Anda di halaman 1dari 7

I.

PENDAHULUAN

1.1 Dasar Teori


Larutan adalan campuran yang terdiri dari dari dua atau lebih komponen
yang bercampur secara homogen.Komponen terdiri dari 2 yaitu : Solut adalah zat
yang larut dan solvent zat pelarut (zat yang melarutkan solut dan biasanya
jumlahnya lebih besar).
Konsentrasi adalah istilah umum untuk menyatakan banyaknya bagian zat
terlarut dan pelarut yang terdapat dalam larutan. Konsentrasi dapat dinyatakan
secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Untuk ukuran secara kualitatif,
konsentrasi larutan dinyatakan dengan istilah larutan pekat (concentrated) dan
encer (dilute). Kedua isitilah ini menyatakan bagian relatif zat terlarut dan pelarut
dalam larutan. Larutan pekat berarti jumlah zat terlarut relatif besar, sedangkan
larutan encer berarti jumlah zat terlarut relatif lebih sedikit. Biasanya, istilah pekat
dan encer digunakan untuk membandingkan konsentrasi dua atau lebih
larutan.Dalam ukuran kuantitatif, konsentrasi larutan dinyatakan dalam g/mL
(sama seperti satuan untuk densitas). Namun, dalam perhitungan stoikiometri
satuan gram diganti dengan satuan mol sehingga diperoleh satuan mol/L.
Konsentrasi dalam mol/L atau mmol/mL dikenal dengan istilah molaritas atau
konsentrasi molar.

1
1.2. Tujuan Praktikum
Tujuan mempelajari pembuatan dan pengenceran larutan antaralain :
1. Membuat larutan dengan konsentrasi tertentu
2. Mengecerkan larutan dengan konsentrasi tertentu

2
II. BAHAN DAN METODE

2.1. Waktu dan Tempat


Praktikum kimia dasar dengan materi pembuatan dan pengenceran larutan
dilaksanakan pada rabu, 10 oktober 2018 pada pukul 15:30-17:30 di
laboratorium budidaya pertanian fakultas pertanian universitas palangkaraya.

2.2. Alat dan Bahan


Adapunalat yang digunakan dalam lab pada saat praktikum adalah Neraca
analitik, labu takar 100 ml, gelas ukur, pipet tetes, corong, pengaduk. Sedangkan
bahan yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum adalah Nacl, HCl 37%,
etanol 96%, gula pasir, dan akuades.

2.3. Cara Kerja


Cara kerja dalam praktikum kimia dasar dengan materi pembuatan dan
pengenceran larutan yaitu :
1. Menyiapkan beberapa peralatan dan bahan kimia
2. Menghitung berat bahan atau volume bahan
3. Asisten memanggil beberapa praktikan
4. Menimbang berapa gram bahan yang akan di encerkan
5. Masukkan bahan yang sudah di timbang kedalam labu ukur menggunakan
corong
6. Masukkan lagi akuades menggunakan corong hingga sebelum batas merah
supaya akuades tidak lebih dari takaran
7. Gunakan pipet tetes untuk memasukkan lagi akuades ke labu ukur hingga
batas merah
8. Goyangkan labu ukur keatas dan kebawah hingga larutan tercampur.

3
III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Pengamatan


Tabel 1 hasil pengamatan pembuatan larutan
No Senyawa Konsentrasi Volume larutan Berat bahan atau
volume larutan
1. NaCL 0,1 ml 100 ml 0,585 gr
2. NaCL 100 ppm 100 ml 0,01 gr
3. Larutan Etanol 70 % 100 ml 70 ml
4. Gula 12 % 100 ml 12 mg
Tabel 2 hasil pengamatan pengenceran larutan
No Senyawa Konsentrasi Volume Konsentrasi Volume
Awal Awal Akhir Akhir
1. HCl 12,06 37% 0,1 1000 ml

3.2. Pembahasan
Larutan adalah campuran antara dua zat atau lebih. Suatu campuran dapat
dikatakan sebagai larutan apabila telah homogen sehingga tidak dapat dibedakan
lagi antara pelarut dan zat terlarut. Hal ini sesuai dengan Baroroh yang
menyatakan bahwa larutan adalah campuran homogen antara dua atau lebih zat
yang terdispersi baik sebagai molekul, atom maupun ion yang komposisinya dapat
bervariasi.
Pengenceran adalah penambahan zat terlarut sehingga jumlah mol zat terlarut
sebelum pengenceran sama dengan jumlah mol zat terlarut sesudah pengenceran.
Hal ini sesuai dengan Brady yang menyatakan bahwa proses pengenceran adalah
mencampur larutan pekat (konsentrasi tinggi) dengan cara menambahkan pelarut
agar diperoleh volume akhir yang lebih besar.
Pembuatan 100 mLNaCl 0,1M dapat dilakukan dengan cara menghitung
massa NaCl yang diperlukan terlebih dahulu. Dengan mengalikan 0,1M NaCl dan
volume larutan(dalam liter) lalu mengalikannya kembali dengan Mr NaCl, maka

4
hasil yang didapat adalah 0,585gram. Bahan ditimbang pada timbangan analitik
dan dimasukkan ke dalam gelas ukur dan ditambahkan dengan aquadest lalu aduk
sampai larut. Masukkan larutan tersebut ke dalam labu ukur hingga batas merah
lalu homogenkan. Hal ini sesuai dengan Baroroh yang menyatakan larutan
didefinisikan sebagai campuran homogen antara dua atau lebih zat yang
terdispersi baik sebagai molekul, atom maupun ion yang komposisinya dapat
bervariasi. Langkah tersebut sama halnya dengan membuat 100 mL NaCl 100
Ppm, 100 mL gula (c6h12o6) 12%. Namun dalam membuat larutan 100 mL gula
12% perhitungannya menggunakan persamaan persen berat per volume (%(b/b)).
Pengenceran larutan HCl dapat dilakukan dengan menghitung jumlah bahan
kimia yang dibutukan untuk membuat larutan HCl 37% sebanyak 50 ml. Dihitung
menggunakan rumus pengenceran, yaitu molaritas akhir dikali volume akhir
kemudian dibagi dengan nilai molaritas awal. Didapatkan hasil 0,4 mL. Setelah
itu ambil HCl sebanyak 0,4 mL. Bahan yang sudah di ambil dimasukkan ke dalam
labu ukur kemudian tambahkan aquadest hingga batas merah. setelah itu
homogenkan dengan aquades. Hal ini sesuai dengan Brady (2000) yang
menyatakan pengenceran adalah mencampur larutan pekat (konsentrasi tinggi)
dengan cara menambahkan pelarut(aquades) agar diperoleh volume akhir yang
lebih besar. Langkah tersebut sama halnya dengan membuat larutan 25mL etanol
70%.

5
IV. PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Darihasil pengamatan yang telah saya lakukan di laboratorium, maka diambil
beberapa kesimpulansebagai berikut : Pembuatan larutan adalah suatu kegiatan
pencampuran zat terlarut dengan zat pelarutnya; pengenceran dilakukan untuk
membuat larutan standar; Molaritas adalah kepekaan suatu larutan; larutan adalah
suatu campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat; pengenceran larutan
mengguakan akuades; Pembuatan larutan harus dilakukan pencampuran bahan
bahan dan menggunakan akuades
Untuk membuat suatu larutan, pertama hitung massa bahan yang akan dibuat
dengan menggunakan rumus Mol, molaritas, molalitas, normalitas, % berat (b/v)
atau (w/v), % volum (v/v), fraksi mol, ppm, ppb.
Untuk pengenceran, pertama dihitung terlebih dahulu volume yang akan
diencerkan dengan rumus pengenceran yaitu: M1.V1 = M2.V2. setelah itu
campurkan dengan menggunakan zat pelarut aquades lalu homogenkan.

4.2 Saran

6
V. DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2014. Petunjuk Praktikum Kimia Dasar. Institut Pertanian stiper


Yogyakarta.
Shocichah. 2010. Standarisasi Larutan NaOH. http://shochicah.blogspot.com.
Diakses pada 6 Oktober 2014
Sukmariah. 2009.Standarisasi Larutan NaOH. http://tadriskimia.blogspot.com.
Diakses pada 6 Oktober 2014

Anda mungkin juga menyukai