Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN

KULIAH KERJA NYATA MAHASISWA


PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DOSEN
INTEGRATIF
SEMESTER GANJIL 2017/2018

“PENGELOLAAN SAMPAH ASAL RUMAH TANGGA MENJADI


PUPUK ORGANIK UNTUK TANAMAN SAYURAN KELUARGA”

RW : 07 RT 04
Desa : Cileles
Kecamatan : Jatinangor
Kabupaten : Sumedang

Disusun oleh:

No. Nama Mahasiswa NPM


1 Thahira Marwa 120210150018
2 Lathifah Azizah 150510150042
3 Rizky Fauzi 150510150043
4 Refiona Sekar Sari 150510150046
5 Aria Dipa Itna Erlangga 150510150169
6 Abdullah Syahbana C 170810150001
7 Fitriyah Permatasari 170810150010
8 Nurlaela Hasanah 260110150033
9 Muhammad Rizki Nugraha 260110150101
10 Ravi Rasyada 260110150158

DIREKTORAT PENDIDIKAN DAN KEMAHASISWAAN


UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG 2018
HALAMAN PENGESAHAN

Dengan telah selesainya pelaksanaan KKNM yang kami kerjakan, maka kami:

No NAMA MAHASISWA NPM TANDA TANGAN


1 Thahira Marwa 120210150018 1…………..
2 Lathifah Azizah 150510150042 2…….……
3 Rizky Fauzi 150510150043 3…………..
4 Refiona Sekar Sari 150510150046 4…….……
5 Aria Dipa Itna Erlangga 150510150169 5…………..
6 Abdullah Syahbana C 170810150001 6……….…
7 Fitriyah Permatasari 170810150010 7…………..
8 Nurlaela Hasanah 260110150033 8……….…
9 Muhammad Rizki Nugraha 260110150101 9…………..
10 Ravi Rasyada 260110150158 10.…….…

Telah menyelesaikan laporan rencana kegiatan kami selama di lokasi KKNM RW


07 Desa Cileles Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang

Mengetahui/Menyetujui, Mengetahui/Menyetujui

Otong Muhaemin Eso Solihin S.P, M.P


Ketua RW 07 Desa Cileles DPL KKNM RW 07 RT 04 Desa Cileles

1
ABSTRAK

KKNM kami laksanakan di Desa Cileles RW 07 RT 04 dengan kegiatan


“Pengelolaan sampah asal rumah tangga menjadi pupuk orgnik untuk tanaman
sayuran keluarga” kegiatan ini dilakukan kurang lebih selama satu bulan,
Pemanfaatan sampah asal rumah tangga di Desa Cileles dapat dimanfaatkan untuk
dibuat menjadi pupuk organik. Dimana hasilnya masyarakat akan mendapatkan
kebermanfaatan dengan kegiatan yang kami laksanakan baik dari tanaman sayuran
yang kami tanam atau pupuk kompos yang kami buat. Tidak hanya itu, kegiatan
mengabdikan diri kepada masyarakat wujud dari salah satu Tri Dharma Perguruan
Tinggi, kami tidak hanya melakukan kegiatan menanam saja namun edukasi kepada
anak-anak yaitu dengan metode mewarnai, menonton video, mengajar kepada anak
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan kegiatan lainnya yang dilakukan dalam
lingkungan sekitar kegiatan KKNM

Kata Kunci: KKNM, Desa Cleles, Sampah Rumah Tangga, Tanaman sayuran,
pupuk kompos, masyarakat, Lingkungan.

2
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
nikmat dan karunia-Nya kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Universitas
Padjadjaran di Desa Cileles RW 04 RT 07, Kecamatan Jatinnagor, Kabupaten
Sumedang dapat terlaksana dengan baik. Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa
merupakan salah satu program perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi
(Pengabdian, Pendidikan, dan Penelitian) dimana dalam program ini mahasiswa,
dosen, dan masyarakat belajar bersama dan masyarakat terlibat sebagai subjek
dalam kegiatan, tidak hanya menjadi objek pembelajaran.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam
Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa, terutama untuk:

1. Bapak Prof.dr.Tri Ahmad Hanggono, selaku Rektor Universitas


Padjadjaran.
2. Bapak Eso Solihin, S.P., M.P. selaku Dosen Pembimbing Lapangan
(DPL) untuk wilayah Desa Cileles RT 04 RW 07 atas segala bimbingan
dan bantuan yang telah diberikan selama pra lapangan, lapangan, serta
pasca lapangan kegiatan KKNM.
3. Bapak Abi, selaku Ketua RT 04 RW 07 berserta istri yang telah
membantu kami dalam menjalankan KKNM ini.
4. Kepada seluruh perangkat pemerintah Desa Cileles yang telah
memperlancar kegiatan kami serta membimbing kami untuk belajar dari
masyarakat.
5. Dan terakhir untuk seluruh masyarakat Desa Cileles RT 04 RW 07 yang
telah menerima dan membantu kami dalam kegiatan selama KKNM
berlangsung.

Laporan Kalender Kegiatan Mahasiswa ini disusun untuk memberikan


penjelasan terkait kegiatan tekait Orientasi Wilayah dan Orientasi Politik Lokal
yang telah dilaksanakan selama kegiatan KKNM pada tanggal 2 Desember 2017 –
12 Januari 2018 di Desa Cileles. Kegiatan “Belajar Dari Masyarakat” ini
menghasilkan banyak temuan dari kegiatan lapangan hingga pendataan dengan

3
analisis dari berbagai bidang. Diharapkan dengan adanya Laporan Kalender
Kegiatan Mahasiswa ini dapat memberikan deskripsi serta analisis yang diharapkan
mampu menjadi masukan bersama serta dapat memberikan manfaat bagi pihak
yang membaca. Dengan demikian, penulis selalu menerima dengan terbuka atas
kritik dan saran untuk pembuatan laporan dan kegiatan yang lebih baik.

Sumedang,12 Januari 2018

Penulis

4
DAFTAR ISI

Halaman Pengesahan .............................................................................................. 1


Kata Pengantar ........................................................................................................ 2
Daftar Isi.................................................................................................................. 5
BAB I Pendahuluan ................................................................................................ 6

1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 6


1.2 Tujuan dan Manfaat .................................................................................. 7
1.3 Tahapan Kegiatan Mahasiswa .................................................................. 8
1.4 Lokasi dan Waktu ................................................................................... 10

BAB II Proses Pelaksanaan KKN Mahasiswa ...................................................... 11

2.1 Mekanisme Kerja Kelompok dalam Pelaksanaan KKN ........................ 11


2.2 Implementasi Proses Kegiatan KKN Mahasiswa ................................... 13

BAB III Pelaksanaan Kegiatan PPM-KKN Mahasiswa ....................................... 15

3.1 Analisa Situasi ........................................................................................ 15


3.2 Kegiatan/Program PPM-KKN Mahasiwa .............................................. 20
3.3 Output ..................................................................................................... 21

BAB IV Kesimpulan dan Rekomendasi ............................................................... 23

4.1 Kesimpulan ............................................................................................. 23


4.2 Rekomendasi .......................................................................................... 24

5
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Desa Cileles berdiri kurang lebih sekitar tahun 1625 dimana pada waktu
masih dalam bentuk kerajaan dibawah kerajaan semedang larang, sehingga pada
saat itu tampak dalam sistem pemerintahannya raja. Untuk memperoleh keluasan
wilayah, maka raja mengadakan ekspansi kerajaan Sumedang larang. Berangkatlah
sebanyak pasukan berkuda untuk mengadakan perluasan wilayah memasuki setiap
wilayah yang dapat dicapainya, hingga sampailah pasukan tersebut dengan di
pimpin oleh seorang panglima disuatu tempat yang sangat jauh kuda yang menjadi
kendaraan para prajurit merasa kelelahan (dalam bahasa sunda leuleus) kuda
tersebut merasa sangat kelelahan dimana tidak dapat melanjutkan perjalanan
terssebut.
Karena merasa kelelahan akhirnya beristirahat, setelah beristirahat para
prajurit menginginkan untuk melanjutkan perjalanan namun, kuda-kuda tersebut
masih mengalami kelelahan dan tidak mau berangkat kembali (leules), yang dimana
akhirnhya panglima pasukan mengambil inisiatif untuk berjalan dan setelah
beberapa saat sampailah kerumah penduduk tetapi masih sangat sedikit
penduduknya dan panglima tersebut berbincang dengan seorang tokoh di desa
tersebut, dan dari seorang tokoh desa tersebut memberi inisiatif untuk memberi
minum para prajurit beserta kuda-kudanya di sebuah mata air, ajaibnya setelah
meminum air tersebut para prajurit dan kudanya kembali siap dan segar untuk
melanjutkan perjalanan, tetapi setelah panglima bertanya untuk menanyakan tempat
tersebut tokoh kampung hanya menggelengkan kepalanya dan mulai saat itulah
leuleus diberi nama dan menjadi Cileules dan setelah lama kelamaan menjadi
Cileles. Sebelum mealnjutkan perjalanan tokoh kampung tersebut menyarankan
agar kuda dan para prajurit mandi terlebih dahulu disebuah mata air dikaki gunung
(yang sekarang menjadi gnung manglayang) dan karena banyaknya kuda dan
prajurit yang mandi maka melimpahlah air bekas pemandian kuda tersebut menjadi
sungai dan akhir dari sungai tersebut diberi nama Cikuda (yang sekarang Desa
Hegarmanah). Dan cileles pada tahun 1865 memiliki seorang tokoh kampung yang

6
sangat bijak dan karena kebijaksanaanya itu, dia di anugerahi sebuah penghargaan
berupa Binatang dari kerajaan Belanda (VOC) dan diangkatlah beliau sebagai
Kepala Desa pertama dan dikenal dengan Lurah Bintang. Aktivitas ekonomi
masyarakat desa Cileles pada jaman dulu adalah dalam bidang pertanian, dan
menjual hasil pertanian, dalam bidang kerajinan yaitu membuat anyaman bambu
atau lebih dikenal dengan “BILIK” desa Cileles dahulu wilayahnya terbilang cukup
luas sehingga dimekarkan menjadi dua desa yaitu Desa Cilayung disebelah Utara
dan Desa Cileles disebelah selatan yang menjadi bagian dari kecamatan jatinagor.
Jumlah total penduduk Cileles 6335 orang, dan semua penduduk beragama
Islam. Untuk mata pencariannya beragam dari Buruh Pabrik/karyawan swasta,
PNS, Petani, Buruh Tani, Tukang Ojeg, Supir, Peternak, Pedagang, Karyawan
PT/CV/PD. Dan potensi yang ada dalam desa cileles yaitu adanya lahan pertanian
yang cukup, cocok untuk lahan perkebunan karena kesuburan tanahnya.
Dengan kesuburan tanah dan lahan masyarakat yang ada maka dari itu
kegiatan yang kami lakukan mengarah akan hal tersebut dimana menambah
komoditas tanaman dalam masyarakat sekitar, dengan menanam tumbuhan sayuran
yang bermanfaar dalam kebutuhan konsumsi rumah tangga.

1.2 Tujuan dan Manfaat


1.2.1 Tujuan
1.2.1.1 Untuk mengetahui dan dapat membuat pupuk organik yang
berasal dari sampah asal rumah tangga dan dapat digunakan
untuk menanam sayuran.
1.2.1.2 Mahasiswa dapat belajar dari kehidupan masyarakat desa dan
malakukan pemetaan sosial.
1.2.2 Manfaat
1.2.2.1 Dapat membuat pupuk organik dari sampah asal rumah tangga
dan memanfaatkannya kepada warga.
1.2.2.2 Menimbulkan empati pada mahasiswa dan memberikan
kebermanfaatan untuk masyarakat dengan kegiatan yang kami
lakukan, dan tentu aplikasi yang ilmu mahasiswa langsung
diaplikasikan kedalam masyarakat.

7
1.3 Tahapan Kegiatan Mahasiswa
Waktu Kegiatan Tempat Pelaku dan Hasil
Sasaran (Pencapaian
target)
Minggu, 10 Kunjungan kantor Kantor Kepala Kepala Desa Didapat
Desember kepala desa Desa Cileles Cileles mengunjungi
2017 Cileles dan kantor kepala
memberikan surat desa, dan surat
izin kepada kepala izin belum
desa diterima
karena kepala
desa tidak ada
Sabtu, 16 Mencari tempat di Desa Cileles Masyarakat RW Didapat tempat
Desember RW 07 untuk RW 07 07 kegiatan KKN
2017 kegiatan KKN di Rumah
Ketua RT 04
RW 07
Sabtu, 23 Membeli alat dan Wilayah Seluruh peserta Didapat
Desember bahan untuk Jatinangor dan KKNM sebagian alat
2017 kegiatan yang Rumah Ketua dan bahan
kami laksanakan RT 04 RW 07
Rabu, 3 Memberikan surat Kantor Kepala Kepala desa, Didapat
Januari 2018 izin kepada kepala Desa Cileles dan peserta KKNM perizinan oleh
desa Cileles, dan seluruh peserta kepala desa,
pembelian alat KKNM dan didapat
dan bahan alat bahan
Kamis, 4 Membeli bibit dan Rumah Ketua Seluruh peserta Didapat bibit
Januari 2018 kompos RT 04 RW 07 KKNM dan kompos
Jum’at 5 Membeli bibit Rumah Ketua Seluruh peserta Tanaman
Januari 2018 sayuran dan RT 04 RW 07 KKNM sayuran
kegiatan menanam didapat dan
disimpan.

8
Sabtu, 6 Menanam Rumah Ketua Seluruh Peserta Tanaman
Januari 2018 RT 04 RW 07 KKNM sayuran
ditanam dalam
media baru
Minggu, 7 Membantu Posyandu Desa Peserta Didapat
Januari 2018 kegiatan di Cileles RW 07 Posyandu dan pengetahuan
posyandu ibu-ibu yang tentang kondisi
membantu balita berusia
dalam 0-5 tahun, dan
berlangsungnya kondisi
posyandu masyarakat
Selasa, 9 Membuat kompos Rumah Ketua Seluruh Peserta Dadapat
Januari 2018 dari sampah RT 04 RW 07 KKNM dan kompos yang
rumah tangga Santri diproses
Rabu, 10 Mengajar ke anak PAUD Al-Kinzi Anak-anak Dapat
Januari 2018 mengenal tanaman PAUD mengajari
dalam mewarnai anak-anak
tumbuhan membaca dan
mewarnai
Kamis, 11 Mengajar edukasi PAUD Al-Kinzi Anak-anak Dapat
Januari 2018 video ke anak PAUD mengajari
dalam mengenal anak-anak
tanaman melalui video
mengenai
tanaman
Jum’at, 12 Mengajar dengan PAUD Al-Kinzi Anak-anak Dapat
Januari 2018 berolahraga dan Rumah PAUD, warga mengajari
kepada anak-anak Ketua RT 04 sekitar dan anak-anak
dan pemberian RW 07 keluarga Pak dengan
penghargaan Abi berolahraga
kepada Ketua RT dan dilakukan
04 RW 07 pemberian

9
plakatkepada
Ketua RT 04
RW 07

1.4 Lokasi dan Waktu


Program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Program Pengabdian Kepada
Masyarakat Dosen Intergratif Semester ganil 2017/2018 mengenai “Pengelolaan
sampah asal rumah tangga menjadi pupuk organik untuk tanaman sayuran
keluarga”

Lokasi : Desa Cileles RW 07 RT 04 Kecamatan Jatinangor


Kabupaten Sumedang
Waktu/Tanggal : 2 Desember 2017 – 12 Januari 2018

Wilayah yang menjadi sasaran yaitu Desa Cileles karena mengikuti DPL yang kami
terima dan dilihat bahwasannya dalam desa Cileles khususnya RW 07 kurang dalam
memanfaatkan lahan yang ada, khususnya dalam menanam sayuran dalam
kebutuhan konsumsi keluarga
Dan dalam tahap pelaksanaan KKNM kami yaitu sebagai berikut:
No Waktu Kegiatan
1 28 – 30 November 2017 Persiapan, pembekalan dan survey lokasi
2 10 Desember 2017 – 12 Januari 2018 Tahap pelaksanaan
3 12-15 Januari 2018 Tahap Pasca lapangan dan bimbingan
akhir

10
BAB II
PROSES PELAKSANAAN KKN MAHASISWA

3.1 Mekanisme Kerja Kelompok dalam Pelaksanaan KKN


Mekanisme kerja kelompok dalam pelaksaaan KKNM sesuai dengan
kebutuhan. Hal pertama yang dilakukan adalah memberikan surat izin kepada
Kepala Desa terkait Kegiatan KKNM terintegratif Universitas Padjadjaran. Setelah
memberikan surata izin dan diberikan izin dari pihak Desa, kami melakukan survey
untuk mencari rumah yang akan dijadikan tempat untuk implemantasi kegiatan
KKN. Setelah beberapa waktu mencari rumah tidak ditemukan rumah yang cocok
untuk dijadikan tempat untuk implemntasi kegiatan KKN, sehingga pada akhirnya
rumah bapak Ketua RT 04 yang dijadikan tempat untuk implementasi kegiatan.
Untuk kegiatan selanjutnya kami selalu melaksanakan kegiatan KKN dirumah
tersebut.
Setelah didapatkan rumah yang cocok, kami mulai merancang kegiatan apa
saja yang akan dilakukan selain kegiatan utamanya yaitu penanaman cabai dan
pembuatan pupuk kompos. Kemudian kami mempersiapkan alat dan bahan yang
diperlukan untuk kegiatan utamanya itu, antara lain bibit cabai, polybag, trashbag,
nampan, tanah, pupuk, tong, dll. Setelah didapat barang barang yang diperlukan
kemudian kami mulai melakukan kegiatan utama yang telah direncanakan.
Kegiatan yang pertama adalah pemesanan bibit cabai, penesanan tidat dapat
dilakukan karena bibit cabai belum siap dipindah tanam. Sehingga kami
memutuskan untuk membeli benih dan membeli alat alat yang lainnya. Penyemaian
benih cabai dilakukan pada nampan dengan media tanam tanah dan pupuk kompos.
Setelah beberapa hari benih cabai yang disemai tidak tumbuh sehingga kami
memutuskan menggantinya dengan tanaman pakcoy. Lalu kami memesan bibit
pakcoy sebanyak 100 bibit. Kemudian keesokan harinya bibit tersebut kami pindah
tanamkan ke polybag. Selanjutnya kami mempersiapkan bahan bahan yang
diperlukan untuk pembuatan pupuk kompos, diantaranya EM-4, gula pasir, serasah
daun, sampah rumah tangga. Setelah bahan bahan yang diperlukan telah siap, kami
membuat pupuk kompos dengan dibantu oleh dosen pembimbing.

11
Selain kegiatan utama KKN yang telah dijelaskan diatas, kami juga
melakukan kegiatan kegiatan tambahan, diantaranya adalah mengunjungi posyandu
yang sedang diselenggarakan untuk membantu kegiatan disana. Selain itu kami juga
melakukan kegiatan mengajar di PAUD RA Al-Kinzi.

Pemberian surat izin Didapatkan sampah-


Pencacahan sampah-
Kepala Desa Cileles sampah rumah tangga
sampah menjadi ukuran
terkait kegiatan berupa daun kering dan
yang lebih kecil.
KKNM. sayur-sayuran.

Pemisahan sampah-
Survey tempat yang sampah rumah tangga Mencampurkan air,
ingin dijadikan tempat yang dapat digunakan gula dan bakteri EM4 di
kegiatan. untuk pembuatan dalam satu wadah.
kompos.

Campuran tersebut
Persiapan alat dan
Tempat kegiatan ditambahkan ke sampah
bahan yang dibutuhkan
terletak di RT 04 RW tersebut hingga rata dan
untuk pembuatan
07 Desa Cileles. disimpan di dalam tong
kompos.
dan ditutup rapat.

Diagram Alur Proses Pembuatan Pupuk Kompos

Pemberian surat izin Didapatkan sampah- Pencacahan sampah-


Kepala Desa Cileles sampah rumah tangga sampah menjadi
terkait kegiatan berupa daun kering ukuran yang lebih
KKNM. dan sayur-sayuran. kecil.

Pemisahan sampah-
Survey tempat yang sampah rumah tangga Mencampurkan air,
ingin dijadikan yang dapat digunakan gula dan bakteri EM4
tempat kegiatan. untuk pembuatan di dalam satu wadah.
kompos.

Persiapan alat dan Campuran tersebut


Tempat kegiatan ditambahkan ke sampah
bahan yang
terletak di RT 04 RW tersebut hingga rata dan
dibutuhkan untuk disimpan di dalam tong
07 Desa Cileles.
pembuatan kompos. dan ditutup rapat.

Diagram Alur Proses Penanaman Bibit Pakcoy

12
3.2 Implementasi Proses Kegiatan KKN Mahasiswa
3.2.1 Penyemaian benih cabai (23 Desember 2017).

Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Kemudian mencampur


tanah dan pupuk dengan perbandingan 1:1. Hasil campurnya dimasukkan kedalam
nampan. Setelah dimasukkan, dibuat lubang tanam dan setiap lubangnya dimasukka
sebanyak 2 benih, ditutup kembali dengan tanah. Selanjutnya di percian dengan air.

3.2.2 Penanaman bibit Pakcoy (6 Januari 2018).

Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Kemudian mencampur


tanah dan pupuk dengan perbandingan 2:1. Hasil pencampurannya dimasukkan
kedalam polybag sebanyak 50 buah. Setelah dimasukkan, dibuat lubang tanam dan
setiap polybag dimasukkan sebanyak 2 bibt, lalu ditutup kembali dengan tanah.
Selanjutnya di siram dengan menggunakan embrat. Pada pelaksanna KKN ini
dipilih bibit pakcoy karena pertumbuhan tanaman yang cepat serta mudah diolah
sebagai bahan makanan

3.2.3 Pembuatan pupuk kompos (9 Januari 2018).

Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Kemudian dilakukan


pencacahan bahan-bahan yang telah didapat. Setelah dicacah, dipersiapkan ember
yang diisi dengan campuran antara air, gula pasir, dan bakteri yang terdapat pada
EM-4 lalu dimasukkan ke dalam embrat kemudian di disiramkan pada daun yang
telah dicacah dan diaduk. Kemudian hasil campuran tersebut dimasukkan kedalam
trashbag yang disimpan didalam tong, trashbag tersebut di ikat dan di diamkan
selama ± 1 bulan. Manfaat pupuk kompos tumbuhan adalah sebagai menyedia
unsur hari bagi tanah, disamping itu alat dan bahan yang digunakan pun mudah
digunakan.

3.2.4 Cek kesehatan di Posyandu (7 Januari 2018).

Mengunjungi Posyandu yang berada di Desa Cileles, kemudian membantu


mengecek kesehatan rutin bagi orang tua yang memiliki bayi maupun balita yang
datang ke Posyandu tersebut. Pengecekan kesehatan berupa menimbang berat
badan, mengukur tinggi badan, mengukur lingkar kepala bayi, dan lain-lain. Setelah
dilakukan pengecekan kesehatan, diberikan berupa makanan-makanan ringan dan

13
juga bubur kacang hijau yang sudah disiapkan oleh kami. Tujuan dilakukannya
pengecekan kesehatan ini adalah untuk memantau tumbuh kembang anak yang
terdapat pada Desa tersebut.

3.2.5 Kegiatan belajar mengajar di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)


(10-12 Januari 2018).

Kegiatan belajar mengajar dilakukan di PAUD RA Al-Kinzi selama 3 hari


berturut-turut. Pada hari pertama dilakukan proses belajar mengenai tumbuh-
tumbuhan dan buah-buahan melalui media mewarnai gambar tanaman buah
tersebut, kemudian setiap mahasiwa/i mengajarkan membaca dan membaca iqro ke
anak-anak tersebut. Pada hari kedua, proses belajar dilakukan melalui media video
untuk mengenal buah-buahan dan tanaman yang familiar dan juga memberikan
buah pir sebagai hadiah kepada anak-anak. Selanjutnya pada hari ketiga, proses
belajar dilakukan di luar ruangan yaitu di lapangan yang berada tidak jauh dari
PAUD tersebut, di lapangan kami dan anak-anak melakukan olahraga bebas dan
bermain permainan tradisional. Pentingnya mengikuti kegiatan belajar mengajar
sejak dini yaitu demi menunjang masa depan mereka, karena zaman semakin
modern dan semakin maju sehingga arus persaingan semakin ketat. Maka calon-
calon penerus bangsa ini harus dipersiapkan agar mempunyai masa depan yang
cerah dan menjadi orang yang sukses di kemudian hari.

14
BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN PPM-KKN MAHASISWA

4.1 Analisa Situasi


4.1.1 Keadaan Ekonomi

Desa Cileles adalah salah satu bagian dari kecamatan Jatinangor. Pada
kecamatan Jatinangor yang mempunyai kawasan home industry. Masyarakat di
Desa Cileles sebagian banyak yang mata pecaharian sebagai buruh pabrik. Adanya
industri yang terdapat di lingkungan tersebut dapat mengangkat perekonomian
masyarakat sekitar dibandingkan sebelum terdapatnya industri. Kondisi ekonomi
didalam desa cileles sebagai berikut:

Mata pencaharian penduduk

 Buruh pabrik/karyawan swasta

 Pegawai Negeri Sipil

 Petani

 Buruh Tani

 Tukang Ojek

 Supir

 Peternak

 Pedagang

 Karyawan PT/CV/PD
Potensi ekonomi di desa Cileles

 Lahan pertanian cukup

 Cocok untuk wilayah peternakan

 Ada beberapa pangkalan ojek

 Pinggir jalan utama cukup ramai dilalui sehingga strategis untuk


berdagang

4.1.1.1 Basis ekonomi

15
BASIS EKONOMI / SEKTOR UNGGULAN HASIL

A. Tanaman pangan
1. Jagung 1,6 Ton/ha
2. Kacang kedelai - Ton/ha
3. Kacang tanah 1 Ton/ha
4. Kacang panjang 1 Ton/ha
5. Padi sawah 5 Ton/ha
6. Padi ladang 2 Ton/ha
7. Ubi kayu 8 Ton/ha
8. Ubi jalar 5 Ton/ha
9. Cabe 1 Ton/ha
10. Tomat 3 Ton/ha
11. Mentimun 5 Ton/ha
12. Kangkung 1,5 Ton/ha
13. Umbi-umbian lain 2 Ton/ha
14. Talas - Ton/ha
15. Tumpang sari 1 Ton/ha

B. Tanaman apotek hidup


1. Jahe 2 Ton/ha
2. Kunyit 1 Ton/ha
3. Lengkuas 1 Ton/ha
4. Temu kunci - Ton/ha
5. Daun sirih 0,5 Ton/ha
6. Daun sereh 1 Ton/ha
7. Mahkota dewa - Ton/ha
8. Kencur 2 Ton/ha

C. Perkebunan
1. Kelapa - kw/ha
2. Kopi - kw/ha
3. Pinang - kw/ha
4. Lada - kw/ha
5. Jambu mete - kw/ha
6. kapuk - kw/ha

D. Kehutanan
1. Kayu 100 m3/ th

16
2. Bambu 1000 m3/ th
3. Jati - m3/ th
4. Enau - ton/th
5. Mahoni - m3/ th
6. Sarang burung - m3/ th
7. Gula enau - ton/th

E. Peternakan
1. Telur - kg/th
2. Daging - kg/th

F. Perikanan
1. Mas 3 ton/th
2. Mujair 0,5 ton/th
3. Lele 0,5 ton/th
4. Nila 3 ton/th
5. Sepat - ton/th
6. Gurame - ton/th

4.1.1.2 Mata Pencaharian

JENIS PEKERJAAN LAKI-LAKI PEREMPUAN


Petani 300 orang 145 orang
Buruh tani 140 orang 130 orang
Buruh migrant 2 orang 5 orang
PNS 25 orang 18 orang
Pengrajin industri rumah 23 orang 32 orang
tangga
Pedagang keliling 5 orang 6 orang
Peternak 30 orang 16 orang
Nelayan - orang - orang
Montir 6 orang - orang
Dokter swasta - orang - orang
Bidan swasta - orang 1 orang
Perawat swasta - orang - orang
Pembantu rumah tangga - orang 4 orang
TNI 3 orang - orang
POLRI 3 orang 1 orang

17
Pensiunan 24 orang 4 orang
PNS/TNI/POLRI
Pengusaha kecil dan - orang - orang
menengah
Pengacara - orang - orang
Notaris - orang - orang
Dukun kampung terlatih - orang - orang
Jasa pengobatan - orang - orang
alternative
Dosen swasta - orang - orang
Pengusaha besar - orang - orang
Arsitektur - orang - orang
Seniman/artis - orang 1 orang
Karyawan perusahaan 40 orang 80 orang
swasta
Karyawan perusahaan 6 orang - orang
pemerintah
Jumlah total penduduk 3089 orang 2925 orang

4.1.1.3 Tenaga Kerja

TENAGA KERJA LAKI-LAKI PEREMPUAN


Penduduk usia 18-56 997 orang 1018 orang
tahun
Penduduk usia 18-56 697 orang 214 orang
tahun yang bekerja
Penduduk usia 18-56 259 orang 804 orang
tahun yang belum/tidak
bekerja
Penduduk usia 0-6 tahun 190 orang 181 orang
Penduduk masih sekolah 351 orang 323 orang
7-18 tahun
Penduduk usia 56 tahun ke 237 orang 250 orang
atas
Angkatan kerja 511 orang 517 orang
Jumlah 3089 orang 2925 orang
Jumlah total 6014 orang

4.1.2 Keadaan Sosial dan Budaya

18
Kondisi karakteristik adat istiadat serta kearifan lokal masyarakat Desa
Cileles terbilang bersifat agamis dan kental dengan suasana kegotong-
royongannya, sehingga segala sesuatu yang berhubungan dengan desa diselesaikan
melalui musyawarah mufakat.

Agama AGAMA LAKI-LAKI PEREMPUAN


Islam 3269 orang 3061 orang
Kristen 3 orang 2 orang
Katholik - orang - orang
Hindu - orang - orang
Budha - orang - orang
Khonghucu - orang - orang
Kepercayaan kepada Tuhan - orang - orang
YME
Aliran kepercayaan lainnya - orang - orang
Jumlah 3272 orang 3063 orang

Prasarana peribadatan
Jumlah Masjid 9 buah
Jumlah Langgar / Surau / Mushalla 11 buah
Jumlah Gereja Kristen Protestan - buah
Jumlah Gereja Katholik - buah
JumlahWihara - buah
Jumlah Pura - buah
Jumlah Klenteng - buah
Prasarana peribadatan Jumlah Masjid 9 buah
Jumlah Langgar / Surau / Mushalla 11 buah
Jumlah Gereja Kristen Protestan - buah
Jumlah Gereja Katholik - buah
JumlahWihara - buah
Jumlah Pura - buah
Jumlah Klenteng - buah

Prasarana olahraga
Lapangan sepak bola 1 buah
Lapangan bulu tangkis 1 buah
Meja pingpong 2 buah
Lapangan tenis - buah
Lapangan voli 6 buah

19
Prasarana olahraga Lapangan sepak bola 1 buah
Lapangan bulu tangkis 1 buah
Meja pingpong 2 buah
Lapangan tenis - buah
Lapangan voli 4 buah

4.2 Kegiatan/Program PPM-KKN Mahasiwa


- Penanaman bibit pakcoy, cabai, dan stroberi dalam polybag.
- Pembuatan pupuk kompos dengan menggunakan bahan bahan organik
seperti limbah rumah tangga.
- Kegiatan belajar mengajar di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang
bertemakan pengenalan jenis tanaman sayur dan buah.
- Membantu melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan anak di
POSYANDU

4.2.1 Tujuan, Manfaat, dan Sasaran Kegiatan Serta Proses


Pelaksanaannya
 Penanaman bibit pakcoy, cabai, dan stroberi dalam rangka
pemberdayaan masyarakat khususnya yang bertempat di RT 04 RW 07
Desa Cileles Kec. Jatinangor Kab. Sumedang agar dapat memanfaatkan
lahan kosong pekarangan rumah untuk menanam berbagai jenis
tanaman sayur dan buah
 Pembuatan pupuk kompos dengan menggunakan bahan bahan organik
seperti limbah rumah tangga bertujuan untuk mengurangi polusi tanah
dan udara dengan memanfaatkan limbah sampah yang di olah menjadi
kompos melalui sosialisasi oleh anggota kelompok KKNM
 Kegiatan belajar mengajar di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang
bertemakan pengenalan jenis tanaman sayur dan buah yang bertujuan
untuk mengenalkan manfaat dari mengkonsumsi buah dan sayur.
Adapun membantu mensosialisasikan cara penanaman bibit kepada
anak anak agar dapat mengetahui prosesnya.

20
 Membantu melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan anak di
POSYANDU yang bertujuan untuk membantu meringankan kinerja Ibu
Ibu anggota Posyandu serta menjadikan pembelajaran bagi anggota
kelompok KKN tentang bagaimana cara menimbang berat badan,
mengukur tinggi badan dan pemberian Vitamin A terhadap anak anak.

4.2.2 Pihak-pihak yang Terlibat


 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)
 Anggota Kelompok KKNM
 Ketua RT
 Masyarakat sekitar
 Anak anak PAUD

4.2.3 Hasil Capaian


 Penanaman pakcoy: Terdapat tanaman sayuran dan buah organik
yang dapat dipergunakan untuk konsumsi sehari hari, serta
menjadikan efisiensi dan lebih ekonomis.
 Pembuatan pupuk kompos: warga dapat memanfaatkan limbah
rumah tangga organik sebagai bahan pembuat kompos yang
digunakan untuk memupuk tanaman yang telah ditanam sebelumnya
 Kegiatan mengajar di PAUD: anak-anak di PAUD dapat mengenal
berbagai jenis tanaman sayuran dan buah agar dapat mengetahui
kandungan gizi dan vitamin yang ada didalam sayur dan buah
 Membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu: memberikan tenaga
tambahan bagi anggota posyandu dan menjadikan posyandu sebagai
tempat yang ramah bagi masyarakat yang mempunyai anak dengan
pelayanan terpadunya dalam bidang kesehatan.

4.3 Output
Dari pelaksanaan yang telah dilaksanakan telah menghasilkan pupuk
kompos, tanaman jadi siap panen, dan pembelajaran mengenai proses belajar
mengejar mengenai pengenalan jenis tanaman sayur dan buah terhadap anak anak

21
yang berorientasi di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta menjadikan
masyarakat lebih bijak dan mandiri dalam mengelola limbah sampah organik yang
dihasilkan dari rumah tangga, selain itu menjadikan kotoran ternak memiliki nilai
fungsi lain untuk dijadikan pupuk organik dengan proses pengomposan.

22
BAB IV
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

5.1 Kesimpulan
Telah dilaksanakan KKN pada Desa Cileles RW 07 RT 04 sedari tanggal 2
Desember 2017 hingga 12 Januari 2018 oleh mahasiswa Universitas Padjadjaran
yang terdiri dari 4 fakultas yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Farmasi,
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, dan Fakultas Pertanian dengan tema pengelolaan
sampah asal rumah tangga menjadi pupuk organik untuk tanaman sayuran keluarga.
KKN pada Desa Cileles RW 07 RT 04 dilakukan untuk mengetahui dan dapat
membuat pupuk organik yang berasal dari sampah asal rumah tangga dan dapat
digunakan untuk menanam sayuran serta memberi kesempatan bagi mahasiswa
untuk dapat belajar dari kehidupan masyarakat desa.
Desa Cileles sendiri merupakan salah satu desa pada kecamatan Jatinangor.
Mayoritas mata pencaharian penduduk Desa Cileles merupakan petani atau buruh
tani, dengan sektor unggulan berupa ubi kayu. Penduduk Desa Cileles mayoritas
berusia dibawah 56 tahun, dengan jumlah angkatan kerja sebesar 1028 orang dari
jumlah penduduk sebesar 6014 orang. Kondisi karakteristik adat istiadat serta
kearifan lokal masyarakat Desa Cileles terbilang bersifat agamis dan kental dengan
suasana kegotong-royongannya.
Pada KKN ini beberapa kegiatan berhasil dilakukan yaitu menanam
sayuran, membuat kompos dari sampah rumah tangga, membantu kegiatan di
posyandu, serta memberikan edukasi mengenai tanaman kepada siswa dan siswa
PAUD Al-Kinzi. Penanaman sayuran bertujuan untuk memanfaatkan lahan kosong
pekarangan rumah untuk menanam berbagai jenis tanaman sayur dan buah.
Pembuatan pupuk kompos dilakukan untuk untuk mengurangi polusi dan
memanfaatkan limbah sampah yang di olah menjadi kompos. Membantu kegiatan
di POSYANDU dilakukan untuk membantu meringankan kinerja anggota
posyandu, dan berinteraksi dengan warga sekitar. Terakhir kegiatan belajar
mengajar di PAUD dilakukan untuk mensosialisasikan kepada anak-anak Desa
Cileles RW 07 RT 04 mengenai tanaman terutama buah dan sayuran.

23
Mekanisme pelaksanaan KKN dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan
situasi. Dimulai dengan menyerahkan surat izin, lalu survey untuk mencari rumah
sebagai implementasi kegiatan, melakukan perancangan kegiatan, membeli dan
melengkapi peralatan bahan, menanam beberapa bahan yang didominasi pakcoy
kedalam polybag, membantu cek kesehatan di posyandu, membuat pupuk kompos.
lalu melakukan kegiatan belajar mengajar di PAUD Al-Kinzi dan melibatkan
beberapa pihak yaitu Dosen Pembimbing Lapangan, Anggota Kelompok KKNM,
Ketua RT, masyarakat sekitar, dan seluruh guru serta murid PAUD Al-Kinzi.

5.2 Rekomendasi
Pengelolaan limbah rumah tangga (khususnya organik) menjadi kompos
masih merupakan hal yang baru di desa ini. Sehingga perlu adanya sosialisasi dan
penerapan secara nyata terhadap warga desa untuk memanfaatkan limbah rumah
tangga dengan maksimal. Selain itu komitmen dari warga sekitar pun perlu untuk
merealisasikan pemanfaatan limbah organik menjadi kompos, sehingga tidak hanya
menjadi sebuah kegiatan yang semata-mata berjalan karena diprogramkan oleh
universitas, namun juga menjadi kegiatan yang diterapkan dengan rutin.
Kami menyadari bahwa selama melaksanakan KKN ini kami memiliki
banyak kekurangan, untuk itu beberapa hal yang ingin kami rekomendasikan untuk
kegiatan KKN selanjutnya adalah :

1. Perlu dilakukannya program pengelolaan sampah baik sampah organik yang


dapat digunakan sebagai bahan pembuatan kompos, maupun sampah
anorganik karena dapat pula dimanfaatkan untuk di daur ulang.
2. Perlunya penerapan gaproktan secara nyata, sehingga bisa meningkatkan
ekonomi desa sekitar, karena gaproktan yang berada di Desa Cileles RT 04
belum berjalan seperti layaknya gaproktan. Dapat juga dikatakan tidak
terterap secara nyata, karena meskipun mereka menanam komoditas padi,
tapi hanya digunakan untuk kebutuhan perut sendiri dan keluarga masing-
masing.
3. Perlunya diadakan program KKN seperti tahun-tahun sebelumnya, sehingga
KKN dapat berjalan dengan fokus menjawab permasalahan yang berada di
desa-desa. Karena KKN tahun ini terasa mahasiswa kurang akrab dengan

24
masyarakat desa disebabkan oleh program KKN yang berubah dan terbilang
baru atau uji coba.
4. Perlunya integrasi program antara beberapa universitas atau institusi yang
sedang melaksanakan KKN secara bersama-sama di satu desa, sehingga
tercipta program yang cukup besar untuk menjawab permasalahan warga.

25