Anda di halaman 1dari 8

HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

Dosen pengajar :
ARIF NASRULLAH
Disusun oleh : kelompok 5
BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia
yang dalampenerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak
kebebasan yang terkaitdengan interaksinya antara individu atau dengan
instansi. Hak juga merupakan sesuatu yangharus diperoleh. Masalah HAM
adalah sesuatu hal yang sering kali dibicarakan dan dibahasterutama dalam era
reformasi ini. HAM lebih dijunjung tinggi dan lebih diperhatikan dalam
erareformasi dari pada era sebelum reformasi. Perlu diingat bahwa dalam hal
pemenuhan hak, kitahidup tidak sendiri dan kita hidup bersosialisasi dengan
orang lain. Jangan sampai kitamelakukan pelanggaran HAM terhadap orang lain
dalam usaha perolehan atau pemenuhanHAM pada diri kita sendiri. Dalam hal
ini penulis merasa tertarik untuk membuat makalah
tentang HAM. Maka dengan ini penulis mengambil judul “Hak Asasi Manusia”.

B.Rumusan Masalah
Masalah-masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai
berikut :
 Pengertian HAM
 Perbedaan konsep HAM dalam Islam dan Barat
 Prinsip HAM dalam Islam
 Hak Allah dan Hak manusia

BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian Hak Asasi Manusia

HAM / Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap
manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat
diganggu gugat siapa pun. Sebagai warga negara yang baik kita mesti
menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia tanpa membeda-bedakan status,
golongan, keturunan, jabatan, dan lain sebagainya.

Melanggar HAM seseorang bertentangan dengan hukum yang berlaku di


Indonesia. Hak asasi manusia memiliki wadah organisasi yang mengurus
permasalahan seputar hak asasi manusia yaitu Komnas HAM. Kasus pelanggaran
ham di Indonesia memang masih banyak yang belum terselesaikan / tuntas
sehingga diharapkan perkembangan dunia ham di Indonesia dapat terwujud ke
arah yang lebih baik. Salah satu tokoh ham di Indonesia adalah Munir yang
tewas dibunuh di atas pesawat udara saat menuju Belanda dari Indonesia.

B.Perbedaan Konsep HAM dalam Islam dan Barat

Perbedaan pandangan tentang Hak Asasi Manusia versi Islam dan versi
Barat yaitu adanya perbedaan-perbedaan yang mendasar antara konsep HAM
dalam Islam dan konsep HAM dalam Barat. HAM dalam Islam didasarkan pada
premis bahwa aktivitas manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi. Sedangkan
dalam dunia Barat,percaya bahwa pola tingkah laku hanya ditentukan oleh
hukum-hukum negara atau sejumlah otoritas yang mencukupi untuk
tercapainya aturan-aturan publik yang aman.

perbedaan yang mendasar juga terlihat dari cara memandang terhadap HAM
itu sendiri. Di Barat, perhatian kepada individu-individu timbul dari pandangan
yang bersifat anthroposentris, dimana manusia merupakan ukuran terhadap
gejala tertentu. Sedangkan Islam, menganut pandangan yang bersifat
theosentris, yaitu Tuhan Yang Maha Tinggi dan manusia hanya untuk mengabdi
kepada-Nya. Berdasarkan atas pandangan yang bersifat anthroposentris
tersebut, maka nilai-nilai utama dari kebudayaan Barat seperti demokrasi,
institusi sosial dan kesejahteraan ekonomi sebagai perangkat yang mendukung
tegaknya HAM itu berorientasi kepada penghargaan terhadap manusia. Dengan
kata lain manusia menjadi akhir dari pelaksanaan HAM tersebut.

HAM menurut versi Barat hanya melihat dari sisi larangan negara
menyentuh hak-hak. Hak asasi dalam pandangan barat tidak dengan sendirinya
mengharuskan negara memberi jaminan keamanan atau pendidikan, dan lain
sebagainya. Akan tetapi untuk membendung pengaruh Sosialisme dan
Komunisme, partai-partai politik di Barat mendesak agar negara ikut campur-
tangan dalam memberi jaminan hak-hak asasi seperti untuk bekerja dan
jaminan sosial.

Berbeda dengan konsep barat, HAM menurut versi Islam, seluruh hak
merupakan kewajiban bagi negara maupun individu yang tidak boleh diabaikan.
Sebagai contoh, negara berkewajiban menjamin perlindungan sosial bagi setiap
individu tanpa ada perbedaan jenis kelamin, tidak juga perbedaan muslim dan
non-muslim. Islam tidak hanya menjadikan itu kewajiban negara, melainkan
negara diperintahkan untuk berperang demi melindungi hak-hak ini. Negara
juga menjamin tidak ada pelanggaran terhadap hak-hak ini dari pihak individu.
Pemerintah mempunyai tugas sosial yang apabila tidak dilaksanakan berarti
tidak berhak untuk tetap memerintah.

C.Prinsip HAM dalam Islam

Prinsip-prinsip HAM tercantum dalam Universal Declaration of Human


Rights dilukiskan dalam berbagai ayat. Apabila prinsip-prinsip human rights yang
terdapat dalam Universal Declaration of Human Rights dibandingkan dengan
HAM yang terdapat dalam ajaran Islam, maka dalam al-Qur’an dan al-Sunnah
akan dijumpai antara lain sbb :

a. Prinsip Martabat Manusia.


Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa manusia mempunyai kedudukan atau
martabat yang tinggi. Kemudian martabat yang dimiliki manusia itu sama sekali
tidak ada pada makhluk lain. martabat yang tinggi yang telah dianugerahkan
Allah kepada manusia, pada hakekatnya merupakan fitrah yang tidak dipisahkan
pada diri manusia.
b. Prinsip Persamaan.
Pada dasarnya semua manusia sama, karena semuanya adalah hamba Allah.
Hanya satu kriteria yang dapat membuat seseorang tinggi derajatnya dari yang
lain, yakni ketakwaannya.
c. Prinsip Kebebasan Menyatakan Pendapat
Al-Qur’an memerintahkan kepada manusia agar berani menggunakan akal
pikiran mereka terutama untuk menyatakan pendapat mereka yang benar. Oleh
karena itu, setiap manusia sesuai dengan martabat dan fitrahnya sebagai
makhluk yang berpikir mempunyai hak untuk menyatakan pendapatnya dengan
bebas, asal tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam dan dapat
dipertanggung jawabkan.
f. Prinsip Kebebasan Beragama
Prinsip kebebasan beragama ini dengan jelas disebutkan dalam QS. (al-Baqarah-
256) :
Artinya : “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (islam) : sesungguhnya
telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang
siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka
sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak
akan putus. Dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui”.
Prinsip ini mengandung makna bahwa manusia sepenuhnya mempunyai
kebebasan unutk menganut suatu keyakinan atau akidah agama yang
disenanginya.
g. Prinsip Hak Atas Jaminan Sosial
Didalam al-Qur’an banyak dijumpai ayat-ayat yang menjamin tingkat dan
kualitas hidup minimum bagi seluruh masyarakat. Ajaran tersebut antara lain
adalah kehidupan fakir miskin harus diperhatikan oleh masyarakat, terutama
oleh mereka yang punya kekayaan tidak boleh dinikmati dan hanya berputar
diantara orang-orang kaya saja.Jaminan sosial itu harus diberikan, sekurang-
kurangnya kepada mereka yang fakir miskin atau pihak-pihak yang berhak atas
jaminan sosial.

h . Prinsip Hak Atas Harta Benda


Dalam hukum islam, hak memiliki seseorang sangat dijunjung tinggi. Sesuai
dengan harkat dan martabat, jaminan dan perlindungan terhadap milik
seseorang merupakan kewajiban penguasa. Oleh karena itu, siapa pun juga
bahkan penguasa sekali pun, tidak diperbolehkan merampas hak milik orang
lain, kecuali untuk kepentingan umum.

D.Hak Allah dan Hak Manusia

1. Hak Allah Ta’ala dinamakan hak umum.


Yang dimaksud hak Allah adalah segala sesuatu yang dikehendaki dengannya
untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala, mengagungkanNya, dan
menegakkan syiar-syiar agama-Nya, dengannya kepastian manfaat yang umum
bukan dikhususkan pada seseorang dan hak ini dinisbatkan kepada hak Allah
karena keagungan kedudukannya dan kandungan manfaatnya. Hak Allah
meliputi beriman kepada Allah ‘azza wa jalla, shalat, puasa, zakat, haji, jihad,
menegakkan hukum had, kafarat dll.

2. Hak hamba secara murni atau hak manusia


Yang dimaksud dengan hak hamba secara murni adalah segala sesuatu yang
berhubungan dengan kemaslahatan manusia . Hak hamba secara murni
meliputi hak-hak harta.

Al Syeh Muhammad Abu Zahrah berkata: hak-hak hamba secara murni


seperti utang piutang, kepemilikan, hak waris dll dari apa yang berhubungan
dengan harta benda, dalam hal perpindahan suatu hak maupun tetapnya suatu
hak. Melewati atau melanggar atas hak hamba hukumnya adalah “aniaya”.
Allah tidak mau menerima tobat seorang hamba yang telah memakan hak dari
hak hamba kecuali apabila dia membayarnya atau pemiliknya
menggugurkannya atau memaafkannya.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.organisasi.org/1970/01/pengertian-macam-dan-jenis-hak-asasi-
manusia-ham-yang-berlaku-umum-global-pelajaran-ilmu-ppkn-pmp-
indonesia.html