Anda di halaman 1dari 16

RSIA MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO

PETUGAS TIDAK SESUAI DENGAN JUMLAH


PASIEN (MOBILISASI SDM)

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

DITETAPKAN
DIREKTUR RSIA MUHAMMADIYAH
KOTA PROBOLINGGO
STANDAR
TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
OPERASIONAL

Pengertian Suatu keadaan dimana ruangan dalam keadaan jumlah pasien yang lebih
banyak dari petugas kesehatan
Tujuan  Untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal
 Agar pasien dapat tertangani dengan cepat
 Agar tidak ada keluhan kecemasan dari pasien, dan keluarga pasien
 Agar tindakan dapat dilakukan dengan baik dan benar
Kebijakan Mengacu pada standar operasional asuhan kebidanan & keperawatan
Prosedur Persiapan petugas: - petugas atau ruangan yang dimintakan bantuan
tenaga harus siap dan bersedia memberikan petugas yang dimaksud
@ bila jumlah pasien yang masuk/datang ke RS dalam waktu yang
bersamaan dimana jumlah pasien melebihi kapasitas jumlah petugas
misalnya dalam 1 ruangan 1 orang petugas bertanggung jawab terhadap
3 orang pasien (idealnya) maka:
a. Untuk dinas pagi:
- Petugas ruangan memohon bantuan kepada supervisor
- Supervisor meneruskan keluhan petugas ruangan kepada
bagian SDM keperawatan
b. Untuk dinas sore/ malam:
- Petugas ruangan menghubungi bidan kontrole untuk
mendapatkan bantuan petugas

52
RSIA MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO

PETUGAS TIDAK SESUAI DENGAN JUMLAH


PASIEN (MOBILISASI SDM)

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

- Bidan kontrole mengkoordinasikan kepada seluruh ruangan


yang tidak terlalu sibuk dan jumlah pasien dan kasus dapat
tertangani bila jumlah petugas dikurangi
- Kontrole datang melihat ruangan yang akan diambil
petugasnya apakah bila diambil petugasnya pelayanan masih
dapat terkontrol
- Kontrole meminta ijin kepada petugas penanggung jawab
ruangan tersebut untuk mengambil petugas yang dimaksud
- Bila sudah disetujui oleh penaggung jawab petugas yang
dimaksud diminta untuk sementara bertugas diruanagn yang
dibutuhkan
c. Petugas yang membantu tidak selamanya bertugas ditempat
yang membutuhkan tersebut, bila ruangan sudah terkontrol dan
tidak sibuk petugas kembali bertugas ditempatnya semula
d. Petugas yang membantu menginformasikan kembali ke Bidan
kontrole bahwa ruangan sudah dapat teratasi maka petugas
tersebut akan kembali ketempatnya semula berdinas
Unit terkait UGD, R. Rawat inap, Poliklinik, KB, OK dan R.Bayi/Anak

53
RSIA MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO

RESUSITASI JANTUNG DAN PARU

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

DITETAPKAN
DIREKTUR RSIA MUHAMMADIYAH
KOTA PROBOLINGGO
STANDAR
TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
OPERASIONAL

Pengertian Suatu tindakan pemenuhan kebutuhan oksigenasi dengan cara


mempertahankan fungsi respirasi dan sirkulasi dengan cara memberikan
bantuan eksternal terhadap sirkulasi dan ventilasi bayi
Tujuan 1. Melancarkan jalannya pernapasan
2. Merangsang pernapasan
3. Membantu memperlancar sirkulasi darah
Kebijakan Mengacu pada standar oprasional asuhan keperawatan
Persiapan
A. Alat alat
1. Emergency troly terisi
a. Bag-mask resuscitator (ambu bag) bayi
b. Pediatric laryngoscope
c. Endotracheal tube (ETT) bayi (no.2-5)
d. Macam-macam cairan infuse sesuai kebutuhan
e. Obat-obat life saving
f. Tabung oksigen lengkap dengan manometer, humidifier
dan slang oksigen dalam keadaan siap pakai dan
stetoskop
2. Pasien:
a. Menjelaskan tentang tujuan tindakan
b. Menjelaskan tentang prosedur tindakan
3. Lingkungan

54
RSIA MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO

RESUSITASI JANTUNG DAN PARU

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

a. Menutup gordyn/pintu
Keluarga dipersilahkan menunggu diluar kecuali orang
Tua bayi bila diperlukan
b. Menjaga suhu ruangan tetap hangat (> 25 derajad celcius)
4. Tenaga keperawatan:
a. Mencuci tangan
b. Berdiri di dekat pasien, samping kiri atau samping kanan
pasien
c. Melakukan pengkajian meliputi:
1) Identitas pasien
2) Tanda-tanda vital/APGAR score
3) Keadaan umum pasien
4) Riwayat/proses persalinan

B. Pelaksanaan
1. Memakai sarung tangan
2. Menghisap lendir pada mulut kemudian hidung sesuai SOP
3. Mengeringkan badan bayi dan alas yang basah diganti
dengan yang kering, bayi diletakkan dibawah lampu pemanas
4. Bayi diletakkan dengan sikap setengah ekstensi atau kepala
bayi ditengadahkan
5. Melakukan taktil dan nilai pernapasan
6. Bila fj>100 bayi bernapas, kemerahan  perawatan
observasi jika sianosis beri tambahan O2 aliaran bebas jika
apnea/pernapasan megap-megap atau fj<100 berikan VTP
(ventilasi tekanan positif)
7. Pasang sungkup bayi perhatikan letak/lekatkan sungkup bayi.
Sungkup dipasang dan pegang sungkup agar menutupi mulut
dan hidung bayi sehingga tidak ada kemungkinan udara
bocor
8. Lakukan ventilasi percobaan 2x dengan cara

55
RSIA MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO

RESUSITASI JANTUNG DAN PARU

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

 Lakukan tiupan udara dengan tekanan 30cm air


Lihat apakah dada bayi mengembang
 Bila dada bayi tidak mengembang:
- Periksa posisi kepala, pastikan posisinya sudah benar
- Periksa pemasangan sungkup dan pastikan tidak ada
kebocoran
- Periksa ulang apakah jalan napas tersumbat
cairan/lendir bila perlu isap kembali
 Bila dada bayi mengembang lakukan tahap definitive
9. Bila dada bayi mengembang lakukan VTP 20x dengan
tekanan 20 cm air dalam waktu 30 detik, setelah selesai
petugas melakukan penilaian apakah bayi menangis atau
bernapas spontan dan teratur
10. Pastikan udara masuk dada akan mengembang dalam waktu
30 detik tindakan
11. Petugas melakukan penilaian kembali:
- Bila bayi sudah bernapas normal, Fj > 100
kemerahan, hentikan VTP dan pantau bayi dengan
seksama lakukan perawatan pasca resusitasi
- Bila bayi belum bernapas/ megap-megap Fi>60
lanjutkan ventilasi dengan 20cm air, 20x dalam
waktu 30 detik berikutnya
12. Evaluasi hasil ventilasi tiap 30 detik
13. Petugas melakukan penilaian ulang pada bayi apakah bayi
bernapas, tidak bernapas/megap-megap, Fj & warna kulit
 Bila bayi sudah bernapas normal Fj>100 hentikan VTP
dan pantau bayi, bila bayi belum bernapas/megap-megap
dan fj<60 lanjutkan ventilasi dengan pemijatan dada
dalam 30 detik (kompresi dada)
14. Pemijatan dada dilakukan pada daerah 1/3 bawah sternum
dengan cara:

56
RSIA MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO

RESUSITASI JANTUNG DAN PARU

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

a. Dua ibu jari pada sternum, saling bertumpu atau


berdampingan tergantung besar bayi dan jari yang lain
melingkari dada dan menahan punggung & saat menekan
dada jangan terlalu keras
b. Dua jari diletakkan di sternum pada sudut kanan dada,
dan tangan kanan yang lain menahan punggung
c. Pemijatan dada dari ventilasi dilakukan dengan ratio 3:1
jika nadi kurang 100x/menit
d. Ventilasi diberikan 30 kali dalam waktu 1 menit
e. Setelah memberikan ventilasi selama 15-30 detik nilai
denyut jantung selama 30 detik
15. Jika bayi belum bernapas normal & Fj <60 pertimbangkan
untuk pemberian epineprin dan pertimbangkan untuk
pemasangan intubasi
16. Resusitasi paru jantung dihentikan bila denyut jantung bayi
lebih dari 100x/menit atau bayi nangis kuat
17. Bayi dibungkus dan diletakkan dalam box yang telah
dihangatkan
18. Merapihkan alat-alat dan meletakkan kembali mencuci
tangan
19. Membuat catatan keperawatan mencangkup
a. Respon bayi setelah tindakan dapat dinilai dari perbaikan
frekuensi jantung, ventilasi dan tonus neuromuskuler
b. Tanda-tanda vital sebelum dan sesudah tindakan
c. Tindakan yang dilakukan dan lama tindakan
d. Keadaan umum bayi
Unit terkait NICU

57
RSIA MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO

PERMINTAAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM


CITO
NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

DITETAPKAN
DIREKTUR RSIA MUHAMMADIYAH
KOTA PROBOLINGGO
STANDAR
TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
OPERASIONAL

Pengertian Melakukan permintaan guna pemeriksaan laboratorium ke bagian


laboratorium baik pemeriksaan cito maupun berencana
Tujuan  Untuk mempercepat proses tindakan medis yang akan dilakukan
 Untuk mendaptkan hasil yang akurat
 Agar tidak ada keluhan kecemasan dari petugas ruangan, pasien,
suami dan keluarga
 Agar tindakan dapat dilakukan dengan baik dan benar
Kebijakan Mengacu pada standar operasional asuhan kebidanan dan keperawatan
prosedur 1. Persiapan alat - ATK
- Buku catatan permintaan pemeriksaan
laboratorium
- Formulir pemeriksaan laboratorium
2. Persiapan pasien - pasien diberitahu akan dilakukan
pemeriksaan laboratorium
3. Pelaksanaan
a. Bila pasien/bayi setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter
dan pasien/ bayi membutuhkan pemeriksaan laboratorium,
maka petugas ruangan segera menghubungi petugas
laboratorium dengan menggunakan telepon
b. Petugas ruangan mengucapkan salam, menyebutkan nama
pasien yang akan diperiksa tempat pasien dirawat dan jenis
pemeriksaan laboratorium yang diinginkan

58
RSIA MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO

PERMINTAAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM


CITO
NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

c. Bila perlu petugas ruangan meminta petugas laboratorium


untuk mengulangi menyebutkan nama pasien dan jenis
pemeriksaan yang diinginkan
d. Bila dalam 30 menit petugas laboratorium belum datang maka
petugas ruangan mengingatkan kembali untuk datang
e. Bila petugas laboratorium sudah datang dan melakukan
pemeriksaan, petugas ruangan melakukan pencatatan
(membuatkan bon) penghasilan pada status pasien
f. Setelah selesai petugas laboratorium mengambil preparat
pemeriksaan sesuai kebutuhan, petugas ruangan menanyakan
berapa lama hasil pemeriksaan sudah ada\
g. Bila sudah waktunya hasil pemeriksaan yang dijanjikan oleh
petugas laboratorium belum ada maka petugas ruangan
menghubungi petugas laboratorium kembali menanyakan hasil
pemeriksaan tadi
Unit terkait R.Bayi/anak, lab

59
RSIA MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO

PERMINTAAN OBAT KE BAGIAN FARMASI


NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

DITETAPKAN
DIREKTUR RSIA MUHAMMADIYAH
KOTA PROBOLINGGO
STANDAR
TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
OPERASIONAL

Pengertian Permintaan akan kebutuhan obat ruangan maupun pasien ke bagian


farmasi
Tujuan  untuk memenuhi kebetuhan ruangan
 agar pelayanan dapat diberikan secara optimal
 agar tidak ada keluhan kecemasan dari petugas lain, pasien, suami,
dan keluarga
 agar tindakan dapat dilakukan dengan baik dan benar
Kebijakan Mengacu pada standar operasional asuhan kebidanan & keperawatan
Prosedur 1. persiapan alat :
- alat tulis
- buku FB I
- meja dorong
2. persiapan petugas
- petugas mencatat kedalam buku FB I
- petugas membawa meja dorong untuk membawa obat
3. pelaksanaan
1. petugas melihat dan menghitung jumlah obat yang tersedia pada
lemari pengadaan obat (untuk obat diruangan)
2. petugas mencatat pada buku permintaan obat pasien sesuai
dengan kebutuhan pasien
3. permintaan obat untuk ruangam dilakukan setiap hari selasa dan
untuk permintaan obat pasien dilakukan setiap hari tanpa melalui
bagian perawatan

60
RSIA MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO

PERMINTAAN OBAT KE BAGIAN FARMASI


NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

4. setelah mengetahui kebutuhan yang diperlukan ruangan dalam 1


minggu maka petugas menuliskan pada buku FB obat-obatan
yang diperlukan
5. setelah dituliskan pada buku FB I, kepala ruangan menegtahui
permintaan dan buku FB I dibawa ke kepala perawatan untuk
disetujui
6. setelah kepala perawatan menyetujui dan member nomor maka
buku FB I diserahkan kebagian farmasi
7. penyerahan buku FB I kebagian farmasi dilakukan pada jam
09.00 WIB
8. petugas ruangan pada jam 12.00 kebagian farmasi dengan
membawa botol obnat yang kosong untuk pengambilan obat
permintaan tersebut
9. setelah dibagian farmasi, petugas ruangan dan petugas farmasi
mencocokkan obat yang diberikan dengan barang permintaan
ruangan atau pasien sesuai dengan yang tercantum dibuku
permintaan
10. petugas farmasi membubuhkan tanda tangan pada buku FB I
tersebut sebagai bukti bahwa obat telah diberikan
11. setelah obat diberikan, petugas ruangan membawa obat tersebut
dan menyimpannya didalam lemari penyimpananunyuk obat
ruangan)
12. untuk obat pasien segera dibagikan kepada pasiennya langsung
13. pada akhir bulan petugas membuat laporan permintaan obat dan
keuangan berdasarkan buku FB I
14. petugas melaporkan kepada kepala ruangan masing-masing
Unit terkait Poliklinik, R.rawat inap, OK, R.bayi/ anak KB

61
RSIA MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO

PERMINTAAN BARANG KE LOGISTIK


NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

DITETAPKAN
DIREKTUR RSIA MUHAMMADIYAH
KOTA PROBOLINGGO
STANDAR
TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
OPERASIONAL

Pengertian Permintaan akan kebutuhan barang ke bagian logistic sesuai jadwal yang
telah ditentukan
Tujuan  untuk memenuhi kebutuhan ruanagan
 agar pelayanan dapat diberikan secara optimal
 agar tidak ada keluhan kecemasan dari petugas lain, pasien, suami
dan keluarga
 agar tindakan dapat dilakukan dengan baik dan benar
Kebijakan Mengacu pada standar operasional asuhan kebidanan dan keperawatan
Prosedur 1. persiapan alat :
- alat tulis
- buku FB I
- meja dorong
2. persiapan petugas
- petugas mencatat kedalam buku FB I
- petugas membawa meja dorong untuk membawa alat
3. Pelaksanaan
1. Petugas melihat atau menghitung alat service, ATK and ART
yang masih tersedia
2. Permintaan barang sesuai dengan hari permintaan, yaitu:
- Hari selasa permintaan obat service, soperti clear, dettol
- Hari rabu permintaan ATK
- Hari jumat permintaan alat rumah tangga, seperti sabun,
sapu, dll

62
RSIA MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO

PERMINTAAN BARANG KE LOGISTIK


NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

3. Petugas merencanakan permintaan barang sesuai dengan


kebutuhan 1 minggu
4. Barang yang akan diminta dituliskan pada buku FB I dan
diketahui kepala ruangan, selanjutnya buku FB I diserahkan
kepada kepala perawatan
5. Bila permintaan barang sudah disetuji oleh kepala perawatan,
maka kepala perawatan akan memberikan nomor yang
menyatakan bahwa kepala perawatan sudah menyeleksi
permintaan barang sesuai kebutuhan
6. Buku FB I yang sudah diberi nomor diambil oleh petugas
ruangan kembali dan diserahkan kebagian logistikpada jam
09.00 WIB
7. Kemudian petugas ruangan pada jam 12.00 ke bagian logistic
kembali untuk pengambilan barang-barang tersebut
8. Setelah dibagian logistic, petugas ruanagan dan petugas
logistic mencocokan barang yang diberikan dengan barang
permintaan ruangan sesuai yang tercantum didalam buku FB
I dan membubuhi tanda tangan pada buku FB I tersebut
9. Setelah barang diberikan, petugas ruangan membawa barang
ruanagan tersebut dan menyimpannya didalam lemari
penyimpanan barang
10. Pada akhir bulan petugas membuat laporan permintaan
barang dan keuangan berdasarkan buku FB I
11. Petugas melaporkan kembali keda kepala ruangan masing-
masing unit.
Unit terkait Poliklinik, R. rawat inap, OK, R.bayi/anak dan KB

63
RSIA MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO

PENULISAN SURAT RUJUKAN


NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

DITETAPKAN
DIREKTUR RSIA MUHAMMADIYAH
KOTA PROBOLINGGO
STANDAR
TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
OPERASIONAL

Pengertian Melakukan atau memberikan jawaban berupa surat kepada dokter, bidan
atau instansi yang merujuk pasiennya ke RSIA Muhammadiyah Kota
Probolinggo
Tujuan  Untuk memberikan asuhan kebidanan pada pasien
 Untuk memberikan laporan kepada perujuk diagnose dan tindakan
yang telah dilakukan
 Untuk memberikan pelayanan medic kepada pasien
 Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pasien dan
keluarga
 Agar tindakan dapat dilakukan dengan baik benar
Kebijakan Mengacu pada standar operasional asuhan kebidanan & keperawatan
Prosedur 1. Persiapan alat :
- Status pasien
- ATK
- Surat balasan rujukan
2. Persiapan pasien : pasien diberitahu tentang maksud dan tujuan
pembuatan surat balasan rujukan
3. Pelaksanaan
1. Setelah pasien dilakukan pemeriksaan/tindakan dirawat atau
pulang
2. Petugas mencatat kedalam buku rujukan
3. Tuliskan identitas pasien, diagnose dan alat perujuk
4. Pada lembar surat balasan rujukan terdapat 2 lembar:

64
RSIA MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO

PENULISAN SURAT RUJUKAN


NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

- 1 lembar untuk arsip RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo


- 1 lembar untuk diserahkan kepada perujuk
5. Format rujukan diisi oleh kepala ruangan tempat pasien
dilakukan tindakan atau dirawat
6. Format surat balasan rujukan setelah diisi ditandatangani atau
diberi stempel oleh kepala ruangan dan tuliskan nama jelas yang
mengisi surat balasan rujukan tersebut
7. Pada saat pasien akan pulang beri penjelasan maksud atau tujuan
terlebih dahulu kepada pasien mengenai isi surat tersebut
8. Serahkan surat tersebut kepada pasien dan minta kepada pasien
untuk memberikan surat tersebut kepada BPS, dokter, bidan atau
instansi tempat pasien asalnya dirujuk
Unit terkait R.rawat inap, KB, OK dan R.rawat bayi/anak

65
RSIA MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO

PENUKARAN ALAT TENUN YANG RUSAK


NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

DITETAPKAN
DIREKTUR RSIA MUHAMMADIYAH
KOTA PROBOLINGGO
STANDAR
TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
OPERASIONAL

Pengertian Memberikan alat tenun yang sudah tidak layak (rusak) kebagian kamar
cuci untuk dilakukan penggantian
Tujuan  Untuk membuat agar alat tenun tetap rapid an tersedia sesuai
kebutuhan
 Agar pelayanan dapat diberikan secara optimal
 Agar tidak ada keluhan kecemasan dari petugas lain, pasien, suami
dan keluarga
 Agar tindakan dapat dilakukan dengan baik dan benar
Kebijakan Mengacu pada standar operasional asuhan kebidanan dan keperawatan
Prosedur 1. Persiapan alat:
- Alat tulis
- Buku catattan
- Meja dorong untuk alat tenun
2. Persiapan petugas
- Petugas mencatat kedalam buku catatab
- Petugas membawa meja dorong untuk membawa alat tenun
3. Pelaksanaan
1. Penukaran alat tenun yang rusak dilakukan setiap hari sabtu
2. Petugas setelah memilah alat tenun yang sudah tidak layak
pakai (rusak) maka petugas menghitung jumlah dan jenis
dari alat tenun yang rusak tersebut

66
RSIA MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO

PENUKARAN ALAT TENUN YANG RUSAK


NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

3. Kemudian petugas mencatat pada buku pencatatan alat tenun


yang rusak
4. Buku yang sudah dilakukan pencatatan diantar bersama alat
tenun yang akan ditukar kebagian rumah tangga
5. Petugas ruangan meminta ganti sesuai dengan jumlah yabg
diminta
6. Bila dapat meminta ganti pada saat itu, bila tidak maka
petugas ruangan mengingatkan kembali pada sabtu-minggu
berikutnya
7. Apabila alat tenun sudah dapat pergantian dengan yang baru
maka petugas bagian rumah tangga dan petugas ruangan
membubuhkan tanda tangan pada buku catatan bagian rumah
tangga dan ruangan bahwa alat tenun yang rusak sudah
mendapat penggantinya
8. Petugas ruangan menyimpan kembali dalam lemari
penyimpanan

Unit terkait Poliklinik, UGD, R.rawat inap, R.Bayi/anak OK dan KB

67