Anda di halaman 1dari 5

TATALAKSANA

Tatalaksana pasien deng PPH memiliki 2 komponen utama : (1) resusitasi dan penangan
perdarahan persalinan, mungkin shock hipovolemik dan (2) identifikasi dan penatalaksanaan
berdasarkan penyebab perdarahan (Smith, 2018). Ketika dihadapkan dengan perdarahan yang
berlangsung secara berlebihan(terus-menerus) dokter harus segera menentukan penyebab
perdarahan sambil dilakukan resusitasi (Schuurmans et al., 2000).
Pasien dengan PPH memerlukan tindakan yang giat untuk mengembalikan dan
mempertahankan volume darah yang bersirkulasi (dan dengan demikian tekanan perfusi) ke
struktur vital. Semua unit medis yang terlibat dalam penanganan ibu hamil harus memiliki
protocol untuk pengolaan perdarahan obstetric yang parah (D, S and PJ, 2000).

Gambar. Protokol penanganan HPP


(Evensen, Anderson and Fontaine, 2017)
Dapat dilakukan pemberian obat-obatan untuk penatalksanaan HPP:
(Evensen A and J, 2014)
Tabel 1. Pencegahan dan Pemberian Obat-obatan
Pencegahan dan Penatalaksanaan Hemorrhage Postpartum
Obat Pencegahan Tatalaksana Kontraindikasi Mekanisme aksi Efek samping
First Line Prevention: 20 to 40 IU Overdose atau Stimulasi Jarang
10 IU IM or in 1 L normal water intoxication segmen atas
Oxitosin
5 to 10 IU saline, infuse dalam penggunaan miometrium
(Pitocin) IV bolus 500 mL over jangka lama untuk kontraksi
10 minutes secara ritmis,
then 250 mL Memungkinkan konstriksi arteri
per hour terjadi hipotensi spiral dan
dengan menurunkan
penggunaan IV aliran darah ke
selama operasi uterus
cesar
Second Line
Carboprost 250 mcg IM pasien dengan Improves Mual, muntah, diare
(Hemabate), a or into asthma atau uterine
prostaglandin F2- myometrium, significant renal, contractility by
alpha analogue repeated hepatic, atau increasing the
every 15 to penyakit jantung. number of
90 minutes oxytocin
for a total receptors and
dose of 2 mg causes
vasoconstriction

Methylergonovine 0.2 mg IM, Avoid in Causes Muntah, mual dan


(Methergine) ulangi hypertensive vasoconstriction
peningkatan tekanan
pemberian disorders of and contracts
dalam 2-4 pregnancy, smooth muscles darah
jam including chronic and upper and
hypertension lower segments
of the uterus
Use with caution in tetanically
patients with
human
immunodeficiency
virus infection who
are receiving
protease inhibitors

Misoprostol Digunakan Treatment: Pasien dengan Menyebabkab Muntah, mual, diare,


(Cytotec),† a hanya saat 800 to 1,000
penyakit kontraksi otot pyrexia dan gemetaran
prostaglandin E1 Oksitosin mcg rectally
analogue tidak ada : or 600 to 800 cardiovascular. polos
600 mcg mcg
oral sublingually
or orally
Tranexamic acid 1g Digunakaan saat Mencegah Meningkatakan resiko
(Cyklokapron)† intravenously waktu onset
pemecahan thrombosis dan
over 10 peerdaraha 3 jam
minutes, may fibrin dan penyebab penurunan
be repeated Hati-hati pada fibrinogen oleh pengelihatan
after 30 pasien dengan
minutes renal impairment plasmin
dan dengan
gangguan factor
pembekuan yang
lain seperti
prothrombin
complex
concentrate

Diagnosis postpartum hemorrhage (PPH) dimulai dengan identifikasi perdarahan yang


berlebihan dan metode pemeriksaan dalam menentukan penyebabnya. Mnemonik 4T(Tone,
Trauma, Tissue dan Thrombin) bisa digunakan untuk mendeteksi penyebab spesifik dari PPH
(Anderson and Etches, 2007).
KOMPLIKASI
Kebanyakan pasien dengan PPH cepat diidentifikasi dan berhasil diobati sebelum
berkembang menjadi komplikasi yang utama. Masalah yang paling umum adalah anemia dan
kehilangan besi, yang menyebabkan kelelahan pada masa pasca persalinan.
Banyak komplikasi berat pada PPH yang telah dihubungkan dengan kehilangan darah
yang massif dan hypovolemic shock. Kerusakan berbagai organ meliputi: pernapasan
(repiratory distress syndrome) dan ginjal (acute tubular necrosis) yang paling umum terjadi
namun jarang (Smith, 2018).
Komplikasi yang mungkin terjadi setelah Postpartum Hemorrhag: (SL et al., 2008),
(Evensen A and J, 2014).
Tabel 1. Komplikasi Postpartum Hemorrhage
Komplikasi Hemorrhage Postpartum
Anemia Miokard infark
Iskemik kelenjar pituitary anterior dengan Hipotensi ortostatik
kegagalan atau gagal menyusui (Sheehan
syndrome atau postpartum pituitary necrosis)
Transfusi darah Depresi postpartum
Kematian Dilutional Coagulopathy
Kelelahan
PROGNOSIS