Anda di halaman 1dari 113

BAB I

PRINSIP DASAR AKUNTANSI

1.1 PENGERTIAN AKUNTANSI

Akuntansi sering juga disebut sebagai “Bahasa Bisnis”. Bahasa ini


dapat dipandang sebagai suatu sistim informasi yang memberikan informasi
yang esensial mengenai aktivitas suatu organisasi kepada pribadi atau
kelompok yang digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan
keputusan.
Dalam perkembangan dunia ekonomi sekarang ini peranan akuntansi
sangat penting untuk memutuskan sesuatu agar dalam menjalankan kegiatan
tidak menimbulkan kerugian.
Kegiatan yang dilakukan oleh akuntansi dalam kegiatan ekonomi
mencakup kegiatan mencatat, mengikhtisarkan, melaporkan, dan
menginterpretasikan data untuk kepentingan perorangan, pengusaha,
pemerintah dan anggota masyarakat lainnya.
Dalam hal mengartikan pengertian Akuntansi ada beberapa pendapat
yang pada prinsipnya sama, oleh karena itu pengertian akuntansi yang umum
dan mudah dimengerti yaitu pengertian akuntansi yang berasal dari
"American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)" berikut ini.
Akuntansi adalah kegiatan atau proses Pencatatan (Record), Penggolongan
(Classifying), Peringkasan (Summarizing) transaksi-
transaksi keuangan yang terjadi pada suatu organisasi
dan melaporkan/menyajikan serta
Menafsirkan/menganalisa hasilnya.

Akuntansi dipakai baik oleh ogranisai-organisasi yang bersifat untuk


semata-mata mencari keuntungan maupun organisasi-organisasi yang
sifatnya tidak mencari keuntungan. Pemakaian ini untuk mencatat transaksi-
transaksi keuangan yang terjadi pada organisasi tersebut yang kemudian
hasilnya salah satunya untuk menyajikan Laporan Keuangan.

1
1.2 KEGUNAAN AKUNTANSI
Kegunaan akuntansi adalah memberikan informasi yang sangat
diperlukan oleh pihak-pihak yang memerlukan, baik pihak intern sendiri
maupun pihak ekstern. Pihak-pihak tersebut antara lain :
Manajer-manajer perusahaan. Mereka sangat memerlukan informasi
akuntansi dalam hal pengambilan keputusan-keputusan perusahaan yang
sangat penting untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut. Misalnya untuk
mengetahui perkembangan perusahaan sendiri, untuk mengembangkan
perusahaan tersebut dan lain-lainnya.
Pemilik perusahaan. Pemilik perusahaan yang telah menanamkan
modalnya ke perusahaannya pada suatu waktu pasti memerlukan informasi
akuntansi. Hal ini dibutuhkan untuk mengetahui posisi keuangan dan sampai
dimana hasil yang dicapai oleh perusahaannya.
Investor dan Kreditur. Investor akan menanamkan modalnya ke
perusahaan-perusahaan yang diminati, tentu dalam rangka mendapatkan
keuntungan. Oleh karena investor sebelum menanamkan modalnya ke suatu
perusahaan atau kreditur sebelum meminjamkan kreditnya kepada suatu
perusahaan tersebut, maka investor dan kreditur tersebut memerlukan
informasi akuntansi perusahaan lebih dahulu untuk di analisa. Hal ini untuk
mengetahui apakah investasi di perusahaan tersebut menguntungkan atau
tidak menguntungkan.

Pemerintah. Pemerintah menghendaki bahkan ada yang diwajibkan


kepada setiap perusahaan untuk menyelenggarakan akuntansi, agar
pemerintah dapat mengetahui besarnya penghasilan yang akan dikenakan
pajak dalam laporan surat pemberitahuan tahunan yang di buat oleh
perusahaan.

Profesi akuntansi

Jabatan–jabatan dalam lapangan akuntansi dapat di kelompokan ke


dalam berbagai bidang. Pada umumnya akuntansi dibedakan menjadi dua
bidang yaitu akuntansi public dan akuntansi intern.

2
Akuntan public (Public Accountants atau External Acountants) adalah
akuntan yang memberikan jasanya untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Untuk itu akuntan public menerima imbalan dari pemakaian jasa, seperti
halnya dokter atau penasehat hokum. Jenis pekerjaan yang biasanya
dilakukan oleh para akuntan public adalah pemeriksaan laporan keuangan
(auditing), bantuan dibidang perpajakan, dan konsultan manajemen. Untuk
dapat menjasi akuntan public harus dipenuhi persyaratan yang ditetapkan
pemerintah.

Akuntan internal (Internal Accountants) adalah akuntan yang bekerja


dalam suatu perusahaan tertentu. Berbeda dengan akuntan public, akuntan
intern hanya melakukan pekerjaan untuk kepentingan perusahaan dimana ia
bekerja. Akuntan intern sangat beraneka ragam, ada yang disebut kontroler,
bendahara, atau kepala bidang keuangan.

Akuntan pemerintah (Governmental Acccountants) adalah akuntan


yang dipekerjakan pada sebuah lembaga pemerintah. Perlu diketahui bahwa
dalam kepemerintahan sendiri dalam pengelolaan keuangan sering terjadi
kebocoran- kebocoran uang Negara, oleh karena itu pemerintah perlu adanya
akuntan pemerintah yang dapat mengontrol pengelolaan uang Negara.

1.3 BIDANG-BIDANG AKUNTANSI


Seperti apa yang dijelaskan, pengelompokan profesi akuntansi diatas,
maka dalam praktek dijumpai berbagai macam bidang pekerjaan akuntansi :

Akuntansi public (Public Accounting). Pemeriksaan laporan keuangan


(Auditing) adalah bidang pekerjaan profesi akuntansi paling utama yang
diberikan kepada public (umum). Pemeriksaan laporan keuangan adalah
pemeriksaan secara independent untuk menilai kewajaran laporan keuangan
yang disusun manajemen bagi para investor, kreditur dan pihak luar lainnya.

Hasil pemeriksaan akuntan public dituangkan dalam sebuah laporan


yang disebut Laporan Hasil Pemeriksaan Akuntan.

3
Akuntansi perpajakan (Tax Accounting) adalah jasa akuntan public
yang banyak dibutuhkan masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai dengan
emberi jasa ini adalah (1) untuk memenuhi peraturan pajak yang berlaku, Dan
(2) unutk menekan pajak seminimum mungkin.

Konsultan manajemen (Management Consult) adalah pemberian jasa


yang meliputi aspek yang luas. Sebagai pemeriksa, akuntan biasanya
mempunyai pengetahuan yang mendalam mengenai operasi perusahaan
yang diperiksanya. Oleh karena itu akuntan publik dapat memberikan
berbagai pertimbangan dan saran kepada manajemen untuk memperbaiki
hasil operasi peusahaan yang menggunakan jasanya.

Akuntansi Biaya (Cost Accounting). Akuntansi biaya menganalisis


biaya perusahaanuntuk membantu manajemen dalam pengawasan biaya.
Biasanya akuntansi biaya ditentukan pada biaya produksi, akuntansi biaya
yang baik akan membantu manajemen dalam penetapan harga jual
produknya sehingga diperoleh laba yang lebih besar. Selain itu, akuntansi
biaya dapat memberi informasi kepada manajemen tentang produk mana
yang tidak menguntungkan, sehingga produksinya harus dihentikan, dan
produk mana yang menguntungkan.

Peranggaran (Budgeting) adalah penyusunan anggaran selalu


memperhatikan data masa lalu yang dilaporkan dalam laporan akuntansi.
Anggaran juga digunakan untuk mengawasi jalannya operasi perusahaan
melalui pembandingan antara data yang sesungguhnya dengan anggaran.
Oleh karena itu perusahaan biasanya memandang kegiatan peranggaran
sebagai aspek yang penting dari system akuntansinya.

Perancangan system informasi mengidentifikasikan kebutuhan


informasi unutk kepentinga intern maupun ekstern. Setelah kebutuhan
informasi diketahui, selanjutnya dirancang dan dikembangkan system yang
sesuai. Sistem informasi akuntansi sangat dibutuhkan dalam mengawasi
jalannya operasi suatu perusahaan.

4
Pemeriksaan intern adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh akuntan
intern perusahaan. Para akuntan intern bertugas untuk mengevaluasi system
akuntansi dan manajemen. Tujuan pokoknya adalah untuk membantu
manajemen dalam memperbaiki efisiensi operasi dan untuk menjamin bahwa
para karyawan dan bagian-bagian perusahaan telah melaksanakan prosedur
dan rencana yang ditetapkan manajemen.

Akuntansi keuangan adalah akuntansi yang betujuan utama


manghasilkan informasi keuangan untuk kepentingan pihak luar. Yang
dimaksud dengan pihak-pihak luar adalah pihak-pihak diluar manajemen
perusahaan seperti investor, kreditur, badan pemerintah, dan pihak luar
lainnya.

Akuntansi manajemen adalah akuntansi yang bertujuan utama


menghasilkan informasi untuk keperluan menejemen bersifat sangat
mendalam, dan diperlukan untuk pengambilan berbagai keputusan
manajemen. Informasi semacam ini biasanya tidak dipublikasikan kepada
umum.

1.4 PROSES AKUNTANSI

Laporan keuangan adalah merupakan hasil daripada proses kegiatan


akuntans dalam suatu periode. Dalam definisi akuntansi di atas disebutkan
bahwa akuntansi merupakan suatu proses yang meliputi :

1. Pencatatan
2. Penggolongan
3. Peringkasan
4. pelaporan
5. Penganalisaan data keuangan dari suatu organisasi.

Kegiatan pencatatan dan penggolongan adalah proses yang dilakukan


secara rutin dan berulang-ulang setiap kali terjadi transaksi keuangan.
Sedangkan kegiatan pelaporan dan penganalisaan biasanya hanya dilakukan
pada waktu tertentu.

5
Kegiatan pencatatan dan penggolongan yang bersifat rutin dapat
dilakukan dengan tulis tangan yang dijumpai pada perusahaan-perusahaan
kecil, dan adapula yang dikerjakan dengan mesin-mesin otomatis seperti
yang kita jumpai pada perusahaan-perusahaan besar.

1.5 Bentuk-Bentuk Organisasi Perusahaan

Perusahaan adalah suatu organisasi yang didirikan oleh seseorang


atau sekelompok orang atau badan lain yang kegiatannya adalah melakukan
produksi atau distribusi guna memenuhi kenutuhan ekonomis manusia.
Kegiatan ekonomi seperti tersebut pada umumnya untuk memperoleh
keuntungan, tetapi ada pula yang tidak mencari keuntungan. Bentuk
perusahaan secara umum ada tiga macam, yaitu perusahaan perorangan,
perusahaan persekutuan, dan perusahaan perseroan.

Perusahaan perorangan (Sole Proprietorship) adalah perusahaan yang


dimiliki oleh satu orang. Pemilik perusahaan biasanya merangkap juga
sebagai manajer. Perusahaan perorangan umumnya berupa perusahaan
pegecer yang berskala kecil atau perusahan jasa perorangan seperti misalnya
praktik dokter, pengacara, dan kantor-kantor akuntan. Perusahaan semacam
ini jarang berkembang menjadi perusahaan besar karena modalnya sangat
terbatas.

Persekutuan (Partnership) adalah suatu organisasi perusahaan yang


merupakan gabungan dari berbagai orang (lebih dari satu orang) pemilik
untuk menyelenggarakan usaha dengan menggunakan nama bersama. Para
pemilik disebut sekutu atau partner. Secara hukum para sekutu mempunyai
tanggung jawab penuh atas utang-utang persekutuan, tetapi di lain pihak
mereka mempunyai hak atas laba perusahaan. Persekutuan yang banyak
dijumpai dalam dunia bisnis Indonesia adalah Firma dan CV.

Perseroan (Corporation) adalah perusahaan yang terdiri atas saham-


saham. Setiap pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang tanggung

6
jawabnya terbatas sebesar saham yang dimilikinya. Ini berarti bahwa para
pemegang saham secara pribadi tidak bertanggung jawab secara penuh atas
seluruh utang perusahaan, melainkan hanya terbatas sebesar penyertaanya
dalam perusahaan tersebut. Itulah sebabnya organisasi perusahaan
semacam ini disebut perseroan terbatas atau PT.

1.6 Jenis-Jenis Usaha Perusahaan

Dalam usaha kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh para pelaku


ekonomi dapat melakukan kegiatan-kegiatan usahanya untuk memenuhi
kebutuhan konsumen. Dalam rangka usaha memenuhi kebutuhan konsumen,
maka jenis usaha perusahaan bias melakukan jenis-jenis usaha. Jenis-jenis
usaha secara umum ada tiga macam, yaitu perusahaan jasa, perusahaan
dagang, dan perusahaan industri.

Perusahaan jasa, yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang


menawarkan jasa untuk mendapatkan keuntungan. Seperti usaha bengkel,
usaha salon, usaha bioskop, usaha biro jasa, usaha konsultan, usaha
perantara dan masih banyak contohnya.
Perusahaan dagang, yaitu perusahaan yang bergerak dibidang
membeli barang dagangan dan menjual kembali barang tersebut untuk
mendapatkan keuntungan. Seperti took kelontong, bahan bangunan,
Department store, supermarket dan masih banyak contoh lainnya.

Perusahaan industri, yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang


mengolah bahan baku menjadi barang jadi yang kemudian dijualnya untuk
mendapat keuntungan. Seperti perusahaan mebel, perusahaan percetakan,
perusahaan mesin besar, perusahaan textile, perusahaan semen,
perusahaan cat, perusahaan asbes dan masih banyak lagi contoh lainnya.

1.7 Prinsop-prinsip Akuntansi


Hasil pekerjaan akuntansi yang merupakan informasi ekonomi yamg
akan disampaikan kepada pihak yang berkepentingan, harus dapat disusun
dan dilaporkan secara obyektif. Untuk keperluan hal tersebut, maka perlu ada

7
standar atau pedoman akuntansi yang berlaku di Indonesia yang dibuat oleh
ikatan akuntansi Indonesia yang disebut Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK). Pernyataan standar akuntansi keuangan yang terdiri atas
sejumlah aturan yang menjadi pedoman bertindak dalam melaksanakan
akuntansi di indonesiadan masih akan berkembang di masa yang akan
datang, sehingga laporan-laporan keuangan yang dihasilkan dapat diterima
umum.

Pernyataan standar akuntansi keuangan disusun dengan maksud


antara lain untuk menghimpun prinsip-prinsip akuntansi yang telah lazim
berlaku di Indonesia baik cara-cara, metode-metode dari segala sesuatu yang
mencakup dalam pengertian akuntansi yang bersangkutan dengan
pertanggung jawaban pada pihak luar perusahaan.

1.8 Transaksi dan Persamaan Dasar Akuntansi

Transaksi adalah kejadian-kejadian yang terjadi dalam ustu organisasi


yang dapat dinilai dengan uang. Transaksi-transaksi ini akan dicatat dalam
akuntansi untuk dapat melakukan kegiatan-kegiatn akuntansi, maka terlebih
dahulu kita harus mempelajari persamaan dasar akuntansi. Persamaan dasar
akuntansi (accounting equation) adalah posisi yang menunjukan harta sama
dengan sumber. Sumber harta bisa berasal dari kewajiban dan modal.
Dengan demikian dapat digambarkan dalam rumus dibawah ini.

Rumus ---› Assets = Liabilities + Owner's Equity


atau :
Rumus ---› Aktiva = Kewajiban + Modal

Assets (Aktiva / harta) adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan, seperti kas
(Cash), piutang usaha (Accounts Receivable), piutang wesel (Notes
Receivable), perlengkapan (Supplies), biaya-biaya dibayar dimuka (Prepaid
Expenses), peralatan (Equipment), gedung (Building), tanah (Land), dan lain-
lainnya. Assets dalam neraca (Balance Sheet) dikelompokan menjadi dua

8
kelompok, yaitu hutang lancar (Current assets) dan aktiva tetap (Fixed
assets).

Liabilities (kewajiban) adalah kewajiban atau utang perusahaan kepda pihak


lain yang harus segera dibayar seperti hutang usaha (Account payable),
hutang wesel (Notes payable), pendapatan-pendapatan diterima dimuka
(Unearned revenues), hutang bank jangka panjang (Loan bank), dan lain-
lainnya. Liabilities dalam balance sheet dikelompokan menjadi dua kelompok,
yaitu hutang lancar (Current liabilities) dan hutang jangka panjang (Long term
liabilities).

Owner's equity (modal pemilik) adalah hak para pemilik perusahaan yang
ditanamkan dalam perusahaan. Pencatatan modal dalam balance sheet
etrgantung bentuk perusahaan. Untuk perusahaan perseorangan dicatat
modal disertai nama pemiliknya, sedangkan perusahaan perseroan ditulis
Modal Saham dan Laba Tak Dibagi.

Untuk memberikan contoh transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan


yang akan dicatat dalam Accounting Equation adalah seperti berikut.

Contoh 1
1. Transaksi pertama Misalnya dari perusahaan bengkel service maju milik
saudara Ilham melakukan transaksi pertamanya saudara Ilham
menginvestasikan uang tunai kedalam perusahannya sebesar Rp.
25.000.000,-. Kemudian kalau angka-angka tersebut dimasukan dalam
rumus Accuounting Equation tetap akan menunjukan keadaan yang
seimbang, yaitu sebagai berikut
Rumus:
Assets = Liabilities + Owner's Equity
Cash + Equipment = Accounts ppayable + Ilham, Capital
1 25.000.000 - = - + Rp. 25.000.000
2 (5.000.000) 5.000.000 = - + -

2. Transaksi kedua tuan ilham membeli peralatan secara tunai.

9
3. Transaksi ketiga saudara Ilham membeli tambahan peralatan seharga Rp.
2.000.000,- dari toko cerah yang pembayaranya akan dilakukan bulan
depan.

Dengan adanya transaksi ketiga akan mengakibatkan assets berupa


Equipment bertambah sebesar RP. 2.000.000,- dan dalam Account payable
(utang usaha) bertambah sebesar Rp. 2.000.000,- dan dalam Accounting
equation tetap akan menunjukan keadaan yang seimbang, yaitu sebagai
berikut

Rumus:
Assets = Liabilities + Owner's Equity
Cash + Equipment = Accounts payable + Ilham, Capital
1) Rp. 25.000.000 - = - + Rp. 25.000.000

2) (5.000.000) Rp. 5.000.000 = - + -


3) Rp. 2.000.000 = Rp. 2.000.000

4. Transaksi keempat Ilham menerima uang dari langganan atas jasa service
yang ditawarkan Rp. 600.000,-.

Dengan adanya transaksi keempat akan mengakibatkan assets berupa Cash


bertambah sebesar Rp. 600.000,- dan disisi lain Revenue (pendapatan)
bertambah yang mempengaruhi Capital/modal, sehingga Capital bertambah
sebesar Rp. 600.000,- dan dalam Accounting Equation tetap akan
menunjukan keadaan yang seimbang, yaitu sebagai berikut.

Rumus:
Assets = Liabilities + Owner's Equity
Cash + Equipment = Accounts payable + Ilham, Capital
1) Rp. 25.000.000 - = - + Rp. 25.000.000
2) (Rp. 5000.000) Rp. 5.000.000 = - + -
3) - Rp. 2.000.000 = Rp. 2.000.000 + -
4) Rp. 600.000 - = - + Rp. 600.000

5. Transaksi kelima Ilham membayar gaji karyawan sebesar Rp. 300.000 ,-.

10
Dengan adanya transaksi kelima akan mengakibatkan assets berupa Cash
berkurang sebesar Rp. 300.000 ,- dan disisi lain Salaries expense (biaya gaji)
bertambah yang mempengaruhi Capital, sehingga Capital berkurang sebesar
Rp. 300.000 ,- dan dalam Accounting equation tetap akan menunjukan
keadaan yang seimbang, yaitu sebagai berikut.

Rumus:
Assets = Liabilities + Owner's Equity
Cash + Equipment = Accounts payable + Ilham, Capital
1) Rp. 25.000.000 - = - + Rp. 25.000.000
2) (Rp. 5000.000) Rp. 5.000.000 = - + -
3) - Rp. 2.000.000 = Rp. 2.000.000 + -
4) Rp. 600.000 - = - + Rp. 600.000
5) (Rp. 300.000) - = - (Rp. 300.000)

6. Transaksi ke enam Ilham membayar biaya iklan sebesar Rp. 100.000.

Dengan adanya transaksi keenam akan mengakibatkan assets berupa cash


berkurang sebesar Rp. 100.000,- dan disisi lain advertising expense (biaya
gaji) bertambah yang mempengaruhi capital, sehingga capital berkurang
sebesar Rp. 100.000,- dan dalam accounting equation tetap akan
menunjukan keadaan yang seimbang, yaitu sebagai berikut.

Rumus:
Assets = Liabilities + Owner's Equity
Cash + Equipment = Accounts payable + Ilham, Capital
1) Rp. 25.000.000 - = - + Rp. 25.000.000
2) (Rp. 5000.000) Rp. 5.000.000 = - + -
3) - Rp. 2.000.000 = Rp. 2.000.000 + -
4) Rp. 600.000 - = - + Rp. 600.000
5) (Rp. 300.000) - = - + (Rp. 300.000)
6) (Rp. 100.000) - = - + (Rp. 100.000)

7. Transaksi ketujuh ilham membayar utang kepada kreditur sebesar Rp.


1.000.000.

Dengan adanya transaksi ketujuh akan mengakibatkan assets berupa cash


berkurang sebesar Rp. 1.000.000,- dan disisi lain kewajiban berupa account

11
payable berkurang sebesar Rp. 1.000.000,- dan dalam accounting equation
tetap akan menunjukan keadaan yang seimbang, yaitu sebagai berikut.

Rumus:
Assets = Liabilities + Owner's Equity
Cash + Equipment = Accounts payable + Ilham, Capital
1) Rp. 25.000.000 - = - + Rp. 25.000.000
2) (Rp. 5000.000) Rp. 5.000.000 = - + -
3) - Rp. 2.000.000 = Rp. 2.000.000 + -
4) Rp. 600.000 - = - + Rp. 600.000
5) (Rp. 300.000) - = - + (Rp. 300.000)
6) (Rp. 100.000) - = - + (Rp. 100.000)
7) (Rp. 1.000.000) - = (Rp. 1.000.000) + -

Untuk lebih jelas bila semua transaksi diatas diringkas dalam persamaan dasar
akuntansi akan Nampak seperti dibawah ini.

Contoh 2 :

Tn. Ilham pada bulan januari 1994 membuka bengkel service dengan nama "berkah
jaya" di Jakarta, melakukan transaksi-transaksi sebagai berikut :
1. Tn. Ilham menginvestasikan (menanamkan uang pribadinya) Rp. 500.000. dan
peralatan senilai Rp. 300.000. untuk perusahaannya.

Jawaban no. 1 Accounting Equation (Persamaan Dasar Akuntansi).

Assets Liabilities Owner's Equity


No. Cash Equipment Accounts Ilham, Capital Keterangan
payable
01. 25.000.000 - - 25.000.000 Modal awal
02. (5.000.000) 5.000.000 - -
Saldo 20.000.000 5.000.000 - 25.000.000
03. - 2.000.000 2.000.000 - Pendapatan jasa
Saldo 20.000.000 7.000.000 2.000.000 25.000.000
04. 600.000 - - 600.000 Beban gaji
Saldo 20.600.000 7.000.000 2.000.000 25.600.000
05. (300.000) - - (300.000) Beban iklan
Saldo 20.300.000 7.000.000 2.000.000 25.300.000
06. (200.000) - - (200.000)
Saldo 20.100.000 7.000.000 2.000.000 25.100.000
07. (1.000.000) - (1.000.000) -
Saldo 19.000.000 7.000.000 1.000.000 25.100.000
26.100.000 26.100.000

12
2. Dibeli perlengkapan tunai seharga Rp.50.000.
3. Dibeli peralatan dari Toko Restu seharga Rp. 100.000. uang dibayar per kas
RP. 60.000. dan sisanya akan dibayar kemudian hari.
4. Diterima perkas dari langganan atas jasa service sebesar Rp. 80.000.
5. Diterima pekerjaan dari langganan atas jasa service sebesar Rp. 100.000. yang
uangnya akan diterima satu minggu berikutnya.
6. Diterima sebagian pembayaran dari langganan kridit Rp. 50.000.
7. Dibayar biaya iklan sebesar Rp. 10.000. dan biaya listrik Rp. 5000.
8. Dibayar gaji karyawan sebanyak Rp. 20.000.
9. Di Ambil uang perusahaan untuk keperluan pribadi sebesar Rp. 10.000.
10. Perlengkapan terpakai sebanyak Rp. 25.000.
11. Penyusutan peralatan ditetapkan sebesar Rp. 50.000.

Diminta :

1. Susunlah transaksi-transaksi di atas kedalam persamaan dasar akuntansi bila:


Aktiva : kas ; perlengkapan ; peralatan ; Akumulasi penyusutan peralatan
Utang : Utang dagang
Modal : Modal Tn. Ilham
2. Susunlah laporan keuangan yang terdiri dari:
a. Laporan perhitungan laba rugi (Income Statement) per 31 Januari 1994
b. Laporan perubahan modal (Capital Statement) per 31 Januari 1994
c. Laporan neraca (Balance sheet) per 31 Januari 1994
Analisa:
01 Kas (A) + Rp. 500.000 ; Peralatan (A) + Rp. 300.000 ; Modal (M) + Rp. 800.000
02 Perlengkapan (A) + Rp. 50.000 ; Kas (A) – Rp. 50.000
03 Peralatan (A) + Rp. 100.000 ; Kas (A) – Rp. 60.000 ; Utang (U) + Rp. 40.000
04 Kas (A) + Rp. 80.000 ; Pendapatan service (M) + Rp. 80.000
05 Piutang (A) + Rp.100.000 ; Pendapatan service (M) + Rp. 100.000
06 Kas (A) + Rp. 50.000 ; Piutang (A) - Rp. 50.000
07 Modal (biaya iklan) - Rp. 10.000 ; Modal (biaya listrik) - Rp. 5.000 ; Kas (A) - Rp. 15.000
08 Modal (biaya gaji) - Rp. 20.000 ; Kas (A) - Rp. 20.000
09 Modal (Prive) - Rp. 10.000 ; Kas (A) - Rp. 10.000
10 Perlengkapan (A) - Rp. 25.000 ; Modal (Biaya perlengkapan) - Rp. 25.000
11 Akumulasi penyusutan + Rp. 50.000 ; Modal (Biaya penyusutan) – Rp. 50.000

Jawaban accounting equation (dalam ribuan)


No Assets Liabilities + Owner"s Equity
Cash Accounts Supplies Equipment (Accumulat Acounts Ilham, Capital Ket.
Receivable ed Depr,) Payable
01 500 - - 300 - - 800
02 (50) - 50 - - - -
S 450 - 50 300 - - 800
03 (60) - - 100 - 40 -
S 390 - 50 400 - 40 800
04 80 - - - - - 80 Pendapatan

13
S 470 - 50 400 - 40 880
05 - 100 - - - - 100 Pendapatan
S 470 100 50 400 - 40 980
06 50 (50) - - - - -
S 520 50 50 400 - 40 980
07 (15) - - - - - (5) Biaya listrik
- (10) Biaya iklan
S 505 50 50 400 - 40 965
08 (20) - - - - - (20) Biaya gaji
S 485 50 50 400 - 40 945
09 (10) - - - - - (10) Prive
S 175 50 50 400 - 40 935
10 - - (25) - - (25) Biaya
- - Perlengkapan
S 475 50 25 400 - 40 910
11 - - - - 50 - (50) B. Penyusutan
S 475 50 25 400 (50) 40 860
900 900
Keterangan S = Saldo

1.9 LAporan Keuangan

Laporan keuangan (Financial statement) adalah laporan yang dibuat


pada akhir periode akuntansi yang terdiri dari laporan yang dibuat pada akhir
periode akuntansi yang terdiri dari laporan perhitungan laba rugi (Income
Statement), laporan perubahan modal (Capital statement) dan neraca
(Balance sheet) serta laporan-laporan tambahan seperti laporan arus kas
(cash flow).

Income Statement (Laporan perhitungan laba rugi) adalah laporan


yang menunjukan pandapatan-pendapatan dan beban-beban pada akhir
periode akuntansi serta selisih laba atau rugi.

Pendapatan yang dimaksud disini adalah penghasilan yang di peroleh


perusahaan selama satu periode. Sedangkan pendapatan itu sendiri terdiri
dari dua macam yaitu pendapatan yang benar-benra merupakan pendapatan
pokok (usaha) dan pendapatan yang bukan merupakan pendapatan pokok
(non usaha). Panda[atan pokok disebut pendapatan usaha, sedangkan

14
pendapatan yang bukan berasal dari penghasilan pokok disebut pendapatan
non usaha.

Beban yang dimaksud disini adalah pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan


selama satu periode akuntansi. Beban itu sendiri ada dua macam yaitu beban
yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan pokok yang disebut beban
usaha, sedangkan beban yang dikeluarkan bukan untuk mendapatkan
penghasilan pokok disebut beban non usaha.

Capital Statement (Laporan Perubahan Modal) adalah laporan yang


menunjukan perubahan modal awal karena adanya tambahan modal baru,
laba (menambah), atau rugi (mengurangi) dan Prive (untuk perusahaan
perseorangan) atau Deviden (untuk perusahaan perseroan).

Balance Sheet (Neraca) adalah laporan posisi keuangan suatu


perusahaan yang menunjukan aktiva, hutang dan modal pada suatu saat
tertentu.

Bentuk neraca ada 2 macam:


1. Bentuk skontro/horizontal/ T account.
2. Bentuk staffel/ vertical/ laporan.

Untuk dapat menggambarkan bentuk laporan keuangan suatu perusahaan,


diambilkan contoh soal dari atas, maka laporan keuangan perusahaan
Bengkel Berkah akan nampak sebagai berikut:

15
Laporan perhitungan laba rugi (Income statement).
Untuk menyusun laporan ini lihat lajur modal yaitu yang menambah
(pendapatan) dan yang mengurangi (biaya-biaya).

Bengkel Berkah Jaya


Income Statement
For the month ended January, 31 199..
Revenue
Service revenue Rp. 180.000

Operating expenses
Advertising expense Rp. 10.000
Electricity expense 5.000
Salaries expense 20.000
Supplies expense 25.000
Depreciation equipment- expense 50.000
Total Operating Expenses Rp. 110.000
Net income Rp. 70.000

Laporan perubahan modal (Capital statement).

Susunan laporan perubahan modal pada perusahaan perseorangan,


terdiri dari modal pemilik awal ditambah penambahan investari bau bila ada
dan di tambah laba bersih atau dikurangi rugi nersih dan dikurangi prive,
hasilnya modal pemilik akhir. Modal pemilik akhir di laporkan dalam neraca.

Bengkel Berkah Jaya


Capital statement
For the month ended January, 31 199..
Ilham, Capital January, 1 199A Rp. 800.000
Added Investment Rp. 0
Net income Rp. 70.000
Withdrawls (Rp. 10.000)
Rp. 60.000
Ilham, Capital January, 31 199A Rp. 860.000

Untuk susunan laporan perubahan modal pada perusahaan persekutuan,


terdiri dari modal pemilik awalmasing-masing di tambah investari baru bila
ada dan ditambah laba bersih atau di kurangi rugi bersih (setelah laba/rugi
diadakan pembagian laba/rugi sesuai dengan perjanjian awal) dan dikurangi

16
prive, hasilnya modal pemilik akhir. Modal pemilik akhir masing-masing di
laporkan dalam neraca.
Misalkan contoh di atas bentuk perusahaan persekutuan dan perusahaan
tersebut dimiliki oleh Tn. Amir dan Tn. Bahrudin, maka laporan perubahan-
perubahan modal seperti di bawah ini:

Bengkel Berkah Jaya


Capital statement
For the month ended January, 31 199..
Keterangan Amir, capital Bahrudin, capital
, Capital Januari, 1 199A Rp. Rp.
Added investment Rp. Rp.
Net income Rp. Rp.
Withdrawl (Rp. ) (Rp.
)
, Capital Januari, 31 199A Rp. Rp.

Bila bentuk perusahaan perseroan, maka laporan perubahan modal


tidak ada, yang ada adalah laporan perubahan laba yang tak dibagi (Retained
Earning Statement). Laporan perubahan laba tak dibagi susunannya adalah
laba tak dibagi awal ditambah laba bersih atau dikurangi rugi bersih dan
dikurangi deviden, hasilnya laba tak dibagi akhir. Laba tak dibagi akhir akan
dilaporkan dalam neraca yaitu di bawah modal saham. Contoh laporan
perubahan laba tak dibagi adalah:

Bengkel Berkah Jaya


Retained Earning Statement
For the month ended January, 31 199..
Retained earning Januari, 1 199A Rp. 0
Net income Rp. 70.000
Dividens (misal) (Rp.
10.000)
Rp. 60.000
Retained earning Januari, 31 199A Rp. 60.000

Neraca/Laporan Posisi Keuangan (Balance sheet).


Untuk membuat neraca bentuk perusahaan perseorangan seperti soal
di atas, maka lihat saldo angka-angka perrkiraan yang ada dipesamaan dasar

17
akuntansi pada bagian akhir dan disusun dalam bentuk sekontro seperti di
bawah ini:

Bengkel Berkah Jaya


Balance Sheet
For the month ended January, 31 199..

Currents assets : Liabilities :


Cash Rp. 475.000 Accounts Payable Rp. 40.000
Account receivable 50.000
Supplies 25.000
Fixed assets : Owner's equity :
Equipment 400.000 Ilham, Capital 860.000
Accumulated Depreciation -Equipment (50.000)
Rp. 900.000 Liabilities+Owner's equity Rp. 900.000

Untuk membuat neraca bentuk perusahaan perseroan terbatas, laba tak


dibagi akhir masuk dalam neraca di bawah modal saham akhir seperti di
bawah ini:

Bengkel Berkah Jaya


Balance Sheet
For the month ended January, 31 199..

Currents assets : Liabilities :


Cash Rp. 475.000 Accounts Payable Rp. 40.000
Account receivable 50.000
Supplies 25.000
Fixed assets : Owner's equity : 800.000
Equipment 400.000 Retained earning's 60.000
Accumulated Depreciation -Equipment (50.000)
Rp. 900.000 Liabilities+Owner's equity Rp. 900.000

Laporan Arus Kas (Cash flow).


Menurut PSAK (Penyataan Standar Akuntansi Keuangan) yang
diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia 1995, untuk mengulang kembali
bahwa yang dimaksud dengan lapoan keuangan (financial statement) adalah
yang terdiri dari laporan perhitungan laba rugi (Income satement), laporan

18
perubahan modal (Capital statement) dan neraca (Balance sheet) serta
laporan-laporan tambahan seperti laporan arus kas (Cash flow).
Laporan arus kas adalah laporan yang menunjukan penerimaan-
penerimaan kas dan pengeluaran pembayaran kas untuk suatuperiode
tertentu. Arus kas menunjukan 3 bagian, yaitu 1) kegiatan operasi, 2) kegiatan
investasi, 3) kegiatan keuangan. Informasi tersebut bila digunakan dalam
kaitannya dengan laporan keuangan lain akan membantu para investor,
kreditor, dan pihak lain dalam menilai profitabilitas dan solvabilitas dari suatu
usaha itu (kemampuan untuk membayar hutang masa berjalan yang jatuh
tempo lebih dari satu tahun).
Penyusunan arus kas ada 2 metode yaitu, 1) metode langsung (direct
method), dan 2) metode tidak langsung (indirect method). Dalam PSAK
disarankan lebih baik menggunakan metode langsung.
Arus kas dari kegiatan Operasi.
Arus kas dari kegiatan operasi, yang mencakup transaksi kas yang
dimasukan dalam penentuan laba bersih, yang mempengaruhi aktiva lancer
dab hutang lancer nisalnya:
 Penerimaan kas dari penjualan tunai
 Penerimaan kas dari langganan (piutang)
 Pengeluaran untuk membayar hutang langganan
 Pengeluaran untuk membayar hutang jangka pendek
 Pengeluaran unetuk pembelian perlengkapan
 Pengeluaran untuk membayar biaya-biaya lain seperti biaya iklan,
biaya gaji, biaya listrik dan lain-lain.
Arus kas dari kegiatan Investasi
Arus kas dari kegiatan investasi, yang mencakup transaksi kas yang
dimasukan dalam kaitannya dengan investasi jangka panjang/ aktiva tetap,
misalnya:
 Penerimaan hasil penjualan tanah
 Penerimaan kas dari langganan (piutang)
 Penerimaas hasil penjualan peralatan
 Pengeluaran untuk pembelian peralatan

19
 Pengeluaran untuk pembelian gedung
 Pengeluaran untuk pembelian tanah dan lain-lain
Arus kas dari kegiatan keuangan.
Arus kas dari kegiatan keuangan, yang mencakup transaksi kas yang
dimasukan dalam kaitannya dengan peminjaman uang jangka panjang dan
investasi kes pemilik perusahaan, misalnya:
 Penerimaan dari penambahan investasi
 Penerimaan hasil penjualan saham
 Penerimaan hasil penjualan obligasi
 Penerimaan hasil pinjaman jangka panjang
 Pengeluaran untuk penarikan keperluan pemilik
 Pengeluaran untuk penarikan saham
 Pengeluaran untuk pelunasan obligasi
 Pengeluaran untuk pembayaran hutang jangka panjang dan lain-lain.
Utuk penyelesaian soal di atas perusahaaan berkah jaya bila di buat laporan
arus kas (Cash flow) sebagai berikut :

Bengkel Berkah Jaya


Statement of Cash Flows
For the month ended January, 31 199..

Cash flows from operating activities : Rp. 130.000


 Penerimaan kas dari langganan dan debitur (85.000
)
 Pengeluaran kas untuk perlengkapan dan biaya- Rp. 45.000
biaya

Cash flows from investing activities :


 Pengeluaran kas untuk pembelian peralatan (60.000)

Cash flows from financing activities :


 Penerimaan kas dari pemilik modal sebagi 500.000
investasi
 Pengamblan kas untuk keperluan prive pemilik (10)
Arus kas bersih dari kegiatan keuangan. 490.000
Penambahan dari arus kas Rp. 475.000
Saldo kas per 1 Januari 19..
Saldo kas bersih per 31 Januari 19.. Rp. 475.000

20
BAB II
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

Transaksi-transaksi keuangan yang tejadi pada perusahaan selama periode


tertentu dalam akuntansi yang telah dipelajari pada bab satu, adalah dicatat dalam
persamaan dasar akuntansi sampai pada akhir periode tertentu menyusun hasilnya
yaitu Laporan Keuangan. Namun demikian bila transaksi-transaksi keuangan yang
terjadi akan dicatat dalam buku harian yang disebut jurnal dan selanjutnya di posting
(dimasukan) dalam buku besar sesuai dengan perkiraannya masing-masing, serta pada
akhir periode akuntansi disusun neraca saldo yang tujuannya untuk menyusun laporan
keuangan.

2.1 Jurnal Umum (General Jurnal).

Siklus akuntansi (Accounting Cycle) adalah proses pencatatan transaksi-


transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu badan atau lembaga sejak awal periode
sampai demga akhir periode, dan kembali lagi ke awal periode.

Siklus akuntansi dapat digambarkan seperti di bawah ini :

Balance Sheet

Dokumen General General Trial - Adjuting


transaksi jurnal ledger balance jounal

Post closing Closing Financial Worksheet


Trial Balance journal statement

Sesuai dengan proses kerja siklus akuntansi, maka transaksi-transaksi yang


berdasarkan dokumen-dokumen pembukuan dicatat dalam buku harian yang disebut
jurnal, dan langsung di posting (masukkan) dalam buku besar dan langkah selanjutnya

21
seperti alur di atas. Namun demikian yang dipelajari lebih dahulu adalh junal, buku
besar dan neraca saldo.

Ayat jurnal (Journal Entry) adalah tempat untuk menata perkiraan yang harus di debet
beserta jumlahnya dan perkiraan yang harus di kredit sesuai jumlahnya, namun
pencatatan yang di kredit agak menjorok kekanan. Setiap ayat jurnal dicatat beserta
keterangan singkat dan jelas,kemudian untuk mencatat jurnal berikutnya di longkap
satu baris.

Contoh bentuk General Journal (Jurnal umum).

Date Account Titles and Explanation Post. Debit Credit


Ref.

Keterangan :
 Lajur Tanggal adalah untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi.
 Lajur Perkiraan dan Keterangan adalah untuk mencatat perkiraan yang di
debet dan perkiraan yang di kredit, perkiraan yang di kredit dicatat agak
menjorok ke dalam.
 Keterangan di tulis singkat dan jelas dari transaksi tersebut.
 Lajur Ref. (Referensi) adalah untuk mengisi nomer perkiraan yang telah
dipindahkan (dibukukan) ke buku besar pada perkiraannya masing-masing
yang dilakukan setiap tanggal terjadinya transaksi.
 Lajur debit dan lajur credit adalah besarnya angka yang seiombang antara
debet dan kredit.

Cara Mendebet dan Mengkredit.

Perkiraan (account) adalah tempat untuk mencatat transaksi-transaksi yang


sejenis, misalnya perkiraan kas untuk mencatat transaksi-transaksi yang berhubungan
dengan kas; perkiraan piutang untuk mencatat transaksi-transaksi yang berhubungan
dengan piutang saja; perkiraan perlengkapan, perkiraan utang dan perkiraan modal
serta lain-lainnya. Untuk menetukan perkiraan mana yang di debet dan mana yang di
kredit, maka penentuan rumus untuk menentukan mana yang di debet dan mana yang
di kredit di ambil dari rumus persamaan akuntansi yaitu seperti sebagai berikut :

22
Rumus: Assets + Expenses + Drawing = Liabilities + Owner's equity +
Revenues
V V
+ Debet + Kredit
- Kredit - Debet
Atau :
Jenis Rekening Bertambah Berkurang Saldo Normal
Assets Debit Credit Debit
Liabilities Credit Debit Credit
Owner's equity Credit Debit Credit
Withdrawl/ Drawing Debit Credit Debit
Revenues Credit Debit Credit
Expenses Debit Credit Debit

Contoh :
Transaksi pertama misalkan tanggal 01 Desember Ny. Dewi menginvestasikan uang
pribadinya sebesar Rp. 5.000.000 keperusahaannya.

Menentukan debet dan kredit :


Kas (Aktiva)…………… Bertambah Rp. …..dicatat sebagai debet
5.000.000
Modal Ny. Dewi……….. Bertambah Rp. …..dicatat sebagai kredit
5.000.000

General Journal

Date Account Titles and Explanation Post. Debit Credit


Ref.
199A
Des. 01 Cash Rp. 5.000.000
Ny. Dewi, Capital Rp. 5.000.000

Transaksi kedua, misalkan tanggal 03 Desember Ny. Dewi membeli perlengkapan


secara tunai sebesar Rp. 150.000

Menentukan debet dan kredit :


Perlengkapan Bertambah Rp. 150.000 …..dicatat sebagai debet
(Aktiva)………
Kas (Aktiva)……………….. Berkurang Rp. 150.000 …..dicatat sebagai kredit

General Journal

Date Account Titles and Explanation Post. Debit Credit


Ref.
199A
Des. 03 Supplies Rp. 150.000
Cash Rp. 150.000

23
Transaksi ketiga misalkan tanggal 05 Desember Ny. Dewi membeli peralatan kredit
dari Toko Mebel Indah sebesar Rp. 800.000

Menentukan debet dan kredit :


Peralatan Bertambah Rp. 800.000 …..dicatat sebagai debet
(Aktiva)…………..
Utang Usaha Bertambah Rp. 800.000 …..dicatat sebagai kredit
(Utang)………..

General Journal
Date Account Titles and Explanation Post. Debit Credit
Ref.
199A
Des. 05 Equipment Rp. 800.000
Account Payable Rp. 800.000

Transaksi keempat misalkan tanggal 15 Desember menerima uang dari langganan


selama seminggu sebesar Rp. 250.000

Menentukan debet dan kredit :


Kas (Aktiva)…………….. Bertambah Rp. 250.000 …..dicatat sebagai debet
Pendapatan (Jasa)……….. Bertambah Rp. 250.000 …..dicatat sebagai kredit

General Journal
Date Account Titles and Explanation Post. Debit Credit
Ref.
199A
Des. 15 Cash Rp. 250.000
Service Revenue Rp. 250.000

Transaksi kelima misalkan tanggal 20 Desember dibayar biaya listrik sebesar Rp.
25.000.

Menentukan debet dan kredit :


Beban listrik…………… Bertambah Rp. 25.000 …..dicatat sebagai debet
Kas (Aktiva )………….. Bertambah Rp. 25.000 …..dicatat sebagai kredit

General Journal
Date Account Titles and Explanation Post. Debit Credit
Ref.
199A
Des. 20 Electricity expense Rp. 25.000
Cash Rp. 25.000

24
2.2 Buku Besar (General Ledger)

Buku besar (general ledger) adalah kumpulan dari beberapa perkiraan yang
dipaki dalam perusahaan. Perkirqaan-perkiraan dalam buku besar harus disusun
secara teratur sesuai dengan klasifikasi perkiraan.

Klasifikasi Perkiraan. Perkiraan-perkiraan dalam buku besar secara umum


disusun secar berurutan dari perkiraan-perkiraan laporan perhitungan laba rugi.
Perkiraan-perkiraan neraca diklasifikasikan sebagai perkiraan-perkiraan aktiva,
kewajiban dan modal,sedangkan perkiraan laporan-laporan laba rugi diklasifikasikan
sebagi pendapatan dan beban-beban (perusahaan jasa).
Perkiraan-perkiraan ang dilaporkan kedalam neraca yaitu aktiva, kewajiban dan
modal sering disebut perkiraan riil, sedangkan perkiraan yang dilaporkan kedalam
perhitungan laba rugi yaitu pendapatan dan beban sering disebut perkiraan nominal
atauperkiraan sementara. Setiap kelompok masih dapat dipecah-pecah kedalam pos-
pos perkiraan seperti berikut ini :

Aktiva (Assets). Aktiva atau assets adalah semua harta atau kekayaan yang
dimilikioleh perusahaan. Kekayaan yang dimilikisuatu perusahaan tentu jumlahnya
cukup banyak, oleh karena aktiva dapat dikelompokan lagikedalam pos-pos seperti
berikut ini.

1. Aktiva lancer (Current Assets) adalah harta yang berupa uang tunai, yang cepat
menjadi biaya dalam waktu kurang dari satu tahun.
Contoh :
 Kas (Cash)
 Effek / Surat-surat berharga (Marketable Securities)
 Piutang dagang (Account Receivable) : Tagihan secara tertulis, tetapi tidak
disertai perjanjian di atas wesel atau promes.
 Piutang wesel/wesel tagih (Notes Receivable) :Tagihan secara tertulis yang
disertai dengan perjanjian diatas wesel atau promes.
 Persediaan barang dagangan (Merchandise Inventory).
 Pendapatan yang masih harus ditagih (Accrued revenues).

25
 Biaya di bayar di muka / perkot biaya (prepaid expenses) :
a. Sewa di bayar di muka (prepaid rent)
b. Iklan dibayar di muka (prepaid advertising)
c. Asuransi di bayar di muka (prepaid insurance)
 Perlengkapan (Supplies) : Kertas, pencil, penggaris, pita tik dan lain-lain.

2. Aktiva Tetap (Fixes Assets) adalah harta yang dimiliki oleh perusahaan yang
dapat dipakai lebih dari satu tahun.
Aktiva tetap ada 3 macam :
a. Investasi jangka panjang (Long term investment)
 Investasi dalam saham PT AA (investment in stock PT AA).
 Investasi dalam obligasi PT BB (Investment in bonds PT BB).
b. Aktiva tetap berwujud (Tangible fixed assets)
 Tanah (Land)
 Gedung / Bangunan (Building)
 Mesin-mesin (Machinery)
 Peralatan (Equipment)
 Truk pengangkutan (Delivery truck)
c. Aktiva tak berwujud (Intangible fixed assets)
 Goodwill
 Patent (hak yang diberikan kepada pembuat pertama suatu barang)
 Merk dagang/trade mark (hak yang diberikan kepada pemilik merk atas
barang)

Kewajiban/Liabilities. Kewajiban/hutang adalah kewajiban atau hutang


perusahaan kepada pihak lain yang harus dibayar. Kewajiban ini dapat dikelompokan
menjadi dua kelompok yaitu :

1. Hutang Lancar (Current Liabilities) adalah hutang yang pembayarannya


kurang dari satu tahun. Contoh:
 Hutang dagang (Accounts Payable) : Hutang secara tertulis tanpa perjanjian di
atas wesel.

26
 Hutang wesel/wesel bayar (Notes payable) : Hutang tertulis dengan perjanjian
di atas wesel/promes.
 Biaya-biaya yang masih harus di bayar (Accrued Expenses) misalnya:
a. Listrik yang masih harus dibayar (Electricity payable)
b. Gaji yang masih harus dibayar (Salaries payable)
 Pendapatan-pendapatan diterima dimuka (Deferred revenue/unearned revenue)
misalnya:
a. Sewa diterima dimuka (Uneraned rent revenue)
b. Bunga diterima dimuka (Unearned interest revenue)

2. Hutang jangka panjang (Long term Liabilities) adalah hutang yang harus
dilunasi dalam waktunya lebih dari satu tahun.
Contoh :
 Hutang Hipotik (Mortgage payable) : hutang jangka panjang disertai dengan
jaminan aktiva tetap tak bergerak
 Hutang Obligasi (Bonds Payable) : hutang jangka panjang yang disertai surat
pengakuan hutang dengan membayar bunga setiap waktu yang telah
ditentukan.
 KIK (Kredit Investasi Kecil)
 KMKP (Kredit Modal Kerja Permanen)

Modal (Owner's Equity). Modal adalah hak para pemilik perusahaanyang


ditanamkan kedalam perusahaann.

Pencatatan modal dalam neraca.


1. peusahaan perseorangan (Sole Proprietorship)
Modal ……….. (………,Capital)
2. Perusahaan Persekutuan (Partnership)
Modal ……….. (………,Capital)
Modal ……….. (………,Capital)
3. Perusahaan Perseroan (Capital Stock)
Modal saham (Capital Stock)
Laba yang ditahan (Retained earning)

27
Pendapatan (Revenues). Pendapatan adalah penghasilan yang diperoleh
perusahaan selama satu periode. Sedangkan pendapatan itu sendiri ada dua macam
yaitu pendapatan yang bear-benar merupakan pendapatan pokok (usaha) dan
pendapatan yang bukan merupakan penghasilan pokok (non usaha). Pendapatan
pokok disebut pendapatan usaha sedangkan pendapatan yang bukan berasal dari
penghasilan pokok disebut pendapatan non usaha.

Beban (Expenses). Beban adalah pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan


selama satu periode akuntansi. Beban itu sendiri ada dua macam, yaitu beban yang
dikeluarkan untuk mendapakan penghasilan pokok yang disebut beban usaha,
sedangkan beban yang dikeluarkan bukan mendapatkan penghasilan pokok beban non
usaha.
Bagan Perkiraan (Chart of Account).
Daftar perkiraan didalam buku besar sering disebut bagan perkiraan (chart of
account). Untuk perkiraan dalam bagan perkiraan harus sesuai dengan urutan pos-pos
dalam neraca dan perhitunga laba rugi. Perkiraan-perkiraan tersebut diberi nomor
untuk mempermudah pengkodean baik dalam buku besar maupun referensi
pembukuan.

Pemberian nomor pada perkiraan-perkiraan Aktiva dalam buku besar diawali


nomor 1, Kewajiban nomor 2, Modal nomor 3, Pendapatan nomor 4, dan beban-beban
nomor 5.kemudian masing-masing perkiraan akan diberi nomor urut dari nomor 1, 2,
3, dan seterusnya. Setiap perkiraan bias dua digit atau tiga digit atauempat digit sesuai
dengan kebutuhan perusahaan.

Contoh cara menentukan nomor perikiraan.


Untuk perkiraan Assets dengan menggunakan angka pertama angka 1..s/d 199
Untuk perkiraan Liabilities dengan menggunakan angka pertama angka 2..s/d 299
Untuk perkiraan Owner's Equity dengan menggunakan angka pertama angka 3..s/d
399
Untuk perkiraan Revenues dengan menggunakan angka pertama angka 4..s/d 499
Untuk perkiraan Expenses dengan menggunakan angka pertama angka 5..s/d 599

28
Misalnya :

Current Assets (1..s/d 12.) : Long Term Liabilities (22. s/d 299) :
101 Cash 221 Bonds payable
102 Accounts receivable 222 Mortgage payable
103 Supplies
Owner's Equity (3.. s/d 399) :
Fixed Assets (12. s/d 199) : 301 Tn. Abas, Capital
121 Equipment 302 Tn. Abas, Drawing
122 Accumulated depreciation equipment
123 Machinery Revenues (4.. s/d 499)
124 Accumulated depreciation machinery 401 Service revenue
402 Other revenue
Current Liabilities (2.. s/d 22.) :
201 Accounts payable Expenses (5.. s/d 599)
202 Notes payable 501 Salaries expense
203 Salaries payable 502 Supplies expense

Bentuk Perkiraan.

Bentuk perkiraan ada 2 :


1. bentuk skontro (a. skontro berlajur b. skontro T sederhana)
2. bentuk staffel (a. staffel bersaldo tunggal b. staffel bersaldo rangkap)

Contoh perkiraan bentuk skontro.

a. Bentuk skontro berlajur

Date Explanation Ref. Debit Date Explanation Ref. Credit

b. Bentuk skontro huruf T sederhana.

Debit Credit

Contoh perkiraan bentuk staffel.

a. Bentuk staffel bersaldo tunggal.

Date Explanation Ref. Debit Credit Balance

b. Bentuk staffel bersaldo rangkap.

29
Date Explanation Ref. Debit Credit Balance
Debit Credit

Pemindahan (Posting).

Pemindahan perkiraan–perkiraan pada jurnal ke dalam buku besar pada


perkiraan-perkiraan masing-masing. Cara memindakan perkiraan-perkiraan yang ada
di dalam jurnal, dilakukan setiap ayat jurnal dipindahkan pada perkiraan-perkiraan
debet pada perkiraan-perkiraan masing-masing dan selanjutnya perikiraan-perkiraan
kredit pada perkiraannya masing-masing. Untuk lebih jelasnya contoh dibawah ini
diambil dari contoh diatas seperti dibawah ini :

General journal
Date Explanation Ref. Debit Credit
Des, 1 Cash 101 Rp. 5.000.000 -
Ny. Dewi, Capital 301 - Rp. 5.000.000
Investasi berupa kas 5 juta
Des, 3 Supplies 103 150.000 -
Cash 101 - 150.000
Dibeli perlengkapan tunai.
General Ledger :
Cash 101
Date Explanation Ref. Debit Credit Balance
Debit Credit
19A
Des 1 JU 1 5.000.000 - 5.000.000
3 JU 1 - 150.000 4.850.000

Supplies 103
Date Explanation Ref. Debit Credit Balance
Debit Credit
19A
Des 3 JU 1 150.000 - 150.000

Ny. Dewi, Capital 301


Date Explanation Ref. Debit Credit Balance
Debit Credit
19A

30
Des 1 JU 1 150.000 - 5.000.000

2.3 Neraca Saldo (Trial Balance)


Neraca saldo (trial balance) adalah kumpulan dari pada saldo-saldo perkiraan
buku besar. Neraca saldo ini biasanya disusun setiap akhir bulan atau setiap akhir
periode akuntansi. Seperti halnya penyelesaian transaksi keuangan dalam persamaan
dasar akuntansi yang selanjutnya disusun laporan keuangan. Dalam pencatatan
transaksi-transaksi sesuai dengan langkah siklus akuntansi seperti pencatatan ke
dalam jurnal dan langsung di posting kedalam buku besar pada perkiraannya masing-
masing, selanjutnya disusun neraca saldo, maka selanjutnya dapat disusun laporan
keuangan.
Cara menyusun neraca saldo, disusun sesuaidengan tata cara penyusunan
dalam buku besar dengan nomor yang urut dan teratur. Kemudian bila perkiraan-
perkiraannya berbentuk bersaldo cukup diambil saldonya masing-masing, tetapi bila
perkiraan-perkiraannya berbentuk huruf T maka angka-angka debet dijumlah dan
angka-angka kredit dijumlah dengan pencil, selanjutnya dicari saldo apakah saldo
debet atau saldo kredit. Bila jumlah angka debet lebih besar dari jumlah kredit, berarti
saldonya debet dan sebaliknya.

Untuk menggambarkan transaksi-transaksi yang terjadi pada suatu perusahaan yang


dicatat dalm jurnal dan memindahkan kedalam buku besar dan disusun neraca
saldo,maka contoh diatas bias diambil sebagi berikut:

Contoh 1 :
Pada bulan Desember 2000 Ny. Dewi membuka perusahaan perorangan yang jenisnya
Salon Kecantikan di Jakarta. Kemudian transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan
Desember adalah :
Des. 01 Ny. Dewi menginvestasikan uang pribadinya sebesar Rp. 5.000.000 ke
perusahaannya.
Des. 03 N. dewi membeli perlengkapan secara tunai sebesar Rp. 150.000
Des. 05 Ny. Dewi membeli peralatan kredit dari Toko Mebel Indah Rp. 800.000
Des. 15 Menerima uang dari langganan selama seminggu sebesar Rp. 250.000
Des. 20 Dibayar biaya listrik sebesar Rp. 25.000
Des. 25 Dibayar biaya lain-lain sebesar Rp. 50.000
Des. 26 Ny. Dewi mengambil uang perusahaan untuk keperluan pribadi Rp. 25.000

31
Des. 27 Diterima dari langganan atas jasa yang dengan tunai Rp. 300.000 dan yang
belum bayar Rp. 150.000
Des. 30 Diterima tagihan dari langganan tertanggal 27 Desember sebesar Rp.
Des. 31 100.000
Dibayar gaji karyawan sebulan sebesar Rp. 200.000

Diminta :
A. Buatlah jurnal umum atas transaksi-transaksi diatas.
B. Posting jurnal tersebut kedalam buku besar pada rekening-rekening yang
berhubungan.
C. Susunlah neraca saldo per 31 Desember 2000.

Analisa:
Des 1 Kas (Aktiva)………………………. bertambah Rp. 5.000.000 dicatat debet
Modal Ny. Dewi…………………... bertambah Rp. 5.000.000 dicatat kredit
Des 3 Perlengkapan (Aktiva)……………. bertambah Rp. 150.000 dicatat debet
Kas (Aktiva)……………………… bertambah Rp. 150.000 dicatat kredit
Des 5 Peralatan (Aktiva)………………… bertambah Rp. 800.000 dicatat debet
Utang Usaha (Utang)……………… bertambah Rp. 800.000 dicatat kredit
Des 15 Kas (Aktiva)……………………… bertambah Rp. 250.000 dicatat debet
Pendapatan jasa………………….. bertambah Rp. 250.000 dicatat kredit
Des 20 Beban Listrik……………………... bertambah Rp. 25.000 dicatat debet
Kas (Aktiva)……………………… bertambah Rp. 25.000 dicatat kredit
Des 25 Beban lain-lain (Beban)…………… bertambah Rp. 50.000 dicatat debet
Kas (Aktiva)……………………… bertambah Rp. 50.000 dicatat kredit
Des 26 Prive……………………………… bertambah Rp. 25.000 dicatat debet
Kas (Aktiva)……………………… bertambah Rp. 25.000 dicatat kredit
Des 27 Kas (Aktiva)……………………… bertambah Rp. 300.000 dicatat debet
Piutang (Aktiva)…………………… bertambah Rp. 150.000 dicatat debet
Pendapatan jasa…………………… bertambah Rp. 450.000 dicatat kredit
Des 30 Kas (Aktiva)……………………… bertambah Rp. 100.000 dicatat debet
Piutang Usaha (Aktiva)……………. bertambah Rp. 100.000 dicatat kredit
Des 31 Beban gaji (Beban)………………… bertambah Rp. 200.000 dicatat debet
Kas (Aktiva)……………………… bertambah Rp. 200.000 dicatat kredit

Jawab : A).
Tgl. Keterangan Ref. Debet Kredit
Des, 1 Cash Rp. 5.000.000 -
Ny. Dewi, Capital - Rp. 5.000.000
Investasi berupa kas 5 juta.
Des, 3 Supplies 150.000 -
Cash - 150.000
Dibeli perlengkapan tunai.
Des, 5 Equipment 800.000 -
Accounts payable - 800.000
Dibeli peralatan kredit dari Toko
Mebel Indah
Des, 15 Cash 250.000 -
Service revenue - 250.000
Diterima kas dari langganan atas jasa

32
salon
Des, 20 Electricity expense 25.000 -
Cash - 25.000
Dibayar beban listrik bulan Januari
Des, 25 Other expense 50.000 -
Cash - 50.000
Dibaya beban lain-lain
Des, 26 Ny. Dewi, Drawing 25.000 -
Cash - 25.000
Diambil uang untuk keperluan pribadi
Des, 27 Cash 300.000 -
Account receivable 150.000 -
Sevice revenue - 450.000
Diterima pendapatan dari langganan
Des, 30 Cash 100.000 -
Account receivable - 100.000
Diterima tagihan tertanggal 27/1
sebagian Rp. 100.000
Des, 31 Salaries expense 200.000 -
Cash - 200.000
Dibayar gaji karyawan sebulan

Cara untuk memasukan (posting) dari jurnal kedalam buku besar yaitu satu persatu
tanggal transaksi diposting keperkiraannya masing-masing. Misalnya tanggal 1
desember "Kas" Rp. 5.000.000 diposting keperkiraan "Kas" sebelah debet, dan
"Modal" Rp. 5.000.000 diposting ke rekening Modal Ny. Dewi sebelah kredit dan
seterusnya seperti dibawah ini:

33
25/12 50.000

Ny. Dewi, Drawing


Cash 101 302

01/12 5.000.000 03/12 150.000 26/12 25.000


15/12 250.000 20/12 25.000
27/12 300.000 25/12 50.000
30/12 100.000 26/12 25.000
31/12 200.000

Accounts receivable Income summary


102 303

27/12 150.000 30/12 100.000

Supplies
103 Service revenue
401
05/12 150.000
15/12 250.000
27/12 450.000

Equipment
121

05/12 800.000
Salaries expense
501

Accumulated depreciation equipment 31/12 200.000


122

Depreciation expense-equipment
502
Accounts payable
201

05/12 800.000
Electricity expense
503
Expenses payable
202 20/12 25.000

Supplies expense
504
Ny. Dewi, Capital
301

1/12 5.000.000

34
Advertising expense
505

Other expense
506

35
Bila perkiraan-perkiraanya menggunakan bentuk bersaldo rangkap akan nampak
sebagai berikut :
General Ledger :

Cash 101
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Dr Cr
Des 1 5.000.000 5.000.000
3 150.000 4.850.000
15 250.000 5.100.000
20 25.000 5.075.000
25 50.000 5.025.000
26 25.000 5.000.000
27 300.000 5.300.000
30 100.000 5.400.000
31 200.000 5.200.000

Accounts receivable 102


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Dr Cr
Des 27 150.000 150.000
30 100.000 50.000

Supplies 103
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Dr Cr
Des 3 150.000 150.000

Equipment 121
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Dr Cr
Des 5 800.000 800.000

Accumulated depreciation equipment 202


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Dr Cr

36
Accounts payable 201
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Dr Cr

Expenses payable 202


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Dr Cr

Ny. Dewi, Capital 301


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Dr Cr
Des 1 5.000.000 5.000.000

Ny. Dewi, Drawing 302


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Dr Cr
Des 26 25.000 25.000

Income summary 303


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Dr Cr

Service revenue 401


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Dr Cr
Des 15 250.000 250.000
27 450.000 700.000

Salaries expense 501


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Dr Cr
Des 25 200.000 200.000

37
Depreciation expense-equipment 502
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Dr Cr

Electricity expense 503


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Dr Cr
Des 20 25.000 25.000

Supplies expense 504


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Dr Cr

Advertising expense 505


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Dr Cr

Other expense 506


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Dr Cr
Des 25 50.000 50.000

38
C).
"Salon Dewi"
Trial balance per 31 Desember 2000
No. rek Nama Perkiraan Debet Kredit

101 Cash Rp. 5.200.000


102 Accounts receivable 50.000
103 Supplies 150.000
121 Equipment 800.000
122 Accumulated depreciation equipment
201 Accounts payable Rp. 800.000
202 Expenses payable
301 Ny. Dewi, Capital 5.000.000
302 Ny. Dewi, Drawing 25.000
303 Income summary
401 Service revenue 700.000
501 Salaries expense 200.000
502 Depreciation expense-equipment
503 Electricity expense 25.000
504 Supplies expense
505 Advertising expense
506 Other expense 50.000

Rp. 6.500.000 Rp. 6.500.000

39
BAB III
SIKLUS AKUNTANSI TAHAP PENYELESAIAN

3.1 Dasar Pembukuan.

Untuk menyusun laporan keuangan yang akan dibuat pada akhir periode
akuntansi, maka harus berpedoman pada dasar pembukuan yang dipakai, ada dua
macam dasar pembukuan, yaitu dasar kas (Cash Basic) dan dasar akrual (Acrual
Basic).

Cash basic adalah pelaporan dan pengakuan pendapatan diakui pada periode
pada saat kas di terima, dan beban diakui pada periode saat kas dibayarkan. Misal
pendapatan diakui dan dicatat ketika kas diterima dari pelanggan, dan beban gaji
karyawan diakui dan dicatat ketika kas dibayarkan kepada karyawan. Kedua-duanya
baru dapat dilaporkan pada Laporan perhitungan laba rugi contoh perusahaan-
perusahaan yang memakai Cash basic biasanya perusahaan kecil.

Accrual basic adalah pelaporan dan pengakuan pendapatan diakui pada saat
periode saat beban itu terjadi dalam usaha untuk menghasilkan pedapatan dasar
pembukuan akrual ini yang umum dipakai perusahaan-perusahaan.

Dengan dasar pembukuan akrual, maka untuk kepentingan penyusunan laporan


keuangan memerlukan penyesuaian-penyesuaian agar dapat melaporkan pendapatan
yang harus diperhiungkan periode ini dan biaya-biaya yang harus dibebankan periode
ini.

Sebenarnya, setelah pencatatan melalui jurnal umum, buku besar dan neraca saldo,
bias saja langsung menyusun laporan keuangan. Namun demikian, perlu adanya
penyesuaian-penyesuaian , kalau jurnal penyesuaian sudah dibuat, diposting lagi
kebuku besar dan menyusun neraca saldo kembali yang disebut neraca saldo
disesuaikan. Baru bias menyusun Laporan Keuangan dengan baik dan benar.

40
3.2 Penyesuaian (Adjusted).

Ayat jurnal penyesuaian (Adjusting Journal Entries) adalah ayat jurnal yang
dibuat untuk menyesuaikan/memperbaiki saldo-saldo buku besar untuk menjadi
saldo-saldo yang benar, sehingga dapat menyusun laporan keuangan yang benar.

Pos-pos yang perlu diperbaiki atau yang perlu dibuat jurnal penyesuaian antara lain :
1. Pos-pos Deferred yaitu:
a. Biaya-biaya di bayar di muka. (Prepaid expense atau Deferred expense).
b. Pendapatan-pendapatan di terima dimuka. (Unearned revenue atau Deferred
revenue).

2. Pos-pos Acrued yaitu:


a. Biaya-biaya yang masih harus dibayar (Accrued Expenses atau Accrued
expenses).
b. Pendapatan-pendapatan yang masih harus di terima (Accrued revenue atau
Accrued revenues).

3. Penyusutan Aktiva Tetap (Depreciation fixed assets).

Pos-pos Deferred.

Pos-pos deferred adalah pos-pos mengensi biaya-biaya dibayar dimuka dan


pendapatan diterima dimuka yang melebihi batas akhir periode akuntansi. Jadi pos
deferred dapat dikelompokan menjadi dua yaitu posd-pos dibayar dimuka dan pos-pos
diterima dimuka.

1. Biaya-biaya dibayar dimuka, biaya-biaya ini pada akhir periode akuntansi harus
diperjelas berapa biaya yang harus dibebankan pada periode yang bersangkutan
dan berapa yang masih berupa harta pada periode akuntansi berikutnya, sehingga
akan jelas dalam laporan keuangan beban yang dilaporkan dalam laporan laba rugi
dan harta yang dilaporkan dalam neraca.

Biaya-biaya dibayar dimuka, pada saat pembayaran ada 2 cara pencatatan yaitu :

41
a. Dicatat pada perkiraan harta / assets.
Perkiraan-perkiraan harata yang pelru kita kenal pada sat membayar biaya dibayar
dimuka, seperti :
 Asuransi dibayar dimuka (Prepaid Insurance).
 Iklan dibayar dimuka (Prepaid Advertising).
 Perlengkapan (Supplies) dan lain-lainnya.

b. Bisa di catat pada perkiraan biaya / expense.


Perkiraan-perkiraan biaya yang perlu kita kenal pada saat membayar biaya-biaya
dibayar dimuka, seperti:
 Biaya asuransi (Insurance Expense).
 Biaya iklan (Advertising Expense).
 Biaya perlengkapan (Supplies Expense) dan lain-lainnya.

Pencatatan baik menggunakan sebagai harta maupun sebagai biaya, maka biaya yanag
dibebankan dalam tahun tutup buku (laporan keuangan) tetap harus sama. Oleh karena
itu yang perlu diperhatikan adalah pada saat membuat jurnal penyesuaian.

Contoh :

Pada tanggal 1/11/199A Dibayar polis asuransi untuk 6 bulan sebesar Rp. 600.000.

Buatlah jurnal baik cara a, maupun cara b :


a. Saat pembayaran asuransi
b. Saat penyesuaian akhir periode per 31 Desember 199A
c. Saat penutupan per 31 Desember 199A
d. Saat awal periode berikutnya (Ayat jurnal pembalik) per 31 Desember 199B

Bila digambarkan dalam buku besar agar dapat mengetahui berapa besarnya beban
yang akan dilaporkan dalam neraca, maka akan nampak posisi sebagai berikut :

Tgl Bila dicatat pada perkiraan harta Bila dicatat pada perkiraan biaya

199A Prepaid insurance 600.000 Insurance expense 600.000


1/11 Cash 600.000 Cash 600.000
Pada sat membayar polis asuransi Pada sat membayar polis asuransi
199A Insurance expense 200.000 Prepaid insurance 400.000
31/12 Prepaid insurance 200.000 Insurance expense 400.000

42
Adj. Penyesuaian dicatat yang sudah jadi Penyesuaian dicatat yang belum
biaya 2 bulan, sehingga beban asuransi jadi biaya 4 bulan, sehingga beban
saldonya Rp. 200.000 yang akan asuransi saldonya Rp. 200.000
dilaporkan dalam laba rugi dan yang akan dilaporkan dalam laba
asuransi dibayar dimuka saldonya Rp. rugi dan asuransi dibayar dimuka
400.000 yang akan dilaporkan dalam saldonya Rp. 400.000 yang akan
neraca. dilaporkan dalam neraca.
199A Closing journal: Closing journal:
31/12 Income summary 200.000 Income summary 200.000
Insurance expense 200.000 Insurance expense 200.000
Menutup perkiraan beban-beban. Menutup perkiraan beban-beban.
199B Reversing journal: Reversing journal:
1/1 Tidak ada jurnal pembalik Insurance expense 400.000
Prepaid insurance 400.000
Dibuat jurnal pembalik, agar dapat
konsisten untuk kembali ke metode
pencatatan semula.

Pencatatan sebagai harta:


Prepaid Insurance
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Debit Credit
199A
1 Nov Pembayaran 600.000 600.000
31 Des Penyesuaian 200.000 400.000

Insurance Expense
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Debit Credit
199A
31 Des Penyesuaian 200.000 200.000

Bila pencatatan dilakukan sebagai beban maka akan tampak sebagai beikut:

Prepaid Insurance
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Debit Credit
199A
31 Des Penyesuaian 400.000 400.000

Date Explanation P/R Debit Credit Balance


Debit Credit
199A
1 Nov Pembayaran 600.000 600.000
31 Des Penyesuaian 400.000 200.000

43
Pendapatan-pendapatan di terima dimuka.

Pendapatan-pendapatan diterima dimuka, pendapatan-pendapatan ini pada akhir


periode akuntansi harus diperjelas berupa pendapatan yang harus diperhitungkan pada
periode yang bersangkutan dan berapa yang masih berupa utang pada periode
akuntansi yang bersangkutan, sehingga akan jelas dalam laporan keuangan
pendapatan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan utang yang dilaporkan dalam
neraca.

Pendapatan-pendapatan yang diterima dimuka, metode pencatatan ada dua cara, yaitu
:
a. Dicatat sebagai UTANG, perkiraan-prkiraan yang perlu kita kenal pada saat
penerimaan pendapatan, contoh:
 Sewa bunga diterima dimuka (Unearned rent).
 Bunga diterima dimuka (Unearned interest).
 Komisi diterima dimuka (Uneaned commision).

b. Dicatat pada perkiraan PENDAPATAN, perkiraan-perkiraan yang perlu kita kenal


pada saat pencatatan penerimaan pendapatan, contoh:
 Pendapatan sewa (Rent revenue).
 Pendapatan bunga (Interest revenue).
 Pendapatan komisi (Commision revenue) dan lain-lain.

Pencatatan pos accrual baik dicatat sebagai utang maupun dicatat sebagai pendapatan,
maka pendapatan yang dilaporkan dalam laporan keuangan (yaitu laporan laba rugi)
tetap hasilnya harus sama. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah pada saat
membuat jurnal penyesuaian.

Contoh :
1/09/199A diterima perkas uang akan gedung yang disewakan kepada PT X untuk 1
tahun sebesar Rp. 2.400.000,-
Buatlah jurnal :
a. Saat penerimaan pendapatan per 1 September 199A
b. Saat membuat jurnal penyesuaian per 31 Desember 199A
c. Saat membat jurnal penutupan per 31 Desember 199A
d. Saat membuat jurnal pembalik pada awal periode berikutnya.

44
Tgl Bila dicatat pada perkiraan Utang Bila dicatat pada perkiraan Pendapatan
199A Cash 2.400.000 Cash 2.400.000
01/09 Unearned rent 2.400.000 Rent revenue 2.400.000
Pada saat menerima uang sewa 12 bulan Pada saat menerima uang sewa 12 bulan
199A Unearned rent 800.000 Rent revenue 1.600.000
31/12 Rent revenue 800.000 Unearned rent 1.600.000
Adj. Penyesuaian dicatat yang sudah jadi Penyesuaian dicatat yang belum jadi
biaya 4 bulan, sehingga Pendapatan biaya 8 bulan, sehingga Pendapatan
sewa saldonya Rp. 800.000 yang akan sewa saldonya Rp. 800.000 yang akan
dilaporkan dalam laba rugi dan sewa dilaporkan dalam laba rugi dan sewa
diterima dimuka saldonya Rp. 1.600.000 diterima dimuka saldonya Rp. 1.600.000
yang akan dilaporkan dalam neraca. yang akan dilaporkan dalam neraca..
199A Closing journal: Closing journal:
31/12 Rent revenue 800.000 Rent revenue 800.000
Income summary 800.000 Income summary 800.000
Menutup perkiraan pendapatan- Menutup perkiraan pendapatan-
pendapatan. pendapatan.
199B Reversing journal: Reversing journal:
1/1 Tidak ada jurnal pembalik Unearned rent 1.600.000
Rent revenue 1.600.000
Dibuat jurnal pembalik, agar dapat
konsisten untuk kembali ke metode
pencatatan semula.

Bila digambarkan dalam buku besar agar dapat mengetahui berapa besarnya
pendapatan yang akan dilaporkan dalam laporan laba rugi dan berapa utang yang
masih ada yang akan dilaporkan dalam neraca, maka akan Nampak posisi sebagai
berikut:
Bila pencatatan dilakukan sebagai utang :
Unearned rent
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Debit Credit
199A
1 Sept Penerimaan 2.400.000 2.400.000
31 Des Penyesuaian 800.000 1.600.000

Rent revenue
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Debit Credit

199A
31 Des Penyesuaian 800.000 800.000

45
Bila pencatatan dilakukan sebagai pendapatan, maka akan nampak sebagai berikut :

Unearned rent
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Debit Credit

199A
31 Des Penyesuaian 1.600.000 1.600.000

Unearned rent
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Debit Credit
199A
1 Sept Penerimaan 2.400.000 2.400.000
31 Des Penyesuaian 1.600.000 800.000

Pos-pos Accrued.

Pos-pos accrued adalah pos-pos mengenai biaya-biaya yang sudah terjadi tetapi belum
dibayar dan pendapatan-pendapatan yang masih harus diterima.

1. Biaya-Biaya Yang Masih Harus Di Bayar.

Biaya-biaya yang masih harus di bayar (Pos Acrual) adalah biaya-biaya yang pada
akhir periode akuntansi sudah terjadi tetapi belum dibayar. Biaya tersebut tetap harus
dibebankan pada periode tutup buku agar dapat dilaporkan dalam laporan keuangan
walaupun belum dibayar dengan cara membuat jurnal penyesuaian. Sehingga beban
aka Nampak dalam laporan laba rugi dan hutang beban akan Nampak dalam neraca.
Ayat jurnal penyesuaian dibuat:

199A Adjusting journal: Rp.


31/12 Salaries Expense Rp.
Salaries payable
Penyesuaian yang dibuat sebesar beban yang
diperhitungkan dalam periode tersebut,
sehingga dilaporan laba rugi akan
menunjukan beban dan di neraca akan
menunjukan hutang beban.
199A Closing journal : Rp.
31/12 Income summary Rp.
Salaries expense

46
199B Reversing journal : Rp.
01/01 Salaries Payable Rp.
Salaries Expense
Jurnal pembalik ini boleh dibuat untuk
mempermudah pencatatan berikutnya

2. Pendapatan-Pendapatan Yang Masih Harus Diterima.


Pendapatan-pendapatan yang masih harus diterima (Pos Acrual) adalah pendapatan-
pendapatan yang pada akhir periode akuntansi sudah terjadi tetapi belum diterima
uangnya. Walaupun uangnya belum diterima tetapi pendapatannya tetap diakui dan
dicatat dalam tutup buku agar dapat dilaporkan dalam laporan keuangan dengan cara
membuat jurnal penyesuaian. Sehingga pendapatan akan Nampak dalam laporan laba
rugi dan piutang pendapatan akan nampak dalam neraca. Ayat jurnal penyesuaian
yang dibuat:

199A Adjusting journal: Rp.


31/12 Interest Receivable Rp.
Interest Revenue
Penyesuaian yang dibuat sebesar pendapatan
yang diperhitungkan dalam periode tersebut,
sehingga dilaporan laba rugi akan
menunjukan pendapatan dan di neraca akan
menunjukan piutang beban.
199A Closing journal : Rp.
31/12 Interest Revenue Rp.
Income Summary

199B Reversing journal : Rp.


01/01 Interest Revenue Rp.
Interest Receivable
Jurnal pembalik ini boleh dibuat untuk
mempermudah pencatatan berikutnya

3. Penyusutan Aktiva Tetap.


Aktiva tetap adalah harta yang dimiliki perusahaan yang dapat dipakai lebih dari satu
tahun. Aktiva tetap setiap akhir periode diperhitungkan biayanya yaitu biaya
penyusutan aktiva tetap dengan membuat ayat jurnal penyesuaian.

47
A. Tangible Fixed Assets B. Intangible Fixed Assets
Contoh : Contoh :
Gedung Patent
Peralatan dan lain-lain. Biaya pendirian dan lain-lain.

Rp.
Depreciation expense-…….
Accumulated Depreciation…. Rp.

Contoh lain lanjutan pengusaha perorangan Salon Dewi milik Ny.Dewi bulan
Desember 2000 yang lalu, dimana jurnal, buku besar dan neraca saldo sudah disusun
per 31 Desember 2000 seperti dibawah ini :

"Salon Dewi"
Trial balance per 31 Desember 2000
Number Account Title Debit Credit
Account
101 Cash Rp. 5.200.000
102 Account Receivable 50.000
103 Supplies 150.000
121 Equipment 800.000
122 Accumulated Depreciation-Equipment
201 Accounts payable Rp. 800.000
202 Advertising Payable
203 Salaries Payable
301 Ny. Dewi, Capital 5.000.000
302 Ny. Dewi, Drawing 25.000
303 Income Summary
401 Service Revenue 700.000
501 Salaries Expense 200.000
502 Depreciation Equipment Expense
503 Electricity Expense 25.000
504 Supplies Expense
505 Advertising Expense
506 Other Expenses 50.000
Rp. 6.500.000 Rp. 6.500.000

Hasil dari pemeriksaan pada akhir bulan yaitu per 31 Desember 2000, mendapatkan
keterangan untuk penyesuaian sebagai berikut :
a. Persediaan perlengkapan yang masih ada per 31 Desember 2000 sebesar Rp.
50.000,-
b. Peralatan pada bulan ini disusutkan sebesar Rp. 80.000,-
c. Beban iklan yang masih harus dibayar sebesar Rp. 120.000,-
d. Beban gaji yang masih belum dibayar sebesar Rp. 25.000,-

48
Tgl. Keterangan P.R. Debet Credit
31 Des Supplies expense 100.000
a. Supplies 100.000
b. Depreciation Equipment expense 80.000
Accumulated depreciation equipment 80.000
c. Advertising expense 120.000
Advertising payable (Expense payable) 120.000
d. Salaries expense 25.000
Salaries payable (Expense payable) 25.000

Selanjutnya langkah berikutnya sesuai dengan siklus akuntansi, yaitu jurnal


penyesuaian diatas harus diposting kembali ke dalam buku besar yang tersedia (yang
sudah ada pada bab 3) seperti berikut ini :

General Ledger

Cash 101
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Debit Credit
Des 1 5.000.000 5.000.000
3 150.000 4.850.000
15 250.000 5.100.000
20 25.000 5.075.000
25 50.000 5.025.000
26 25.000 5.000.000
27 300.000 5.300.000
30 100.000 5.400.000
31 200.000 5.200.000

Accounts Receivable 102


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Debit Credit
Des 27 150.000 150.000
30 100.000 50.000

Supplies 103
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Debit Credit
Des 3 150.000 150.000
31 Penyesuaian 100.000 50.000

49
Equipment 121
Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 5 800.000 800.00

Accumulated Depreciation Equipment 122


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 31 Penyesuaian 80.000 80.000

Accounts Payable 201


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 5 800.000 800.000

Expense Payable 202


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 31 Penyesuaian Iklan 120.000 120.000
Penyesuaian Gaji 25.000 145.000

Ny. Dewi, Capital 301


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 1 5.000.000 5.000.000

Ny. Dewi, Drawing 302


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 26 25.000 25.000

Income Summary 303


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit

50
Service Revenue 401
Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 1 250.000 250.000
5
27 450.000 700.000

Salaries Expense 501


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 25 200.000 200.000
31 Penyesuaian 25.000 225.000

Depreciation Equipment Expense 502


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 31 Penyesuaian 80.000 80.000

Electricity Expense 503


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 20 25.000 25.000

Supplies Expense 504


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 31 Penyesuaian 100.000 100.000

Advertising Expense 505


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 31 Penyesuaian 120.000 120.000

Other Expenses 506


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des
25 50.000 50.000

51
Dan selanjutnya perlu disusun neraca saldo kedua yang disebut neraca saldo
disesuaikan (Adjusted Trial Balance) seperti berikut ini:

"Salon Dewi"
Adjusted Trial Balance per 31 Desember 2000
Number Account Title Debit Credit
Account
101 Cash Rp. 5.200.000
102 Account Receivable 50.000
103 Supplies 150.000
121 Equipment 800.000
122 Accumulated Depreciation-Equipment 80.000
201 Accounts payable Rp. 800.000
202 Expense Payable 145.000
301 Ny. Dewi, Capital 5.000.000
302 Ny. Dewi, Drawing 25.000
303 Income Summary
401 Service Revenue 700.000
501 Salaries Expense 225.000
502 Depreciation Equipment Expense 80.000
503 Electricity Expense 25.000
504 Supplies Expense 100.000
505 Advertising Expense 120.000
506 Other Expenses 50.000
Rp. 6.725.000 Rp. 6.725.000

3.3 Kertas Kerja (Work Sheet).


Neraca lajur (work sheet) adalah kertas berkolom sebagai kertas kerja untuk
membantu menyusun laporan keuangan. Neraca lajur hanya dipergunakan untuk
mempermudah dalam menyusun laporan keuangan pada akhir periode dalam
akuntansi manual. Sebenarnya menyusun laporan keuangan bias disusun setelah
dibuat neraca saldo disesuaikan. Penyusunan neraca lajur (work sheet) dibuat dengan
membuat lima lajur yang masing-masing lajur dibuat kolom debet dan kredit,
sehingga ada sepuluh kolom. Bentuk dan kolom-kolom neraca lajur 10 kolom seperti
di bawah ini:

52
No Nama Neraca Penyesuaian Neraca saldo Rugi Laba Neraca
perkiraan saldo disesuaikan
D K D K D K D K D K

Prosedur Penyusunan Work Sheet.

1. Tulis nama perusahaan diatas lembar kerja dan tulis neraca lajur (Work-sheet)
beserta tanggal akhir periode, bulan dan tahun.
2. Mengisi nomer perkiraan yang berlaku pada perusahaan tersebut beserta nama
perkiraannya pada lajur Nomer dan Nama Perkiraan.
3. Mengisi lajur neraca saldo (Trial Balance) dengan cara meindahkan neraca saldo
yang dari saldo-saldo buku besar atau dari soal yang sudah diketahui.
4. Mengisi lajur penyesuaian (Adjustment) dengan cara ayat jurnal penyesuaian yang
dibuat lebih dulu dipindahkan pada perkiraannya masing-masing. Dalam praktek
ayat jurnal penyesuian yang telah dibuat harus diposting ke buku besar pada
perkiraannya masing-masing.
5. Mengisi lajur neraca saldo disesuaikan (Adjusted Trial Balance) dengan cara
angka-angka perkiraan yang ada di neraca saldo diperhitungkan dengan angka-
angka perkiraan yang ada dilajur penyesuaian pada perkiraan yang sama, misalnya
angka debet sama kredit atau sebaliknya dicari saldonya. Sedangkan untuk
perkiraan yang tidak ada penyesuaian dilajur penyesuaian idak perlu
diperhitungkan, yang berarti saldonya sama dengan apa yang ada di neraca saldo.
6. Setelah neraca saldo disesuaikan selesai, maka baru kita dapat menyusun laporan
keuangan atau kita susun lebih dahulu dalam neraca lajur yaitu lajur rugi laba dan
lajur neraca.

Untuk menyusun lajur rugi laba (Income Statement) dan lajur neraca (Balance Sheet),
angka-angka yang diambil adalah dari lajur neraca saldo disesuaikan dengan cara:

 Perkiraan-perkiraan riil/neraca (aktiva, hutang dan modal) dipindahkan pada


lajur neraca sesuaikan dengan debet dan kreditnya.
 Perkiraan-perkiraan nominal/ rugi laba (pendapatan dan biaya-biaya)
dipindahkan ke lajur rugi laba sesuai dengan debet dan kreditnya.

53
Jumlah angka-angka debet da kredit pada lajur rugi laba da lajur neraca tidak sama
karena saldo tersebut merupakan saldo laba (bila jumlah angka kredit lenih besar dari
jumlah angka debet) atau saldo rugi (bila jumlah angka debet lebih besar dari jumlah
angka kredit).

Contoh :

Misalnya contoh diatas salon dewi dalam menyusun laporan keuangan dengan cara
menyusun Work-sheet, maka neraca saldo langsung disusun dalam work-sheet dan
neraca saldo disesuaikan langsung dalam work-sheet sebagai berikut:

Adjusting Journal
Tgl. Explanation P.R. Debet Credit

31 Des Supplies expense 100.000


a. Supplies 100.000

b. Depreciation Equipment expense 80.000


Accumulated depreciation equipment 80.000

c. Advertising expense 120.000


Advertising payable (Expense payable) 120.000

d. Salaries expense 25.000


Salaries payable (Expense payable) 25.000

3.4 Laporan Keuangan (Financial Statement).

1. Laporan perhitungan laba rugi yang disusun dari neraca lajur yaitu angka-
angkanya diambilkan dari lajur rugi laba.

2. Laporan perubahan modal yang dibuat dengan memperhitungkan modal awal


ditambah atau dikurangi dengan laba bersih/rugi bersih yang diperoleh dari
laporan perhitungan rugi laba, dan dikurangi prive (untuk
perseorangan/persekutuan) atau deviden (perseroan).

3. Laporan neraca-neraca yang disusun dari neraca lajur yaitu angka-angka lajur
neraca.

54
"Salon Dewi"
Income Statement
For The Month Ended, 31 Desember 2000
Revenue:
Service Revenue……………… Rp. 700.000

Operating Expense: Rp. 225.000


Salaries expenses 80.000
Depreciation Equipment Expense 25.000
Electricity Expense 100.000
Supplies Expense 120.000
Other Expenses 50.000

Total Operating Expenses


(Rp. 600.000)
Net Income Rp. 100.000

55
SALON DEWI
Worksheet per 31 Desember 2000

No. Account Titles Trial Balance Adjustment Adjusted Trial Balance Income Statement Balance Sheet
Dr Cr Dr Cr Dr Cr Dr Cr Dr Cr
101 Cash 5200 5200 5200
102 Account Receivable 50 50 50
103 Supplies 150 a) 100 50 50
121 Equipment 800 800 800
122 Accum. Depr. Equipment b) 80 80 80
201 Account Payable 800 800 800
202 Advertising Payable c) 120 120 145
203 Salaries Payable d) 25 25
301 Dewi , Capital 5000 5000 5000
302 Dewi , Drawing 25 25 25
401 Service Revenue 700 700 700
501 Salaries Expense 200 d) 25 225 225
502 Depr. Expense-Equipment b) 80 80 80
503 Electricity Expense 25 25 25
504 Supplies Expense a) 100 100 100
505 Advertising Expense c) 120 120 120
506 Other Expense 50 50 50
6500 6500 325 325 6725 6725 600 700 6125 6125
Net Income 100 - - 100
700 700 6125 6125

56
57
"Salon Dewi"
Income Statement
For The Month Ended, 31 Desember 2000

Ny. Dewi, Capital Beginning, 1 Desember. Rp. 5.000.000


Net Income 100.000
Ny. Dewi, Drawing (25.000)
Rp. 75.000
Ny. Dewi, Capital, Ending 31 Desember Rp. 5.075.000

"Salon Dewi"
Balance Sheet, 31 Desember 2000

Current Assets : Current Liabilities :


Cash Rp. 5.200.000 Account Payable Rp. 800.000
Account Receivable 50.000 Expense Payable 145.000
Supplies 50.000
Fixed Assets : Owner's Equity :
Equipment 800.000 Ny. Dewi, Capital 5.075.000
Accum. Depr. Equipment (Rp. 80.000)

Rp. 6.020.000 Rp. 6.020.000

5.5 Ayat Jurnal Penutup (Closimg Journal Entry).


Ayat jurnal penutup dibuat ubtuk menutup perkiraan-perkiraan pendapatan,
beban-beban, saldo laba atau rugi dan prive (perorangan/persekutuan) atau deviden
(perseroan). Dengan demikian perkiraan-perkiraan yang ditutup adalah perkiraan
nominal yaitu perkiraan-perkiraan yang ada diperkiraan yang dilaporkan dilaporan
perhitungan rugi laba.
Cara membuat ayat jurnal penutup bisa melihat dari neraca lajur yaitu lajur
rugi laba, dimana lajur debet adalah biaya-biaya dan lajur kredit adalah pendapatan-
pendapatan atau diambil perkiraan laba rugi (nominal) :

1. Pendapatan. Semua perkiraan pendapatan alat perkiraan nominal yang


mempunyai saldo kredit, dipindahkan semua ke sebelah debet dan lawan
perkiraannya ikhtisar laba rugi. Sejumlah perkiraan-perkiraan pendapatan.

58
2. Beban. Semua beban atau perkiraan nominal yang mempunyai saldo debet
dipindah ke sebelah kredit dengan lawan perkiraan ikhtisar laba rugi dengan
jumlah yang sama.
3. Ikhtisar laba rugi. Memindahkan saldo laba atau saldo rugi ke perkiraan modal
pemilik dengan lawan perkiraannya ikhtisar laba rugi. Tetapi untuk
perusahaan perseroan menutup laba atau saldo rugi ke dalam perkiraan Laba
tak dibagi (Reetained Earning) dengan lawan perkiraan ikhtisar laba rugi.
4. Prive/Dividen. Untuk perusahaan perorangan atau persekutuan perkiraan Prive
dipindahkan ke perkiraan Modal dengan lawan perkiraan Prive (Drawing).
Tetapi untuk perusahaan perseroan menutup Dividen ke perkiraan laba tak
dibagi. Dengan lawan perkiraan Dividen.

Tgl. Perkiraan Ref. Debet Credit


Des.
31 Service revenue 700.000
Income summary 700.000
Menutup perkiraan Pendapatan yang berasal
dari lajur rugi laba sebelah kredit

Income summary 600.000


Salaries Expense 225.000
Depreciation Equipment Expense 80.000
Electricity Expense 25.000
Supplies Expense 100.000
Advertising Expense 120.000
Other Expense 50.0000
Menutup perkiraan biaya-biaya yang berasal
dari lajur laba rugi sebelah Debet.

Income Summary 100.000


Ny. Dewi, Capital 100.000
Menutup saldo Laba bersih ke Modal.

Ny. Dewi , Capital 25.000


Ny. Dewi, Drawing 25.000
Menutup perkiraan Prive ke Modal

Kemudian jurnal penutup (Closing journal) ini diposting kedalam buku besar kembali,
sehingga saldo-saldo perkiraan nominal akan menunjukan saldo nol, dan yang masih
menunjukan saldonya adalah perkiraan-perkiraan riil (neraca) yaitu perkiraan aktiva,
kewajiban dan modal. Untuk lebih jelasnya kita perhatikan buku besar di bawah ini :

59
General Ledger

Cash 101
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Debit Credit
Des 1 5.000.000 5.000.000
3 150.000 4.850.000
15 250.000 5.100.000
20 25.000 5.075.000
25 50.000 5.025.000
26 25.000 5.000.000
27 300.000 5.300.000
30 100.000 5.400.000
31 200.000 5.200.000

Accounts Receivable 102


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Debit Credit
Des 27 150.000 150.000
30 100.000 50.000

Supplies 103
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
Debit Credit
Des 3 150.000 150.000
31 Penyesuaian 100.000 50.000

Equipment 121
Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 5 800.000 800.00

Accumulated Depreciation Equipment 122


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 31 Penyesuaian 80.000 80.000

Accounts Payable 201

60
Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 5 800.000 800.000

Expense Payable 202


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 31 Penyesuaian Iklan 120.000 120.000
Penyesuaian Gaji 25.000 145.000

Ny. Dewi, Capital 301


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 1 5.000.000 5.000.000
31 Penutup laba 100.000 5.100.000
31 Penutup prive 25.000 5.075.000

Ny. Dewi, Drawing 302


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 26 25.000 25.000
Des 31 25.000 0

Income Summary 303


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 31 Penutup Pendapatan 700.000 700.000
Penutup beban 600.000 100.000
Penutup laba 100.000 0 0

Service Revenue 401


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 15 250.000 250.000
27 450.000 700.000
31 Penutup 700.000 0 0

Salaries Expense 501


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 25 200.000 200.000
31 Penyesuaian 25.000 225.000
Penutup 225.000 0

61
Depreciation Equipment Expense 502
Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 31 Penyesuaian 80.000 80.000
Penutup 80.000 0

Electricity Expense 503


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 31 Penyesuaian 25.000 25.000
Penutup 25.000 0

Supplies Expense 504


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 31 Penyesuaian 100.000 100.000
Penutup 100.000 0

Advertising Expense 505


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des 31 Penyesuaian 120.000 120.000
Penutup 120.000 0

Other Expenses 506


Explanation P/R Debit Credit Balance
Date Debit Credit
Des
25 50.000 50.000
31 50.000 0

3.6 Neraca saldo setelah penutup.


Neraca saldo setelah penutup (Post closing trial balance) yang dibuat dari buku
besar yang sudah diposting dari jurnal penyesuaian dan jurnal penutup seperti berikut
ini.

62
"Salon Dewi"
Post closing trial balance
31 Desember 2000
101 Cash 5.200.000
102 Accounts Receivable 50.000
103 Ssuplies 50.000
121 Equipment 800.000
122 Accumulated Depreciation Equipment 80.000
201 Accounts Payable 800.000
202 Expenses Payable 145.000
301 Ny. Dewi, Capital 5.075.000

6.100.000 6.100.000

63
BAB IV
SIKLUS AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG

Pada pembahasan yang lalui yaitu akuntansi perusahaan jasa tentang


pencatatan, peringkasan dan penyusunan laporan keuangan telah dibahas. Selanjutnya
pada bab ini akan dibahas tentang akuntansi perusahaan dagang yang pencatatan,
peringkasan dan penyusunanya hamper sama. Perbedaan antara perusahaan dagang
dengan perusahaan jasa adalah terletak pada kegiatannya. Perusahaan dagang
melakukan kegiatan pembelian dan penjualan barang dagang untuk mendapatkan
keuntungan. Untuk proses pencatatan antara peruusahaan jasa dengan perusahaan
dagang pada dasarnya sama, hanya permasalahan transaksi yang berbeda adalah di
perusahaan dagang adanya pembelian dan penjualan barang dagangan.

4.1 Pencatatan Pembelian.

Pembelian barang dagang bias dilakukan secara tunai dan bisa dilakukan
secara kredit. Pembelian secara kredit biasanya diberikan batas waktu 30 hari atau 60
hari atau sesuai dengan keinginan perusahaan dan bila mempercepat pembayaran akan
diberi potongan sekian % dari harga faktur atau ada syarat lain. Oleh karena ada
ketentuan-ketentuan misalnya :
a. Syarat pembayaran2/10, N/30 itu artinya bila mempercepat pembayaran 10 hari
atau kurang dari tanggal beli akan mendapat potongan 2% dari harga faktur, dan
bila lebih dari 10 hari harus membayar paling lambat 30 hari. Pembelian atau
penjualan barang dagangan dalam dunia bisnis surat buktinya akan ditulis dalam
faktur (Invoice), dimana yang asli diberikan kepada pembeli sedangkan yang
tembusannya disimpan oleh penjual.
b. Syarat E.O.M. (End Of Month) artinya harga faktur harus dibayar pada akhir
bulan terjadinya transaksi. Misalnya pada tanggal 2 Februari PT A membeli
barang dagang dari PT B dengan syarat EOM artinya pembayaran harus dilakukan
paling lambat akhir bulan Februari.

Pencatatan pembelan barang dagangan sebenarnya ada 2 metode, yaitu metode fisik
dan metode perfectual. Metode fisik untuk pembelian barang dagangan dicatat pada

64
perkiraan "Pembelian (Purchase)", sedangkan metode perpectual dicatat pada
perkiraan " Persediaan Barang Dagang (Merchandise Inventory)". Dalam hal ini yang
dipakai metode pisik.

a. Pembelian Barang Dagang Dengan Tunai.


Misal pada tanggal 1 September 19A PT A membeli separtai barang dagang dari PT
Suka seharga Rp. 3.000.000,- tunai dengan bukti kas masuk 223 dai PT Suka.

Date Explanation Ref. Debet Credit


1 Sept. Purchases 3.000.000 -
Cash - 3.000.000

b. Pembelian Barang Dagang Dengan Kredit.


Misal pada tanggal 2 September 19A PT A membeli separtai barang dagang dari PT
ES seharga Rp. 3.200.000,- syarat pembayaran 2/10, n/30 dengan faktur No. 123 dari
PT ES.

Date Explanation Ref. Debet Credit


2 Sept. Purchases 3.200.000 -
Account Payable - 3.200.000
Pembelian dari PT ES Faktur No. 123

c. Beban Angkut Pembelian Barang Dagang.


Pada saat membeli barang dagang, biasanya biaya pengiriman barang yang dibeli
akan tegantung dari perjanjian. Kalau dalam perjanjian biaya oengiriman ditanggung
oleh penjual (FOB Distination), maka bagi pembeli tidak ada masalah dan tidak ada
transaksi pembayaran biaya angkut pembelian. Tetapi bila biaya tersebut ditanggung
oleh pembeli (FOB Shiping Point), maka ada transaksi pembayaran biaya angkut
pembelian/biaya angkut masuk. Biaya angkut masuk akan dicatat oleh pembeli pada
perkiraan biaya angkut masuk pembelian (Freight in).

Misal pada tanggal 2 dibayar biaya angkut kepada perusahaan angkutan"Cepat


Sampai" atas barang yang di beli dari PT ES sebesar Rp. 50.000,-

65
Date Explanation Ref. Debet Credit
2 Sept. Freight in 50.000 -
Cash - 50.000
Pembayaran biaya angkut masuk

d. Retur Pembelian Dan Pengurangan Harga.


Bila barang dagang dikembalikan (retur pembelian) atau tidak dikembalikan, tetapi
diberikan pengurangan harga, maka pembeli mengirimkan nota debet (Debit
Memorandum) sebagai tanda bukti yang artinya mendebet utang. Sedangkan penjual
akan menerima nota debet dari pembeli yang selanjutnya penjual akan mengirimkan
nota kredit (Credit Memorandum) sebagai tanda bukti dan tanda telah di terima dan
telah dikurangi piutangnya. Dalam hal pengembalian barang yang dibeli secara kredit,
pembeli akan mencatat utang dagang berkurang di debet dan mencatat retur
pengembalian dan pengurangan harga (Purchases Return and Allowances) disebelah
kredit.

Misal pada tanggal 3 September PT A mengembalikan barang yang rusak dan cacad
seharga Rp. 200.000,- dengan nota debet No. 26 dari PT A sendiri.

Date Explanation Ref. Debet Credit


3 Sept. Accounts Payable 200.000 -
Purchases Return and Allowances - 200.000

e. Potongan Pembelian.
Bila pada tanggal 12 September PT Amembayar pelunasan sisa utangnya setelah
dikurang potongan tunai sebesar 2% dari sisa faktur yang ada.
Maka pembeli akan mencatat utang dagang berkurang di debet dank as berkurang di
kredit serta potongan akan dicatat pada perkiraan potongan pembelian (Purchases
discounts) bertambah dicatat kredit.

Date Explanation Ref. Debet Credit


12 Sept. Accounts payable 3.000.000 -
Cash - 2.940.000
Purchase Discount 60.000

66
Kemudian pada akhir bulan atau akhir periode akuntansi dalam laporan keuangan,
pembelian bersih yang dilaporkan dihitung seperti berikut ini:

Purchase 6.200.000
Freight in 50.000
Purchase Returns and Allowance (200.000)
Purchase Discount (60.000)
Net Purchase 5.990.000

4.2 Pencatatan Penjualan.

a. Penjualan Barang Dagang.

Penjualan barang dagangan dapat dilakukan secara tunai maupun secara kredit.
Penjualan-penjualan barang dagang oleh penjual akan dicatat pada perkiraan
Penjualan (Sales) di sebelah kredit, dan bila penjualannya secara kredit akan dicatat di
sebelah debet perkiraan Piutang dagang (Accounts Receivable) atau bila secara tunai
kas bertambah dicatat disebelah debet. Penjualan barang dagang secara kredit tentu
tentu akan diberikan batas waktu pembayaran yang diberikan kepada pembeli seperti
halnya kasus pembelian diatas, dan sebagai tanda bukti penjualan ditulis dalam Faktur
(invoice).

Contoh:
Pada tanggal 15 September PT A menjual separtai barang kepada toko Sinar sebesar
Rp. 1.700.000,- dengan syarat pembayaran 2/10, n/30 dengan Faktur No. 211.

Date Explanation Ref. Debet Credit


15 Sept. Accounts Receivable 1.700.000 -
Sales - 1.700.000

b. Retur Penjualan Dan Pengurangan Harga


Penjualan barang dagang sering terjadi pula barang yang dijual diterima kembali
karena rusak/cacat atau diberikan pengurangan harga yang akan dicatat pada
perkiraan Retur penjualan dan Pengurangan harga (Sales return and allowances) di
sebelah debet.

Misal tgl 16 September PT A menerima pengembalian barang dagang yang cacad dari
Toko Sinar sebesar Rp. 200.000,- dan diberikan Nota Kredit No. 31.

67
Date Explanation Ref. Debet Credit
16 Sept. Sales return and allowances 200.000 -
Accounts Receivable - 200.000

c. Potongan Penjualan
Penjualan barang datgang secara kredit biasanya diberikan batas waktu pembayaran
dan bahkan penjual juga memberikan perangsang potongan penjualan bagi pembeli
yang mempercepat pembayarannya. Potongan penjualan tersebut akan dicatat pada
perkiraan Potongan penjualan(Sales Discounts) di sebelah debet beserta kas dan di
sebelah kredit piutang dagang.

Missal tgl 25 September PT A menerima uang pelunasan dari Toko Sinar setelah
dikurangi potongan tunai 2% dari sisa piutangnya.

Date Explanation Ref. Debet Credit


25 Sept. Cash 1.470.000
Sales Discounts 30.000
Accounts Receivable - 1.500.00

Kemudaian pada akhir bulan atau akhir periode akuntansi dalam laporan keuangan,
penjualan bersih akan dilaporkan sebagai berikut:

Sales 1.700.000
Sales Discounts 200.000
Sales Returns and Allowance 30.000
(170.000)
Net Sales 1.470.000

4.3 Harga Pokok Penjualan.

Untuk menghitung laba atau rugi pada perusahaan dagang, perlu menghitung
harga pokok penjualan (cost of goods sold). Penghitungan harga pokok penjualan
diambil dari contoh diatas, missal persediaan barang dagang awal per 1 September
tidak ada, sedang persediaan barang dagangan akhir per 30 September di umpamakan
sebesar Rp. 2.000.000,-

68
Costs of goods sold :
Merchandise Inventory 1 September (beginning) 0
Added:
Purchase 3.200.000
Freight in 50.000
Purchase Returns and Allowances (200.000)
Purchase Discouts (60.000)
Net Purchase 2.990.000
Goods available for sale 2.990.000
Merchandise Inventory 30 September (ending) (2.000.000)
Costs of goods sold 990.000

Selanjutnya untuk menghitung atau menyusun laporan laba rgi pada perusahaan
dagang akan menunjukan bentuk sebagai berikut :

Nama Perusahaan
Income Statement
For the Year ended December 31, 199..
Revenue :
Sales 1.700.000
Sales Returns and Allowance 200.000
Sales Discounts 30.000 (230.000)
Net Sales 1.470.000

Costs of goods sold :


Merchandise Inventory 1 September (beginning) 0
Added:
Purchase 3.200.000
Freight in 50.000
Purchase Returns and Allowances (200.000)
Purchase Discouts (60.000)
Net Purchase 2.990.000
Goods available for sale 2.990.000
Merchandise Inventory 30 September (ending) (2.000.000)
Costs of goods sold 990.000
Gross Profit 480.000

Contoh Kasus :

PT "Asli" pada bulan Maret 199A melakukan transaksi-transaksi pembelian barang


dagangan dengan PT "Berjuang" adalah sebagai berikut:

Maret 02 PT Asli membeli separtai barang dagangan kepada PT Berjuang


sebesar Rp. 2.100.000 dengan syarat pembayaran 2/10. n/30 dengan
Faktur No.34

69
Maret 03 PT Asli mengirim kembali barang dagangan kepada PT Berjuang
karena rusak seharga Rp. 100.000 dengan Nota Debet No. 12

Maret 04 PT Asli membayar biaya angkut atas barang yang dibeli dari PT
Berjuang kepada PO Angkutan Mas sebesar Rp. 500.000 Bukti Kas
Keluar No.155

Maret 11 PT Asli membayar utang kepada PT Berjuang atas pembelian barang


tertanggal 2 Maret dengan bukti Kas Keluar No. 144
Maret 12 PT Asli membeli tambahan separtai barang dagangan dari PT Berjuang
sebesar Rp. 3.000.000 dengan syarat pembayaran 2/10, n/30 dengan
Faktur No.186

Maret 17 PT Asli membeli perlengkapan bekas dari PT Berjuang secara kredit


seharga Rp. 250.000 dengan Faktur No. 235

Maret 28 PT Asli membayar utang kepada PT Berjuang sebesar Rp. 3.000.000


dengan bukti Kas Keluar No. 155.

Diminta :
Buatlah ayat jurnal umum baik untuk PT Asli maupun PT Berjuang atas transaksi
diatas.

Analisa Transaksi :

Bagi PT Asli : Bagi PT Berjuang:


02/3 Pembelian tambah 2.100.000 D. 02/3 Piutang bertambah 2.100.000 D.
Utang bertambah 2.100.000 K. Penjualan tambah 2.100.000 K.
03/3 Utang berkurang 100.000 D. 03/3 Retur Penj. Tambah 100.000 D.
Retur.pem tambah 100.000 K. Piutang berkurang 100.000 K.
04/3 Beban bertambah 50.000 D. -
Kas berkurang 50.000 K.
11/3 Utang berkurang 2.000.000 D. 11/3 Kas bertambah 1.960.000 D.
Kas berkurang 1.960.000 K. Pot.Penj. berkurang 40.000 D.
Pot.Pemb tambah 40.000 K. Piutang berkurang 2.000.000 K.
12/3 pembelian tambah 3.000.000 D. 12/3 Piutang bertambah 3.000.000 D.
Utang tambah 3.000.000 K. Penjualan bertambah 3.000.000 K.
17/3 Perlengk tambah 250.000 D. 17/3 Piutang bertambah 250.000 D.
Utang bertambah 250.000 K. Perlengkapan kurang 250.000 K.
28/3 Utang berkurang 3.000.000 D. 28/3 Kas bertambah 3.000.000 D.
Kas berkurang 3.000.000 K. Piutang berkurang 3.000.000 K.

Jawab: General Journal PT "Asli"


Date Explanation Ref. Debet Credit

2/3 Purchases 2.100.000


Accounts Payable 2.100.000
3/3 Accounts Payable 100.000
Purchase Returns and Allowances 100.000

70
4/3 Freight in 50.000
Cash 50.000
11/3 Accounts Payable 2.000.000
Cash 1.960.000
Purchase Discounts 40.000
Perhitungan:
Harga faktur Rp. 2.000.000
Pot 2% Rp. 40.000
Dibayar Rp. 1.960.000
12/3 Purchases 3.000.000
Accounts Payable 3.000.000
17/3 Supplies 250.000
Accounts Payable 250.000
28/3 Accounts Payable 3.000.000
Cash 3.000.000

General Journal PT "Berjuang"


Date Explanation Ref. Debet Credit

2/3 Purchases 2.100.000


Accounts Payable 2.100.000
3/3 Accounts Payable 100.000
Purchase Returns and Allowances 100.000
4/3 Freight in 50.000
Cash 50.000
11/3 Accounts Payable 2.000.000
Cash 1.960.000
Purchase Discounts 40.000
Perhitungan:
Harga faktur Rp. 2.000.000
Pot 2% Rp. 40.000
Dibayar Rp. 1.960.000
12/3 Purchases 3.000.000
Accounts Payable 3.000.000
17/3 Supplies 250.000
Accounts Payable 250.000
28/3 Accounts Payable 3.000.000
Cash 3.000.000

4.4 Penyesuaian Persediaan Barang Dagang.


Karena system pencatatan persediaan barang dagang yang dipakai pada
pembahasan ini adalah metode pisik, maka rekening Persediaan barang dagang
(Merchandise Inventory) yang tercatat adalah persediaan awal. Pembelian barang
dagang dan penjualan serta retur dicatat pada perkiraan-perkiraan sendiri, bukan pada
perkiraan Persediaan barang dagang. Sehingga perkiraan persediaan barang dagang

71
sampai dengan periode akhir akuntansi tetap masih tercatat nilai awal, seingga pada
periode akhir akuntansi perlu dibuat penyesuaian agar nilai yang tercantum pada akhir
periode akhir akuntansi harus nilai akhir. Penyesuaian rekening Persediaan barang
dagang ada dua alternative yaitu pertama menggunakan perkiraan pembantu Ikhtisar
Laba rugi (income summary) dan yang kedua menggunakan perkiraan pembantu
Harga Pokok Penjualan (Costs of good sold).
Penyesuaian pertama yang menggunakan perkiraan Ikhtisar Laba Rugi ada dua
jurnal penyesuaian, yaitu penyesuaian barang awal dengan mendebet perkiraan
ikhtisar laba rugi dan mengkredit Persediaan barang dagang awal, kedua penyesuaian
persediaan barang dagang akhir dan mengkredit perkiraan Ikhtisar Laba Rugi.

Income Summary Rp.


Merchandise Inventory (awal) Rp.

Merchandise Inventory (akhir) Rp.


Income Summary Rp.

Penyesuaian alternative kedua menggunakan perkiraan Harga Pokok Penjualan,


Dengan membuat jurnal penyesuaian seperti berikut ini :

Cost of goods sold Rp.


Merchandise Inventory (awal) Rp.
Purchases Rp.
Freight in Rp.

Merchandise Inventory (akhir) Rp.


Purchase Return and Allowances Rp.
Purchase Discounts Rp.
Cost of goods sold Rp.

4.5 Penyusunan Work Sheet.


Penyusunan neraca lajur dibuat setelah ayat jurnal penyesuaian, ayat jurnal
penyesuaian setelah dipindahkan ke buku besar masing-masing perkiraan selanjutnya
dipindahkan kedalam neraca lajur (work sheet) lajur penyesuaian (adjustment).
Perkiraan-perkiraan lajur neraca saldo disesuaikan dengan perkiraan-perkiraan lajur
penyesuaian dimana perkiraan-perkiraan yang debet dengan debet dijumlah, yang
kredit dengan kredit dijumlah, dan kalau debet sama kredit dicari saldonya kalau
debet lebih besar berarti saldo debet dan kalau kredit lebih besar berarti saldo kredit.

72
Hasil penyesuaian dilaporkan dalam lajur neraca saldo disesuaikan.
selanjutnyaKhusus untuk perkiraan Ikhtisar laba rugi dilajur penyesuaian dilaporkan
dalam lajur penyesuaian dan neraca saldodisesuaikan sampai lajur rugi laba (Income
statement) dicatat debet dan kredit masing-masing. Selanjutnya untuk lajur rugi laba
dan neraca disusun dari perkiraan-perkiraan neraca lebh dahulu, selanjutnya untuk
perkiraan-perkiraan rugi laba disusun dalam lajur rugi laba.

Contoh siklus akuntansi perusahaan dagang :

PD Utama Sejahtera mmilik Tn. Tono, akan beroperasi pada bulan April 1999.
perusahaan tersebut sudah mempunyai harta, utang dan modal yaitu per 1 April 1999
sebagai berikut :

Balance sheet per 1 April 1999


Cash Rp. 13.000.000,- Bank Loan Rp. 3.000.000,-
Merchandise Inventory Rp. 3.000.000,-
Equipment Rp. 4.000.000,- Tono, Capital Rp. 17.000.000,-
Rp. 20.000.000,- Rp. 20.000.000,-

Transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan April adalah :


2/4 Dibayar sewa toko untuk 2 tahun sebesar Rp. 2.400.000,- (Dicatat pada
perkiraan Sewa dibayar dimuka)
4/4 Dibeli perlengkapan dari Fa. Matahari seharga Rp. 2.000.000,- uang muka Rp.
1.000.000,- bulan depan
5/4 Dibeli separtai barang dagang dari CV Bintang dengan syarat pembayaran
2/10, 4/45 seharga Rp. 2.300.000,-.
6/4 Dibayar biaya angkut atas barang yang dibeli sebesar Rp. 50.000,-
7/4 Dibeli perlengkapan secara tunai dari Toko Bulan sebesar Rp. 500.000,-
9/4 Dijual separtai barang dagang secara tunai Rp. 500.000,- dan dengan syarat
2/15, 4/30 kepada Toko AA sebesar Rp. 2.000.000,-
12/4 dijual separtaibarang dagang kepada Toko syarat pembayarann 2/15, 4/30
sebesar Rp. 2.200.000,-
14/4 Diterima kembali barang dagang dari Toko BB sebesar Rp. 200.000,-
15/4 Dibayar Lunas utang kepada CV Bintang pembelian tertanggal 5 April setelah
dikurangi potongan tunai
18/4 Dijual separtai barang kepada Toko Intan sebesar Rp. 1.500.000,-
19/4 Dibeli tambahan perlengkapan secara kontan Rp. 200.000,-
22/4 Dibayar utang bank sebesar Rp. 2.000.000,-
24/4 Diterima pelunasan utang dari Toko BB atas penjualan tertanggal 9 April yang
lalu.
26/4 Dibayar gaji karyawan untuk bulan April Rp. 300.000,-
27/4 Diambil uang oleh pemilik perusahaan untuk keperluan pribadi Rp. 100.000,-

Diminta :

1. Buatlah general journal transaksi diatas selama bulan April 1999


73
2. Posting general journal diatas ke dalam general ledger.
3. Susunlah trial balance per 30 April 1999.
4. Buatlah adjusting journal per 30 April dengan keterangan sebagi berikut:
a. Persediaan barang dagang per 30 April hasil pemeriksaan seara pisik
sebesar Rp. 2.250.000,-
b. Persediaan perlengkapan hasil perhitungan per 30 April masih ada Rp.
400.000,-
c. Sewa dibayar dimuka pada tanggal 2 April 1999 untuk 2 tahun, tutup buku
30 April 1999.
d. Peralatan untuk bulan April di susutkan sebesar Rp. 100.000,-
5. posting adjusting journal diatas kedalam general ledger.
6. susunlah laporan keuangan yang terdiri dari :
a. Incoming Statement.
b. Capital Statement
c. Balance Sheet
7. buatlah closing journal per 30 April 1999
8. susunlah Post closing journal per 30 April 1999.

Perkiraan-perkiraan yang dipakai :

101 Cash 401 Sales


102 Accounts Receivable 402 Sales Returns and Allowance
103 Merchandise Inventory 403 Sales Discounts
104 Prepaid Rent 501 Purchases
105 Supplies 502 Freight in
121 Equipment 503 Purchase Returns and Allowance
122 Accumulated Depreciation Equipment 504 Purcahase Discounts
201 Accounts Payable 601 Salaries Expense
202 Telephone and Electricity Payable 602 Depreciation Equipment - Expense
203 Bank Loan 603 Supplies Expense
301 Tn. Tono, Capital 604 Rent Expense
302 Tn. Tono, Drawing 605 Telephone and Electricity Expense
303 Income Summary

Penyelesaian :

General Journal
Hal : 1
Date Explanation P.R Debet Credit
1999
April 02 Prepaid Rent 104 2.400.000
Cash 101 2.400.000

4 Equipment 121 2.000.000


Cash 101 1.000.000
Accounts Payable 201 1.000.000

74
05 Purchases 501 2.300.000
Accounts Payable 201 2.300.000

06 Freight in 502 50.000


Cash 101 50.000

07 Supplies 105 500.000


Cash 101 500.000

09 Cash 101 500.000


Accounts Receivable 102 2.000.000
Sales 401 2.500.000

12 Accounts Receivable 102 2.200.000


Sales 401 2.200.000

14 Sales Returns and Allowance 402 200.000


Accounts Receivable 102 200.000

15 Accounts Payable 201 2.300.000


Cash 101 2.254.000
Purcahase Discounts 403 46.000

18 Cash 101 1.500.000


Sales 401 1.500.000

19 Supplies 105 200.000


Cash 101 200.000

22 Bank Loan 203 2.000.000


Cash 101 2.000.000

24 Cash 101 1.960.000


Sales Discounts 403 40.000
Accounts Receivable 401 2.000.000

26 Salaries Expense 601 300.000


Cash 101 300.000

27 Tn. Tono, Drawing 302 100.000


Cash 101 100.000

75
Adjusting Journal
Hal : 2
Date Explanation P.R Debet Credit
1999
30 April Income Summary 303 3.000.000
Merchandise Inventory 103 3.000.000

a. Merchandise Inventory 103 2.250.000


Income Summary 303 2.250.000

b. Supplies Expense 603 300.000


Supplies 105 300.000

c. Rent Expense 604 100.000


Prepaid Rent 104 100.000

d. Depreciation Expense-Equipment 602 100.000


Accumulated Depr. Equipment 122 100.000

e. Telephone and Electricity Expense 605 100.000


Telephone and Electricity Payable 202 100.000

General Ledger
Cash 101
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit
Apr. 1 Saldo JU1 13.000.000
2 JU1 2.400.000 10.600.000
4 JU1 1.000.000 9.600.000
6 JU1 50.000 9.550.000
7 JU1 500.000 9.050.000
9 JU1 500.000 9.550.000
15 JU1 2.254.000 7.296.000
18 JU1 1.500.000 8.796.000
19 JU1 200.000 8.596.000
22 JU1 2.000.000 6.596.000
24 JU1 1.960.000 8.556.000
26 JU1 300.000 8.256.000
27 JU1 100.000 8.156.000

76
Accounts Receivable 102
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit
Apr. 9 JU1 2.000.000 2.000.000
12 JU1 2.200.000 4.200.000
14 JU1 200.000 4.000.000
24 JU1 2.000.000 2.000.000

Merchandise Inventory 103


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit
Apr. 1 Saldo JU1 3.000.000
30 Penyesuaian JP1 3.000.000 0
30 Penyesuaian JP1 2.250.000 2.250.000

Prepaid Rent 104


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit
Apr. 2 JU1 2.400.000 2.400.000
30 Penyesuaian JP1 100.000 2.300.000

Supplies 105
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit
Apr. 7 JU1 500.000 500.000
19 JU1 200.000 700.000
30 Penyesuaian JP1 300.000 400.000

Equipment 121
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit
Apr. 1 Saldo JU1 4.000.000
4 JU1 2.000.000 6.000.000

Accumulated Depreciation Equipment 122


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit

Apr.30 Penyesuaian JP1 100.000 100.000

77
Accounts Payable 201
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit
Apr. 4 JU1 1.000.000 1.000.000
5 JU1 2.300.000 3.300.000
15 JU1 2.300.000 1.000.000

Telephone and Electricity Payable 202


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit

Apr.30 Penyesuaian JP1 100.000 100.000

Bank Loan (jk. panjang) 203


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit
Apr. 1 Saldo JU1 3.000.000
22 JU1 2.000.000 1.000.000

Tn. Tono, Capital 301


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit
Apr. 1 Saldo JU1 17.000.000

Tn. Tono, Drawing 302


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit
Apr.27 JU1 100.000 100.000

Income Summary 303


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit

Apr.30 Penyesuaian JP1 3.000.000 3.000.000


30 Penyesuaian JP1 2.250.000 750.000

78
Sales 401
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit
Apr. 9 JU1 2.500.000 2.500.000
12 JU1 2.200.000 4.700.000
18 JU1 1.500.000 6.200.000

Sales Returns and Allowance 402


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit
Apr.14 JU1 200.000 200.000

Sales Discounts 403


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit
Apr.24 Saldo JU1 40.000 40.000

Purchases 501
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit
Apr. 5 JU1 2.300.000 2.300.000

Freight in 502
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit
Apr. 6 JU1 50.000 50.000

Purchase Discounts 503


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit
Apr.15 Saldo JU1 46.000 46.000

79
Salaries Expense 601
Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit
Apr.26 JU1 300.000 300.000

Depreciation Equipment-Expense 602


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit

Apr.30 Penyesuaian JP1 100.000 100.000

Supplies Expense 603


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit

Apr.30 Penyesuaian JP1 300.000 300.000

Rent Expense 604


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit

Apr.30 Penyesuaian JP1 100.000 100.000

Telephone and Electricity Expense 605


Date Explanation P/R Debit Credit Balance
1999 Debit Credit

Apr.30 Penyesuaian JP1 100.000 100.000

PD Utama Sejahtera
Trial balance per 30 April 1999
Number Title Accounts Debit Credit
Accounts
101 Cash 8.156.000
102 Accounts Receivable 2.000.000
103 Merchandise Inventory 3.000.000
104 Prepaid Rent 2.400.000
105 Supplies 700.000
121 Equipment 6.000.000
122 Accumulated depreciation-Equipment

80
201 Accounts payable 1.000.000
202 Bank Loan 1.000.000
301 Tn. Tono, Capital 17.000.000
302 Tn. Tono, Drawing 100.000
401 Sales 6.200.000
402 Sales Returns and Allowance 200.000
403 Sales Discounts 40.000
501 Purchases 2.300.000
502 Freight in 50.000
504 Purchases discounts 46.000
505 Salaries expense 300.000

25.246.000 25.246.000

Worksheet (lembar berikutnya).


Laporan keuangan (lembar berikutnya).

Jurnal Penutup.
Ayat jurnal penutup (Closing Journal Entries) pada perusahaan jasa dan
dagang pada dasarnya sama, yaitu menutup perkiraan-perkiraan nominal (Rugi laba).
Berarti jurnal penutup yaitu menutup perkiraan-perkiraan pendapatan, perkiraan-
perkiraan beban, saldo laba rugi dan Prive (untuk perusahaan perseorangan dan
persekutuan) atau Dividen (untuk perusahaan perseroan). Untuk membuat jurnal
penutup dapat dengan pertolongan melihat perkiraan-perkiraan laporan laba rugi atau
lihat perkiraan-perkiraan neraca lajur laba rugi.
Setelah ayat jurnal penutupdibuat, selanjutnya di posting ke dalam buku besar
yang ada pada perkiraannya masing-masing. Kalau dimasukkan kedalam pekiraan
masing-masing, maka perkiraan nominal akan menunjukan saldo nol. Untuk lebih
jelasnya lihat contoh closing journal entry.

81
Work Sheet per 30 April 1999

No. Account Title Trial Balance Adjustment Adjusted Trial Balance Income Statement Balance Sheet
Acc. Dr Cr Dr Cr Dr Cr Dr Cr Dr Cr
101 Cash 8156 8156 8156
102 Accounts Receivable 2000 2000 2000
103 Merchandise inventory 3000 a) 2250 a) 3000 2250 2250
104 Prepaid rent 2400 c) 100 2300 2300
105 Supplies 700 b) 300 400 400
121 Equipment 6000 6000 6000
122 Accum. Depr. Equipment d) 100 100 100
201 Accounts payable 1000 1000 1000
202 Elect.and. Telp. Payable e) 100 100 100
203 Bank loan 1000 1000 1000
301 Tn. Tono, Capital 1700 17000 17000
302 Tn. Tono, Drawing 100 100 100
400 Income Summary a) 3000 a) 2250 3000 2250 3000 2250
401 Sales 6200 6200 6200
402 Sales returns 200 200 200
403 Sales discounts 40 40 40
501 Purchases 2300 2300 2300
502 Freight in 50 50 50
504 Purchase discounts 46 46 46
505 Salaries expense 300 300 300
506 Supplies expense b) 300 300 300
507 Rent expense c) 100 100 100
508 Depr. Expense-Equipment d) 100 100 100
509 Elect. and. Telp. Expense e) 100 100 100
25246 25246 5850 5850 27896 27896 6490 8496 21206 19200
Net Income 2006 - - 2006
8496 8496 21206 21206

82
PD Utama Sejahtera
Income Statement
For the Month ended 30 April, 199..
Revenue :
Sales 6.200.000
Sales Returns and Allowance (200.000)
Sales Discounts (40.000)
Net Sales 5.960.000

Costs of goods sold :


Merchandise Inventory, (beginning) 3.000.000
Purchase 2.300.000
Freight in 50.000
Purchase Returns and Allowances (46.000)
Purchase Discouts 2.304.000
Net Purchase 5304.000
Goods available for sale (2.250.000)
Merchandise Inventory ,(ending) (3.054.000)
Costs of goods sold 2.906.000
Gross Profit

Operating expenses :
Salaries expense 300.000
Depreciation expense – equipment 100.000
Rent expense 100.000
Telephone and electricity expense 100.000
Supplies expense 300.000
Total operating expense (900.000)
Net income 2.006.000

PD Utama Sejahtera
Capital Statement
For the Month ended 30 April, 199..
Tn. Tono, Capital 1 April 17.000.000
Net income 2.006.000
Drawing (100.000)
Tn. Tono, Capital 30 April 18.906.000

83
PD Utama Sejahtera
Balance Sheet per 30 April, 199..
Current assets : Current Payable :
Cash 8.156.000 Accounts Payable 1.000.000
Account Receivable 2.000.000 Telephone and Electricity 100.000
payable
Merchandise of Inventory 2.250.000 Bank Loan 1.000.000
Prepaid Rent 2.300.000
Supplies 400.000
Owner's Equity
Fixed Assets : Tn. Tono, Capital 18.906.000
Equipment 6.000.000
Accum. Depr. Equipment (100.000)

21.006.000 21.006.000

Closing Journal
Hal :3
Date Explanation Ref. Debet Credit
1999
30 April Sales 6.200.000
Purchase Discount 46.000
Income Summary - 6.246.000

Income Summary 3.490.000


Sales Return - 200.000
Sales discount - 40.000
Purchases - 2.300.000
Freight in - 50.000
Salaries expense - 300.000
Depr.Equipment-expense - 100.000
Rent expense - 100.000
Telephone and Electricity expense - 100.000
Supplies expense - 300.000

Income Summary 2.006.000


Tn. Tono, Capital - 2.006.000

Tn. Tono, Capital 100.000


Tn. Tono, Drawing - 100.000

84
PD Utama Sejahtera
Post Closing Trial Balance per 30 April, 199..
No. Nama Perkiraan Debet Kredit
101 Cash 8.156.000
102 Accounts Receivable 2.000.000
103 Merchandise of Inventory 2.250.000
104 Prepaid Rent 2.300.000
105 Supplies 400.000
121 Equipment 6.000.000
122 Accumulated Depreciation-Equipment 100.000
201 Accounts Payable 1.000.000
202 Telephone and Electricity Payable 100.000
221 Bank Loan 1.000.000
301 Tn. Tono, Capital 18.906.000
21.106.000 21.106.000

85
BAB V
JURNAL KHUSUS DAN BUKU BESAR PEMBANTU

Proses pencatatan transaksi pada perusahaan jasa maupun perusahaan dagang


yang dicatat dalam jurnal umum dan langsung dibukukan dalam perkiraan masing-
masing dalam buku besar masih dapat dikatakan belum praktis. Misalnya pada
perusahaan dagang terdapat banyak penjualan secara kredit, sehingga banyak piutang
yang timbul yang harus dicatat dalam jurnal dan dalam buku besar, begitu pula
banyak timbul perkiraan penjualan yang harus dicatat kedalam perkiraan penjualan
dalam buku besar. Banyak pula transaksi pembelian secara kredit yang menimbulkan
banyak perkiraan pembelian dan perkiraan utang dagang. Dan banyak pula transaksi-
transaksi penerimaan-penerimaan kas dan pengeluaran-pengeluaran kas. Maka dalam
hal ini perlu adanya cara yang lebih praktis, yaitu dimana transaksi-transaksi
keuangan mengenai penjualan-penjualan secara kredit yang menimbulkan pencatatan
berulang-ulang perkiraan piutang dagang dan penjualan, supaya dicatat dalam jurnal
tersendiri begitu pula transaksi-transaksi yang menyangkut pembelian secara kredit,
penerimaan kas dan pengeluaran supaya dicatat tersendiri yaitu kedalam jurnal yang
disebut Jurnal Khusus (Special Journals). Disamping itu perlu juga pencatatan-
pencatatan yang menunjukan daftarpelanggan yang berutang (debitur) dan yang
menunjukan daftar pemasok (kreditur), yaitu buku piutang dan buku utang. Buku
piutang dagang dan buku utang dagang disebut buku tambahan atau buku pembantu
(Subsidiary Legers). Jadi salah satu perkiraan yang memerlukan tambahan, misalnya
perkiraan piutang dagang (account receivable) yang merupakan perkiraan pengendali
(controlling account) harus sama dengan jumlah perkiraan-perkiraan buku tambahan
piutang yang merupakan perkiraan dikendalikan (controlled) oleh perkiraan
pengendali.

5.1 Pencatatan Jurnal Khusus.


Jurnal khusus pada umumnya ada 4 yaitu, jurnal penjualan (Sales journal),
jurnal pembelian (Purchase journal), jurnal penerimaan kas (Cash receipts journal),
dan jurnal pengeluaran kas (Cash disbursement journal atau Cash payment journal).
Transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat kedalam ke empat jurnal diatas, maka
dicatat dalam jurnal umum (general journal). Jadi jurnal umum disini dipakai untuk

86
membantu bilamana ada transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat ke dalam special
jurnal.
Jurnal khusus dapat dipakai baik oleh perusahaan jasa maupun perusahaan
dagang, hanya kalau di perusahaan jasa biasanya tidak terdapat jurnal penjualan dan
jurnal pembelian, karena tidak melakukan penjualan dan pembelian barang dagang.
Jadi, yang sering dipakai dalam perusahaan jasa hanya jurnal penerimaan kas, jurnal
pengeluaran kas, dan dibantu jurnal umum.

Dan untuk melengkapi perincian piutang dan utang akan dicatat kedalam buku
pembantu.
Buku besar pembantu/ tambahan contohnya:
1. Buku Pembantu Piutang (Accounts Receivable subsidiary ledger)
2. Buku Pembantu Utang (Accounts Payable subsidiary ledger)

Pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang telah dicatat dalam jurnal


khusus maupn jurnal umum, langsung diposting dalam buku pembantu sesuai dengan
tanggal terjadiny transaksi. Kemudian setiap akhir bulan jurnal khusus dijumlah dan
dicek jumlah saldo debet harus sama debgan jumlah saldo kredit, selanjutnya
pemindahan dari jurnal khusus ke dalam buku besar umum dilakukan setiap akhir
bulan yang dipindahkan jumlah-jumlahnya saja. Karena pemindahan dari jurnal
khusus itu hanya jumlah-jumlahnya saja pada perkiraan masing-masing, maka tentu
setiap perkiraan hanya mendapatkan pemindahan dua atau lebih sedikit atau yang
jelas lebih ringkas. Selanjutnya setelah diposting kebuku besar semua, disusunlah
neraca saldo sesuai dengan saldonya masing-masing seperti biasa.

Dokumen Jurnal Buku besar Dan seterusnya siklus


transaksi khusus umum akuntansi sama

Buku besar
pembantu

5.2 Sales Journal (SJ)


Sales Journal (SJ) adalah jurnal untuk mencatat penjualan barang dagangan
secara kredit. Penjualan barang secara kredit akan menimbulkan piutang bertambah
dicatat di debet da menimbulkan penjualan kredit bertambah dicatat kredit. Dengan

87
demikian dalam jurnal penjualan harus ada rekening "Piutang" (D) dan rekening
"Penjualan" (K). perlu diingat bahwa yang berhubungan dengan piutang dipindahkan
dalam buku pembantu piutang yang sebelumnya ditulis nama perusahaan dalam
keterangan jurnal penjualan dan diberi tanda cek (V). tehnik untuk mencatat transaksi-
transaksi penjualan barang secara kredit dalam jurnal penjualan dan langsung
memindahkan ke dalam buku pembantu seperti berikut ini.

Sales Journal

Date Invoice Customer Post. Debit Credit


Number Ref. Accounts Sales
Receivable
10/1 Took AA V 1.750 1.750
Toko BB V 1.500 1.500
22/1 Took CC V 2.500 2.500
5.750 5.750
(102) (401)

5.3 Cash Receipts Journal (CRJ)


Cash Receipts Journal (CRJ) adalah jurnal untuk mencatat penerimaan kas
baik dari hasil penjualan tunai, dari pelunasan debitur ataupun dai hasil penerimaan
lainnya. Penerimaan kas seperti diatas akan menimbulkan kas bertambah dicatat dan
didebet dan mungkin ada potongan penjualan bertambah di debet dan pekiraan-
perkiraan lain di kredit. Dengan demikian dalam jurnal penerimaan kas harus ada
rekening kas (D), potongan penjualan (D), dan perkiraan yang di kredit seperti
Piutang, Penjualan dan perkiraan-perkiraan lain yang cukup disediakan dalam kolom
serba-serbi (Sandry column atau Others Accounts). Tehnik untuk mencatat transaksi-
transaksi penerimaan kas dan potongan penjualan meupun piutang dan penjualan dan
perkiraan-perkiraan lain dalam jurnal penerimaan kas dan langsung memindahkan
kedalam buku pembantu piutang khususnya yang ada hubungannya dengan piutang
seperti berikut ini.

88
Cash Receipts Journal

Date Docum Description Post Debit Credit


Ref.
Cash Sales Sales Accounts Other
Discount Receivable Accounts
2/1 Modal Tn. Joko
13 Penjualan kontan
19 Toko AA
24 Penjualan kontan
27 Peralatan

Subsidiary Accounts Receivable : General Ledger :


Toko AA Accounts Receivable 102
10/1 SJ 1.750.000 11/1 GJ 250.000 31/1 CRJ 24.985 31/1 CDJ 11.500
19/1 CRJ 500.000

Toko BB Accounts Receivable 102


10/1 SJ 1.500.000 31/1 CDJ 5.750
31/1 CRJ 3.000

Toko CC
10/1 SJ 2.500.000

5.4 Purchases Journal (PJ)


Purchases Journal (PJ) adalah jurnal untuk mencatat pembelian-pembelian
secara kredit (untuk bentuk labeleris) atau untuk mencatat pembelian barang
dagangan saja secara kredit (untuk bentuk single). Pembelian barang secara kredit
menimbulkan pembelian bertambah dicatat di debet dan menimbulkan utang
bertambah dicatat di kredit. Dengan demikian dalam jurnal pembelian harus ada
rekening "Pembelian" (D) dan mungkin perkiraan lain cukup disediakan jalur serba-
sebi (Sandry column) yangisinya nama perkiraan dan jumlah serta rekening "Utang"
(K). perlu diingat bahwa yang berhubungan dengan utang langsung dipindahkan
dalam buku pembantu Utang yang sebelumnya diberi nama perusahaan dalam
keterangan jurnal pembelian dan langsung memindahkan kedalam buku pembantu
khususnya yang berhubungan dengan utang seperti berikut ini.

89
Purchases Journal
Date Invoice Creditor Post Debit Credit
Number Ref Othe Accounts Purchases A/P
Accounts Amount
4/1 Toko Mebel Indah V/121 Peralatan 2.500 2.500
5/1 PT XX V - 3.100 3.100
PT YY V - 2.000 2.000
18/1 PT ZZ V - 3.500 3.500
2.500 8.600 11.100
(501) (201)

5.5 Cash Disbursments Journal (CDJ)


Cash Disbursments Journal (CDJ) adalah jurnal untuk mencatat pengeluaran
kas baik untuk membayar utang, biaya-biaya ataupun pembelian barang dagang dan
pembelian barang selain barang dagang secara tunai. Pengeluaran kas seperti diatas
akan menimbulkan kas berkurang dicatat dikredit dan mungkin ada potongan
pembelian bertambah dikredit dan mungkin ada potongan pembelian ditambah
dikredit dan perkiraan-perkiraan lain yang didebet. Dengan demikian dalam jurnal
penerimaan kas harus ada rekening Kas (K), Potongan pembelian (K) dan perkiraan
yang didebet (D) seperti Pembelian, Utang dan perkiraan-perkiraan lain yang cukup
disediakan dalam kolom serba-serbi (Sandry column). Tehnik untuk mencatat
transaksi-transaksi penerimaan kas dan potongan pembelian maupun piutang dan
penjualan dan perkiraan lain dalam jurnal pengeluaran kas dan langsung
memindahkan kedalam buku pembantu piutang, khusunya yang ada hubungannya
dengan piutang seperti berikut ini.
Cash Disbursements Journal

Date Docum Description Post Debit Credit


Ref.

Other A/P Purchases Accounts Other


Accounts Receivable Accounts
3/1 Sewa DDM 104 4.800 4.800
8/1 Perlengkapan 103 500 500
15/1 PT XX V 3.000 60 2.940
16/1 Toko Mebel V 1.000 1.000
18/1 Pembelian 2.000 2.000
Kontan
25/1 Beban Iklan 602 150 150
30/1 Beban Gaji 601 110 110
5.560 4.000 2.000 60 11.500
(201) (501) (503) (101)

90
Subsidiary Accounts Receivable : General Ledger :
Accounts Payable 201 PT XX
31/1 CDJ 4.000 31/1 PJ 11.100 6/1 GJ 100.000 5/1 PJ 3.100.00
6/1 GJ 100 15/1 CDJ 3.000.000

Purchases 201 PT YY
31/1 PJ 8.600 5/1 PJ 2.000.000
31/1 CRJ 2.000

PT ZZ
18/1 PJ 3.500.000

Toko Mebel Indah


16/1 CDJ 1.000.000 4/1 PJ 2.500.000

Contoh diatas dapat digambarkan dalam soal seperti berikut ini :

Toko RAMA milik Tn. Joko dalam pembukuannya memakai buku harian khusus.
Dalam bulan Januari 1991 melakukan transaksi-transaksinya sebagai berikut :

2 Jan Tn. Joko menginvestasikan uang tunai ke kas perusahaannya sebesar Rp.
20.000.000
3 Jan di bayar sewa toko untuk 2 tahun sebesar Rp. 4.800.000. (dicatat pada
perkiraan Sewa dibayar dimuka)
4 Jan Dibeli perlatan (Lemari rak dll) dari Toko Mebel Indah secara kridit seharga
Rp. 2.500.000.
5 Jan Dikirim kembali sebagian barang yang dibeli dari PT XX sebesar Rp.
3.100.000 dengan syarat pembayaran 2/10.n/30 dan dari PT YY sebesar Rp.
2.000.000. syarat pembayaran 2/15.n/60.
6 Jan Dikirim kembali sebagian barang yang dibeli dari PT XX karena rusak seharga
Rp. 100.000.
8 Jan Dibeli perlengkapan (Kertas bungkus, tali plastic dll) secara kontan dari Toko
Cepat sebesar Rp. 500.000.
10 Jan Dijual separtai barang kepada Toko AA sebesar Rp. 1.750.000, dengan syarat
pembayaran 1/10.n/30 dan kepada Toko BB sebesar Rp. 1.500.000 syarat
pembayaran 2/15.n/30.
11 Jan Diterima kembali sebagian barang dari Toko AA karena barang cacat sebesar
Rp.250.000.
13 Jan Dijual separtai barang kepada Toko Bagus secara kontan Rp. 1.000.000.
15 Jan Dibayar perkas kepada PT XX setelah dikurangi potongan tunai 2%.
16 Jan Dibayar perkas kepada Toko Mebel Indah untuk angsuran pertama
Rp.1.000.000.
18 Jan Dibeli separtai barang dari PT ZZ Rp.3.500.000.syarat pembayaran 2/10.n/30
dan secara tunai kepada PT RR Rp.2.000.000.
19 Jan Diterima perkas pembayaran dari Toko AA setelah dikurangi potongan tunai
1%.

91
22 Jan Dijual separtai barang kepada Toko CC sebesar Rp.2.500.000.syarat
pembayaran 2/10.n/30.
24 Jan Dijual separtai barang kepada Toko Laris sebesar Rp.2.000.000.secara tunai.
25 Jan Dibayar biaya Iklan kepada Radio Zero untuk selama 15 hari sebesar
Rp.150.000. (dicatat pada perkiraan Biaya Iklan).
27 Jan Dijual peralatan bekas seharga Rp.500.000.Tunai.
30 Jan Dibayar gaji penjaga toko untuk bulan Januari sebesar Rp.110.000.

Diminta :

A. Masukkan transaksi-transaksi diatas kedalam Jurnal Khusus dan Umum :


1. Jurnal Penjualan dengan kolom-kolom :
Tanggal;No. Fatur; Perkiraan yang akan didebet; Ref; Piutang (D); Penjualan
(K).
2. Jurnal pembelian dengan kolom-kolom :
Tanggal; Perkiraan yang akan dikredit; Ref; Serba-serbi (D);Pembelian (D);
Utang (K).
3. Jurnal Penerimaan Kas dengan kolom-kolom:
Tanggal;Keterangan; Ref; Kas (D); Potongan Penjualan (D); piutang (K);
Penjualan (K); Serba-serbi (K).
4. Jurnal Pengeluaran Kas dengan kolom-kolom :
Tanggal; Keterangan; Ref; Serba-serbi (D); Hutang (D); Pembelian (D);
Potongan Pembelian (K); Kas (K).
5. Jurnal Memorial dengan kolom-kolom :
Tanggal; Keterangan; Ref; Debet; Kridit.

B. Posting Jurnal keatas kedalam buku besar umum dan buku pembantu :
Buku Besar Umum :

Cash 101 Sales 401


Accounts Receivable 102 Sales Return 402
Supplies 103 Sales Discounts 403
Prepaid Insurance 104 Purchases 501
Equipment 121 Purchase Return 502
Purchases 501 Purchase Discounts 503
Accounts Payable 201 Salaries Expense 601
Tn. Joko, Capital 301 Advertising Expense 602

Subsidary Ledger :
Subsidiary Accounts Receivable : Subsidiary Accounts Payable :
1. Toko AA 1. PT. XX
2. Toko BB 2. PT. YY
3. Toko CC 3. PT. ZZ
4. Toko Mebel Indah

C. Susunlah Trial Balance Toko Rama per 31 Januari 1991.

92
Jawab :

Sales Journal
Date Invoice Customer Post. Debit Credit
Number Ref. Accounts Sales
Receivable
10/1 Took AA V 1.750 1.750
Toko BB V 1.500 1.500
22/1 Took CC V 2.500 2.500
5.750 5.750
(102) (401)

Purchases Journal
Date Invoice Creditor Post Debit Credit
Number Ref Othe Accounts Purchases A/P
Accounts Amount
4/1 Toko Mebel Indah V/121 Peralatan 2.500 2.500
5/1 PT XX V - 3.100 3.100
PT YY V - 2.000 2.000
18/1 PT ZZ V - 3.500 3.500
2.500 8.600 11.100
(501) (201)

Cash Receipts Journal

Date Docum Description Post Debit Credit


Ref.
Cash Sales Sales A/R Other
Discount Accounts
2/1 Modal Tn. Joko 301 20.000 20.000
13 Penjualan kontan 1.000 1.000
19 Toko AA V 1.485 15 1.500
24 Penjualan kontan 2.000 2.000
27 Peralatan 121 500 500
24.985 15 3.000 1.500 20.500
(101) (403) (401) (102)

93
Cash Disbursements Journal

Date Docum Description Post Debit Credit


Ref.
Other A/P Purchases Accounts Other
Accounts Receivable Accounts
3/1 Sewa DDM 104 4.800 4.800
8/1 Perlengkapan 103 500 500
15/1 PT XX V 3.000 60 2.940
16/1 Toko Mebel V 1.000 1.000
18/1 Pembelian 2.000 2.000
Kontan
25/1 Beban Iklan 602 150 150
30/1 Beban Gaji 601 110 110
5.560 4.000 2.000 60 11.500
(201) (501) (503) (101)

General Journal
Date Explanation P.R Debet Credit
6/1 Accounts Payable, PT XX V/201 100 -
Purchase Return 502 - 100
11/1 Sales Return 502 250 -
Accounts receivable, Toko AA V/102 - 250

General Ledger (dalam ribuan) :


Cash 101 Accounts Payable 201 Purchases
501
31/1 4.985 31/1 11.500 31/1 4.000 31/1 11.100 31/1 8.600
6/1 100 31/1 2.000

Accounts receivable 102 Tn. Joko, Capital 301 Purchase returns


502
31/1 5.750 31/1 1.500 2/1 20.000 6/1 100
11/1 250

Supplies 103 Sales 401 Purchases Discounts


503
8/1 500 31/1 5.750 31/1 60
31/1 3.000

Prepaid Rent 104 Sales Return 402 Salaries Expense


601
3/1 4.800 11/1 250 31/1 110

Equipment 121 Sales Disounts 403 Advertising Expense


602
4/1 2.500 27/1 500 31/1 15 25/1 150

Subsidiary Accounts receivable : Subsidiary Accounts Payable :


Toko AA PT XX
10/1 1.750.000 11/1 250.000 61/1 100.000 5/1 3.100.000
19/1 1.500.000 15/1 3.000.000

94
Toko BB PT YY
10/1 1.500.000 5/1 2.000.000

Toko CC PT ZZ
22/1 2.500.000 18/1 3.500.000

Toko Mebel Indah


16/1 1.000.000 4/1 2.500.000

Schedule A/R per 31 Januari 1990 Schedule A/P per 31 Januari 1990
1. Toko AA Rp. 0 1. PT XX Rp. 0
2. Toko BB Rp.1.500.000 2. PT YY Rp. 2.000.000
3. Toko CC Rp.2.500.000 3. PT ZZ Rp. 3.500.000
4. Toko Mebel Indah Rp. 1.500.000
Rp. 4000.000 Rp. 7.000.000

Trial Balance per 31 Januari 1991

Accounts Accounts Titles Debit Credit


Number
101 Cash 13485000 0
102 Accounts Receivable 4000000 0
103 Supplies 500000 0
104 Prepaid Rent 4800000 0
121 Equipment 2000000 0
201 Account Payable 0 7000000
301 Tn. Joko, Capital 0 20000000
401 Sales 0 8750000
402 Sales Return 250000 0
403 Sales Discounts 15000 0
501 Purchases 10600000 0
502 Purrchase Return 0 100000
503 Purchase Discounts 0 60000
601 Salaries Expense 110000 0
602 Advertising Expense 150000 0
35910000 35910000

95
BAB VI
AYAT JURNAL KOREKSI

Dalam kegiatan pencatatan akuntansi sehari-hari yang begitu banyak, maka


kemungkinan terjadi kesalahan-kesalahan dalam pencatatan akuntansi yang dilakukan
oleh petugas pembukuan. Kesalahan tersebut tidak dilakukan dengan sengaja tetapi
yang jelas terjadi secara tidak sengaja. Kesalahan pencatatan tersebut dapat diketahui
pada hari itu atau mugkin pada hari berikutnya.

6.1 Penyebab Koreksi


Kesalahan-kesalahan yang terjadi bisa disebabkan :
1. Salah menulis perkiraan
2. Salah menulis angka
3. Lupa mencatat transaksi

Kesalahan-kesalahan yang terjadi harus dibetulkan dengan segera, dengan cara


membuat jurnal koreksi. Jadi yang dimaksud dengan jurnal koreksi adalah jurnal yang
dibuat untuk membetlkan kesalahan-kesalahan mencatat. Apabila pembukuan
dilakukan secara computer, maka mungkin dapat dilakukan dengan membetulkan /
mengganti jurnal yang salah. Namun demikian agar lebih konsekwen dalam
pencatatan yang dilakukan dengan sejujurnya tentu akan dilakukan jurnal pembetulan.
Jurnal pembetulan secara manual dilakukan apabila jurnal umum sudah diposting ke
masing-masing perkiraan, bila jurnal kesalahan tersebut belum di posting ke perkiraan
pembetulannya cukup dengan mencoret yang salah dan tulis perkiraan yang benar.

Jurnal koreksi biasanya dilaukukan setiap saat bila dilakukan koreksi terjadi ada
kesalahan, sedangkan jurnal penyesuaian dilakukan setiap akhir periode akuntansi.
Namun demikian bila koreksi dilakukan pada akhir periode, maka jurnal koreksi bisa
dilakukan pada akhir periode akuntansi. Misalkan saja penerimaan uang dari hasil
penjualan barang dagangan bisa saja tercatat sebagai penerimaan uang dari hasil
penjualan barang dagangan bisa saja tercatat sebagai penerimaan uang atas tagihan
dari langganan, contoh lain misalnya penjualan barang dagang secara kredit tercatat

96
penjualan barang secara tunai. Hal ini harus segera dibetulkan dengan membuat jurnal
koreksi.

6.2 Cara-cara Pembetulan.

Cara membuat jurnal koreksi (pembetulan), yaitu:


1. Jurnal yang salah harus dihapus.
Dimana perkiraan yang semula didebet dihapus dengan mencatat dikridit dan
perkiraan yang semula dikridit dihapus dengan cara mencatat didebet.
2. Mencatat jurnal yang benar.

Contoh :

1. Dibeli perlengkapan secara kridit dari Toko Budi sebesar Rp. 250.000 tercatat
pada perkiraan peralatan.
2. Dibeli perlengkapan secara kridit dari Toko Ali sebesar Rp. 200.000 tercatat pada
pekiraan peralatan secara tunai.
3. Dibeli barang dagangan secara tunai dari Fa. Eko sebesar Rp. 500.000 tercatat
pembelian secara kridit sebesar Rp. 550.000.
4. Membayar utang kepada Toko Tio atas pebelian barang dagang bulan yang lalu
sebesar Rp. 750.000 belum tercatat.

Diminta buatlah jurnal koreksi (pembetulan).

Jawab :
Ayat Jurnal Koreksi
Date Explanation Ref. Debet Credit
1 Accounts Payable 250.000
Equipment 250.000

Supplies 250.000
Accounts Payable 250.000

2 Cash 200.000
Equipment 200.000

Supplies 200.000
Accounts Payable 200.000

3 Accounts Payable 550.000


Purchases 550.000

97
Purchases 500.000
Cash 500.000

Atau :
Accounts Payable 550.000
Purchases 50.000
Cash 500.000

4 Accounts Payable 750.000


Cash 750.000

98
BAB VII
LAPORAN KEUANGAN (FINANCIAL STATEMENTS)

Laporan keuangan (financial statement) adalah laporan yang dibuat pada akhir
periode akuntansi yang terdiri dari laporan perhitungan laba-rugi (Income statement),
laporan perubahan modal (Capital statement) dan neraca (Balance sheet) serta
laporan-laporan tambahan seperti laporan arus kas (Cash flow). Laporan keuanga
dibuat secara sistimatis oleh bagianpembukuan pada akhir periode akuntansi yang
dapat dijasikan sumber informasi keuangan suatu perusahaan bagi pihak intern
maupun ekstern. Laporan keuangan dibuat secara sistematis oleh bagian pembukuan
pada akhir periode akuntansi yang dapat dijadikan sumber informasi keuangan suatu
perusahaan harus disusun sedemikian rupa agar sesuai dengan PSAK sehingga dapat
sibaca dengan jelas oleh pihak ekstern meupun inter untuk dapat dianalisa lebih lanjut.

7.1 Laporan Laba Rugi (Income Statements).


Sebenarnya bentuk laporan perhitungan laba rugi ada dua macam, yaitu:
1. Bentuk multiple step (bertahap).
Adalah laporan perhitungan laba rugi yang disusun secara terinci, dimana
pendapatan usaha dipisah dengan pendapatan non usaha dan beban usaha dipisah
dengan beban non usaha, laba bersih didapat dari pendapat usaha sebelum pajak
dikurangi pajak.
2. Bentuk single step.
Adalah laporan perhitungan laba rugi yang disusun secara kelompok, dimana
semua pendapatan baik pendapatan usaha maupun non usaha.

7.2 Neraca (Balance Sheets).

Bentuk neraca ada 2 macam, yaitu :


1. Bentuk skontro (horizontal) yaitu neraca yang disusun, dimana letak aktiva
disebelah kiri sedangkan passive disebelah kanan.
2. Bentuk staffel (vertikal) yaitu neraca yang disusun, dimana letak aktiva diatas
sedangkan passive dibawah.

1. Contoh Multiple step income statement


2. Contoh Single step income statement.

99
100
Contoh Perusahaan Dagang.
PD " Cepat Maju"
Income Statement
For the Year Ended per 31 Desember 199..
Revenue : r
Sales Rp.
(-) Sales Returns (Rp. )
Sales Discounts (Rp. )
Net Sales Rp.
Cost of Goods Sold :
Merchandise inventory 1/1/19.. Rp.
(+) Purchases Rp.
Freight in Rp.
(-) Purchase Return (Rp. )
Purchase Discounts (Rp. )
Net Purchase Rp.
Cost of goods available for sales Rp.
(-) Merchandise Inventory 31/12/19.. (Rp. )
Cost of goods sold (Rp. )
Gross profit Rp.

Operating Expenses :
Selling Expenses :
Sales Salaries Expense Rp.
Advertising Expense Rp.
Store Supplies Expense Rp.
Depreciation expense–Store equipment Rp.
Total Selling Expenses Rp.

General and administrative expenses :


Administrative Salaries Expense Rp.
Office Salaries Expense Rp.
Others Administrative Expense Rp.
Depreciation expense-office equipment Rp.
Total General and Administrative expense Rp.
Total Operating Expense (Rp. )
Net operating income Rp.

Other revenues and expenses :


Interest revenue Rp.
Other revenue Rp.
Interest expense (Rp. )
Other expenses (Rp. ) Rp.
Income before tax Rp.
Income tax (Rp. )
Income after tax Rp.

101
d. Perusahaan Dagang
PD " Cepat Maju"
Income Statement
For the Year Ended per 31 Desember 199..
Revenue :
Net Sales Rp.
Interest revenue Rp.
Other revenue Rp.
Total revenues Rp.
Expenses :
Cost of goods sold Rp.
Selling Expenses Rp.
Total general and administrative expenses Rp.
Total Expenses (Rp. )
Income before tax Rp.

7.3 Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur.

Perusahaan industri adalaah perusahaan yang bergerak dalam bidang mengolah


bahan baku menjadi barang jadi yang selanjutnya dijual. Dengan demikian untuk menjual
hasil produksi, perusahaan harus dapat menentukan harga pokok lebih dahulu. Untuk
dapat mencatat dan menghitung serta menganalisa penentuan harga pokok produksi dapat
dipelajari dalam akuntansi biaya (cost accounting). Akuntansi biaya dapat digunakan
untuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan produk dan penjualan
produk.
Dalam penentuan harga pokok produksi dalam perusahaan industri diperluka
pengumpulan biaya yang berhubungan dengan harga pokok produksi. Untuk
mempermudah dan menentukan harga pokkok produksi, maka biaya-biaya dipisah
menjadi dua golongan yaitu biaya produksi dan biaya non-produksi. Yang termasuk
biaya-biaya produksi adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung (upah
langsung), dan biaya-biaya produksi tak langsung (biaya overhead pabrik), sedangkan
yang termasuk biaya non produksi yaitu biaya penjualan dan biaya administrasi umum.

7.4 Akuntansi Perusahaan Manufaktur.


Dalam penentuan harga pokok produksi tentunya biaya-biaya yang perlu
dikumpulkan adalah biaya-biaya produksi. Untuk pencatatan akuntansi perusahaan

102
industri dalam penentuan harga pokok produksi dapat kita pelajari dengan singkat dari
mulai pembelian bahan baku, pengolahan bahan baku menjadi barang jadi dan penjualan
dengan tahap-tahap seperti dibawah ini :

a. Pencatatan pembelian bahan baku.

Raw materials inventory Rp. xxx


Accounts payable cash - Rp. xxx

Pencatatan pemakaian bahan baku.

Work in process Rp.xxx


Raw in materials - Rp.xxx

b. Pencatatan pembayaran gaji dan upah.

Payroll Rp.xxx
Accounts payable / cash - Rp.xxx

Pencatatan pembebanan upah langsung (tenaga kerja langsung).

Work in process Rp.xxx


Payroll - Rp.xxx

c. Pencatatan biaya-biaya overhead pabrik

Factory overhead Rp.xxx


Raw materials inventory (indirect materials) - Rp.xxx
Payroll (indirect labor) - Rp.xxx
Factory Supplies - Rp.xxx
Depreciation expense-fixed assets factory - Rp.xxx
Cash/accounts payable (Other FOH) - Rp.xxx

d. Pencatatan produk yang telah selesai

Finished goods inventory Rp.xxx


Work in process - Rp.xxx

e. Pencatatan penjualan barang jadi baik secara kredit atau tunai :

Accounts receivable / cash Rp.xxx


Sales - Rp.xxx

Cost of goods sold Rp.xxx

103
Finished goods inventory - Rp.xxx

Rekening Persediaan dan Jurnal Penyesuaian.

Rekening Persediaan dalam perusahaan industri ada 3 macam yaitu persediaan bahan
baku (Materials inventory), persediaan barang dalam proses (Work in process), dan
persediaan jadi (Finish goods). Dengan demikian dalam membuat jurnal penyesuaian
persediaan baik persediaan awal maupun akhir dicatat dengan dibantu rekening Ikhtisar
produksi (untuk persediaan bahan baku dan persediaan barang dalam proses) dan
rekening ikhtisar laba rugi (untuk persediaan barang jadi). Untuklebih jelasnya dapat kita
lihat dibawah ini :
1. Adjusting journal persediaan bahan baku awal dan akhir :
Date Explanation P.R Debet Credit

2. Adjusting journal persediaan barang dalam proses baik awal maupun akhir :
Date Explanation P.R Debet Credit

3. Adjusting journal persediaan barang jadi baik awal maupun akhir :


Date Explanation P.R Debet Credit

7.5 Work Sheet Perusahaan Manufaktur.


Neraca lajur dalam perusahaan industri ada 6 lajur yaitu masing-masing lajur dibagi 2
kolom debet dan kredit yaitu lajur neraca saldo, penyesuaian neraca saldo disesuaikan,

104
ikhtisar produksi, laba rugi, neraca. Untuk lajur yang perlu kita pelajari adalah lajur
produksi, dimana lajur tersebut untuk mengumpulkan biaya-biaya produksi yaitu :

a. Biaya bahan baku seperti :


Direct Materials :
Raws material inventory, 1 Januari……….. Rp.
(+) Purchases Rp.
Freight in Rp.
(-) Purchase returns and allowances (Rp. )
Purchase discounts (Rp. ) Rp.
Total cost of raw materials available for use Rp.
Raw material inventory, 31 Desember…… (Rp. )
Raw material used in production Rp.

b. Upah langsung (Direct Labour).


c. Biaya-biaya overhead pabrik (Factory overhead).
d. Persediaan barang dalam proses baik persediaan awal maupun akhir (Ikhtisar
produksi).

Kemudian lajur tersebut dijumlah baik angka-agka debet dan kredit selanjutnya dihitung
saldonya yang akan menunjukan saldo debet. Saldo debet tersebut merupakan besarnya
harga pokok produksi yang akan dipindahkan kelajur laba rugi sebelah debet, selanjutnya
lajur laba rugi dan neraca dapat dihitung seperti biasa.
Dengan adanya lajur ikhtisar produksi, maka laporan keuangan perusahaan industri ada
satu tambahan laporan keuangan yaitu laporan harga pokok produksi. Dengan demikian
untuk laporan keuangan perusahaan industri ada 4 laporan, yaitu :
1. Schedule Cost of goods manufactured.
2. Income Statement
3. Retained earnings statement.
4. Balance sheet.

105
Contoh laporan keuangan perusahaan industri :

Industri "Cepat Maju"


Schedule Cost Of Goods Manufactured
For The Year Ended per 31 December 199..
Direct Materials :
Raw Materials inventory, 1 Januari……… Rp.
(+) Purchases Rp.
Freight in Rp.
(-) Purchase returns and allowances (Rp. )
Purchases discounts (Rp. ) Rp.
Total cost of raw materias available for use Rp.
Raws materials inventory, 31 December…… (Rp. )
Raw material used in produvtion Rp.
Direct labor Rp.
Factory overhead :
Indirect labour Rp.
Factory supervision Rp.
Depreciation expense-factory building and equipment Rp.
Factory supplies expense Rp.
Miscellaneous factory expense Rp.
Rp.
Total manufacturing costs Rp.
Added: Work in process inventory, 1 January…… Rp.
Less: Work in process inventory, 31 December….. Rp.
Costs of goods Manufactured (Rp. )
Rp.

106
b. Income Statement
Industri "Cepat Maju"
Income Statement
For The Year Ended per 31 December 199..
Revenue :
Sales Rp.
(-) Sales Returns (Rp. )
Sales Discounts (Rp. )
Net sales Rp.
Cost of Goods sold :
Finish goods inventory beginning Rp.
Cost of goods manufactured Rp.
Cost of goods available for sales Rp.
(-) Finish goods Inventory, ending (Rp. )
Cost of goods sold (Rp. )
Gross profit Rp.

Operating expenses :
Selling expense
Sales Salaries Expense Rp.
Advertising Expense Rp.
Store Supplies Expense Rp.
Depreciation expense-store equipment Rp.
Total Selling Expenses Rp.

General and administrative expenses :


Administrative Salaries Expense Rp.
Office Salaries Expense Rp.
Other Administrative Expense Rp.
Depreciation expense-store equipment Rp.
Total General and administrative expenses Rp.
Total Operating Expenses Rp.
Net Operating Income Rp.

Other revenues and expenses :


Interest revenue Rp.
Other revenue Rp.
Interest expense (Rp. )
Other expenses (Rp. ) Rp.
Income Before Tax Rp.
Income tax (Rp. )
Income after tax Rp.

107
Industri "Cepat Maju"
Retained Earnings Statement
For The Year Ended per 31 December 199..
Retained Earnings, beginning Rp.
Add : Net income per income statement Rp.
Less : Dividen (Rp. )
Retained Earnings, ending Rp.

Industri "Cepat Maju"


Balance Sheet, 31 December 199...
Current Assets : Current Liabilities :
Cash Rp. Accounts payable Rp.
Accounts receivable Rp. Notes payable Rp.
Materials inventory Rp. Unearned revenues Rp.
Work in process inventory Rp. Expenses payable Rp.
Finish goods inventory Rp.
- Long Term Debt :
- -
Fixed assets : Owner's Equity :
- Rp. Capital stock Rp.
- Rp. Retained earnings Rp.
Total assets Rp. Total liabilities and owner's Rp.

Contoh Soal Work Sheet Perusahaan Industri.


Contoh soal dibawah ini contoh soal yang sangat sederhana, karena yang belum pernah
kita pelajari cara penyesuaian ketiga macam persediaan dan penyusunan neraca lajur
(work sheet).

PT. sederhana yang bergerak dalam bidang pembuatan produk X memberikan data saldo-
saldo dari buku besarnya pada akhir periode akuntansi tahun kedua per 31 Desember
2000 dalam jutaan sebagai berikut:

111 Cash Rp. 400


112 Accountants Receivable Rp.1.250
113 Inventory – Raw Materials Rp.250
114 Inventory – Work in Process Rp.2.000
115 Inventory – Finished goods Rp.2.500
116 Prepaid expenses Rp.80
121 Fixed Assets Rp.3.500

108
311 Common stock Rp.7.000
312 Retained Earnings Rp.750
321 Manufacturing Summary
322 Income Summary
411 Sales Rp.13.000
412 Sales Return Rp.500
421 Material Purchases Rp.1.100
422 Freight in Rp.50
424 Purchases Discounts Rp.50
431 Direct Labor Rp.1.400
441 Factory Overhead (Control) Rp.1.600
511 Sales Expenses (Control) Rp.2.500
611 Administrative & General exp. (Control) Rp.3.000
Rp.20.800 Rp.2.800

Keterangan untuk penyesuaian per 31 Desember 2000 :


Persediaan per 31 Desember 2000 adalah :
 Bahan baku Rp. 350,-
 Barang dalam proses Rp. 1500,-
 Persediaan barang jadi Rp. 1.000,-

Diminta :
A. Buatlah adjusting entries dengan data-data diatas.
B. Susunlah Work sheet 10 lajur.
C. Susunlah Financial statement per 31 Desember 2000.
D. Buatlah closing journal entries per 31 Desember 2000.

A. Adjusting (silahkan dibuat)

109
B.
PT "Sederhana"
Work sheet per 31 Desember 2000
Account Titles Trial Balance Adjustment Manufactured Income St. Balance
Dr Cr Dr Cr Dr Cr Dr Cr Dr Cr
Cash 400 400
A/R 1.200 1200
Inventory – M 250 350 250 350
- WIP 2.000 1500 2000 1500
- FG 2.500 1000 2500 1000
Prepaid expense 800 800
Fixed assets 3.500 3500
Common stock 7.000 7000
Retained earning 750 750
Manufac.Sum. 250 350 250 350
Manufac. Sum. 2000 1500 2000 1500
Income Sum. 2500 1000 2500 1000
Sales 13.000 13000
Sales Return 500 500
M. Purchases 1.100 1100
Freight In 50 50
Purchases Dis. 50 50
Direct Labor 1.400 1400
Factory OH 1.600 1600
Sales Expenses 2.500 2500
Adm. & G Exp. 3.000 3000
20800 20800
6400 1900 8500 14000 8750 7750
Cost of G. M. 4500 4500
6400 6400 13000 14000 8750 7750
Net Income 100 1000
14000 14000 8750 8750

110
Financial Statement
PT "Sederhana"
Schedule Cost Of Goods Manufactured
For The Year Ended per 31 December 199..
Direct Materials :
Raw Materials inventory, 1 Januari……… Rp. 250
(+) Purchases Rp 1.100
Freight in Rp 50
(-) Purchase returns and allowances (Rp. 50)
Purchases discounts (Rp. - ) Rp 1.100
Total cost of raw materias available for use Rp 1.350
Raws materials inventory, 31 December…… (Rp 350)
Raw material used in production Rp1.000
Direct labor Rp1.400
Total Factory overhead : Rp1.600
Total manufacturing costs Rp 4.000
Added: Work in process inventory, 1 January…… Rp 2.000
Rp 6.000
Less: Work in process inventory, 31 December….. (Rp1.500 )
Costs of goods Manufactured Rp 4.500

Industri "Cepat Maju"


Income Statement
For The Year Ended per 31 December 199..
Revenue :
Sales Rp. 13.000
(-) Sales Returns (Rp. 500)
Sales Discounts (Rp. - )
Net sales Rp. 12.500
Cost of Goods sold :
Finish goods inventory beginning Rp. 2.500
Cost of goods manufactured Rp. 4.500
Cost of goods available for sales Rp. 7.000
(-) Finish goods Inventory, ending (Rp.1.000 )
Cost of goods sold (Rp. 6.000 )
Gross profit Rp. 6.500

Operating expenses :
Total Selling Expenses Rp. 2.500
Total General and administrative expenses Rp.3.000
Total Operating Expenses (Rp. 5.500)
Net Operating Income Rp. 1.000

111
C
Industri "Cepat Maju"
Retained Earnings Statement
For The Year Ended per 31 December 199..
Retained Earnings, beginning Rp. 750
Add : Net income per income statement Rp. 1.000
Less : Dividen (Rp. - )
Retained Earnings, ending Rp. 1.000

Industri "Cepat Maju"


Balance Sheet, 31 December 199...
Current Assets : Current Liabilities :
Cash Rp. 400 Accounts payable Rp. -
Accounts receivable Rp. 1.200 Notes payable Rp. -
Materials inventory Rp. 350 Unearned revenues Rp. -
Work in process inventory Rp. 1.500 Expenses payable Rp. -
Finish goods inventory Rp. 1.000
Prepaid Expense Rp. 800 Long Term Debt :
Fixed assets : Owner's Equity :
Fixed assets Rp. 3.500 Capital common stock Rp. 7.000
- Rp. - Retained earnings Rp. 1.750
Total assets Rp. 8.750 Total liabilities and owner's Rp. 8.750

112
D
Closing Journal
Date Explanation Ref. Debet Credit
Des.31 Purchase Discount 50
Income Summary 50

Des.31 Manufacturing Summary 4.150


Material Purchases 1.100
Freight in 50
Direct Labor 1.400
Factory Overhead 1.600

Des.31 Cost of good Manufacturing 4.500


Manufacturing Summary 4.500

Des.31 Sales 13.000


Income summary 13.000

Des.31 Income summary 10.500


Cost of good Manufacturing 4.500
Sales Retuns and allowances 500
Sales Expenses 2.500
Administrative & general expenses 3.000

Des.31 Income summary 1.000


Retained earnings 1.000

Des.31 Retained earnings -


Dividens -

----------------******----------------

113