Anda di halaman 1dari 17

KEBIJAKAN PENGANGKATAN PNS DALAM JABATAN FUNGSIONAL

MELALUI PENYESUAIAN/INPASSING
(PERATURAN MENTERI PANRB NO. 42 TAHUN 2018 )

KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA


DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA
1 UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN

PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang


2
Manajmen PNS

1) Setiap Instansi Pemerintah wajib menyusun


DASAR kebutuhan jumlah dan jenis jabatan berdasarkan
analisis jabatan dan analisis beban kerja.

HUKUM 2) Penyusunan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan


dilakukan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang
diperinci per 1 (satu) tahun berdasarkan prioritas
kebutuhan jabatan.

Hasil penyusunan kebutuhan disampaikan oleh PPK Instansi


Pemerintah kepada Menteri tembusan Kepala BKN

(melampirkan dokumen rencana strategis Instansi


Pemerintah).
Setiap Instansi Pemerintah wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis
jabatan PNS berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja.
1 PERSIAPAN Penyusunan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS dilakukan untuk jangka
waktu 5 (lima) tahun yang diperinci per 1 (satu) tahun berdasarkan prioritas
kebutuhan. Selanjutnya susunan kebutuhan dimaksud disampaikan kepada
Menteri PANRB

Tertib administrasi, apabila K/L/Pemda mempunyai rencana akan mengangkat


2 FORMASI PNS kedalam jabatan fungsional keahlian dan jabatan fungsional keterampilan,
baik melalui pengangkatan pertama, perpindahan dari jabatan lain, atau
melalui penyesuaian, harus menyampaikan rencana tersebut kepada
PENGANGKATAN Menteri PANRB dilengkapi dengan naskah akademik sebagai dokumen
pendukung. Dokumen pendukung dimaksud sebagai bahan sebelum ditetapkan
JABATAN kebutuhan/formasi berdasarkan Peta Jabatan dan ABK instansi yang telah
FUNGSIONAL ditandatangani oleh masing-masing Pejabat Pembina Kepegawaian

3 SELEKSI KOMPETENSI Uji Kompetensi oleh Instansi Pembina Jabatan Fungsional (Kompetensi
Teknis, Kompetensi Manajerial dan Kompetensi Sosial Kultural).

Pengangkat PNS dalam jabatan fungsional keahlian dan jabatan fungsional


keterampilan ditetapkan oleh PPK baik melalui :
4 PENGANGKATAN
 Pengangkatan Pertama, adalah pengangkatan melalui formasi CPNS
(Jenjang Pertama, Muda, Pemula, Pelaksana.
 Pengangkatan Perpindahan dari Jabatan lain adalah pengangkatan PNS
semula menduduki jabatan lain seperti Jabatan Admninistrasi atau JPT
karena perubahan organisasi, mutasi atau perpindahan.
 Pengangkatan Penyesuaian adalah Pengangkatan PNS yang telah
melaksanakan tugas di bidang Jabatan Fungsional tertentu berdasarkan
ketentuan yang berlaku karena perubahan UU, PP, dan Organisasi sesuai
dengan ketentuan.
Pengangkatan dalam Jabfung

KEAHLIAN
 Ahli Muda
 Ahli Pertama
1
KETERAMPILAN PENGANGKATAN PERTAMA
 Terampil
 Pemula

KEAHLIAN 2
 Ahli Madya INPASSING (PENYESUAIAN)
KEAHLIAN
 Ahli Muda PERMENPANRB NO. 26 TH 2016
 Ahli Pertama  Ahli Utama
 Ahli Madya
KETERAMPILAN 3  Ahli Muda
 Penyelia  Ahli Pertama
PERPINDAHAN DARI JABATAN LAIN
 Mahir
 Terampil KETERAMPILAN
 Pemula  Penyelia
4
 Mahir
PROMOSI  Terampil
 Pemula
Penyesuaian/Inpassing
(Permenpan 42 th 2018)

Proses pengangkatan PNS dalam Jabatan Fungsional guna


memenuhi kebutuhan organisasi sesuai dengan ketentuan
peraturan perundangan dalam jangka waktu tertentu

Pengembangan Karier

Profesionalisme

Peningkatan Kinerja Organisasi

Memenuhi Kebutuhan Jabatan fungsional


(TERTUANG DALAM e-Formasi)
PELAKSANAAN INPASSING

Penetapan Uji Pengangkatan


Kebutuhan Kompetensi
Seleksi Sertifikat Lulus
Administrasi Uji Kompetensi
PROSES PENYESUAIAN / INPASSING
Pengatan di tetapkan oleh PPK
Kepegawaian wajib
setelah mendapat kan formasi dari
memverifikasi kebenaran
Menteri.
dokumen

SELEKSI
VERIFIKASI pengangkatan
PENDAFTARAN KOMPETENSI
ADMINISTRASI

• Terdaftar sebagai pegawai dalam unit dan telah


• Pendaftar yang telah lulus verifikasi
melakukan kegiatan jabatan yang akan diduduki.
administrasi, wajib mengikuti Seleksi
Kompetensi di lakukan oleh Instansi
Pembina
Persyaratan Inpassing
Kategori Keterampilan
1. berijazah paling rendah SLTA atau sederajat
/Diploma I/Diploma II/Diploma III sesuai
dengan persyaratan kualifikasi pendidikan
dari jabatan yang akan diduduki; Kategori Keahlian
2. pangkat paling rendah Pengatur Muda, 1. berijazah paling rendah Sarjana (S-1)/Diploma IV
golongan ruang II/a sesuai dengan (D-IV) atau berijazah paling rendah Magister (S2)
persyaratan kepangkatan dari jabatan yang atau yang sederajat dari pendidikan tinggi yang
akan diduduki; terakreditasi sesuai dengan persyaratan
3. memiliki pengalaman dalam pelaksanaan kualifikasi pendidikan dari jabatan yang akan
tugas di bidang jabatan fungsional yang akan diduduki;
diduduki paling kurang 2 (dua) tahun; 2. pangkat paling rendah Penata Muda, golongan
4. mengikuti dan lulus uji kompetensi di bidang ruang III/a sesuai dengan persyaratan
jabatan fungsional yang akan diduduki; kepangkatan dari jabatan yang akan diduduki;

5. nilai prestasi kerja paling kurang bernilai baik 3. memiliki pengalaman dalam pelaksanaan tugas di
dalam 1 (satu) tahun terakhir; bidang jabatan fungsional yang akan diduduki
paling kurang 2 (dua) tahun;
6. Syarat lain yang ditentukan oleh instansi
Pembina. 4. mengikuti dan lulus uji kompetensi di bidang
jabatan fungsional yang akan diduduki;
5. nilai prestasi kerja paling kurang bernilai baik
dalam 1 (satu) tahun terakhir; dan
6. Syarat lain yang ditentukan oleh instansi
Pembina.
• Menghitung kebutuhan Jabatan Fungsional
APA YANG HARUS • Menetapkan Tata Cara Penyesuaian/ Inpassing
• Membuat pedoman/standar penetapan kebutuhan
DISIAPKAN • Meyusun instrumen Uji Kompetensi
• Melaksanakan Uji Kompetensi

 Malakukan validasi atas usulan instansi per


jenjang
 Menyampaikan hasil validasi kebutuhan jafung
per janjeng kepada Menteri PANRB
 Menpan RB menetapkan kebutuhan jafung yang
diusulkan instansi
 Menyampaikan hasiil penetapan kebutuhan
jafung dengan tembusan ke Kepala BKN
• Menghitung dan Memetakan Jabatan Fungsional yang
APA YANG HARUS dibutuhkan
• Memetakan PNS yang Memenuhi Syarat
DISIAPKAN • Hasil perhitungan disampaikan kepada instansi
pembina
Tata Cara Penyesuaian/Inpassing

Syarat Administrasi antara lain Ijazah, SK Pangkat Terakhir, SK Penempatan


Jabatan terakhir, Penilaian Prestasi Kerja, dsb yang dipandang perlu sesuai;
1. Melampirkan dokumen-dokumen yang diperlukan;
2. Proses pengusulan dari Unit Kerja kepada Pejabat Yang berwenang
mengangkat melalui Pejabat yang secara fungsional menangani
kepegawaian;
3. Verifikasi Dokumen;
4. PPK mengusulkan inpassing ke Menteri PANRB;
5. Penetapan formasi Jabatan Fungsional oleh Menteri PANRB;
6. Pelaksanaan Uji Kompetensi;
7. Penetapan SK Penyesuaian/Inpassing PNS Dalam Jabatan Fungsional dan
Penempatannya.

Jangka Waktu Penyesuaian/Inpassing (sesuai ketentuan)


Perencanaan
Kebutuhan
Akurat
ASN
disajikan
Melalui Data yang berkualitas
sistem
elektronik Berbagi data antar
stakeholder

Cepat pengambilan keputusan

Akuntabel
PROSEDUR PENETAPAN KEBUTUHAN (formasi)
6
A ANJAB & ABK

1.Setiap instansi wajib B USUL FORMASI


membuat Anjab & Kem a. usul jumlah kebutuhan
menghitung ABK Keuangan jabatan di lakukan oleh
2.ANJAB & ABK Jab. PPK instansi masing-
Fung memperhatikan masing kepada Kem
D PANRB tembusan Kepala
pertimbangan teknis C
BKN.
dari Instansi Pembina. 4 b. Kepala BKN
3.Instansi Pembina menyampaikan
menyampaikan pertimbangan teknis
rekomendasi ANJAB & Kem kebutuhan setiap instansi
PAN & RB kepada Menteri PANRB
ABK (jab Fung) ANJAB
E c. Rencana pemenuhan
4.Hasil Anjab & ABK kebutuhan PNS
disampaikan kepada 1 Instansi A B disampaikan oleh Menteri
Menteri PANRB (secara K/L/P kepada menteri yang
elektonik melalui ABK 2 3 menyelenggarakan
urusan pemerintahan di
sistem e-formasi) bidang keuangan
5.Tembusan Hasil Anjab d. Pendapat menteri yang
& ABK di sampaikan 5 menyelenggarakan
kepada Kepala BKN urusan pemerintahan di
6.Peta Jabatan & bidang keuangan.
Instansi Pembina
Kebutuhan tersimpan Jab Fung e. Penetapan kebutuhan
BKN PNS K/L/P oleh Menteri
dalam e formasi PANRB
USUL KEBUTUHAN PENYESUAIAN / INPASSING JABATAN FUNGSIONAL
CONTOH
KEMENTERIAN /LEMBAGA/PEMDA

NO JABATAN JENJANG JABATAN JUMLAH UNIT KERJA KET

JUMLAH 19

1 ANALIS KEPEGAWAIAN AHLI 5 BIRO KEPEGAWAIAN


Ahli Madya 2
Ahli Muda 1
Ahli Pertama 2

ANALIS KEPEGAWAIAN TERAMPIL 9 BIRO KEPEGAWAIAN


PENYELIA 2
MAHIR 5
TERAMPIL 2

DIREKTUR HUKUM DAN PERUNDANG-


2 5
PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN AHLI UNDANGAN
AHLI MADYA 1
AHLI MUDA 2
AHLI PERTAMA 2
KETENTUAN UMUM INPASSING
PP No 11 Tahun 2017
Pasal 357 PER MENPANRB NO. 42 TAHUN 2018

PNS yang menduduki Jabatan Adminstrasi Penyesuian/inpassing ke dalam jabatan


(JA) dan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) fungsional ditujukan kepada :
yang telah melaksanakan tugas-tugas a. PNS yg telah dan masih menjalankan tugas
Jabatan Fungsional sebelum Peraturan JF tersebut.
Pemerintah ini mulai berlaku dapat
diangkat dalam Jabatan Fungsional b. PNS yg masih menjalankan tugas jabatan
melalui penyesuaian yang dilaksanakan 1 sesuai dengan formasi jabatan fingsional
(satu) kali secara nasional untuk paling dan telah mendapat kenaikan KP setingkat
lama: lebih tinggi.

a. 2 (dua) tahun untuk masa persiapan. c. JPT dan Administrator dan Pengawas yg
memiliki kesesuian antara jabatan terakhir
b. 2 (dua) tahun untuk masa pelaksanaan, yg didudukinya.
terhitung sejak tanggal Peraturan
Pemerintah ini mulai berlaku, dengan d. JF yg dibebaskan sementara karena tdk
mempertimbangkan kebutuhan dapat mengumpulkan angka kredit.
instansi, kualifikasi, dan kompetensi Pengangkatan PNS dlm JF melalui
serta dilaksanakan sesuai pedoman Penyesuian/inpassing dilaksanakan sampai
yang ditetapkan oleh Menteri. dengan April 2021