Anda di halaman 1dari 74

Demokrasi Pancasila

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Langsung ke: navigasi, cari
Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang mengutamakan musyawarah mufakat tanpa
oposisi [1] dalam doktrin Manipol USDEK disebut pula sebagai demokrasi terpimpin merupakan
demokrasi yang berada dibawah komando Pemimpin Besar Revolusi kemudian dalam doktrin
repelita yang berada dibawah pimpinan komando Bapak Pembangunan arah rencana
pembangunan daripada suara terbanyak dalam setiap usaha pemecahan masalah atau
pengambilan keputusan, terutama dalam lembaga-lembaga negara.[2]
Prinsip dalam demokrasi Pancasila sedikit berbeda dengan prinsip demokrasi secara universal[3].
Ciri demokrasi Pancasila[3]:
• pemerintah dijalankan berdasarkan konstitusi
• adanya pemilu secara berkesinambungan
• adanya peran-peran kelompok kepentingan
• adanya penghargaan atas HAM serta perlindungan hak minoritas.
• Demokrasi Pancasila merupakan kompetisi berbagai ide dan cara untuk menyelesaikan
masalah.
• Ide-ide yang paling baik akan diterima, bukan berdasarkan suara terbanyak.
Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi konstitusional dengan mekanisme kedaulatan rakyat
dalam penyelenggaraan negara dan penyelengaraan pemerintahan berdasarkan konstitusi yaitu
Undang-undang Dasar 1945[4]. Sebagai demokrasi pancasila terikat dengan UUD 1945 dan
pelaksanaannya harus sesuai dengan UUD 1945.[4]

Prinsip Demokrasi Pancasila


Prinsip pokok demokrasi Pancasila adalah sebagai berikut[3]:
1. Perlindungan terhadap hak asasi manusia
2. Pengambilan keputusan atas dasar musyawarah
3. Peradilan yang merdeka berarti badan peradilan (kehakiman) merupakan
badan yang merdeka, artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah
dan kekuasaan lain contoh Presiden, BPK, DPR, DPA atau lainnya
4. adanya partai politik dan organisasi sosial politik karena berfungsi untuk
menyalurkan aspirasi rakyat
5. Pelaksanaan Pemilihan Umum
6. Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR
(pasal 1 ayat 2 UUD 1945)
7. Keseimbangan antara hak dan kewajiban
8. Pelaksanaan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepada Tuhan
YME, diri sendiri, masyarakat, dan negara ataupun orang lain
9. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional
10.Pemerintahan berdasarkan hukum, dalam penjelasan UUD 1945 dikatakan[3]:
a. Indonesia ialah negara berdasarkan hukum (rechtstaat) dan tidak berdasarkan kekuasaan
belaka (machtstaat) b. Pemerintah berdasar atas sistem konstitusi (hukum dasar) tidak bersifat
absolutisme (kekuasaan tidak terbatas) c. Kekuasaan yang tertinggi berada di tangan MPR.

[sunting] Tujuh Sendi Pokok


Dalam sistem pemerintahan demokrasi pancasila terdapat tujuh sendi pokok yang menjadi
landasan, yaitu[5]:
• 1. Indonesia ialah negara yang berdasarkan hukum.
Seluruh tindakan apapun harus dilandasi oleh hukum. Persamaan kedudukan dalam hukum bagi
semua warga negara harus tercermin di dalamnya.
• 2. Indonesia menganut sistem konstitsional
Pemerintah berdasarkan sistem konstitusional (hukum dasar) dan tidak bersifat absolutisme
(kekuasaan yang mutlak tidak terbatas). Sistem konstitusional ini lebih menegaskan bahwa
pemerintah dalam melaksanakan tugasnya dikendalikan atau dibatasi oleh ketentuan konstitusi.
• 3. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai pemegang kekuasaan
negara yang tertinggi
Seperti telah disebutkan dalam pasal 1 ayat 2 UUD 1945 pada halaman terdahulu, bahwa
(kekuasaan negara tertinggi) ada di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR. Dengan
demikian, MPR adalah lembaga negara tertinggi sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai pemegang kekuasaan negara yang tertinggi MPR mempunyai tugas pokok, yaitu[5]:
Menetapkan UUD;

Menetapkan GBHN; dan

Memilih dan mengangkat presiden dan wakil presiden

Wewenang MPR, yaitu[5]:


• Membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara
lain, seperti penetapan GBHN yang pelaksanaannya ditugaskan kepada
Presiden
• Meminta pertanggungjawaban presiden/mandataris mengenai pelaksanaan
GBHN
• Melaksanakan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden dan Wakil
Presiden
• Mencabut mandat dan memberhentikan presiden dalam masa jabatannya
apabila presiden/mandataris sungguh-sungguh melanggar haluan negara dan
UUD;
• Mengubah undang-undang.
• 4. Presiden adalah penyelenggaraan pemerintah yang tertinggi di bawah
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
Di bawah MPR, presiden ialah penyelenggara pemerintah negara tertinggi. Presiden selain
diangkat oleh majelis juga harus tunduk dan bertanggung jawab kepada majelis. Presiden adalah
Mandataris MPR yang wajib menjalankan putusan-putusan MPR.
• 5. Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR, tetapi DPR mengawasi pelaksanaan mandat
(kekuasaan pemerintah) yang dipegang oleh presiden dan DPR harus saling bekerja sama dalam
pembentukan undang-undang termasuk APBN. Untuk mengesahkan undang-undang, presiden
harus mendapat persetujuan dari DPR. Hak DPR di bidang legislatif ialah hak inisiatif, hak
amandemen, dan hak budget.
Hak DPR di bidang pengawasan meliputi[5]:
• Hak tanya/bertanya kepada pemerintah
• Hak interpelasi, yaitu meminta penjelasan atau keterangan kepada
pemerintah
• Hak Mosi (percaya/tidak percaya) kepada pemerintah
• Hak Angket, yaitu hak untuk menyelidiki sesuatu hal
• Hak Petisi, yaitu hak mengajukan usul/saran kepada pemerintah.
• 6 Menteri Negara adalah pembantu presiden, Menteri Negara tidak
bertanggung jawab kepada DPR
Presiden memiliki wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan menteri negara. Menteri
ini tidak bertanggung jawab kepada DPR, tetapi kepada presiden. Berdasarkan hal tersebut,
berarti sistem kabinet kita adalah kabinet kepresidenan/presidensil.
Kedudukan Menteri Negara bertanggung jawab kepada presiden, tetapi mereka bukan pegawai
tinggi biasa, menteri ini menjalankan kekuasaan pemerintah dalam prakteknya berada di bawah
koordinasi presiden.
• 7 Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas
Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR, tetapi ia bukan diktator, artinya kekuasaan
tidak tak terbatas. Ia harus memperhatikan sungguh-sungguh suara DPR. Kedudukan DPR kuat
karena tidak dapat dibubarkan oleh presiden dan semua anggota DPR merangkap menjadi
anggota MPR. DPR sejajar dengan presiden[5].

[sunting] Fungsi Demokrasi Pancasila


Adapun fungsi demokrasi Pancasila adalah sebagai berikut[6]:
• Menjamin adanya keikutsertaan rakyat dalam kehidupan bernegara
Contohnya:
Ikut menyukseskan Pemilu

Ikut menyukseskan pembangunan

Ikut duduk dalam badan perwakilan/permusyawaratan.

• Menjamin tetap tegaknya negara RI


• Menjamin tetap tegaknya negara kesatuan RI yang mempergunakan sistem
konstitusional
• Menjamin tetap tegaknya hukum yang bersumber pada Pancasila
• Menjamin adanya hubungan yang selaras, serasi dan seimbang antara
lembaga negara
• Menjamin adanya pemerintahan yang bertanggung jawab,
Contohnya:
Presiden adalah mandataris MPR,

Presiden bertanggung jawab kepada MPR.

[sunting] Demokrasi Deliberatif


Dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 dan sila ke-4 Pancasila, dirumuskan bahwa
“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan”[7].
Dengan demikian berarti demokrasi Pancasila merupakan demokrasi deliberatif[7].
Dalam demokrasi deliberatif terdapat tiga prinsip utama
1. prinsip deliberasi, artinya sebelum mengambil keputusan perlu melakukan
pertimbangan yang mendalam dengan semua pihak yang terkait.
2. prinsip reasonableness, artinya dalam melakukan pertimbangan bersama
hendaknya ada kesediaan untuk memahami pihak lain, dan argumentasi
yang dilontarkan dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
3. prinsip kebebasan dan kesetaraan kedudukan, artinya semua pihak yang
terkait memiliki peluang yang sama dan memiliki kebebasan dalam
menyampaikan pikiran, pertimbangan, dan gagasannya secara terbuka serta
kesediaan untuk mendengarkan.
Demokrasi yang deliberatif diperlukan untuk menyatukan berbagai kepentingan yang timbul
dalam masyarakat Indonesia yang heterogen[7]. Jadi setiap kebijakan publik hendaknya lahir dari
musyawarah bukan dipaksakan[7]. Deliberasi dilakukan untuk mencapai resolusi atas terjadinya
konflik kepentingan[7]. Maka diperlukan suatu proses yang fair demi memperoleh dukungan
mayoritas atas sebuah kebijakan publik demi suatu ketertiban sosial dan stabilitas nasional[7].

[sunting] Demokrasi Pancasila dalam Beberapa Bidang


• Bidang ekonomi
Demokrasi Pancasila menuntut rakyat menjadi subjek dalam pembangunan ekonomi.[7]
Pemerintah memberikan peluang bagi terwujudnya hak-hak ekonomi rakyat dengan menjamin
tegaknya prinsip keadilan sosial sehingga segala bentuk hegemoni kekayaan alam atau sumber-
sumber ekonomi harus ditolak agar semua rakyat memiliki kesempatan yang sama dalam
penggunaan kekayaan negara.[7] dalam implikasi pernah diwujudkan dalam Program ekonomi
banteng tahun 1950, Sumitro plan tahun 1951, Rencana lima tahun pertama tahun 1955 s.d.
tahun 1960, Rencana delapan tahun dan terakhir dalam Repelita kesemuanya malah
menyuburkan korupsi dan merusaknya sarana produksi.[7] Hal ini ditujukan untuk mencapai
masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan pasal 33 UUD 1945 dan sila ke-5 Pancasila.[7]
Maka secara kongkrit, rakyat berperan melalui wakil-wakil rakyat di parlemen dalam
menentukan kebijakan ekonomi.[7]
• Bidang kebudayaan nasional
Demokrasi Pancasila menjamin adanya fasilitasi dari pihak pemerintah agar keunikan dan
kemajemukan budaya Indonesia dapat tetap dipertahankan dan ditumbuhkembangkan sehingga
kekayaan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat terpelihara dengan baik.[7] Terdapat
penolakan terhadap uniformitas budaya dan pemerintah menciptakan peluang bagi
berkembangnya budaya lokal sehingga identitas suatu komunitas mendapat pengakuan dan
penghargaan.[7]

DAFTAR ISI
Daftar isi..................................................................... 2
Kata Pengantar.......................................................... 3
BAB. I pendahuluan.................................................. 4
BAB. II pengertian Demokrasi Pancasila................ 9
A. Pengertian menurut Etimologis....................... 9
B. Pengertian menurut Terminology................... 10
C. Demokrasi sebagai bentuk pemerintahan...... 12
D. Demokrasi sebagai sistem politik..................... 14
E. Demokrasi sebagai sikap hidup....................... 15
F. Demokratisasi.................................................... 15
G. Demokrasi di Indonesia.................................... 18
H. Sistem Politik Demokrasi................................. 20
I. Pendidikan Demokrasi...................................... 22
J. Fungsi Demokrasi Pancasila`........................... 24
K. Rumusan Demokrasi Pancasila....................... 25
BAB.III Kesimpulan.................................................. 28
BAB.IV Daftar Pustaka............................................. 302
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan Bumi dan Langit beserta isinya.

Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada Baginda Besar Nabi Muhammad SAW yang telah membawa

agama Islam menjadi agam yang diridoi oleh Allah SWT dan agama yang diteima di sisi – Nya. Dalam rangka

menghadapi UAS semester ganjil , penulis mendapatkan tugas ilmiah sebagai salah satu syarat UAS dengan mata

kuliah “ Pendidikan Pancasila “ dengan tema “ Demokrasi Pancasila “. Dalam pengerjaan dan penyusunan tulisan ini

, penulis mengambil sumber dari berbagai buku dan internet. Apabila ada kesalahan penulisan ataupun pendapat ,

menulis mohon maaf mengingat penulis masih dalam tahap pembelajaran. Saran , kritikan dan masukan sangat

penulis harapkan dari pembaca dan dosen untuk perkembangan dan kemajuan akademik penulis.
Terima Kasih
Penulis
Amrizal Tanjung
3
BAB.I. PENDAHULUAN

Semua negara mengakui bahwa demokrasi sebagai alat ukur dari keabsahan politik. Kehendak rakyat

adalah dasar utama kewenangan pemerintahan menjadi basis tegaknya sistem politik demokrasi. Demokrasi

meletakkan rakyat pada posisi penting, hal ini karena masih memegang teguh rakyat selaku pemegang kedaulatan.

Negara yang tidak memegang demokrasi disebut negara otoriter. Negara otoriter pun masih mengaku dirinya

sebagai negara demokrasi. Ini menunjukkan bahwa demokrasi itu penting dalam kehidupan bernegara dan

pemerintahan. Sejak merdeka, perjalanan kehidupan demokrasi di Indonesia telah mengalami pasang surut. Dari

Demokrasi Parlementer/ Liberal (1950–1959) , Demokrasi Terpimpin (1959–1966) dan Demokrasi Pancasila (1967–

1998). Tiga model demokrasi ini telah memberi kekayaan pengalaman bangsa Indonesia dalam menerapkan

kehidupan demokrasi. Setelah reformasi demokrasi yang diterapkan di Indonesia semakin diakui oleh dunia luar.

Reformasi telah melahirkan empat orang presiden. Mulai dari BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati hingga

Susilo Bambang Yudhoyono. Demokrasi yang diterapkan saat ini masih belum jelas setelah pada masa Presiden

Soeharto dikenal dengan Demokrasi Pancasila. Ir Soekarno dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi (1965) pernah

mengungkapkan pendapatnya tentang demokrasi bagi bangsa Indonesia. “Apakah demokrasi itu? Demokrasi adalah

’pemerintahan rakjat’. Tjara


pemerintahan ini memberi hak kepada semua
4
rakyat untuk ikut memerintah. Tjara pemerintahan ini sekarang menjadi tjita-tjita semua partai nasionalis

Indonesia. Tetapi dalam mentjita-tjitakan faham dan tjara- pemerintahan demokrasi itu, kaum Marhaen toch harus

berhati-hati. Artinya: djangan meniru sahaja ’demokrasi demokrasi’ yang kini dipraktekkan di dunia luaran….”

Bung Karno mempunyai pandangan sendiri mengenai demokrasi bagi Indonesia. Demokrasi khas Eropa

dianggap tidak sesuai untuk diterapkan di Indonesia. Dalam tulisannya, demokrasi yang begitu hanyalah demokrasi

parlemen saja, hanya demokrasi politik saja, sementara demokrasi ekonomi tak ada. Demokrasi politik saja belum

menyelamatkan rakyat. Kaum nasionalisme Indonesia tidak boleh mengeramatkan demokrasi seperti itu.

Nasionalisme kita haruslah nasionalisme yang tidak mencari gebyarnya atau kilaunya negeri keluar saja, tetapi ia

harus mencari selamatnya semua manusia. Pencarian bentuk demokrasi bagi Indonesia nampaknya masih terus

berlangsung. Oleh beberapa kalangan, kondisi saat ini dianggap ideal untuk tumbuhnya demokrasi di Indonesia.

Namun demokrasi yang sedang tumbuh ini, oleh beberapa kalangan juga dianggap terlalu bebas. Kecenderungan

untuk tumbuhnya demokrasi di Indonesia saat ini sudah dapat dirasakan. Media massa atau pers menikmati

kebebasannya. Masyarakat bebas berpendapat dan berorganisasi dan rakyat juga memilih langsung atau memilih

sendiri pemimpinnya. Komisi negara dibentuk oleh negara. Diperbolehkannya jalur independen atau calon

perseorangan di luar jalur politik mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) turut meramaikan

kehidupan demokrasi di Indonesia. Perkembangan demokrasi turut


5
meningkatkan partisipasi politik masyarakat. Masyarakat boleh mengorganisasikan diri untuk ikut serta dalam

proses pengambilan keputusan. Masyarakat atau rakyat kembali merasakan kebebasan sipil dan politiknya.

Rakyat menikmati kebebasan berpendapat serta rakyat menikmati kebebasan berorganisasi. Kebebasan

sipil bisa dinikmati meskipun di sisi lain hak sekelompok masyarakat bisa dihilangkan oleh kelompok masyarakat

lain. Dalam kondisi seperti ini, beberapa kalangan menilai penerapan demokrasi di Indonesia harus dijiwai dengan

ideologi atau dasar negara RI yaitu Pancasila. Pancasila sebagai dasar atau ideologi negara harus diterapkan dalam

kehidupan berdemokrasi.
Pancasila sebagai konsep diungkapkan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945
saat menyampaikan pidatonya yang berisikan konsepsi usul tentang dasar falsafah

negara yang diberi nama dengan Pancasila. Konsepsi usul ini berisi:

1. Kebangsaan Indonesia atau Nasionalisme.

2. Perikemanusiaan atau Internasionalisme.

3. Mufakat atau Demokrasi.

4. Kesejahteraan Sosial.

5. Ketuhanan yang Maha Esa.

Selanjutnya pada tanggal 22 Juni 1945, sidang Badan Penyelidik Usaha- Usaha Persiapan Kemerdekaan

Indonesia (BPUPKI) mencapai konsensus nasional dan gentlemen agreement tentang dasar negara Republik

Indonesia. Konsensus nasional yang mendasari dan menjiwai Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 itu

dituangkan dalam suatu naskah yang oleh Mr Muhammad Yamin disebut Piagam6
Jakarta. Piagam Jakarta merupakan hasil kompromi tentang dasar negara Indonesia yang dirumuskan oleh Panitia

Sembilan, panitia kecil yang dibentuk oleh BPUPKI, antara umat Islam dan kaum kebangsaan (nasionalis). Di dalam

Piagam Jakarta terdapat lima butir yang kelak menjadi Pancasila dari lima butir, sebagai berikut :
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-

pemeluknya.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Naskah Piagam Jakarta ditulis dengan menggunakan ejaan Republik dan ditandatangani oleh Ir.

Soekarno , Mohammad Hatta , A.A. Maramis , Abikoesno Tjokrosoejoso , Abdulkahar Muzakir , H.A. Salim,

Achmad Subardjo , Wahid Hasjim, dan Muhammad Yamin. Pada saat penyusunan UUD pada Sidang Kedua

BPUPKI, Piagam Jakarta dijadikan Muqaddimah (preambule). Selanjutnya, saat pengesahan UUD ‘45 18 Agustus

1945 oleh PPKI, istilah Muqaddimah diubah menjadi Pembukaan UUD setelah butir pertama diganti menjadi

Ketuhanan Yang Maha Esa. Perubahan butir pertama dilakukan oleh Drs. M. Hatta atas usul A.A. Maramis setelah

berkonsultasi dengan Teuku Muhammad Hassan, Kasman Singodimedjo dan Ki Bagus Hadikusumo. Membaca

sejarah pergerakan nasional di Indonesia, perubahan ini nampak bukan suatu proses dari saat disahkannya Piagam7
Jakarta hingga menjadi Pembukaan UUD 1945. Para wakil rakyat Indonesia ketika itu terbagi atas dua kelompok

aliran pemikiran. Di satu pihak mereka yang mengajukan agar negara itu berdasarkan kebangsaan tanpa kaitan khas

pada ideologi keagamaan. Di pihak lainnya , mereka yang mengajukan Islam sebagai dasar negara. Mengingat

Indonesia adalah bangsa yang majemuk , maka kata – kata “ menjalankan syariat Islam bagi pemeluk – pemeluknya

“ di ganti dengan kalimat “ Ketuhanan Yang Maha Esa “. Hal ini terjadi karena setelah ada protes dari perwakilan

Indonesia bagian timur yang mayoritas adalah non muslim. Hal ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah

bangsa yang memiliki rasa tenggang rasa yang besar dan saling menghormati satu sama lain dan mengutamakan

kepentingan bersama/umum daripada kepentingan pribadi/golongan. Maka itulah yang dinamakan Demokrasi

Pancasila.
8
BAB.II PENGERTIAN DEMOKRASI PANCASILA
A. MENURUT ETIMOLOGIS / BAHASA
Demokrasi pengertian etimologis mengandung makna pengertian universal.
Abraham Lincoln ( 1873 ) memberikan pengertian demokrasi “ government of the
people, by the people, and for the people”. Menurut etimologi/bahasa, demokrasi

berasal dari bahasa yunani yaitu daridemos = rakyat dancratos atau cratein = pemerintahan atau kekuasaan.

Demokrasi berarti pemerintahan rakyat atau kekuasaan rakyat. Oleh karena itu dalam sistem demokrasi rakyat

mendapat kedudukan penting didasarkan adanya rakyat memegang kedaulatan. Pelaksanaan demokrasi ini ada dua

cara yaitu demokrasi langsung dan tidak langsung. Demokrasi langsung, rakyat seluruhnya dikutsertakan dalam

permusyawaratan untuk menentukan kebijakan dan mengambil keputusan. Hal ini terjadi pada zaman yunani kuno

(abad ke 4 SM – abad ke 6 SM). Pada masa itu Yunani berupa negara kota (polis ). Akan tetapi pada masa itu ada

pembatasan ikut dalam pemerintahan adalah anak , wanita dan budak. Akibat perkembangan penduduk maka sistem

demokrasi. Akibat perkembangan penduduk maka demokrasi langsung sudah tidak memungkin lagi sehingga timbul

cara kedua yaitu demokrasi tidak langsung. Sedangkan demokrasi tidak langsung dilaksanakan melalui sistem

perwakilan. Biasanya dilaksanakan dengan cara pemilihan umum.


9
B. SECARA TERMINOLOGY
Demokrasi dari segi terminology mengandung makna demokrasi konseptual
yang memiliki beberapa pendapat yaitu:
1. Tradisi pemikiran Aristotelian , demokrasi merupakan salah satu bentuk
pemerintahan.
2. Tradisi Medieval Theory
, menerapkan roman law dan konsep popular
souvregnty.
3. Contemporary Doctrine , dengan konsep republik dipandang sebagai bentuk
pemerintahan rakyat yang murni.
4. Harris Soche, Demokrasi adalah pemerintahan rakyat karena itu kekuasaan
melekat pada rakyat.

5. Henry B. Mayo, sistem politik demokratis adalah menunjukkan kebijakan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh

wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat, dan didasarkan atas kesamaan politik dalam suasana

terjaminnya kebebasan politik.

6. International Commision for Jurist , Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan untuk membuat keputusan politik

diselenggarakan oleh wakil - wakil yang dipilih dan bertanggung jawab kepada mereka melalui pemilihan yang

bebas.

7. C.F. Strong , Suatu sistem pemerintahan pada mayoritas anggota dewasa dari masyarakat politik ikut serta atas dasar

sistem perwakilan yang menjamin bahwa pemerintah akhirnya mempertanggung jawabkan tindakan kepada

mayoritas.
10
8. Samuel Huntington , sistem politik sebagai demokratis sejauh para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam

system itu dipilih melalui pemilihan umum yang adil, jujur, dan semua orang dewasa mempunyai hak yang sama

memberikan suara.

Demokrasi secara kontekstual dilihat dari fakta kenyataan pemerintahan yang pernah dan sedang terjadi.

Indonesia pada zaman pemerintahan Soekarno masa orde lama dengan konstitusi RIS dan UUDS ‘50 dikenal

demokrasi liberal , setelah kembali ke UUD 45 dikenal demokrasi terpimpin. Era Soeharto ( orde baru ) dikenal

demokrasi Pancasila , dan era reformasi sejak 1998 hingga sekarang masih dikenal demokrasi Pancasila. Demokrasi

dilihat dari segi pemikiran politik terbagi menjadi tiga tradisi pemikiran politik yaitu Classical Aristotelian theory ,

medieval theory dan contemporary doctrine yang mana pengertiannya dengan yang telah disebutkan. Torres melihat

demokrasi dari segi formal dan substantive. Formal menunjuk pada demokrasi dalam arti sistem pemerintahan.

Substantive menunjuk pada demokrasi dalam 4 bentuk :


1. menitik beratkan pada perlindungan terhadap tirani.
2. titik berat pada manusia mengembangkan kekuasaan dan kemampuan.
3. melihat keseimbangan partisipasi masyarakat terhadap beban yang berat dan
tuntutan yang tidak dapat dipenuhi.
4. bahwa tidak dapat mencapai partisipasi yang demokratis tanpa perubahan lebih
dulu dalam keseimbangan social dan kesadaran social. Perubahan social dan
11
partisipasi demokratis perlu dikembangkan secara bersamaan karena satu sama
lain saling ketergantungan.
C. DEMOKRASI SEBAGAI BENTUK PEMERINTAHAN

Demokrasi pernah dipahami sebagai bentuk pemerintahan , akan tetapi perkembangannya dipahami dalam

pengertian luas, sebagai bentuk pemerintahan dan politik. Pada awalnya Plato mengemukakan 5 macam bentuk

negara sesuai dengan sifat tertentu dari jiwa manusia , yaitu :


1. Aristokrasi , pemerintahan dipegang oleh sekelompok kecil para cerdik pandai
berdasarkan keadilan. Kemerosotan dari aristokrasi ini menjadi Timokrasi.

2. Timokrasi , Pemerintahan dijalankan untuk menda-patkan kekayaan untuk kepentingan sendiri. Oleh karena kekayaan

untuk kepentingan sendiri lalu jatuh dan dipegang olah kelopmpok hartawan. Sehingga yang berhak memerintah

adalah orang yang kaya saja sehingga muncul oligarchi.

3. Oligarchi , pemerintahan dijalankan oleh sekelompok orang yang memegang kekayaan untuk kepentingan pribadi..

Negatif dari sistem ini adalah timbul kemelaratan umum , banyak orang miskin. Akibat tekanan penguasa semakin

berat , banyak rakyat semakin sengsara. Akhirnya rakyar sadar dan bersatu memegang pemerintahan dan timbullah

Demokrasi.
4. Demokras , Pemerintahan secara demokrasi diutamakan kemerdekaan dan
kebebasan. Oleh karena kebebasan dan kemerdekaan ini terlalu diutamakan
12
timbul kesewenang - wenangan. Kemerdekaan dan kebebasan menjadi tidak
terbatas lalu timbullah prinsip Anarki.

5. Anarchi, pemerintahan anarki seseorang dapat berbuat sesuka hatinya. Rakyat tidak mau lagi diatur , karena ingin

mengatur dan memerintah sendiri. Negara menjadi kacau. Untuk itu perlu pemimpin yang keras dan kuat. Akhirnya

timbullah Tirany.

6. Tirany , pemerintahan dipegang oleh seorang saja dan tidak suka terdapat persaingan. Semua orang yang menjadi

saingan disingkirkan dan diasingkan,. Pemerintahan ini tambah jauh dari keadilan.
Plato juga dalam perkembangan ajarannya tentang bentuk pemerintahan

mengemukakan lagi :

A. Bentuk negara Ideal form (bentuk cita), yaitu negara dalam bentuk kesempurnaan :

1. Monarki. Bentuk pemerintahan dipegang oleh seorang sebagai pemimpin tertinggi

dijalankan untuk kepen-tingan orang banyak biasanya pada kerajaan.

2. Aristokrasi, Pemerintahan dipegang oleh orang yang pandai.

3. Demokrasi, Pemerintahan dipegang oleh rakyat.

B. The Corruption form (bentuk pemerosotan) :

1. Bentuk Tirani, bentuk pemerosotan dari monarchi

2. Oligarchi, bentuk pemerosotan dari Arostokrasi


3. Mobokrasi, pemerosotan dari demokrasi. Pemerintahan dipegang oleh rakyat
yang tidak tahu dan tidak menguasai pemerintahan, tidak terdidik. (the rule of the
mob).
13
D. DEMOKRASI SEBAGAI SISTEM POLITIK
Demokrasi dari sistem politik lebih luas dari bentuk pemerintahan. Beberapa
ahli telah mendefinisikan demokrasi sebagai sistem politik , yaitu :

1. Henry B Mayo , demokrasi merupakan suatu sistem politik yang menunjukkan bahwa kebijakan umum ditentukan atas

dasar – dasar mayoritas oleh wakil – wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan berkala yang

didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana terjaminnya kebebasab politik.

2. Samuel Huntington , sistem politik sebagai demokratis sejauh para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam

sistem itu dipilih melalui pemilihan umum yang adil , jujur dan berkala dan dalam sistem itu para calon bebas

bersaing untuk memperoleh suara dan hampir semua penduduk dewasa berhak memberikan suara.

Sistem politik dapat dibedakan dari sistem politik demokrasi dan non demokrasi. Sistem politik demokrasi

, sistem pemerintahan dalam suatu negara yang menjalankan prinsip demokrasi yaitu tidak sewenang – wenang ,

kekuasaan tidak tak terbatas. Dan mengutamakan kepentingan umum dan keadilan. (contoh lihat penjelasan umum

UUD 45 sebelum amandemen, ada disebutkan 7 prinsip pemerintahan yang baik). Sistem politik non demokrasi,

politik otoriter, totaliter, dictator, rezim militer, rezim satu partai, monarki absolut, dan sistem komunis. Negara

berbentuk kerajaan ataupun republik dapat saja merupakan negara demokrasi


14
atau negara kediktatoran , tergantung dari prinsip – prinsip yang dijalankan dalam penyelenggaraan negara. Dengan

demikian , ada negara kerajaan yang demokratis dan negara kerajaan yang bersifat otoriter. Demikian pula ada

negara republik yang demokratis dan ada negara republik yang otoriter.
E. DEMOKRASI SEBAGAI SIKAP HIDUP

Demokrasi ini dipahami sebagai sikap hidup dan pandangan hidup yang demokratis. Pemerintahan dan

sistem politik tumbuh dan berkembang tidak datang dengan sendirinya. Demokrasi membutuhkan usaha nyata dan

perilaku demokratis untuk mendukung pemerintahan dan sistem politik demokrasi. Perilaku didasarkan nilai-nilai

demokrasi dan membentuk budaya/kultur demokrasi baik dari warganegara maupun dari pejabat negara/pemerintah

yang membuatnya performed ( eksis dan tegak ).


F. DEMOKRATISASI

Demokratisasi merupakan penerapan kaidah-kaidah atau prinsip demikrasi pada keguatan sistem politik

kenegaraan. Tujuasn untuk membentuk kehidupan politik bercirikan demokrasi. Demokratisasi merujuk pada proses

perubahan menuju system pemerintahan yang lebih demokratis.


Tahapan demokrasi:
1. pergantian dari penguasa non demokratis ke penguasa demokrasi
15
2. pembentikan lembaga dan tertib politik demokrasi;
3. konsolidasi demokrasi

4. praktik demokrasi sebagai budaya politik bernegara.

Ciri-ciri demokrasi :

1. berlangsung secara evolusioner;


2. perubahan secara persuasive bukan koersif; (musyawarah bukan paksaan atau
kekerasan);
3. proses demokrasi tidak pernah selesai.

Demokrasi suatu yang ideal tidak pernah tercapai. Negara yang benar-benar demokrasi tidak ada. Bahkan

negara yang menyatakan negaranya demokrasi dapat jatuh menjadi otoriter. Dalam segi budaya , demokrasi

dibedakan menjadi tiga :


1. Demokrasi Liberal

Demokrasi liberal adalah suatu corak demokrasi yg mendasarkan diri pada paham liberalisme (kebebasan). Dalam

sistem ini kekuasaan penguasa dibatasi secara ketat, sementara kepada setiap individu diberikan kebebasan secara

istimewa, bahkan kadang2 sampai di atas kepentingan umum. Di dalam sistem pemerintahan, berlaku gagasan

bahwa negara & pemerintahan hendaknya tidak ikut campur tangan dalam urusan warga negaranya, kecuali dalam

hal yang menyangkut kepentingan umum seperti bencana alam, hubungan luar negeri, pertahanan keamanan, dll.

Sedangkan dalam bidang ekonomi berlaku dalil Laissez faire laissez aller (jika manusia dibiarkan mengurus

kepentingan ekonominya masing2 maka dgn sendirinya keadaan ekonomi seluruh negara akan sehat).
16
2. Demokrasi Komunis

Demokrasi komunis adalah suatu corak demokrasi yg mendasarkan diri pada ajaran Karl Marx atau komunisme yg

disebut ajaran Historis Materialisme. Dalam bidang ekonomi dianut sistem yg pada prinsipnya tidak mengakui hak

milik perseorangan atas segala alat produksi, karena alat produksi harus menjadi hak milik masyarakat atau negara.

Jadi, hak perseorangan harus dikalahkan & dijadikan hak kolektif/umum. Sistem ini juga menghendaki pengaturan

masyarakat secara keseluruhan atas dasar tertentu dgn kelompok kecil penguasa yg memonopoli kekuasaan.
3. Demokrasi Pancasila
Demokrasi Pancasila adalah

adalah paham demokrasi yg bersumber pada kepribadian & filsafat

hidup bangsa Indonesia, & sumber ajarannya adalah Pancasila. Setiap hak2 & kewajiban warga negara pelaksanaan

hak asasinya bersifat horizontal maupun vertikal. Sistem ini menjaga keseimbangan antar konflik & konsensus,

mendasari pembentukan identitas bersama. Hal ini menyebebkan berbagai bentuk pelaksanaan demokrasi dalam

kehidupan bermasyarakat, berbangsa, & bernegara harus berdasarkan Pancasila.


17
Tabel perbedaan sistem politik :
NoAspek Aspek
Pancasila
Liberal
Komunis
1 Paham
Kerakyatan
Individualisme
Kerakyatan
2 Sifat
Sosial/komunal
Individual
Komunal
3 Negara
Sosialis religius
Sekuler
Sosialis
4 Ruang lingkup Politik, ekonomi, sosial Politik, ekonomi
Politik & sosial
5 Pengakuan hak
individu
Hak milik diakui dgn
fungsi sosial

Hak milik diakui

secara mutlak

sekuler
Hak milik tidak
diakui
6 Pandangan

Manusia sejak lahir

merupakan makluk

individu sekaligus

makhluk sosial

Manusia sejak

lahir dalam

keadaan bebas &

merdeka
Manusia tidak
mempunyai arti

sebelum

bersama2 dgn

manusia lain
G. Demokrasi di Indonesia

Bangsa Indonesia sejak dulu sudah mempraktekkan ide tentang demokrasi walau bukan tingkat

kenegaraan , masih tingkat desa yang disebut demokrasi desa. Contoh pelaksanaan demokrasi desa pemilihan kepala

desa dan rembug desa. Inilah demokrasi asli. Demokrasi desa mempunyai 5 ciri yakni rapat , mufakat , gotong

royong , hak mengadakan protes bersama dan hak menyingkir dari kekuasaan raja absolut mempergunakan

pendekatan kontekstual. Demokrasi di Indonesia adalah


18
demokrasi Pancasila yang menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara , pandangan hidup bangsa Indonesia , dasar

negara Indonesia dan sebagai identitas nasional Indonesia. Sebagai ideologi nasional , Pancasila sebagai cita - cita

masyarakat dan sebagai pedoman membuat keputusan politik. Sebagai pemersatu masyarakat yang menjadi prosedur

penyelesaian konflik. Nilai-nilai demokrasi yang terjabar dari nilai - nilai Pancasila adalah :
1. Kedaulatan rakyat;
2. Republik
3. Negara berdasar atas hukum
4. Pemerintahan yang konstitusional

5. Sistem perwakilan

6. Prinsip musyawarah

7. Prinsip ketuhanan

Demokrasi Pancasila dapat diartikan secara luas dan sempit. Secara luas, demokrasi Pancasila berarti

kedaulatan rakyat yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dalam bidang politik, ekonomi dan sosial. Secara

sempit, demokrasi Pancasila berarti kedaulatan rakyat yang dilaksanakan menurut hikmat kebi- jaksanaan dalam

permusyawaratan/ perwakilan. Sehubungan dengan demokrasi Pancasila , di Indonesia mengenal juga istilah

“masyarakat Madani” (civil society). Welzer dengan rumusan konseptual , civil society adalah jaringan yang

kompleks dari LSM diluar pemerintahan negara (NGO) yang bekerja secara merdeka atau bersama-
19
sama pemerintah yang diatur oleh hukum. Ia merupakan ranah publik yang
beranggotakan perorangan.

Masyarakat madani Indonesia tidak sepenuhnya sama dengan civil society menurut konsep

liberalisme/komunitarianisme Barat. Masyarakat madani Indonesia mempunyai ciri khas, tetap agamis/religius dan

adanya fasilitasi lebih nyata dari negara dalam hal memberikan jaminan hukum dan dukungan politik bagi kehadiran

masyarakat madani, suasana kulturtal dan ideologis dan menyediakan infrastruktur sosial yang diperlukan.

Keterkaitan Demokrasi Pancasila dengan civil society / masyarakat madani Indonesia, secara kualitatif ditandai oleh

keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, jaminan hak asasi manusia, penegakan prinsip rule of

law, partisipasi yang luas dari warganegara dalam mengam bil keputusan publik diberbagai tingkatan, pelaksanaan

Pendidikan Kewarganegaraan untuk mengembangkan warganegara Indonesia yang cerdas dan baik, berakhlak baik

serta berbudi luhur.


H. SISTEM POLITIK DEMOKRASI

Menurut Samuel Huntington1 sistem politik demokrasi dapat dibedakan dari sistem politik demokrasi dan

non demokrasi. Sistem politik demokrasi didasarkan pada nilai, prinsip, prosedur dan kelembagaan yang demokratis.

Sistem ini mampu menjamin hak kebebasan warganegara, membatasi kekuasaan pemerintah dan mem- berikan

keadilan. Indonesia sejak awal berdiri sudah menjadikan demokrasi sebagai


1h tt p: / / ya n e l. we t pa in t . co m/ p a ge / De mo kra si
20
pilihan sistem politik. Negara Indonesia sebagai negara demokrasi terdapat pada pembukaan UUD 45 alinea ke 4

dan Ps 1 ayat (2) UUD 45 (sebelum di amandemen) , “kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilaksanakan

sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)” , Ps 1 ayat (2) setelah diamandemen berubah menjadi

“kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD”. Perubahan ini menghi-langkan kata

“dilaksanakan sepenuhnya” menjadi dilaksanakan menurut UUD. Apapun perubahannya ini membuktikan sejak

berdirinya negara Indonesia telah menganut demokrasi. Sendi-Sendi Pokok Sistem Politik Demokrasi Di Indonesia

Berdasarkan UUD 45 :

1. Berbentuk republik (Ps 1 ayat (1)

2. Ide kedaulatan rakyat (Ps 1 ayat (2))

3. Negara berdasar atas hukum (Ps 1 ayat (3))

4. Pemerintahan berdasarkan konstitusi.

5. Pemerintahan yang bertanggung jawab. Masalah pertanggung jawaban pemerintah dalam hal ini Presiden kepada siapa

dan bagaimana serta waktu penyampaian pertanggung jawaban tidak diatur dalam UUD 45, baik sebelum dan

sesudah di amandemen.
6. Sistem perwakilan. Sistem ini jelas dalam UUD 45 dengan adanya Pemilihan
Umum, untuk memilih wakil rakyat di DPR/D dan DPD.
7. Sistem pemerintahan Presidensiil. Hal ini jelas pada makna negara berbentuk
republik, dan Presiden memegang kekua-saan pemerintahan menurut UUD.
21
Presiden dibantu oleh wakil Presiden. Selain itu Presiden dibantu oleh menteri-
menteri.
I. PENDIDIKAN DEMOKRASI

Perilaku dan kultur demokrasi menunjuk pada nilai-nilai demokrasi di masyarakat. Masyarakat yang

demokratis adalah masyarakat yang dilandasi oleh nilai-nilai demokrasi. Menurut Henry B. Mayo nilai-nilai

demokrasi meliputi damai, sejahtera, adil, jujur, menghargai perbedaan, menghormati kebebasan. Membangun
kultur demokrasi berarti tindakan mensosialisasikan, mengenalkan dan menegakkan nilai demokrasi pada

masyarakat. Membangun kultur demokrasi lebih sulit dari membangun struktur demokrasi. Tidak tegaknya kultur

demokrasi menyebabkan masya rakat sulit diatur, terjadi kekerasan, terror, brutal, masyarakat tidak aman.

Contohnya : Sampai sekarang masih ada usaha RMS yang ditandai dengan ulang tahun RMS, Gerakan Papua

Merdeka yang ditandai dengan ulang tahun setiap tahun. Perang antar suku yang bermotifkan SARA. Indonesia

sudah ada institusi demokrasi, masyarakat belum menikmati demokrasi, baik dikalangan pemerintahan, jasa usaha.

Dari segi pemerintahan masyarakat banyak merasa tertindas. Pada jasa usaha terjadi penindasan terhadap pekerja.

Nampaknya demok rasi masih merupakan usaha, dan masih terbatas pada kaum elit. Disini terlihat institusi tidak

didukung oleh perilaku demokratis. Tercapainya demokrasi sampai menyentuh kehidupan rakyat cukup lama dan

sulit, sehingga masih sangat mutlak diperlukan.


22
Ada 3 hal pengetahuan dan kesadaran demokrasi :

1. demokrasi adalah pola kehidupan menjamin hak warganegara;

2. demokrasi merupakan the long learning process


3. kelangsungan demokrasi tergantung kepada proses pendidikan demokrasi pada
masyarakat secara luas.

Pendidikan demokrasi ini dapat diterapkan pola pemasyarakatkan moral pancasila dengan P4 yang berlaku

seluruh lapisan masyarakat, mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi, pegawai rendah hingga Presiden, petani,

pedagang, hingga pengusaha.

Pendidikan nilai-nilai demokrasi lebih baik dari sosialisasi. Pendidikan demokrasi dalam arti melakukan

pendidikan nilai-nilai demokrasi itu terhadap semua warganegara tanpa kecuali rakyat atau birokrat. Pendidikan

nilai-nilai demokrasi ini merupakan ba-gian dari pendidikan politik terhadap warganegara. Selama ini sa- lahnya

pada kegiatan sosialisasi nilai-nilai, seharusnya pendidikan nilai-nilai demokrasi. Secara analogi pada waktu

penataran P4 yang diajarkan adalah nilai-nilai Pancasila, mengapa tidak diajar-kan nilai-nilai demokrasi dalam

pendidikan demokrasi. Nilai-nilai demokrasi itu dapat digali dalam makna demokrasi itu sendiri yang telah

dijabarkan dalam UUD dan kehidupan bernegara. Paling tidak nilai-nilai demokrasi itu mencakup :

1. masalah kedaulatan

2. makna negara berbentuk republik

3. negara berdasar atas hukum


23
4. pemerintahan yang konstitusionil

5. sistem perwakilan

6. prinsip musyawarah

7. prinsip ketuhanan

Pola demokrasi dapat mengembangkan unsur demokrasi desa yang terdiri dari rapat, mufakat, gotong

royong, hak mengadakan protes bersama dan menyingkir dari kekuasaan absolut. Nilai-nilai demokrasi langsung

dijabarkan dalam demokrasi dibi- dang politik, dibidang ekonomi dan dibidang sosial.
J. Fungsi Demokrasi Pancasila
Adapun fungsi demokrasi Pancasila adalah sebagai berikut :

1. Menjamin adanya keikutsertaan rakyat dalam kehidupan bernegara , seperti :

1) Ikut menyukseskan Pemilu;

2) Ikut menyukseskan Pembangunan;

3) Ikut duduk dalam badan perwakilan/permusyawaratan.


2. Menjamin tetap tegaknya negara RI,
3. Menjamin tetap tegaknya negara kesatuan RI yang mempergunakan sistem
konstitusional,
4. Menjamin tetap tegaknya hukum yang bersumber pada Pancasila,
5. Menjamin adanya hubungan yang selaras, serasi dan seimbang antara lembaga
negara,
24
6. Menjamin adanya pemerintahan yang bertanggung jawab, contohnya:

a. Presiden adalah Mandataris MPR,

b. Presiden bertanggung jawab kepada MPR.


K. Beberapa Perumusan Mengenai Demokrasi Pancasila
Dalam bukunya Dasar-dasar Ilmu Politik, Prof. Miriam Budiardjo
mengemukakan beberapa perumusan mengenai Demokrasi Pancasila yaitu :
1.
Bidang Politik dan Konstitusional

1) Demokrasi Pancasila seperti yang dimaksud dalam Undang-Undang Dasar1945,yang berarti menegakkan kembali azas

negara-negara hukum dimana kepastian hukum dirasakan oleh segenap warga negara, dimana hak- hak azasi

manusia baik dalam aspek kolektif, maupun dalam aspek perseorangan dijamin, dan dimana penyalahgunaan

kekuasaan, dapat dihindarkan secara institusionil. Dalam rangka ini harus diupayakan supaya lembaga-lembaga

negara dan tata kerja orde baru dilepaskan dari ikatan pribadi dan lebih diperlembagakan (depersonalization,

institusionalization ).
2) Sosialisme Indonesia yang berarti masyarakat adil dan makmur.

3) Clan revolusioner untuk menyelesaikan revolusi , yang cukup kuat untuk mendorong Indonesia ke arah kemajuan

sosial dan ekonomi sesuai dengan tuntutan-tuntutan abad ke-20.


2. Bidang Ekonomi
25
Demokrasi ekonomi sesuai dengan azas - azas yang menjiwai ketentuan- ketentuan mengenai ekonomi

dalam Undang-undang Dasar 1945 yang pada hakekatnya, berarti kehidupan yang layak bagi semua warga negara,

yang antara lain mencakup :


1) Pengawasan oleh rakyat terhadap penggunaan kekayaan dan keuangan negara
2) Koperasi
3) Pengakuan atas hak milik perorangan dan kepastian hukum dalam
penggunaannya
4) Peranan pemerintah yang bersifat pembina, penunjuk jalan serta pelindung.
Azas negara hukum Pancasila mengandung prinsip:
1) Pengakuan dan perlindungan hak azasi yang mengandung persamaan dalam
bidang politik, hukum, sosial, ekonomi, kultural dan pendidikan.
2) Peradilan yang bebas dan tidak memihak, tidak terpengaruh oleh sesuatu
kekuasaan/kekuatan lain apapun.

3) Jaminan kepastian hukum dalam semua persoalan. Yang dimaksudkan kepastian hukum yaitu jaminan bahwa

ketentuan hukumnya dapat dipahami, dapat dilaksanakan dan aman dalam melaksanakannya.

Demokrasi Pancasila, dalam arti demokrasi yang bentuk-bentuk penerapannya sesuai dengan kenyataan-

kenyataan dan cita-cita yang terdapat dalam masyarakat kita, setelah sebagai akibat rezim Nasakom sangat

menderita dan menjadi kabur, lebih memerlukan pembinaan daripada pembatasan sehingga menjadi suatupolitical
culturea yang penuh vitalitas. Berhubung dengan keharusan kita di tahun-tahun
26
mendatang untuk mengembangkan a rapidly expanding economy, maka diperlukan juga secara mutlak pembebasan

dinamika yang terdapat dalam masyarakat dari kekuatan-kekuatan yang mendukung Pancasila. Oleh karena itu

diperlukan kebebasan berpolitik sebesar mungkin. Persoalan hak-hak azasi manusia dalam kehidupan kepartaian

untuk tahun-tahun mendatang harus ditinjau dalam rangka keharusan kita untuk mencapai keseimbangan yang wajar

di antara 3 hal, yaitu:

1. Adanya pemerintah yang mempunyai cukup kekuasaan dan kewibawaan.

2. Adanya kebebasan yang sebesar-besarnya.

3. Perlunya untuk membina suatu rapidly expanding economy.


BAB.III. KESIMPULAN

Negara Indonesia adalah negara yang merdeka dan berdaulat yang menganut sistem Demokrasi Pancasila.

Sebelum menganut Demokrasi Pancasila , Indonesia telah menganut sistem Demokrasi Liberal/Parlementer ,

Demikrasi Terpimpin dan terakhir sistem Demokrasi Pancasila hingga sekarang. Demokrasi Pancasila masih
27
kita anut karena nilai – nilai dan makna yang terkandung di dalamnya sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa

Indonesia. Hal itu telah digambarkan dalam prinsip pokok Demokrasi Pancasila yaitu :

1. Pemerintahan berdasarkan hukum , dalam penjelasan UUD 1945 dikatakan bahwa Indonesia ialah negara berdasarkan

hukum (rechtstaat) dan tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machtstaat), pemerintah berdasar atas sistem konstitusi

(hukum dasar) tidak bersifat absolutisme (kekuasaan tidak terbatas), dan kekuasaan yang tertinggi berada di tangan

MPR.
2. Perlindungan terhadap hak asasi manusia.
3. Pengambilan keputusan atas dasar musyawarah.

4. Peradilan yang merdeka berarti badan peradilan (kehakiman) merupakan badan yang merdeka, artinya terlepas dari

pengaruh kekuasaan pemerintah dan kekuasaan lain contoh Presiden, BPK, DPR atau lainnya.
5. Adanya partai politik dan organisasi sosial politik karena berfungsi “Untuk
menyalurkan aspirasi rakyat”.
6. Pelaksanaan Pemilihan Umum.
7. Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR (pasal 1
ayat 2 UUD 1945).
8. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
9. Pelaksanaan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepada Tuhan
YME, diri sendiri, masyarakat, dan negara ataupun orang lain,
10. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita Nasional.
28
Tujuan Demokrasi Pancasila adalah untuk menetapkan bagaimana bangsa Indonesia mengatur hidup dan

sikap berdemokrasi seharusnya. Dan menjadikan semua teratur tanpa terjadi hal – hal yang melewati batas norma

kesopanan. Jadi jelas bahwa pendidikan Pancasila selalu diajarkan di setiap tingkat pendidikan mulai dari SD ,

SMP , SMA/SMK agar kita menjadi manusia yang demokrasi yang selalu menghargai pemdapat orang lain ,

tenggang rasa dan bertanggung jawab dalam menjadi warga negara yang baik.
BAB.IV. DAFTAR PUSTAKA
1.http://yanel.wetpaint.com/page/Demokrasi
2. Budiardjo, Miriam. 2002. Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta : PT Gramedia
Pustaka Utama.
29
3. Israil, Idris. 2005. Pendidikan Pembelajaran dan Penyebaran
Kewarganegaraan. Malang : Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.
4. Sharma, P. 2004. Sistem Demokrasi Yang Hakiki. Jakarta : Yayasan
Menara Ilmu.
5. http://www.e-dukasi.net/modul_online/MO_21/ppkn203_07.htm
6. http://www.wikipedia.org
7.www.perpustakaan-online.blogspot.com/2008/04/demokrasi-
pancasila.html
8.www.google.com
9. www.majalahteras.com/2009/06/demokrasi-dalam-bingkai-pancasila/
10.www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=21&fname=ppkn203_07.htm
11. Soekarno, 1962 ,’Di Bawah Bendera Revolusi”,
30

DEMOKRASI PANCASILA
Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document
Report this document?
Please tell us reason(s) for reporting this document
Top of Form
a8c65a93d0d99b

doc

Spam or junk

Porn adult content

Hateful or offensive
If you are the copyright owner of this document and want to report it, please follow these
directions to submit a copyright infringement notice.
Report

Cancel
Bottom of Form
This is a private document.
Info and Rating
Reads:
14,814

Uploaded:
01/07/2010
Category:
School Work>Essays & Theses
Rated:
0 5 false false 0

disahkannya
menurut undang
hatta
hukum pelaksanaan
arti dan
berbagai
menuju demokrasi
berdasarkan demokrasi
(more tags)
disahkannya
menurut undang
hatta
hukum pelaksanaan
arti dan
berbagai
menuju demokrasi
berdasarkan demokrasi
kehidupan demokrasi
komunis demokrasi
dari pancasila
politik dari
(fewer)

Rizal_Ondernim_5397
Sign Up for an Ad-Free Scribd
• Remove all ads.
Never see ads on Scribd again.
No Thanks
Share & Embed
Related Documents
PreviousNext
1.

8 p.

8 p.

7 p.

2.

25 p.
24 p.

18 p.

3.

17 p.

17 p.

17 p.

4.
12 p.

4 p.

5 p.

5.

7 p.

14 p.
13 p.

6.

12 p.

17 p.

8 p.

7.

1 p.
22 p.

14 p.

8.

3 p.

16 p.

1 p.

9.
242 p.

2 p.

36 p.

10.

5 p.

11 p.
4 p.

11.

130 p.

12 p.

2 p.

12.

24 p.
21 p.

4 p.

13.

2 p.

5 p.

236 p.

14.
24 p.

1 p.

18 p.

15.

6 p.

More from this user


PreviousNext
1.

37 p.
31 p.

18 p.

2.

30 p.

30 p.

Recent Readcasters
Add a Comment
Top of Form
a8c65a93d0d99b

Submit

document_comme

4gen

Bottom of Form

This document has made it onto the Rising list!


09 / 29 / 2010
Print this document
High Quality
Open the downloaded document, and select print from the file menu (PDF reader required).
Add this document to your Collections
This is a private document, so it may only be added to private collections.
Top of Form
a8c65a93d0d99b

Name:

Description:
public - locked

Collection Type:
public locked: only you can add to this collection, but others can view it
public moderated: others can add to this collection, but you approve or reject additions
private: only you can add to this collection, and only you will be able to view it
Save collection

Cancel
Bottom of Form

Finished? Back to Document


Add this document to your Collections
This is a private document, so it may only be added to private collections.
Top of Form
a8c65a93d0d99b
Name:

Description:
public - locked

Collection Type:
public locked: only you can add to this collection, but others can view it
public moderated: others can add to this collection, but you approve or reject additions
private: only you can add to this collection, and only you will be able to view it
Save collection

Cancel
Bottom of Form

Finished? Back to Document

Scribd Archive > Charge to your Mobile


Phone Bill
Upload a Document
Top of Form

Bottom of Form

• About
• Press
• Blog
• Partners
• Branded Reader
• Web Stuff
• Scribd Store
• Support
• FAQ
• Developers / API
• Jobs
• Terms - General
• Copyright
• Privacy
• Follow Us!
• scribd.com/scribd
• twitter.com/scribd
• facebook.com/scribd