mengawasi, mengurus dan menyelenggarakan tata usaha cadangan emas
dan devisa Negara
4. Mengawasi dan mengkoordinir pembayaran internasional
Daftar Pustaka

Dr. Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya Edisi Revisi 2014 Jakarta, PT
RajaGrafindo Persada 2015.

http://www.google.co.id/url?q=http://www.bi.go.id/id/tentang-bi/hubungan-
kelembagaan&sa=u&ved=0ahUKEwjh2-
2mu9HLAhWOSI4KHXLiDPoQFggPMAA&usg=AFQjCNGhZcbGZ30rZ
M6qQqAy1S26371LPQ

Iswardono Sp. (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada), Uang dan Bank Edisi
Kedua

www.BI.go.id