Anda di halaman 1dari 21

MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN MATEMATIKA TOPIK

METODE PENELITIAN KUALITATIF

MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN MATEMATIKA TOPIK METODE PENELITIAN KUALITATIF Oleh : R E F L

Oleh :

R E F L E S (NIM : 1810246525)

Dosen Pengampu : Dr. Atma Murni, M.Pd

PROGRAM STUDI PASCASARJANA PENDIDIKAN MATEMATIKA

FKIP UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU

2018

KATA

PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam selalu tercurahkan buat Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga-nya, sahabat-sahabat-nya dan kita selaku pengikutnya yang istiqomah sampai akhir zaman. Makalah ini penulis beri judul “ Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kualitatif” bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai penelitian yang cocok diteliti dengan kedua bentuk penelitian tersebut, dan jangan sampai memilih menggunakan metode kualitatif hanya karena tidak tahu atau tidak senang menggunakan statistik. Makalah ini disusun secara sederhana dan dikembangkan dengan situasi yang nyata berdasarkan sumber-sumber yang ada. Dengan kesederhanaan itu diharapkan dapat membantu pembaca memahami makalah penulis ini dengan baik. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, hal ini karena penulis dalam tahap pembelajaran. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, demi perbaikan dalam makalah ini dalam waktu yang akan datang. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca demi menambah pengetahuan, terutama bagi penulis khususnya. Akhir kata penulis sampaikan terima kasih semoga Allah Swt senantiasa meridhoi segala usaha kita. Aamiin

Pekanbaru,

September 2018

Penulis

HALAMAN JUDUL

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………… .. DAFTAR ISI…………………………………………………………….

BAB I PENDAHULUAN

  • A. Latar Belakang………………………………………………….

  • B. Tujuan………………………………………………………… ..

  • C. Manfaat…………………………………………………………

BAB II PEMBAHASAN

  • A. Pengertian Metode Penelitian………………………………… ...

  • B. Pengertian Metode Penelitian Kualitatif……………………… ..

  • C. Fungsi dan Pemanfaatan Metode Penelitian Kualitatif…………

  • D. Karakteristik Metode Penelitian Kualitatif…………………… ..

  • E. Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Penelitian Kuantitatif…….

  • F. Teknik Pengumpulan Populasi dan Sampel…………………….

  • G. Teknik Pengumpulan Data…………………………………… ...

BAB III PENUTUP

  • A. Kesimpulan…………………………………………………… ...

Daftar Pustaka

BAB I PENDAHULUAN

  • A. LATAR BELAKANG

Fondasi dapat berarti dasar-dasar, dan dalam buku lainnya biasa dinamakan pendahuluan. Namun pendahuluan tidak menggambarkan isi yang diuraikan. Karena itu, bab ini dinamakan fondasi. Bagi mereka yang mau berbuat dalam

kegiatan penelitian, bagi dosen atau mahasiswa penelitian kualitatif karena, rasa ingin tahu merupakan sifat dasar manusia yang tidak bisa dihilangkan. Karena hal tersebut merupakan salah satu anugrah tertinggi Allah SWT yang disebut “akal- pikiran”. Akal pikiran inilah yang akhirnya menghasilkan banyak pertanyaan di

dalam diri manusia terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di dunia ini dan dengan akal pikiran inilah juga manusia menemukan solusi atas permasalahan-permasalahan yang timbul. Selain itu manusia juga memperoleh pengetahuan melalui dua fase, yaitu fase pemberitahuan dan fase pengalaman (Burhan Bungin, 2017). Sehubungan dengan hal tersebut, bab ini berusaha memberikan pengenalan terhadap konsep penelitian kualitatif, baik dilihat dari segi konsep itu sendiri, ciri- cirinya, maupun teoritis yang melatar belakanginya. Untuk itu, bab ini berturut-turut membahas konsep dasar penelitian kualitatif, karakteristik penelitian kualitatif, dasar teoritis penelitian kualitatif, perbedaan penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif. Penelitian (research) merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi secara ilmiah, menggunakan cara berpikir reflektif, berpikir keilmuan dengan prosedur yang sesuai dengan tujuan dan sifat penyelidikan (Muri Yusuf, 2014). Berangkat dari pemahaman di atas, pada makalah ini akan dibahas tentang penelitian ilmiah kualitatif. Sedangkan pembahasan tentang penelitian secara awam atau non ilmiah tidak lagi dibicarakan.

4

4

  • B. TUJUAN

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas kuliah pascasarjana pendidikan matematika dalam mata kuliah Metodologi Pendidikan di bawah bimbingan Dr. Atma Murni, M.Pd. Disamping itu, makalah ini bertujuan melatih dan menambah wawasan penulis dalam mendalami metodologi penelitian sehingga dalam penyusunan tesis kelak penulis dapat mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari ini.

  • C. MANFAAT Pada makalah ini, penulis membahas salah satu tentang metode penelitian

khususnya metode penelitian kuantitatif yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dalam menambah wawasan dan pengetahuannya. Terkhusus bagi penulis, makalah ini memberikan manfaat tersendiri yang menciptakan proses belajar yang kontinu sehingga menambah wawasan keilmuan penulis dalam bidang metode penelitian.

BAB II PEMBAHASAN

  • A. PENGERTIAN METODE PENELITIAN

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan, dan

kegunaan (Sugiyono, 2007). Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Menurut Nazir (2005) penelitian adalah terjemahan dari kata Inggris reseacrh yang berarti mencacari dengan arti sebenarnya adalah mencari kembali. Secara jelasnya penelitian merupakan usaha untuk menemukan, mengembangkan dan melakukan verifikasi terhadap kebenaran suatu peristiwa atau suatu pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah (Saepul Hamdi, E. Bahrudin, 2014). Metode penelitian membicarakan bagaimana secara berurut suatu penelitian dilakukan,

yaitu dengan alat apa dan prosedur bagaimana suatu penelitian dilakukan. Selanjutnya di dalam bukunya, Saepul Hamdi, dan E. Bahrudin (2014) mengatakan bahwa; Moh. Nazir (2005) mengelompokkan metode penelitian dalam kelompok umum, yaitu :

  • 1. Metode historis

  • 2. Metode deskripsi/survei

  • 3. Metode eksperimental

  • 4. Metode grounded research

  • 5. Metode penelitian tindakan

Menurut E.G. Carminas, dan R.A. Zeller (2006) penelitian dibagi menjadi 2

bagian ditinjau dari pengukuran dan analisis data penelitian, yaitu: (1) Penelitian Kuantitatif; (2) Penelitian Kualitatif (Mamang Sangadji dan Sopiah, 2010). Khususnya akan dibahas tentang penelitian kualitatif.

  • B. PENGERTIAN METODE PENELITIAN KUALITATIF Istilah penelitian kualitatif menurut Kirk dan Miller yang dikutif oleh

  • J. Moleong (2007) pada mulanya bersumber pada pengamatan kualitatif yang

dipertentangkan dengan pengamatan kuantitatif. Pengamatan kuantitatif melibatkan pengukuran tingkat suatu ciri tertentu. Untuk menemukan sesuatu dalam pengamatan, pengamatan harus mengetahui apa ya1ng terjadi ciri sesuatu itu. Untuk itu pengamat mulai mencatat atau menghitung dari satu, dua, tiga dan seterusnya. Kemudian peneliti menyatakan bahwa penelitian kuantitatif mencakup setiap jenis penelitian yang didasarkan atas perhitungan persentase, rata-rata, chi kuadrat, dan perhitungan statistik lainnya. Dengan kata lain, penelitian kuantitatif

melibatkan diri pada perhitungan atau angka atau kuantitas. Penulis buku Denzim dan Lincoln yang dikutif oleh J. Moleong (2007) Metode penelitian kualitatif ini muncul karena terjadi perubahan paradigma dalam memandang suatu realitas/fenomena/gejala. Dalam paradigma ini realitas sosial dipandang sebagai sesuatu yang holistik/utuh, kompleks, dinamis, dan penuh makna. Metode penelitian kualitatif ini sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting), disebut juga sebagai metode etnographi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya; disebut sebagai metode kualitatif, karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksprimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil

penelitian kualitatif lebih menekankan “makna” dari pada “generalisasi”.

Penelitian kualitatif dari defenisi lainnya dikemukakan bahwa hal itu merupakan penelitian yang memanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan, perasaan, dan perilaku individu atau

sekolompok orang.

Dari kajian tentang definisi-definisi tersebut dapatlah disentesiskan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dll., secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.

C. FUNGSI DAN PEMANFAATAN METODE PENELITIAN KUALITATIF

Penelitian kualitatif dimanfaatkan untuk keperluan :

  • 1. Pada penelitan awal dimana subjek penelitian tidak didefenisikan secara baik dan kurang dipahami.

  • 2. Pada upaya pemahaman penelitian perilaku dan penelitan motivasional.

  • 3. Untuk penelitian konsultatif.

  • 4. Memahami isu-isu rumit sesuatu proses.

  • 5. Memahami isu-isu rinci tentang situasi dan kenyataan yang dihadapi seseorang.

  • 6. Untuk memahami isu-isu yang sensitif.

  • 7. Untuk keperluan evaluasi.

  • 8. Untuk meneliti latar belakang fenomena yang tidak dapat diteliti melalui penelitian kuantitatif.

  • 9. Digunakan untuk meneliti tentang hal-hal yang berkaitan dengan latar belakang subjek penelitian.

    • 10. Digunakan untuk lebih dapat memahami setiap fenomena yang sampai sekarang belum banyak diketahui.

    • 11. Digunakan untuk menemukan perspektif baru tentang hal-hal yang sudah banyak diketahui.

    • 12. Digunakan oleh peneliti bermaksud meneliti sesuatu secara mendalam.

    • 13. Dimanfaatkan oleh peneliti yang berminat untuk menelaah sesuatu latar belakang misalnya tentang motivasi, peranan, nilai, sikap dan persepsi.

14. Digunakan oleh peneliti yang berkeinginan untuk menggunakan hal-hal yang belum banyak diketahui ilmu pengetahuan. 15. Dimanfaatkan oleh peneliti yang ingin meneliti sesuatu dari segi prosesnya.

  • D. KARAKTERISTIK METODE PENELITIAN KUALITATIF

Penelitian kualitatif memiliki sejumlah ciri-ciri yang membedakannnya dengan penelitian jenis lainnya. Dari hasil penelaahan kepustakaan ditemukan bahwa Bogdan dan Biklen (1982 : 27-30) mengajukan lima buah ciri, sedangkan Lincoln dan Guba (1985 : 30-44) mengulas sepuluh buah ciri penelitian kualitatif.

Sebagai uraiannya merupakan hasil pengkajian dan sintesis kedua versi tersebut.

  • 1. Ciri ke-1 : Latar Alamiah

Penelitian kualitatif melakukan pada latar alamiah atau pada konteks dari suatu keutuhan (entity). Hal ini dilakukan karena ontologi alamiah menghendaki adanya kenyataan-kenyataan sebagai keutuhan yang tidak dapat dipahami jika dipisahkan dari konteksnya. Menurut Lincoln dan Guba (1985 :

39) hal ini berdasarkan atas beberapa asumsi : (1) tindakan pengamatan mempengaruhi apa yang dilihat, karena itu hubungan penelitian harus mengambil tempat pada keutuhan dalam konteks untuk keperluan pemahaman; (2) konteks sangat menentukan dalam menetapkan apakah suatu

penemuan mempunyai arti bagi konteks yang lainnya, yang berarti bahwa suatu fenomena harus diteliti dalam keseluruhan pengaruh lapangan; (3) sebagai struktur nilai kontekstual bersifat derteminatif terhadap apa ya1ng akan dicari.

  • 2. Ciri ke-2 : Manusia Sebagai Alat (instrumen)

Dalam penelitian Kualitatif, peneliti sendiri atau dengan ban1tuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama. Hal itu dilakukan karena, jika memanfaatkan alat yang bukan manusia dan mempersiapkan dirinya terlebih dahulu sebagai yang lazim digunakan dalam penelitia klasik, maka sangat tidak mungkin untuk mengadakan penyesuaian terhadap kenyataan-kenyataan yang ada di lapangan. Hanya manusia sebagai instrumen pulalah yang dapat

menilai apakah kehadirannya menjadi faktor pengganggu sehingga apabila terjadi hal yang demikian maka ia pasti dapat menyadarinya serta dapat mengatasinya. Oleh karena itu, pada waktu mengumpulkan data di lapangan, peneliti berperanserta pada situs penelitian dan mengikuti secara aktif kegiatan kemasyarakatan.

  • 3. Ciri ke-3 : Metode Kualitatif

Penelitian kualitatif menggunakan metode kualitatif yaitu pengamatan, wawancara, atau penelaahan dokumen. Metode kualitatif ini digunakan karena beberapa pertimbangan. Pertama, menyesuaikan metode kualitatif

lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan jamak. Kedua, metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden. Ketiga, metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.

  • 4. Ciri ke-4 : Analisis Data Secara Induktif

Penelitian kualitatif menggunakan analisis data secara induktif. Analisi data secara induktif ini digunakan karena ada beberapa alasan. Pertama, proses induktif lebih dapat menemukan kenyataan-kenyataan jamak sebagai yang terdapat dalam data. Kedua, analisis induktif lebih dapat membuat hubungan peneliti-responden menjadi eksplisit, dapat dikenal. Ketiga, analisis

demikian lebih dapat menguraikan latar secara penuh dan dapat membuat keputusan pada pengalihan pada suatu latar. Keempat, analisis induktif lebih dapat menemukan pengaruh bersama yang mempertajam hubungan- hubungan. Kelima, analisis demikan dapat memperhitungkan nilai-nilai secara eksplisit sebagai bagian dari struktur analitik

  • 5. Ciri ke-5 : Teori dari Dasar (grounded theory)

Penelitian Kualitatif lebih menghendaki arah bimbingan penyusunan teori substansi yang berasal dari data. Hal ini disebabkan beberapa hal. Pertama, tidak ada teori yang dapat mencakupi kenyataan-kenyataan jamak yang mungkin akan dihadapi. Kedua, penelitian ini mempercayai apa yang dilihat

sehingga ia berusaha untuk sejauh mungkin menjadi netral. Ketiga, teori dasar lebih dapat responsif terhadap nilai-nilai kontektual. Dengan menggunakan analisis secara induktif, berarti bahwa upaya pencarian data bukan dimaksudkan untuk membuktikan hipotesis yang telah dirumuskan sebelum penelitian diadakan.

  • 6. Ciri ke-6 : Deskriptif

Data ya1ng dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Hal itu disebabkan oleh adanya penerapaan metode kualitatif. Selain itu, senua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti.

Dengan demikian, laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut.

  • 7. Ciri ke-7 : Lebih Mementingkan Proses daripada Hasil Penelitian kualitatif lebih banyak mementingkan segi proses daripada

hasil. Hal ini disebabkan oleh hubungan bagian-bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati dalam proses.

  • 8. Ciri ke-8 : Adanya Batas yang Ditentukan oleh Fokus

Penelitian kualitatif menghendaki ditetapkan adanya batas dalam penelitian atas dasar fokus yang ditimbulkan sebagai masalah dalam penelitian. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, batas

menentukan kenyataan jamak yang kemudian mempertajam fokus. Kedua, penetapan fokus dapat lebih dekat dihubungkan oleh interaksi antara peneliti dan fokus. Dengan kata lain, bagaimana pun, penetapan fokus sebagai pokok masalah penelitian penting artinya dalam usaha menemukan batas penelitian. Dengan hal itu dapatlah peneliti menemukan lokasi penelitian.

  • 9. Ciri ke-9 : Adanya Kriteria Khusus untuk Keabsahan Data

Penelitian kualitatif mendefenisikan validitas, reliabilitas, dan objektivitas dalam versi lain diba1ndingkan dengan yang lazim digunakan dalam penelitian klasik. Menurut Lincoln dan Guba (1985 : 43) hal itu disebabkan beberapa hal. Pertama, validitas internal cara lama telah gagal karena hal itu menggunakan isomorfisme antara hasil penelitian dan

kenyataan tunggal di mana peneliti dapat dikonvergensikan. Kedua, validitas eksternal gagal karena tidak taat asas dengan aksioma dasar dari

generalisasinya. Ketiga, kriteria reliabilitas gagal karena mempersyaratkan stabilitas dan keterlaksanaan secara mutlak dan keduanya tidak mungkin digunakan dalam paradigma yang didasarkan atas desain yang dapat berubah- ubah. Keempat, kriteria objektivitas gagal karena penelitian kuantitatif justru memberi kesempatan interaksi antara peneliti dengan responden dan peranan nilai. Dengan demikian pemeriksaan keabsahan data ada kriteria khususnya.

  • 10. Ciri ke-10 : Desain yang Bersifat Sementara Penelitian kualitatif menyusun desain yang secara terus-menerus

disesuaikan dengan kenyataan di lapangan. Jadi, tidak menggunakan desain yang telah disusun secara ketat dan kaku sehingga tidak dapat diubah lagi. Hal itu disebabkan anatara lain. Pertama, tidak dapat dibayangkan sebelumnya tentang kenyataan-kenyataan jamak di lapangan. Kedua, tidak dapat meramalkan sebelumnya apa yang akan berubah karena hal itu akan terjadi dalam interaksi antara peneliti dengan kenyataan. Ketiga, bermacam- macam sistem nilai yang terkait berhubungan dengan cara yang tidak dapat diramalkan. Dengan demikian, desain khususnya masalah yang telah ditetapkan terlebih dahulu apabila peneliti ke lapangan dapat saja diubah.

  • 11. Ciri ke-11 : Hasil Penelitian Dirundingkan dan Disepakati Bersama

Penelitian kualitatif lebih menghendaki agar pengertian dan hasil interpretasi yang diperoleh dirundingkan dan disepakati oleh manusia yang dijadikan sebagai sumber data. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, susunan kenyataan dari merekalah ya1ng diangkat oleh peneliti. Kedua, hasil penelitian bergantung pada hakikat dan kualitas hubungan antara pencari dengan yang dicari. Ketiga, konfirmasi hipotesis kerja akan lebih menjadi baik verifikasinya apabila diketahui dan dikonfirmasikan oleh orang- orang yang ada kaitannya dengan yang diteliti

  • E. PERBEDAAN ANTARA METODE PENELITIAN KUALITATIF DAN METODE PENELITIAN KUANTITATIF

Untuk menelaah dan mempelajari perbedaan antara penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif dapatlah hal itu ditinjau dari keseluruhan aspek yang

memungkinkan adanya perbedaan ya1ng menggambarkan seperti bagan berikut ini.

Perbedaan Penelitian Kualitatif dengan Penelitian Kuantitatif Ditinjau dari Berbagai Aspek

ASPEK

KUANTITATIF

KUALITATIF

  • 1. Maksud

  • Membuat deskrifsi objektif tentang fenomena terbatas dan menentukan apakah fenomena dapat dikontrol melalui beberapa intervensi

  • Mengembangkan pengertian tentang individu dan kejadian dengan memperhitungkan konteks yang relevan

  • 2. Tujuan

  • Menjelaskan, meramalkan, dan/atau mengontrol fenomena melalui pengumpulan data terfokus dari data numerik

  • Memahami fenomena sosial melalui gambaran holistik dan memperbanyak pemahaman mendalam

  • 3. Pendekatan

  • Menjelaskan penyebab fenomena sosial melalui pengukuran objektif dan analisis numerik

  • Berasumsi bahwa subject matter suatu ilmu sosial adalahamat berbeda dengan subject matter dari ilmu fisik/alamiah dan mempersyaratkan tujuan yang berbeda untuk inkuiri dan seperangkat metode penyelidikan yang berbeda. Induktif, berisi nilai (subjektif), holistik dan berorientasi proses

  • 4. Asumsi

  • Berasumsi bahwa tujuan dan metode ilmu sosial adalah sama dengan ilmu fisik/alamiah dengan jalan mencari teori yang dites atau dikonfirmasikan yang

  • Perilaku terikat konteks dimana hal itu terjadi dan kenyataan sosial tidak bisa direduksi menjadi variabel sama dengan kenyataan fisik. Berupaya mencari

 

menjelaskan fenomena. Deduktif, bebas nilai (objektif), terfokus, dan berorientasi tujuan

pemahaman tentang kenyataan dari segi perspektif orang dalam; menerima subjektivitas dari peneliti dan pemeran serta

  • 5. Model

  • Penemuan “fakta” sosial

  • Upaya generalisasi tidak

penjelasan

tidak berasal dari persepsi subjektif dan terpisah dari konteks

dikenal karena perilaku manusia selalu terikat konteks dan harus diinterprestasikan kasus per kasus

  • 6. Nilai

  • Bergantung pada model penjelasan hipotetiko deduktif dengan memulai dari teori dari mana hipotesis ditarik dan dites dengan menggunakan prosedur yang ditentukan terlebih dahulu

  • Berargumentasi bahwa peneliti senantiasa terkait nilai dan peneliti harus eksplisit tentang peranan bahwa nilai memegang peranan dalam sesuatu studi. Beranggapan bahwa nilai merupakan sesuatu pilihan yang inheren dalam : a) masalah ya1ng harus diselidiki, b) metode yang harus diteliti, c) cara untuk menginterprestasi, dan d) konteks dimana studi itu berada

  • 7. Alasan

  • Menerima nilai peneliti dapat berperan dalam permasalahan yang sedang diteliti, tetapi penelitian itu sendiri harus bebas nilai dengan prosedur khusus yang dirancang untuk mengisolasikan dan mengeluarkan unsur-unsur subjektif dan mencari kenyataan objektif

  • Induktif - melakukan pengamatan dan menarik kesimpulan

  • 8. Generalisasi

  • Deduktif diduksi dari teori tentang apa yang akan diamati

  • Berasumsi bahwa setiap individu, budaya, latar adalah unik dan penting untuk mengapresiasi

   

keunikan; generalisasi bergantung pada konteks

9. Hubungan

  • Berasumsi bahwa cara ini

  • Peneliti secara aktif

peneliti

dapat menemukan

berinteraksi secara pribadi.

dengan

“hukum” yang menambah

Proses pengumpulan data

subjek

pada prediksi yang dapat dipercaydan pada kontrol

dapat diubah dan hal itu bergantung pada situasi.

tentang kenyataan/fenomena. Mencari keteraturan dalam sampel individu; analisis statistik menyatakan kecenderungan tentang perilaku dan kecenderungan sudah cukup kuat untuk memperoleh nilai praktis.

Peneliti bebas menggunakan intuisi dan dapat memutuskan bagaimana merumuskan pertanyaan atau bagaimana merumuskan pertanyaan atau bagaimana melakukan pengamatan. Individu yang diteliti dapat diberi

  • 10. Nilai

kesempatan agar secara sukarela mengajukan gagasan dan persepsinya dan malah berpartipasi dalam analisi data.

Orientasi

  • Tujuan penelitian adalah objektivitas; berusaha “biases” dari pengaruh

  • Mempercayai bahwa seluruh kegiatan penelitian

memelihara pandangan pribadi, kepercayaan,

terikat nilai. Tidak menghindari isu nilai, nilai pribadi dinyatakan secara

pengumpulan data dan analisis proses. Melibatkan interaksi minimal dan jika interaksi diperlukan (wawancara) lalu berusaha membakukan proses. Peranan sampel dalam studi adalah pasif.

terbuka dan mencoba memperagakan nilai yang terikat pada konteks.

  • 11. Studi ttg

  • Berupaya agar nilai

  • Berupaya memahami

kontek

pribadi bebas dari pengaruh desain penelitian dan menghindari usaha membuat keputusan nilai tentang hal-hal yang

fenomena yang kompleks dengan jalan mengujinya dalam keseluruhannya dalam konteks. Belum mengetahui apa yang

 

diteliti

dipokus sampai studi itu sudah berlangsung; mengidentifikasikan tema yang relevan dan pola- pola (yang muncul) yang kemudian menjadi fokus studi. Pengumpulan data sedikit banyak adalah kontinu dan intensif lebih dari penelitian kuantitatif.

  • 12. Desain

  • Memahami fenomena yang kompleks dengan jalan menganalisis bagian- bagian komponen (disebut Variabel).

  • Fleksibel/luwes, dikembangkan, umum, dinegosiasikan, sebagai acuan untuk diikuti, dikhususkan hanya dalam istilah umum sebelum studi dilakukan. Tidak mengikutkan interverensi dan berupaya agar gangguan sesedikit mungkin.

  • 13. Metode

  • Terstruktur, formal, ditentukan terlebih dahulu, tidak luwes, dijabarkan secara rinci terlebih dahulu sebelum penelitian dilakukan.

  • Historikal, etnografis, dan studi kasus.

  • 14. Hipotesis

  • Deskriftif, korelasional, perbandingan kausal, dan eksperimen.

  • Cenderung untuk mencari dan menemukan dan menyimpulkan hipotesis. Hipotesis dilihat sebagai sesuatu yang tentatif.

  • 15. Pengukuran

  • Hampir selalu mengetes hipotesis. Hipotesis dilihat sebagai sesuatu yang khusus, dapat dites, dan dinyatakan sebelum sesuatu studi dilakukan.

  • Prosedur sedikit subjektif, peneliti memiliki kemampuan untuk mengamati berintegrasi dengan manusia lainnya dan dengan lingkungan.

  • 16. Riview

  • Tujuan pengukuran adalah

  • Terbatas, sebagaiacuan

Kepustakaan

objektivitas, memberi makna pada skoring dan

teori, dan tidak mempengaruhi studi.

 

pengumpulan data tidak dipengaruhi oleh nilai- nilai peneliti

Tidak dilakukan untuk mengkaji teori karena dengan cara ini bukan mengkaji teori tetapi menemukan teori dari data

  • 17. Latar

  • Ekstensif, dipengaruhi

Penelitian

studi, pengkajian teori diperlakukan untuk menemukan konsep, variabel dan menata penelitian hipotesis

  • Naturalistik (sebagaimana adanya) sejauh mungkin

  • 18. Sampling

  • Sejauh mungkin dikontrol sampling teoritis dan sampling sebanyak mungkin digunakan sebagai mempertimbangkan

  • Bertujuan; dimaksudkan untuk memilih sejumlah kecil dan tidak harus representatif; sampel dimaksudkan untuk mengarah kepada pemahaman secara mendalam

  • 19. Data

  • Random/acak; dimaksudkan untuk memilih dari sejumlah besar individu dalam populasi

  • Naratif, deskriftif, dalam kata-kata mereka yang diteliti, dokumen pribadi, catatn lapangan, artifak. Dokumen resmi dan video tapes, transkip

  • 20. Strategi

  • Numerik, variabel

  • Pengumpulan dokumen,

Pengumpula

dioperasional, kode

pengamatan berperanserta,

n data

dikuantitatifkan, statistika, dihitung dan diadakan pengukuran.

wawancara tidak terstruktur dan informal, mencatat data dalam catatan lapangan secara insentif, menilai artifak.

  • 21. Subjek

  • Pengamatan terstruktur yang non partisipan, wawancara semi terstruktur dan formal

  • Jumlah subjek penelitian kecil; teknik sampling bertujuan

  • 22. Analisis Data

  • Deduktif, secara statistik. Terutama menghasilkan data numerik yang biasanya dianalisis secara

  • Induktif, model,model, teori-teori, konsep, metode perbandingan tetap. Biasanya data dianalisis

 

statistik.

secara deskriftip yang sebagian besar berasal dari wawancara.

  • 23. Interpretasi

  • Kesimpulan dan

  • Kesimpulan adalah

Data

generalisasi diformulasikan pada akhir penelitian dinyatakan dengan derajat kepercayaan tertentu yang ditentukan terlebih dahulu.

tentatif, direviu atas dasar sesuatu yang masih berlangsung, sedang generalisasi diabaikan

  • 24. Kriteria

  • Validitasinternal bagaimana kebenaran ditemukan.

  • Kredibilitas penelitian dilakukan sedemikian rupa untuk memastikan bahwa subjek itu secara secukupnya diperoleh dan diuraikan.

  • 25. Instrumen

  • Inventori, kuesioner,

  • Catatan lapangan, peneliti

Penelitian

skala, skor tes, indikator

adalah instrumen itu sendiri.

  • 26. Masalah

  • Mengontrol variabel, validitas

  • Memakan waktu, prosedur tidak baku, reliabilitas keabsahan data.

  • F. TEKNIK PENGUMPULAN POPULASI DAN SAMPEL Terdapat perbedaan yang mendasar dalam pengertian antara pengertian

“populasi dan sampel” dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dalam

penelitaian kuantitatif, populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi. Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi, tetapi oleh Spradley “social situation” atau situasi sosial yang terdiri atas tiga elemen yaitu :

tempat (Place), pelaku (actor), dan aktivitas (activity) yang berintegrasi secara sinergis. Tetapi sebenarnya objek penelitian kualitatif, juga bukan semata-mata pada situasi sosial yang terdiri atas tiga elemen tersebut, tetapi juga bisa berupa peristiwa alam, tumbuh-tumbuhan, binatang, kenderaan dan sejenisnya.

Dalam penelitian kualitattif tidak menggunakan populasi, karena penelitian kualitatif berangkat dari kasus tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu dan hasil kajiannya tidak akan diberlakukan ke populasi, tetapi ditransferkan ke tempat lain pada situasi sosial yang memiliki kesamaan dengan situasi sosial pada kasus yang dipelajari.

  • G. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

    • 1. Instrumen Penelitian

Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena itu peneliti sebagai intrumen juga

harus “divalidasi” seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan penelitian

yang selanjutnya terjun ke lapangan. Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki objek penelitian, baik secara akademik maupun logistiknya. Yang melakukan validasi adalah peneliti sendiri, melalui evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif, penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti. Serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan. Dengan kata lain di dalam penelitian kualitatif, tidak ada pilihan yang lain daripada menjadikan ma1nusia sebagai instrumen penelitian yang utama.

Alasannya adalah, bahwa sesuatunya belum mempunyai bentuk yang pasti. Masalah fokus, fokus penelitian, prosedur penelitian, hipotesis yang digunakan, bahkan hasil yan1g diharapkan, itu semuanya tidak dapat ditentukan secara pasti dan jelas sebelumnya. Segala sesuatu masih peru dikembangkan sepanjang penelitian itu.

  • 2. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian. Karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.

Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.

Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan pada natural setting (kondisi yang alamiah), sumber data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan serta (participan observation), wawancara mendalam (in depth interview) dan dokumentasi.

A. KESIMPULAN

BAB III

PENUTUP

Metode penelitian kualitatif ini sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting), disebut juga sebagai metode etnographi, karena pada awalnya metode ini lebih

banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya; disebut sebagai metode kualitatif, karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. Penelitian kualitatif berbeda dengan pendekatan yang lainnya, dan memiliki ciri-ciri utama sebagai berikut :

  • 1. Latar alamiah

  • 2. Manusia sebagai alat (instrumen)

  • 3. Memiliki metode kualitatif

  • 4. Analisis data secara induktif

  • 5. Teori dari dasar (grounded theory)

  • 6. Data yang deskriftif

  • 7. Lebih mementingkan proses daripada hasil

  • 8. Adanya batas yang ditentukan oleh fokus

  • 9. Adanya kriteria khusus untuk keabsahan data

    • 10. Desain yang bersifat sementara

    • 11. Hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama