Anda di halaman 1dari 20

Jenis Perawatan Peralatan

Dalam prakteknya perawatan peralatan dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu pra perawatan dan

perawatan pencegahan.

a. Perawatan sebelum dioperasikan (pra-perawatan)


Perawatan peralatan sebelum dioperasikan bertujuan untuk menjamin peralatan agar dapat beroperasi

dengan efektif. Untuk memudahkan pengecekan maka dibuat rencana perawatannya.

Perawatan dapat berupa jadwal pembersihan, penggantian pelumasan dan uji coba peralatan tanpa

beban.

Peralatan yang baru dihidupkan hendaknya tidak langsung dibebani. Peralatan dibiarkan hidup

beberapa menit, sementara itu diadakan itu diadakan pengecekan pada bagian-bagian tertentu. Apabila tidak

ada kelainan, barulah peralatan dapat dibebani sedikit demi sedikit sampai pada beban yang diharapkan.

b. Perawatan Pencegahan.
Telah disebutkan di depan bahwa perawatan pencegahan bertujuan untuk mencegah terjadinya

kerusakan yang lebih serius. Tentu saja tidak sematamata mencegah. Terjadinya kerusakan, tetapi perawatan

pencegahan ini justru merupakan kegiatan rutin dalam pelaksanaan perawatan agar peralatan senantiasa siap

pakai.

Perawatan pencegahan ini meliputi :

1. Perawatan harian

Maksudnya ialah kegiatan perawatan yang dilaksanakan setiap/selama peralatan dioperasikan. Kegiatan ini

umumnya dilaksanakan oleh pemakai peralatan.

Macam-macam kegiatan perawatan harian :

 Selama peralatan bekerja maka pemakai harus selalu memeriksa/mengganti situasi kerjanya, bahkan sejak

peralatan mulai bekerja.

Cara memeriksa/mengamati yaitu dengan cara :


 Lihat, maksudnya cara kerja peralatan diperhatikan, barangkali ada sesuatu yang kelihatan tidak semestinya.

 Rasa, maksudnya selama mesin bekerja perlu dirasakan barangkali ada getaran suhu meningkat, bau yang aneh

dan sebagainya.

 Dengar, maksudnya cara kerja peralatan didengarkan barangkali ada suara-suara asing yang menandakan

kelainan.

 Pencegahan Beban Lebih

Setiap peralatan yang dioperasikan harus dijaga agar beban tidak melebihi kapasitas/kemampuan yang

termasuk beban lebih.

Misalnya : Putaran peralatan terlalu tinggi, muatan terlalu berat, suhu terlalu tinggi, dan sebagainya.

 Pelumasan

Semua peralatan yang berputar atau bergerak bergesekan perlu diberi pelumasan. Pelumasan ini

berfungsi untuk mengurangi gesekan, mencegah keausan dan berfungsi mendinginkan. Untuk pelumasan

perlu dipilih bahan pelumas yang cocok dengan

komponen yang dilumas.

 Pendinginan.

Umumnya peralatan yang bekerja pada suhu tinggi dan bergerak memerlukan pendinginan, dengan

pendinginan berarti suhu terkendali hingga laju kerusakan terkendali pula.

 Pencegahan Korosi.

Pada umumnya peralatan yang bagian-bagiannya terbuat dari logam/baja ada kecenderungan berkarat

(korosi). Proses korosi akan terjadi bila logam bereaksi dengan oksigen, air atau bermacam-macam asam.

Korosi sangat merugikan karena cepat merusak peralatan. Oleh sebab itu korosi harus dicegah.

Pencegahan korosi dapat dilakukan dengan cara :

 Kebersihan, yaitu menjaga peralatan tetap bersih selalu dibersihkan sehabis dipakai.
 Melindungi logam agar tidak terkena zat-zat penyebab korosi antara lain dengan mengolesi oli, mengecat,

melapisi dengan anti karat.

2. Perawatan Berkala

Maksudnya ialah perawatan yang dilaksanakan secara berkala sesuai dengan jadwal yang

diprogramkan.

Macam-macam kegiatan perawatan berkala antara lain :

 Pemeriksaan secara periodik

Maksudnya ialah memeriksa peralatan terhadap bagianbagiannya untuk diadakan perawatan pencegahan.

Pemeriksaan dapat dilakukan bulan, 6 bulanan atau tahunan.

 Penyetelan bagian-bagian/komponen.

Selama peralatan beroperasi, dimungkinkan komponen-komponen berubah posisi karena adanya getaran,

perubahan suhu, keausan dan sebagainya, sehingga baut-baut kendor atau posisi komponen bergeser. Untuk

itu perlu distel kembali agar kembali seperti semula.

 Penggantian komponen

Dari hasil inspeksi, mungkin ditemukan ada komponen-komponen yang perlu diganti karena aus, patah

atau bengkok hingga tak dapat berfungsi dengan baik. Untuk itu perlu

penggantian komponen. Dalam melaksanakan perawatan berkala ini, harus bekerja berdasarkan petunjuk

perawatan.
Pengertian dan Tujuan Perawatan

a. Pengertian Perawatan
Perawatan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sengaja dan sistematis terhadap peralatan hingga

mencapai hasil/kondisi yang dapat diterima dan diinginkan.

Dari pengertian di atas jelas bahwa kegiatan perawatan itu adalah kegiatan yang terprogram mengikuti

cara tertentu untuk mendapatkan hasil/kondisi yang disepakati.

Perawatan hendaknya merupakan usaha/kegiatan yang dilakukan secara rutin/terus menerus agar

peralatan atau sistem selalu dalam keadaan siap pakai.

Kegiatan perawatan dapat dibedakan menjadi dua bagian besar yaitu :

1. Perawatan berencana

2. Perawatan darurat

Beberapa istilah tentang perawatan, antara lain :

 Perawatan pencegahan (preventive)

Perawatan yang dilakukan terhadap peralatan untuk mencegah terjadinya kerusakan.

 Perawatan dengan cara perbaikan (corrective)

Perawatan yang dilakukan dengan cara memperbaiki dari peralatan(mengganti, menyetel) untuk memenuhi

kondisi standard peralatan tersebut.

 Perawatan jalan (running)

Perawatan yang dilakukan selama peralatan dipakai.

 Perawatan dalam keadaan berhenti (shut-down)

Perawatan yang dilakukan pada saat peralatan tidak sedang dipakai.

b. Tujuan Perawatan
Tujuan perawatan antara lain :
1. Untuk memperpanjang usia pakai peralatan

2. Untuk menjamin daya guna dan hasil guna

3. Untuk menjamin kesiapan operasi atau siap pakainya peralatan

4. Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan


Menurut Lindley R. Higgis & R. Keith Mobley, Perwatan/pemeliharaan adalah suatu kegiatan
yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan agar peralatan selalu memiliki kondisi yang
sama dengan keadaan awalnya. Maintenance atau pemeliharaan juga dilakukan untuk menjaga
agar peralatan tetap berada dalam kondisi yang dapat diterima oleh penggunannya. Pemeliharaan
yang efektif akan mengarah pada hal-hal sebagai berikut :
a. Kapasitas pekerjaan terpenuhi secara maksimal
b. Kemampuan untuk menghasilkan hasil kerja dengan toleransi khusus atau level kualitas
tertentu.
c. Dapat meminimalkan biaya per unit kerja.

d. Dapat mengurangi resiko kegagalan dalam memenuhi keinginan pelanggan yang berkaitan
dengan kapasitas kerja dan kualitas hasil kerja. e. Dapat menjaga keselamatan pegawai,
lingkungan kerja dan masyarakat sekitar dari bahaya yang mungkin muncul dengan adanya
proses kerja.
f. Dapat memastikan sekecil mungkin resiko yang dapat membahayakan lingkungan di sekitar
bengkel kerja/pabrik.
<="" ins="" data-adsbygoogle-status="done" style="padding: 0px; margin: 0px; outline: none;
list-style: none; border: 0px none; display: inline-block; width: 160px; height: 600px;">
Pemeliharaan terencana
Pemeliharaan terencana adalah porses pemeliharaan yang diatur dan diorganisasikan untuk
mengantisipasi perubahan yang terjadi terhadap peralatan di waktu yang akan datang. Dalam
pemeliharaan terencana terdapat instrument pengendalian dan instrument pencatatan sesuai
dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Pemeliharaan terencana merupakan bagian
dari instrument manajemen pemeliharaan yang terdiri atas pemeliharaan preventif, pemeliharaan
prediktif, dan pemeliharaan korektif.
Pemeliharaan preventif adalah pemeliharaan yang dilakukan pada selang waktu tertentu dan
pelaksanaannya dilakukan secara rutin dengan beberapa instrument yang dilakukan sebelumnya.
Tujuannya untuk mencegah dan mengurangi kemungkinan suatu komponen tidak memenuhi
kondisi normal. Pekerjaan yang dilakukan dalam pemeliharaan preventif adalah mengecek,
melihat, menyetel, mengkalibrasi, melumasi, dan pekerjaan lain yang bukan penggantian suku
cadang berat.
Pemeliharaan preventif membantu agar peralatan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan apa
yang menjadi ketentuan pabrik pembuatnya. Semua pekerjaan yang masuk dalam lingkup
pemeliharaan preventif dilakukan secara rutin dengan berdasarkan pada hasil kinerja alat yang
diperoleh dari pekerjaan pemeliharaan prediktif atau adanya anjuran dari pabrik pembuat alat
tersebut. Apabila pemeliharaan preventif dikelola dengan baik maka akan dapat memberikan
informasi tentang kapan mesin atau alat akan diganti sebagian komponennya.
Pemeliharaan rutin dilakukan secara instrumen dengan selang waktu tertentu berdasarkan
hitungan bulan, hari atau jam. Selang waktu hari atau bulanan dicatat seperti : instrumen 1
bulanan = 1 B, 3 bulanan = 3 B, 6 bulanan = 6 B atau instrumen waktu 120.000 jam, 5.000 jam,
atau 1.000 jam. Tanggal pekerjaan pemeliharaan dicatat pada papan instrumen yang diletakkan di
ruang penanggung jawab dan pencatatan tanggal pekerjaan dilakukan pula pada lembar data
peralatan.
<="" ins="" data-adsbygoogle-status="done" style="padding: 0px; margin: 0px; outline: none;
list-style: none; border: 0px none; display: inline-block; width: 300px; height: 250px;">
Informasi yang dicatat termasuk waktu pakai alat, komponen yang diganti, dan kinerja peralatan.
Dari data yang dicatat tersebut dapat diproyeksikan dan diramalkan waktu pakai alat, sehingga
dapat direncanakan untuk menggantinya pada saat yang ditentukan. Sebelum instrumen
pemeliharaan terencana diterapkan, harus diketahui peralatan apa saja yang sudah ada dan berapa
jumlahnya. Untuk itu, pekerjaan dapat dimulai dengan suatu daftar inventaris yang lengkap untuk
menjawab pertanyaan di atas.
Hal tersebut merupakan persyaratan utama dan layak dijadikan sebagai tugas pertama untuk
menyusun instrumen pemeliharaan yang baik. Daftar inventaris yang akurat dan rinci dari segi
teknis akan sangat berguna untuk instrumen pemeliharaan terencana. Selanjutnya daftar
inventaris peralatan tersebut dikelompokkan menjadi sejumlah kelompok yang sesuai dengan
jenisnya. Sebagai contoh : kelompok alat-alat tangan, alat-alat khusus (Special service tool/SST),
alat-alat ukur dan sebagainya.
PENGERTIAN PERAWATAN DAN PERBAIKAN

1.1. Pengertian dan Tujuan Perawatan


a. Pengertian Perawatan
Perawatan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sengaja dan sistematis terhadap
peralatan hingga mencapai hasil/kondisi yang dapat diterima dan diinginkan.

Dari pengertian di atas jelas bahwa kegiatan perawatan itu adalah kegiatan yang terprogram
mengikuti cara tertentu untuk mendapatkan hasil/kondisi yang disepakati. Perawatan hendaknya
merupakan usaha/kegiatan yang dilakukan secara rutin/terus menerus agar peralatan atau
sistem selalu dalam keadaan siap pakai.
Kegiatan perawatan dapat dibedakan menjadi dua bagian besar yaitu :
1. Perawatan berencana
2. Perawatan darurat
Beberapa istilah tentang perawatan, antara lain :
- Perawatan pencegahan (preventive)
Perawatan yang dilakukan terhadap peralatan untuk mencegah terjadinya kerusakan.
- Perawatan dengan cara perbaikan (corrective)
Perawatan yang dilakukan dengan cara memperbaiki dari peralatan (mengganti, menyetel) untuk
memenuhi kondisi standard peralatan tersebut.
- Perawatan jalan (running)
Perawatan yang dilakukan selama peralatan dipakai
- Perawatan dalam keadaan berhenti (shut-down)
- Perawatan yang dilakukan pada saat peralatan tidak sedang dipakai.
b. Tujuan Perawatan
Tujuan perawatan antara lain :
- Untuk memperpanjang usia pakai peralatan
- Untuk menjamin daya guna dan hasil guna
- Untuk menjamin kesiapan operasi atau siap pakainya peralatan
- Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan
1.2. Jenis Perawatan Peralatan
Dalam prakteknya perawatan peralatan dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu pra perawatan dan
perawatan pencegahan.
a. Perawatan sebelum dioperasikan (pra-perawatan)
Perawatan peralatan sebelum dioperasikan bertujuan untuk menjamin peralatan agar dapat
beroperasi dengan efektif. Untuk memudahkan pengecekan maka dibuat rencana perawatannya.
Perawatan dapat berupa jadwal pembersihan, penggantian pelumasan dan
uji coba peralatan tanpa beban. Peralatan yang baru dihidupkan hendaknya tidak langsung
dibebani. Peralatan dibiarkan hidup beberapa menit, sementara itu diadakan itu diadakan
pengecekan pada bagian-bagian tertentu. Apabila tidak ada kelainan, barulah peralatan dapat
dibebani sedikit demi sedikit sampai pada beban yang diharapkan.
b. Perawatan Pencegahan.
Telah disebutkan di depan bahwa perawatan pencegahan bertujuan untuk mencegah terjadinya
kerusakan yang lebih serius. Tentu saja tidak semata-mata mencegah. Terjadinya kerusakan,
tetapi perawatan pencegahan ini justru merupakan kegiatan rutin dalam pelaksanaan perawatan
agar peralatan senantiasa siap pakai.
Perawatan pencegahan ini meliputi :
1). Perawatan harian
Maksudnya ialah kegiatan perawatan yang dilaksanakan setiap/selama peralatan dioperasikan.
Kegiatan ini umumnya dilaksanakan olehpemakai peralatan.
Macam-macam kegiatan perawatan harian :
a). Selama peralatan bekerja maka pemakai harus selalu memeriksa/mengganti situasi kerjanya,
bahkan sejak peralatan mulai bekerja.
Cara memeriksa/mengamati yaitu dengan cara :
- Lihat, maksudnya cara kerja peralatan diperhatikan, barangkali ada sesuatu yang kelihatan
tidak semestinya.
- Rasa, maksudnya selama mesin bekerja perlu dirasakan barangkali ada getaran suhu
meningkat, bau yang aneh dan sebagainya.
- Dengar, maksudnya cara kerja peralatan didengarkan barangkali ada suara-suara asing yang
menandakan kelainan.
b). Pencegahan Beban Lebih
Setiap peralatan yang dioperasikan harus dijaga agar beban tidak melebihi
kapasitas/kemampuan yang termasuk beban lebih.
Misalnya : Putaran peralatan terlalu tinggi, muatan terlalu berat, suhu terlalu tinggi, dan
sebagainya.
c). Pelumasan
Semua peralatan yang berputar atau bergerak bergesekan perlu diberi pelumasan. pelumasan
ini berfungsi untuk mengurangi gesekan, mencegah keausan dan berfungsi mendinginkan.
Untuk pelumasan perlu dipilih bahan pelumas yang cocok dengan komponen yang dilumas.
d). Pendinginan.
Umumnya peralatan yang bekerja pada suhu tinggi dan bergerak memerlukan pendinginan,
dengan pendinginan berarti suhu terkendali hingga laju kerusakan terkendali pula.
e). Pencegahan Korosi.
Pada umumnya peralatan yang bagian-bagiannya terbuat dari logam/baja ada kecenderungan
berkarat (korosi). Proses korosi akan terjadi bila logam bereaksi dengan oksigen, air atau
bermacam-macam asam. Korosi sangat merugikan karena cepat merusak peralatan. Oleh sebab
itu korosi harus dicegah.

Pencegahan korosi dapat dilakukan dengan cara :


● Kebersihan, yaitu menjaga peralatan tetap bersih selalu dibersihkan sehabis dipakai.
● Melindungi logam agar tidak terkena zat-zat penyebab korosi antara lain dengan mengolesi oli,
mengecat, melapisi dengan anti karat.
2). Perawatan Berkala
Maksudnya ialah perawatan yang dilaksanakan secara berkala sesuai dengan jadwal yang
diprogramkan.
Macam-macam kegiatan perawatan berkala antara lain :
● Pemeriksaan secara periodik
Maksudnya ialah memeriksa peralatan terhadap bagian-bagiannya untuk diadakan perawatan
pencegahan. Pemeriksaan dapat dilakukan 3 bulanan, 6 bulanan atau 1 tahunan.
● Penyetelan bagian-bagian/komponen.
Selama peralatan beroperasi, dimungkinkan komponen-komponen berubah posisi karena
adanya getaran, perubahan suhu, keausan dan sebagainya, sehingga baut-baut kendor atau
posisi komponen bergeser. Untuk itu perlu distel kembali agar kembali seperti semula.
● Penggantian komponen
Dari hasil inspeksi, mungkin ditemukan ada komponen-komponen yang perlu diganti karena aus,
patah atau bengkok hingga tak dapat berfungsi dengan baik. Untuk itu perlu penggantian
komponen. Dalam melaksanakan perawatan berkala ini, harus bekerja berdasarkan petunjuk
perawatan.
1. 3. Alat/Bahan Keperluan Perawatan dan Perbaikan
Jenis maupun jumlah alat/bahan yang diperlukan untuk kegiatan perawatan dan perbaikan
sangat tergantung pada jenis peralatan yang memerlukan perawatan dan perbaikan. Misalnya
diperlukan sejumlah kunci pas atau ring dari bermacam-macam ukuran, atau obeng dari
bermacam jenis dan ukuran atau pelumas dari jenis tertentu.
Jenis alat-alat untuk keperluan perawatan dan perbaikan peralatan rumah tangga antara lain :
● Alat-alat tangan seperti : palu plastik, tang, obeng, kunci pas, kunci ring, pisau, solder, kwas
dan sebagainya
● Alat-alat ukur dan tester seperti multimeter, megger, tang amper, tespen dan lainnya-lainnya.
● Power supply AC/DC untuk pengetesan.
Sedangkan bahan-bahan keperluan perawatan dan perbaikan antara lain:
- Bahan pembersih seperti :detergen, karosen, tinner, alkohol, dan sebagainya
- Bahan pelumas seperti : oli dan grease (gemuk)
- Bahan pencegah korosi seperti : lak, cat, dll
- Bahan suku cadang, mulai dari peralatan penunjang sampai dengan suku cadang peralatan
utama seperti : mur, baut, self-tapping, selongsong asbes, kabel, zekering dan sebagainya.
1.4. Diagnosa Gangguan
Yang dimaksud dengan diagnosa untuk mencari kerusakan ialah menganalisis peralatan dalam
keadaan rusak ataupun mengalami gangguan untuk diketahui pada bagian mana terjadinya
kerusakan dan apa penyebabnya. Keahlian dan pengalaman mendiagnosa, memungkinkan
dapat menemukan kesalahan / kerusakan dengan cepat dan tepat.
Agar hasil diagnosa dan pencarian kesalahan dapat lebih cepat dan tepat, diperlukan pula
pengetahuan tentang peralatan yang didiagnosa, antara lain :
- Cara kerja peralatan
- Petunjuk pengoperasian peralatan (operation manual)
- Petunjuk perawatan (maintenance manual)
Langkah-langkah mendiagnosa gangguan pada peralatan :
1. Periksa peralatan secara fisik
2. Periksa rangkaian/hubungan kelistrikan mulai dari sumber masukan sampai kebagian yang
memungkinkan untuk diperiksa
3. Periksa komponen-komponen mekanik yang bergerak secara teliti
4. Hidupkan peralatan secara berurutan sesuai dengan langkah kerjanya
5. Perhatikan dan catat setiap kelaianan dari peralatan
6. Lihat catatan dari data peralatan tentang kerusakan dan langkah perbaikan yang pernah
dilakukan (bila ada)
7. Analisa dan tentukan langkah perbaikannya agar tepat.
Jenis Perawatan Peralatan

Dalam prakteknya perawatan peralatan dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu pra perawatan dan

perawatan pencegahan.

a. Perawatan sebelum dioperasikan (pra-perawatan)


Perawatan peralatan sebelum dioperasikan bertujuan untuk menjamin peralatan agar dapat beroperasi

dengan efektif. Untuk memudahkan pengecekan maka dibuat rencana perawatannya.

Perawatan dapat berupa jadwal pembersihan, penggantian pelumasan dan uji coba peralatan tanpa

beban.

Peralatan yang baru dihidupkan hendaknya tidak langsung dibebani. Peralatan dibiarkan hidup

beberapa menit, sementara itu diadakan itu diadakan pengecekan pada bagian-bagian tertentu. Apabila tidak

ada kelainan, barulah peralatan dapat dibebani sedikit demi sedikit sampai pada beban yang diharapkan.

b. Perawatan Pencegahan.
Telah disebutkan di depan bahwa perawatan pencegahan bertujuan untuk mencegah terjadinya

kerusakan yang lebih serius. Tentu saja tidak sematamata mencegah. Terjadinya kerusakan, tetapi perawatan

pencegahan ini justru merupakan kegiatan rutin dalam pelaksanaan perawatan agar peralatan senantiasa siap

pakai.

Perawatan pencegahan ini meliputi :

1. Perawatan harian

Maksudnya ialah kegiatan perawatan yang dilaksanakan setiap/selama peralatan dioperasikan. Kegiatan ini

umumnya dilaksanakan oleh pemakai peralatan.

Macam-macam kegiatan perawatan harian :

 Selama peralatan bekerja maka pemakai harus selalu memeriksa/mengganti situasi kerjanya, bahkan sejak

peralatan mulai bekerja.

Cara memeriksa/mengamati yaitu dengan cara :

 Lihat, maksudnya cara kerja peralatan diperhatikan, barangkali ada sesuatu yang kelihatan tidak semestinya.

 Rasa, maksudnya selama mesin bekerja perlu dirasakan barangkali ada getaran suhu meningkat, bau yang aneh

dan sebagainya.
 Dengar, maksudnya cara kerja peralatan didengarkan barangkali ada suara-suara asing yang menandakan

kelainan.

 Pencegahan Beban Lebih

Setiap peralatan yang dioperasikan harus dijaga agar beban tidak melebihi kapasitas/kemampuan yang

termasuk beban lebih.

Misalnya : Putaran peralatan terlalu tinggi, muatan terlalu berat, suhu terlalu tinggi, dan sebagainya.

 Pelumasan

Semua peralatan yang berputar atau bergerak bergesekan perlu diberi pelumasan. Pelumasan ini

berfungsi untuk mengurangi gesekan, mencegah keausan dan berfungsi mendinginkan. Untuk pelumasan

perlu dipilih bahan pelumas yang cocok dengan

komponen yang dilumas.

 Pendinginan.

Umumnya peralatan yang bekerja pada suhu tinggi dan bergerak memerlukan pendinginan, dengan

pendinginan berarti suhu terkendali hingga laju kerusakan terkendali pula.

 Pencegahan Korosi.

Pada umumnya peralatan yang bagian-bagiannya terbuat dari logam/baja ada kecenderungan berkarat

(korosi). Proses korosi akan terjadi bila logam bereaksi dengan oksigen, air atau bermacam-macam asam.

Korosi sangat merugikan karena cepat merusak peralatan. Oleh sebab itu korosi harus dicegah.

Pencegahan korosi dapat dilakukan dengan cara :

 Kebersihan, yaitu menjaga peralatan tetap bersih selalu dibersihkan sehabis dipakai.

 Melindungi logam agar tidak terkena zat-zat penyebab korosi antara lain dengan mengolesi oli, mengecat,

melapisi dengan anti karat.

2. Perawatan Berkala

Maksudnya ialah perawatan yang dilaksanakan secara berkala sesuai dengan jadwal yang

diprogramkan.

Macam-macam kegiatan perawatan berkala antara lain :

 Pemeriksaan secara periodik

Maksudnya ialah memeriksa peralatan terhadap bagianbagiannya untuk diadakan perawatan pencegahan.

Pemeriksaan dapat dilakukan bulan, 6 bulanan atau tahunan.


 Penyetelan bagian-bagian/komponen.

Selama peralatan beroperasi, dimungkinkan komponen-komponen berubah posisi karena adanya getaran,

perubahan suhu, keausan dan sebagainya, sehingga baut-baut kendor atau posisi komponen bergeser. Untuk

itu perlu distel kembali agar kembali seperti semula.

 Penggantian komponen

Dari hasil inspeksi, mungkin ditemukan ada komponen-komponen yang perlu diganti karena aus, patah

atau bengkok hingga tak dapat berfungsi dengan baik. Untuk itu perlu

penggantian komponen. Dalam melaksanakan perawatan berkala ini, harus bekerja berdasarkan petunjuk

perawatan.
Perawatan dan Perbaikan Mesin
Suatu aktifitas dan perbaikan mesin yang perlu dilaksanakan terhadap seluruh obyek
baik teknis, meliputi seluruh material atau benda yang bergerak atau tidak bergerak
sehingga material tersebut dapat dipakai dan berfungsi dengan baik serta selalu
memenuhi persyaratan Standar Internasional dan non teknis. Meliputi manajemen
dan sumber daya manusia agar dapat berfungsi dengan baik.

Kegiatan yang diperlukan untuk mempertahankan manajemen dan material sampai


pada suatu tingkat kondisi tertentu.

Segala macam kegiatan yang ditunjukan untuk menjaga agar kapal selalu berada
dalam kondisi baik laik laut dan dapat dioperasikan untuk pengangkutan laut pada
setiap saat degan kemampuan diatas kondisi minimum tertentu

Tujuan Perawatan Dan Perbaikan Mesin


A. Mengoptimalkan daya dan hasil material sesuai fungsi dan manfaatnya.
B. Mencegah terjadinya kerusakan berat serta mendadak
C. Mencegah turunya efisiensi
D. Mengurangi pengangguran waktu yang berarti menambah hari - hari kerja kapal
E. Mengurangi jumlah perbaikan dan waktu perbaikan saat kapal dok tahunan
F. Menambah pengetahuan awak kapal dan mendidik agar mempunyai tanggung
jawab kerja

Metode Perawatan Dan Perbaikan

 Sistem Perawatan Terencana ( Planel Maintenance Sistem )

Adalah rencana perawatan pada mesin dan permesinan bantu secara berkala baik
harian, tiga harian, mingguan, bulanan, tiga bulanan, enam bulanan, dan seterusnya
atau berdasarkan jam kerja mesin / permesinan

 Sistem Perawatan Insidentil

Adalah perawatan / perbaikan yang dilakukan diluar jadwal yang telah tersusun,
dikarenakan adanya kerusakan atau tidak optimalnya bagian - bagian mesin /
permesinan.
Cata Kerja, Konstruksi Dan Penataan Permesinan

 Cara kerja permesinan harus berdasarkan buku panduan mesin itu sendiri,
walaupun secara umum mungkin sama, namun tetap mesin mempunyai
karakter masing - masing.
 Konstruksi dan penataan permesinan harus sesuai dengan kondisi/situasi
ruang mesin, keseimbangan besarnya kapal dengan tenaga mesin dan
ketersediaan tempat dikamar mesin

Persiapan Pelaksanaan Perawatan dan Perbaikan

1. Metode perawatan termasuk metode rutin / terjadwal atau insidentil


2. Jenis kerusakan / perawatan yang akan dilakukan
3. Keadaan material yang akan dilaksanakan perawatan / perbaikan
4. Ketersediaan suku cadang
5. Ketersediaan waktu pelaksanaan
6. Koordinasi dengan departemen lain, dan dengan pihak manajemen

Perawatan Motor Induk

1. Disesuaikan dengan jumlah jam kerja material dan metode perawatan


2. Lakukan perawatan, pemeriksaan, pengukuran, perbaikan, atau penggantian
material sesuai jam kerja
3. Dari pengecekan fisik, dapat diambil keputusan material yang dirawat,
diperbaiki, atau diganti walau jam kerja belum terpenuhi / belum waktunya.
4. Pelaksanaan Perawatan dan Perbaikan :

Pembersihan, pemeriksaa, pengukuran, penganalisaan, penggantian material atau


pengecekan fisik
Tahap pertama : Top Overhaul yang meliputi material, kepala silinder, penekan katup
lengkap, batang pendorong, katup isap dan buang, katup udara berjalan.
Tahap Kedua : Major Overhaul, yang meliputi torak dan ring torak, batang torak,
poros engkol, poros nok dll
Perawatan Diesel Generator

1. Secara umum sama dengan perawatan motor induk


2. Penggantian filter dan lub oil

Perawatan Ketel Uap

 Ketel uap adalah tabung / bejana air yang dipanaskan dan menghasilkan uap
panas yang bertekanan dan mampu menjadi sumber tenaga untuk
menggerakan pesawat uap
 Ketel Uap dibagi menjadi dua jenis yaitu :

Ketel Pipa Api : Ketel dengan pemanas didalam pipa dan air yanf dipanaskan diluar
pipa
Ketel Pipa Air : Ketel dengan air yang dipanaskan berada didalam pipa dan api yang
memanaskan berada diluar pipa

 Ketel uap menjadi pesawat bantu apabila motor induk menggunakan mesin
diesel. Namum menjadi pesawat utama / Ketel Uap Induk, bila ketel uap
menjadi penggerak utama dan juga menjadi pesawat bantu
 Apendasi ketel pipa api dan pipa air adalah sama, hanya pada ketel pipa air
ada katup uap tekanan lanjut. Kesamaan itu antara lain :

1. Katup uap utama


2. Katup Keamanan
3. Katup cerat udara
4. Katup pengisian air ketel
5. Katup kontrol permukaan air ketel 2 set dll

 Perawatan Ketel Uap yang Utama :


1. Perawatan pompa pengisian air ketel uap
2. Perawatan pengatur BBM
3. Perawatan bak penampung air pengisian ketel uap
4. Perawatan pompa air kondensat uap bekas
5. Perawatan sistem pipa uap, pipa air, pipa BBM, pipa udara dll

Perawatan pada Mesin Bantu

 Pesawat - pesawat bantu yang dimaksud adalah seluruh permesinan, pesawat


- pesawat penggerak, peralatan - peralatan dalam sistem yang berfungsi
pengganti pesawat yang semuanya berfungsi penunjang pengoperasian kapal.

 Pesawat / Mesin Bantu tersebut :

-Kompresor Udara Penjalan :


Untuk memproduksi udara bertekanan 8 atm - 30 atm yang digunakan untuk
menggerakan motor induk maupun motor bantu dan katup pneumatik lainya
dibutuhkan perawatan sebagai berikut :

1. Periksa, kalibrasi low Pressure dan High Pressure Manometers, agar tetap
dalam kondisi baik
2. Perawatan dan perbaikan sesuai jam kerja dan material harus betul
diperhatikan secara periodis
3. Pastikan LP dan HP valve dalam keadaan baik yaitu pada bagian spring dan
yang lainya harus dalam kondisi baik
4. Bersihkan air cooler secara berkala
5. Penceratan udara sebelum dan sesudah menjalankan kompressor

-Pompa Air Laut dan Pendingin Motor Induk


-Purifier
-OWS
Perawatan Pipa - Pipa

 Perawatan pipa meliputi kondisi pipa yang sudah berkarat harus di ganti atau
di las agar tidak bocor, kondisi sambungan atau plands harus menggunakan
packing sesuai jenis - jenis pipanya.
 Pipa juga harus di cat agar tidak mudah berkarat
 Warna - warna cat pipa di Engine Room antara lain :

Cat Merah = BBM ( Bahan Bakar Minyak )


Cat Hijau Tua = Air laut
Cat Abu-abu = Udara / Angin
Cat Biru = Air tawar
Cat Kuning = Oil / Pelumas
Cat Hitam = Air got / bilge
Perawatan Poros Baling - baling :

1. Intermediet saft ( Bantalan Penerus Saft ) harus berpendingin yang cukup atau
normal dengan menggunakan pelumas oil atau gemuk dll
2. Baut - baut bantalan penerus saft diperiksa dan dikencangkan secara periode
3. pipa - pipa air pendingin di stern tube di periksa agar bekerja dengan baik

Perawatan Mesin - Mesin Deck

Mesin Deck Meliputi :

1. Crane Kargo / Mesin kontrol


2. Mesin Jangkar / Anchor windlass
3. Mooring winch