Anda di halaman 1dari 28

PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN

UD. LALABI
“PRODUK BOLA-BOLA UBI COCOL”

Dosen Pembimbing :
Hj.Sari Novita Sp.,Mp

Disusun Oleh :
Kelompok 4
- Devi Mahdalena Elmah (PO7131216098)
- Helda Hayati (PO7131216107)
- Muhammad Nur Ihsan Habibi (PO7131216116)
- Mutia Permatasari (PO7131216119)
- Rizqia Sri Indah Alina (PO7131216129)

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia


Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banjarmasin
Program Studi Diploma IV Jurusan Gizi
2017/2018
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan proposal “Bite
Me Bola Ubi” ini yang diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
Kewirausahaan.
Proposal ini berisi tentang ide usaha, profil usaha, aspek manajemen, aspek
produksi dan aspek lainnya dari produk ini.
Kami menyadari bahwa proposal ini masih banyak kesalahan, kritik da
saran dari semua pihak yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi
kebaikan proposal ini.
Akhir kata kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan dalam penyusunan proposal ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah
SWT senantiasa meridhoi usaha kita.

Banjarbaru, Mei 2018

Tim Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................. ii
PENJELASAN SINGKAT USAHA..............................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...............................................................................
1.2 Tujuan..............................................................................................
1.3 Manfaat ...........................................................................................
1.4 Visi dan Misi.....................................................................................

BAB II METODE PELAKSANAAN

2.1 Profil Usaha .....................................................................................


2.2 Struktur Organisasi ..........................................................................
2.3 Target Pasar dan Teknik Penjualan .................................................
2.4 Analisis Produksi .............................................................................
2.5 Analisis Usaha ..................................................................................
2.6 Kelayakan Usaha (SWOT) ...............................................................

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan........................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................

LAMPIRAN ..................................................................................................

ii
PENJELASAN SINGKAT USAHA

Sesuai dengan nama nya, produk ini terbuat dari ubi jalar yang target nya
pemasarannya adalah semua kalangan. Produksi ini dijual dengan harga
Rp.15.000/10 pcs lokasi usaha kami bertempat di Q Mall Banjarbaru, Jl. Ahmad
Yani KM.. 36,8, Banjarbaru Utara. Modal atau dana yang dikelola
menggunakan iuran dari kelompok kami atau uang sendiri, dengan modal
sebesar Rp. 500.000
Usaha ini dimulai setelah semua terpenuhi yaitu pada Maret 2018. Lokasi
usaha kami bertempat di Q Mall Banjarbaru, Jl. Ahmad Yani KM.. 36,8,
Banjarbaru Utara.

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tanaman ubi jalar (Ipomea batatas) berasal dari Amerika bagian
Tengah dan pada sekitar tahun 1960-an ubi jalar telah menyebar dan
ditanam di hampir seluruh wilayah Indonesia (Rukmana, H. R, 2001).
Karakteristik umbi ubi jalar atau sweet potato adalah warna kulit antara
jingga muda, jingga sampai cokelat muda, warna daging umbi jingga muda,
jingga sampai kuning, dan rasa umbi manis, manis agak berair, manis berair
sampai manis enak tergantung pada varietasnya. Beberapa varietas ubi jalar
adalah seperti Daya, Prambanan, Borobudur, Mendut, dan Kalasan.
Di tiap daerah di Indonesia, selalu ada varietas lokal ubi jalar dimana
rata-rata tiap varietas memiliki karakteristik yang berbeda dengan
keunggulan tertentu, seperti Ubi Selat Jawa Timur yang warna dagingnya
dominan ungu dengan selingan cokelat-jingga dan terkenal sebagai bahan
pembuatan keripik, Ubi Gunung Kawi yang jika dikukus warna kulit umbi
akan mengkilap dan rasanya sangat manis, Ubi Madu Cilembu yang
istimewa karena umbinya yang dipanggang mengeluarkan cairan kental
dengan rasa yang sangat manis, Ubi Bali yang sering disajikan sebagai
pendamping buah-buahan dalam pembuatan rujak manis, Ubi Papua yang
diduga merupakan indukan dari varietas ubi jepang, dan Ubi Jepang yang
cukup populer di Indonesia dengan berbagai varietas seperti ibaraki,
beniazuma, dan naruto (Hartoyo, T, 2004).
Ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan salah satu tanaman yang
mempunyai potensi besar di Indonesia. Areal panen ubi jalar di Indonesia
tiap tahun seluas 229.000 hektar, tersebar di seluruh propinsi, baik di lahan
sawah maupun tegalan dengan produksi rata-rata nasional 10 ton per hektar
(Khudori, 2001). Penghasil utama ubi jalar di Indonesia adalah Jawa dan
Irian Jaya yang menempati porsi sekitar 59 persen.Ubi jalar sangat penting
dalam tatanan penganekaragaman pangan. Ubi jalar merupakan komoditi
yang potensial untuk bahan pangan dan bahan baku industri apabila dilihat

1
dari kandungan karbohidrat, umur panen yang relatif pendek, dan mudahnya
tanaman ini untuk beradaptasi terhadap faktor lingkungan dibandingkan
tanaman lain.
Peningkatan produksi ubi jalar di Indonesia pada umumnya dan pada
khususnya dapat didorong melalui pengembangan agroindustri pengolahan
hasil panen menjadi produk-produk yang unggul, menarik, dan awet
sehingga laku di pasaran, baik dalam negeri maupun pasar luar negeri
(ekspor).
Saat ini usaha pengolahan ubi jalar di Indonesia relatif sedikit dan
umumnya masih diusahakan dalam skala yang relatif kecil dengan
manajemen yang sederhana. Hal ini diakibatkan masyarakat kurang
mengetahui potensi-potensi yang ada pada usaha pengolahan ubi jalar serta
proses penanganan ubi jalar yang baik dan benar untuk meningkatkan
kualitas produk. Berdasarkan hal tersebut di atas maka perlu adanya suatu
upaya untuk menggali potensi-potensi agroindustri atau usaha pengolahan
ubi jalar agar usaha pengolahan ini dapat dikembangkan.

1.2 Tujuan
a. Menyediakan akan kebutuhan masyarakat berupa cemilan yang enak
dan bergizi
b. Memberikan informasi kepada masyarakat bahwa ubi dapt diolah
menjadi berbagai macam cemilan. Contoh nya dari produk kami bola-
bola ubi
c. Memberikan pilihan makanan yang sehat dan bergizi untuk masyarakat
atau konsumen yaitu dengan adanya cemlan bola-bola ubi
d. Memberikan kepuasaan kepada konsumen dengan hasil produk kami
e. Membantu meciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat tertentu
yang belum mendapatkan pekerjaan

1.3 Manfaat
a. Memberikan informasi kepada masyarakat bahwa ubi dapat diolah
menjadi berbagai macam cemilan.

2
b. Dengan melimpahkan nya ubi dipasaran , bisa dimanfaatkan lebih baik
agar menjadi olahan yang lebih menarik dan tidak hanya dibiarkan
begitu saja sampai membusuk.

1.4 Visi & Misi


a. Visi
Menjadikan produk ubi local, menjadi makanan yang
halal,enak,bermutu dan bergizi demi terjaminya isi perut dan
menyenangkan hati
b. Misi
1. Menjadikan makanan bola-bola ubi cocol beda dengan yang lain,
dari sei bahan yang berkualitas dan bergizi
2. Melayani konsumen dengan etika yang baik, dan menjadikan
kepuasan kepada konsumen karena penghargaan terbesar kami
adalah kepuasan konsumen
3. Terus berinovasi dengan resep-resep terbaru
4. Menjadikan usaha bola-bola ubi ini menjadi berkembang dengan
baik
5. Bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat
6. Menyediakan makanan cemilan ataupun jajajan yang sehat dan
bergizi.

3
BAB II
METODE PELAKSANAAN PROGRAM

2.1. Profil perusahaan


a. Nama Perusahaan : UD.Lalabi
b. Nama Produk : Bite Me!
c. Logo

d. Kemasan

e. Jasa pelayanan tambahan


Jasa delivery (pesan antar) kepada konsumen khususnya daerah
Banjarbaru dan sekitarnya (tergantung banyaknya pemesanan, minimal
5).
f. Lokasi Usaha

4
g. Profil Pemilik Usaha
1. Nama : Devi Mahdalena Elmah
TTL : Kandangan, 1 Juni 1998
Alamat : Jl. Astoria, Blok B no 49, Banjarbaru
2. Nama : Helda Hayati
TTL : Tabalong, 17 Agustus 1998
Alamat : Jl. Unlam 2, Intansari, Banjarbaru.
3. Nama : Muhammad Nur Ihsan Habibi
TTL : Banua Kepayang 5 Desember 1997
Alamat : Komplek Widya Citra Ratu Elok 2, Banjarbaru
4. Nama : Mutia Permatasari
TTL : Banjarmasin, 8 November 1997
Alamat : Jl. Mistar Cokrokusumo, Komplek Surya Mas,
Banjarbaru
5. Nama : Rizqia Sri Indah Alina
TTL : Barabai, 18 November 1997
Alamat : Jl. Taruna Praja Raya, Komplek Aulia Permai,
Blok A no 8, Sungai Sipai, Martapura

2.2.Stuktur Organisasi

Direktur :

Muhammad Nur Ihsan Habibi

Bagian administrasi Bagian produksi : Bagian pemasaran


dan keuangan : dan promosi :
Helda Hayati
Mutia Permatasari Rizqia Sri Indah
Alina

Bagian finishing :

Devi Mahdalena
Elmah

5
a. Tugas- tugas dari Manager
1. Semua anggota kelompok bertindak sebagai pemillik perusahaan
dan penanaman modal dengan jumlah modal yang sama, tetapi yang
bertindak sebagai coordinator usaha, kami memilih Muhammad Nur
Ihsan Habibi. Karena dia memiliki jiwa pemimpin yang baik.
2. Tugas manager adalah mengkoordinator semua anggota usaha agar
meakukn tugasnya dengan baik, jika ada sesuatu yang perlu
dibicarakan maka dilakukan musyawarah dengan emua anggota.
3. Mengawasi serta megurus perusahaan
4. Memberikan laporan pertanggung jawaban di rapat umum.
5. Menandatangani permintaan pengeluaran kas yang jumlahnya besar
dan sifatnya penting.
6. Mengambil keputusan dan strategi perusahaan.
b. Tugas-tugas dari bagian perusahaan
1. Bagian Administrasi dan Keuangan
- Mutia Permatasari bertugas dibagian administrasi dan keuangan.
Yang mengendalikan system dan prosedur sebagai pengendali
penyimpanan keuangan dan pengabilan langkah perbaikan jika
terjadi penyimpangan.
- Menetapkan dana untuk sekarang (modal kerja jangka pendek)
dan masa depan (keperluan investasi jangka panjang), dan
menetapkan sumber dana yang dapat menutup kebutuhan
perusahaan.
- Melaporkan biaya pengeluaran dan pemasukan kepada
coordinator (pemimpin usaha).
- Mengendalikan penerimaan dan pembayaran tunai, utang dan
piutang, pemodalan, serta investasi.
2. Bagian Produksi (bahan baku dan kualitas)
- Helda Hayati bertugas dibagian produksi yang melakukan
penyusunan program dan rencana kerja serta melaksanakan
koordinasi dengan unit kerja lain.

6
- Bagian produksi bertugas membeli bahan baku, baik
mengkoordinasi pemesanan bahan baku seperti ubi, tepung,
coklat, dan lain-lan.
- Bagian produksi juga bertugas membeli bahan baku ke pasar
sekaligus memastikan bahan baku tersebut berkualitas bagus.
- Bagian produksi bertanggung jawab untuk memproduksi bola
ubi cocol.
3. Bagian Finishing
- Devi Mahdalena Elmah bertugas dibagian finishing. Yang
bertanggung jawab atas penyelesaian atas akhir semua prosedur
dan pengepakkan.
- Bagian finishing bertugas memastikan produk tersebut layak
untuk di pasarkan di masyarakat.
4. Bagian Pemasaran dan Promosi
- Rizqia Sri Indah Alina bertugas dibagian pemasaran dan promosi
yang terjun langsung dalam pemasaran dan promosi.
- Bagian pemasaran dan promosi bertugas melakukan
perencanaan strategi pemasaran dengan mengikuti
perkembangan pasar, terutama terhadap produk yang sejenis dari
perusahaan lain.
- Melaporkan uang pemasukkan kepada bagian keuangan.
- Menentukan pemasaran iklan terkait promosi produk.

2.3.Target Pasar dan Teknik Penjualan


a. Pembeli Produk
Kami menargetkan produk kami untuk semuan kalangan usia, mulai
dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Hal ini berdasarkan segementasi
yang kami gunakan, yaitu segmentasi demografi.
Segmentasi demografi adalah segmentasi yang meyangkut usia,
jenis kelamin, pekerjaan, penghasilan, agama, ras, kewarganegaraan,
Pendidikan, dan lain-lain.
Produk bola ubi cocol ini cocok dikonsumsi oleh semua kalangan,
yaitu anak-anak, remaja, ataupun orang tua segala umur dan cocok untuk

7
jenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Alasannya adalah karena
produk ini pada dasarnya berbahan dasar ubi yang umumnya disukai
oleh semuan kalangan dan tentunya banyak mengandung zat gizi yang
memiliki banyak manfaat untuk tubuh.
b. Cara pemasaran
Produk ini dipasarkan menggunkan prinsip pemasaran salura 1,
yaitu distribusi langsung dari produk konsumsi (produsen →
konsumen). Alasannya karena kami memproduksi dan kami pula yang
menjualnya (tanpa perantara), serta karena produk kami tidak tahan
lama (tidak memakai pengawet). Namun, jika produk kami berkembang,
kami akan membuat distribusi pemasaran saluran 2.
c. Iklan
Kami mempromosikan produh bola ubi cocol dengan cara
penyebaran brosur, Line, dan Instagram.
- Brosur

8
- Line

9
- Instagram

10
11
2.4.Analisis Produksi
a. Bahan
Bahan utama untuk membuat bola-bola ubi yaitu ubi dan coklat.
Secara terperinci bahan yang digunakan untuk membuat sebuah bola-
bola ubi adalah :
Tabel 1 Bahan pembuatan bola-bola ubi

Bahan-bahan
Bola - bola ubi Ubi
Tepung Tapioka
Gula Pasir
Backing powder
Tepung terigu
Minyak Goreng
Cocolan coklat Coklat Batang
Susu Cair UHT

b. Alat
Berkenan dengan peralatan yang digunakan pada usaha bola-
bola ubi ini, penyusun mengaktegorikan peralatan tersebut menjadi
dua bagian, yaitu alat produksi dan alat/item pendukung.
Alat produksi ini berhubungan langsung dengan proses pembuatan
bola-bola ubi.
Alat produksi tersebut adalah :
Tabel 2 alat Produksi

Alat Produksi
Baskom
Talenan
Pisau
Kompor
Isi Gas
Tabung Gas
Panci
Garpu
Sendok

12
Wajan
Sutil
Peniris minyak

Adapun peralatan dan item pendukung yang digunakan adalah :


Tabel 3 alat pendukung

Alat pendukung
Lap
Piring

c. Cara membuat bola-bola ubi


 Cara Membuat :
1. Cuci bersih ubi dan kukus hingga empuk, lalu kupas kulitnya
2. Haluskan ubi dengan garpu
3. Masukkan tepung tapioca, gula, baking powder
4. Aduk hingga rata
5. Bentuk adonan menjadi bulat lalu letakkan di loyang
6. Tutup loyang dengan plastik wrap dan simpan di kulkas
minimal 1jam
7. Siapkan wajan dan tuang minyak kelapa sawit
8. Masukkan bola ubi ke minyak, goreng sampai matang
(berwarna kekuningan)
Catatan : Masing-masing bola ubi ditekan selama 3 detik dengan
spatula (jangan terlalu keras) lalu lepas lagi agar
menciptakan bentuk kopong yang sempurna. Bila
warnanya telah coklat keemasan, angkat, dan tiriskan.
 Cara membuat cocolan coklat :
1. Potong-potong coklat menjadi bagian kecil
2. Masukkan coklat yang telah dipotong-potong kedalam panci.
3. Tuangkan susu secukupnya, lalu panaskan.
4. Aduk terus coklat hingga matang.

13
2.5.Analisa Usaha
a. Pendahuluan
Modal / dana yang dikelola menggunakan uang sendiri masing-masing
20% dari modal/ dan awal yang diperlakukan yaitu sekitar Rp.
2.186,333
b. Volume produksi dan biaya produksi
1. Target Produksi : 210 bungkus ( 2100 biji bola-bola ubi )
2. Data Biaya :

Tabel 4 biaya bahan-bahan 210 bungkus/hari


(2100 biji bola-bola ubi)

No. Keterangan Harga ( Rp, )


1. Ubi 120.000
2. Tepung Tapioka 60.000
3. Gula Pasir 45.000
4. Backing powder 15.000
5. Tepung terigu 30.000
6. Minyak Goreng 97.500
7. Coklat Batang 180.000
8. Susu Cair UHT 45.000
Total 592.500

Tabel 5 biaya perlengkapan

No. Keterangan Banyak Harga Total Masa Per Bulan Per Hari
(Rp) (Rp) Pakai (Rp) (Rp)
1. Kemasan 210 252.000 252.000 1 kali 7.560,000 252.000

2. Cup 210 42.000 42.000 1 kali 1.260,000 42.000

3. Brosur 5 1.500 1.500 1 kali 45.000 1.500

Total 8.865,000 295.500

14
Tabel 6 Biaya peralatan

Penyusutan
Masa
No. Keterangan Banyak Harga (Rp) Total (Rp)
Pakai*) Per bulan Per Hari
(Rp) (Rp)

1 Baskom 4 Rp 20,000.00 Rp 20,000.00 1 tahun 1.666 55


2 Talenan 2 Rp 14,000.00 Rp 14,000.00 1 tahun 1.166 38
3 Pisau 4 Rp 20,000.00 Rp 20,000.00 1 tahun 1.666 55
4 Kompor 1 Rp 250,000.00 Rp 250,000.00 3 tahun 6.944 228
5 Isi Gas 1 Rp 23,000.00 Rp 23,000.00 1 bulan 23.000 766
6 Tabung Gas 1 Rp 150,000.00 Rp 150,000.00 5 tahun 2.500 82
7 Panci 2 Rp 120,000.00 Rp 120,000.00 1 tahun 10.000 328
8 Garpu 6 Rp 7,500.00 Rp 7,500.00 1 tahun 625 20
9 Sendok 6 Rp 7,500.00 Rp 7,500.00 1 tahun 625 20
10 Wajan 2 Rp 104,000.00 Rp 104,000.00 1 tahun 8.666 284
11 Sutil 2 Rp 32,000.00 Rp 32,000.00 1 tahun 2.666 87
12 Peniris minyak 2 Rp 22,000.00 Rp 22,000.00 1 tahun 1.833 60
13 Piring 5 Rp 50,000.00 Rp 50,000.00 1 tahun 4.166 137
66.023 2160
Keterangan : *) per tahun dan habis pakai

Tabel 7 biaya lain-lain

No. Keterangan Perbulan ( Rp ) Per hari ( Rp )


1 Listrik 100000 3.333
2 Air 150000 5000
3 Tempat 1000.000 33.333
4 BBM 240000 8000
Total 49.666

15
c. HPP
1. Perhitungan HPP total
Sebagai mana telah disebutkan sebelum nya bahwa asumsi dasar
yang digunakan adalah asumsi penjualan harian, sehingga HPP
total yang dimaksud dalam usaha ini adalah HPP perhari.

Tabel 8 HPP total

No. Keterangan Per hari ( Rp )


1 Biaya bahan 592.500
2 Biaya Overhead
BBM 8000
Biaya listrik 3.333
Air 5000
Tempat 33.333
Perlengkapan 295.500
Biaya penyusutan 2.160
Total ( Rp ) 939.826

Dari tabel 8 dapat diketahui bahwa HPP total pada pembuatan


bola-bola ubi cocol adalah sebesar Rp,644,326

2. Perhitumgan HPP perporsi


Untuk HPP perporsi yang penyusun maksudkan disini adalah
HPP untuk menghasilkan 1 porsi bola-bola ubi , sehingga
perhitungan HPP perporsi untuk bola-bola ubi adalah HPP total
harian dibagi dengan jumlah bola-bola ubi yang dihasilkan
dalam satu porsi. Perhitungan nya dapat dirumuskan sebagai
berikut :
𝐻𝑃𝑃 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 ℎ𝑎𝑟𝑖𝑎𝑛
HPP per porsi = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑜𝑙𝑎−𝑏𝑜𝑙𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑝𝑜𝑟𝑠𝑖

Dari data diatas maka dapat diketahui bahwa HPP per porsi pada
bola-bola ubi adalah sebesar Rp.3.068
Perhitungannya adalah :
939.826
HPP per porsi = = 4.475
210

Jadi, harga produk yang kami jual per porsi Rp.15.000

16
d. Laporan Laba-Rugi

Tabel 9 laporan Laba rugi UD.Lalabi per hari

No Tetap Variabel Rp
1 Penjualan bersih 3.150,000
2 HPP
Biaya bahan-bahan 592.500
Biaya Perlengkapan 295.500
Biaya peralatan ( Penyusutan ) 2.160
BBM 8.000
Listrik 3.333
Air 5.000
Tempat 33.333
Jumlah (Rp ) 2.160 937.666 939.826
3 Laba kotor sebelum pajak 2.210,174
(-) Pajak 10% 221.017,4
4 Laba Bersih 1.989.156,6

Keterangan : hari penjualan 317


- Biaya Bahan : Rp. 592.500/hari penjualan ( 210 porsi )
: Rp. 187.822.500/tahun
- Harga penjualan : Rp. 15.000 x 210 porsi
: Rp. 3.150.000/hari
: Rp. 998.550.000/tahun
- Biaya tetap : Rp. 2.160/hari penjualan
: Rp. 684.720/tahun
- Biaya Variabel : Rp. 937.666/hari penjualan
: Rp. 297.240.122/tahun
- Biaya total : Biaya tetap + Biaya variable
: Rp.2.160 + Rp.937.666
: Rp.939.826/hari
: Rp.297.924.842/tahun

17
- : Pendapatan – total biaya
: Rp.3.150.00 – Rp.939.826
: Rp.2.210.174/hari
(Laba sebelum pajak)
: Rp.700.625.158/tahun
(Laba sebelum pajak)
: Rp.1.989.156,6/hari
(Laba setelah dikurangi pajak)
: Rp.630.562,642/tahun
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑇𝑒𝑡𝑎𝑝
- BEP = 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎−𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑣𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑖𝑡
2.160
BEP = 15.000−4.465

= 0,21 unit
= 1 unit
BEP dalam Rp = 1 unit x Rp.15.000
= Rp.15.000/hari

Tabel 10 laporan laba rugi UD.Lalabi Bola-bola ubi cocol (per


tahun)

No. Tetap Variabel Rp


1 Penjualan bersih 998.550.000
2 HPP
Biaya bahan-bahan 187.822.500
Biaya Perlengkapan 93.673.500
Biaya peralatan ( Penyusutan ) 684.720
BBM 2.536.000
Listrik 1.056.561
Air 1.585.000
Tempat 10.566.561
Jumlah (Rp ) 684.720 297.240.122 297.924.842
3 Laba kotor sebelum pajak 700.625.158
(-) Pajak 10% 70.062.515,8
4 Laba Bersih 1.989.156,6

18
2.6.Kelayakan Usaha (SWOT)
1. SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan dan Ancaman)
S : - Bahan baku dikenal sebagai makanan yang sehat dan bergizi.
Ini merupakan inovasi baru berbahan dasar ubi yang nyaman
dikonsumsi dan tentunya baik untuk kesehatan, seperti
vitamin dan mineral yang tinggi, dan serat untuk
memperlancar pencernaan.
- Bahan baku ubi yang mudah didapat.
- Tanpa bahan pengawet
W : - Bahan baku ubi mempunyai rasa yang khas
- Bahan baku ubi dikenal sebagai makanan local sumber
karbohidrat yang murah dan mudah didapat
- Tetapi, apabila produk ini disimpan terlalu lama maka akan
berkurang cita rasanya.
O : - Dengan inovasi bola ubi cocol yang kami buat ini, memberikan
peluang bagi kami untuk mendapatkan konsumen yang belum
pernah memakan produk ubi dalam bentuk bola ubi kopong
yang dicocol dengan coklat, sehingga konsumen dapat
mencoba melalui produk kami.
- Pesaing tidak terlalu banyak
T : - Produk yang dijual mudah untuk ditiru oleh produsen lain
- Produk tidak tahan lama
2. Strategi SO (Kekuatan dan Kesempatan)
- Membuat produk bola ubi cocol yang banyak dengan topping
cocolan cokelat
- Menambah outlet
- Membuat harga yang terjangkau
- Menjual produk dengan pesan antar
3. Strategi WO (Kelemahan dan Kesempatan)
- Mengubah midset orang mengenai ubi yang biasanya dikonsumsi
hanya dengan direbus menjadi bola-bola ubi dengan cocolan
cokelat.

19
4. Strategi ST (Kekuatan dan Ancaman)
- Membuat harga yang terjangkau
- Menginovasi variasi makanan
5. Strategi ST (Kelamahan dan Ancaman)
- Meyakinkan pada konsumen bahwa ubi dapat diolah menjadi
berbagai macam olahan yang enak dan sehat buhan hanya direbus
saja
- Karena produk kami ini tidak tahan lama, maka produk ini dijual
selalu dalam kondisi baru diolah dan aman.

20
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Sesuai dengan namanya, produk bola ubi cocol ini terbuat dari ubi dan
cocolan coklat yang target pemasarannya adalah anak-anak, remaja hingga
dewasa atau semuan kalangan masyarakat yang menyukai ubi. Produk ini dijual
dengan harga Rp. 15.000,00. Lokasi usaha kami bertempat di Q Mall
Banjarbaru, Jl. Ahmad Yani KM.. 36,8, Banjarbaru Utara.

21
DAFTAR PUSTAKA

Justin G. Longenecker, Carlos W. Moore, J. William Petty. 2001.


Kewirausahaan (Manajemen Usaha Kecil Buku I). Jakarta : Salemba
Empat.

http://cookpad.com//id/resep/4580372-bola-bola-ubi-by-eep-kitchen

22
LAMPIRAN

a. Rencana Aktivitas dan Penjadwalan


- Usaha ini dimulai setelah semua persiapan sudah terpenuhi
- Usaha ini dijalankan setiap hari, kecuali pada peringatan hari raya
Islam
- Kami berjualan pada pukul 13.00 WITA sampai dengan selesai

b. Diagram Alir Proses Produksi


1. Cara membuat bola-bola ubi

Cuci bersih ubi dan kukus hingga empuk

Haluskan ubi dengan garpu

Masukkan tepung tapioca, gula, baking powder

Aduk hingga rata

Bentuk adonan menjadi bulat lalu letakkan di loyang

Tutup loyang dengan plastik wrap dan simpan di kulkas minimal


1 jam

Siapkan wajan dan tuang minyak kelapa sawit

Masukkan bola ubi ke minyak, goreng sampai matang (berwarna


kekuningan)

23
1. Cara membuat cocolan cokelat

Siapkan cokelat batangan dan susu

Potong-potong coklat menjadi bagian kecil

Masukkan coklat yang telah dipotong-potong kedalam panci.

Tuangkan susu secukupnya, lalu panaskan.

Aduk terus coklat hingga matang.

24