Anda di halaman 1dari 2

1.

Saat sudah memasuki usia 25, barulah kamu akan sadar:

Kedewasaan bukan hanya soal berapa lama kamu hidup, bukan pula tentang fasihnya
mulutmu mengeluarkan kata-kata bijak. Dewasa juga tidak selalu setara dengan perilaku
yang serius dan anggun.

Kamu bisa tetap jadi pribadi yang kacau, kocak dan suka berkumpul bersama teman.
Karena kedewasaan sebenarnya adalah soal pola pikir.

2. usia 25 memang jadi titik yang penting berkaitan rumahtangga. Kebanyakan anak muda
sudah mulai bekerja dan ingin membawa komitmen cinta yang dijalani kearah yang lebih
serius. Jangan kaget jika kehidupan cintamu juga jadi lebih jelas mau dibawa kemana
diumur yang satu ini. Saat ini kita sudah makin jelas… jika ada hubungan yang terbina..
apa kesudahannya.
3. Menghadiri acara pernikahan teman dan rekan kerja akan jadi agenda rutin yang
menyapamu setiap akhir pekan. Dan sampai kamu tua nanti, agenda yang satu ini tidak
akan pernah hilang. Perasaan kita bercampur
4. Di masa-masa sekolah dan kuliah citra dirimu seakan ditentukan oleh pendapat orang-
orang di sekitarmu. Kamu ingin tumbuh jadi pribadi yang disukai semua orang. Kritik dan
pendapat orang lain akan jadi hal yang benar-benar kamu masukkan ke dalam hati.

Di usia 25 tahun kamu akan sadar bahwa ada kalanya kamu harus mengabaikan suara
diluar sana dan fokus pada hidupmu sendiri. Kamulah yang menjalani hidupmu, maka
kamu juga yang paling tahu apa yang harus dilakukan. Kamu tidak lagi membuang
waktu untuk memikirkan semua perkataan orang.

Hanya yang benar-benar relevan dan rasional saja yang layak jadi acuan. Kamu ingin
rambut biru tapi takut diejekin sama teman kantor? Cuekin aja, hidup-hidupmu ini kok!
5. Tidak Semua Rencanamu Bisa Tercapai Di Umur 25, Dan Itu Normal
Tidak semua rencanamu bisa tercapai

Barangkali kamu sudah punya gambaran tentang hal-hal apa saja yang akan kamu
capai di usia 25. Sudah menikah, punya pekerjaan yang gajinya besar, sudah punya
rumah sendiri — di usia 25 ada beberapa orang yang beruntung bisa mewujudkannya,
ada pula yang masih berjuang untuk mencapainya.

Jika kamu belum mencapai target hidupmu di usia 25, jangan kecewa dulu. Tidak semua
hal bisa berjalan sesuai rencanamu. Tapi bukan berarti hal yang tercapai diluar target
tidak akan membawa kebaikan bagi hidupmu. Terkadang hidup tidak bisa diatur seketat
jadwal pelajaran. Kamu hanya harus menjalaninya sebaik mungkin.
6. Barangkali kamu akan merasa iri ketika temanmu mendapat beasiswa ke luar negeri.
Atau ketika ada kawan yang menikah dan mendapatkan pekerjaan idamannya. Iri itu
wajar, tapi jangan pernah membandingkan kebahagiaanmu dengan mereka.

Menilai kesuksesanmu berdasarkan pencapaian dan standar orang lain hanya akan
membuatmu lelah dan jadi makhluk yang tidak bersyukur. Kamu dan temanmu punya
jalan hidup yang berbeda. Kebahagiaan dan pencapaian kalian tidak layak ditandingkan.
Lagipula ini hidup kan, bukan pertandingan sabung ayam?
7. Di usia 25 kamu akan menghabiskan banyak waktumu untuk bekerja. Di titik ini pula
kamu akan sadar bahwa ada beberapa pekerjaan yang memang jadi panggilan
hidupmu. Dan lebih baik kamu mengejar pekerjaan itu sebelum kehabisan waktu.

Kamu akan tahu bahwa bekerja itu bukan hanya soal gaji, tapi juga tentang hati. Hidup
terlalu singkat untuk bertahan pada pekerjaan yang memberimu banyak uang tapi
membuat hidupmu kering pengalaman.
8. Saat masih umur belasan dan awal dua puluhan rasanya mudah untuk membagi
masalah ke orang lain. Baik lewat curhat langsung maupun via sosial media. Seakan
dengan membagi masalah, bebanmu bisa lebih ringan.

Di umurmu yang makin dewasa kamu akan sadar bahwa tidak semua masalah layak
dibagikan ke orang lain. Kamu perlu makin selektif memilih hal apa yang bisa kamu
ceritakan ke orang lain dan hal apa yang bisa kamu selesaikan sendiri. Lagipula semua
orang sudah punya masalah mereka sendiri kan? Tidak sepantasnya kamu menambah
beban mereka dengan masalahmu.
9. Seiring usia yang makin bertambah kamu akan menyadari bahwa lingkaran
pertemananmu ternyata semakin kecil. Kamu akan kehilangan kontak dengan beberapa
teman, tidak lagi mengetahui perkembangan kehidupan mereka lalu berhenti
berkomunikasi sama sekali.

Walau pastinya tidak menyenangkan saat harus kehilangan teman, tapi proses ini
adalah siklus normal yang pasti dilewati. Hidup akan mempertemukanmu dengan orang-
orang baru yang lebih sejalan. Pergi dan datangnya teman adalah hal yang biasa.
Mereka yang tetap bertahan setelah sekian lama adalah teman sejati yang memang
layak kamu jaga.
10. Dulu kamu mengira sudah akan selesai dengan dirimu sendiri di usia 25. Pokoknya
kamu sudah jadi manusia dewasa, deh. Tapi kenyataannya tidak sesederhana itu. Justru
di usia 25 kamu akan makin merasa tertantang untuk menemukan hal yang kamu suka
dan mengembangkan diri. Tidak jarang kamu akan ikut kelas tambahan dan makin
menggiati hobi di usia ini.

Di usiamu yang sudah 25 tahun kamu sadar bahwa proses mencari dan
mengembangkan diri adalah sebuah proses yang tidak akan pernah ada ujungnya.
Sampai kapanpun kamu masih akan terus haus ingin mengembangkan diri. Keinginan
ini justru harus terus kamu jaga, agar kamu bisa terus berkembang ke arah yang lebih
baik.