Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM

INSTRUMENTASI DAN PENGUKURAN TEKANAN

Nama : Alfi Syahrial

NIM : 1724401044

Kelas : 2B TK

Pembimbing : Ir. Helmi , MT

NIP : 19620921 199303 1 001

JURUSAN TEKNIK KIMIA

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI KIMIA D3

POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE

2018
LEMBAR TUGAS

Judul Praktikum : Instrumentasi Pengukuran Tekanan

Laboratorium : Komputasi dan Instrumentasi Proses

Jurusan/Prodi : Teknik Kimia / Teknik Kimia D III

Nama : Alfi Syahrial

Kelas/Semester : 2B-TK/III

Nim : 1724401044

Anggota Kelompok 6 :

1. Alfi syahrial
2. Cutsiti Nandira
3. Indri Novianti
4. M.khatami Rifaldi
5. Natasya Indah Suci Ramadani
6. Zawaqiatul Muna

Uraian Tugas :

1. Lakukan praktikum sesuai dengan prosedur kerja tekanan


2. Peralatan barometer dan manometer pipa U satuannya bar, psi dan mmHg di ubah
menjadi mmH2O
3. Pengambilan data 14 kali dan buat grafiknya
4. Pembahasan dan kesimpulan tidak boleh sama dengan yang lain

Buket Rata, April 2018

Ka. Laboratorium Dosen Pembimbing

Reza Fauzan, ST, M.Sc Ir.Helmi, MT


NIP: 19780308 201212 1 003 NIP: 19620921 199303 1 001
LEMBAR PENGESAHAN

Judul Praktikum : Instrumentasi Pengukuran Tekanan

Mata Kuliah : Komputasi dan Instrumentasi Proses

Nama : Alfi Syahrial

Nim : 1724401044

Kelas/Semester : 2B-TK/III

Dosen Pembimbing : Ir. Helmi, MT

NIP : 19620921 199303 1 001

Ka. Laboratorium : Reza Fauzan, ST, M.Sc

NIP : 19780308 201212 1 003

Tanggal Pengesahan :

Buket Rata, April 2018

Ka. Laboratorium Dosen Pembimbing

Reza Fauzan, ST, M.Sc Ir. Helmi, MT

NIP: 19780308 201212 1 003 NIP: 19620921 199303 1 001


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Praktikum


 Mengenal instrumen pengukuran tekanan
 Dapat dan mampu menggunakan instrumen pengukuran tekanan
 Mampu mengkalibrasi alat ukur tekanan
 Menentukan linearitas alat ukur tekanan vs waktu
 Menentukan responsibilitas
 Membuktikan rumus konversi tekanan

1.2 Alat dan Bahan yang digunakan


 Seperangkat peralatan pengukuran tekanan
 Manometer cairan
 Barometer
 Selang
 Gas

1.3 Prosedur Kerja


a) Kalibrasi Manometer
1) Masukkan selang ke saluran udara
2) Buka valve pelan-pelan
3) Baca skala dan catat
4) Ulangi langkah ini hingga 14 kali
5) Hitung tekanan rata-rata

b) Linearitas barometer
1) Dialirkan udara pada selang
2) Tutup persimpangan srdang dengan isolator
3) Dilubangkan persimpangan yang diisolator dengan jarum
4) Masukkan barometer ke ujung selang
5) Baca skalanya dan dicacat
6) Diulang langkah ini hingga 14 kali
7) Dibaca skalanya
8) Dilubangi jarum hingga 14 kali dan setiap melubangnya dibaca skala barometer
1.4 Gambar Alat

Gambar 1.1 Manometer U


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Tekanan

Tekanan sebenarnya adalah pengukuran gaya yang bekerja pada permukaan bidang.Tekanan
di definisikan sebagai gaya per satuan luas dan dapat diukur di dalam unit seperti psi (Pound per
inchi persegi). inci air, milimeter merkuri, pascal (Pa, atau N/m²) atau bar. Sampai pengenalan unit SI,
yang ‘bar’ cukup umum. Bar setara dengan 100.000 N/m², yang merupakan satuan SI untuk
pengukuran. Untuk menyederhanakan unit, N/m² diadopsi dengan nama Pascal, disingkat Tekanan Pa
cukup sering diukur dalam kilopascal (kPa), yang adalah 1000 pascal dan setara dengan 0.145psi.
Satuan pengukuran yang baik dalam pound per square inch (PSI) di British unit atau pascal (Pa)
dalam metrik.

2.2 Macam-macam Tekanan

1.Absolute Pressure

Gaya yang bekerja pada satuan luas, tekanan ini dinyatakan dan diukur terhadap tekanan nol. Tekanan
Absolute = Tekanan Gauge + Tekanan Atmosfer.

2.Tekanan Relatif

Tekanan yang dinyatakan dan diukur relatif terhadap tekanan atmosfer. Jadi tekanan relatif adalah
selisih antara tekanan absolute dengan tekanan atmosfer (1 atmosfer = 760 mmHg = 14.7 psia).

3.Tekanan Vakum

Tekanan gas yang lebih kecil dari tekanan atmosfer.

4.Tekanan Differential

Tekanan yang diukur terhadap tekanan yang lain.

Mayoritas pengukuran tekanan di pabrik adalah gauge. Mutlak pengukurancenderung


digunakan di mana di bawah tekanan atmosfir. Biasanya ini adalah sekitar vakum kondensor dan
bangunan.

2.3 Jenis alat ukur tekanan

2.3.1 Manometer

Manometer adalah alat ukur tekanan dan manometer tertua adalah manometer kolom cairan.
Alat ukur ini sangat sederhana, pengamatan dapat dilakukan langsung dan cukup teliti pada beberapa
daerah pengukuran. Manometer kolom cairan biasanya digunakan untuk pengukuran tekanan yang
tidak terlalu tinggi (mendekati tekanan atmosfir).
Fungsi Manometer

Manometer adalah alat yang digunakan secara luas pada audit energi untuk mengukur
perbedaan tekanan di dua titik yang berlawanan. Jenis manometer tertua adalah manometer kolom
cairan. Versi manometer sederhana kolom cairan adalah bentuk pipa U) yang diisi cairan setengahnya
(biasanya berisi minyak, air atau air raksa) dimana pengukuran dilakukan pada satu sisi pipa,
sementara tekanan (yang mungkin terjadi karena atmosfir) diterapkan pada tabung yang lainnya.
Perbedaan ketinggian cairan memperlihatkan tekanan yang diterapkan.

Bentuk paling sederhana dari manometer adalah bahwa dari sebuah tabung berbentuk U diisi
dengan cairan. tekanan yang akan diukur diterapkan ke ujung terbuka tabung. Jika ada perbedaan
tekanan, maka ketinggian cairan pada dua sisi tabung akan berbeda. Perbedaan ketinggian adalah
tekanan proses dalam mm air (atau mm merkuri).

Konversi menjadi Kpa cukup sederhana:

 Untuk air, Kpa : 9,807 x mmH2O


 Untuk merkuri, Pa : 133,3 mmHg

2.3.2 Pipa U

Pipa U terdiri dari air atau air raksa yang di dalam pipa berbentuk U.Salah satu ujung
dihubungkan dengan tekanan yang ingin diukur dan ujung yang lain dihubungkan dengan tekanan
referensi (biasanya tekanan atmosferik).Jika fluida C atmosferik,fluida B cairan dalam pipa U (air
atau merkuri),dan fluida A adalah gas dengan asumsi rB>>rA dan rB>>rC.

Gambar 2.1 Manometer pipa U

Keuntungan dan Kekurangan

 Biaya murah
 Sederhana dan cukup baik
 Respon lambat dan terjadi osilasi
 Akurasi pengukuran tergantung pada presisi tinggi cairanpada pipa U
 Tidak dapat digunakan untuk tekanan vakum
 Cairan dalam pipa U tidak boleh ada interaksidenganfluida yang diukur
 Kontaminasi merkuri dan uap air dapat terjadi, terutamapadapengukuran tekanan rendah.

Gambar 2.2 Manometer U tube

Gambar 2.3 Urutan skema manometer kolom cairan

Prinsip Kerja Manometer

Gambar (a) merupakan gambaran sederhana manometer tabung U yang diisi cairan setengahnya,
dengan kedua ujung tabung terbuka berisi cairan sama tinggi.

Gambar (b) bila tekanan positif diterapkan pada salah satu sisi kaki tabung, cairan kebawah pada kaki
tabung tersebut dan naik pada sisi tabung yang lainnya. Perbedaan pada ketinggian “h” merupakan
penjumlahan hasil pembacaan di atas 8 dibawah angka nol yang menunjukkan adanya tekanan.

Gambar (c) bila keadaan vakum diterapkan pada satu sisi kaki tabung, cairan akan meningkat pada
sisi tersebut dan cairan akan turun pada sisi lainnya. Perbedaan ketinggian merupakan hasil
penjumlahan pembacaan diatas dan dibawah nol yang menunjukkan jumlah tekanan vakum.

Penggunaan Manometer
Selama pelaksanaan audit energi ,manometer digunakan untuk menentukan perbedaan tekanan
di antara dua titik di saluran pembuangan gas atau udara.Perbedaan tekanan kemudia digunakan untuk
menghitung kecepatan aliran di saluran dengan menggunakan persamaan Bernouli(perbedaan tekanan
= V2/2g).Rincian lebih lanjut penggunaan manometer diberikan kepada bagian tentang bagaimana
mengoperasikan manometer.Manometer harus sesuai untuk aliran cairan.

2.3.2 Barometer

Definisi barometer adalah alat untuk mengukur tekanan udara luar (tekanan atmosfer).
Barometer sederhana adalah barometer raksa atau barometer Torricelli. Pengukur tekanan dengan
barometer ini dengan cara menghitung tinggi permukaan raksa pada bejana (bentuk lurus) atau selisih
tinggi permukaan raksa pada bejana (bentuk J) barometer Torricelli ditemukan oleh ilmuwan fisika
berkebangsaan Italia, bernama Evangelista Torricelli (1608 – 1647) mula-mula tabung kaca yang
panjangnya 1 meter diisi raksa, kemudian tabung kaca diubalik dan dipasang pada statif. Ternyata,
sebagian raksa turun ke bejana dan pada bagian atas tabung terdapat ruang hampa yang disebut ruang
hampa Torricelli.

Gambar 2.4 Barometer

a.Barometer Air

Konsep bahwa penurunan tekanan atmosfer memprediksi badai itu dipastulatkan oleh Lucien
Vidie:merupakan dasar untuk perangkat prediksi cuaca yang disebut”badai kaca” atau “Goethe
Barometer”(setelah nama penulis yang diperbolehkan di jerman).Ini terdiri dari wajah kaca dengan
tubuh disegel,setengah penuh dengan air.Sebuah sempit tergadai terhubung ke tubuh di bawah
permukaan air dan naik diatas permukaan air ,dimana ia terbuka untuk atmosfer .Ketika tekanan udara
lebih rendah dari itu pada waktu tubuh disegel,tingkat air di cerat akan naik naik turun di bawah
permukaan air dalam tubuh.

b.Barometer Merkuri

Sebuah barometer raksa memiliki tabung gelas minimal 84 cm tingginya,tertutup pada salah
satu ujungnya,dengan reservior mercuri-diisi terbuka di pangkalan.Berat merkuri menciptakan
kekosongan dibagian atas tabung.Raksa diatas tabung menyesuaikan sampai berat kolom merkuri
tekanan rendah memungkin untuk turun ke tingkat yang lebih rendah dalam kolom dengan
menurunkan gaya ditempatkan pada reservoir.Karena suhu yang lebih tinggi pada alat tersebut akan
mengurangi kepadatan merkuri,skala untuk membaca ketinggian air raksa disesuiakan untuk
mengompresasi efek ini.Torricelli mencatat bahwa ketinggian air raksa dalam barometer berubah
sedikit setiap hari dan menyimpulkan bahwa ini adalah akibat tekanan perubahan di atmosfer.

Gambar 2.5 Barometer merkuri Gambar 2.6 Aneroid Barometer

Sebuah barometer aneroid diciptakan oleh insinyur abad ke-19 ,dan penemu Lucien
Vidie,menggunakan logam,kotak fleksible kecil yang di sebut sel aneroid kapsul aneroid (sel)tersebut
dari panduan berilium dan tembaga.

c.Barographs

Pencatat tekanan udara,yang mencatat grafik beberapa tekanan atm,menggunakan mekanisme


barometer aneroid untuk memindahkan pena diatas kertas baik yang terpasang pada drum
dipindahkan oleh jarum jam.

2.4 Alat Ukur Tekanan

2.4.1 Bourdon Tube

1. Prinsip operasi

Bourdon Tube adalah alat ukur tekanan nonliquid. Alat ukur ini secara luas digunakan didalam
industry proses untuk mengukur tekanan statis pada beberapa aplikasi. Bentuk dari bourdon tube
terdiri dari element ( C-type helical dan spiral) dan dihubungkan secara mekanikal dengan jarum
indicator.

Prinsip operasinya yaitu tekanan dipandu kedalam tabung. Perbedaan tekanan didalam dan
diluar tabung bourdon tube akan menyebabkan perubahan bentuk penampangnya. Perubahan bentuk
penampangny akan diikuti perubahan bentuk arah panjang tabung. Dimana perubahan panjang tabung
akan dikonversikan menjadi gerakan jarum petunjuk pada skala.
Ada tiga type tabung bourdon tube, yaitu : C-type, spiral dan helical. Perbedaan masing-masing
tipe terletak pada harga tekanan yang ingin diukur.

a. C-type Bourdon Tube

Digunakan untuk range 15~100.000 psig dengan range akurasi (± 0,1 ~ ± 5%) span.

Gambar 2.7 Bourdon Tube (C-Type)

b. Spiral Bourdon Tube

Digunakan secara umum pada range tekanan. Menengah (medium pressure), tetapi untuk
tugas berat juga tersedia dalam range hingga 100.000 Psig. Range akurasinya sekitar ±0,5% dari span

Gambar 2.8 Bourdon Tube (spiral)

c. Helical Bourdon Tube

Digunakan pada range dari 100~80.000 Psig dengan akurasi sekitar ± Vj ~ ±1% dari span.
Gambar 2.9 Bourdon Tube (helical)

Kelebihan dan Kekurangan

 Kelebihan
Biaya pengadaan awal rendah
Konstruksi sederhana
Dapat dikalibrasi dengan mudah (menggunakan mercuri barometer)
Tersedia range yang bervariasi
Termasuk range yang sangat tinggi

 Kekurangan
Peka terhadap goncangan dan getaran
Mempunyai sifat histeris
Akurasi sedang (tidak cukup baik untuk beberapa aplikasi)

2.4.2 Diaphragm Pressure Gauge

1. Prinsip operasi

Diaphragm Pressure Gauge menggunakan prinsip perubahan bentuk yang elastic dari suatu
diaphragm (membrane). Untuk mengukur perbedaan suatu tekanan yang tidak diketahui dengan
tekanan cairan.

Bentuk dari diaphragm pressure gauge terdiri dari kapsul yang dibagi oleh suatu sekat rongga
(diaphragm). Seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Satu sisi diaphragm terbuka bagi tekanan
target ( eksternal ) Pext – Pref. secara mekanik membelokkan diaphragm.
Gambar 2.10 Prinsip operasi Diaphragm pressure gauge

2. Spesifikasi Umum

Range normal untuk diaphragm elemen dimulai dari vacum hingga 200 Psig, dengan akurasi
(±Vj~±VA% full span. Gambar berikut memperlihatkan berbagai bentuk desain dari diaphragm,
yaitu single capsul dan multiple capsul).

Gambar 2.11 Bentuk disain diaphragm (single capsul dan multiple capsul)

Gambar 2.12 Bentuk desain diaphragm pressure gauge


3.Kelebihan dan kekurangan

Kelebihan

 Biaya pengadaan awal : sedang


 Karakteristik "overrange" : tinggi
 Linearitas : baik
 Akurasi : baik
 Dapat digunakan untuk pengukuran tekanan asolut,tekanan relatif (gage) maupun tekanan
differential.
 Tersedia dalam berbagai macam bahan (tahan terhadap korosi).

Kekurangan

 Sangat peka terhadap getaran dan kejutan


 Jika rusak sulit diperbaiki

2.4.3 Bellow Elements

1. Prinsip Operasi

Pengukuran tekanan dengan bellows sangat popular digunakan didalam industry proses. Oleh
karena itu mudah ditangani. Element bellows merupakan element elastic yang fleksibel pada arah
aksial. Biasanya dibuat dari bahan kuningan, fosfor- perunggu, berilium-tembaga, monel dan bahan
metal lainnya. Dengan element ini dapat diperoleh hubungan ya[ng linier antara tekanan dan
simpangan ( perubahan volume).

Gambar dibawah ini menunjukkan prinsip pemakaian bellows untuk pengukuran tekanan absolute,
tekanan relative (gauge), dan tekanan defferential.
2.13 Prinsip pengukuran tekanan (bellow elements)

2. Spesifikasi Umum

Sebagian besar bellows element digunakan untuk pengukuran tekanan rendah (absolute atau
relative) dan tekanan differential, beroperasi untuk tekanan vacuum sampai tekanan 0-400 Psig.
Kebanyakan aplikasi dalam range inch H2O hingga 30 atau 40 Psig, namun unit tersedia dalam range
0-2000 Psig.

Penggunaan yang terbesar untuk unit bellows adalah sebagai element penerima untuk
pneumatic recorder, indicator dan control. Bellows juga secara luas digunakan sebagai unit
differential pressure untuk pengukuran aliran (flow) serta recorder dan controller pneumatic yang
dipasang dilapangan, ketelitian bellows element adalah sekitar ±Vj%.

3. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan

 Biaya pengadaan awal : rendah


 Konstruksi kuat dan sederhana
 Dapat digunakan untuk tekanan rendah dan menengah.
 Dapat digunakan untuk mengukur tekanan absolut, tekanan relatif (gauge) dan
tekanan diferensial

Kekurangan

 Memerlukan kompensasi temperature


 Tidak dapat digunakan untuk mengukur tekanan tinggi.
 Mempunyai histeresis dan drift yang besar.
 Tidak cocok untuk mengukur tekanan yang dinamis

Gambar 2.14 Pressure differential indicator


2.4.4 Mcleod Gauge

1. Prinsip operasi

Mcleod gauge adalah alat ukur tekanan rendah (vakum) dimana tekanan dibawah 10-4 torr
(10-4 mmHg, 1.33x10-2 Pa, 1.93x10-6Psi) yang bekerja berdasarkan tinggi kolom cairan. Alat ukur
ini sering digunakan sebagai kalibrasi alat ukur tekanan vacuum lainnya.

Skema Mcleod gauge dapat dilihat pada gambar 2.12. alat ini mempunyai dua kaki, dimana
pada kaki yanhg terdapat suatu volume yang ukurannya jauh lebih besar dari pada volume pipa.
Ujung pipa pada kaki tersebut diatas tertutup. Alat ini mempunyai torak (piston), yang digunakan
untuk mengatur tinggi cairan dalam pipa.

Sebelum pengukuran dilakukan torak daitarik sehingga tinggi cairan berada dibawah lubang
yang menghubungkan kedua pipa (gambar 2.12 a). kemudian tekanan vakum yang akan diukur
dihubungkan pada pipa lainnya, sehingga tekanan vakum yang diukur mengisi semua pipa.

Setelah pengisian terjadi torak ditekan sehingga cairan memasuki semua pipa. Tekana vakum
yang berada pada kaki pertama akan terperangkap pada pipa yang tertutup (gambar 2.12 b). torak
terus ditekan sehingga tinggi cairan pada pipa kedua mencapai skala 0, yaitu sama dengan tinggi pipa
tertutup. Tinggi cairan pada kaki pertama lebih rendah dari kaki kedua. Karena tekanan vakum dikaki
tersebut akan terkompresi menjadi tinggi dari tekanan vakum yang diukur.

Gambar 2.15 Prinsip kerja mcleod gauge

Hukum boyle yang diusulkan oleh Robbert Boyle pada tahun 1662,menyatakan bahwa pada
sistem ishotermal yang tertutup (temperature yang tetap),maka produk dari pressure (P) dan volume
(V) adalah tetap.

P.V = constant
Atau setara dengan :

P1 V1 = P2 V2

Umpamakan bahwa tekanan awal dan volume di dalam Mcleod gauge diberi oleh :

P1 = Pi

V1 = V+A.ho

Dimana V adalah volume reservoir dan A adalah luas penampang dari tabung yang disegel
(tertutup).Mis.Volume dan tekanan yang akhir pemampatan diberi oleh persamaan :

P2 = P gauge

V2 = A.h

Menurut hukum Boyle,maka :

P1 . (V+A.ho) = P gauge . A.h

Untuk bentuk Manometer ,P gauge = P.PRef = P.gh – P1,maka tekanan yang tidak diketahui P1 dapat
diturunkan menjadi salah satu fungsi dari persamaannya tinggi h:
ρgh2
P1 = v+A (ho−h)

Selanjutnya , volume dari reservoir pada umumnya lebih besar dari tabung

V>>A . (ho-h)

Sehingga persamaan dapat disederhanakan menjadi:


ρ𝐠𝐡𝟐𝐀
P1 = V
BAB III

DATA PENGAMATAN

3.1.Sebelum dilakukan konversi

No. Percobaan Barometer Manometer pipa


2
Bar Psi Kg/cm U
mmHg
1 0.61 9 0.61 71
2 0.7 10 0.65 55
3 0.6 9 0.51 63
4 0.7 10 0.6 54
5 0.75 11 0.7 41
6 0.7 10 0.7 49
7 0.5 7.2 0.55 44
8 0.55 8 0.5 55
9 0.6 9 0.6 64
10 0.65 9.5 0.64 71
11 0.7 10 0.68 72
12 0.8 11 0.75 83
13 0.8 10.8 0.8 80
14 0.7 10 0.5 84

3.2.Setelah dilakukan konversi

No. Percobaan Barometer (mmH2O) Manometer pipa


Bar Psi Kg/cm2 U
mmH2O
1 6191.93 6325.38 6092.72 0.9652
2 7104.93 7028.2 6496.5 0.7477
3 6089.94 6325.38 5097.25 0.8565
4 7104.93 7028.2 5669.77 0.7341
5 7612.42 7731.02 6996.23 0.5576
6 7104.93 7379.61 6996.23 0.6661
7 5074.95 5060.31 5497.04 0.5982
8 5582.44 5622.56 4997.31 0.7477
9 6089.94 6325.38 5996.77 0.8701
10 6597.43 6676.79 6396.56 0.9652
11 7104.93 7028.2 6796.34 0.9788
12 8119.92 7731.02 7495.96 1.1284
13 8119.92 7590.46 7995.69 1.0876
14 7104.93 7028.2 4997.31 1.1412
BAB IV

PEMBAHASAN

4.1.Pembahasan

Dari hasil praktikum yang di dapat, dijelaskan bahwa tekanan dapat diukur dengan barometer
dalam satuan bar, psi dan kg/cm2, dan diukur dengan alat manometer dalam satuan mmHg dengan
cara melewati udara atau gas dalam selang. Tekanan yang diukur sebanyak 14 kali tusukan jarum
untuk masing-masing alat ukur.

Barometer
12
11
10
9
8
Tekanan

7
6 Bar
5
4 Psi
3
2 Kg/cm2
1
0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Percobaan

Gambar 4.1 Grafik tekanan barometer sebelum konversi ( Bar, Psi dan Kg/cm2)

Manometer pipa U
100
Tekanan (mmHg)

80

60

40
mmHg
20

0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Percobaan

Gambar 4.2 Grafik tekanan manometer pipa U sebelum konversi (mmHg)

Dari gambar grafik diatas dapat dijelaskan bahwa di antara perbandingan alat pengukuran
antara satuan Bar,Psi dan kg/cm2 tersebut di lihat pada gambar grafik 4.1 dan 4.2. Antara satuan Bar
dan kg/cm2 hampir sama di tiap alur grafiknya. Ini menandakan bahwa antara satuan Bar dan kg/cm2
itu terletak di satu alat ukur yang sama yaitu Barometer. Pada satuan Bar dan kg/cm2 dapat dilihat
adanya tingkat kestabilan pada saat pengukuran. Sedangkan untuk Psi di tiap-tiap tusukan jarum pada
selang udara mempunyai naik-turunnya tekanan. Tetapi dapat dijelaskan bahwa pengaruh banyaknya
lubang dari tusukan tersebut, sehingga mempengaruhi nilai tekanannya dan untuk pengukuran satuan
mmHg,sangat jelas tingkat pengukurannya mengalami ketidak normalan tekanan akibat pengaruh
variasi tusukan yang berbeda-beda.

Barometer
9000
y = 74.047x + 6230.6y = 44.177x + 6445.9
8000 R² = 0.119
R² = 0.0555
7000
Tekanan (mmH2O)

Bar
6000
5000 y = 55.448x + 5835.7 Psi
4000 R² = 0.0605 Kg/cm2
3000
Linear (Bar)
2000
1000 Linear (Psi)
0 Linear (Kg/cm2)
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Percobaan

Gambar 4.3 Tekanan barometer setelah dilakukan konversi

Dari gambar grafik 4.3 dapat kita lihat perbandingan tekanan hasil konversi Bar-
mmH2O,psi-mmH2O dan kg/cm2-mmH2O. Dari grafik tersebut dapat kita ketahui bahwa
tekanan hasil konversi Bar-mmH2O,psi-mmH2O dan kg/cm2-mmH2O nilai tekanan yang di
dapat tidak jauh berbeda. Sedangkan untuk nilai R2 dari masing-masing satuan, satuan Bar-
mmH2O sedikit lebih besar dari pada satuan psi-mmH2O dan kg/cm2-mmH2O.

Manometer pipa U
1.2
1.1 y = 0.0285x + 0.6463
1 R² = 0.3878
Tekanan (mmH2O)

0.9
0.8
0.7
0.6
0.5 mmH2O
0.4
0.3
0.2
0.1
0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Percobaan

Gambar 4.4 Grafik tekanan manometer pipa U setelah dikonversi


Dan pada Manometer pipa U dapat dilihat dari grafiknya sangat aktif dan adanya
perbedaan tekanan di tiap tusukan yang di beri pada selang udara. Nilai R2 yang didapat pada
pengukuran dengan menggunakan alat Manometer lebih besar dari pada alat Barometer.
BAB V

KESIMPULAN

5.1.Kesimpulan

 Banyaknya tusukan yang diberikan pada selang udara, sangat mempengaruhi tekanan yang
dihasilkan.
 Nilai tekanan pada manometer cenderung lebih kecil dari nilai tekanan pada barometer
setelah di konversikan.
 Pengukuran dengan menggunakan alat barometer jauh lebih mudah untuk membaca skalanya
dibandingkan dengan menggunakan alat manometer pipa U.
 Tekanan yang tinggi memiliki volum yang tinggi ini disebabkan massanya lebih besar.
 Perbedaan nilai tekanan antara manometer dengan barometer disebabkan oleh fungsi
manometer yang mengukur tekanan pada sistem tertutup,sedangkan pada barometer pada
sistem terbuka.
DAFTAR PUSTAKA

BPST 2007 “Dasar-dasar instrumentasi dan proses control”. Directorat pengolahan angkatan XVII.
Balongan.

DR.ENG.Y.D.Hermawan “dasar-dasar instrumentasi proses”


ydhermawan.filles.wordpress.com/…/02-Dasar-dasar instrumentasi-pdf.diaskes 08 mei 2012.

http://manometer tabung U.google.com.

Jobsheet “ petunjuk praktikum instrumentasi” Politeknik Negeri Lhokseumawe


LAMPIRAN

1.Konversi Bar-mmH2O

14.50 𝑝𝑠𝑖 0,07031 𝑘𝑔/𝑐𝑚² 9999.9 𝑚𝑚𝐻₂𝑂


0.61 Bar x x x = 6191.44 mmH2O
1 𝑏𝑎𝑟 1 𝑃𝑠𝑖 1 𝑘𝑔/𝑐𝑚²

2.Konversi Psi- mmH2O


1 𝑎𝑡𝑚 1 𝑏𝑎𝑟 10197.15 𝑚𝑚𝐻₂𝑂
9 Psi x 14.7 𝑃𝑠𝑖 x 0.987 𝑎𝑡𝑚 x = 6325.38 mmH2O
1 𝑏𝑎𝑟

3.Konversi Kg/cm2 – mmH2O


1 𝑏𝑎𝑟 14.5 𝑝𝑠𝑖 703.07 𝑚𝑚𝐻₂𝑂
0.61 Kg/cm2 x 1.02 𝑘𝑔/𝑐𝑚² x x = 6096.72 mmH2O
1 𝑏𝑎𝑟 1 𝑝𝑠𝑖

4.Konversi mmHg-mmH2O
1 𝑎𝑡𝑚 101.3 𝑝𝑎 0.102 𝑚𝑚𝐻₂𝑂
71 mmHg x 760 𝑚𝑚𝐻𝑔 x x = 0.9652 mmH2O
1 𝑎𝑡𝑚 1 𝑝𝑎