Anda di halaman 1dari 44

Baja secara umum dapat dikelompokkan atas 2 jenis yaitu :

 Baja karbon (Carbon steel)


 Baja paduan (Alloy steel)

 BAJA KARBON
Baja karbon rendah bisa dibedakan menjadi baja karbon rendah, baja karbon
menengah, dan baja karbon tinggi.

1. Baja Karbon Rendah

Baja karbon rendah mengandung unsur karbon dengan kadar sekitar 0,05-0,3
persen. Karakteristik utama baja ini ialah gampang ditempa dan mudah diolah
menggunakan mesin. Baja karbon rendah dengan kadar antara 0,05-0,2 persen
biasanya dipakai untuk membuat bodi mobil, struktur bangunan, pipa, rantai,
sekrup, paku. Sementara baja karbon rendah yang memiliki kadar di kisaran
0,2-0,3 persen umumnya digunakan untuk membuat gigi kendaraan, baut, dan
jembatan.

2. Baja Karbon Menengah

Baja karbon menengah bersifat lebih kuat daripada baja karbon rendah
sehingga lebih sulit dipotong, dibengkokkan, atau dilas. Baja karbon menengah
yang berkadar 0,3-0,4 persen dipakai untuk membikin batang penghubung, pin
engkol, dan as roda. Sedangkan baja karbon menengah dengan kadar 0,4-0,5
persen digunakan sebagai bahan pembuatan as roda mobil, poros engkol, rel,
boiler, dan obeng. Serta baja karbon menengah sekitar 0,5-0,6 persen merupakan
bahan baku palu dan kereta luncur.

3. Baja Karbon Tinggi

Baja karbon tinggi mengandung unsur karbon berkisar antara 0,6-1,5


persen. Baja jenis ini mempunyai sifat sangat sulit dibengkokkan, dipotong,
maupun dilas. Kegunaan baja karbon tinggi antara lain sebagai bahan baku
pemutar sekrup, palu, pisau, gergaji, kawat, dan alat-alat pertukangan yang lain
 BAJA PADUAN
Baja paduan tidak hanya terbuat dari besi dan karbon, tetapi juga diberikan
tambahan berupa unsur-unsur lainnya. Adapun tujuan dari dilakukan penambahan
unsur-unsur tersebut antara lain meningkatkan sifat mekanik baja, menaikkan sifat
mekanik pada temperatur rendah, meningkatkan daya tahan terhadap reaksi kimia,
dan menciptakan baja dengan sifat-sifat khusus. Menurut kadar karbonnya, ada
tiga jenis baja paduan yaitu baja paduan rendah (kurang dari atau sama dengan
2,5%), baja paduan menengah (2,5-10%), dan baja paduan tinggi (lebih dari atau
sama dengan 10%).
Baja paduan juga bisa dibagi menjadi dua jenis menurut unsur-unsur paduannya
yaitu :

1. Baja Paduan Khusus

Baja paduan khusus dibuat dengan unsur-unsur tertentu untuk keperluan khusus.
Pembuatan baja jenis ini dilakukan dengan menambahkan satu atau lebih unsur-
unsur yang berjenis logam. Sehingga didapatkan baja yang mempunyai sifat dan
karakteristik sesuai keinginan. Misalnya baja menjadi lebih kerat, lebih kuat, dan
lebih ulet dibandingkan dengan baja karbon.

2. Baja High Speed

Baja high speed biasanya digunakan sebagai bahan utama untuk membuat alat-
alat potong. Sebagai contoh yaitu drill, reamer, milling cutter, lathe tool bit, dan
countersink. Baja ini mengandung unsur karbon sekitar 0,7-1,5 persen. Dengan
memanfaatkan baja high speed, suatu peralatan dapat dioperasikan lebih cepat.
Sementara itu, beberapa baja paduan pun mempunyai sifat-sifat khusus yang tidak
dimiliki oleh baja pada umumnya. Di antaranya meliputi :

1. Baja tahan korosi


2. Baja tahan garam
3. Baja tahan pakai
4. Baja tahan panas
5. Baja elektrik
6. Baja magnetik
7. Baja non-magnetik
8. Baja tanpa sisik
PT. ESSAR INDONESIA

PT Essar Indonesia memulai operasi komersialnya pada tahun 1997 dan


merupakan produsen terbesar Cold Rolled Steel di sektor swasta di Indonesia.
Essar Steel adalah produsen global baja dengan jejak kaki yang meliputi India,
Kanada, Amerika Serikat, dan Asia. Ini adalah rata terintegrasi penuh pabrik baja
karbon - dari bijih besi untuk siap-untuk-produk pasar. Produknya menemukan
penerimaan luas dalam sektor konsumen yang sangat tajam, seperti otomotif,
barang putih, konstruksi, teknik, pembuatan kapal hingga rangka atap baja ringan.
Ini adalah eksportir terbesar di India rata produk baja dan bertujuan untuk
mencapai 25 MTPA kapasitas.Dilengkapi dengan state-of-the-art teknologi,
berlokasi di MM 2100 Industrial Estate, infrastruktur kelas dunia dan fasilitas, 25
Km di jalan tol Jakarta-Cikampek dengan dekat kepada basis pelanggan dan
pemasok bahan baku, katering pasar beragam segmen dengan menuntut standar
kualitas internasional dalam negeri dan pasar internasional dan basis pelanggan
yang luas di Indonesia dan negara-negara lain.Dengan kapasitas dipasang bergulir
sebesar 400.000 MT per tahun termasuk 150.000 MT per tahun dari produk
galvanis dan 100.000 MT per tahun dari produk Soft CR.

PT Essar Indonesia berencana untuk fokus pada nilai tambah produk CR lembut.
Produk Baja (galvanize) memiliki penerapan yang luas. Digunakan dalam industri
bangunan, penggunaan domestik, industri alat rumah tangga dan industri
otomotif.Baja Ringan dalam industri bangunan digunakan dalam atap rumah,
garasi, bengkel, pabrik dll yang digunakan adalah lembaran bergelombang atau
diprofilkan untuk membentuk. Hal ini juga digunakan dalam pembuatan purlins,
talang air hujan, kusen pintu, bingkai jendela, panel dinding dll. Digunakan pula
dalam barang-barang rumah tangga seperti ember, lemari, peti, kotak, dan
kontainer. Penyimpanan kapal, tangki air dan lain-lainKulit melewati lembaran
galvanis digunakan dalam peralatan rumah tangga seperti mesin cuci, kulkas,
pendingin udara, air pendingin & AC. Kulit melewati lembaran galvanis juga
digunakan untuk membuat tubuh dalam industri otomotif.
MENDISTRIBUSIKAN PRODUK RANGKA ATAP BAJA RINGAN

Keunggulan-keunggulan Produk
1. Profil lebih besar dan kuat

2. Diproduksi langsung dari pabrik pembuat bahan baku baja

3. Terbuat dari bahan lapis galvanis dengan mutu tinggi

4. Desain struktur menggunakan software dari Australia

5. Tahan terhadap rayap, karat dan api

6. Kuat, aman dan ekonomis


PT SPINDO INDONESIA

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika


(ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), I Gusti Putu Suryawirawan
mengatakan, industri besi dan baja merupakan industri prioritas bagi
pengembangan industri.

Saat ini, jumlah perusahaan baja nasional hulu dan hilir, sebanyak 1.167
perusahaan, 29 diantaranya merupakan pabrik pipa las.

Industri baja nasional sektor hulu dan hilir mampu menyerap 300.309 tenaga kerja
dan memiliki kapasitas produksi sebesar 37 juta ton per tahun.

"Namun, dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,02 persen pada tahun
lalu, pertumbuhan industri besi baja nasional hanya 4,35 persen," ujar dia dalam
keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (17/11/2015).

Menurut dia, dengan diresmikannya pabrik dan penambahan mesin baru dari PT
Spindo, maka jumlah perusahaan pipa baja ERW dan pipa baja spiral akan
mencapai enam perusahaan yang tersebar di Jawa Timur dan Jawa Barat dengan
kapasitas produksi sebesar 300 ribu ton per tahun dan menyerap 1.386 tenaga
kerja.

"PT Spindo telah berinvestasi Rp 150 miliar untuk mensupport industri otomotif
nasional. Dengan kebutuhan pipa baja untuk industri otomotif nasional sebesar
180 ribu ton per tahun, adanya investasi ini akan memenuhi 60 persen kebutuhan
baja di sektor otomotif nasional," katanya.

Sementara itu, Deputy President Director PT Spindo, Tedja Sukmana Hudianto


mengatakan, perluasan pabrik dan penambahan mesin baru ini dilakukan lantaran
terus meningkatnya permintaan akan produk pipa baja. Hal ini diyakini salah
satunya hasil dari pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot oleh
pemerintah.

"Tingginya permintaan produk membuat kami menambah varian jenis pipa baja.
Biasanya, kami memproduksi pipa paling kecil dengan ketebalan maksimum 4
mm, dengan investasi mesin baru ini, bisa dibuat pipa baja kecil dengan ketebalan
6,5 mm," ungkapnya.

Dengan pembelian mesin baru, menurut Tedja, kapasitas produksi akan terus
bertambah. Per Oktober tahun ini, pabrik di Karawang sudah menghasilkan 4.800
ton pipa baja.
"Jumlah ini cukup bagus karena biasanya produksi di Karawang hanya 3.500 ton
per bulan. Ditargetkan pada kuartal pertama tahun depan, kapasitas produksi bisa
mencapai 6.000 ton per bulan," kata dia.

Sampai dengan Oktober tahun ini, lanjut Tedja, pihaknya berhasil menjual pipa
baja sebesar 313.924 ton.

MENDISTRIBUSIKAN PRODUK PIPA BAJA

Keunggulan-keunggulan Produk
1. Profil lebih besar dan kuat

2. Diproduksi langsung dari pabrik pembuat bahan baku baja

2. Terbuat dari bahan lapis galvanis dengan mutu tinggi

3. Desain struktur menggunakan software dari Australia

4. Tahan terhadap rayap, karat dan api

6. Kuat, aman dan ekonomis


CV. SUKSES MANDIRI TEKNIK INDONESIA

Jual mesin rangka atap baja ringan murah, rollforming mesin baja
ringan, mesin truss baja ringan, coil galvalume bahan baku material
baja ringan, daftar harga rangka atap baja ringan batangan, rangka
atap baja ringan terpasang per meter persegi m2, distributor rangka
atap baja ringan, supplier rangka atap baja ringan, spesifikasi rangka
atap baja ringan, detail rangka atap baja ringan, konstruksi rangka atap
baja ringan, struktur rangka atap baja ringan 2009 sampai sekarang
CV.SUKSES MANDIRI TEKNIK
Rangka atap baja ringan dengan harga murah dengan kualitas
terjamin.

Sekarang sudah bukan jamannya lagi rangka atap yang terbuat


dari kayu (kaso). Selain usia pakai yang terbatas karena rayap,
keropos oleh air hujan, jamur dan lain-lain, permintaan kayu
yang meningkat menyebabkan merajalelanya kasus ilegal
logging yg merusak ekosistem dan lingkungan.

Rangka Atap Baja Ringan SKYTRUSS terbuat dari baja ringan


bermutu tinggi dengan komposisi Aluminium & Zinc yang
memiliki banyak keunggulan.

SKY TRUSS adalah Rangka (kuda-kuda) Atap Baja Ringan


pengganti rangka atap konvensionalyang bermaterial kayu
(kaso).

Terbuat dari baja ringan mutu tinggi Hi-Ten G550 sebagai bahan
dasar kekuatan struktur dengan mutu yang konsisten dan
merata dengan tegangan maksimum 550 Mpa yang telah di
proses pelapisan tahan karat, di produksi dengan mesin khusus
dengan tingkat presisi yang tinggi dan hasil bentuk dimensi
material yang lebih akurat sebagai penunjang penggunaan
sistem struktur rangka atap kuda – kuda yang lebih inovatif
untuk solusi ” Rayap & Karat “.

MEMPRODUKSIKAN SKY TRUSS


Keunggulan-keunggulan Produk

1. Bergaransi 15 Tahun

2. Sertifikasi SNI, ISO

3. Tenaga kerja berpengalaman

4. Strukturisasi sesuai aturan Asossiasi Konstruksi Indonesia

5. Pemasangan tanpa kombinasi ketebalan bahan material High


Quality Product Zincalume dan Galvanized 0,75- 1 mili.

6. Struktur Lebih Ringan dan Kuat/Kokoh

7. Konstruksi Stabil dan Aman,

8. Presisi Tinggi Dan Kokoh

9. SDM yang Berpengalaman

10. Sertifikasi Bahan Material UI

11. Desain lebih flexible sesuai permintaan / Komputerisasi (


Design Atap Fleksible )

12. Mudah dalam Pemasangan dan Minim Kesalahan


Pemasangan ( Pemasangan Lebih Cepat )

13. Bahan dibuat dipabrik dengan Presisi Tinggi,

14. Ramah Lingkungan,

15. Anti Rayap ( Seumur Hidup ),


Pengertian Baja
Baja adalah bahan dasar vital untuk industri. Semua segmen
kehidupan, mulai dari peralatan dapur, transportasi, generator
pembangkit listrik, sampai kerangka gedung dan jembatan
menggunakan baja. Eksploitasi besi baja menduduki peringkat
pertama di antara barang tambang logam dan produknya
melingkupi hampir 95 persen dari produk barang berbahan
logam.

Belakangan dunia perindustrian digemparkan oleh kabar


peningkatan performan (kekuatan dan umur) baja menjadi dua
kali lipat. Untuk mendapatkan baja dengan kekuatan sama
dengan yang konvensional, hanya perlu setengah dari bahan
sebelumnya dengan ketebalan dan berat juga setengahnya.

Baja super ini diperoleh dengan menghaluskan struktur


mikronya menjadi seperlima dari baja sebelumnya atau bahkan
lebih kecil lagi (di bawah 1 mikrometer). Nakayama Steel,
sebuah perusahaan di Jepang, telah berhasil memproduksi
lembaran baja super dengan kekuatan tarik 600 MPa atau
sekitar 1,5 kali kekuatan tarik baja biasa. Kenaikan performan
baja diharapkan dapat mengurangi berat bahan sehingga
meningkatkan efisiensi dan menghemat sumber daya alam

Baja adalah paduan logam yang tersusun dari besi sebagai


unsur utama dan karbon sebagai unsur penguat. Unsur karbon
inilah yang banyak berperan dalam peningkatan performan.
Perlakuan panas dapat mengubah sifat baja dari lunak seperti
kawat menjadi keras seperti pisau. Penyebabnya adalah
perlakuan panas mengubah struktur mikro besi yang berubah-
ubah dari susunan kristal berbentuk kubik berpusat ruang
menjadi kubik berpusat sisi atau heksagonal.
Dengan perubahan struktur kristal, besi adakalanya memiliki
sifat magnetik dan adakalanya tidak. Besi memang bahan
bersifat unik.

Bijih besi bertebaran hampir di seluruh permukaan Bumi dalam


bentuk oksida besi. Meskipun inti Bumi tersusun dari logam
besi dan nikel, oksida besi yang ada di permukaan Bumi tidak
berasal darinya, melainkan dari meteor yang jatuh ke Bumi.
Di Australia, Brasil, dan Kanada, ditemukan bongkahan bijih
besi berketebalan beberapa puluh meter dan mengandung 65
persen besi. Besi adalah unsur yang sangat stabil dan
merupakan unsur terbanyak ke delapan di Jagat Raya setelah
silikon. Pada lapisan kulit Bumi, besi merupakan unsur logam
terbanyak ketiga setelah silikon dan aluminium. Hampir lebih
dari 70 abad lalu-5.000 tahun sebelum Masehi-dari
peninggalan di Mesopotania, Iran, dan Mesir diketahui bahwa
manusia telah menguasai teknologi pembuatan peralatan dari
besi baja untuk berburu. Suku Hatti dan Hittite- 2.500-1.500
tahun sebelum Masehi-di daerah Anatria dan Armenia telah
berhasil membuat pedang besi berukuran besar dan baju besi
dengan proses semi-lebur.

Kelebihan dan Kekurangan Baja


Kelebihan :
-Kuat tarik tinggi.
-Tidak dimakan rayap
-Hampir tidak memiliki perbedaan nilai muai dan susut
-Bisa di daur ulang
-Dibanding Stainless Steel lebih murah
-Dibanding beton lebih lentur dan lebih ringan
-Dibanding alumunium lebih kuat
Kekurangan :
-Bisa berkarat.
-Lemah terhadap gaya tekan.
-Tidak fleksibel seperti kayu yang dapat dipotong dan dibentuk
berbagai profile

1. Proses Pembuatan Baja


Baja merupakan salah satu bahan yang sangat banyak dipakai di seluruh dunia
untuk keperluan kehidupan manusia, khususnya di dunia industri. Ditemukan buat
pertama kali oleh orang Mesir lebih dari 4000 tahun yang lalu untuk perhiasan
dan alat rumah tangga yang kemudian berkembang menjadi bahan berharga dan
dimanfaatkan orang setiap hari saat ini.
Untuk menjadikan baja, banyak proses yang dilakukan, sehingga
membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat dipakai dalam berbagai
keperluan.

A. Pembuatan Besi Kasar


Besi kasar adalah hasil pengolahan dari bijih besi dengan melalui beberapa
proses. Proses awal adalah dengan mengurangi senyawa-senyawa dan zat-zat lain
yang terkandung dalam bijih besi dengan tahap sebagai berikut :
 Dibersihkan.
 Dipecah-pecah dan digiling sampai menjadi halus, sehingga partikel besi dapat
dipisahkan dari bahan yang tidak diperlukan dengan menggunakan magnit.
 Dibentuk menjadi “pellet” (bulatan-bulatan kecil) dengan diameter + 14 mm.

Untuk memudahkan dalam pembentukan “pellet” maka ditambahkan tanah


liat, sehingga dapat dirol menjadi bentuk bulat. Setelah proses awal dilakukan,
maka bijih besi diproses pada dapur tinggi. Dapur tinggi mempunyai konstruksi
yang cukup besar dengan ketinggian mencapai 100 meter. Dinding luar terbuat
dari baja dan bagian dalam dilapisi batu tahan api yang mampu menahan
temperatur tinggi.
Pada bagian atas dapur tinggi terdapat corong untuk memasukkan bahan baku,
yaitu bijih besi, kokas dan batu kapur. Kokas adalah batu bara yang telah diproses
(disuling kering) sehingga dapat menghasilkan panas yang tinggi. Batu kapur
berfungsi untuk mengikat bahan-bahan yang tidak diperlukan.
Proses pada dapur tinggi adalah dengan meniupkan udara panas ke dalam
dapur tinggi untuk membakar kokas dengan temperatur + 2000oC. Cairan besi
dan terak akan turun ke dasar dapur tinggi secara perlahan-lahan dan selanjutnya
dituang ke kereta khusus. Hasil ini disebut besi kasar, yang kemudian dapat
diproses lebih lanjut menjadi baja.

B. Proses Pembuatan Baja


Besi kasar dari hasil proses dapur tinggi, kemudian diproses lanjut untuk
dijadikan berbagai jenis baja.
Ada beberapa proses yang dilakukan untuk merubah besi kasar menjadi baja :
1. Dapur Baja Oksigen (Proses Bassemer)
Pada dapur baja oksigen dilakukan proses lanjutan dari besi kasar menjadi
baja, yakni dengan membuang sebagian besar karbon dan kotoran-kotoran
(menghilangkan bahan-bahan yang tidak diperlukan) yang masih ada pada besi
kasar. Ke dalam dapur dimasukkan besi bekas, kemudian baru besi kasar, tapi
sebagian fabrik baja banyak yang langsung dari dapur tinggi, sehingga masih
dalam keadaan cair langsung disalurkan ke dapur Oksigen.
Kemudian, udara (oksigen) yang didinginkan dengan air dan kecepatan tinggi
ditiupkan ke cairan logam. Ini akan bereaksi dengan cepat antara karbon dan
kotoran-kotoran lain yang akan membentuk terak yang mengapung pada
permukaan cairan. Dapur dimiringkan, maka cairan logam akan keluar melalui
saluran yang kemudian ditampung dalam kereta-kereta tuang.
Untuk mendapatkan spesifikasi baja tertentu, maka ditambahkan campuran lain
sebagai bahan paduan. Hasil penuangan ini dapat langsung dilanjutkan dengan
proses pengerolan untuk mendapatkan bentuk/profil yang diinginkan.

2. Dapur Baja Terbuka (Siemens Martin)


Sama halnya dengan Dapur Baja Oksigen, maka dapur baja terbuka (Siemens
Martin) juga merupakan dapur yang digunakan untuk memproses besi kasar
menjadi baja. Dapur ini dapat menampung baja cair lebih dari 100 ton dengan
proses mencapai temperatur + 1600oC; wadah besar serta berdinding yang sangat
kuat dan landai.
Proses pembuatan dengan dapur ini adalah proses oksidasi kotoran yang
terdapat pada bijih besi sehingga menjadi terak yang mengapung pada permukaan
baja cair. Oksigen langsung disalurkan kedalam cairan logam melalui tutup atas.
Apabila selesai tiap proses, maka tutup atas dibuka dan cairan baja disalurkan
untuk proses selanjutnya untuk dijadikan bermacam-macam jenis baja.
3. Dapur Baja Listrik
Panas yang dibutuhkan untuk pencairan baja adalah berasal arus listrik yang
disalurkan dengan tiga buah elektroda karbon dan dimasukkan/diturunkan
mendekati dasar dapur. Penggunaan arus listrik untuk pemanasan tidak akan
mempengaruhi atau mengkontaminasi cairan logam, sehingga proses dengan
dapur baja listrik merupakan salah satu proses yang terbaik untuk menghasilkan
baja berkualitas tinggi dan baja tahan karat (stainless steel).
Dalam proses pembuatan, bahan-bahan yang dimasukkan adalah bahan-bahan
yang benar-benar diperlukan dan besi bekas. Setelah bahan-bahan dimasukkan,
maka elektroda-elektroda listrik akan memanaskan bahan dengan panas yang
sangat tinggi (+ 7000oC), sehingga besi bekas dan bahan-bahan lain yang
dimasukkan dengan cepat dapat mencair.
Adapun campuran-campuran lain (misalnya untuk membuat baja tahan karat)
dimasukkan setelah bahan-bahan menjadi cair dan siap untuk dituang.

C. Proses Pembentukan dan Bentuk-bentuk Produk Baja


Pembentukan baja adalah tahap lanjutan dari proses pengolahan baja dengan
berbagai jenis dapur baja.
Baja yang telah cair dan ditambah dengan campuran lain (sesuai dengan
kebutuhan/sifat-sifat baja yang diinginkan) dituang ke dalam cetakan yang
berlubang dan didinginkan sehingga menjadi padat. Batangan baja yang masih
panas dan berwarna merah dikeluarkan dari cetakan untuk disimpan sementara
dalam dapur bentuk kotak serta dijaga panasnya dengan temperatur 1100oC -
1300oC menggunakan bahan bakar gas atau minyak. Penyimpanan tersebut
adalah untuk meratakan suhu sebelum dilakukan proses pembentukan atau
pengerolan.

Proses pembentukan produk baja dilakukan dengan beberapa tahapan:


1. Proses Pengerolan Awal
Proses ini adalah dengan cara melewatkan baja batangan diantara rol-rol yang
berputar sehingga baja batangan tersebut menjadi lebih tipis dan memanjang.
Proses pengerolan awal ini dimaksudkan agar struktur logam (baja) menjadi
merata, lebih kuat dan liat, disamping membentuk sesuai ukuran yang diinginkan,
seperti pelat tebal (bloom), batangan (billet) atau pelat (slab).

2. Proses Pengerolan Lanjut


Proses ini adalah untuk merubah bentuk dasar pelat tebal, batangan menjadi
bentuk lembaran, besi konstruksi (profil), kanal ataupun rel.
Ada tiga jenis pengerolan lanjut :
• Pengerolan bentuk struktur/konstruksi
• Pengerolan bentuk besi beton, strip dan profil
• Pengerolan bentuk (pelat).

a. Bentuk Struktur
Pengerolan bentuk struktur/profiil adalah lanjutan pengerjaan dari pelat
lembaran tebal (hasil pengerolan awal) yang kemudian secara paksa melewati
beberapa tingkat pengerolan untuk mendapatkan bentuk dan ukuran yang
diperlukan.

b. Bentuk Strip, Besi Beton dan Profil


Proses pembentukan ini tidak dilakukan langsung dari pelat tebal, tetapi harus
dibentuk dulu menjadi batangan, kemudian dirol secara terus menerus dengan
beberapa tingkatan rol dalam satu arah. Adapun hasil pengerolan adalah berbagai
bentuk, yaitu : penampang bulat, bujur sangkar, segi-6, strip atau siku dan lain-
lain sebagainya sesuai dengan disain rolnya.

c. Bentuk Lembaran (Pelat)


Pengerolan bentuk pelat akan menghasilkan baja lembaran tipis dengan cara
memanaskan terlebih dahulu baja batangan kemudian didorong untuk melewati
beberapa tingkat rol sampai ukuran yang diinginkan tercapai.

Sumber : http://www.gudangmateri.com/2011/01/proses-pembentukan-
baja.html

2. Paduan Baja
Baja paduan adalah baja paduan dengan berbagai elemen dalam jumlah total
antara 1,0% dan 50% berat untuk meningkatkan sifat mekanik. Baja Paduan
dipecah menjadi dua kelompok:
1. Baja paduan rendah (low alloy steel)
Baja paduan rendah biasanya digunakan untuk mencapai hardenability
lebih baik, yang pada gilirannya akan meningkatkan sifat mekanis lainnya.
Mereka juga digunakan untuk meningkatkan ketahanan korosi dalam kondisi
lingkungan tertentu. Dengan menengah ke tingkat karbon tinggi, baja paduan
rendah sulit untuk las. Menurunkan kandungan karbon pada kisaran 0,10%
menjadi 0,30%, bersama dengan beberapa pengurangan elemen paduan,
meningkatkan weldability dan sifat mampu bentuk baja dengan tetap menjaga
kekuatannya. Seperti logam digolongkan sebagai baja paduan rendah kekuatan
tinggi.
Baja paduan rendah dikelompokan menjadi 3 yaitu:
a. Baja Karbon Rendah (low carbon steel)
Baja ini dengan komposisi karbon kurang dari 2%. Fasa dan struktur
mikronya adalah ferrit dan perlit. Baja ini tidak bisa dikeraskan dengan cara
perlakuan panas (martensit) hanya bisa dengan pengerjaan dingin. Sifat
mekaniknya lunak, lemah dan memiliki keuletan dan ketangguhan yang baik.
Serta mampu mesin (machinability) dan mampu las nya (weldability) baik.
b. Baja Karbon Sedang ( medium carbon steel)
Baja Mil memiliki komposisi karbon antara 0,2%-0,5% C (berat). Dapat
dikeraskan dengan perlakuan panas dengan cara memanaskan hingga fasa austenit
dan setelah ditahan beberapa saat didinginkan dengan cepat ke dalam air atau
sering disebut quenching untuk memperoleh fasa ang keras yaitu martensit. Baja
ini terdiri dari baja karbon sedang biasa (plain) dan baja mampu keras.
Kandungan karbon yang relatif tinggi itu dapat meningkatkan kekerasannya.
Namun tidak cocok untuk di las, dengan kata lain mampu las nya rendah. Dengan
penambahan unsur lain seperti Cr, Ni, dan Mo lebih meningkatkan mampu
kerasnya. Baja ini lebih kuat dari baja karbon rendah dan cocok untuk komponen
mesin, roda kereta api, roda gigi (gear), poros engkol (crankshaft) serta komponen
struktur yang memerlukan kekuatan tinggi, ketahanan aus, dan tangguh.
c. Baja Karbon Tinggi (high carbon steel)
Baja karbon tinggi memiliki komposisi antara 0,6- 1,4% C (berat). Kekerasan
dan kekuatannya sangat tinggi, namun keuletannya kurang. baja ini cocok untuk
baja perkakas, dies (cetakan), pegas, kawat kekuatan tinggi dan alat potong yang
dapat dikeraskan dan ditemper dengan baik. Baja ini terdiri dari baja karbon tinggi
biasa dan baja perkakas. Khusus untuk baja perkakas biasanya mengandung Cr,
V, W, dan Mo. Dalam pemaduannya unsur-unsur tersebut bersenyawa dengan
karbon menjadi senyawa yang sangat keras sehingga ketahanan aus sangat baik.

2. Baja Paduan Tinggi (high alloy steel)


Baja paduan tinggi terdiri dari baja tahan karat atau disebut dengan stainless
steel dan baja tahan panas. Baja ini memiliki ketahanan korosi yang baik,
terutama pada kondisi atmosfer. Unsur utama yang meningkatkan korosi adalah
Cr dengan komposisi paling sedikit 11%(berat). Ketahanan korosi dapat juga
ditingkatkan dengan penambahan unsur Ni dan Mo. Baja tahan karat dibagi
menjadi tiga kelas utama yaitu jenis martensitik, feritik, dan austenitik. jenis
martensitik dapat dikeraskan dengan menghasilkan fasa martensit. baja tahan
karat austenitik memiliki fasa y (austenit) FCC baik pada temperatur tinggi hingga
temperatur kamar. Sedangkan jenis feritik terdiri dari fasa ferrit (a) BCC. Untuk
jenis austenitik dan feritik dapat dikeraskan dengan pengerjaan dingin (cold
working). Jenis Feritik dan Martensitik bersifat magnetis sedangkan jenis
austenitik tidak magnetis.
fgytitototkuf
DAFTAR ISI

Halaman Judul ............................................................................................. i


Kata Pengantar ............................................................................................. ii
Daftar Isi ............................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .............................................................................. 2
C. Tujuan ................................................................................................ 2
D. Manfaat .............................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Besi .................................................................................. 3
B. Keberadaan Besi Dialam .................................................................... 3
C. Sifat Fisika Besi ................................................................................. 4
D. Sifat Kimia Besi ................................................................................ 5
E. Ekstraksi Besi ..................................................................................... 6
F. Pengolahan Besi ................................................................................. 7
G. Jenis-Jenis Besi .................................................................................. 10

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan ........................................................................................ 11

Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Besi merupakan logam yang paling banyak terdapat dialam. Besi juga diketahui sebagai
unsur yang paling banyak membentuk bumi, yaitu kira-kira 4,7 - 5 % pada kerak bumi.
Besi adalah logam yang dihasilkan dari bijih besi dan jarang dijumpai dalam keadaan
bebas, kebanyakan besi terdapat dalam batuan dan tanah sebagai oksida besi, seperti
oksida besi magnetit ( Fe3O4) mengandung besi 65 %, hematite ( Fe2O3 ) mengandung
60 – 75 % besi, limonet ( Fe2O3 . H2O ) mengandung besi 20 % dan siderit (Fe2CO3).
Dalam kehidupan, besi merupakan logam paling biasa digunakan dari pada logam-logam
yang lain. Hal ini disebabkan karena harga yang murah dan kekuatannya yang baik sreta
penggunaannya yang luas.
Bijih besi yang dapat diolah harus mengandung senyawa besi yang besar. Bijih besi
adalah suatu zat mineral yang mengandung cukup kadar besi untuk dileburkan kira-kira
20 %. Komposisi dan bentuk bijih besi berbeda-beda, jika besi dipanaskan bersama-sama
karbon pada suhu 1420oK – 1470oK maka akan terbentuk suatu alloy.
Seiring dengan perkembangan zaman banyak teknologi baru yang bermunculan untuk
menghasilkan besi . Salah satu sebabnya adalah karena besi memiliki kegunaan yang
sangat banyak dan terlebih lagi karena bijih besi yang relatif melimpah dipenjuru dunia.
Oleh karena itu penting untuk kita mempelajari lebih lanjut mengenai besi tersebut.

B. Perumusan Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas antara lain :
1. pengertian besi
2. Sejarah besi
3. keberadaannya di alam
4. Sifat fisik dan kimia dari unsur besi
5. pengolahan besi
6. kegunaan besi
7. Reaksi-reaksi penting dari unsur besi

C. Tujuan
Makalah ini bertujuan menjelaskan sifat-sifat dari besi, reaksi-reaksi yang penting,
pembuatan besi, pemurnian besi serta aplikasi besi dalam kehidupan sehari-hari.

D. Manfaat
Diharapkan dengan adanya makalah ini, pembaca :
 Mengetahui sejarah, pengertian dan sifat-sifat besi.
 Manfaat kegunaan besi dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Besi
Besi adalah logam transisi yang paling banyak dipakai karena relatif melimpah di alam
dan mudah diolah. Besi murni tidak begitu kuat, tetapi bila dicampur dengan logam lain
dan karbon didapat baja yang sangat keras. Biji besi biasanya mengandung hematite
(Fe2O3) yang dikotori oleh pasir (SiO2) sekitar 10 %, serta sedikit senyawa sulfur, posfor,
aluminium dan mangan.(Syukri ,1999 : 623).

B. Keberadaan Besi di Alam


Besi merupakan salah satu unsur paling biasa di Bumi, membentuk 5% daripada kerak
Bumi. Kebanyakan besi ini hadir dalam pelbagai jenis oksida besi, seperti bahan galian
hematit,magnetit, dan takonit. Sebahagian besar teras bumi dipercayai mengandungi
aloi logam besi-nikel. Sekitar 5% daripada meteorit turut mengandungi aloi besi-nikel.
Walaupun jarang, ini merupakan bentuk utama logam besi semulajadi dipermukaan
bumi.
Dalam perindustrian, besi dihasilkan dari biji besi, kebanyakannya hematit (sedikit
Fe2O3) dan magnetit (Fe3O4), melalui penurunan oleh karbon dalam relau hembus
(blast furnace) pada suhu sekitar 2000 °C. Dalam relau hembus, bijih besi, karbon dalam
bentuk kok, dan fluks seperti batu kapur diisikan di bahagian atas relau, sementara
semburan udara panas dipaksa untuk masuk ke dalam relau di bahagian bawah.
Dalam relau, kok bertindak balas dengan oksigen dalam hembusan udara untuk
menghasilkankarbon monoksida:
2 C + O2 → 2 CO
Karbon monoksida mengurangkan bijih besi (dalam persamaan kimia di bawah, hematit)
kepada besi lebur, menjadi karbon dioksida di dalam proses tersebut:
3 CO + Fe2O3 → 2 Fe + 3 CO2
Fluks ditambah untuk meleburkan bendasing dalam bijih, terutamanya silikon dioksida
pasir dan lain-lain silikat. Fluks biasa termasuklah batu kapur (terutamanya kalsium
karbonat) dan dolomit (magnesium karbonat). Fluks yang lain boleh digunakan
bergantung kepada jenis bendasing yang perlu diasingkan daripada bijih. Di bawah
kepanasan relau, batu kapur mengurai menjadi kalsium oksida (kapur tohor):
CaCO3 → CaO + CO2
Kalsium oksida bergabung dengan silikon dioksida untuk menghasilkan sanga.
CaO + SiO2 → CaSiO3
Sanga melebur oleh kerana haba di dalam relau, berbanding dengan silikon dioksida
yang tidak akan melebur di bawah haba yang sama. Pada dasar relau, sanga yang
melebur terapung atas leburan besi yang lebih tumpat, dan hanyut ke tepi relau yang
mungkin akan dibuka untuk mengalirkan sanga keluar daripada leburan besi. Besi ini,
apabila didinginkan, akan berubah menjadi besi mentah, sementara sanga dapat
digunakan sebagai bahan untuk pembuatan jalan raya atau untuk menyuburkan tanah
yang kurang mineral untuk pertanian.
Anggaran sebanyak 1,100 Juta bijih besi dihasilkan di seluruh dunia dalam tahun 2012,
dengan nilai pasaran lebih kurang 25 bilion dolar Amerika. Pengeluaran bijih
berlangsung di 48 negara, dengan lima pengeluar terbesar merupakan China, Brazil,
Australia, Rusia dan India, menghasilkan 70% daripada pengeluaran bijih besi dunia.
1100 Juta bijih besi digunakan untuk menghasilkan lebih kurang 572 Juta besi mentah.

C. Sifat Fisika Besi


Ciri-ciri fisik
Fase
padat

Massa jenis (sekitar suhu kamar)


7,86 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur
6,98 g/cm³
Titik lebur
1811 K(1538 °C, 2800 °F)

Titik didih
3134 K(2861 °C, 5182 °F)

Kalor peleburan
13,81 kJ/mol
Kalor penguapan
340 kJ/mol
Kapasitas kalor
(25 °C) 25,10 J/(mol•K)
Tekanan uap

P/Pa 1 10 100 1 k 10 k 100 k


pada T/K 1728 1890 2091 2346 2679 3132

Ciri-ciri atom
Struktur kristal
kubus pusat badan
Bilangan oksidasi
2, 3, 4, 6
(oksida amfoter)

Elektronegativitas
1,83 (skala Pauling)

Energi ionisasi
pertama: 762,5 kJ/mol
ke-2: 1561,9 kJ/mol
ke-3: 2957 kJ/mol
Jari-jari atom
140 pm

Jari-jari atom (terhitung)


156 pm

Jari-jari kovalen
125 pm

D. Sifat Kimia Besi


Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom
besi, Fe, 26
Deret kimia
logam transisi

Golongan, Periode, Blok


8, 4, d

Penampilan
metalik mengkilap
keabu-abuan
Massa atom
55,845(2) g/mol

Konfigurasi elektron
[Ar] 3d6 4s2

Jumlah elektron tiap kulit


2, 8, 14, 2
1. Mempunyai daya hantar listrik dan panas yang baik. Karena memiliki ikatan ganda
dan ikatan kovalen logam.
2. Besi murni cukup reaktif. Dalam udara lembab cepat teroksidasi membentuk besi
(III) oksida hidrat.(Cotton,1989 :462).

Lain-lain
Sifat magnetik
feromagnetik

Resistivitas listrik
(20 °C) 96,1 nΩ•m
Konduktivitas termal
(300 K) 80,4 W/(m•K)
Ekspansi termal
(25 °C) 11,8 µm/(m•K)
Kecepatan suara
(pada wujud kawat) (suhu kamar) (elektrolitik)
5120 m/s

Modulus Young
211 GPa
Modulus geser
82 GPa
Modulus ruah
170 GPa
Nisbah Poisson
0,29
Skala kekerasan Mohs
4,0
Kekerasan Vickers
608 MPa
Kekerasan Brinell
490 MPa
Isotop
iso
NA
waktu paruh
DM
DE(MeV)
DP

54Fe 5,8% >3,1E22 tahun penangkapan 2ε ? 54Cr

55Fe syn
2,73 tahun penangkapan ε 0,231 55Mn

56Fe 91,72% Fe stabil dengan 30 neutron

57Fe 2,2% Fe stabil dengan 31 neutron

58Fe 0,28% Fe stabil dengan 32 neutron

59Fe syn
44,503 hari β
1,565 59Co

60Fe syn
1,5E6 tahun β-
3,978 60Co

E. Ekstraksi Besi
Pada zaman dahulu, manusia telah berhasil mengekstrak besi dari bijihnya yang berupa
senyawa seperti hematit (Fe2O3). Campuran gilingan besi dan arangnya di biarkan di
atas bara sehingga besi meleleh, kemudian besi itu di tampung. Selanjutnya campuran
besi dan arang di letakkan di atas tanur kecil dan di hembuskan udara dari dasar tanur.
Akan tetapi suhu yang dicapai dengan cara ini masih lebih rendah jika dibandingkan
dengan tanur tinggi (tanur hembus) modern yang di kenal masa kini. (Keenan,1992 :
182).
F. Pengolahan Besi
Besi adalah logam yang paling luas dan paling banyak penggunaanya. Hal tersebut
disebabkan tiga alasan berikut yaitu:
a. Bijih besi relatif malimpah di berbagai penjuru dunia.
b. Pengolahan besi relatif murah dan mudah.
c. Sifat – sifat besi yang mudah dimodifikasi.
Besi terdapat di alam dalam bentuk senyawa, antara lain sebagai hematit (Fe2O3),
magnetit (Fe3 O4), pirit (FeS2) dan siderit ( FeCO3).

1. Tambang bijih besi di Indonesia terdapat di:


1. Cilacap, Jawa Tengah
2. Cilegon, Banten
3. Gunung Tegak, Lampung
4. Lengkabana, Sulawesi Tengah
5. Longkana, Sulawesi Tengah
6. Peg. Verbeek, Sulawesi Tengah
7. Pulau Demawan, Kalimantan Selatan
8. Pulau Sebuku, Kalimantan Selatan
9. Pulau Suwang, Kalimantan Selatan.
Pengolah bijih besi terbesar adalah PT. Krakatau Steel yang berada di Cilegon, Jwa Barat.

2. Tempat Pengolahan Besi ( Tanur Sembur )


Proses pengolahan bijih besi untuk menghasilkan logam besi dilakukan dalam tanur
sembur (blast furnace). Tanur sembur berbentuk menara silinder dari besi atau baja
dengan tinggi sekitar 30 meter dan diameter bagian perut sekitar delapan meter. Karena
tingginya alat tersebut, alat ini sering juga disebut sebagai tanur tinggi. Bagian – bagian
dari tanur tinggi adalah sebagai berikut:
a. Bagian puncak yang disebut dengan Hopper, dirancang sedemikian rupa sehingga
bahan – bahan yang akan diolah dapat dimasukkan dan ditambahkan setiap saat.
b. Bagian bawah puncak, mempunyai lubang untuk mengeluarkan hasil-hasil yang
berupa gas.
c. Bagian atas dari dasar (kurang lebih 3 meter dari dasar), terdapat pipa-pipa yang
dihubungkan dengan empat buah tungku dimana udara dipanaskan (sampai suhunya
kurang lebih 1.100o C). udara panas ini disemburkan ke dalam tanur melalui pipa-pipa
tersebut.
d. Bagian dasar tanur, mempunyai dua lubang yang masing-masing digunakan untuk
mengeluarkan besi cair sebagai hasil utama dan terak (slag) sebagai hasil samping.

3. Proses Pengolahan Besi


Secara umum proses pengolahan besi dari bijihnya dapat berlangsung dengan urutan
sebagai berikut:
a. Bahan – bahan dimasukkan ke dalam tanur melalui bagian puncak tanur.Bahan –
bahan ini berupa:
1.) Bahan utama yaitu bijih besi yang berupa hematit (Fe2O3 ) yang bercampur dengan
pasir (SiO2) dan oksida – oksida asam yang lain (P2O5 dan Al2O3). Batuan – batuan ini
yang akan direduksi.
2.) Bahan – bahan pereduksi yang berupa kokas (karbon).
3.) Bahan tambahan yang berupa batu kapur (CaCO3) yang berfungsi untuk mengikat
zat – zat pengotor.
b. Udara panas dimasukkan di bagian bawah tanur sehingga menyebabkan kokas
terbakar.
H = - 394 kJC(s) + O2(g) CO2(g)
Reaksi ini sangat eksoterm (menghasilkan panas), akibatnya panas yang dibebaskan
akan menaikkan suhu bagian bawah tanur sampai mencapai 1.900o C.
c. Gas CO2 yang terbentu kekmudian naik melalui lapisan kokas yang panas dan
bereaksi dengannya lagi membentuk gas CO.
H = +173 kJCO2(g) + C(s) 2 CO(g)
Reaksi kali ini berjalan endoterm (memerlukan panas) sehingga suhu tanur pada bagian
itu menjadi sekitar 1.300o C.
d. Gas CO yang terbentuk dan kokas yang ada siap mereduksi bijih besi (Fe2O3). Reuksi
ini dapat berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu:
1.) Pada bagian atas tanur, Fe2O3 direduksi menjadi Fe3O4 pada suhu 500o C.
3 Fe2O3(s) + CO(g) 2 Fe3O4(s) + CO2(g)
2.) Pada bagian yang lebih rendah, Fe3O4 yang terbentuk akan direduksi menjadi FeO
pada suhu 850o C.
Fe3O4(s) + CO(g) 3 FeO(s) + CO2(g)
3.) Pada bagian yang lebih bawah lagi, FeO yang terbentuk akan direduksi menjadi
logam besi pada suhu 1.000o C.
FeO(s) + CO(g) Fe(l) + CO2(g)
e. Besi cair yang terbentuk akan mengalir ke bawah dan mengalir di dasar tanur.
f. Sementara itu, di bagian tengah tanur yang bersuhu tinggi menyebabkan batu kapur
terurai menurut reaksi:
CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g)
g. Kemudian di dasar tanur CaO akan bereaksi dengan pengotor dan membentuk terak
(slag) yang berupa cairan kental. Reaksinya sebagai berikut:
CaO(s) + SiO2(s) CaSiO3(l)
3 CaO(s) + P2O5(g) Ca3(PO4)2(l)
CaO(s) + Al2O3(g) Ca(AlO2)2(l)
h. Selanjutnya, besi cair turun ke dasar tanur sedangkan terak (slag) yang memiliki
massa jenis lebih rendah daripaba besi cair akan mengapung di permukaan dan keluar
pada saluran tersendiri.
4. Hasil Pengolahan Besi
1. Besi Kasar (pig iron) atau Besi Gubal
Besi cair yang keluar dari dasar tanur disebut dengan besi kasar (pig iron). Besi kasar
mengandung 95% besi, 34% karbon, sisanya berupa fosfor, silikon dan mangan.
2. Besi Tuang (cast iron) atau Besi Cor
Jika pig iron dibuat menjadi bentuk cetakan maka disebut besi tuang atau besi cor.
3. Besi Tempa (wrought iron)
Besi tempam mengandung kadar karbon yang cukup rendah (0,05 – 0,2%). Besi tempa
ini cukup lunak untuk dijadikan berbagai perlatan seperti sepatu kuda, roda besi, baut,
mur, golok, cangkul dan lain sebagainya.
Besi merupakan logam paling biasa digunakan di antara semua logam, yaitu merangkumi
sebanyak 95 peratus daripada semua tan logam yang dihasilkan di seluruh dunia.
Gabungan harganya yang murah dengan kekuatannya menjadikan ia amat diperlukan,
terutamanya dalam penggunaan seperti kereta, badan kapal bagikapal besar, dan
komponen struktur bagi bangunan.

G. Jenis-Jenis Besi
 Besi mentah atau Pig iron yang mengandungi 4% – 5% karbon dengan sejumlah
bendasing seperti belerang, silikon dan fosforus. Kepentingannya adalah ia merupakan
perantaraan daripada bijih besi kepada besi tuang dan besi waja.
 Besi tuang (Cast iron) mengandungi 2% – 3.5% karbon dan sejumlah kecilmangan.
Bendasing yang terdapat di dalam besi mentah yang dapat memberikan kesan buruk
kepada sifat bahan, seperti belerang dan fosforus, telah dikurangkan kepada tahap
boleh diterima. Ia mempunyai takat lebur pada julat 1420–1470 K, yang lebih rendah
berbanding dua komponen utamanya, dan menjadikannya hasil pertama yang melebur
apabila karbon dan besi dipanaskan serentak. Sifat mekanikalnya berubah-ubah,
bergantung kepada bentuk karbon yang diterap ke dalam aloi. Besi tuang 'putih'
mengandungi karbon dalam bentuk cementite, atau besi karbida.
 Besi karbon mengandung antara 0.5% dan 1.5% karbon, dengan sejumlah kecil
mangan, belerang, fosforus, dan silikon.
 Besi tempa (Wrought iron) mengandung kurang daripada 0.5% karbon. Ia keras,
mudah lentur, dan tidak mudah dilakurkan berbanding dengan besi mentah. Ia
mempunyai sejumlah kecil karbon, beberapa persepuluh peratus. Jika ditajamkan
menjadi tirus, ia cepat kehilangan ketajamannya.
 Besi aloi (Alloy steel) mengandungi kandungan karbon yang berubah-ubah dan juga
logam-logam lain, seperti kromium, vanadium, molibdenum,
nikel, tungsten dsb.
 Besi oksida (III) digunakan dalam penghasilan storan magnetik dalam komputer. Ia
sering dicampurkan dengan bahan lain, dan mengekalkan ciri-ciri mereka dalam larutan.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Besi adalah logam yang dihasilkan dari bijih besi dalam bentuk hematit (Fe2O3),
magnetit (Fe3O4), limonit Fe(OH)2, dan siderit (FeCO3). Pengolahan bijih besi dilakukan
di dalam tungku besar/tanur tinggi. Besi dimanfaatkan untuk membuat alat-alat seperti
mesin, meja, pipa, dan komputer.
Besi merupakan logam paling biasa digunakan di antara semua logam, yaitu merangkumi
sebanyak 95% daripada semua tan logam yang dihasilkan di seluruh dunia. Harganya
yang murah dengan kekuatannya menjadikan besi sangat diperlukan, terutama dalam
penggunaan seperti kereta, badan kapal bagi kapal besar, dan komponen struktur bagi
bangunan.
DAFTAR PUSTAKA

Cotton, Wilkinson. 1989. Kimia Anorganik Dasar. UI-Press. Jakarta

http://www.wikipedia.com id,Wikipedia.org/wiki/Besi (Situs Ensiklopedi Wikipedia)

Kartini, N, dkk. 2001. Kimia Bumi Aksara. Jakarta

Keenan, Charles. W. 1992. Kimia untuk Universitas Jilid 2.

Oxtoby, David.W. 2003. Prinsip-Prinsip Kimia Modern Jilid II. Jakarta : Erlangga.

Sudjana, Atep. 2004. Sains Kimia. Galaxy Puspa Mega: Bekasi.

Syukri, S. 1999. Kimia Dasar 3. ITB: Bandung.


Besi dan Baja

Besi dan Baja - Pengertian Besi adalah logam yang


berasal dari biji besi (tambang) yang banyak digunakan untuk
kehidupan manusia sehari-hari. Dalam tabel periodik, besi
mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26. Besi juga
mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.

Di dunia ini mengandung begitu banyak unsur yang berbeda


yang telah ditemukan manusia .Kurang lebih ada sekitar 70
unsur. Unsur tersebut adalah besi / logam. Logam / besi
tersebut seperti emas, tembaga, dan timah . Sedangkan 20
persen unsur jenis material besi non-logam / besi, dan sisanya
adalah unsur antara logam dan non-logam. Inilah beberapa
diantaranya yang merupakan unsur-unsur logam / besi :
1. Alumunium
Ciri-ciri Alumunium : Ringan dan lembek. Dapat dibentuk
menjadi logam campuran yang ringan dan kuat yang
digunakan untuk kaleng minuman, badan pesawat, kertas
alumunium keperluan dapur, dan kabel tegangan tinggi.

2. Tembaga
Ciri-ciri tembaga : Penghantar panas dan listrik yang baik.
Digunakan untuk kabel dan pipa air.

3. Emas
Ciri-Ciri Emas : Lembek, amat berat dan mudah ditempa
menjadi lempengan tipis. Tidak berkarat, dan seringkali
digunakan untuk dijadikan sebagai perhiasan dan lapisan
yang berkilau.

4. Timbal
Ciri-ciri Timbal : Lembek dan berat. Digunakan dalam
bentuk lembaran untuk atap kedap air, dan beracun.

5.Magnesium
Ciri-ciri Magnesium : Dapat membentuk logam campuran
yang ringan namun kuat bila dicampur dengan alumunium
dan zink yang digunakan untuk membuat pesawat dan mobil.
Magnesium murni dapat menghasilkan pijar putih yang cerah
dan digunakan sebagai kembang api.

6. Air Raksa
Ciri-ciri Air Raksa : Cair pada suhu ruangan. Berat dan
beracun. Digunakan dalam saklar suhu, pestisida dan
termometer.
7. Nikel
Ciri-ciri Nikel : Tidak mudah bernoda atau berkarat dan
bersifat magnetis. Digunakan sebagai campuran besi dan baja
untuk membuatnya menjadi lebih kuat dan lebih tahan karat.
Nikel juga digunakan untuk membuat uang logam

8. Platina
Ciri-ciri Platina : Mudah dibentuk. Tidak berkarat.
Digunakan sebagai perhiasan dan katalisator pada knalpot
untuk mengurangi polusi.

9. Perak
Ciri-ciri Perak : Terutama digunakan sebagai obyek hiasan
dan fotografi. Lama-kelamaan bernoda bila terkena udara,
menjadi buram, dan akhirnya menjadi hitam.

10. Timah
Ciri-ciri Timah : Tidak berkarat. Terutama digunakan sebagai
pelapis untuk menghindarkan karat, dan juga dicampur
dengan timbel untuk dibuat solder.

11. Tungsten
Ciri-ciri Tungsten : Kuat dan keras. Digunakan untuk kabel
pijar pada bola lampu dan dalam baja khusus untuk
membentuk ujung pemotong pada gergaji dan bor.

12. Uranium
Ciri-ciri Uranium : Logam radioaktif yang langka dan biasa
digunakan untuk menghasilkan energi dalam reaktor nuklir.

13. Zink
Ciri-ciri Zink : Logam berwarna buram yang digunakan
sebagai logam pelapis pada baja dengan cara menyepuh
(galvanisasi) untuk menghindarkan karat.
Jenis - jenis Besi :

1. Besi Kasar
Merupakan hasil pokok dari dapur tinggi yang berasal dari
reaksi reduksi atas bijih besi dengan komposisi sebagai
berikut :
- Karbon (C) = 3,85% (rata-rata)
- Mangan (Mn) = 0,9% (rata-rata)
- Phospor (P) = 0,9% (rata-rata)
- Belerang (S) = 0,025% (rata-rata)
- Silikon (Si) = 0,12% (rata-rata)
Sifat utama dari besi kasar adalah rapuh (getas). Sehingga hal
ini perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut dengan
menggunakan dapur-dapur baja dan kupola.
Pig iron dapat dibedakan dalam dua macam, yakni :
a. Besi kasar putih : Berwarna putih (mengandung 2,3 ~ 3,5%
C), bersifat getas dan keras, kandungan Mangan (Mn) masih
cukup tinggi serta sulit ditempa.
b. Besi kasar kelabu : Berwarna kelabu (mengandung lebih
dari 3,5% C), kandungan Si masih cukup tinggi, kekuatan
tarik lebih rendah dari besi kasar putih, mudah dituang
meskipun masih cukup getas. Besi kasar kelabu digolongkan
menjadi : besi kasar kelabu muda yang mengandung 0,5 ~
1% Si dengan butir-butir halus serta banyak dipakai sebagai
bahan pembuat silinder mesin dan jenis yang kedua yakni
besi kasar kelabu tua yang mengandung hingga 3% Si dengan
butir-butir kasar serta tahan getaran.
2.Besi Beton
Besi beton diproduksi secara umum terdiri dari 3 jenis: besi
beton permukaan polos (round bar), besi beton ulir (deformed
bar) dan besi beton kanal u (shape). Bahan baku besi beton
adalah billet, yang merupakan balok baja berukuran 100 x
100 mm, 110 x 110 mm, 120 x 120mm dengan panjang
masing-masing sekitar 170 mm. Bahan baku dari billet
sendiri adalah besi-besi tua, skrap, serta bahan penolong
seperti kokas, grafit, lime, ferro alloys yang dilebur dengan
berbagai metode. Bahan penolong tadi digunakan untuk
mendapatkan unsur carbon (C), Si (silicon), Mn (Mangan)
yang akan sangat berpengaruh pada qualitas besi beton.
Mutu besi beton yang baik adalah yang memiliki kekuatan
tarik (standard yield strength / Ys) minimal 24 kg / mm2.
Kadar carbon berpengaruh besar kepada sifat mekanik dari
besi beton. Kadar carbon yang terlalu besar akan membuat
besi beton menjadi lebih getas dan akan meningkatkan
kekerasan dan kekuatan tarik tetapi keuletannya cenderung
menurun. Kadar unsur silikon berpengaruh terhadap struktur
mikro besi beton. Kadar silikon yang rendah mengakibatkan
besi menjadi kropos. Kadar unsur mangan berpengaruh besar
pada keuletan besi beton. Unsur mangan yang terlalu banyak
dapat meningkatkan keuletan tetapi mengurangi kekerasan.
 Proses pembuatan Besi :

Besi dan Baja

Besi dan Baja - Pengertian Besi adalah logam yang berasal


dari biji besi (tambang) yang banyak digunakan untuk
kehidupan manusia sehari-hari. Dalam tabel periodik, besi
mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26. Besi juga
mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
Di dunia ini mengandung begitu banyak unsur yang berbeda
yang telah ditemukan manusia .Kurang lebih ada sekitar 70
unsur. Unsur tersebut adalah besi / logam. Logam / besi
tersebut seperti emas, tembaga, dan timah . Sedangkan 20
persen unsur jenis material besi non-logam / besi, dan sisanya
adalah unsur antara logam dan non-logam. Inilah beberapa
diantaranya yang merupakan unsur-unsur logam / besi :

1. Alumunium
Ciri-ciri Alumunium : Ringan dan lembek. Dapat dibentuk
menjadi logam campuran yang ringan dan kuat yang
digunakan untuk kaleng minuman, badan pesawat, kertas
alumunium keperluan dapur, dan kabel tegangan tinggi.

2. Tembaga
Ciri-ciri tembaga : Penghantar panas dan listrik yang baik.
Digunakan untuk kabel dan pipa air.

3. Emas
Ciri-Ciri Emas : Lembek, amat berat dan mudah ditempa
menjadi lempengan tipis. Tidak berkarat, dan seringkali
digunakan untuk dijadikan sebagai perhiasan dan lapisan
yang berkilau.
4. Timbal
Ciri-ciri Timbal : Lembek dan berat. Digunakan dalam
bentuk lembaran untuk atap kedap air, dan beracun.

5.Magnesium
Ciri-ciri Magnesium : Dapat membentuk logam campuran
yang ringan namun kuat bila dicampur dengan alumunium
dan zink yang digunakan untuk membuat pesawat dan mobil.
Magnesium murni dapat menghasilkan pijar putih yang cerah
dan digunakan sebagai kembang api.

6. Air Raksa
Ciri-ciri Air Raksa : Cair pada suhu ruangan. Berat dan
beracun. Digunakan dalam saklar suhu, pestisida dan
termometer.

7. Nikel
Ciri-ciri Nikel : Tidak mudah bernoda atau berkarat dan
bersifat magnetis. Digunakan sebagai campuran besi dan baja
untuk membuatnya menjadi lebih kuat dan lebih tahan karat.
Nikel juga digunakan untuk membuat uang logam

8. Platina
Ciri-ciri Platina : Mudah dibentuk. Tidak berkarat.
Digunakan sebagai perhiasan dan katalisator pada knalpot
untuk mengurangi polusi.

9. Perak
Ciri-ciri Perak : Terutama digunakan sebagai obyek hiasan
dan fotografi. Lama-kelamaan bernoda bila terkena udara,
menjadi buram, dan akhirnya menjadi hitam.

10. Timah
Ciri-ciri Timah : Tidak berkarat. Terutama digunakan sebagai
pelapis untuk menghindarkan karat, dan juga dicampur
dengan timbel untuk dibuat solder.
11. Tungsten
Ciri-ciri Tungsten : Kuat dan keras. Digunakan untuk kabel
pijar pada bola lampu dan dalam baja khusus untuk
membentuk ujung pemotong pada gergaji dan bor.

12. Uranium
Ciri-ciri Uranium : Logam radioaktif yang langka dan biasa
digunakan untuk menghasilkan energi dalam reaktor nuklir.

13. Zink
Ciri-ciri Zink : Logam berwarna buram yang digunakan
sebagai logam pelapis pada baja dengan cara menyepuh
(galvanisasi) untuk menghindarkan karat.

 Jenis - jenis Besi :

1. Besi Kasar
Merupakan hasil pokok dari dapur tinggi yang berasal dari
reaksi reduksi atas bijih besi dengan komposisi sebagai
berikut :
- Karbon (C) = 3,85% (rata-rata)
- Mangan (Mn) = 0,9% (rata-rata)
- Phospor (P) = 0,9% (rata-rata)
- Belerang (S) = 0,025% (rata-rata)
- Silikon (Si) = 0,12% (rata-rata)
Sifat utama dari besi kasar adalah rapuh (getas). Sehingga hal
ini perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut dengan
menggunakan dapur-dapur baja dan kupola.
Pig iron dapat dibedakan dalam dua macam, yakni :
a. Besi kasar putih : Berwarna putih (mengandung 2,3 ~ 3,5%
C), bersifat getas dan keras, kandungan Mangan (Mn) masih
cukup tinggi serta sulit ditempa.
b. Besi kasar kelabu : Berwarna kelabu (mengandung lebih
dari 3,5% C), kandungan Si masih cukup tinggi, kekuatan
tarik lebih rendah dari besi kasar putih, mudah dituang
meskipun masih cukup getas. Besi kasar kelabu digolongkan
menjadi : besi kasar kelabu muda yang mengandung 0,5 ~
1% Si dengan butir-butir halus serta banyak dipakai sebagai
bahan pembuat silinder mesin dan jenis yang kedua yakni
besi kasar kelabu tua yang mengandung hingga 3% Si dengan
butir-butir kasar serta tahan getaran.

2.Besi Beton
Besi beton diproduksi secara umum terdiri dari 3 jenis: besi
beton permukaan polos (round bar), besi beton ulir (deformed
bar) dan besi beton kanal u (shape). Bahan baku besi beton
adalah billet, yang merupakan balok baja berukuran 100 x
100 mm, 110 x 110 mm, 120 x 120mm dengan panjang
masing-masing sekitar 170 mm. Bahan baku dari billet
sendiri adalah besi-besi tua, skrap, serta bahan penolong
seperti kokas, grafit, lime, ferro alloys yang dilebur dengan
berbagai metode. Bahan penolong tadi digunakan untuk
mendapatkan unsur carbon (C), Si (silicon), Mn (Mangan)
yang akan sangat berpengaruh pada qualitas besi beton.
Mutu besi beton yang baik adalah yang memiliki kekuatan
tarik (standard yield strength / Ys) minimal 24 kg / mm2.
Kadar carbon berpengaruh besar kepada sifat mekanik dari
besi beton. Kadar carbon yang terlalu besar akan membuat
besi beton menjadi lebih getas dan akan meningkatkan
kekerasan dan kekuatan tarik tetapi keuletannya cenderung
menurun. Kadar unsur silikon berpengaruh terhadap struktur
mikro besi beton. Kadar silikon yang rendah mengakibatkan
besi menjadi kropos. Kadar unsur mangan berpengaruh besar
pada keuletan besi beton. Unsur mangan yang terlalu banyak
dapat meningkatkan keuletan tetapi mengurangi kekerasan.
Proses pembuatan Besi :

Pengertian Baja
Baja adalah logam paduan, logam besi sebagai unsur dasar dengan
karbon sebagai unsur paduan utamanya. Kandungan unsur karbon
dalam baja berkisar antara 0.2% hingga 2.1% berat sesuai grade-nya.
Fungsi karbon dalam baja adalah sebagai unsur pengeras dengan
mencegah dislokasi bergeser pada kisi kristal (crystal lattice) atom
besi. Baja karbon ini dikenal sebagai baja hitam karena berwarna
hitam, banyak digunakan untuk peralatan pertanian misalnya sabit dan
cangkul.
Jenis-jenis Baja

Baja di kelompokan menjadi 2 :

1.Baja Karbon (carbon steel)

a. Baja karbon rendah (low carbon steel)


( Sifatnya mudah ditempa dan mudah di mesin Penggunaannya )

b. Baja karbon menengah (medium carbon steel )


( Kekuatan lebih tinggi daripada baja karbon rendah dan sifatnya sulit
untuk dibengkokkan, dilas, dipotong )
c. Baja karbon tinggi (high carbon steel)
( Sifatnya sulit dibengkokkan, dilas dan dipotong )

2.Baja Paduan (Alloy steel)


Sengaja di padukan untuk meningkatkan fungsi pada baja disesuaikan
dengan kebutuhan seperti :

a. Untuk menaikkan sifat mekanik baja (kekerasan, keliatan, kekuatan


tarik dan sebagainya).
b. Untuk menaikkan sifat mekanik pada temperatur rendah.
c. Untuk meningkatkan daya tahan terhadap reaksi kimia (oksidasi dan
reduksi).
d. Untuk membuat sifat-sifat spesial .
Karena baja adalah produk yang melalui suatu proses terlebih dahulu,
maka ada material yang harus menjadi bahan baku dalam
pembuatannya. Bahan baku untuk pembuatan baja ini adalah bijih
besi. secara umum, ada 3 jenis bijih besi yang umum digunakan, yaitu:

1.Bijih Besi Primer


Umumnya berupa bijih hematite (Fe2O3) atau magnetite (Fe3O4) atau
campuran diantara keduanya. Kandungan Fe nya bervariasi (tinggi
dan rendah). Jenis bijih besi primer ini merupakan bahan baku utama
untuk memproduksi besi dunia. Di Indonesia, bijih besi primer ada di
Aceh, Sumbar, Bengkulu, Lampung, Kalbar, Kalsel.

2.Bijih Besi Laterit


Jenis batuan ini berupa goethite dan limonite. Kadar Fe sekitar 40-
58% karena mengandung air kristal. Di Indonesia, terdapat di Pulau
Sebuku, Gunung Kukusan (Kalsel), Pomala, Halmahera, dll.

3.Pasir Besi

Jenis batuannya adalah Titanomagnetite dan bersifat magnet kuat.


Kandungan Fe sekitar 59%. Pengolahan bijih sampai menjadi besi
baja secara komersial sudah dilakukan di New Zealand dan China.

 Potensi Besi di Indonesia :


Proses pembuatan Baja