Anda di halaman 1dari 4

AKUISISI DATA DENGAN METODE SEISMIK UNTUK MENGETAHUI KEADAAN

BAWAH PERMUKAAN DAERAH LAPANGAN LABORATORIUM FORENSIK


DENGAN INTERPRETASI SEIMIK REFLEKSI
Kevin CH Tobing, Raihan Fachri Natasya, Raditya Yudha, Bagoes Idcha Mawardi,
Shofi Iqtina Hawan, Raulia Reno Cahyaningtyas, Satriaji Wahyu W

Departemen Teknik Geofisika


Fakultas Teknik Sipil, Lingkungan dan Kebumian
Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Abstrak
Praktikum pengukuran metode Seismik telah dilakukan dengan tujuan memahami prinsip
kerja pengukuran metode Seismik dan Menguasai pengolahan data hasil pengukuran metode
Seismik. Akuisisi dilakukan dengan 3 line dengan masing-masing line sepanjang 138 meter,
dengan jarak antar geophone adalah 6 meter. Processing data seismik refraksi menggunakan
software EasyRefract. Pada pengolahan data seismik refraksi, data shot yang di-picking first
breaknya adalah shot 8, shot 26, shot 60, shot 88, dan shot 116. Shot-shot tersebut dipilih
karena kami anggap cukup merepresentasikan bagian awal, tengah, dan akhir bentangan.
dari akuisisi, processing, serta Interpretasi yang telah dilakukan yaitu pada daerah
pengukuran di dapat 2 lapisan dengan kedalaman 138 m. Lapisan pertama memiliki nilai
velocity 66.48 m/s sedangkan lapisan kedua nilai velocity nya yaitu 81.960 m/s. Berdasarkan
data Vp batuan, dapat ditentukan bahwa lapisan pertama merupakan lapisan top soil dan
lapisan kedua adalah lempung.

Kata Kunci : Seismik, Snellius, Refraksi


I. PENDAHULUAN ataupun pembiasan akibat munculnya
Geofisika adalah bagian dari ilmu bumi yang perbedaan kecepatan gelombang. Kemudian,
mempelajari bumi menggunakan kaidah atau pada jarak tertentu, gerakan partikel tersebut
prinsip-prinsip fisika. Di dalamnya termasuk direkam sebagai fungsi waktu. Berdasarkan
juga meteorologi, elektrisitas atmosferis dan data rekaman inilah dapat diperkirakan bentuk
fisika ionosfer. Penelitian geofisika untuk lapisan/struktur di dalam tanah.
mengetahui kondisi di bawah permukaan bumi
melibatkan pengukuran di atas permukaan II. DASAR TEORI
bumi dari parameter-parameter fisika yang Seismik Refraksi
dimiliki oleh batuan di dalam bumi. Dari Seismik refraksi merupakan salah satu
pengukuran ini dapat ditafsirkan bagaimana metode dari dua metode seismik. Prinsip
sifat-sifat dan kondisi di bawah permukaan metode seismik refraksi adalah penjalaran
bumi baik itu secara vertikal maupun horisontal. gelombang yang menggunakan hukum
Snellius. Hukum Snellius menjelaskan
Metode seismik merupakan salah satu mengenai penjalaran gelombang pada medium
bagian dari seismologi eksplorasi yang yang berbeda sehingga gelombang yang
dikelompokkan dalam metode geofisika aktif, diberikan akan terbiaskan karena ada
dimana pengukuran dilakukan dengan perbedaan rapat massa medium.
menggunakan sumber seismik (palu, ledakan, Metode seismik refraksi menerapkan waktu
dll). Setelah sumber diberikan, terjadi gerakan tiba pertama gelombang dalam
gelombang di dalam medium (tanah/batuan) perhitungannya. Gelombang P memiliki
yang memenuhi hukum-hukum elastisitas ke kecepatan lebih besar dibandingkan dengan
segala arah dan mengalami pemantulan kecepatan gelombang S sehingga waktu
datang gelombang P yang digunakan dalam yang ketinggiannya antara 25 – 50 m di atas
perhitungan. Gelombang seismik refraksi yang permukaan laut dan di wilayah Surabaya Barat
dapat terekam oleh receiver pada permukaan memiliki kontur tanah perbukitan yang
bumi hanyalah gelombang seismik refraksi bergelombang. Struktur tanah di Surabaya
yang merambat pada batas antar lapisan terdiri dari tanah aluvial, hasil endapan sungai
batuan. Sehingga dari tahap processing dan pantai, dan di bagian barat terdapat
nantinya didapat nilai nilai Vp setiap
perbukitan yang mengandung kapur tinggi.
lapisannya.

III. METODOLOGI
Akuisisi seismik dilaksanakan di Lapangan
Gedung Laboratorium Forensik, ITS pada
Minggu, 18 November 2018 pukul 07.00 –
19.00 WIB. Pada akuisisi data seismik ini
bentangannya yaitu 138 m dengan jarak antar
geophone 6 m dan jarak antar shoot yaitu 1 m.
Kelompok kami melakukan shoot sampai meter
ke – 123, karena pada saat itu kondisi hujan.
Pada daerah pengukuran tanahnya kering
berekah, dan sekitar meter ke 40 tanahnya
merupakan tumpukan rumput kering dan dekat
jalan raya

Gambar 2.1 Nilai Vp Batuan

Peta Geologi Regional Surabaya Gambar 3.1 Skema Akuisisi Seismik

Flowchart

Start

Pilih Shot

Gambar 2.2 Lokasi Akuisisi


Picking Trace
Kondisi geologi Kota Surabaya terdiri dari
Daratan Alluvium; Formasi Kabuh; Pucangan;
Lidah; Madura; dan Sonde. Sedangkan untuk Picking Velocity
wilayah perairan, Surabaya tidak berada pada
jalur sesar aktif ataupun berhadapan langsung
dengan samudera, sehingga relatif aman dari
bencana alam. Berdasarkan kondisi geologi Calculate
dan wilayah perairannya, Surabaya
dikategorikan ke dalam kawasan yang relatif
aman terhadap bencana gempa bumi maupun Interpretasi
tanah amblesan sehingga pembangunan
infrastruktur tidak memerlukan rekayasa
geoteknik yang dapat menelan biaya besar. %).
Di wilayah Surabaya Selatan terdapat 2 bukit End
landai yaitu di daerah Lidah dan Gayungan
IV. INTERPRETASI
Processing data seismik refraksi
menggunakan software EasyRefract. Pada
pengolahan data seismik refraksi, data shot
yang di-picking first breaknya adalah shot 8,
shot 26, shot 60, shot 88, dan shot 116. Shot-
shot tersebut dipilih karena kami anggap cukup Gambar 4.3 Grafik Velocity Function
merepresentasikan bagian awal, tengah, dan
akhir bentangan. Selain itu pada shot-shot
tersebut, noisenya sedikit dan menunjukkan
trend yang jelas.
First break sendiri merupakan
gelombang seismik yang pertama kali terekam
oleh geophone. Pada seismik refraksi,
parameter yang dihasilkan dari pengukuran
adalah jarak dan waktu. Melalui picking first
break akan didapat gradient dari kedua
parameter tersebut sehingga didapat Gambar 4.4 Grafik Time Depth Function
parameter baru berupa kecepatan.

Gambar 4.1 Picking Pada Lima Shot


terpilih Gambar 4.4 Morfologi refraktor bawah
permukaan

Pada panel morphology of refractors,


ditampilkan penampang bawah permukaan.
Penampang terdiri dari dua lapis. Dimana
kedalaman yang dicapai oleh gelombang
seismik adalah 138 meter. Lapisan pertama
memiliki Vp 66.48 m/s dan lapisan kedua
memiliki Vp 81.96 m/s. Berdasarkan data Vp
batuan, dapat ditentukan bahwa lapisan
pertama merupakan lapisan top soil dan
lapisan kedua adalah lempung.
Gambar 4.2 Time Curve hasil picking pada
kelima shot
V. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari akuisisi,
processing, serta Interpretasi yang telah
dilakukan yaitu pada daerah pengukuran di
dapat 2 lapisan dengan kedalaman 138 m.
Lapisan pertama memiliki nilai velocity 66.48
m/s sedangkan lapisan kedua nilai velocity nya
yaitu 81.960 m/s. Berdasarkan data Vp batuan,
dapat ditentukan bahwa lapisan pertama
merupakan lapisan top soil dan lapisan kedua
adalah lempung.

DAFTAR PUSTAKA
Telford, dkk. 1990. “Applied Geophysics”.
Cambridge University Press
Sigit Sukmono. 1999. “Interpretasi Seismik
Refleksi”. Jurusan Teknik Geofisika,
Institut Teknologi Bandung