Anda di halaman 1dari 15

Pengaruh Sinergi Foto Profil Media Jejaring Sosial

dalam Meningkatkan Personal Branding


Elda Franzia
Program Studi Desain Komunikasi Visual,
Fakultas Seni Rupa dan Desain,
Universitas Trisakti
Jalan Kyai Tapa No. 1, Jakarta 11440
Email: eldafranzia@gmail.com

ABSTRACT

The development of information technology and social media nowadays has increased the impor-
tance level of online self-image. This research aims to acknowledge the variety of social media that
has been used to improve personal branding and its effects to the respondent. The case study of this
research is students and alumni of FSRD Trisakti University. This research uses a quantilative that
is combination of the quantitative method and the qualitative method. A quantitative method con-
tributed in defining the pa#ern of profile picture usage by the students and alumni of FSRD Trisakti
University to form the personal branding. A qualitative method contributed in giving an explorative
description of visual language in those social media profile pictures. The result of this research is that
the personal branding of the respondents can be increased by (1) showing the respondents’ passion
using the photo object and activity, (2) having an understanding about respondents’ self-image, (3)
showing the image repeatedly and consistently, and (4) using various social media as their functions
and objectives.

Keywords: synergy, social media, profile picture, personal branding

ABSTRAK

Perkembangan teknologi informasi dan media jejaring sosial saat ini menyebabkan
pentingnya pencitraan diri di media online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ra-
gam media jejaring sosial yang digunakan untuk pembentukan personal branding dan pe-
ngaruh sinergi tersebut pada responden. Studi kasus pada penelitian ini adalah mahasiswa
dan alumni FSRD Universitas Trisakti. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah
metode kuantilatif, yang memadukan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif
untuk mendefinisikan pola penggunaan foto profil responden dalam upaya pembentukan
personal branding, sedangkan metode kualitatif memberikan deskripsi eksploratif tentang
bahasa visual yang digunakan pada foto profil media jejaring sosial tersebut. Hasil pene-
litian ini adalah untuk meningkatkan pembentukan personal branding responden dapat di-
lakukan dengan cara (1) menampilkan minat pada foto profil dengan menggunakan objek
foto sesuai minat tersebut, (2) memiliki kesadaran akan citra diri individu, (3) menampil-
kan secara konsisten dan berulang, dan (4) menggunakan beragam media jejaring sosial
sesuai dengan fungsi dan tujuannya.

Kata kunci: sinergi, jejaring sosial, foto profil, personal branding


Panggung Vol. 28 No. 1, Maret 2018 34

PENDAHULUAN oleh JAKPAT Mobile Survey pada Januari


Sejalan dengan perkembangan teknolo- 2016 kepada 1033 responden dari JAKPAT
gi informasi dan media jejaring sosial saat Panel, urutan sosial media yang populer di-
ini, pencitraan diri di media online semakin gunakan adalah (1) Facebook, (2) Instagram,
berperan penting dalam membentuk identi- (3) Twi"er, (4) Path, (5) Google Plus, (6)
tas diri seseorang dalam masyarakat sosial. LinkedIn, (7) Snapchat, (8) lain-lain, dengan
Bagaimana seseorang tampil di ruang fak- urutan aktivitas update status adalah pada
tual dan membentuk representasi dirinya Facebook 59.56%, Path (22.88%), Instagram
di media jejaring sosial, menjadi citra diri (20.56%), Twi"er (16.22%) (h"p://blog.jak-
yang membentuk persona dan penilaian pat.net/indonesia-social-media-trend-2016-
orang lain atas dirinya. Personal branding free-survey-report/).
sebagai pencitraan diri merupakan cermin- Dari penelitian sebelumnya, diketahui
an jati diri seseorang yang sering kali di- bahwa kebutuhan akan pembentukan per-
kaitkan dengan kualitas kemampuan dan sonal branding dirasakan oleh mahasiswa
kapabilitas profesional seseorang. Dalam dan alumni FSRD Universitas Trisakti se-
arus perkembangan media komunikasi bagai desainer muda Indonesia dalam pa-
tersebut, pencitraan terjadi secara simultan, sar global saat ini di mana kesempatan dan
baik dalam ruang dan waktu nyata maupun persaingan industri kreatif menjadi sema-
dalam berbagai ruang representasi virtual. kin ketat. Salah satu media pembentukan
Perkembangan media sosial di Indone- personal branding adalah media jejaring so-
sia semakin berkembang pesat sejak didu- sial, Facebook, khususnya melalui identitas
kung oleh infrastruktur baik berupa perang- diri yang ditampilkan melalui nama akun,
kat, jaringan internet, maupun teknologi. foto profil, dan foto cover pada akun priba-
Saat ini, terdapat berbagai jenis media jeja- di (Franzia, 2015). Perkembangan media
ring sosial yang populer digunakan di In- sosial tersebut pada akhirnya menutut se-
donesia. Pada Februari 2015, berdasarkan tiap orang untuk meningkatkan cara-cara
pooling dari Asosiasi Penyelenggara Jasa In- dan pendekatan guna membangun personal
ternet Indonesia (APJII), penggunaan situs branding.
jejaring sosial merupakan aktivitas digital Kehadiran seseorang dalam media je-
paling populer di Indonesia mengalahkan jaring sosial menjadi penting untuk me-
aktivitas browsing dan pencarian infor- nyebarkan pesan kepada orang lain ten-
masi. Pengguna perempuan sebesar 51% tang siapa diri seseorang. Selain itu, untuk
dan laki-laki sebesar 49%. Usia 18-25 ta- memelihara personal branding yang telah
hun sebesar 49%, usia 26-35 tahun sebesar dibentuk, pemilik akun perlu secara kon-
33.8%, sehingga lebih dari 80% pengguna sisten menyajikan branding tersebut di ber-
internet adalah di bawah 36 tahun dan ak- bagai media jejaring sosial dan juga dalam
tif mengakses media jejaring sosial. Akses kehidupan realitas. Media jejaring sosial
terbesar dilakukan melalui telepon selular lain seperi Twi"er, Instagram, YouTube,
yaitu sebesar 85%. (h"p://www.emarketer. Path, dan sebagainya dapat memperguna-
com/Article/Indonesia-Social-Networking- kan foto profil yang sama ataupun berbeda,
Tops-List-of-Digital-Activities/1012582). selama menyampaikan penempatan po-
Pengguna media jejaring sosial memiliki sisi yang sama bagi pemilik akun. Personal
kebebasan dalam menentukan pilihan me- branding yang dibentuk secara sinergi dan
dia jejaring sosial yang digunakan dan foto berkelanjutan akan semakin memperkuat
profil yang digunakan sebagai representasi posisi personal dan profesional individu di
dirinya. Berdasarkan survei yang dilakukan masyarakat.
Franzia: Pengaruh Sinergi Foto Profil Media Jejaring Sosial dalam Meningkatkan Personal Branding 35

Mahasiswa dan alumni FSRD Univer- nakan oleh mahasiswa dan alumni FSRD
sitas Trisakti menjadi bagian dari perkem- Universitas Trisakti yang dipilih berdasar-
bangan teknologi global saat ini, dan mem- kan kuantitas media jejaring sosial yang di-
punyai kepentingan dalam pembentukan gunakan, keragaman dan konsistensi jenis
personal branding sebagai desainer muda foto profil, serta gaya visual yang diguna-
Indonesia. Pembentukan personal branding kan dalam merepresentasikan karakter dan
dapat dilakukan melalui berbagai media keahlian pemilik akun tersebut. Observasi
jejaring sosial, khususnya melalui tampilan dilakukan secara daring dan perekaman
foto profil yang digunakan. Ragam bentuk data visual menggunakan metode download
dan gaya gambar yang digunakan menim- dan screen capture.
bulkan penyampaian pesan yang berbeda- Batasan media sosial yang dipilih adalah
beda terhadap citra diri dan personal brand- media jejaring sosial, media mikroblog,
ing individu tersebut. Untuk itu, penelitian dan media berbagi image (foto dan video).
ini bertujuan mengetahui dan memahami Media jejaring sosial dipilih karena meru-
ragam media jejaring sosial yang diguna- pakan media sosial yang paling popular
kan untuk pembentukan personal branding, digunakan di Indonesia (h"p://www.emar-
ragam foto dan gaya visual pada foto profil keter.com), termasuk Facebook, LinkedIn,
yang membentuk sinergi personal branding, GooglePlus, Foursquare, Path, Snapchat,
dan pengaruh sinergi media jejaring sosial AskFm. Media mikroblog dipilih karena
tersebut pada responden. termasuk dalam aktivitas sosial media yang
banyak digunakan di Indonesia, termasuk
METODE Twi"er. Media berbagi (media sharing) foto
Metode yang digunakan pada pene- dan video (image) dipilih karena berkaitan
litian ini adalah metode kuantilatif, yang dengan keilmuan dan keahlian desain, ter-
memadukan antara metode kuantitatif dan masuk Instagram, YouTube, Vimeo, Tum-
kualitatif. Penelitian dilakukan dalam dua blr, DevianArt, 4shared. Data mendalam
tahap, yaitu tahap kuantitatif kemudian didapatkan melalui kuesioner dan wawan-
kualitatif. Dalam ilmu Desain Komunikasi cara kepada responden meliputi maksud
Visual dapat dilakukan penelitian gabung- dan tujuan pemilihan foto profil pada akun
an, agar data dan hasil analisis kuantitatif jejaring sosial, persepsi dari pemilik akun
digunakan untuk memfasilitasi penelitian lain, serta tanggapan dan feedback yang di-
kualitatif. Metode kuantitatif membantu peroleh pemilik akun sebagai akibat dari
mendefinisikan pola penggunaan foto visual yang digunakan pada akun media
profil oleh mahasiswa dan alumni FSRD jejaring sosial tersebut
Universitas Trisakti dalam upaya pemben- Analisis dilakukan dengan metode re-
tukan personal branding yang mendukung ferensi kepustakaan, yaitu dilakukan ber-
profesinya, sedangkan metode kualitatif dasarkan teori pembentukan personal brand-
digunakan untuk memberikan deskripsi ing di media sosial dari MarkPlus Institute,
yang kuat dan eksploratif tentang bahasa yaitu PDB (Positioning, Differentiation,
visual yang digunakan pada foto profil me- Branding). Data tentang aspek penempatan
dia-media jejaring sosial tersebut. Variabel brand (Positioning), unsur pembeda (Dif-
penelitian adalah (a) foto profil (independent ferentiation), dan personal brand (branding)
variable), dan (b) personal branding (depen- yang dibentuk oleh responden didapatkan
dent variable). melalui data mendalam dari kuisioner dan
Objek penelitian adalah foto profil pada responden. Ketiga aspek tersebut direlasi-
beragam media jejaring sosial yang digu- kan dengan visual foto profil yang digu-
Panggung Vol. 28 No. 1, Maret 2018 36

nakan oleh responden di berbagai media waktu untuk tumbuh dan berkembang, se-
jejaring sosialnya. hingga dalam setiap tahapannya personal
brand harus konsisten dan teguh dari awal
HASIL DAN PEMBAHASAN pembentukannya. Sebuah personal brand
Konsep brand dalam dunia usaha yang baik akan memberikan hasil yang
didefinisikan sebagai persepsi dan emosi baik dan bertahan lebih lama, jika sese-
yang dimiliki oleh pembeli atau prospektif orang secara konsisten dan terus-menerus
pembeli, dan dipaparkan melalui pengala- dipersepsikan oleh orang lain dengan cara
man pembeli dalam mengonsumsi atau yang positif. Sosok personal tersebut harus
berhubungan dengan produk dan jasa diasosiasikan dengan sebuah nilai atau ide
tersebut. Apabila konsep tersebut diap- yang diakui secara umum memiliki nilai
likasikan dalam konteks personal, maka positif dan bermanfaat.
personal brand adalah persepsi dan emosi Personal branding membutuhkan media
yang dimiliki oleh orang lain terhadap diri dalam pengembangannya. Selain dikem-
seseorang yang mendefinisikan secara me- bangkan di lingkungan kerja dan pasar re-
nyeluruh pengalaman dalam relasi antar- alitas, personal branding saat ini juga sangat
personal tersebut (McNally, 2009). Personal penting untuk dibangun di ruang virtual.
branding didasarkan atas nilai-nilai kehidup- Internet telah memberikan banyak peru-
an dan memiliki relevansi tinggi terhadap bahan dan peluang bagi pengembangan
siapa sesungguhnya diri seseorang. Personal karir masyarakat kontemporer. Berkem-
branding menjadi merek atau brand pribadi bangnya sistem jejaring dan internet yang
seseorang, yang menempel di benak orang menghubungkan individu dengan indi-
lain pada saat berpikir tentang diri orang vidu lain di ruang virtual mengubah cara
tersebut, dan membuat seseorang unik dan berpikir dan membentuk identitas indivi-
berbeda dengan orang lain. Menurut Mc- du. Diri kedua atau second self hadir pada
Nally dan Speak, terdapat 3 (tiga) dimensi saat individu online dan berada dalam ru-
utama pembentuk personal branding, yaitu ang virtual, sedangkan diri realitas meru-
(a) kompetensi atau kemampuan individu, pakan adalah diri pada saat offline (Ensslin
(b) gaya atau style personal, dan (c) standar dan Muse, 2011).
personal seseorang. Perkembangan ini berupa keuntungan
Penyampaian sebuah personal brand dan kemudahan yang difasilitasi oleh inter-
harus secara konsisten dan terus-menerus. net. Mulai dari kemudahan mencari infor-
Visibility menjadi lebih penting daripada masi sampai dengan pengembangan usaha
kemampuan (ability). Untuk menjadi visible, dengan modal dan biaya operasional yang
seseorang harus mempromosikan dirinya minim. Salah satu media yang tepat dan
menggunakan setiap kesempatan untuk efektif dalam membangun personal branding
memasarkan dan memperoleh keuntungan di lingkungan virtual adalah melalui media
bagi dirinya. Oleh karena itu, kehidupan sosial dan situs-situs jejaring sosial.
pribadi seseorang di balik personal brand Menurut Marisqa Debora dari Mark-
yang dibangun harus sejalan dengan etika Plus Institute, langkah awal dalam mem-
moral dan sikap yang telah ditentukan oleh bentuk personal branding di media sosial
personal brand tersebut. Kehidupan pribadi adalah menentukan PDB (Positioning, Dif-
menjadi cerminan dari citra yang ingin di- ferentiation, Branding). PDB merupakan satu
tanamkan dan ditampilkan dalam personal kesatuan yang saling mendukung personal
brand. Dalam perjalanan kehidupan pribadi branding seseorang. Positioning, merupa-
seseorang, personal brand membutuhkan kan identitas yang jelas ingin ditanamkan
Franzia: Pengaruh Sinergi Foto Profil Media Jejaring Sosial dalam Meningkatkan Personal Branding 37

dalam benak orang lain terhadap diri se- integrated media


seorang. Positioning menjadi jelas apabila
diperkuat dengan diferensiasi yang unik
dan kokoh dari seseorang. PDB akan men- passion objective personal
branding
jadi identitas seseorang yang terbangun di concistency
benak orang lain dan menjadi cerminan
citra diri profesional seseorang (www.the-
marketeers.com). Setelah PDB dibentuk Gambar 1. Model POCI
secara personal, media yang digunakan (Sumber: h"p://efastbook.blogspot.com/2011/06)
adalah media sosial dan situs-situs jejaring
sosial seperti Facebook, Twi"er, Instagram, juga diperkuat melalui blog pribadi yang
Google+, Pinterest, dan sebagainya. unik, simpel, fokus, konsisten, dan terinte-
Terdapat 6 (enam) kategori media sosi- grasi dengan jejaring sosial yang diguna-
al, yaitu (1) media jejaring sosial (social net- kan. Pemilihan jejaring sosial dapat melalui
working) termasuk Friendster, Facebook, rekomendasi lingkungan dan mengguna-
LinkedIn, Foursquare, Path, MySpace; (2) kan mitra dalam pengelolaan. Hal ini akan
jurnal daring (blog) termasuk Blogspot, memberikan keuntungan dan kemudahan
WordPress, Multiply; (3) jurnal daring dalam membangun identitas.
sederhana (microblogging) termasuk Twit- Dalam model POCI (Passion – Objective
ter, Tumblr, Plurk; (4) media berbagi (media – Consistency – Integrated Media) pada gam-
sharing) termasuk Instagram, Photobucket, bar 1, peran media yang terintegrasi dalam
DevianArt, YouTube, Vimeo, 4shared; (5) membangun personal branding adalah sa-
Penanda sosial (social bookmarking) termasuk ngat penting. Media yang terintegrasi akan
Reddit, Amazon, GoodReads; dan (6) media membuat persebaran personal branding yang
konten bersama (wiki) termasuk Wikipedia, telah dibuat menjadi semakin luas, karena
Wiki Ubuntu-ID (Nasrullah, 2015). Media fungsi dan sifat media jejaring sosial ma-
jejaring sosial merupakan media yang pa- sing-masing berbeda.
ling populer dan paling banyak digunakan Sifat dan fungsi media virtual tersebut
untuk berinteraksi satu sama lain. Interaksi antara lain, sebagai berikut. (a) Blog, meru-
tidak hanya pada pesan teks, tetapi juga pakan media informasi yang dapat memuat
termasuk foto dan video yang mungkin opini dan dapat dicantumkan nama, foto,
menarik perhatian pengguna lain. Semua profil diri, dan nomor kontak, serta jeja-
posting (publikasi) merupakan real time, ring sosial lain yang terintegrasi; (b) Twit-
memungkinkan pengguna untuk berbagi ter, memiliki fungsi untuk berkomunikasi
informasi (Saxena dalam Nasrullah, 2015). dengan singkat namun konsisten, dan
Karakter utama dalam media jejaring sosial menjaring orang-orang dengan minat dan
adalah setiap pengguna membentuk jaring- keingintahuan sesuai bidang profesi. Ko-
an pertemanan, baik terhadap pengguna munikasi dapat dilakukan dengan mem-
yang sudah dikenal dan sering bertemu di berikan info-info singkat, dan mention de-
dunia nyata, maupun pengguna yang be- ngan akun Twi"er terkait; (c) Facebook,
lum dikenal sebelumnya di dunia nyata. memiliki fungsi integrasi dengan Twi"er,
Seseorang dapat memokuskan diri pada dapat menampung posting gambar secara
penggunaan salah satu jejaring sosial atau- lebih leluasa, dan mempermudah pencari-
pun menggunakan berbagai jejaring sosial an orang lain terhadap diri seseorang; (d)
secara menyeluruh, dengan mempertim- Grup dan Forum, merupakan media dis-
bangkan kemampuan personal. Identitas kusi dan membahas berbagai topik pada
Panggung Vol. 28 No. 1, Maret 2018 38

Gambar 2. Jejaring sosial Gambar 3. Jumlah jejaring sosial


yang digunakan oleh responden yang digunakan oleh responden
(Sumber: Franzia, 2017) (Sumber: Franzia, 2017)

bidang tertentu sehingga semakin banyak Gambar 3 menunjukkan bahwa ber-


keterlibatan seseorang dalam diskusi akan dasarkan kuesioner yang diberikan, pada
menjadikan sosok dominan dan terpercaya umumnya responden menggunakan lebih
oleh anggota forum yang lain; (e) Thread, dari satu media jejaring sosial. Hanya ada
menciptakan topik yang menarik akan di- 6.25% responden yang menggunakan dua
baca dan ditanggapi banyak orang, sehing- media jejaring sosial, 37.5% responden
ga sosok seseorang dapat semakin dikenal. menggunakan tiga sampai empat media je-
Pada thread dapat dicantumkan linkblog dan jaring sosial, 37.5% responden mengguna-
signature sehingga semua pembaca dapat kan lima sampai enam media jejaring sosial,
mengenal sosok tersebut; dan (f) Mensiner- dan ada 18.75% responden menggunakan
gikan dengan aktivitas offline, antara lain lebih dari enam media jejaring sosial.
dengan cara menjadi pembicara seminar Dalam hal tujuan penggunaan media
ataupun publikasi dan kerjasama dengan jejaring sosial, responden memanfaatkan
kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dengan media jejaring sosial untuk beragam keper-
kompetensi bidang keahlian (h"p://efast- luan, yaitu (a) Sosial, termasuk tujuan ko-
book.blogspot.com/2011/06). munikasi, mengirimkan pesan, posting
status, foto, dan berita; (b) Rekreasional,
Analisis Kuantitatif Aktivitas Responden termasuk untuk iseng dan hiburan; (c) Bis-
dalam Penggunaan Jejaring Sosial nis, termasuk untuk promosi produk dan
Pengamatan yang dilakukan terha- jasa, serta membangun relasi; (d) Lain-lain.
dap 25 akun jejaring sosial mahasiswa dan Tujuan rekreasional banyak dipilih karena
alumni FSRD Universitas Trisakti. Media responden banyak menggunakan media
jejaring sosial yang digunakan oleh respon- jejaring sosial pada waktu senggang, dan
den meliputi media jejaring sosial, media lebih jarang mengakses jejaring sosial pada
mikroblog, dan media berbagi image (foto saat sibuk.
dan video). Berdasarkan penggunaan me- Penggunaan media jejaring sosial tu-
dia jejaring sosial, 100% responden meru- juannya adalah untuk keperluan bisnis.
pakan pengguna Facebook, 75% pengguna Tujuan bisnis tidak menjadi tujuan utama
Twi"er, 87.5% pengguna Instagram, 75% penggunaan jejaring sosial, dan seringkali
pengguna Path, 62.5% pengguna Google+, menjadi fungsi sampingan dari responden.
43.75% pengguna YouTube, 25% pengguna Oleh karena terpenuhi tujuan sosialnya,
LinkedIn, 43.75% pengguna jejaring sosial maka responden sekaligus menawarkan
lain seperti Snapchat dan Line.
Franzia: Pengaruh Sinergi Foto Profil Media Jejaring Sosial dalam Meningkatkan Personal Branding 39

kan foto dirinya, menampilkan hobi dan


keahlian yang dimiliki, dan juga pada foto
profil yang menampilkan logo identitas
personal telah sesuai dengan citra diri yang
ingin ditampilkan oleh responden. Hanya
sebanyak 19% responden yang merasa
bahwa foto profil yang ditampilkan belum
mencerminkan citra dirinya. Hal ini dise-
babkan karena foto profil dianggap hanya
menampilkan hal-hal tertentu dan masih
Gambar 4. Penggunaan foto profil responden banyak aspek lain tentang citra diri yang
di berbagai media jejaring sosial
(Sumber: Franzia, 2017) tidak dapat ditampilkan melalui foto profil
tersebut, seperti ideologi, falsafah hidup,
barang, jasa, usaha yang dikerjakan kepada dan keahlian lain dari responden.
teman-teman di jejaring sosialnya. Fungsi Meskipun demikian, secara umum res-
bisnis dari media jejaring sosial yang di- ponden menyatakan bahwa foto profil yang
gunakan oleh responden lebih pada fungsi digunakan belum memberikan informasi
membangun jejaring dan membina hubun- tentang keahlian dan profesi. Hal ini diakui
gan dengan relasi. Tujuan lain yang diung- oleh 62.5% responden. Hanya 37.5% res-
kapkan oleh responden adalah untuk pe- ponden yang mengaku telah mengguna-
nyaluran hobi. kan foto profil yang memberikan informasi
Foto profil yang digunakan oleh re- tentang keahlian dan profesinya. Foto pro-
sponden di berbagai media jejaring sosial fil yang digunakan memberikan peluang
tersebut cenderung berbeda-beda sesuai kerja dan mendatangkan klien diakui oleh
dengan pilihan dan kebutuhan responden. 43% responden. Sebanyak 56% responden
Gambar 4 menunjukkan bahwa terdapat tidak merasakan manfaat penggunaan foto
sebanyak 62.5% responden menggunakan profil untuk memberikan peluang kerja.
foto profil yang berbeda-beda, dan hanya
37.% responden yang menggunakan foto Analisis Kualitatif Foto Profil Responden
profil yang sama untuk berbagai media je- di Berbagai Jejaring Sosial
jaring sosial yang dimilikinya. Terdapat beberapa aspek dalam foto-
Jenis foto profil yang digunakan terdiri grafi, yaitu bahasa rupa dan komposisi,
atas foto diri, foto diri bersama orang lain, cahaya, subjek atau objek, dan keterkaitan
dan image atau gambar lain. Sebanyak 75% dengan teknik pembuatan (Datoem, 2013).
responden menggunakan foto diri sebagai Foto profil terdiri atas elemen-elemen
foto profil, 18.75% responden menggunakan visual, yaitu (a) objek foto profil, dan (b)
image atau gambar lain, dan sebanyak 6.25%
responden menggunakan foto diri bersama
orang lain. Image atau gambar lain yang di-
gunakan termasuk logo sebagai identitas
diri, gambar tokoh anime, dan gambar kari-
katur.
Foto profil yang digunakan dirasakan
sudah mencerminkan citra dirinya oleh
81% responden. Alasan yang dikemukakan
Gambar 5. Image dan foto diri pada foto profil
adalah karena foto profil sudah menampil- (Sumber: Dokumentasi pribadi, Facebook, 2014)
Panggung Vol. 28 No. 1, Maret 2018 40

latar. Objek foto profil merupakan sosok alitas tertentu sehingga menghasilkan citra
utama yang terdapat di dalam foto dan visual yang sesuai dengan keinginan (Su-
menjadi pusat perhatian dari foto profil trisna & Sabana, 2015). Foto dapat menun-
tersebut, sedangkan latar memberikan sua- jukkan secara jelas wajah ataupun kegiatan
sana dan menambahkan kesan pada foto dan lingkungan di mana responden berada.
profil. Pada foto, latar dapat berupa bentuk Responden yang menggunakan foto diri
gambar jelas atau gambar yang dikaburkan pada foto profil menerapkan prinsip pem-
(blur) yang didapatkan dari teknik fotografi beda (Differentiation) melalui visual wajah
tertentu. Latar dapat pula berupa bidang yang menandakan identitas diri dan pem-
warna yang bersifat menonjolkan objek beda dari pemilik akun lain.
utama. Pada akun media jejaring sosial, foto
Berdasarkan ragam objek foto profil, profil yang menampilkan foto diri paling
terdapat 2 (dua) kategori umum, yaitu (a) banyak dipilih dan digunakan oleh pemilik
foto diri, dan (b) image/gambar lain. Foto akun. Hal ini disebabkan karena foto pro-
diri merupakan foto pemilik akun yang fil menjadi representasi diri dari pemilik
menjadi representasi tampilan diri pemilik akun dalam media jejaring sosial tersebut.
akun, sedangkan image atau gambar lain Meskipun demikian, foto diri pada foto
adalah gambar-gambar yang digunakan profil dapat menampilkan dengan jelas
oleh pemilik akun sebagai representasi ci- wajah pemilik akun tetapi juga dapat tidak
tra dirinya. secara jelas menampilkan wajah. Hal ini di-
Pada foto profil yang menampilkan pengaruhi oleh keinginan pemilik akun dan
foto diri, terdapat elemen-elemen lain kesan yang ingin ditampilkan oleh pemilik
yang mempengaruhi, yaitu (a) ekspresi, (b) akun pada akun media jejaring sosialnya.
gestur, (c) pakaian, dan (d) latar. Masing- Pada foto profil yang menampilkan i-
masing elemen tersebut menyampaikan mage/gambar lain pada akun jejaring sosi-
pesan tertentu bagi orang yang melihatnya. al, pemilik akun menjadikan gambar atau
Ekspresi wajah menampilkan perasaan benda-benda tersebut sebagai representasi
senang, sedih, ataupun ekspresi datar. Ges- diri. Gambar tersebut memiliki relasi de-
tur atau bentuk gerak tubuh menampilkan ngan diri, yang sering kali hanya dipahami
kegiatan tertentu, atau relasi tubuh dengan oleh pemilik akun tersebut. Gambar terse-
sosok lain dan lingkungan. Gestur dapat but dipilih karena dianggap sebagai identi-
menampilkan rasa kedekatan, nyaman, tas diri, atau dengan kata lain mencermin-
semangat, percaya diri, bangga, dan seba- kan citra diri pemilik akun. Responden
gainya. Gestur tidak mengomunikasikan yang menggunakan foto profil berupa image
pesan secara langsung, tetapi dapat dipa- tertentu pada umumnya menampilkan
hami dengan pengamatan terhadap objek karya personal, antara lain logo, ilustrasi,
dan lingkungannya. Pakaian menyampai- karakter animasi, dan sebagainya.
kan suasana, kegiatan, dan gaya hidup pe- Secara keseluruhan, objek foto, jarak
milik akun. Latar menampilkan lingkung- pandang, dan latar membentuk gaya visual
an, suasana, dan momen tertentu. dan bahasa visual yang digunakan, yaitu
Foto diri dapat berupa foto wajah atau pesan yang ingin disampaikan kepada peli-
foto seluruh tubuh, dalam berbagai ekspre- hat. Pesan yang ingin disampaikan oleh
si dan suasana. Pose dan ekspresi merupa- responden melalui foto profil yang meng-
kan bagian penting dari foto diri (Iskandar gunakan objek foto diri dapat berbeda-
dkk., 2014). Salah satu keuntungan foto- beda. Hal ini dipengaruhi oleh fokus foto
grafi adalah individu dapat memblokir re- tersebut sesuai dengan jarak padang dan
Franzia: Pengaruh Sinergi Foto Profil Media Jejaring Sosial dalam Meningkatkan Personal Branding 41

warna. Pada foto diri dengan jarak pan- Gaya visual dan warna foto memenga-
dang close-up dengan warna natural, maka ruhi kesan secara keseluruhan dan apa yang
identitas diri yang sebenarnya secara jelas diinginkan sebagai fokus pada foto terse-
terlihat. Pelihat akan menangkap dengan but. Pada medium shot dan long shot, ges-
jelas citra diri responden sesuai dengan apa tur individu menjadi tampak jelas. Gestur
yang terlihat. Foto berwarna memberi nu- adalah gerakan tubuh untuk mengomuni-
ansa realitas objek yang mendekati visual kasikan sesuatu secara sadar maupun tidak
indera mata manusia (Sutrisna & Sabana, sadar. Gestur dapat menjadi perilaku khas
2015). sebagai identitas diri (Gunarti, Piliang, &
Berbeda dengan foto profil yang me- Syarief 2013). Semakin jauh jarak pandang
nampilkan objek foto diri dengan warna hi- foto, semakin tidak jelas citra diri individu
tam putih. Pada foto dengan warna hitam sebenarnya terlihat. Fokus pada foto akan
putih, citra diri sebenarnya individu akan lebih teralih pada benda-benda di sekitar
tersamarkan. Warna hitam putih tidak individu.
dapat menangkap warna kulit dan warna Pada foto profil dengan objek foto beru-
rambut sebenarnya, sehingga citra artistik pa image atau gambar tertentu, masing-
lebih mengemuka. masing menyampaikan pesan tambahan
Berdasarkan jarak pandang gambar, selain identitas individu. Pada foto profil
terdapat ragam jarak pandang foto profil, ini responden tidak merasa perlu untuk
yaitu (a) extreme close-up, yang merekam ba- menunjukkan wajahnya, tetapi memilih
gian dari objek foto, atau bagian dari wajah, menunjukkan asosiasi lain dari identitas
(b) close-up, yang merekam secara penuh dirinya. Responden yang menggunakan
objek foto atau wajah, (c) medium shot, yang gambar untuk foto profil dapat meman-
merekam wajah sampai sebagian dari tor- faatkan gambar tersebut untuk menampil-
so, (d) long shot, yang merekam keseluruh- kan gambar hasil karyanya, sehingga yang
an tubuh dan sebagian dari lingkungan ingin disampaikan kepada teman di jejaring
sekitarnya, dan (e) extreme long shot, yang sosial adalah kemampuan atau keahlian
merekam suasana lingkungan dengan ob- yang ditunjang oleh gambar tersebut. Gam-
jek terlihat kecil (Berger, 2007). Masing-ma- bar dan keahlian terutama ditampilkan
sing ragam jarak pandang memiliki fungsi oleh responden dari Desain Komunikasi
dan pesan komunikasi yang berbeda-beda. Visual, karena berkaitan dengan image se-
Pada foto profil dengan jarak pandang me- perti logo, animasi, dan komik. Responden
dium shot atau long shot, responden yang dari Desain Interior dapat menampilkan
tidak mementingkan identitas dirinya ter- lampu sebagai sub keahlian yaitu lighting
lihat dengan jelas. Hal ini dipengaruhi oleh atau pencahayaan.
fungsi jejaring sosial bagi responden yang Foto profil yang digunakan pada berba-
digunakan untuk kebutuhan sosial kepada gai media jejaring sosial responden dapat
orang-orang yang dianggap telah menge- sama ataupun tidak. Foto profil yang sama
nal dirinya di lingkungan sebenarnya. Res- pada banyak jejaring sosial menunjukkan
ponden ingin menampilkan situasi atau sinergi yang kuat antar media tersebut.
aktivitas di mana ia ingin diingat dan dike- Personal branding ditampilkan dengan jelas,
nali. Aktivitas tersebut dapat sesuai dengan karena semua media jejaring sosial tersebut
profesi responden, juga dapat menampil- menyampaikan pesan yang sama. Kesa-
kan aktivitas lain yang menimbulkan pera- maan pada foto profil yang digunakan oleh
saan menyenangkan dan membanggakan responden pada seluruh media jejaring so-
bagi responden. sialnya merupakan bentuk sinergi personal
Panggung Vol. 28 No. 1, Maret 2018 42

Tabel 1. Penggunaan foto profil sama pada seluruh jejaring sosial responden
Responden Facebook Twi"er Instagram Path Youtube

17

Sumber: Dokumentasi pribadi, Facebook, 2014

branding yang dibentuk oleh responden. line. Keseluruhan citra diri tersebut pada
Personal branding yang dibentuk berkaitan akhirnya direpresentasikan melalui logo
dengan keahlian sudah kuat. berbentuk lingkaran dan bintang terse-
Pada tabel 1, responden 3 (tiga) memi- but. Bintang menjadi bentuk yang mena-
liki keahlian pada bidang khusus tipografi, rik bagi responden untuk diolah. Bintang
perancangan logo dan branding. Responden juga dapat dipahami sebagai cita-cita dan
membuat logo personal yang merepresenta- tujuan. Sehingga secara keseluruhan logo
sikan diri. Citra diri responden divisualkan tersebut menjadi cerminan kuat dari perso-
melalui self logo yang dibuat. Responden nal branding responden yang telah dipahami
17 menggunakan gambar wajah tokoh ani- dan dimanfaatkan oleh responden sebagai
me Jepang. Tokoh tersebut dipilih dengan foto profil akun pribadi di seluruh jejaring
alasan responden menyukai tokoh tersebut sosial miliknya.
dan berhubungan dengan minat, keahlian, Responden 17 menggunakan gambar
dan pekerjaan yang ditekuni. wajah tokoh anime Jepang. Tokoh tersebut
Kesamaan pada foto profil yang digu- dipilih dengan alasan responden menyu-
nakan oleh responden pada seluruh media kai tokoh tersebut dan berhubungan de-
jejaring sosialnya merupakan bentuk sinergi ngan minat, keahlian, dan pekerjaan yang
personal branding yang dibentuk oleh respon- ditekuni. Responden merupakan alumni
den. Responden 3 dan responden 17 adalah Program Studi Desain Komunikasi Visual
alumni dari Program Studi Desain Komuni- yang memiliki keahlian animasi 2D. Akun
kasi Visual. Personal branding yang dibentuk yang paling aktif adalah YouTube, di mana
berkaitan dengan keahlian sudah kuat. responden menampilkan karya-karya ani-
Responden 3 memiliki keahlian pada masinya. Responden memanfaatkan media
bidang khusus tipografi, perancangan logo jejaring sosial tidak secara langsung untuk
dan branding. Hal ini tercermin dari foto pembentukan personal branding, tetapi de-
profil yang digunakan. Responden mem- ngan aktivitas responden dan relasi sosial
buat logo personal yang merepresentasi- responden dengan komunitas di jejaring
kan diri. Citra diri responden divisualkan sosial, maka responden memiliki peluang
melalui self-logo yang dibuat. Responden menampilkan keahlian dan citra diri ter-
mendefinisikan dirinya sebagai pribadi bentuk dari situ. Citra diri responden yang
yang simpel, sporty, rockstyle. Selain itu re- didefinisikan bersifat santai, humoris, jujur,
sponden memiliki minat pada band, clothing keras kepala, introvert, didukung dengan
Franzia: Pengaruh Sinergi Foto Profil Media Jejaring Sosial dalam Meningkatkan Personal Branding 43

Tabel 2. Penggunaan foto profil sama pada seluruh jejaring sosial responden

Responden Sinergi Foto Citra Diri Citra Diri Menurut Personal branding Menurut Res-
Profil yang Tampak Responden ponden dan yang Ditampilkan
Graphic de- Simpel Visual branding dan Typography
signer Sporty enthusiast
Minat pada Rock style
3 tipografi Self logo yang ditampilkan
Rock style mengomunikasikan keahlian
profesi dan minat dalam bidan
keahlian dan musik yang mem-
pengaruhi gaya individu.
Minat pada Santai Santai, humoris, apa adanya
animasi Je- Humoris
17 pang Jujur Menampilkan bidang keahlian
Introvert Keras kepala dan sifat introvert dengan tidak
Introvert menampilkan wajah individu
sebagai identitas secara jelas.
Sumber: Dokumentasi pribadi, Facebook, 2014

minat dan keahlian responden pada bidang dengan orang lain. Jejaring sosial tidak di-
animasi yang membutuhkan ketekunan manfaatkan untuk menyampaikan keahli-
dalam pekerjaan personalnya, membentuk an dan pembentukan personal branding.
personal branding yang utuh. Dari hasil observasi visual, responden
Responden 3 dan responden 17 telah yang menggunakan foto profil yang ber-
memiliki penempatan diri (Positioning) beda pada media-media jejaring sosial mi-
berdasarkan keahliannya, dan melakukan liknya lebih banyak dibandingkan dengan
proses pembeda (Differentiation) secara kon- responden yang menggunakan foto profil
sisten dengan menggunakan logo pribadi sama. Meskipun semakin banyak media
atau wajah tokoh anime sebagai foto profil jejaring sosial yang digunakan responden,
jejaring sosialnya. Beberapa responden lain makin besar kemungkinan foto profil yang
yang memiliki akun di berbagai media je- digunakan ada yang berulang digunakan
jaring sosial juga seringkali menggunakan pada jejaring sosial yang berbeda.
foto profil yang sama atau mirip dalam be- Pada tabel 3 ditunjukkan bahwa foto
berapa jejaring sosial, dan menggunakan profil yang digunakan berbeda-beda juga
foto profil yang berbeda pada 1 atau 2 je- memiliki benang merah yang mengomu-
jaring sosialnya. Hal ini juga berkaitan de- nikasikan pesan tertentu. Benang merah
ngan citra diri yang dimiliki responden dan tersebut disimpulkan dari kesamaan ele-
personal branding yang terbentuk. men visual, yaitu objek, latar, dan warna.
Foto profil yang banyak digunakan Benang merah elemen visual menjadi
adalah foto diri. Wajah responden terlihat bentuk sinergi dari foto profil yang di-
jelas, dengan latar beragam. Media jejaring tampilkan. Sinergi foto profil tersebut me-
sosial seperti Facebook banyak digunakan ngomunikasikan citra diri individu. Pada
oleh responden untuk relasi sosial dengan responden yang memiliki banyak akun di
orang lain, sehingga foto diri digunakan jejaring sosial, dapat terbentuk lebih dari
sebagai representasi diri responden. Pada satu bentuk sinergi.
bentuk sinergi foto profil seperti ini, perso- Bentuk sinergi foto profil yang didu-
nal branding tidak kuat terbentuk. kung oleh kesamaan foto profil yang lebih
Citra diri yang disampaikan lebih pada banyak menjadi bentuk sinergi foto profil
identitas pribadi dan hubungan personal yang utama, sedangkan benang merah vi-
Panggung Vol. 28 No. 1, Maret 2018 44

Tabel 3. Penggunaan foto profil sama pada seluruh jejaring sosial responden

Responden Sinergi I Citra Diri Sinergi II Citra Diri


Foto Profil dari Sinergi I Foto Profil dari Sinergi II
Traveler Muslimah
Menyukai aktivitas Feminin
luar ruang
Kesamaan pada
Kesamaan elemen elemen foto pro-
visual objek dan fil yaitu pakaian
1 latar pada foto pro- yang digunakan
fil. Latar berupa tertutup. Hijab dan
aktivitas outdoor nuansa warna pa-
dan kegiatan jalan- kaian merah muda
jalan. dan biru muda.

Pelaku yoga Menyamarkan wa-


Introvert jah asli dalam gam-
bar karikatural.
Kesamaan objek Menyukai berbagai
foto yaitu foto diri aktivitas.
2 dengan bentuk si-
lhoue#e. Tidak me- Kesamaan pada
nampilkan wajah image yang digu-
dengan jelas. Latar nakan dengan gaya
berupa lingkungan karikatural, sedang
outdoor. melakukan
aktivitas.
Gitaris Cool
Artistik Ramah
Aktif
Muda Objek foto diri de-
ngan jarak close-up,
Kesamaan pada wajah jelas tetapi
6 aktivitas individu, ditutupi dengan
menampilkan ke- kaca mata hitam.
giatan bermain
gitar. Fokus pada
gestur, wajah tidak
terlihat jelas, latar
tidak terlihat jelas.

Sumber: Dokumentasi pribadi, Facebook, 2014

sual lain yang terbentuk menjadi bentuk tampak dari sinergi foto profil memiliki ke-
sinergi foto profil pendukung. mungkinan sesuai atau tidak dengan pema-
Citra diri yang ditampilkan dari bentuk haman citra diri responden yang disadari
sinergi I dan bentuk sinergi II dapat bersi- berdasarkan hasil kuesioner. Citra diri in-
fat mendukung, saling melengkapi, atau dividu dari sinergi foto profil direlasikan
berbeda dan menjadi citra diri tambah- dengan citra diri menurut responden dan
an dari individu. Citra diri individu yang personal branding menurut responden, me-
Franzia: Pengaruh Sinergi Foto Profil Media Jejaring Sosial dalam Meningkatkan Personal Branding 45

Tabel 4. Contoh sinergi foto profil berbeda dan personal branding


Responden Citra Diri Citra Diri Citra Diri Personal branding Menurut Responden
dari Sinergi I dari Sinergi II Menurut dan yang Ditampilkan
Responden
Traveler Muslimah Ingin tau Simpel
Menyukai Feminin Supel
1 aktivitas luar Kurang peka Tidak menampilkan profesi.
ruang Lamban Menampilkan diri muslimah yang
Rajin memiliki rasa ingin tau dan kesukaan
pada kegiatan rekreasional.
Pelaku yoga Menyamar Wanita Friendly
Introvert kan wajah Yoga
asli dalam Friendly Tidak menampilkan profesi.
2 gambar kari- Independen Menampilkan sosok wanita yang
katural. Fotografer menyukai aktivitas yoga dan tidak
Menyukai merasa perlu menampilkan wajah se-
berbagai akti- benarnya.
vitas.
Gitaris Cool Mengejutkan Pemberi kejutan
Artistik Ramah Heboh
6 Aktif Berisik Tidak menampilkan bidang keahlian
Muda Yakin tetapi menampilkan minat pada seni
Optimis melalui aktivitas bermusik dan gaya
visual fotografi yang aristik.
Sumber: Dokumentasi pribadi, Facebook, 2014

ngomunikasikan personal branding yang di- dan sesuai dengan yang ingin disampaikan
tampilkan melalui foto profil. oleh responden. Karena foto profil tidak
Personal branding tersebut terbentuk dapat menampilkan karya dan keahlian res-
dari ciri tertentu yang ditampilkan oleh in- ponden secara informatif, foto profil lebih
dividu pada foto profilnya. Relasi sinergi berfungsi sebagai identitas. Karya respon-
foto profil dengan personal branding yang den lebih banyak ditampilkan melalui post-
terbentuk tidak langsung menyampaikan ing pada media jejaring sosial tersebut. Foto
profesi dan keahlian responden. Hal ini profil menjadi pendukung dan penguat
sesuai dengan personal branding yang disam- citra diri dan personal branding yang ingin
paikan oleh responden memiliki kecende- ditampilkan oleh responden dalam pema-
rungan pemaparan sifat dan karakteristik haman bahwa personal branding tersebut
personal responden. mendukung status dan kepercayaan sosial
Pemahaman masing-masing responden terhadap diri responden.
untuk pemanfaatan media jejaring sosial Relasi antara minat dan keahlian res-
untuk penguatan personal branding masih ponden yang tampak pada foto profil
rendah. Jejaring sosial, seperti Facebook dan dengan citra diri yang ditampilkan dan
Path, lebih dimanfaatkan untuk kebutuhan dipaparkan oleh responden, juga dengan
sosial. Sementara media yang berfungsi se- personal branding yang terbentuk dipapar-
bagai image sharing, seperti Instagram dan kan melalui implementasi Model POCI
YouTube, lebih dimanfaatkan sebagai me- pada gambar 6. Foto profil yang menampil-
dia dokumentasi portofolio digital. kan keahlian tertentu atau minat responden
Dampak positif bagi pembentukan dan terhadap bidang tertentu dan citra diri akan
penguatan personal branding dirasakan oleh mengarahkan pemahaman secara langsung
responden antara lain karena foto pro- kepada personal branding yang terbentuk
fil yang menampilkan citra diri yang baik apabila diaplikasikan secara konsisten oleh
Panggung Vol. 28 No. 1, Maret 2018 46

Sinergi Media ring sosial tersebut menggunakan foto


Beragam Media Sosial
profil sebagai representasi identitas indi-
vidu. Individu dapat memilih foto profil
minat citra diri apa yang ingin ditampilkan di jejaring so-
objek foto definisi personal
aktivitas branding sial miliknya. Oleh karena itu, foto profil
kuesioner konsistensi
pengungkapan mencerminkan citra diri yang dimiliki dan
berulang
diakui oleh individu.
Foto profil yang menampilkan karya in-
dividu seperti self-logo, logo usaha, karya
Gambar 6. Implementasi model POCI ilustrasi, tokoh animasi, merupakan foto
pada studi kasus penelitian
(Sumber: Franzia, 2014 adaptasi dari h"p:// profil yang paling jelas mengomunikasikan
efastbook.blogspot.com/2011/06) profesi dan keahlian individu. Responden
tersebut telah memiliki personal branding
yang kuat dan kesadaran tinggi untuk me-
responden pada berbagai media jejaring so-
manfaatkan media jejaring sosial sebagai
sial. Kekuatan pembentukan dan penguatan
penguatan personal branding miliknya. Se-
personal branding dipengaruhi oleh tingkat
lain itu, foto profil yang menampilkan ke-
konsistensi tersebut. Semakin banyak me-
giatan dan aktivitas individu dapat mengo-
dia jejaring sosial yang menyampaikan mi-
munikasikan perilaku dan aktivitas yang
nat dan citra diri yang sama, maka semakin
sering dilakukan oleh individu, sehingga
kuat personal branding yang terbentuk.
objek foto demikian juga dapat berfungsi
Demikian pula, apabila minat dan citra
sebagai penguat personal branding.
diri berbeda-beda, atau semakin sedikit me-
Personal branding lebih kuat ditampil-
dia jejaring sosial yang menampilkan minat
kan oleh responden yang menggunakan
dan citra diri yang sama, maka semakin le-
foto profil karya individu secara sinergi
mah personal branding yang terbentuk.
pada berbagai media jejaring sosial yang
Dalam model POCI (Passion – Objective
digunakannya. Setelah personal branding
– Consistency – Integrated Media), peran me-
terbentuk, selanjutnya personal branding
dia yang terintegrasi dalam membangun
perlu dikomunikasikan melalui media-me-
personal branding adalah sangat penting.
dia tertentu, di antaranya media jejaring
Implementasi model tersebut dalam studi
sosial. Semakin banyak media jejaring so-
kasus terbatas ini, yaitu pada mahasiswa
sial yang dimanfaatkan untuk mengomu-
dan alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain
nikasikan personal branding individu, maka
Universitas Trisakti adalah foto profil yang
pesan tentang personal branding akan sema-
menunjukkan minat atau keahlian dan ci-
kin banyak diterima dan semakin dikenal
tra diri yang dibentuk dan tercermin dari
oleh orang lain. Sebaliknya, apabila personal
foto profil dan hasil kuesioner secara kon-
branding yang terbentuk tidak dikomunika-
sisten pada berbagai media jejaring sosial
sikan secara sinergis pada berbagai media,
akan memberi penguatan terhadap personal
maka pesan tentang personal branding terse-
branding responden.
but kurang diterima oleh orang lain.
Personal branding yang menyampaikan
SIMPULAN
pesan kuat tentang keahlian dan profesi in-
Beberapa jenis media jejaring sosial ba-
dividu akan memberikan manfaat bagi in-
nyak digunakan oleh mahasiswa dan alumni
dividu secara profesional. Meskipun media
FSRD Universitas Trisakti. Pada umumnya
jejaring sosial tidak secara utama memiliki
responden menggunakan 3 (tiga) sampai 6
fungsi bisnis, tetapi dalam situasi keluasan
(enam) jejaring sosial. Seluruh media jeja-
Franzia: Pengaruh Sinergi Foto Profil Media Jejaring Sosial dalam Meningkatkan Personal Branding 47

dan kecepatan teknologi informasi saat ini Franzia, E. (2015). Pengaruh Foto Profil dan
maka media jejaring sosial bersifat meluas- Cover pada Jejaring Sosial Facebook
kan jejaring dan mengomunikasikan secara dalam Membangun Personal Brand-
real time ke sasaran yang sangat luas apa ing, Studi Kasus Mahasiswa dan A-
yang ingin dikomunikasikan oleh individu, lumni FSRD Universitas Trisakti.
baik citra diri maupun secara spesifik per- Humaniora, 6 (3), 382-394.
sonal branding. Gunarti W.W.,W., Piliang, Y. A., Syarief, A.
Oleh karena itu, maka untuk mening- (2013). Wacana Visual Talks Show
katkan personal branding responden dapat ‘Mata Najwa’: Melihat Bahasa Tu-
dilakukan dengan cara: (1) menampilkan buh Partisipan sebagai Kekuatan Vi-
minat pada foto profil dengan menggu- sual. Panggung, 23 (4), 369-385.
nakan objek foto dan aktivitas sesuai minat Iskandar, A., Sobarna, C., Mulyana, D., dan
tersebut; (2) memiliki kesadaran akan citra Risagarniwa, Y. Y. (2014). Kajian Bu-
diri individu; (3) menampilkan secara kon- daya Fotografi Potrait dalam Waca-
sisten dan berulang; dan (4) menggunakan na Personalitas. Panggung, 24 (3),
beragam media jejaring sosial sesuai de- 308-315.
ngan fungsi dan tujuannya. McNally, D., dan Speak K. D. (2009). Be Your
Own Brand, a Breakthrough Formula
Ucapan Terima Kasih for Standing Out from the Crowd. San
Terima kasih kepada Dekan Fakultas Fransisco, California: Berre"-Koehler
Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti, Publishers.
Dewan Riset Fakultas Seni Rupa dan De- Nasrullah, R. (2012). Komunikasi Antarbuda-
sain dan Lembaga Penelitian Universitas ya, di Era Budaya Siber. Jakarta: Ken-
Trisakti atas dukungan fasilitas dan dana cana Prenada Media Group.
sehingga terlaksananya penelitian ini. Teri- Nn. (2015). In Indonesia, Social Networking
ma kasih juga kami haturkan kepada para Tops List of Digital Activities. Retrieved
mahasiswa dan alumni Fakultas Seni Rupa July 17, 2016, from http://www.e-
dan Desain Universitas Trisakti yang men- marketer.com/Article/Indonesia-
jadi responden pada penelitian ini. Social-Networking-Tops-List- of-Di-
gital-Activities/1012582.
Daftar Pustaka Nn. (2016). Indonesia Social Media Trend 2016,
Berger, A. A. (2007). Seeing is Believing. An Free Survey Report Jajak Pendapat.
Introduction to Visual Communication. Retrieved July 17, 2016, from h"p://
Third Edition. New York: McGraw-Hill. blog.jakpat.net/indonesia-social-
Datoem, A. (2013). Foto-Etnografi dalam media-trend-2016-free-survey-re-
Proses Penciptaan Karya Seni Foto- port/
grafi. Panggung, 23 (2), 153-170. Sutrisna, M., dan Sabana, S. (2015). Repre-
Ensslin, A. dan Muse, E. (2011). Creating Se- sentasi Foto Keluarga: Ekspresi Seni
cond Lives, Community, Identity, and Kontemporer pada Abad ke-21.
Spatiality as Construction of the Virtu- Panggung, 25 (3), 279-291.
al. London: Routledge.