Anda di halaman 1dari 7

LANDASAN TEORI

Ligan polidentat dengan donor atom yang berbeda seperti -OH, -MI-,

=C=O menarik untuk dipelajari karena adanya beberapa kemungkinan

struktur kompleks yang terjadi Misalnya gugus karbonil (GO) bersama

dengan gugus hidroksamat terkoordinasi pada ion pusat cu2' terjadi pada

kompleks [Cu(Hsha)~2 H2OI (Gambar I ) yang ditandai oleh adanya

pergeseran serapan gugus C=O sekitar 20 cm (Rahardjo, 2007).

Dalam kimia, dikenal istilah analisis. Analisis terbagi atas analisis

kualitatif, analisis kuantitatif, dan analisis struktur. Analisis kualitatif

merupkan analisis untuk melakuka identifikasi elemen, species, dan/atau

senyawa-senyawa yang ada di dalam sampel. Dengan kata lain, analisis

kualitatif berkaitan dengan cara untuk mengetahui ada atau tidaknya suatsuatu

analityang dijtju dalamsuatu sampel. Sedangkan ujiakuantitatif merupakan

analisis untuk menentuksn jumlh atau kadar absout, baik minimum atau abslut

satu elemen atau spesies yang ada dalam sampek. Ada pula analisis struktur
yang merupakan penentuan ruaf atau letak atom dalam suatu elemen ata

molekul (Gandjar,dkk, 2007).

Dalam percobaan ini,menggunakan metode analisis kualitatif. Analisis

kualitatif ini ditandai dengan perubahan warna, bau, dan adanya endapan atau

tidak. Beberapa gejala tersebut berkaitan dengan beberapa sifat obat seperti

kelaruta, kepolaran senyawa, dan lain-lain. Kelarutan obat sebagian besar

disebabkan oleh polaritas suatu pelarut, yaitu oleh dipol momennya. Pelarut

polar melarutakan zat terlarut ionik dan zat polar lain. Sesuai dengan itu, air

bercampur dengan alkohol dalam segala perbandingan dan melarutkan gula

dan senyawa polihidroksi yang lain. Air melarutkan fenol, alkohol, aldehida,

keton, amina dan sneyawa lain yang mengandung oksigen dan nitrogen, yang

dapat membentuk ikatan hidrogen dalam air (Marti,dkk,1990).

Sedangkan aksi pelarut dari cairan nonpolar, seperti hidrokarbon

berbeda dengan zat polar. Pelarut nonpolar tidak dapat mengurangi gaya tarik-

menarik antara ion-ion elektrolit kuat dan lemah, karena tetapan dielektrik

pelarutnya yang rendah. Pelarut juga tidak dapat memecahkan ikatan kovalen

dan eektrolit yang berionisasi lemah karena pelarut nonpolar termasuk dalam

golongan pelarut aprotik (Martin,dkk,1990).

Dikenal juga istilah semipolar. Pelarut semi polar, seperti keton dan

alkohol dapat menginduksi suatu derajad polaritas tertentudalam molekul


pelarut nonpolar sehingga dapat larut dalam alkohol, contohnya benzena yang

mudah dapat dipolaritaskan. Kenyataannya, senyawa semipolar dapat


bertindak sebagai pelarut perantara yang dapat menyebabkan bercampurnya

cairan polar dan nonpolar. Sesuai dengan itu, aseton menaikkan kelarutan eter

dalam air (Martin,dkk,1990).

Dalam percobaan beberapa bahan yang diuji antara lain asam salisilat,

glukosa, NaCl, dan beberapa pelarut seperti aseton, heksana, metanol, dan air.

Untuk asam salisilat mengandung tidak kurang dari 99,5% dan tidak lebih dari

101,0% C7H6O3 dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. Pemeriannya

berupa hablur putih, biasanya berbentuk jarum halus atau serbuk hablur alus

putih; rasa agak manis, tajam, dan stabil di udara. Bentuk sitetis warna putih

dan tidak berbau. Jika dibuat dari metil salisilat alami dapat berwarna

kekuningan atau merah jambu dan berbau lemah mirip mentol. Asam salislat

bersifat sukar larut dalam air dan salam benzena., mudah larut dalam etanol

dan dalam eter, larut dalam air mendidih, dan agak sukar larut dalam

kloroform (Anonim,1995).

Salah satu turunan asam salislat adalah asam askardat yang tersubttusi

pada atom C nomor 6 dengan rantai samping C15 baik jenuh maupun tidak
jenuh dengan satu sampai tiga ikatan rangkap serta dalam jumlah kecil

terdapat C13dan C17. Uji asam askardat hasil isolasi dengan pereaksi FeCl3

dalam etanol memberikan adanya inti salisilat pada asam askardat

(Kresnamurti,2008).
Glukosa bersifat larut dalam air, sangat mudah larut dalam air

mendidih, larut dalam etanol mendidih, sukar larut dalam etanol. Aseton

mengandung tidak kurang dari 99,0% C3H6O, dihitung terhadap zat anhidrat.

Pemeriannya berupa cairan transparan, tidak berwarna, mudah menguap,

berbau khas. Bersifat dapat bercampur dengan air, dengan etanol, dengan eter

dan dengan kloroform (Anonim1995).


DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1995, Farmakope Indonesia Edisi IV, Departemen Kesehatan Indonesia,

Jakarta.

Gandjar, Ibnu Gholib, 2007, Kimia Farmasi Anaisis, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Kresnamurti, Angelica, dkk, 2008, Perbandingan Uji Sitotoksik Asam Askardat

dan Asam Anakardat Jenuh dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test,

uarnal Obat Bahan Alam, Vol.7, No.1, Hal.98-107.

, Alfred, dkk, 1990, Farmasi Fisik. Dasar-dasar Farmasi Fisik Dalam Ilmu

Farmasetik, Universitas Indonesia Press, Jakarta.

, Sentot Budi, dkk, 2007, Sintesis dan Krakteristik Kompleks Tetraparasetamol

Tembaga (II) Nitrat Trihidrat, I. Alchemy, Vol.6, No.1, Hal.28-35.