Anda di halaman 1dari 2

Nama :

Acintya Putri Setyorini (AKF16002)


Akhmad Komarudin (AKF16…)
Arini Rohmatika (AKF16025)
Margaretha Owa A. K (AKF16098)
Melani Arwi Putri (AKF16106)
Novita Eka Putri (AKF16125)
Rizka Ayuning Putri H (AKF16147)

ANALISIS TOTAL PLATE COUNT (TPC) MIKROBA PADA IKAN ASIN KAKAP DI
KOTA SORONG, PAPUA BARAT

Indonesia merupakan negara yang memiliki hasil alam yang melimpah, baik di darat maupun
di laut, hal ini karena Indonesia terdiri atas pulau-pulau dan lautan. Salah satu hasil laut yang biasa
digunakan sebagai sumber perekonomian masyarakat di pesisir Indonesia, khususnya kota Sorong,
Papua Barat adalah ikan kakap yang menjadi salah satu sumber protein yang paling besar, dengan
kadar asam amino yang berkisar antara 1-29% (Husain et al., 2017). Salah satu jenis produk yang
umumnya dihasilkan dengan bahan dasar ikan kakap adalah ikan asin kakap, hal ini karena karena
pembuatannya yang sangat sederhana, yaitu dengan cara ikan kakap segar yang telah diperoleh
para nelayan kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga mengering untuk mengawetkan
ikan kakap tersebut.
Secara mikrobiologi, kerusakan ikan disebabkan oleh cemaran mikroba atau mikroba
pembusuk (Sukmawati et al., 2018). Kelompok mikroba yang mampu hidup dan merusak produk
ikan asin yaitu kelompok mikroba heterotoleran dan mikroba halofilik, sebagai contoh yaitu
Halomonas sp, Staphylococcus aureus dan Staphylococcus xylosus. (Rinto et al., 2009).
Pada ikan tenggiri di kabupaten Sarmi telah terkontaminasi oleh cemaran mikroba pada
pengenceran 10-5 dengan total angka lempeng mikroba antara 24,5 x 105 – 49,5 x 105 cfu/g, hal ini
telah melewati batas maksimum SNI. Sehingga dilakukan penelitian yang betujuan menganalisis
Total Plate Count (TPC) pada ikan asin kakap di kota Sorong.
Beberapa tahap penelitian yang dilaksanakan adalah pengumpulan sampel ikan asin kakap
yang diperoleh dari pasar Remu, pembuatan media NA, pengenceran ikan asin kakap, isolasi ikan
asin kakap, pengamatan koloni mikroba yang tumbuh, serta analisis data koloni mikroba yang
diperoleh. Dari penelitian tersebut, dapat disimpulkan jika ikan asin kakap di pasar Remu tidak
layak untuk dikonsumsi karena jumlah koloni mikroba dalam ikan asin kakap dengan satuan cfu/g
yang telah melewati batas maksimum SNI, hal ini disebabkan karena rendahnya sanitasi dan
tingkat higienitas pada saat proses pengolahan dan tempat pemasaran.