Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Sumber Daya Manusia merupakan elemen yang sangat penting dalam pengelolaan suatu organisasi, maka diperlukan pengelolaan yang baik demi kelangsungan organisasi mencapai tujuan sesuai yang diharapkan. Kekuatan Sumber Daya Manusia dibentuk oleh sifat dan karakter yang melekat pada individu-individu serta lingkungan dimana ia berada. Dibentuk suatu organisasi tentunya mempunyai tujuan yang sudah ditetapkan dan merupakan kewajiban setiap anggota organisasi untuk mencapainya sebagaimana yang telah disepakati Bersama (Sutrisno, 2014:69). Hasil yang dicapai oleh organisasi berhubungan dengan kinerja pegawai yang ada di dalamnya. Pada dasarnya kesuksessan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh kemampuan seseorang dalam mengelola suber daya yang dimiliki, terutama terhadap pengelolaan sumber daya manusia. Dengan tingkat keahlian yang tinggi sesuai dengan bidang yang dibutuhkan, seseorang akan mampu menjalankan operasional perusahaan secara baik dan sesuai dengan rencana. Pengukuran kinerja organisasi perlu dilakukan dalam memastikan pemahaman para pelaksana dan mengukur pencapaian prestasi, memastikan tercapainya skema prestasi yang disepakati, memonitor dan mengevaluasi kinerja dengan perbandingan antara skema kerja dan pelaksanaan, memberikan penghargaan maupun hukuman yang obyektif atas prestasi pelaksanaan yang telah diukur sesuai sistem pengukuran yang telah disepakati, menjadikan sebagai alat komunikasi antara pegawai dan pimpinan dalam upaya memperbaiki kinerja organisasi, memastikan bahwa pengambilan keputusan dilakukan secara obyektif dan mengungkapkan permasalahan yang terjadi. Kinerja instansi pemerintahan sangat ditentukan oleh kinerja pegawai yang menjadi ujung tombak organisasi itu. Kesadaran para pegawai ataupun pimpinannya akan pengaruh positif budaya organisasi dan disiplin terhadap

1

2

produktivitas organisasi akan memberikan motivasi yang kuat untuk mempertahankan, memelihara, dan mengembangankan budaya organisasi dan disiplin kerja yang dimiliki, sehingga merupakan daya dorong yang kuat untuk kemajuan organisasi Bernardin dan Russell (2013:196). Berdasarkan hal tersebut, pengenalan, penciptaan dan pengembangan budaya organisasi dan disiplin kerja dalam suatu organisasi mutlak diperlukan dalam rangka membangun organisasi yang efektif dan efisien sesuai dengan visi dan misi yang telah ditentukan dan hendak dicapai oleh organisasi yang bersangkutan dalam hal ini, yaitu Dinas Pendidikan Kota Bandung. Pelatihan merupakan proses membantu tenaga kerja untuk memperoleh efektivitas dalam pekerjaan mereka yang sekarang atau yang akan datang melalui pengembangan kebiasaan tentang pikiran, tindakan, kecakapan, pengetahuan dan sikap yang layak. Dengan demikian diharapkan seluruh potensi yang dimiliki karyawan, yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap dapat ditingkatkan. Pelatihan mempunyai beberapa manfaat jangka Panjang yang membantu karyawan untuk dapat memiliki tanggung jawab yang lebih besar di waktu yang akan dating. Para karyawan harus dilatih dan dikembangkan di bidang tertentu untuk mengurangi dan menghilangkan kebiasaan kecil yang buruk atau untuk mempelajari keterampilan yang baru untuk meningkatkan prestasi kerja mereka. Terdapat berbagai perusahaan yang melakukan program pelatihan dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai, baik perusahaan manufaktur, industry maupun jasa.

Dinas Pendidikan merupakan unsur pelaksana pemerintahan daerah, dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada bupati melalui sekretaris daerah. Dinas Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang pendidikan dan perpustakaan. Daam menyelenggarakan tugas tersebut dinas Pendidikan mempunyai fungsi yaitu perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan, penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelaksanaan pelayanan umum di bidang pendidikan, pembinaan terhadap unit pelaksanaan teknis dinas di bidang

3

pendidikan. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Perkembangan situasi dan kondisi pemerintah saat ini yang mengalami perubahan membuat kinerja sumber daya aparatur pemerintah menjadi buruk yaitu dengan rendahnya kinerja instansi pemerintah termasuk Dinas Pendidikan. Persoalan kinerja inilah yang menjadi sumber kesinisan bagi masyarakat yang berurusan dengan birokrasi. Banyaknya keluhan yang didapat dari pengguna jasa yang menyatakan bahwa kinerja organisasi publik adalah suatu proses keterlambatan administrasi dan kurang efisien serta yang terlihat aparatur pemerintah, yaitu Pegawai Dinas Pendidikan yang tidak memiliki inisiatif dan tidak transparan karena berpatokan terhadap hal-hal yang tertulis, malas- malasan, takut kepada atasan, kurang disiplin sampai ketidak mampuannya dalam menjalankan tugas yang diberikan kepadanya. Dari hasil wawancara dengan pengelola badan kepegawaian Ibu Sulastri, S.pd di Dinas Pendidikan Kota Bandung, menyebutkan bahwa masalah yang berkaitan dengan indikator pengetahuan deklaratif, pengetahuan prosedural serta motivasi diantaranya kemampuan, keahlian, keinginan dan kapabilitas pegawai itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja pegawai. Hal ini diperkuat dengan teori dari Bernardin & Russell (2013:275) yang menyebutkan bahwa pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kinerja pegawai melalui peningkatan pengetahuan, keahlian, sikap dan tingkah laku pegawai. Selain itu, penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Elnaga dan Imran (2013) yang berjudul “The Effect of Training on Employee Performance” membuktikan bahwa pelatihan yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan pegawai mampu meningkatkan kinerja pegawai secara signifikan. Pelatihan yang dilakukan di Dinas Pendidikan Kota Bandung masih mempunyai kekurangan yang menyebabkan para pegawai tidak efektif dalam menjalankan pelatihan tersebut. Subjek dan materi pelatihan tidak bervariatif sehingga pegawai dinas pendidikan merasa bosan saat mengikuti pelatihan tersebut dan waktu yang kurang efisien dikarenakan waktu yang diberikan hanya sebentar sehingga pegawai kurang mengerti ketika penyampaian materi

4

disampaikan. Hal tersebut menyebabkan manfaat yang didapatkan oleh pegawai setelah mengikuti pelatihan tidak signifikan sehingga kinerja pegawai tidak mengalami peningkatan yang berarti. . Salah satu metode yang paling efektif untuk mengetahui kebutuhan pegawai adalah melalui disiplin kerja. Gomez – Meija (2012:482) menyatakan bahwa disiplin pegawai adalah peraturan yang digunakan oleh manajer atau perusahaan untuk mengkomunikasikan kepada pegawai agar berprilaku dan bekerja sesuai dengan etika. Namun, dari hasil wawancara kepada pegawai dinas pendidikan provinsi jawa barat, masih menunjukan adanya indikasi yang menyatakan disiplin kerja kurang efektif. Fenomena disiplin kerja pegawai di Dinas Pendidikan Kota Bandung menunjukkan bahwa banyaknya karyawan yang datang terlambat dan tidak masuk tanpa keterangan. Sehingga pelaksanaan kegiatan menjadi terhambat karena waktu yang sebelumnya ditentukan telah terbuang. Berdasarkan informasi yang didapat, jika pegawai telat masuk jam kerja maka akan dikenakan sanksi berupa potongan tunjangan. Hal ini dibuat untuk membuat semua pegawai di Dinas Pendidikan Kota Bandung agar mempunyai kedisplinan yang sesuai degan peraturan yang ada. Jika seorang karyawan tidak memiliki yang namanya disiplin kerja maka hal tersebut nantinya dapat berdampak kurang baik bagi perusahaan seperti buruknya kinerja karyawan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu agar dapat memberikan kepuasaan pelayanan kepada masyarakat diperlukan peningkatan kualitas sumber daya karyawan melalui pelatihan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia bagi karyawannya dan penanaman disiplin kerja yang baik untuk menunjang prestasi kerja karyawannya. Berdasarkan permasalahan yang terdapat di Dinas Pendidikan Kota Bandung , maka perlu melakukan upaya untuk dapat diatasi dengan baik, seperti membangun budaya organisasi yang lebih baik dan inovatif serta faktor kepemimpinan yang dapat membimbing pegawai dengan baik dan menciptakan suasana kerja yang lebih kondusif sangat perlu untuk dilakukan supaya

5

terciptanya kenyamanan dalam bekerja, membangkitkan peraturan dan sanksi yang tegas demi terciptanya disiplin yang tinggi. Dengan demikian maka penulis akan melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pelatihan Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Pendidikan Kota Bandung”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian diatas, peneliti mengidentifikasi masalah sebagai berikut:

  • 1. Bagaimana pelatihan kerja di Dinas Pendidikan Kota Bandung.

  • 2. Bagaimana disiplin kerja pegawai di Dinas Pendidikan Kota Bandung.

  • 3. Bagaimana kinerja pegawai di Dinas Pendidikan Kota Bandung.

    • 4. Apakah pengaruh pelatihan kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Pendidikan Kota Bandung.

    • 5. Apakah pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Pendidikan Kota Bandung.

    • 6. Apakah pengaruh pelatihan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Pendidikan Kota Bandung.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

Sehubungan dengan masalah yang telah diidentifikasikan dan keadaan yang

melatarbelakangi, maka maksud penelitian ini adalah:

  • 1. Untuk mengetahui pelatihan kerja di Dinas Pendidikan Kota Bandung.

  • 2. Untuk mengetahui disiplin kerja pegawai di Dinas Pendidikan Kota Bandung.

  • 3. Untuk mengetahui kinerja pegawai di Dinas Pendidikan Kota Bandung.

  • 4. Untuk mengetahui pengaruh pelatihan kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Pendidikan Kota Bandung.

  • 5. Untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Pendidikan Kota Bandung.

6

6.

Untuk mengetahui pengaruh pelatihan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Pendidikan Kota Bandung.

  • 1.4 Kegunaan Penelitian

Penulis mengharapkan penelitian ini dapat memberi hasil yang bermanfaat.

Sejalan dengan maksud dan tujuan diatas, hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi:

  • 1. Bagi Penulis Untuk menambah pengetahuan dan gambaran tentang praktikyang terjadi di perusahaan sehingga penulis dapat mengetahui pengetahuan teori yang telah didapat dari perkuliahan.

  • 2. Bagi Perusahaan Sebagai sumbangan pemikiran dan masukkan dalam mengembangkan kegiatan sumber daya manusia, serta sebagai bahan perbandingan kualitas kinerja perusahaan dengan perusahaan lain.

  • 3. Bagi Pihak Lain Sebagai bahan referensi bila menghadapi permasalahan yang serupa serta sebagai studi perbandingan, dan sebagai bahan masukkan bagi peneliti lain untuk mengadakan penelitian lebih lanjut dan dapat berguna sebagai bahan perbandungan atau acuan dalam pembuatan skripsi bagi pihak lain yang berkepentingan, yang turut berminat dalam penelitian lain yang menyangkut dan berhubungan dengan penelitian ini.

  • 1.5 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Dinas Pendidikan Kota Bandung Jl. Jend. Achmad Yani No 239 Telp: (022) 2620112 Sedangkan waktu penelitian dilakukan pada tanggal 15 Maret sampai dengan selesai.

7

PROPOSAL PENELITIAN

“Pengaruh Pelatihan Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Pendidikan Kota Bandung”

8

8 Disusun Oleh : Taufiq Faturrohman 021401244 Universitas Widyatama 2018 8

Disusun Oleh :

Taufiq Faturrohman

021401244

Universitas Widyatama

2018