Anda di halaman 1dari 4

Memo

(permohonan pembuatan PPK/PPD)

Sehubungan dengan berlakunya peraturan BPJS terbaru tentang RUJUKAN pasien Rawat jalan, Dimana
ada beberapa perubahan ketentuan, antara lain :

1. 1 rujukan dapat dipergunakan 1 kali kunjungan


2. Untuk kasus kronis, 1 rujukan dapat digunakan 1 kali dalam sebulan, dalam kurun waktu 3
bulan, dimana setiap kunjungan dokter DPJP membuat keterangan di surat kontrol
3. Untuk kasus akut, 1 rujukan hanya dapat dipergunakan satu kunjungan, kecuali memang
kasus akut yang butuh perawatan berulang, namun harus dilengkapi PPK /PPD (panduan
pelaksanaan Diagnosa).
4. Pemeriksaan penunjang, seperti laboratorium, Ronsen, USG, Ct scan dll, menjadi satu episode
dengan konsultasi, tidak boleh dibuatkan SEP/penagihan tersendiri,

Oleh karena itu, kami mohon bantuan dokter, untuk dapat memberikan masukan dan membuatkan
SPM/PPD diagnose akut yang membutuhkan perawatan berulang (yang dimaksud perawatan berulang
adalah, pasien yang membutuhkan obat/tindakan terus menerus (lebih dari sekali dalam sebulan),
namun tidak termasuk dalam program rujuk balik)

Contoh kasus diagnose akut, yang tidak termasuk dalam program rujuk balik (PRB)

1. Spuling telinga
2. Tambal gigi
3. Neuropathy
4. LBP
5. Osteo artritis (OA)
6. Otitis media
Contoh PPK

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

Nekrosis Pulpa (ICD 10: K04.1)

1. Pengertian (Definisi) Kematian jaringan pulpa gigi bisa sebagian atau menyeluruh
karena kelanjutan karies/ trauma.

2. Anamnesis 1. Sakit
2. Gigi pernah ditambal
3. Gigi pernah trauma patah / fraktur
4. Kadang sakit bila dipakai mengunyah
5. Warna gigi berubah
6. Bila makan panas kadang terasa sakit
7. Bau mulut
3. Pemeriksaan fisik 1. Gigi berlubang besar, dalam, dengan pulpa gigi terbuka
2. Gigi dengan tambalan besar, ada kerusakan
3. Gigi berubah warna
4. Vitalitas gigi : Sondasi -, perkusi -, palpasi -, test khlor
etil -
4. Kriteria Diagnosis 1. Sesuai kriteria anamnesis
2. Sesuai pemeriksaan fisik
5. Diagnosis Kerja Nekrosis Pulpa (ICD 10:K04.1)

6. Diagnosis Banding Karies Sementum (ICD 10: K02.2)


Pulpitis ( ICD 10: K04.0)
7. Pemeriksaan penunjang Periapical radiologi
8. Therapi Akan dilakukan tindakan dalam 3 kali kunjungan
Kunjungan pertama
Simtomatis :
Diberikan obat penghilang rasa sakit (Asam Mefenamat), anti
inflamasi (Natrium Diclofenac), diberikan antibiotic
(Amoxcillin)
Root canal x-ray ( ICD 9 CM: 87.12)
Tindakan root canal therapy
1. Pembersihan kavitas dengan round bur sampai
kamar pulpa (ICD 9 CM: 23.71)
2. Ekskafasi kamar pulpa dengan ekskafator,
Ekskafasi saluran pulpa di akar dengan jarum
ekskafasi, irigasi dengan NaOCl, keringkan,
sterilisasi dgn Ca(OH)2. (ICD 9 CM: 23.71)
3. Tambalan sementara (ICD 9 CM: 23.2)

Kunjungan kedua
1. Pembersihan tumpatan sementara dengan round
bur (ICD 9 CM: 23.2)
2. Preparasi biomekanis, Irigasi NaOCl, keringkan,
sterilisasi Ca(OH)2 (ICD 9CM: 23.7)
3. Tambalan sementara (ICD 9CM: 23.2)

Kunjungan ketiga
1. Pembersihan tumpatan sementara dengan round
bur (ICD 9 CM: 23.2)
2. Pengisian saluran akar dengan gutta perca +
eugenol sampai ujung akar, semen base di kamar
pulpa (ICD 9 CM: 23.7)
3. Tumpat tetap glass ionomer/ komposit/logam
(ICD 9 CM: 23.2)

Catatan : interval antar kunjungan 3-5 hari


9. Edukasi 1. Menjaga kebersihan gigi dan mulut,
2. Mengontrol tambalan,
3. Mengganti tambalan yang sudah rusak
10. Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam
Ad sanasionam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
11. Tingkat evidens IV
12. Tingkat Rekomendasi C
13. Penelaah Kritis Drg. Irmaya Sari Ayu
Drg. Naning Handayani
Drg. Renny Ayu Novianti

14. Indicator Medis Nekrosis Pulpa selesai tanpa komplikasi dengan 3 kali kunjungan
rawat jalan.

Target :
90 % Nekrosis Pulpa selesai tanpa komplikasi dengan 3 kali
kunjungan rawat jalan.

15. Kepustakaan Gutman J.L, Dhumsha, TC, & Lovdahl, PE; problem solving in
Endodontics. 4 th ed. St Louis : Mosby ; 2006 ; 142 – 155
Cohen, AS, dan Brown, D.C. 2002. Orofacial dental pain
emergencies: endodontic diagnoses and management. Dalam
Pathways of the pulp. Cohen, S. dan Burns, R.C (eds). Ed ke-
8. Mosby, St. Louis. Hlm. 31-76