Anda di halaman 1dari 4

Kelompok 1 :

Akharina Agustin
Ari Dania Wipasana
Bilqis Tarwiyah
BAB 9 Dede Awan Bastian

1. Menurut Standar Akuntansi Keuangan:


Yang dimaksud dengan bank adalah sisa rekening giro perusahaan yang dapat dipergunakan
secara bebas untuk membiayai kegiatan umum perusahaan, dan deposito berjangka
yang dimiliki perusahaan.
Jawab: Salah (hal.166) “Yang dimaksud dengan bank adalah sisa rekening giro perusahaan
yang dapat dipergunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.”
2. Dana yang disisihkan untuk tujuan tertentu (sinking fund), cek mundur dan cek
kosong tidak dapat digolongkan sebagai bagian dari kas dan bank di neraca.
Jawab: Benar (hal.166) “Yang tidak dapat digolongkan sebagai bahan dari kas dan setara
kas pada neraca adalah:
a. Deposito berjangka
b. Cek mundur dan cek kosong
c. Dana yang disisihkan untuk tujuan tertentu (sinking fund)
d. Rekening giro yang tidak dapat segera digunakan baik didalam maupun di
luar negeri, misalnya karena dibekukan.”
3. Salah satu tujuan pemeriksaan kas dan bank adalah untuk memeriksa apakah ada
pembatasan untuk penggunaan saldo kas dan bank.
Jawab: Salah (hal.167) “Tujuan pemeriksaan kas dan setara kas:
a. Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas
kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan
bank.
b. Untuk memeriksa apakah saldo kas dan setara kas yang ada di neraca per
tanggal neraca betul-betul ada dan dimiliki perusahaan (existence).
c. Untuk memeriksa apakah ada pembatasan untuk penggunaan saldo kas dan
setara kas.
d. Untuk memeriksa, seandainya ada saldo kas dan setara kas dalam valuta
asing, apakah saldo tersebut dikonversikan ke dalam rupiah dengan
menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca dan apakah selisih kurs
yang terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan ke laba rugi komprehensif
tahun berjalan.
e. Untuk memeriksa apakah penyajian di neraca sesuai dengan standar
akuntansi keuangan di Indonesia (SAK/ETAP/IFRS) (Presentation dan
Disclosure).”
4. Seandainya per tanggal neraca terdapat saldo kas dan bank dalam valuta asing, maka
saldo tersebut harus dikonversikan ke dalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah
Bank Indonesia pada tanggal neraca dan selisih kurs yang terjadi di bebankan ke laba
rugi tahun berjalan.
Jawab: Benar (hal.168) “Untuk memeriksa seandainya ada saldo kas/setara kas dalam valuta
asing, apakah saldo tersebut sudah dikonversikan ke dalam rupiah dengan
menggunakan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada tanggal neraca dan apakah
selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan ke laba rugi
(komprehensif) tahun berjalan.”
5. Salah satu ciri internal control yang baik atas kas dan bank adalah: pegawai yang
membuat rekonsiliasi bank harus lain dari pegawai yang mengerjakan buku bank, dan
rekonsiliasi bank tersebut harus dibuat setiap bulan dan di-review oleh kepala bagian
akuntansi.
Jawab: Benar (hal. 167) “Pegawai yang membuat rekonsiliasi bank harus lain dari pegawai
yang mengerjakan buku bank. Rekonsiliasi bank dibuat setiap bulan dan ditelaah (di-
review) oleh kepala Bagian Akuntansi.”
6. Kas kecil (petty cash) yang dikelola dengan imprest fund system, lebih baik dari segi
internal control, dibandingkan dengan menggunakan fluctuating fund system.
Jawab: Benar (hal. 173) “Jika klien menggunakan imprest fund system untuk kas kecilnya,
cash count bisa dilakukan kapan saja karena saldo kas selalu tetap. Tetapi jika
digunakan fluctuating fund system maka cah count sebaiknya dilakukan tidak jauh
dari tanggal neraca agar tidak mengalami kesulitan sewaktu melakukan perhitungan
maju atau mundur ke tanggal neraca.”
7. Salah satu cara untuk menghindari kemungkinan terjadinya “double payment” adalah
dengan mebubuhi stempel “LUNAS” setiap bukti pendukung dari bukti pengeluaran
kas yang sudah dibayar.
Jawab: Benar (hal. 168) “Bukti-bukti pendukung dari pengeluaran kas yang sudah dibayar
di stempel lunas, untuk menghindari kemungkinan untuk di proses pembayarannya
dua kali (double payment).”
8. Untuk mengetahui apakah saldo kas dan bank yang tercantum di neraca per tanggal
neraca betul-betul ada dan dimiliki perusahaan, auditor harus mengirim konfirmasi
bank.
Jawab: Benar (hal. 168) “untuk memeriksa apakah saldo kas dan setara kas yang ada
di neraca per tanggal neraca betul-betul ada dan dimiliki perusahaan. Auditor harus
melakukan kas opname dan mengirim konfirmasi bank.”

9. G
10. G
11. D
12. Dd
13. Check kitting hanya bisa dilakukan kalau suatu perusahaan memiliki dua atau lebih
rekening bank di bank yang berbeda.
(Benar) pada halaman 175 pada bagian nomor 9 tentang penggunaan check kitting
14. Ada dua jenis konfirmasi bank, yaitu konfirmasi positif dan konfirmasi negatif
A

15. D
BAB 11

1. Investasi dalam surat berharga dapat merupakan aset lancar (current assets) atau non
current assets, tergantung maksud/tujuan dari pembelian surat berharga tersebut.
Jawab: Benar (hal.218) “Investasi dalam surat berharga dapat merupakan aset lancar
(current assets) atau non-current assets tergantung maksud/tujuan dari pembelian
surat berharga tersebut.”
2. Surat berharga yang digolongkan sebagai temporary investment, biasanya di beli
dengan beberapa tujuan, salah satu tujuannya adalah untuk menguasai manajemen
dari perusahaan yang sahamnya dibeli (lebih besar atau sama dengan 50% dari saham
yang beredar).
Jawab: Salah (hal. 218) “Kalau surat berharga dibeli dengan tujuan untuk memanfaatkan
kelebihan dana yang tersedia, biasanya surat berharga tersebut harus mudah
diuangkan dalam waktu singkat dan surat berharga tersebut diklasifikasikan sebagai
temporary investment atau marketable securities yang mrupakan current assets.”
BAB 13

1. Seluruh prepaid expenses dan prepaid taxes dilaporkan di neraca sebagai current
asset.
Jawab: Benar (hal.258) “Keduanya (prepaid expenses dan prepaid taxes) mempunyai
manfaat kurang atau sama dengan satu tahun, sehingga dikelompokkan sebagai harta
lancar (current assets).”
2. Menurut standar akuntansi keuangan, bagian dari biaya dibayar dimuka yang akan
memberikan manfaat untuk beberapa periode kegiatan diklasifikasikan sebagai aset
tak lancar.
Jawab: Benar (hal.258) “Menurut Standar Akuntansi Keuangan:
a. Biaya dibayar dimuka dimaksudkan sebagai biaya yang telah terjadi, yang
akan digunakan untuk aktivitas perusahaan yang akan datang.
b. Bagian dari biaya dibayar dimuka yang akan memberikan manfaat untuk
beberapa periode kegiatan diklasifikasikan sebagai aset tak lancar.”
3. Contoh dari pajak dibayar di muka adalah: PPh 22, PPh 23, PPh 25, PPh 26, PPh 29.
Jawab: Salah (hal. 258) “Contoh dari pajak dibayar di muka adalah: PPh 22, PPh 23, PPh
25, PPN Masukan.”
4. Dalam memeriksa polis asuransi bisa diketahui antara lain: jenis asuransi dan masa
pertanggungan, nilai pertanggungan dan apakah ada harta perusahaan yang dijadikan
jaminan pada pihak ketiga.
Jawab: Benar (hal. 261) “Periksa polis asuransi dan cocokkan data dalam polis asuransi
dengan rincian prepaid insurance. Isi dari polis asuransi adalah :
a. Hari dan tanggal pembuatan perjanjian asuransi;
b. Nama tertanggung, untuk diri sendiri atau pihak ketiga;
c. Uraian yang jelas mengenai benda yang diasuransikan;
d. Jumlah yang diasuransikan (nilai pertanggungan);
e. Bahaya-bahaya/ evenemen yang ditanggung oleh penanggung;
f. Saat bahaya mulai berjalan dan berakhir yang menjadi tanggungan penanggung.”