Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota
yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu
wilayah kerja tertentu. Puskesmas dibangun dalam rangka pemerataan pelayanan
kesehatan dan pembinaan kesehatan masyarakat. Puskesmas berfungsi sebagai :
pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan
keluarga dan masyarakat, serta pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
Untuk menunjang pelaksanaan fungsi dan penyelenggaraan upaya, maka
Puskesmas dilengkapi dengan instrumen manajemen yang terdiri dari :
1. Perencanaan Tingkat Puskesmas
2. Lokakarya Mini Puskesmas
3. Penilaian Kinerja Puskesmas Dan Manajemen Sumber Daya termasuk
alat, obat, keuangan dan tenaga serta didukung dengan manajemen sistem
pencatatan dan pelaporan yang disebut Sistem Informasi dan Manajemen
Puskesmas (SIMPUS) dan upaya peningkatan mutu pelayanan.

Untuk melaksanakan manajemen Puskesmas yang baik maka disusun


perencanaan tingkat Puskesmas untuk mengatasi masalah kesehatan, baik upaya
kesehatan masyarakat esensial, upaya kesehatan masyarakat pengembangan
maupun upaya kesehatan penunjang, berdasarkan capaian SPM (Standart
Pelayanan Minimal) sesuai tahapan capaian dalam Rencana Strategis (RENSTRA)
Dinas kesehatan 2015 – 2020 yang merupakan rencana pembangunan jangka
menengah bidang kesehatan Kabupaten Wonosobo. Puskesmas Kaliwiro telah
melaksanakan Perencanaan Tingkat Puskesmas diawal tahun 2015 dan telah
melaksanakan Lokakarya Mini Pertama di minggu kedua bulan Januari 2015 dan
dalam melakukan Perencanaan Tingkat Puskesmas tersebut disusun melalui 4 tahap
kegiatan yaitu ;
1. Tahap Persiapan
2. Tahap Analisa Situasi
3. Tahap penyusunan Rencana Usulan Kegiatan
4. Tahap Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK)
Agar Puskesmas dapat menjalankan fungsinya secara optimal perlu dikelola
dengan baik, baik kinerja pelayanan, proses pelayanan, maupun sumber daya yang
digunakan. Masyarakat menghendaki pelayanan kesehatan yang aman dan
-1-
bermutu, serta dapat menjawab kebutuhan mereka, oleh karena itu upaya
peningkatan mutu, manajemen risiko dan keselamatan pasien perlu diterapkan
dalam pengelolaan puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan yang
komprehensif kepada masyarakat melalui upaya pemberdayaan masyarakat dan
swasta.
Penilaian keberhasilan Puskesmas dapat dilakukan oleh internal organisasi
Puskesmas itu sendiri, yaitu dengan ”Penilaian Kinerja Puskesmas,” yang mencakup
manajemen sumberdaya termasuk alat, obat, keuangan dan tenaga, serta didukung
dengan manajemen sistem pencatatan dan pelaporan, disebut sistem informasi
manajemen Puskesmas (SIMPUS).
Untuk menjamin bahwa perbaikan mutu, peningkatan kinerja dan penerapan
manajemen risiko dilaksanakan secara berkesinambungan di puskesmas, maka
perlu dilakukan penilaian oleh pihak eksternal dengan menggunakan standar yang
ditetapkan yaitu melalui mekanisme akreditasi.

B. PENGERTIAN PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS


Penilaian kinerja Puskesmas adalah suatu upaya untuk melakukan penilaian
hasil kerja/ prestasi Puskesmas.
Pelaksanaan penilaian dimulai dari tingkat Puskesmas sebagai instrumen
mawas diri karena setiap Puskesmas melakukan penilaian kinerjanya secara
mandiri, kemudian Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota melakukan verifikasi hasilnya.
Adapun aspek penilaian meliputi hasil pencapaian cakupan dan manajemen kegiatan
termasuk mutu pelayanan ( khusus bagi Puskesmas yang telah mengembangkan
mutu pelayanan ) atas perhitungan seluruh Puskesmas. Berdasarkan hasil verifikasi,
Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota bersama Puskesmas, dapat menetapkan
Puskesmas kedalam kelompok (I,II,III) sesuai dengan pencapaian kinerjanya.Pada
setiap kelompok tersebut, dinas kesehatan kabupaten/kota dapat melakukan analisa
tingkat kinerja Puskesmas berdasarkan rincian nilainya, sehingga urutan pencapian
kinerjanya dapat diketahui, serta dapat dilakukan pembinaan secara lebih mendalam
dan terfokus.
(sumber : http://lamongankab.go.id/instansi/dinkes/penilaian-kinerja-puskesmas/)

-2-
BAB II
TUJUAN DAN MANFAAT

A. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Tercapainya tingkat kinerja Puskesmas yang berkualitas secara optimal
dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan
Kabupaten.
2. Tujuan Khusus

a. Mendapatkan gambaran tingkat pencapaian hasil cakupan dan mutu


kegiatan serta manajemen Puskesmas pada akhir tahun kegiatan.
b. Mengetahui tingkat kinerja Puskesmas pada akhir tahun berdasarkan
urutan peringkat kategori kelompok Puskesmas.
c. Mendapatkan informasi analisis kinerja Puskesmas dan bahan
masukan dalam penyusunan rencana kegiatan Puskesmas dan
Dinas Kesehatan Kabupaten untuk tahun yang akan datang.

B. MANFAAT
1. Manfaat Bagi Puskesmas
a. Puskesmas dapat mengetahui tingkat pencapaian atau prestasi
kunjungan dibandingkan dengan target yang harus dicapai
b. Puskesmas dapat melakukan identifikasi dan analisis masalah,
mencari penyebab dan latar belakang serta hambatan masalah
kesehatan di wilayah kerjanya berdasarkan adanya kesenjangan
pencapaian kinerja Puskesmas.
c. Puskesmas dapat menetapkan tingkat urgensi suatu kegiatan untuk
dilaksanakan segera pada tahun yang akan datang berdasarkan
prioritasnya.
2. Manfaat Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo
a. Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo dapat menetapkan tingkat
urgensi suatu kegiatan untuk dilaksanakan segera pada tahun yang
akan datang berdasarkan prioritasnya.
b. Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo dapat menetapkan dan
mendukung kebutuhan sumber daya Puskesmas dan urgensi
pembinaan Puskesmas.

-3-
c. Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo dapat menggunakannya
sebagai dasar untuk melakukan pembinaan kepada Puskesmas,
sehingga pembinaan dan dukungan yang diberikan lebih optimal /
fokus berdasarkan permasalahan dan kondisi Puskesmas
d. Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo mendapatkan gambaran
tingkat perkembangan prestasi Puskesmas di wilayah kerjanya.
e. Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo dapat mengetahui masalah
dan hambatan dalam penyelenggaraan Puskesmas.
f. Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo mendapatkan gambaran
kemampuan manajemen Puskesmas.
3. Manfaat Bagi Masyarakat
a. Masyarakat menjadi puas terhadap pelayanan kesehatan di
Puskesmas.
b. Masyarakat dapat mengetahui kinerja pelayanan kesehatan di
Puskesmas.

C. RUANG LINGKUP PENILAIAN KINERJA


Ruang Lingkup Penilaian Kinerja Puskesmas meliputi Penilaian
pencapaian hasil pelaksanaan pelayanan kesehatan, manajemen Puskesmas
dan Mutu Pelayanan.

Kegiatan atau upaya kesehatan yang dilaksanakan Puskesmas


dikelompokkan menjadi :
1. Upaya Kesehatan Wajib
a. Upaya Promosi Kesehatan
b. Upaya Kesehatan Lingkungan
c. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta KB
d. Upaya Perbaikan Gizi masyarakat.
e. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
f. Upaya Pengobatan Dasar
2. Upaya Kesehatan Pengembangan berdasarkan permasalahan kesehatan
setempat dan kemampuan puskesmas, upaya kesehatan yang dilakukan :
a. Upaya Kesehatan Sekolah
b. Upaya Kesehatan Gigi Sekolah
c. Upaya Kesehatan Jiwa
d. Upaya Kesehatan Lansia

-4-
3. Upaya Kesehatan Penunjang
a. SP2TP
b. Laboratorium

D. PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA


1. Bahan dan Pedoman
Bahan yang dipakai pada penilaian kinerja Puskesmas adalah hasil
pelaksanaan pelayanan kesehatan, manajemen puskesmas dan mutu
pelayanan kesehatan.
Sedangkan dalam pelaksanaannya mulai dari pengumpulan data,
pengolahan data, analisis hasil / masalah sampai dengan penyusunan
laporan berpedoman pada Buku Pedoman Penilaian Kinerja Puskesmas
dari Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen
Kesehatan R.I. tahun 2006.
2. Teknis Pelaksanaan
Teknis pelaksanaan penilaian kinerja Puskesmas tahun 2015
sebagaimana berikut di bawah ini :
a. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilaksanakan dengan memasukkan data hasil
kegiatan Puskesmas tahun 2015 dari bulan Januari – Desember
2015 dengan variabel dan sub variabel yang terdapat dalam formulir
cakupan kegiatan penilaian kinerja Puskesmas tahun 2015.
b. Pengolahan Data
Setelah proses pengumpulan data selesai, dilanjutkan dengan
penghitungan sebagaimana berikut di bawah ini :
(1) Penilaian Cakupan Kegiatan Pelayanan Kesehatan
Cakupan sub variabel (SV) dihitung dengan membagi hasil
pencapaian (H) dengan target sasaran (T) dikalikan 100 atau
SV (%) = H/T x 100%
Cakupan variabel (V) dihitung dengan menjumlah seluruh nilai
sub variabel ( ∑ SV) kemudian dibagi dengan jumlah variabel
(n) atau V (%) = ∑ SV / n
Jadi nilai cakupan kegiatan pelayanan kesehatan adalah rerata
per jenis kegiatan. Kinerja cakupan pelayanan kesehatan
dikelompokkan menjadi tiga yaitu :

-5-
(a) Kelompok I ( kinerja baik ) : Tingkat pencapaian hasil ≥ 91
%
(b) Kelompok II (kinerja cukup) : Tingkat pencapaian hasil 81-
90%
(c) Kelompok III (kinerja kurang) : Tingkat pencapaian hasil ≤
80%
(2) Penilaian Kegiatan Manajemen Puskesmas
Penilaian Kegiatan manajemen Puskesmas dikelompokkan
menjadi empat kelompok :
(a) Manajemen Operasional Puskesmas
(b) Manajemen Alat dan Obat
(c) Manajemen Keuangan
(d) Manajemen Ketenagaan

Penilaian kegiatan manajemen Puskesmas dengan


mempergunakan skala nilai sebagai berikut :

(a) Skala 1 nilai 4


(b) Skala 2 nilai 7
(c) Skala 3 nilai 10

Nilai masing – masing kelompok manajemen adalah rata –rata


nilai kegiatan masing – masing kelompok manajemen

Cara penilaian :

Nilai manajemen dihitung sesuai dengan hasil pencapaian


Puskesmas dan dimasukkan ke dalam kolom yang sesuai.
Hasil nilai skala dimasukkan ke dalam kolom nilai tiap akhir
variabel. Hasil rata –rata dari penjumlahan nilai variabel dalam
manajemen merupakan nilai akhir manajemen.

Hasil rata – rata dikelompokkan menjadi :

- Baik : nilai rata – rata ≥ 8,5


- Cukup : nilai 5,5 – 8,4
- Kurang : nilai ≤ 5
(3) Penilaian Mutu Pelayanan Kesehatan
Cara penilaian :
-6-
Nilai mutu dihitung sesuai dengan hasil pencapaian Puskesmas
dan dimasukkan ke dalam kolom yang sesuai. Hasil nilai skala
dimasukkan ke dalam kolom nilai di akhir tiap variabel. Hasil
rata – rata nilai variabel dalam satu komponen merupakan nilai
akhir mutu.
Nilai mutu dikelompokkan menjadi :
- Baik : Nilai rata – rata ≥ 8,5
- Cukup : Nilai rata – rata 5,5 – 8,4
- Kurang : Nilai rata – rata ≤ 5

-7-
BAB III
GAMBARAN UMUM PUSKESMAS KALIWIRO

1. LOKASI, WILAYAH DAN JUMLAH PENDUDUK


a. Lokasi
Puskesmas Rawat Inap Kaliwiro terletak di Kecamatan Kaliwiro,
yang terletak antara 70 43’ 13 ” dan 70 04’ 40” garis lintang selatan, serta
1090 43’ 19 ” dan 1100 04’ 40 ” garis bujur timur. Puskesmas Kaliwiro
berjarak 25 Km dari ibu kota Kabupaten dan 150 Km dari ibu kota Provinsi
Jawa Tengah.

Secara geografis wilayah Puskesmas Kaliwiro adalah sebagai


berikut:

a. Batas Wilayah
- Sebelah Utara : Kecamatan leksono dan Kecamatan
Selomerto
- sebelah Barat : Kabupaten Kebumen
- Sebelah Selatan : Kecamatan Wadaslintang
- Sebelah Timur : Kecamatan Kalibawang

b. Luas Daerah : 10.008,00 Ha


Yang terdiri dari :

- Tanah Lahan dan Sawah : 1.776,982 Ha


- Tanah Kering : 55,140 Ha
- Hutan Negara : 18,909 Ha
- Tanah Perkebunan Negara : 2.764 Ha
- Lainnya : 2.968 Ha

b. Wilayah kerja
Wilayah kerja Puskesmas Kaliwiro terdiri dari 20 Desa dan 1 Kelurahan.

-8-
Tabel 3.1. Tabel Wilayah Kerja Puskesmas Kaliwiro

JUMLAH
NO DESA/ KELURAHAN DUSUN DUKUH KET
/ LINGKUNGAN / KAMPUNG
1 2 3 4 5
1 Kaliwiro 4 10
2 Ngadisono 6 6
3 Medono 4 4
4 Bendungan 2 3
5 Selomanik 7 7
6 Kauman 5 5
7 Tracap 4 5
8 Grugu 4 4
9 Purwosari 4 4
10 Lebak 3 4
11 Ngasinan 3 3
12 Kaliguwo 5 5
13 Pesodongan 6 7
14 Lamuk 7 7
15 Pucungkerep 5 5
16 Gambaran 3 3
17 Tanjunganom 8 8
18 Kemiriombo 3 11
19 Sukoreno 3 4
20 Winongsari 4 7
21 Cledok 4 4
JUMLAH 93 116

-9-
c. Penduduk

Tabel 3.2. Tabel Penduduk menurut Jenis Kelamin

Jumlah Penduduk
Kelompok Umur Rasio
No Laki-laki +
(Tahun) Laki-laki Perempuan Jenis
Perempuan
Kelamin
1 2 3 4 5 6
1 0-4 1944 1942 3886 100.10
2 5-9 1967 1831 3798 107.43
3 10-14 1966 1873 3839 104.97
4 15-19 1804 1709 3513 105.56
5 20-24 1394 1387 2781 100.50
6 25-29 1449 1358 2807 98.60
7 30-34 1527 1541 3068 92.60
8 35-39 1676 1694 3370 98.95
9 40-44 1566 1641 3207 95.43
10 45-49 1552 1655 3207 93.94
11 50-54 1489 1585 3074 93.78
12 55-59 1311 1333 2644 98.35
13 60-64 1029 916 1945 112.34
14 65-69 734 777 1511 94.47
15 70-74 627 559 1186 112.16
16 75+ 666 688 1354 96.80
Jumlah 22.491 22.489 44.980 100.01
Angka beban tanggungan 53

2. SUMBER DAYA PUSKESMAS


a. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia di Puskesmas Kaliwiro untuk membantu
upaya pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut :

1. Dokter Umum : 2 orang


2. Dokter Gigi : 0 orang
3. Apoteker : 1 orang
4. Perawat gigi : 1 orang
5. Bidan : 23 orang
6. Perawat : 10 orang
7. Radiologi : 1 Orang
8. Rekam Medik : 1 Orang
9. Sanitarian : 1 orang
10. Pekarya Kesehatan : 1 orang
11. Nutrisionis : 1 orang
12. Pengemudi : 1 orang
13. Administrasi (TU) : 4 orang
- 10 -
14. Analis Kesehatan : 1 orang
15. Juru Malaria Desa : 6 orang
16. Wiyata Bakti/ Magang : 1 orang
17. Pegawai Blud : 13 orang

Sumber daya manusia yang ada yang berstatus Tenaga kontrak


BLUD Puskesmas Kaliwiro terdiri dari bidan, perawat, tenaga administrasi,
pekarya, pengemudi dan penjaga malam.
Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan di lapangan dibantu oleh
peran serta masyarakat seperti kader posyandu dan dukun bayi sebanyak
175 orang.

b. Sarana dan Prasarana


Sarana dan prasarana pendukung pelayanan kesehatan di
Puskesmas Kaliwiro adalah sebagai berikut :

1. Puskesmas pembantu : 2
2. Poliklinik Kesehatan Desa : 19
3. Posyandu : 95
4. Sepeda motor : 11 unit
5. Mobil Puskesling : 2 unit

Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan juga dibantu oleh


pelayanan kesehatan swasta yaitu Balai Pengobatan Winongsari.

- 11 -
BAB IV
HASIL KINERJA PUSKESMAS TAHUN 2015

A. Kinerja Upaya
1. Kinerja Upaya Wajib
Tabel 4.1. Hasil Pencapaian Kinerja Upaya Kesehatan Wajib Tahun 2015
HASIL
KOMPONEN UPAYA TINGKAT KET
NO CAKUPAN
KESEHATAN WAJIB KINERJA
(%)
1 2 3 4 5

1 Upaya Promosi Kesehatan 99 Baik


2 Upaya Kesehatan Lingkungan 91 Baik
Upaya Kesehatan Ibu dan Anak
3 88 Cukup
(KIA) dan KB
Upaya Perbaikan Gizi
4 92 Baik
Masyarakat
Upaya Pencegahan dan
5 Pemberantasan Penyakit 92 Baik
Menular
6 Upaya Pengobatan 97 Baik
Rata – rata kinerja 93 Baik

Pencapaian kinerja Upaya Kesehatan wajib Puskesmas Kaliwiro


Tahun 2015 adalah 93 (Baik)

2. Kinerja Upaya Pengembangan


Tabel 4.2 Hasil Pencapaian Kinerja Upaya Kesehatan Pengembangan
Tahun 2015

KOMPONEN UPAYA HASIL


N TINGKAT KET.
KESEHATAN CAKUPAN
O KINERJA
PENGEMBANGAN (%)
1 2 3 4 5

1 Upaya Kesehatan Usia Lanjut 100 Baik


2 Upaya Kesehatan Jiwa 75 Kurang
Upaya Pencegahan dan
3 84 Cukup
Penanggulangan Penyakit Gigi
Rata –rata Kinerja 86 Cukup

- 12 -
Pencapaian Kinerja Upaya Kesehatan Pengembangan Tahun 2015
adalah 86 (Cukup).
Nilai cakupan kinerja pelayanan kesehatan adalah : rata – rata nilai
upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan, atau
dengan kata lain nilai pencapaian upaya kesehatan wajib +
pengembangan dibagi dua.
Jadi Nilai Kinerja cakupan pelayanan kesehatan Puskesmas Kaliwiro
adalah : 90 (Cukup).

B. Kinerja Managemen
Tabel 4.3. Hasil Pencapaian Kinerja Manajemen Tahun 2015
KOMPONEN MANAJEMEN TINGKAT KETERANGAN
NO HASIL
PUSKESMAS KINERJA
1 2 3 4 5
1 Manajemen Operasional 8,7 Baik
Puskesmas
2 Manajemen Alat dan Obat 8,2 Cukup
3 Manajemen Keuangan 10 Baik
4 Manajemen Ketenagaan 9,3 Baik
(SDM)
Rata – rata 9.1 Baik

Jadi hasil kinerja kegiatan manajemen Puskesmas Kaliwiro tahun


2015 adalah : Baik

C. Kinerja Mutu
Tabel 4.4. Hasil Pencapaian Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan Tahun
2015
TINGKAT KETERANGAN
NO JENIS KEGIATAN HASIL
KINERJA
1 2 3 4 5
1 Drop Out Pelayanan ANC 10 Baik
(K1-K4)
2 Persalinan oleh tenaga 10 Baik
kesehatan
3 Penanganan komplikasi 10 Baik
obstetri / risiko tinggi
4 Error rate pemeriksaan BTA 10 Baik
5 Kepatuhan terhadap standar 10 Baik
ANC
6 Kepatuhan terhadap standar 10 Baik

- 13 -
pemeriksaan TB Paru
7 Tingkat kepuasan pasien 7 Cukup
terhadap pelayanan
puskesmas
Rata – rata kinerja 9.6 Baik

Berdasarkan tabel di atas maka hasil kinerja mutu pelayanan


kesehatan Puskesmas Kaliwiro pada tahun 2015 adalah : Baik

D. Hasil Kinerja Puskesmas


Tabel 4.5. Hasil Total Kinerja Kegiatan Tahun 2015
KOMPONEN PENCAPAI TINGKAT KETERANGAN
NO
KEGIATAN AN KINERJA
1 2 3 4 5
1 Pelayanan Kesehatan 90 Cukup
2 Manajemen 9.1 Baik
3 Mutu 9.6 Baik

E. Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2015


Tabel 4.6. Capaian SPM Tahun 2015

TARGET CAPAIAN
NO INDIKATOR SPM TAHUN
(%) 2015 (%)

1 2 3 4
A Pelayanan Kesehatan Dasar
1 Angka Kematian Ibu per 100.000 KH 0 1
1 Jumlah kunjungan ibu hamil K4 95 81
2 Cakupan komplikasi kebidanan yang
ditangani 80 100

3 Cakupan pertolongan persalinan oleh


Nakes 90 86

4 Cakupan pelayanan nifas 90 86


5 Cakupan neonatus dengan komplikasi
yang ditangani 80 100

6 Cakupan kunjungan bayi 90 89


7 Cakupan Desa/Kelurahan UCI 100 100
8 Cakupan pelayanan anak balita 90 94

- 14 -
9 Cakupan pemberian MP-ASI keluarga
miskin 100 70

10 Cakupan balita gizi buruk mendapat 100


perawatan 100

11 Cakupan penjaringan siswa SD dan


setingkat 100 100

12 Cakupan peserta KB aktif 70 79


13 Cakupan penemuan dan penanganan
penyakit
a. AFP rate per 100.000 penduduk 0,0 0,0
≤ 15 tahun
b. Penemuan penderita 100 100
pneumonia balita yang ditangani
c. Penemuan pasien baru TB BTA 70 100
positif
d. Penderita DBD yang ditangani 100 100
e. Penemuan penderita diare yang 100 100
ditangani
14 Cakupan pelayanan kesehatan dasar
masyarakat miskin 100 100

15 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan


pasien miskin 100 100

16 Cakupan pelayanan gawat darurat 100 100


B Penyelidikan Epidemiologi
17 Cakupan Desa / Kelurahan mengalami
KLB yang dilakukan penyelidikan 100 0
epidemiologi < 24 jam
C Pelayanan Gizi Masyarakat
18 Balita ditimbang berat badannya 85 84
19 Balita gizi buruk ditangani 100 100
20 Balita 6-59 bulan mendapat Vitamin A 85 100
21 Bayi 0-6 bulan mandapat ASI Eksklusif 85 94
22 Ibu hamil mendapat Fe 90 tablet 95 84
23 Rumah tangga yang mengkonsumsi
garam beryodium 91 90

D Program Kesehatan Lingkungan


24 Cakupan TTU 80 100
25 Cakupan akses air bersih 95 86

- 15 -
26 Cakupan Jamban sehat 80 73
27 Cakupan Tempat Pengolahan
80 100
Makanan
28 Cakupan Rumah Sehat 65 66
29 Desa melakukan STBM 100 100
30 Institusi yang dibina >95 100
E Promosi Kesehatan dan
Pemberdayaan Masyarakat
31 Cakupan Desa Siaga Aktif 100 100
32 Pembentukan Poskestren 100 100
33 Pendataan PHBS tatanan RT 100 100
34 Pembinaan PHBS tatanan Institusi 100 100
18 Penyuluhan kesehatan Reproduksi 100 100
19 FGD/ Refresing kader kesehatan 100 100
20 Pendataan Pembatra 70 100
21 Cakupan posyandu purnama dan 100 100
mandiri

- 16 -
BAB V
ANALISIS HASIL KINERJA

A. Analisis Hasil Kinerja Kegiatan (Upaya Kesehatan Wajib Dan Upaya


Kesehatan Pengembangan) Puskesmas Kaliwiro Tahun 2015

HASIL CAKUPAN (%)


UPAYA PROMOSI
99.00
KESEHATAN
100.00
UPAYA KESEHATAN 95.00 UPAYA KESEHATAN
PENGEMBANGAN 90.00
91.00 LINGKUNGAN
85.00
86.00
80.00
75.00 UPAYA KESEHATAN IBU
UPAYA KESEHATAN 88.00 DAN ANAK TERMASUK
PERORANGAN97.00
KRLUARGA BERENCANA

UPAYA PENCEGAHAN92.00 92.00


UPAYA PERBAIKAN GIZI
DAN PEMBERANTASAN
MASYARAKAT Tingkat Kinerja
PENYAKIT MENULAR
Baik > 91%
Cukup > 81-90%
Kurang < 80%

Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa upaya promosi kesehatan


mempunyai nilai kinerja tertinggi, yaitu mencapai 99% yang termasuk dalam
kategori kinerja baik, diikuti oleh upaya pengobatan yaitu 97%, upaya perbaikan
gizi masyarakat 92%, upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
92%, upaya kesehatan lingkungan 91%.Upaya dengan kinerja cukup antara
lain upaya kesehatan ibu dan anak termasuk KB yaitu mencapai 88% dan
upaya kesehatan pengembangan mencapai 86%.
Kemudian dapat kita jabarkan lagi ke dalam pencapaian kinerja per
kegiatan, sebagai berikut :
1. Upaya Promosi Kesehatan

- 17 -
Upaya Promosi Kesehatan
101
100
99
98
97
96
95
94
93 Upaya Promosi
92
91 Kesehatan

Dari grafik di atas terlihat bahwa ada 5 kegiatan yang sudah


mencapai 100% sedangkan 1 kegiatan belum 100% yaitu bayi mendapat
ASI eksklusif (94%).

2. Upaya Kesehatan Lingkungan

Upaya Kesehatan Lingkungan


120
100
80
60
40
20
Upaya Kesehatan
0 Lingkungan

Dari grafik di atas terlihat bahwa ada 5 kegiatan yang sudah


mencapai 100% yaitu desa yang melaksanakan sanitasi total berbasis
masyarakat, inspeksi sanitasi tempat pengelolaan makanan,Pembinaan
tempat pengelolaan makanan, Inspeksi sanitasi tempat umum, Sanitasi
tempat umum memenuhi syarat, sedangkan yang lainnya belum mencapai
100% yaitu inspeksi sanitasi sarana air bersih baru mencapai 86%,
persentase rumah sehat mencapai 66% dan penduduk dengan akses
sanitasi layak (jamban sehat) baru tercapai 73% .

- 18 -
3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak beserta Keluarga Berencana

Upaya KIA termasuk KB


120
100
80
60
40
20
0 Upaya KIA termasuk KB

Dari grafik di atas terlihat bahwa masih terdapat beberapa kegiatan


yang pencapaiannya belum baik yaitu pelayanan Kesehatan Ibu hamil
(k4) hanya tercapai 81%, dan pencapaian peserta KB MKET baru
mencapai 27%.

4. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat


120
100
80
60
40
20 Upaya Perbaikan Gizi
0 Masyarakat

Dari grafik di atas terlihat bahwa pencapaian pemberian tablet Fe 90


pada ibu hamil masih kurang,yaitu baru tercapai 84% dan balita yang naik
berat badannya juga masih kurang, yaitu 77%.

- 19 -
5. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular

Upaya P2P
120
100
80
60
40
20
0 Upaya P2P

Dari grafik di atas terlihat bahwa pelayanan dalam upaya


pencegahan dan pemberantasan penyakit menular masih ada capaian
yang kurang yaitu penemuan kasus pneumonia pada balita baru
mencapai 60%.

6. Upaya Pengobatan

Upaya Pengobatan
102
100
98
96
94
Upaya Pengobatan
92
90
88
Kunjungan rawat jalan Umum Kunjungan rawat jalan gigi

Dari grafik di atas terlihat bahwa kunjungan rawat jalan umum baru
mencapai 93%

- 20 -
7. Upaya Kesehatan Pengembangan

120 Upaya Kesehatan Pengembangan


100

80

60

40

20

Dari grafik di atas terlihat bahwa penanganan kasus kesehatan jiwa


melalui rujukan masih kurang, baru mencapai 49%, pembinaan dan
bimbingan sikat gigi masal di SD/ MI baru mencapai 60%, perawatan gigi
anak sekolah baru mencapai 60%.

B. Analisis Hasil Kinerja Manajemen


Kinerja Manajemen dibagi menjadi 4 variabel, yaitu : manajemen
operasional puskesmas, manajemen alat dan obat, manajemen keuangan, dan
manajemen ketenagaan.
Berikut ini gambaran pencapaian kinerja manajemen di Puskesmas
Kaliwiro :

KINERJA MANAJEMEN
12
10
8
6
4 KINERJA MANAJEMEN
2
0
MANAJEMEN MANAJEMEN MANAJEMEN MANAJEMEN
OPERASIONAL ALAT DAN KEUANGAN KETENAGAAN
PUSKESMAS OBAT

- 21 -
Dari grafik di atas terlihat bahwa manajemen alat dan obat masih
termasuk dalam kinerja sedang (8,2).

C. Analisis Hasil Kinerja Mutu Pelayanan

MUTU PELAYANAN
12
10
8
6
4
2
MUTU PELAYANAN
0

Dari grafik di atas terlihat bahwa sebagian besar komponen sudah


mencapai kinerja baik, hanya tingkat kepuasan pasien yang masih dalam
kategori sedang (7).

D. Analisis Hasil Capaian SPM


Berdasarkan tabel.4.6. Cakupan SPM Puskesmas Kaliwiro Tahun 2015
yang terdapat pada BAB IV maka ada 12 indikator yang belum mencapai target
SPM yaitu :
1. Masih ada 1 kematian ibu
2. Jumlah kunjungan ibu hamil K4 (81%)
3. Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan (86%)
4. Cakupan kunjungan nifas (86%)
5. Cakupan kunjungan bayi (89%)
6. Cakupan pemberian MP-ASI (70%)
7. Ibu hamil mendapat Fe 90 (84%)
8. Balita ditimbang berat badannya (84%)
9. Rumah tangga mengkonsumsi garam beryodium (90%)
10. Akses air bersih (86%)
11. Cakupan jamban sehat (73%)
12. Cakupan rumah sehat (66%)

- 22 -
BAB VI
ANALISA ORGANISASI DAN RENCANA PERBAIKAN

Berdasarkan analisis hasil kinerja kegiatan Puskesmas Kaliwiro pada tahun


2015, maka hasil kinerja dapat dikategorikan per jenis kegiatan :
A. Kategori Kinerja Baik
a. Upaya Promosi Kesehatan
b. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
c. Upaya Kesehatan Lingkungan
d. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
e. Upaya Pengobatan
f. Upaya Kesehatan Usia Lanjut
g. Manajemen Operasional Puskesmas
h. Manajemen Keuangan
i. Manajemen Ketenagaan
j. Droup out pelayanan ANC
k. Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
l. Penanganan komplikasi obstretik/resiko tinggi
m. Error rate pemeriksaan BTA
n. Kepatuhan terhadap standar ANC
o. Kepatuhan terhadap standar pemeriksaan TB-Paru
B. Kategori Kinerja Cukup
1. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB
2. Upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit gigi
3. Manajemen Alat dan Obat
4. Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan Puskesmas
C. Kategori Kinerja Kurang
1. Upaya Kesehatan Jiwa

Selanjutnya akan dibahas jenis kegiatan yg termasuk kategori kinerja cukup &
kurang. Menentukan penyebab dengan menelusuri variabel & sub variabel :

A. Penilaian Kinerja Cukup


1. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB dengan nilai 88%,
dikarenakan pencapaian kunjungan k4 ibu hamil hanya tercapai 81%, dan
peserta KB MKET hanya mencapai 27%.

- 23 -
Permasalahan :

a. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya


pemeriksaan kehamilan secara rutin.
b. Ibu hamil periksa pertama kali pada trimester II atau trimester III
kehamilan, sehingga tidak mencapai k4.
c. Ibu hamil tidak mau periksa/ malu pada kehamilan yang tidak
diharapkan.
d. Ibu hamil periksa diluar wilayah Puskesmas Kaliwiro, sehingga tidak
tercover.
e. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat KB MKET.

Pemecahannya :

a. Mengadakan kegiatan kelas ibu hamil untuk meningkatkan


pengetahuan ibu tentang kehamilan, persalinan, perawatan bayi dan
Keluarga berencana.
b. Meningkatkan kemitraan Bidan,Dukun bayi dan Kader dalam deteksi
dini kehamilan dan segera melaporkan kepada Bidan jika ada
warganya yang hamil.
c. Kunjungan rumah ibu hamil pada ibu hamil yang malu periksa ke
fasilitas kesehatan
d. Penelusuran ibu hamil yang periksa di luar wilayah agar bisa
tercover.
e. Kerjasama dengan PLKB dalam meningkatkan peserta KB MKET
(safari KB Implant dan IUD).
2. Upaya Pencegahan dan Penanggulangan penyakit gigi dengan nilai 84%,
disebabkan pembinaan dan bimbingan sikat gigi masal pada SD hanya
60%, perawatan kesehatan gigi pada SD 60%.

Permasalahan :
a. Jumlah SD/MI di wilayah kerja Puskesmas Kaliwiro ada 42 SD/ MI,
sedangkan petugas UKGS juga harus bertugas di Poli Gigi
Puskesmas.
b. Belum semua SD/MI dilatih dokter kecil sehingga belum dapat
membimbing teman-temannya untuk berperilaku sehat, termasuk
kesehatan gigi.

- 24 -
Pemecahannya :
a. Pembuatan jadwal kegiatan UKGS sehingga kegiatan UKGS bisa
terlaksana di semua SD/MI.
b. Mengadakan pelatihan dokter kecil bagi SD/MI.

3. Manajemen alat dan obat masih kurang dikarenakan updating daftar


inventaris alat masih belum dilakukan tiap bulan, dan belum semua
ruangan dibuat kartu inventaris alat.

Permasalahan :

a. Kurangnya motivasi dari petugas inventaris barang untuk melakukan


inventarisasi alat di semua ruangan.
b. Petugas merangkap tugas/ pekerjaan lain.
c. Kurangnya pengetahuan dan motivasi dari petugas di tiap unit
pelayanan untuk melakukan inventarisasi alat secara rutin di ruang
masing-masing.

Pemecahan :

a. Memonitor tugas pokok dan fungsi dari pengelola barang


b. Mengusulkan tambahan tenaga untuk administrasi barang
c. Sosialisasi kepada seluruh petugas untuk inventariasi alat dan
barang di ruang masing-masing secara rutin.

4. Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan Puskesmas <81% (nilai 7)


Permasalahan :
a. Pasien masih bingung dengan alur pelayanan.
b. Keramahan petugas masih kurang.

Pemecahan :
a. Memasang alur pelayanan dan sosialisasi alur pelayanan kepada
pelanggan.
b. Meningkatkan komitmen petugas dalam memberikan pelayanan yang
prima.

- 25 -
B. Penilaian Kinerja Kurang
1. Upaya Kesehatan Jiwa baru mencapai nilai 75%, disebabkan cakupan
penanganan kasus kesehatan jiwa baru tercapai 49%.

Permasalahan :
a. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penanganan kasus
gangguan jiwa.
b. Pemahaman masyarakat tentang gangguan jiwa masih kurang
c. Alasan pembiayaan dalam penanganan kasus gangguan jiwa.
Pemecahannya :
a. Petugas melakukan kunjungan rumah dan memotivasi masyarakat
agar segera memeriksakan keluarganya bila ada yang menderita
gangguan jiwa.
b. Penyuluhan kepada masyarakat tentang gangguan jiwa dan
prosedur penanganannya.
c. Pemanfaatan BPJS kesehatan.

Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) Puskesmas Kaliwiro Tahun 2015


yang belum mencapai target akan dibahas penyebab masalahnya dan
pemecahannya.

SPM yang belum mencapai target antara lain :


1. Masih ada satu angka kematian ibu
Permasalahan :
a. Ibu hamil meninggal dengan penyakit penyerta (Leukemia), ibu
menderita Leukemia mulai sebelum hamil.
b. Kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga tentang faktor resiko
kehamilan.
Pemecahannya :
a. Memberi penyuluhan kepada masyarakat tentang faktor resiko
kehamilan.
2. Jumlah kunjungan ibu hamil K4 tidak tercapai (81%)
Permasalahan :

a. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya


pemeriksaan kehamilan secara rutin.

- 26 -
b. Ibu hamil periksa pertama kali pada trimester II atau trimester III
kehamilan, sehingga tidak mencapai k4.
c. Ibu hamil tidak mau periksa/ malu pada kehamilan yang tidak
diharapkan.
d. Ibu hamil periksa diluar wilayah Puskesmas Kaliwiro, sehingga tidak
tercover.

Pemecahannya :

a. Mengadakan kegiatan kelas ibu hamil untuk meningkatkan


pengetahuan ibu tentang kehamilan, persalinan, perawatan bayi dan
Keluarga berencana.
b. Meningkatkan kemitraan Bidan,Dukun bayi dan Kader dalam deteksi
dini kehamilan dan segera melaporkan kepada Bidan jika ada
warganya yang hamil.
c. Kunjungan rumah ibu hamil pada ibu hamil yang malu periksa ke
fasilitas kesehatan
d. Penelusuran ibu hamil yang periksa di luar wilayah agar bisa
tercover.

3. Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan belum mencapai target (86%)


Permasalahan :
a. Jumlah sasaran yang dipakai terlalu besar karena data penduduk yang
sudah pindah ke luar daerah masih dihitung.
b. Tingginya mobilitas ibu hamil ke luar daerah.
Pemecahannya :
a. Melakukan verifikasi data jumlah penduduk ke Kecamatan untuk validasi
jumlah sasaran ibu bersalin.
b. Meningkatkan dan mengoptimalkan kelas ibu hamil (ANC klas) di tiap
desa.
c. Penelusuran ibu hamil yang pindah keluar daerah.

4. Cakupan kunjungan nifas masih kurang (86%).


Permasalahan :
a. Jumlah sasaran yang dipakai terlalu besar karena data penduduk yang
sudah pindah ke luar daerah masih dihitung.
b. Tingginya mobilitas ibu hamil ke luar daerah.
Pemecahannya :
- 27 -
a. Melakukan verifikasi data jumlah penduduk ke Kecamatan untuk validasi
jumlah sasaran ibu bersalin.
b. Meningkatkan dan mengoptimalkan kelas ibu hamil (ANC klas) di tiap
desa.
c. Penelusuran ibu hamil yang pindah keluar daerah.
5. Cakupan kunjungan bayi masih kurang (89%).
Permasalahannya :
a. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya posyandu.
b. Ibu juga mencari nafkah sehingga tidak bisa hadir di posyandu.
c. Kurangnya sosialisasi jadwal posyandu
Pemecahannya :
a. Memberikan penyuluhan tentang pentingnya posyandu
b. Memotivasi kader untuk terus melakukan sosialisasi dan pendekatan
kepada ibu hamil dan ibu yang mempunyai balita.
c. Kesepakatan dan sosialisasi jadwal posyandu.
6. Cakupan pemberian MP-ASI pada keluarga miskin masih kurang (70%)
Permasalahan :
a. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang variasi pembuatan MP-ASI
b. Tidak ada biaya untuk pembelian atau membuat MP-ASI
Pemecahannya :
a. Memberikan penyuluhan tentang variasi pembuatan MP-ASI dan
pemanfaatan tanah pekarangan untuk menanam sayur dan umbi-umbian.
b. Membuat usulan dalam musrenbangdes untuk pembiayaan pemberian
MP-ASI dan PMT melalui alokasi dana Desa.
7. Ibu hamil mendapat Fe 90 masih kurang (84%)
Permasalahan :

a. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya


pemeriksaan kehamilan secara rutin dan manfaat tablet Fe untuk
kehamilan.
b. Ibu hamil periksa pertama kali pada trimester II atau trimester III
kehamilan, sehingga tidak mencapai Fe 90.
c. Ibu hamil tidak mau periksa/ malu pada kehamilan yang tidak
diharapkan.

Pemecahannya :

- 28 -
a. Mengadakan kegiatan kelas ibu hamil untuk meningkatkan
pengetahuan ibu tentang kehamilan dan manfaat tablet Fe untuk
kehamilan.
b. Meningkatkan kemitraan Bidan,Dukun bayi dan Kader dalam deteksi
dini kehamilan dan segera melaporkan kepada Bidan jika ada
warganya yang hamil sehingga ibu hamil diperiksa sedini mungkin.
c. Kunjungan rumah ibu hamil pada ibu hamil yang tidak mau/malu
periksa ke fasilitas kesehatan.

8. Cakupan Balita ditimbang berat badannya masih kurang (84%)


Permasalahannya :
a. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menimbang
balita di Posyandu.
b. Ibu juga mencari nafkah sehingga tidak bisa hadir di posyandu secara
rutin.
c. Kurangnya sosialisasi jadwal posyandu.
Pemecahannya :
a. Memberikan penyuluhan tentang pentingnya menimbang balita di
posyandu
b. Memotivasi kader untuk terus melakukan sosialisasi dan pendekatan
kepada ibu hamil dan ibu yang mempunyai balita tentang manfaat
Posyandu.
c. Kesepakatan dan sosialisasi jadwal posyandu.
9. Cakupan rumah tangga mengkonsumsi garam beryodium baru 90%
Permasalahan :
a. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat mengkonsumsi
garam yodium dan akibat kekurangan yodium.
b. Masyarakat belum tahu cirri-ciri garam yang mengandung yodium.
Pemecahannya :
a. Sosialisasi tentang cirri-ciri dan manfaat garam beryodium.
b. Melakukan pengetesan garam yang digunakan warga masyarakat, apakah
mengandung yodium.
10. Akses air bersih masih kurang (86%)
Permasalahan :

- 29 -
a. Masih ada beberapa Desa/ Dusun yang belum menggunakan PDAM dan
masih menggunakan mata air
Pemecahannya :
a. Mengusulkan agar semua Desa yang belum menggunakan PDAM, ada
program Pamsimas (penyediaan air minum dan sanitasi berbasis
masyarakat).
11. Cakupan jamban sehat masih kurang (73%)
Permasalahan :
a. Kesadaran masyarakat tentang penggunaan jamban sehat masih kurang.
b. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat jamban sehat dan
akibat jika BAB sembarangan.
c. Masih banyak warga yang BAB di kolam dengan alasan memberi makan
ikan.
d. Tidak ada biaya untuk membuat jamban sehat.
Pemecahannya :
a. Penyuluhan dan pemicuan bebas BAB sembarangan (ODF)
b. Membuat usulan dalam musrenbangdes untuk pembiayaan stimulasi
pembuatan jamban sehat.
12. Cakupan rumah sehat masih kurang (66%)
Permasalahan :
a. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang rumah sehat dan akibat yang
ditimbulkan jika rumah tidak sehat.
Pemecahannya :
a. Penyuluhan tentang rumah sehat

- 30 -
BAB VII
PENUTUP

A. Kesimpulan
Puskesmas Kaliwiro telah melaksanakan penilaian kinerja Puskesmas
tahun 2015 dengan hasil sebagai berikut :
1. Kinerja cakupan pelayanan kesehatan dengan nilai 90 termasuk kategori
kinerja Cukup
2. Kinerja kegiatan manajemen Puskesmas dengan nilai 9,1 termasuk
kategori kinerja Baik
3. Kinerja mutu pelayanan kesehatan dengan nilai 9,6 termasuk kategori
kinerja Baik
Berdasarkan hasil di atas, maka hasil kinerja Puskesmas Kaliwiro Tahun
2015 dapat dikategorikan per jenis kegiatan sebagai berikut :
1. Kategori Kinerja Baik :
a. Upaya Promosi Kesehatan
b. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
c. Upaya Kesehatan Lingkungan
d. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
e. Upaya Pengobatan
f. Upaya Kesehatan Usia Lanjut
g. Manajemen Operasional Puskesmas
h. Manajemen Keuangan
i. Manajemen Ketenagaan
j. Droup out pelayanan ANC
k. Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
l. Penanganan komplikasi obstretik/resiko tinggi
m. Error rate pemeriksaan BTA
n. Kepatuhan terhadap standar ANC
o. Kepatuhan terhadap standar pemeriksaan TB-Paru
2. Kategori Kinerja Cukup :
a. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB
b. Upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit gigi
c. Manajemen Alat dan Obat
d. Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan Puskesmas

- 31 -
3. Kategori Kinerja Kurang:
a. Upaya Kesehatan Jiwa

B. Saran
1. Perlu dilaksanakan monitoring dan evaluasi dari Dinas Kesehatan
Kabupaten secara rutin.
2. Masing – masing upaya untuk dapat meningkatkan hasil kinerjanya
terutama upaya yang hasil pencapaian kegiatannya masih di bawah target
sasaran
3. Perlu kerjasama lintas program dan lintas sektor serta berbagai upaya
untuk lebih meningkatkan partisipasi / pemberdayaan masyarakat.
4. Untuk dapat mempertahankan dan lebih meningkatkan kualitas
pelayanan.
5. Perlu peningkatan sumber daya kesehatan.

- 32 -