Anda di halaman 1dari 1

Sikap, Nilai, dan Opini

Nilai dan opini sangat berkaitan dengan sikap. Kedua konsep ini pun seringkali
digunakan dalam definisi-definisi mengenai sikap. Opini adalah pernyataan sikap yang sangat
spesifik atau sikap dalam arti yang lebih sempit. Opini terbentuk didasari oleh sikap yang
sudah mapan, namun opini lebih bersifat situasional dan temporer.
Nilai merupakan disposisi yang lebih luas dan sifatnya lebih mendasar. Nilai
mengakar lebih dalam sehingga lebih stabil daripada sikap individu dan dianggap sebagai
bagian dari kepribadian individu. Kepribadian individu ini kemudian dapat mewarnai
kepribadian kelompok atau bangsa.
Dapat disimpulkan bahwa nilai bersifat lebih mendasar dan stabil sebagai bagian dari
ciri kepribadian, sikap bersifat evaluatif dan berakar pada nilai yang dianut, sedangkan opini
merupakan sikap yang lebih spesifik dan sangat situasional.

Perilaku Manusia

Pada pembahasan mengenai hubungan sikap dan perilaku, bentuk-bentuk perilaku


instingtif dan beberapa bentuk perilaku abnormal baik itu yang dilakukan oleh penderita
abnormalitas ataupun yang berada dalam pengaruh obat-obatan tidak dibicarakan. Sikap
selalu dikaitkan dengan perilaku yang berada dalam batas kewajaran dan kenormalan yang
merupakan respon terhadap stimulus lingkungan sosial.
Karakteristik reaksi perilaku manusia yang menarik salah satunya adalah sifat
diferensial, yaitu satu stimulus dapat menghasilkan respon yang berbeda, dan beberapa
stimulus dapat menghasilkan satu respon yang sama.

Kurt Lewin merumuskan suatu rumus, yaitu B = f(P,E). Ini merupakan model
hubungan perilaku yang mengatakan bahwa perilaku (B) adalah fungsi karakteristik individu
(P) dan lingkungan (E). Karakteristik individu seperti nilai, kepribadian, dan sikap saling
berinteraksi satu sama lain dan kemudian berinteraksi juga dengan faktor lingkungan dalam
menentukan perilaku.