Anda di halaman 1dari 8

1

KEADAAN UMUM PERUSAHAAN

1.1 Identitas dan Sejarah Pendirian Perusahaan

PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Cirebon merupakan salah satu

perusahaan yang bergerak dalam bidang agri-food terbesar dan terintegritas di

Indonesia untuk memproduksi berupa pakan ternak, baik dalam bentuk tepung,

pellet, crumble, maupun konsentrat. Unit pakan ternak yang dihasilkan merupakan

pakan ternak yang bermutu sesuai dengan ISO 9001:2008. Dipilihnya Cirebon

sebagai tempat beroperasinya perusahaan ini karena tempatnya yang strategis yakni

dekat dengan pelabuhan, serta terletak diantara perbatasan antara Jawa Barat dan

Jawa Tengah.

PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Cirebon semula bernama PT.

OMETRACO yang berstatus kantor cabang sesuai dengan akte kuasa yang dibuat

dihadapan notaris Sastra Kosasih, SH Nomor 37 tanggal 22 Juni 1968 di Surabaya.

Perusahaan ini bergerak di bidang ekspor khususnya komoditas non migas yang

saat itu sedang digalakan pemerintah dalam usaha meningkatkan pemasukkan

devisa negara, yaitu di bidang pakan ternak hewan unggas.

Perkembangan selanjutnya usaha ekspor perusahaan ini tidak seperti yang

diharapkan, karena harga di dalam negeri yang tidak sesuai atau seimbang dengan

harga pasaran Eropa. Awal tahun 1980 perusahaan ini mulai ikut memasarkan

ransum makanan ternak dengan merek Comfeed yang tujuannya untuk menambah

volume usaha yang saat itu diproduksi oleh PT. Comfeed Indonesia yang berlokasi

di Sidoarjo. Produk tersebut mulai dapat diterima oleh masyarakat Jawa Barat.

Setelah keluarnya Kep. RIS Nomor 50 tahun 1981 yang menghimbau agar

perusahaan swasta berpartisipasi meningkatkan taraf hidup petani kecil dengan


2

jalan membantu pembuatan pakan ternak. Pengalihan usaha dilakukan dari

perusahaan yang bergerak di bidang ekspor menjadi perusahaan industri pakan

ternak.

Bulan Agustus tahun 1981 omset PT. Comfeed Indonesia antara 300 ton

sampai 400 ton per bulannya. Setelah omset perusahaan ini telah mencapai 4.000

ton perbulan, perusahaan ini diputuskan untuk berdiri sendiri. Berdasarkan akta

nomor 305 tanggal 21 November 1987 yang dikeluarkan oleh notaris Abdul Rohim,

SH, perusahaan ini berubah menjadi PT. OMETRACO SATWAFEED. Sejak bulan

November 1987 perusahaan ini menggunakan mesin otomatis yang didatangkan

dari pabrik VAN AARSEN NETHERLAND Belanda.

Perusahaan ini berkembang terus menerus hingga akhir tahun 1989 omset

mencapai sekitar 6.000 ton perbulan. Berdasarkan akte nomer 179 tanggal 12

Desember 1989 yang dikeluarkan oleh notaris Susanti, SH yang berkedudukan di

Surabaya, perusahaan ini berubah lagi namanya menjadi PT. Japfa Comfeed

Indonesia. Tahun 1990 PT. Japfa Comfeed Indonesia menjadi PT. Japfa Comfeed

Indonesia Unit Cirebon berdasarkan akta notaris Esther Daniar Iskandar nomor 46

tanggal 11 januari 1990.

1.2 Lokasi Perusahaan

PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Cirebon terdapat dua lokasi yaitu

Unit I : Berlokasi di Jl. Buyut No. 80/27 Keluarahan Pengambiran, Kecamatan

Lemah Wungkuk, Kota Cirebon 45113, Indonesia.

Unit II : Berlokasi di Jl. Ahmad Yani 31, Cirebon 45113, Indonesia.


3

1.3 Struktur Organisasi

PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Cirebon telah memiliki struktur

organisasi yang baik dan sangat jelas. Dipimpin oleh seorang Head of Feed

Operation Unit yang membawahi beberapa departemen, yaitu: Personalia and

General Affair (P&GA), Plant, Quality Control (QC), Sales, Procurement, dan

Finance and Accounting yang masing-masing departemen dipimpin oleh seorang

kepala departemen. Bagan struktur organisasi di PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Unit Cirebon tercantum dalam Gambar.

Head of Unit

Deputy Head
of Unit

Department
Departement
Human Departement
Quality Control Departement Departement Departement
Resource and Finance and
and Plant Sales Procurement
General Affair Accounting
Laboratorium
(HR&GA)

Sub Dept. Sub Dept. Sub Dept. Plan


Sub Dept. Sub Dept. Production Van Production Product and
Technic Warehouse Aarsen (Lokasi Buhler (Lokasi Inventory
Buyut) Ahmad Yani) Control (PPIC)
4

Tugas dan wewenang dari masing-masing jajaran adalah sebagai berikut:

1. Head of unit bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan segala aspek

sehingga seluruh kegiatan perusahaan di segala manajemen unit dapat berjalan

dengan lancar.

2. Deputy head of unit bertanggung jawab kepada head of unit dalam membantu

tugas head of unit sehingga roda perusahaan tetap berjalan sesuai dengan tujuan

awal yang telah ditetapkan.

3. Personal and general affair department head bertanggung jawab kepada head

of unit dalam sistem dan prosedur yang berkaitan dengan personalia serta

mengatur kebutuhan rumah tangga perusahaan.

4. Quality control and laboratory department head bertanggung jawab kepada

head of unit menjaga kualitas produk akhir dalam hal ini pakan jadi yang telah

ditetapkan oleh perusahaan dengan cara menjaga kualitas segala aspek kegiatan

produksi baik dari bahan baku masuk hingga menjadi pakan yang siap untuk

dijual.

5. Plant department head bertanggung jawab kepada head of unit dalam

mengkoordinasikan perencanaan dan pengendalian produksi yang baik mulai

dari proses, sistem dan prosedur, serta adiministrasi kegiatan produksi.

6. Sales department head bertangung jawab kepada head of unit dalam mengatur

seluruh aktivitas penjualan pakan meliputi pembuatan mapping area potensi

pasar, memastikan hubungan timbal balik antara perusahaan dengan konsumen,

dan memberikan kepuasan kepada pelanggan baik dari sisi teknis maupun non

teknis.

7. Procurement department head bertanggung jawab kepada head of unit dalam

segala yang berurusan dengan harga, kualitas barang, proses pengadaan dan
5

pembelian dilakukan oleh perusahaan baik yang berupa kebutuhan bahan baku

guna aktifitas produksi pakan jadi maupun kebutuhan non bahan baku sesuai

perencanaan yang telah ditetapkan.

8. Finance and accounting department head bertanggung jawab kepada head of

unit dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan uang perusahaan,

menyajikan laporan keuangan perusahaan selama periode tertentu, penempatan

dan pemakaian dana perusahaan, pemeriksaan atas penerimaan uang dan

pengeluaran uang, cash flow, dan pengaturan akan aset perusahaan.

9. Technic deputy department head bertanggung jawab kepada plant department

head dalam kegiatan pemeliharaan terkait dengan semua komponen yang

digunakan untuk kegiatan produksi (mulai dari kendaraan, mesin yang

digunakan untuk proses produksi, dan bangunan-bangunan yang berkaitan

dengan keteknikan) sesuai dengan ketetapan prosedur agar perusahaan mampu

melakukan kegiatan produksi secara optimal.

10. Warehouse deputy department head bertanggung jawab kepada plant

department head dalam mobilisasi bahan baku dan pakan jadi selama disimpan

di gudang mulai dari bahan baku masuk hingga digunakan untuk proses

produksi dan menghasilkan pakan jadi serta mengatur tata letak

penyimpanannya agar kualitasnya tetap terjaga

11. Production van aarsen deputy department head bertanggung jawab kepada

plant department head dalam mengkoordinasikan segala aktivitas produksi

sehingga dapat mencapai target yang telah ditetapkan terutama untuk kegiatan

poduksi di unit I.

12. Production buhler deputy department head bertanggung jawab kepada plant

department head dalam mengkoordinasikan segala aktivitas produksi sehingga


6

dapat mencapai target yang telah ditetapkan terutama untuk kegiatan produksi

di unit II.

13. Human Resource & inventory control deputy department head bertanggung

jawab kepada plant department head dalam hal memastikan produksi pakan

dalam jumlah yang cukup pada saat yang diperlukan dan bertanggung jawab

dalam pencatatan administrasi kegiatan produksi.

1.4 Kondisi Lingkungan Fisik Perusahaan


Lahan milik PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit I Cirebon disajikan
pada tabel..berikut ini :

Tabel … Jenis Penggunaan Lahan dan Luas Lahan (m2)

No Jenis Penggunaan Luas Areal

1 Bangunan pabrik, gudang, silo dan bangunan 23.393


lainnya

2 Bangunan kantor 931

3 Area parker, jalan dan saluran drainase 19.839

Total Lahan Tertutup 44.163

4 Lahan tertutup bangunan/ Material kedap air 982

5 Area parkir perkerasan paving block 250

Total Lahan Terbuka 1.232

6 Luas lahan yang dikuasai 45.395

Sumber : UKL-UPL PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit I Cirebon.

Situasi yang ada di lingkungan pabrik adalah sebagai berikut:

1. Sebelah utara : Gudang B.A.T (Industri Rokok) dan pemukiman


penduduk.
2. Sebelah timur : Sawah kangkung (Tanah milik PT. SANITAS).
7

3. Sebelah selatan : PT. KBBS (Pabrik pakan ternak) dan pemukiman


penduduk.
4. Sebelah barat : Pemukiman penduduk

1.5 Bidang Usaha

1.5.1 Skala Perusahaan

PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Cirebon merupakan perusahaan

skala industri agri-food terbesar dan terintegritas di Indonesia. Perusahaan ini

merupakan perusahaan industri pakan yang bergerak di bidang pakan ayam yang

selalu menjaga kualitas produk pakan yang dihasilkan. Kunci kesuksesan PT. Japfa

Comfeed Indonesia Tbk. Unit Cirebon berakar dari konsep layanan terpadu yang

lengkap dan menyeluruh, yang diberikan kepada seluruh jaringan pelanggan

melalui kekuatan jaringan distribusi dan keagenan yang tersebar di seluruh wilayah

Indonesia. Perusahaan ini pun senantiasa menciptakan dan memberikan nilai-nilai

tambah kepada mitra industri melalui kekuatan rantai produksi seperti formulasi

pakan yang berkualitas.

1.5.2 Produk Perusahaan

PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Cirebon menghasilkan produk

berupa pakan ternak unggas dalam bentuk tepung, pellet, crumble, dan konsentrat.

Pakan bentuk tepung adalah bentuk ransum yang paling sederhana, merupakan

campuran antara serbuk dan granula. Pellet merupakan pakan yang dipadatkan,

dikompakkan melalui proses mekanik. Crumble merupakan pakan yang dipecah

dari bentuk pellet dengan tujuan untuk memperkecil ukurannya. Konsentrat

merupakan bahan pakan yang dipergunakan bersama bahan pakan lain untuk
8

meningkatkan keserasian gizi dari keseluruhan makanan dan dimaksudkan untuk

disatukan dan dicampur sebagai pakan pelengkap.

1.5.3 Proses Produksi Pelayanan


PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Cirebon dalam produksi pakan jadi
dibedakan menjadi 2 macam yakni produksi massal (main production) dan produksi
by order (slow moving production). Produksi massal merupakan pembuatan produk
pakan yang paling banyak diproduksi, sedangkan produksi by order adalah
pembuatan pakan yang dipesan secara khusus oleh pelanggan. Prosesnya rencana
penjualan dari Departement Sales, lalu dilakukan perencanaan dan penjadwalan
produksi pakan dilakukan oleh Departement Production Planning and Inventory
Control (PPIC) berdasarkan pencatatan penjualan bulanan oleh Departement Sales,
ketersediaan bahan baku dari Departement Warehouse, serta formula pakan dari
formulator pusat. Waktu pelaksanaan dan jumlah produksi diserahkan kepada Sub
Departemen Produksi dan Sub Departemen Gudang. Sub Departemen Produksi
bertugas sebagai pelaksana teknis produksi pakan, sedangkan Sub Departemen
Gudang bertugas untuk menyiapkan bahan baku, label dan karung sertamengatur
penyimpanan pakan jadi. Pembelian bahan baku dilakukan oleh Departement
Procurement berdasarkan order dari Departemen PPIC.