Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN VI

DAC (DIGITAL TO ANALOG KONVERTER)


MATA KULIAH PERANCANGAN RANGKAIAN ANALOG

Dosen Pengampu:
Dudi Irawan, S.T., M.Kom.

Disusun Oleh:
Nama : Rizki Arief Ramadhan
NIM : 1610621025

FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
2018
DAC (DIGITAL TO ANALOG KONVERTER)
Nama : Rizki Arief Ramadhan NILAI
Hari / Tgl Dibuat : Selasa / 11 Desember 2018
Hari / Tgl Diserahkan : Rabu / 12 Desember 2018
Dosen Pembimbing : Dudi Irawan S.T., M.Kom.

1. Pendahuluan dan Dasar Teori


DAC (Digital To Analog Converter) merupakan perangkat elektronik yang
berfungsi untuk mengubah data dalam format digital menjadi data sinyal analog. Pada
dasarnya DAC (Digital To Analog Converter) dapat dibedakan dalam 2 jenis yaitu DAC
jenis Binary Weigh Resistor dan DAC jenis R-2R Ladder. Rangkaian DAC (Digital To
Analog Converter) dapat dibangun dengan mudah menggunakan op-amp yang diberi
masukan dengan mengatur switch-switch yang mewakili besaran digital. Nilai berlogic 1
jika switch dihubungkan dengan supply 5 volt dan logic 0 bila dihubungkan dengan
ground/dilepas.
DAC Jenis Binary Weigh Resistor

Gambar 1. DAC Jenis Binary Weight Resistor (1)


Pada DAC jenis Binary Weight Resistor, pemasangan nilai resistor pada input-input
D0, D1, D2 adalah sebagai berikut: nilai R yang ada di D1 adalah ½ dari nilai yang ada di
D0, nilai R yang ada di D2 adalah ½ dari nilai yang ada di D1 (atau 1/4 dari R yang ada di
D0) dan seterusnya. Pemasangan nilai R yang seperti itu adalah untuk mendapatkan Vout
yang linier (kenaikan per stepnya tetap). Rin dicari dengan mem-parallel nilai-nilai resistor
yang ada Pada masing-masing input (D), bila input yang masuk lebih dari satu.
Terdapat beberapa cara dan rangkaian untuk memperoleh operasi D/A seperti yang
telah dijelaskan diatas, gambar berikut menunjukan prinsip kerja sebuah pengubah digital
ke analog yang menggunakan penjumlah operasional amplifier dimana setiap input
dikondisikan dalam dua besaran tegangan logika yaitu 0 volt untuk logika 0 dan 5 volt
untuk logika 1.
Resistor yang dipasangkan adalah merupakan kelipatan dari bit terkecil 1K, 2K, 4K
dan 8K sedangkan resistor feedback digunakan 1 k, pada percobaan ternyata menghasilkan
data pengukuran seperti tabel yaitu dengan memberikan nilai kombinasi pada input A, B,
C dan D.

Gambar 2. DAC Jenis Binary Weight Resistor (2)

Gambar 3. Tabel hasil konversi pada rangkaian DAC diatas


Pada gambar diatas menunjukkan DAC dengan 4 bit input yaitu A, B, C dan D yang
hanya bisa diberikan logika 0 atau 1 atau 0 volt dan 5 volt, sedangkan op-amp berfungsi
sebagai penjumlah semua input. Berdasarkan sistem operasi op-amp maka pada A terjadi
penguatan 0,125 kali, B terjadi penguatan 0,25 kali dan C terjadi penguatan tegangan 0,5
kali sedangkan pada D tidak terjadi penguatan artinya tegangan D langsung disalurkan pada
output.
2. Alat dan Bahan
1. Baterai;
2. IC Op-Amp LM741;
3. Resistor;
4. Switch SPST;
5. Software Live Wire;
6. Voltmeter.

3. Langkah Percobaan
1. Buatlah rangkaian penguat seperti gambar di bawah:

2. Tentukan harga dari komponen yang dipasang seperti berikut:


Vin=5V, R1=16K, R2=8K, R3=4K, R4=2K, RF= RL=1K;
3. Pada setiap percobaan atur switch SPST sesuai pada tabel percobaan, jika nilai variabel
0 maka switch SPST dalam keadaan terbuka, jika nilai variabel 1 maka switch SPST
dalam keadaan tertutup;
4. Mengukur nilai Vout;
5. Catatlah nilai tersebut pada tabel percobaan yang disediakan.
4. Gambar Pengukuran Rangkaian
 Percobaan 1

 Percobaan 2
 Percobaan 3

 Percobaan 4
 Percobaan 5

 Percobaan 6
 Percobaan 7

 Percobaan 8
 Percobaan 9

 Percobaan 10
 Percobaan 11

 Percobaan 12
 Percobaan 13

 Percobaan 14
 Percobaan 15

 Percobaan 16
5. Tabel Percobaan
Vperhitungan Vpengukuran
Percobaan D C B A Error
(V) (V)
1. 0 0 0 0 0 0 0%
2. 0 0 0 1 -0,3125 -0,311 0,48%
3. 0 0 1 0 -0,625 -0,624 0,16%
4. 0 0 1 1 -0,9375 -0,936 0,16%
5. 0 1 0 0 -1,25 -1,25 0%
6. 0 1 0 1 -1,5625 -1,56 0,16%
7. 0 1 1 0 -1,875 -1,87 0,27%
8. 0 1 1 1 -2,1875 -2,19 0,11%
9. 1 0 0 0 -2,5 -2,5 0%
10. 1 0 0 1 -2,8125 -2,81 0,09%
11. 1 0 1 0 -3,125 -3,12 0,16%
12. 1 0 1 1 -3,4375 -3,44 0,07%
13. 1 1 0 0 -3,75 -3,75 0%
14. 1 1 0 1 -4,0625 -4,06 0,06%
15. 1 1 1 0 -4,375 -4,37 0,11%
16. 1 1 1 1 -4,6875 -4,69 0,05%
6. Perhitungan
7. Kesimpulan
1. Dari percobaan di atas dapat dibuktikan bahwa op-amp dapat dijadikan sebagai DAC
(Digital To Analog Converter) dimana pada percobaan di atas menggunakan 4 bit data
masukan.
2. Untuk mendapatkan Vout yang linier (kenaikan per stepnya tetap). RF dicari dengan
mem-parallelkan nilai-nilai resistor yang ada pada masing-masing input, bila input
yang masuk lebih dari satu.

Disetujui
Tanggal, ......., ......................2018

(Dosen Pengampu Mata Kuliah)