Anda di halaman 1dari 4

BUSINES PLAN PERUSAHAAN BERAS

KABUPATEN BANTUL
KABUPATEN BANTUL

Data Pertanian di Kabupaten Bantul (2006)


Produksi padi sawah = 145.105 ton
Luas tanah sawah = 24.465, 5 Ha
Produktivitas sawah = 5,931 ton/Ha
Luas sawah/kk = 600 m2
= 0,356 ton/kk/panen

Perusahaan atau Jaringan Kube yang akan


didirikan
Jumlah kk/perusahaan = 60 – 66 kk =
24 ton/panen (gabah basah)
Seluruh kabupaten Bantul
= (145.105 + 545)/24
= 6.068 perusahaan (jaringan kube)

PERUSAHAAN JARINGAN KUBE PETANI

Saat ini, petani dalam rantai suplai bisnis mendapatkan added-value terendah,
sedangkan pedagang perantara mendapatkan added-value lebih tinggi dengan usaha
ringan, membuat jaringan rantai suplai bisnis dirugikan, tidak efisien. Dengan
perusahaan jaringan KUBE petani, petani dibimbing agar mampu melakukan i)
pengeringan gabah dengan tambahan “product differentiation”, ii) pengendalian
kualitas, iii) penggilingan gabah, iv) packaging, v) branding, menguasai vi) jaringan
distribusi dan logistik, vii) trampil dalam pemasaran, maka petani akan setangguh
“pengusaha besar”.
Jaringan rantai suplai bisnis kemudian menjadi efisien, petani mendapat untuk
maksimal, dan bahkan bisa menjual produk lebih murah kepada costumer. Petani akan
makin kuat dengan bantuan kepemilikan super-market yang mereka kelola sendiri.

FASILITAS PENGERING GABAH & PENGGILINGAN


Cost pengering = Rp 30 jt, Bangunan Mesin = Rp 10 jt, Mesin Giling Rp 40 jt
Investasi Fasilitas Pengering Penggiling = Rp 80 jt.
Kemampuan Fasilitas
= 1.600 kg (gabah basah)/(2x24 jam) = 1.000 kg (beras kering)/(2x24 jam)
Biaya Teknis = Rp 350.000/1.000 kg x 24 ton
= Rp 8,4 jt/th
Gaji Tenaga = 10 bulan/th x 30 x 25 rb (pekerjaan ringan) = Rp 7.5 jt/th

Halaman 1
UTILITAS, INVESTASI DAN
ANGSURAN FASILITAS
Utilisasi Fasilitas / persh = 24 ton (2x24 jam)/1,6 ton = 30 hari/prsh
1 Fasilitas = bekerja 10 bl/th = bisa dipakai 10 perusahaan
Investasi Awal / persh = 80 / 10 = Rp 8. jt/ persh

Angsuran = lunas 4 panen


Angsuran investasi awal / persh / per panan= Rp 2 jt /persh / panen

PERHITUNGAN BIAYA, AKUMULASI PROFIT PERUSAHAAN

1. Pembelian gabah petani = 1,6 x 15.000 x Rp 1.800 = Rp 43,2 jt / panen


2. Pengeluaran teknis = Rp 8,4 jt / th
3. Gaji tenaga = Rp. 7,9 jt / th
4. Angsuran Investasi = Rp 2 jt / panen
5. Penjualan beras kering = 15.000 x Rp 4.900 = Rp 73,5 jt / panen

Halaman 2
Tabel 1. Hasil Profit yang dikumpulkan / perusahaan ( 60 kk) dari panen ke panen

Pembelian Gabah Petani Akumulasi Profit Produk Beras


Panen 1 Rp 43,2 juta Rp 12,4 juta 24 ton
Panen 2 Rp 55,8 juta Rp 33,6 juta 31 ton
Panen 3 Rp 63,0 juta Rp 59,9 juta 35 ton
Panen 4 Rp 63,0 juta Rp 86,2 juta 35 ton
Panen 5 Rp 63,0 juta Rp 112 juta 35 ton
Panen 6 Rp 63,0 juta Rp 138 juta 35 ton
Panen 7 Rp 63,0 juta Rp 165 juta 35 ton

AKUMULASI PERTUMBUHAN PROFIT (RUPIAH)


180,000,000.0
160,000,000.0
140,000,000.0
120,000,000.0
100,000,000.0
80,000,000.0
60,000,000.0
40,000,000.0
20,000,000.0
0.0
0 2 4 6 8
PANEN KE

MODEL – 3 OPTIMIS TINGKAT KABUPATEN BANTUL


1. Setiap perusahaan, profit perusahaan tumbuh seperti pada Tabel 1.
2. Dibuat duplikasi di seluruh Kabupaten Bantul yang tumbuh seperti
reaksi bercabang berantai, berlangsung cepat
3. Tidak semua Perusahaan ( Jaringan KUBE) bisa tumbuh terus,
diperkirakan hanya tumbuh 80 persen (optimis).
4. Pertumbuhan jumlah perusahaan dan produksi beras Kabupaten
Bantul seperti pada Tabel 2.
Tabel 2. CHAIN BRANCHING REACTION ( seluruh kabupaten Bantul)
PANEN KE 1 2 3 4 5 6 7 8
dibuat 1 5 25 125 625
JUMLAH 1 4 16 64 128 256 512 1024
PERUSAHAAN
Produksi 30 120 480 2.010 3.840 7.680 15.360 30.000
Beras (ton)

Halaman 3
Akumulasi Pertumbuhan profit yang diperoleh oleh perusahaan-perusahaan beras
milik rakyat di Kabupaten Bantul di tampilkan dalam Gambar 2.
AKUMULASI PERTUMBUHAN PROFIT (RUPIAH)
800,000,000,000.0
PENGELUARAN
700,000,000,000.0 BIAYA
600,000,000,000.0 PEMERINTAH
500,000,000,000.0
400,000,000,000.0
300,000,000,000.0
200,000,000,000.0
100,000,000,000.0

0.0
-100,000,000,000.0 0 2 4 6 8 10 12 14

PANEN KE
.,M
Gambar 2. Kekuatan pertumbuhan ekonomi rakyat, tercermin dalam akumulasi
pertumbuhan profit perusahaan-perusahaan beras milik rakyat se Kabupaten
Bantul yang mencapai ukuran Ratusan Milyar Rupiah sejak panen ke 6.

MODEL PERTUMBUHAN MULTI-PROPINSI


1. Pertumbuhan perusahaan beras di Kabupaten Bantul di duplikasi di 3
kabupaten DIY dan 4 propinsi, yaitu JATENG, LAMPUNG, NTB dan
SUL-SEL
2. Kemudian Pertumbuhan perusahaan beras di propinsi JATENG,
LAMPUNG, NTB dan SUL-SEL, secara bertahap masing-masing di
duplikasi di dua, kemudian dua dan dua kabupaten.
3. Pertumbuhan melambat karena duplikasi dilakukan perlahan
4. Pertumbuhan akumulasi profit dari seluruh ke 5 propinsi seperti di
tampilkan pada Gambar 4.
NILAI TAMBAH DLM MILYAR RP

8,000.0000
7,000.0000
6,000.0000
5,000.0000
4,000.0000
3,000.0000
2,000.0000
1,000.0000
0.0000
0 2 4 6 8 10
PANEN BERAS KE

Gambar 4. Pertumbuhan akumulasi profit dari seluruh ke 5 propinsi

Halaman 4