Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

MENURUNKAN PENYAKIT OBESITAS PADA USIA 18 TAHUN KE ATAS

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kuliah KDK III

Disusun oleh :

Gita Mirnawati

2-C

Nim : 34403116052

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

PRODI DIII KEPERAWATAN

Jalan Margamukti No.93, Cimalaka, Licin, Sumedang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat
45353
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

MENURUNKAN PENYAKIT OBESITAS PADA USIA 18 TAHUN KE ATAS

Satuan acara penyuluhan pada masyarakat/mahasiswa yang menderita obesitas yang


dilakukan di KAMPUS II UPI SUMEDANG. Adapula alasan dilakukan penyuluhan pada
mahasiswa, agar mahasiswa menyadari akan penyakit yang dideritanya. Mahasiswa bisa
menerapkan pola hidup sehat agar tidak terjadi obesitas dan menurunkan angka obesitas.

Topik : Faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko obesitas

Sub Pokok Bahasan : Menurunkan Penyakit Obesitas

Sasaran : Mahasiswa/i

Waktu :

Hari, Tanggal :

Tempat : Kampus II Upi Sumedang

Nama Penyuluh : Gita Mirnawati

A. Tujuan Intruksional Umum


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan mahasiswa dapat memahami dan
mengerti tentang faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko obesitas.

B. Tujuan Intruksional Khusus


Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan tentang faktor-faktor yang dapat
meningkatkan resiko obesitas, mahasiswa diharapkan dapat :
1. Mengerti dan memahami pengertian obesitas
2. Mengerti dan memahami faktor Gaya Hidup
3. Mengerti dan memahami faktor Lingkungan
4. Mengerti dan memahami faktor Gender
5. Mengerti dan memahami faktor Genetik
6. Mengerti dan memahami faktor penggunaan obat
C. Materi Penyuluhan
1. Pengertian obesitas
2. Faktor gaya hidup
3. Faktor lingkungan
4. Faktor gender
5. Faktor genetik
6. Faktor penggunaan obat

D. Metode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Tanya jawab

E. Media Penyuluhan
Power point

F. Setting Tempat

G. Kegiatan Penyuluhan

No Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Sasaran


Pengkajian

1. Pembukaan 2 menit  Membuka acara dengan  Menjawab salam dan


mengucapkan salam dan mendengarkan
perkenalan perkenalan
 Menyampaikan topik dan  Mendengarkan
tujuan penyuluhan kepada penyampaian topik dan
sasaran tujuan
 Kontrak waktu untuk  Menyetujui kesepakatan
kesepakatan penyuluhan pelaksanaan penkes
dengan sasaran
2. Kegiatan 20  Mengkaji ulang tingkat  Menjawab pertanyaan
inti menit pengetahuan sasaran dari penyuluh
 Menjelaskan pengertian  Mendengarkan materi
obesitas yang disampaikan
 Menjelskan faktor gaya hidup  Menanyakan hal-hal
 Menjelaskan Faktor yang belum dipahami
lingkungan
 Menanyakan sasaran apakah
mengerti atau tidak
 Memberikan kesempatan
kepada sasaran untuk
bertanya
 Menjelaskan Faktor gender
 Menjelaskan Faktor genetik
 Menjelaskan Faktor
penggunaan obat
 Menanyakan sasaran apakah
sudah mengerti atau tidak
 Memberikan kesempatan
kepada sasaran untuk
menanyakan hal-hal yang
belum dipahami
 Menjelaskan tentang hal-hal
yang belum dipahami

3. Evaluasi / 8 menit  Memberikan pertanyaan  Menjawab pertanyaan


penutup kepada sasaran tentang materi  Mendengarkan
yang telah disampaikan oleh kesimpulan
penyuluh  Menjawab salam
 Menyimpulkan materi
 Menutup acara dengan
mengucapkan salam
H. Evaluasi
1. Mahasiswa memperhatikan dan mendengarkan materi dengan baik.
2. Mahasiswa memahami dan mengerti tentang faktor-faktor yang dapat
meningkatkan resiko obesitas.
3. Mahasiswa mampu menjawab pertanyaan yang diberikan dengan benar.
LAMPIRAN

PENGERTIAN OBESITAS

Obesitas merupakan kondisi dimana tubuh mengandung terlalu banyak lemak. Orang
awam akan mengatakan obesitas dengan istilah kegemukan. Berat badan yang terlalu
berlebihan merupakan salah satu gejala yang dialami oleh orang yang mengalami obesitas.

Kalangan yang lebih mempermasalahkan terjadinya obesitas yaitu kalangan remaja,


baik remaja putri maupun remaja putra. Menurut kalangan remaja terjadinya obesitas akan
menjadikan mereka terlihat kurang menarik bagi lawan jenisnya. Selain itu sekarang di
media-media sosial ataupun media massa memberikan tayangan serta berita jika tubuh yang
menark dan ideal adalah tubuh yang memiliki berat badan normal, sehingga mindset para
remaja semakin terdoktrin bahwa obesitas merupakan hal yang sangat memalukan. Tetapi
dalam segi kesehatan obesitas memang kurang baik karena dapat menyebabkan penyakit lain
timbul dalam tubuh.
Tidak sedikit remaja ataupun orang dewasa yang mengalami frustasi karena masalah obesitas.
Mereka sampai menggunakan obat-obatan atau ramuan diet untuk mengatasi obesitas yang
dialami. Bagi industri periklanan moment ini yang dijadikan trik untuk menarik para
konsumen bahwa obesitas menjadikan tidak percaya diri serta memiliki banyak risiko
penyakit. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami obesitas diantaranya
adalah sebagai berikut:

FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENINGKATKAN RESIKO OBESITAS

A. Gaya Hidup
Obesitas bisa terjadi dikarenakan gaya hidup seseorang, apalagi zaman
sekarang kemajuan teknologi telah berkembang pesat sehingga selain memberikan
dampak positif bagi kehidupan seseorang tetapi juga memberikan dampak negatif.
Teknologi yang canggih akan menjadikan orang malas-malasan karena semuanya
dapat dilakuakan dengan lebih mudah tanpa mengelurakan tenaga yang banyak
dengan mesin yang canggih. Misalnya dahulu ketika orang akan mencuci pakaian
seseorang harus mengeluarkan banyak tenaga untuk mengucek, mengambil air
sekarang dengan menggunakan mesin cuci maka seseorang tinggal memasukkan baju
kedalam mesin cuci dan memencet tombol yang ada di mesin cuci. Atau kemudahan
seperti akses internet ke hampir segala tempat dapat membuat orang lebih lama duduk
di depan layar ditambah dengan kebiasaan mengkonsumsi makanan ringan berkalori
tinggi sehingga menyebabkan pertambahan berat badan.
Teknologi yang canggih ini memang menjadika efisiensi waktu serta
kemudahan, tetapi disisi lain orang bisa terkena masalah obesitas jika tidak diimbangi
dengan aktifitas lain yang dapat membakar kalori serta lemak dalam tubuh. Asupan
tenaga serta gizi yang masuk kedalam tubuh lebih besar dibanding tenaga yang
digunakan untuk melakukan aktifitas sehingga seseorang akan mengalami obesitas.

B. Lingkungan
Lingkungan juga merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan
seseorang mengalami obesitas. Seseorang yang tumbuh dan berkembang di
lingkungan yang mempunyai pandangan bahwa kegemukan adalah simboldari
kemakmuran maka orang tersebut akan lebih menginginkan dirinya gemuk sehingga
kemungkinan kegemukan lebih mudah terjadi, selama tidak ada faktor lain atau faktor
eksternal yang mempengaruhi. Orang obesitas tidak akan mengalami masalah
psikologi yang berhubungan dengan kegemukan jika memang lingkugannya
mempunyai pandangan bahwa gemuk itu justru lebih baik.

C. Gender
Gender merupakan salah satu penyebab terjadinya obesitas. Wanita cenderung
lebih mudah mengalami obesitas dibanding dengan pria. Dalam urusan medis, pria
lebih tinggi tingkat metabolismenya dibanding dengan wanita. Pria lebih banyak
membutuhkan kalori pada tubuhnya sehingga tidak menjadi lemak dan daging.
Sementara wanita yang tidak sebanyak pria dalam membutuhkan kalori menjadikan
kalorinya menumpuk menjadi lemak dan daging sehingga terjadiya obesitas lebih
mudah. Wanita lebih sering dan banyak makan, artinya banyak energi dan zat-zat
yang masuk kedalam tubuh, tetapi tidak dikeluarkan dengan seimbang, pemasukan
lebih banyak daripada pengeluaran, sehingga ini yang menjadikan faktor kelebihan
berat badan

D. Genetik
Obesitas atau kegemukan bisa terjadi karena faktor genetik atau keturunan.
Maka tidak heran jika kita sering menjumpai jika orang tuanya gemuk maka anaknya
gemuk. Ternyata jumalah lemak yang ada pada tubuh anak salah satunya ditentukan
oleh besarnya lemak yang ada pada tubuh orang tuanya melalui faktor genetik.
Hal ini lebih berpengaruh ketika bayi sedang berada di kandungan ibu. Sang
ibu yang mengamali obesitas saat hamil maka unsur lemak ibu akan diturunkan
kepada bayi yang sedang dikandungnya. Maka saat bayi lahir unsur lemak yang ada
ditubuh bayi akan relatif sama besar dengan unsur lemak ibunya sehingga anak ketika
besar nanti juga lebih mudah mengalami resiko obesitas karena memang dari segi
genetik telah ada.

E. Penggunaan obat
Penggunaan obat medis juga merupakan salah satu penyebab terjadinya
obesitas. Ada beberapa obat yang mempunyai efek samping menambah nafsu makan,
sehingga orang akan makan lebih dari normalnya sehingga obesitas akan terjadi
dengan mudahnya serta tanpa disadari. Seperti :
1. Antidepresan : depresi menjadi salah satu penyebab bertambahnya berat badan
karena penderita lebih memilih untuk tidak aktif dan berdiam diri di rumah.
Namun obat-obatan untuk menangani depresi dapat menyebabkan berat tubuh
meningkat juga. Tapi ada juga sebagian penderita yang nafsu makannya kembali
karena suasana hatinya telah lebih baik dan bukan karena efek samping
antidepresan.
2. Steroid : kenaikan berat badan karena meningkatnya nafsu makan dapat menjadi
efek samping dari obat-obatan antiinflamasi non-steroid (OAINS) seperti
prednisolon. Orang yang mengkonsumsi steroid juga dapat mengalami perubahan
pada bagian tubuh tertentu yang menyimpan lemak seperti pada perut dan wajah.
3. Obat-obatan lain : obat-obatan lain juga dapat menyebabkan pertambahan bobot
tubuh, misalnya obat untuk menangani penyakit migran, tekanan darah tinggi,
diabetes, dan kejang-kejang. Begitu pula dengan obat-obatan antipsikotik yang
biasa digunakan untuk menangani gangguan bipolar dan skizofrenia.
DAFTAR PUSTAKA

halosehat.(2016,22maret).22 penyebab obesitas tubuh. Diperoleh 27 november 2017, dari


https://halosehat.com/penyakit/obesitas/penyebab-obesitas