Anda di halaman 1dari 4

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN

PEMBERIAN INSULIN DI RUANG CEMPAKA ATAS


RS IR. SUKARNO SUKOHARJO

Oleh :
Yossy Caesar
NIM. SN181187

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
ANALISIS SINTESIS TINDAKAN INJEKSI INSULIN (SC) PADA Ny.G
DENGAN DIABETES MELITUS DI RUANG CEMPAKA ATAS
RS IR.SOEKARNO SUKOHARJO

Hari : Kamis
Tanggal : 22-11-2018
Jam : 10.00

A. Keluhan utama :
Klien mengatakan lemas
B. Diagnose medis :
Diabetes Melitus
C. Diagnosa keperawatan :
Risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah (00179) berhubungan dengan
gangguan status kesehatan fisik
D. Data yang mendukung diagnose keperawatan :
DS : Klien mengatakan mengeluh lemas
DO :
- Klien tampak lemas
- GDS : 450 g/dl

E. Dasar pemikiran
Diabetes mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah yang
tinggi yang disebabkan oleh gangguan pada sekresi insulin atau gangguan
kerja insulin atau keduanya.
F. Prinsip tindakan keperawatan
1) PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN
1. Catatan pemberian obat
2. Obat dalam tempatnya
3. Spuit insulin
4. Kapas alkohol dalam tempatnya
5. Bak injeksi
6. Bengkok
7. Sarung tangan steril
2) PROSEDUR KERJA
1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
2. Cuci tangan dan kenakan sarung tangan steril
3. Pasang sampiran bila diperlukan
4. Kumpulkan peralatan dan periksa urutan medikasi terhadap rute, dan
waktu pemberian
5. Siapkan medikasi (obat) ampul atau vial
6. Pilih tempat penyuntikkan yang tepat. Palpasi tempat tersebut
terhadap edema, massa, atau nyeri tekan. Hindari area yang terdapat
jaringan parut, memar, lecet atau infeksi
7. Dalam kasus penyuntikkan insulin yang berulang setiap hari, jangan
gunakan tempat penyuntikan yang sama. Rotasikan tempat suntikan
untuk mencegah pembentukkan jaringan parut subkutan
8. Minta klien untuk melemaskan lengan atau tungkainya, tempat
dimana suntikkan akan diberikan
9. Bersihkan tempat suntikan dengan kapas alkohol
10. Pegang spuit diantara ibu jari dan jari telunjuk dari tangan anda yang
dominan
11. Suntikkan jarum spuit dengan cepat dan kuat pada sudut 450 atau 900
12. Pada saat jarum memasuki tempat suntikan, pegang ujung bawah
barel spuit. Hindari gerakan spuit
13. Dengan perlahan tarik kebelakang plunger untuk mengaspirasi obat.
Jika terlihat darah di dalam spuit, tarik kembali jarum, buang spuit,
dan ulangi persipan obat. Jika tidak terlihat darah, suntikkan obat
dengan perlahan
14. Setelah obat masuk semua ke jaringan tubuh klien/pasien, cabut
jarum dengan cepat sambil meletakkan kapas alkohol tepat di tempat
suntikan
15. Masase tempat suntikan dengan perlahan kecuali pada penyuntikan
heparin
16. Buang jarum tidan berpenutup dan letakkan spuit ke dalam tempat
yang telah disediakan
17. Lepaskan sarung tangan
18. Klien dirapikan dan atur posisi pasien dengan baik
19. Alat-alat dibereskan dan cuci tangan
20. Tulis tanggal dan waktu pemberian obat pada lembar catatan
perawat.
G. Analisis tindakan
Pemberian terapi insulin diberikan pada pasien dengan kadar gula darah> 200
mg/dl. Tujuan pemberian insulin adalah untuk menurunkan/ mengontrol
kadar gula darah.
H. Bahaya dilakukannya tindakan
Jika klien tiba-tiba mengalami Hipoglikemi (penurunan kadar gula darah)
maka terapi insulin tidak boleh dilakukan/ harus di stop dan terapi injeksi
insulin ini harus dilakukan sesuai prosedur jika tidak maka tidak akan
menurunkan kadar gula di dalam darah.
I. Tindakan keperawatan lain yang dilakukan
1) Memonitor kadar gula di dalam darah klien secara rutin
2) Menganjurkan klien untuk minum yang banyak
J. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan tindakan
S = Klien mengatakan lemas berkurang
O=
- Klien tampak kooperatif, klien tampak lebih segar
- GDS: 450 g/dl
A = Masalah teratasi sebagian
P = Intervensi di lanjutkan
Monitor kadar gula dalam darah (GDP 2 Jam PP)
K. Evaluasi diri
Penulis melakukan tindakan sesuai prosedur yang dianjurkan