Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN KAYONG UTARA

DINAS KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA


PUSKESMAS TELUK MELANO
Alamat : Jln Merdeka Desa Teluk Melano Kec. Simpang Hilir, Kode Pos : 78853 gudrilogo.blogspot.com

Kerangka Acuan
Pelayanan Keluarga Berencana Puskesmas Teluk Melano

a. Pendahuluan
Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan
mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta memperoleh pelayanan
kesehatan merupakan amanah yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28
ayat (1). Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan,
dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya
manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Upaya kesehatan diselenggarakan
dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif
yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan. Penyelenggaraan
upaya kesehatan ini dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan
termasuk didalamnya adalah pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang juga
memperhatikan fungsi sosial, nilai, norma agama, sosial budaya, moral, dan etika
profesi. Untuk menjamin terpenuhinya hak hidup sehat bagi seluruh penduduk termasuk
penduduk miskin dan tidak mampu, pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan
sumber daya dibidang kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia
untuk memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Sejalan dengan hal ini,
negara telah bersepakat dan berkomitmen dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004
tentang
Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) untuk memasukan jaminan kesehatan
sebagai salah satu program jaminan sosial selain 4 (empat) program jaminan soasial
lainnya yaitu jaminan kecelakaan kerja, hari tua, pensiun, dan kematian. Didalam
undang-undang ini diatur pula dalam penjelasannya bahwa yang dimaksud dengan
pelayanan kesehatan melalui pelayanan KB. Dalam Undang-Undang Nomor 52 Tahun
2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dikatakan
bahwa penduduk sebagai modal dasar dan faktor dominan pembangunan harus menjadi
titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan. Untuk itu dilakukan upaya pengendalian
angka kelahiran sehingga terwujud pertumbuhan penduduk yang seimbang melaui
diantaranya pengaturan kehamilan sebagai upaya untuk membantu pasangan suami istri
untuk melahirkan pada usia yang ideal, memiliki jumlah anak, dan mengatur jarak
kelahiran anak yang ideal dengan menggunakan cara, alat dan obat kontrasepsi. Dengan
diterapkannya jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terhitung mulai 1 Januari 2014, telah
terjadi beberapa perubahan pengaturan sistem pelayanan kesehatan nasional termasuk
didalamnya adalah sub-sistem jaminan pembiayaan, sub-sistem pelayanan kesehatan dan
pengelola pembiayaan pelayanan kesehatan. Dengan telah diterbitkannya Undang-
Undang Nomor 24 tahun 2011 tentang BPJS maka BPJS kesehatan berfungsi
menyelenggarakan program jaminan kesehatan. Perubahan ini tentunya juga akan
berimplikasi terhadap kebijakan, strategi dan program KB yang diyakini dapat
mengurangi kesenjangan dan unmet need pasangan usia subur terhadap kebutuan
pelayanan KB.
b. Latar Belakang
Menurut World Health Orgnisation (WHO) expert commitee 1997: keluarga
berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari
kehamilan yang tidak diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol
waktu saat kelahiran yang memang sangan diinginkan, mengatur interval diantara
kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan umur suami istri serta
menentukan jumlah anak dalam keluarga. Keluarga berencana menurut Undang-Undang
no 10 tahun 1992 (tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga
sejahtera) adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui
pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan
keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.
Keluarga berencana adalah suatu usaha untuk menjarangkan jumlah dan jarak
kehamilan dengan memakai kontrasepsi. Secara umum keluarga berencana dapat
diartikan sebagai suatu usaha yang mengatur banyaknya kehamilan sedemikian rupa
sehingga berdampak positif bagi ibu, bayi, ayah serta keluarganya yang bersangkutan
tidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kehamilan tersebut.
Diharapkan dengan adanya perencanaan keluarga yang matang kehamilan merupakan
suatu hal yang memang sangat diharapkan sehingga akan terhindar dari perbuatan untuk
mengakhiri kehamilan dengan aborsi.

c. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan Umum Terwujudnya peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB di
Puskesmas Teluk Melano.
2. Tujuan Khusus
a. Mengatur kehamilan dengan menunda perkawinan, menunda kehamilan anak
pertama dan menjarangkan kehamilan setelah kelahiran anak pertama serta
menghentikan kehamilan bila dirasakan anak telah cukup.
b. Mengobati kemandulan atau infertilitas bagi pasangan yang telah menikah lebih
dari satu tahun tetapi belum juga mempunyai keturunan, hal ini memungkinkan
untuk tercapainya keluarga bahagia.
c. Married Conseling atau nasehat perkawinan bagi remaja atau pasangan yang akan
menikah dengan harapan bahwa pasangan akan mempunyai pengetahuan dan
pemahaman yang cukup tinggi dalam membentuk keluarga yang bahagia dan
berkualitas.
d. Tujuan akhir KB adalah tercapainya NKKBS (Norma Keluarga Kecil bahagia dan
Sejahtera) dan membentuk keluarga berkualitas, keluarga berkualitas artinya
suatu keluarga yang harmonis, sehat, tercukupi sandang, pangan, papan,
pendidikan dan produktif dari segi ekonomi.
e. Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi.
f. Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi.
d. Kegiatan
No. Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan
1 Pelayanan KB Kondom
2 Pelayanan KB Pil
3 Pelayanan KB Suntik
4 Pelayanan KB Implant
5 Pelayanan KB IUD

e. Cara Melaksanakan Kegiatan


No. Kegiatan Waktu Petugas
1 Pelayanan KB Kondom Dokter Umum dan Bidan
2 Pelayanan KB Pil Dokter Umum dan Bidan
3 Pelayanan KB Suntik Dokter Umum dan Bidan
4 Pelayanan KB Implant Dokter Umum dan Bidan
5 Pelayanan KB IUD Dokter Umum dan Bidan

f. Sasaran
Sasaran Program KB dibagi 2 yaitu sasarn langsung dan sasaran tidak langsung,
tergantung dari tujuan yang ingin dicapai. Sasaran langsungnya adalah Pasangan Usia Subur
(PUS) yang bertujuan untuk menurunkan tingkat kelahiran dengan cara penggunaan kontrasepsi
secara berkelanjutan. Sedangkan sasaran tidak langsungnya adalah pelaksana dan pengelola
KB, dengan tujuan menurunkan tingkat kelahiran melalui pendekatan kebijaksanaan
kependudukan terpadu dalam rangka mencapai keluarga yang berkualitas dan keluarga yang
sejahtera.
g. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
Jadwal Pelaksanaan dilakukan Setiap hari kerja
h. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan
Pengelola program KB dan pelaksana program KB memahami pelaksanaan kegiatan
program dan dapat melaksanakan kegiatan sesuai dengan acuan yang ada. Dalam upaya
mewujudkan pencatatan dan pelaporan pelayanan kontrasepsi Gerakan Keluarga
Berencana Nasional, hal-hal yang harus dilakukan oleh setiap petugas dan pelaksana KB
adalah mengetahui dan memahami batasan-batasan pengertian dari istilah-istilah yang
dipergunakan serta mengetahui dan memahami berbagai jenis dan fungsi instrument-
instrument pencatatan dan pelaporan yang dipergunakan, cara-cara pengisiannya serta
mekanisme dan arus pencatatan dan pelaporan tersebut.
i. Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi
1. Pencatatan Program Kegiatan KB dilakukan setiap bulan oleh bidan desa
2. Pelaporan Program Kegiatan KB dilakukan setiap bulan oleh bidan desa
3. Evaluasi Program Kegiatan KB dilakukan setiap bulan dan mengetahui Kepala
Puskesmas Teluk Melano

Mengetahui,
Kepala Puskesmas Teluk Melano,

Evi Norsita, A.Md. Kep.


NIP. 198111062009022006