Anda di halaman 1dari 87

RANCANG BANGUN BELT CONVEYOR UNTUK

MENGANGKUT CECERAN LIMESTONE DI 212-


AF1(APRON FEEDER) PT.HOLCIM INDONESIA
Tbk

PNJ-HOLCIM INDONESIA

TRIYAN AFRIANTORO

NIM. 5214220023

JURUSAN TEKNIK MESIN

PROGRAM KERJA SAMA POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


DAN PT. HOLCIM INDONESIA Tbk.

CILACAP 2016
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan
karunia-Nya penulis dapat menyusun dan menyelesaikan laporan ini.
Laporan Rancang Bangun Belt Conveyor ini disusun untuk memenuhi salah
satu tugas mata kuliah Perancangan.
Penulis sudah berusaha menyusun laporan ini sebaik mungkin, akan tetapi
penulis menyadari kesalahan, laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Namun
berkat arahan, bimbingan, dan bantuan dari berbagai pihak sehingga laporan ini
dapat diselesaikan tepat waktu. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis
menyampaikan terima kasih kepada Bapak M. Sholeh selaku dosen yang telah
memberikan arahan dan bimbingan.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya, dan bagi
pembaca umumnya.

Cilacap, 27 Agustus 2016

Penulis

i
DAFTAR ISI
RANCANG BANGUN BELT CONVEYOR............................................................................i

UNTUK MENGANGKUT CECERAN LIMESTONE DI 212-AF1(APRON FEEDER) PT.HOLCIM


INDONESIA Tbk..............................................................................................................i

KATA PENGANTAR..........................................................................................................i

DAFTAR ISI..................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................4

1.1. Latar Belakang....................................................................................................4

1.2. Permasalahan.....................................................................................................5

1.3. Batasan Masalah................................................................................................6

1.4. Tujuan.................................................................................................................6

BAB II STUDI PUSTAKA..................................................................................................6

2.1. Deskripsi Belt Conveyor......................................................................................7

2.1.1.Conveyor yang Beroperasi Secara Horizontal.......................................................7

BAB III......................................................................................................................... 10

PERANCANGAN PRODUK............................................................................................ 10

3.1. Analisa Kebutuhan............................................................................................ 10

3.2 Cara Kerja Belt Conveyor....................................................................................... 12

CHAPTER IV DISKUSI................................................................................................... 14

1 Perencanaan Belt.............................................................................................. 14

2 Roller Idler........................................................................................................ 17

3. Perhitungan Tenaga Penggerak Belt Conveyor.................................................. 24

4. Perhitungan Tegangan Belt............................................................................... 26

5. Perancangan Pulley........................................................................................... 28

6. Perencanaan poros pada Head Pulley dan Tail Pulley....................................... 30

7. Perencanaan Bantalan...................................................................................... 33

8. Pemilihan Motor Penggerak............................................................................. 36

9. Perencanaan Rangka Penumpu........................................................................ 37

CHAPTER V Kesimpulan.............................................................................................. 50

ii
5.1. Kesimpulan....................................................................................................... 50

LAMPIRAN.................................................................................................................. 54

Design......................................................................................................................... 54

55

56

57

58

59

Tabel 60

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................ 85

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam kegiatan untuk memindahkan


suatu benda atau material dari suatu tempat ketempat lain dibutuhkan suatu
peralatan atau sistem pengangkut yang dapat beroperasi secara efisien,
praktis juga ekonomis. Persyaratan ini sangat dibutuhkan di dalam suatu
kegiatan pengangkutan pada industri-industri.Untuk pemindahan ini
dibutuhkansuatu peralatan bantu yang disesuaikan dengan keadaan dankeb
utuhan yang diinginkan. Peralatan-peralatan bantu ini terdiri dari beragam
bentuk, jenis dan fungsinya,misalnya:

- Untuk pengangkutan material atau bahan yang relatif jauh digunakan:


kapal laut, kereta api, dantruk.

- Untuk pengangkutan material atau bahan yang dekat biasanya


digunakan crane, conveyor, lift, forklift,escalator dan lain-lain.

Dalam proses produksi, sering didapat kesulitan-kesulitan baik dari


segi posisi maupun kondisi
peralatan pemindah bahan yang digunakan dalam pelaksanaan operasinya.
Hal ini perlu di atasi dengan perencanaan distribusi yang baik. Penggunaan
alat pemindah bahan dan yang sesuai dengan material yang diangkut
beserta kondisi tempat pengoperaisannya, akan diperoleh suatuhasil kerja
yang ekonomis, baik dari segi biaya maupunwaktu.Conveyor adalah salah
satu alat pengangkutyang paling banyak dipakai. Dibanding dengan alat
pengangkut yang lain, conveyor tidak membutuhkan banyak tempat at

4
au ruangan, konstruksinya sederhana, perawatannya mudah, serta kapasita
s angkutnya besardan hanya membutuhkan daya yang relatif kecil.Ada dua
jenis material yang dapat diangkutconveyor, yaitu:

a.Material curahan (bulk material)

b.Material satuan (unit material)

Material curahan adalah: material yang berbentuk


butiran berupa timbunan atau curah, seperti: batu-batuan, semen, pasir, dll.
Sedangkan material yang berupa unit atau satuan, seperti: balok kayu, peti
kemas,zak semen, dll.Material yang diangkut pada perencanaan iniadalah
limestone yang merupakan hasil dari proses produksi semen pada
perusahaan. Dalam pelaksanaan pengangkutan limestone
ini ditemukan kendala-kendala yang terdapat pada kondisi dan lokasi
dilapangan setempat.Dari sekian banyak jenis peralatan handling equipment
yang dapat dipakai dalam pengoperasiannya dengan mempertimbangkan
untung ruginya serta kelebihan-kelebihan lainnya maka conveyor yang sangat
cocok digunakan adalah jenis “Belt Conveyor”.Belt conveyor yang
direncanakan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan teknis.

1.2. Permasalahan

Belt Conveyor merupakan salah satu jenis alat angkut material.


Melihat dari permasalahan yang ada dilapangan saat ini adalah material
limestone yang diangkut oleh Apron Feeder sering tercecer disamping
kanan- kiri Apron itu sendiri . Penangan yang sederhana yaitu dengan cara
dibersihkan dengan menggunakan semprotan air dan sekop, tetapi hal
tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama dan tenaga. Efeknya
petugas patroli menghabiskan banyak waktu untuk satu equipment. Maka

5
penulis berencana merancang alat yang berfungsi sebagai alat pengangkut
ceceran limestone .

1.3. Batasan Masalah

Dalam laporan ini penulis mengambil batasan masalah untuk


mempermudah perancangan alat, antara lain :
Dalam penelitian ini batasan masalah yang hendak dibahas adalah
Perencanaan bulk conveyor dengan kapasitas angkut (q) : 10 ton/jam,
kecepatanangkut (v) :0,33 m/s, jarak horizontal (L) : 12000 mm, jarak dan
sudut declinasi 20°.

 Menganalisa pembebanan yang terjadi di alat.


 Menentukan jenis material yang dapat digunakan.
 Menganalisa kebutuhan yang diperlukan dimasayarakat.

1.4. Tujuan

Tujuan dalam laporan ini adalah penulis ingin membantu bagi


karyawan supaya bisa mengefisiensikan waktu dan tenaga, bagi perusahaan
supaya mengurangi biaya perbaikan equipment yang tidak sempat dicheck

BAB II
STUDI PUSTAKA

6
Studi pustaka ini diperlukan untuk mempermudah dalam proses
perancangan alat plester. Sebagai review dalam studi pustaa ini akan
membahas tentang pengertian gaya maupun perhitungan atau matematika
terapan yang perlu duterapkan.

2.1. Deskripsi Belt Conveyor

Macam-Macam Conveyor

Secara umum conveyor dapat dikelompokkansebagai berikut :

2.1.1.Conveyor yang Beroperasi Secara Horizontal

Merupakan alat transportasi


materialyang bekerja secara horizontal. Ada tiga macam alat padasistem ini:

a. Conveyor Ulir (Screw conveyor)

Merupakan pengangkut tertua yang serba guna.Dapat digunakan atau


dipakai pada variasi proses yang luas. Kalkulasi tenaga telah distandarkan
walausetiap bentuk mempunyai konstanta tersendiri dalam bentukyang
berbeda dengan nilai yang sedikit berbeda.Conveyor ulir (screw conveyor)
terdiri dari tiang baja yang berbentuk spiral (helix) dan berputar dalam
baknya tanpa t erjadi sentuhan dengan dinding bak

Batang ulir (screw) digerakkan oleh sebuah motor yang dilengkapi roda
gigi.Conveyor ulir dapat dibuat dengan panjang 8 ftsampai dengan 12 ft,
tetapi dalam pemakaiannya dapat bersama-sama sesuai dengan keinginan
konstruksi yangdikehendaki. Alat ini cukup baik hanya memerlukanruang
yang kecil. Conveyor ulir ekonomis
dalam pembiayaan dan perawatan, material yang didorongmenjadi
tercampur dan ini merupakan keuntungan lain.Untuk pengolahan bahan
kasar, fin
conveyor biasanya dibuat dari besi tuang atau campuran logamkeras. Bila

7
ditinjau dari bentuk sudunya atau elemenulit (flight/blade), conveyor ulir
dapat dibedakanmenjadi: helicoids, ribbon, dan cut flight.

b.Flight Conveyor

Perlengkapan seperti ini tersedia hampir dalamvariasi yang tidak terbatas.


Kebanyakan aplikasinyaadalah rancangan terbuka untuk operasi yang
bersifattrough tetapi beberapa diantaranya diciptakan dengan pembungkus
yang benar-benar tertutup.Flight conveyor terdiri dari satu atau dua
buahendless chain (rantai). Rantai tersebut dapat berputardan melewati
bagian yang melengkung. Rantai-rantaitersebut juga mempunyai piringan
dari kayu atau bajayang disebut flight. Bentuk flight diatur sesuai dengan
bentuk palung. Rantai-rantai ini menggerakkan flightyang dapat
mendorong material kearah yangdiinginkan. Flight conveyor conveyor
digunakan untukmembawa material halus yang tidak abrasif seperti biji-
bijian, buangan dari kayu dan sampah batubara maupunmaterial lengket.

c.Drag Chain Conveyor

Merupakan alat transportasi material secarahorizontal dengan memakai


chain yang dilengkapidengan bruss flights atau skraper sebagai alat
pengangkut material.Drag chain conveyor terdiri dari 1 atau 2 endlesschain
yang besifat malleable (sifat dapat menyesuaikandiri), dimana pada chain
terdapat batang-batang yangmelintang bisa terbuat dari kayu atau baja.
Batang- batang ini bergerak dalam palung dengan bantuan rantaitersebut.
Karena aranya pergerakan dari rantai, maka bagian-bagian ini ikut
bergerak sehingga menyapumaterial keluar

8
9
BAB III
PERANCANGAN PRODUK

3.1. Analisa Kebutuhan

Dari hasil analisa didapatkan kebutuhan yang dibutuhkan pada alat


tersebut sebagai berikut :

No Kebutuhan Kepentingan

1 Alat transport mudah membawa ceceran 5

2 Alat transport memiliki keamanan 4

3 Alat transport mudah dirawat 5

4 Alat transport awet 5

5 Part-part alat transport tersedia atau mudah difabrikasi 4

Tabel Spesifikasi

1. Daya Motor : 7.5 KW

2. Kapasitas : 10 t/h

3. Dilengkapi Safety device


4. Membawa Sticky material

10
Tabel Kriteria

No Kriteria Konsep

1 2 3

1 Mampu membawa material dengan baik 0 0 +

2 Terdapat safety device + - -

3 Pembuatan part mudah + 0 0

4 Proses Assembling mudah + 0 0

5 Efisiensi Kerja + + +

6 Efisiensi Bahan + + +

7 Konsumsi daya + - 0

8 Pengoperasian + + +

9 Perawatan + 0 +

10

11

Jumlah 8 1 4

11
3.2 Cara Kerja Belt Conveyor

Adapun cara kerja belt conveyor dapat dibagimenjadi beberapa tahap, yaitu:

-Tahap Pengisian Muatan


Pengisian muatan dilakukan pada sisi pemuat.Limestone yang akan
diangkut tercurah dari sepanjang Apron Feeder

-Tahap Pengangkutan Muatan


Pada tahap ini unit penggerak mulai bekerja yakni dengan menghidupkan motor
listrik. Daya dan putaran tinggi yang dihasilkan dihubungkan langsung ke drum
penggerak melalui sebuah sistem transmisi.Dengan berputarnya drum penggerak
ini, maka belt,drum ekor, drum ekor roller penumpu, dan roller pembalik
yang semuanya saling berhubungan langsung berputar pula. Sehingga dengan
adanya muatan yang berasal dari pulley penggerak, maka muatan tersebutakan
dipindahkan ke pulley ekor, demikian selanjutnya belt berputar pada pulley secara
kontinu danmeneruskan muatan gula pasir ketempat yang akandituju sebagai
tempat penampungan. Kecepatan gerakharus disesuaikan dengan kecepatan gerak
yangdirencanakan.Arah lintasan gerak, dapat horizontal, miringatau kombinasi
dari keduanya sesuai dengan medanyang ditempuh.

-Tahap Pembongkaran Muatan


Pembongkaran dilakukan pada ujung beltconveyor, melalui hopper pencurah yang
terpasang pada sisi tersebut. Sesudah dilakukan pembongkaran dari kedua belt
conveyor tersebut, material dapat langsung dicurahkan kedalam sistem selanjutnya.

-Tahap Kembali Tanpa Beban

12
Pada tahap ini belt tidak mengalami beban muatan. Belt hanya kembali
kedudukan semula setelah dibersihkan bidang muatannya, untuk kemudian secara
periodik dan kontinu mengalami daur ulang seperti sebelumnya.

13
CHAPTER IV
DISKUSI

Rancang Bangun Belt Conveyor

Perencanaan dan Perhitungan


Pada perencanaan ini data-data yang diketahui adalah sebagai berikut :
- Kapasitas Angkut (Q) = 10 tph
- Panjang Conveyor (L) = 12000 mm
- Ketinggian (H) = 4156 mm
- A (cross section) = 0,1754 (Table 5 )
- Sudut Kemiringan (α) = 20°
- Lebar Belt (B) = 600 mm
- Daya Motor (P) = 7,5 kW
- Kecepatan Angkut (v) = 30 m/min
- Material Angkut = Limestone
- Density Limestone ( ) = 1,52 t/m
3

1 Perencanaan Belt

1.1 Lebar Belt (B)

Dalam perencanaan ini terdapat 2 Jenis Roller idler yaitu Through


roller (carry roller) dan Flat Roller (return roler). Dimana pada sisi yang
berubah ditumpu oleh Through roller idler dengan 3 roll. Dimana sudut
curah material (ϕ) = 30° dan sudut kemiringan idler (β) = 30°

14
1.1.1.LuasPenampang Muatan

F = F1 + F2 (mm)
dimana = F1 =0,16B².C1tan (0,35 ϕ) (mm)
= F2 =0,0693B² (mm)

Jadi luas penampang secara keseluruhan ,


F = F1+F2
= 0,16B².C1tan (0,35 ϕ) + 0,0693B²
= B2 (0,16 C1tan (0,35 ϕ) + 0,0693) (mm)

Kapasitas angkut konveyor adalah


Q1 = 3600 F v (tph)
persamaan untuk mencari lebar belt conveyor yaitu :

dimana : Q1 = 10 tph
v = 0,33 m/s

15
3
= 1,30 t/m
C1 = 0,93 (α = 20° ) (Zainuri,2006)
maka,

B= 10
249,48 × 0,33 × 1,30 (2,31 × 0,93 × 0,185 + 1 )

= 0,283m
= 400 mm (Bridgestone,1985)

a. Berat Belt

Pada perencanaan ini dipilih belt standart dengan tipe EP-125 dengan lebar
400 mm dengan kekuatan carcass 125 N/mm dan dengan tegangan tarik 15
kN/m dengan jumlah lapisan 3

Maka perhitungan berat belt akan dihitung dengan persamaan berikut


(Bridgestone,1985) :
W1 =
××

100

Dimana ; W1 = Berat Belt (Kg/m)


T = Tebal belt (mm)
= t1 + t2 +t3
B = Lebar Belt (cm)
K = Koefisiensi Tipe Belt = 1,17 (Tabel 36)
Dimana ;

t2
= (t × n) – 0,4

t = 1 mm/ply (Tabel 35)


n = 3 ply

16
t2 = (1 × 3) – 0,4 = 4,6 mm

t1 = 10 mm ( Bridgestone,1985)
t3 = 1 mm
T = t1 + t2 + t3 = 10 + 4,6 + 1 =12,6 mm

Maka ; 12,6 ×40 ×1,17

W1 = = 7,30 kg/m

b. Berat Muatan ( Wm)

Berat muatan persatuan panjang conveyor adalah

0,06 ×

Wm =
= = 8,33 kg/m
10

0,06 × 20

2 Roller Idler

Dari tabel yang ada , didapat ukuran diameter roller yang disarankan oleh
perusahaan roller yaitu 89 mm.

2.1 Gaya yang terjadi pada roller idler

Beban pada flat idler merupakan gaya lintang yang terdiri dari :
- Berat belt (W1) = 7,30 kg/m
- Berat roller (Wr) = 5,0 kg/set (Tabel 14)
Diasumsikan bahwa beban terdistribusi secara merata. Dengan
demikian gaya yang diterima oleh satu flat idler (return roller) :
Pf = (W1 + Wr) × lr

Dimana :
lr = Spacing flat roller = 3 m (Tabel 15)
17
Maka :
Pr = (7,30 + 5,0) × 3
= 36,9 kg

Gaya ini diteruskan oleh bantalan ke poros , dimana poros reoller tidak
ikut berputar
jadi hanya menerima beban statis saja. Kondisi pembebanan terlihat
seperti ini :

Fr = = 18,45 kg
2

Beban pada poros through roller idler terdiri dari berat belt, berat
muatan yang diangkut dan berat through roller itu sendiri . Untuk mengetahui
distribusi pembebanan yang terjadi pada through idler ini dapat
dilihat pada gambar di bawah ini :

18
Dari gambar diatas terlihat bahwa perbandingan luas penampang.
Dengan demikian dapat ditulis persamaan berikut:

F1 : F2 : F3 = A1 : A2 : A3
A1 = A3 = luas segitiga ABG
A1 = A3 = 0,5 × 0,2 × 0,2 (tan30° + tan 30°)

2
= 0,023094B
A2
= 0,2 × (tan30° + tan 30°) × 0,4 + 0,5 ×
0,4 (0,2 tan 30°)

2
= 0,11547B

Jadi :
2 2 2
F1 : F2 : F3 = 0,023094B : 0,11547B : 0,023094B
Jumlah beban yang ditumpu poros :
Ptr = (q + qb + qp) lc

Dimana :
q = Wm = 8,33 kg/m
qb = W1 = 7,30 kg/m
qp = Wc = radial load pada bearing dari carrying roller = 6,6
kg/set (tabel 14)
lc = Spacing Carry roler = 1,35 m (Tabel 15)
Maka :

Ptr = (8,33 + 7,30 + 6,6) × 1,35


= 30,01kg

19
Distribusi beban masing-masing idler :
F1 = F3 = 0,023094 / 0,138654 ×30,01
= 4,99 kg
F2 = 0,11547 / 0,138654 × 30,01 = 24,99 kg

Pembebanan yang paling besar terjadi ditengah-tengah troughed


idler, maka gaya yang dipilih sebagaiacuan untuk perencanaan ini ini
adalah F2 :

Gaya reaksi = Fc = F2/2 = 24,99/2 = 12,49 kg

2.2 Dimensi Roller Idler

Dari hasil perhitungan sebelumnya didapat parameter-parameter


yang dibutuhkan untuk menentukan tipe dan jenis roller sebagai berikut :

v = 0,33 m/s
B = 400 mm
Beban = 112,49 kg

-Troughed roller idler (carrying roller idler )

20
Pada perencanaan ini dipilih roller jenis PLF(Polypropylene with
fiberglass) yang terbuat dari rigidPVC (Polyvinyl chloride) dan PP
(Polypropylen).Pemilihan dari roller jenis PLF ini dapat
memberikankeuntungan sebagai berikut:

-Memiliki batas kekuatan yang tinggi terhadap berat muatan-

-Dapat digunakan pada berbagai macam ukuranmaterial-

-Temperatur kerja yang flexible, antara - 20°C dan+ 100°C

-Perawatan yang mudah

-Tahan terhadap kelembaban, kotoran, korosi dan debu

-Konsumsi energi yang kecil

No: A3 L /1A 400 F14 H125 89

Keterangan no seri dan code :

A3 L /1A =jenisroller

400 = lebar belt

F = desain spindel = dengan flat

14 = chH = tinggi = 125 mm

89 = diameter roller

Dengan data-data sbb:D

Φ= 89 mm

ch = 14 mm

H = 125 mm

21
Q = 640 mm

C = 168 mm

E = 700 mm

K = 267 mm

Berat = 5.3 kg/set

Spindel : 20

Bantalan : 6204

Kapasitas beban : 129 daN = 130 kg

-Flat roller idler (return roller idler )

Pada perencanaan ini dipilih roller jenis M1yang terbuat dari baja.
Pemilihan dari roller jenis M1 inidapat memberikan keuntungan sebagai
berikut:

-Memiliki batas kekuatan yang tinggi terhadap berat muatan

-Dapat digunakan pada berbagai macam ukuranmaterial

-Temperatur kerja yang flexible, antara - 20°C dan + 100°C

-Perawatan yang mudah dan ringan

-Tahan terhadap kelembaban, kotoran dan debu

No seri dan code : M1 15B 89N 508

Keterangan no seri dan code: M = jenis roller

1 = no seri (tipe)

15 = diameter spindle

B = desain spindel = dengan ring

22
89 = diameter roller

N = desain tabung= steel S 235 JR (EN10027-1), ex Fe360 (EN 10025),


St37 (DIN 17100)

508 = panjang C

Dengan data-data sbb:

DΦ= 89 mm

ch = 14 mm

A = 526 mm

e = 4 mm

B = 400 mm

s = 3 mm

C = 508 mm

g = 9 mm

d1= 20 mm

d = 15 mm

Kapasitas beban : 119 daN = 120 kg

Bantalan :Cup and cone (kerucut)

Berat : 2.7 kg/set

2.3 Kecepatan Putar Roller Idler


n = 60× ×1000 ×

dimana :
v = 0,33 m/s
D= 89 mm

23
Maka ;
n = 60×0,33×1000 = 70,85 rpm 3,14×89

3. Perhitungan Tenaga Penggerak Belt Conveyor

Daya yang diperhitungkan adalah pada poros penggerak pulley (P).


P = P1+ P2+ P3+ Pt
Selanjutnya daya-daya yang terjadi tersebutdihitung sebagai berikut:

-daya pada poros horizontal tanpa pembebanan (P1)


P1 = (kW)
×( + 0)× ×

6120

Dimana :

f = 0,012 (Tabel 11)


l = 12 m
l0 = 156 m (Tabel 11)
W = 22 Kg/m (Tabel 13)
v = 20m/min

Maka :
P1 =0,012×(12+156)×22×20 = 0,14 kW
6120

-daya pada poros horizontal dengan pembebanan (P2)


P2 = ×( × 0)× (kW)

367

Dimana :

f = 0,012 (Tabel 11)


l = 12 m
l0 = 156 m (Tabel 11)
Qt = 10 tph

24
Maka :
P2 = 0,012×(12×156)×10
= 0,61 kW
367

-daya pada poros vertikal dengan pembebanan (P3)


P3 = (kW)
×

367

Dimana :
H

= l× tan α
= 12 × tan 20°
= 12 × 0,363
= 4,356 m
Qt = 10 tph

Maka :

P3 = 4,356×10 = 0,11 kW
367

Daya yang diperhitungkan adalah pada poros penggerak pulley (P).

P = P1+ P2+ P3+ Pt (Pt diabaikan karena tidak menggunakan triper)

= 0,14 + 0,61 + 0,11

= 0,86 kW

Sedangkan daya motornya (penggerak mula)dipengaruhi oleh


efisiensi mekanis (η = 0,8 ) dan efisiensitransmisi. Pada perencanaan ini
penggerak terdiri darimotor listrik

25
(η = 0,98), dan sabuk penggerak pulley (η = 0,95)
(Sularso,2002)

Maka :
Pm =
ηm×ηg

Dimana :

ηm = 0,8

ηg = 0,95-0,98
Jadi :

Pm = = 1,15 kW
0,86

0,8×0,95×0,98

4. Perhitungan Tegangan Belt

-Tegangan Efektif (Fp)


Fp = 6120×

v
kg

Dimana :
P =1,15 Kw
V= 20 m/min

Maka :
Fp = 6120×1,15 = 351,9 kg
20

-Tegangan sisi kencang (F1)


= Fp
×

F1
× −1

Dimana :

26
Fp = 351,9 kg
= 0,2 (Tabel 19)

= 180° = 3,14 radian (Tabel 18)

Maka ;
F1 = 351,9 0,2×3,14

= 755,33 kg
0,2×3,14 −1

-Tegangan sisi kendor (F2)


F2 = Fp 1

× −1
1

=351,9
= 403,09 kg
0,2×3,14 −1

-Tegangan untuk arah menurun (F3)


F3
= W1× l (tan – f)

Dimana ;
W1 = 7,30 kg
L = 12 m
= 20°
f = 0,012 (Tabel 11)
maka :

F3 = 7,30 × 12 (tan 20 – 0,012)

= 30,83 kg
-Tegangan Minimum (F4c dan F4r)

F4c = Tegangan minimum sisi carry roller = 12,5 × lc (Wm + W1)

F4r = Tegangan minimum sisi return roller = 12,5 × lr (W1)

Dimana :
lc = 1,35 m
lr =3m
Wm = 8,33 kg
W1 = 7,30 kg
Maka :
27
F4c = 12,5 × 1,35 (8,33 + 7,30) = 263,75 kg

F4r = 12,5 × 3 (7,30)


= 273,75 kg
-Teganagn sisi balik belt (Fr)

Fr =f(l + l0) (W1 + Wr/lr) kg


Maka ;
Fr = 0,012 (12 + 156 ) (7,30 + 5/3) = 18,07 kg
-Tegangan maksimum yang terjadi pada belt conveyor
Belt yang direncanakan adalah type downhill conveyor penggerak
head maka :
Fmax = Fp + F2 (Tabel 17)
= 351,9 + 403,09 = 754,99 kg

5. Perancangan Pulley

Gaya-gaya yang bekerja pada pulley terdiri darigaya tarik pada


belt, yang besarnya diasumsikan samadengan gaya maksimumnya yang
bekerja pada pulleyserta gaya beratnya sendiri

5.1 Dimensi Pulley

Perencanaan diameter pulley meliputi diameterhead pulley (D1), diameter


tail pulley (D2) Untuk menghitung diameter ini dipakai persamaan.
D1
= 125 × K × n

D2 (Tabel 42)
= 100× K × n

Dimana :

K = pulley factor 1,15 (Tabel 43)


n = jumlah ply 3

maka ;

28
D1 = 125 ×1,15 × 3
= 431,25 mm
Dipilih nilai D1 = 450 mm
D2 = 100 ×1,15 × 3

=345 mm

Dipilih niali D2 = 350 mm

Panjang Pulley (L)

L = B + 200

= 400 +200 = 600 mm

a. Berat Pulley
Berdasarkan panjang dan diameter pulley yang didapat, menurut data yang
ada pulley tersebut memiliki berat total =
-Head Pulley = 481,25 kg
-Tail Pulley = 478,76 kg
b. Kecepatan Putar Pulley
n =
60× ×1000

dimana :
n = putaran (rpm)
v = 0,33 m/s
D = 450 mm
Maka ;

n =60×0,33×1000 = 14 rpm ×450

29
6. Perencanaan poros pada Head Pulley dan Tail Pulley

6.1 Head Pulley


Gaya yang terjadi di head pulley sebesar Gt = 481,25 kg
Gaya reaksi pada masing masing tumpuan
Fr = Gt/2 = 481,2/2 = 240,6 kg
Beban diasumsikan merata disepanjang pulley,seperti gambar
dibawah
ini

Momen maksimum ;
Mmax = Fr × 445 – 0,5 Gtotal × 150
= 240,6 × 445 – 0,5 × 481,2 × 150

= 70977 kgmm
Torsi (T) :
T = (Sa-S ) × r
l

Dimana :
Sl = F2 = 403,09 kg
Sa = F1 = 755,33 kg
R = 450/2 = 225 mm
Maka :

T = (755,33 – 403,09) × 225 = 79254 kgmm

30
Tegangan geser yang terjadi :
. max =(5 l / ) √ + 3 2 2

Bahan poros dipilih SNC 2


Dimana :
b = 85 kg/mm2
Sf1 = 6,0 (faktor koreksi akibat massa poros)
Sf2 = 2,0 (faktor koreksi akibat alur pasak)
Tegangan Geser yang diijinkan :
.a = b

Sf1×Sf2

85

= 6,0×2,0

2
=7,085 kg/mm
Diameter poros drive pulley :

Dimana :
Km = 2,0(untuk beban tumpukan ringan)
Kt = 1,5(untuk beban sedikit kejut)

Maka : 5,1 2 2
ds ≥ [7,085 √(2,0 × 70977) + (1,5 × 79254) ]1/3
ds ≥ 49,11 mm mendekati 50 mm
ds ≥ 5 cm

Tegangan geser yang terjadi :


. =(5,1 / 3 2
)√ +
2

max
=(5,1/503) √709772 + 792542

31
c. Tail Pulley

Fr =Gtotal /2
=478,76/2
=239,38 kg
= 239,38 × 445 – 0,5 × 478,76 × 150
= 70617,1 kgmm
Torsi (T) :
Dimana :
Sl = F2 = 403,09 kg
Sa = F1 = 755,33 kg
R = 350/2 = 175 mm

T = (755,33 – 403,09) × 175 = 61642 kgmm


5,1 2 2
ds ≥ [7,085 √(2,0 × 70617,1) + (1,5 × 61642) ]1/3
ds ≥ 47,6mm mendekati 50 mm
ds ≥ 5 cm

d. Berat Poros Pulley


-Berat poros Head Pulley (Ghp)
Ghp = /4 (ds)2× ×
Dimana :
ds = 0,5 dm
3
= 7,8 kg/dm

32
L = 8,9 dm
Maka :
Ghp = /4 (0,5)2× 8,9 × 7,8

= 13,62 kg

-Berat poros Tail Pulley (Gtp)


Ghp = /4 (ds) × 2
×

Dimana :
ds = 0,5 dm
3
= 7,8 kg/dm
L = 8,9 dm
Maka :
Gtp
= /4 (0,5)2× 8,9 × 7,8

= 13,62 kg

7. Perencanaan Bantalan

7.1 Bantalan Idler


Pada perencanaan ini bantalan yang dipilihadalah jenis Single Row Deep
Groove Ball Bearing.Jenis dan dimensi bantalan pada flat dan troughed
rolleridler adalah sama, dengan data-data sebagai berikut: Dimensi
Bantalan :
6204 menurut DIN 616
Nomor seri :6204
Diameter dalam (d) : 20 mm
Diameter luar (D) : 47 mm
Lebar bantalan (B) : 14 mm
Kapasitas nominal dinamis spesifik (C) : 1000 kg
Kapasitas nominal statis spesifik (Co) : 635 kg
-Pemeriksaan kekuatan bantalanBeban ekivalen pada bantalan:
P = X . Fr + Y . Fα

33
Karena beban yang bekerja adalah beban radial murni(tanpa aksial) maka
Fα= 0 dan X = 1.
jadi: P = Fr
-Umur nominal bantalan pada flat roller idlerKapasitas beban dinamik yang
terjadi pada bantalan dihitung dengan rumus:
Ct = P × L1/b

dimana:
P = 18,45 kg
b = 3 (untuk ball bearing)
L = (60 × n × Lh) / 1000000 (43)

n = 71 rpm
Lh b 3 6

6 6
10 10
=( = (54,2)
)× × = 37,3 × 10

60 60×71

Lh
6
=37,3 × 10 jam kerja
Maka :
L = (60 × n × Lh) = 60×71×37,3
= 158898
Jadi :
= 670,39
Ct = 18,45 × (158898)3/10

Ternyata C > Ct ,1000 kg > 670,39 kg

Jadi bantalan aman digunakan

-Umur nominal bantalan pada through roller idler


Kapasitas beban dinamik yang terjadi pada bantalan dihitung dengan rumus:
Ct = P × L1/b

dimana:
P = 12,49 kg
b = 3 (untuk ball bearing)
L = (60 × n × Lh) / 1000000 (43)

n = 71 rpm

34
Lh 6 3 6 6
=( b 10 10

)× = (80,06) × = 120,4 × 10

60 60×71

Lh
6
=120,4 × 10 jam kerja
Maka :
L = (60 × n × Lh) = 60×71×120,4
= 512904
Jadi :
Ct = 12,49 × (512904)3/10 = 645,02 kg

Ternyata C > Ct ,1000 kg > 645,02 kg

Jadi bantalan aman digunakan

7.2 Bantalan Poros Pulley


Bantalan yang digunakan untuk
menempuh poros pulley penggerak dipilih jenis cylindrical roller bearin
g
6310 dengan data-data sbb:
6310 menurut DIN 616
Nomor seri : 6310
Diameter dalam (d) : 50 mm
Diameter luar (D) : 110 mm
Lebar bantalan (B) : 27 mm
Kapasitas nominaldinamis spesifik (C) : 4850 kg
Kapasitas nominalstatis spesifik (Co) : 3650 kg
-Pemeriksaan kekuatan bantalanBeban ekivalen pada bantalan:
P = X . Fr + Y . Fα
Karena beban yang bekerja adalah beban radial murni(tanpa aksial) maka
Fα = 0 dan X = 1.
jadi:
P = 1 x 240,6 kg = 240,6 kg
-Umur nominal bantalan
Kapasitas beban dinamik yang terjadi pada bantalan dihitung dengan rumus

35
1/b
Ct = P × L
dimana:
P = 240,6 kg
b = 3 (untuk ball bearing)
L = (60 × n × Lh) / 1000000 (43)

n = 14 rpm
3 6 6
b
6 6
10 10

Lh =( )× = (20,15) × = 120,4 × 10 = 9,75× 10

60 60×14

Lh
=9,75 × 106 jam kerja

Maka :
L = (60 × n × Lh) = 60×14×9,75 = 8190

Jadi :
= 3591 kg
Ct = 240,6 × (8190)3/10

Ternyata C > Ct ,4850 kg > 3591kg

Jadi bantalan aman digunakan

8. Pemilihan Motor Penggerak

Untuk menentukan jenis motor yang digunakanmaka kita harus


mengetahui daya yang dibutuhkan (Pm),momen puntir yang terjadi (T)
dan putaran pulley penggerak (n).

Daya rencana (P d )
(P d ) (kW)
=fc × Pm

Dimana:
Pm = 1,15 kW
fc = faktor koreksi= 1,2
P d = 1,2 × 1,15

= 1,38 kW

36
-Putaran pulley penggeraknya = 14 rpm

-Momen puntir rencana


MP = 9,74 ×105

= 9,74 ×105
1,38
14

= 96008,57 kgm
-Torsi yang terjadi
T = Wo × D p/2 (N.m)

dimana:

Wo = Fp = 351,9 kg ×9,8 m/s2 = 3448,62 N Dp = D1 = 0,450 m

maka:
T = 3448,62 x 0,450/2= 775,95 N.m

dengan data:

Pd = 1,38 kW

MP = 96008,57 kg.m

n = 14 rpm

T= 775,95 N.m

9. Perencanaan Rangka Penumpu

Pada perencanaan ini struktur penumpuconveyor dibuat dengan kerangka


sederhana yangmampu menahan beban yang terjadi. Adapun beban beban
yang diterima rangka ini berasal dari muatanyang dipindahkan, peralatan-
peralatan utama serta perlengkapannya.Troughed roller idler dipasang pada
batangmelintang paling atas, sedangkan flat roller

37
idlerdipasang pada bagian vertikalnya. Jarak antara batang vertikal
direncanakan 2,4 m

9.1. Perencanaan Batang Melintang

Pada bagian ini, beban-beban yag ditumpu sebagai berikut :

a.Berat akibat muatan (q)

q = 8,33 kg/m x 12 m= 99,96 kg

b.Berat belt (qb)

q b = 7,30 kg/m

-Untuk kerangka = 7,30 kg/m x 12 m = 87,6 kg

-Untuk pulley penggerak = 7,30 kg/m x 0,5 π D

= 7,30 x 0,5 x 3,14 x 0,45

= 5,15 kg

-Untuk tail pulley = 7,30 kg/m π D

= 4,5 x 0,5 x 3,14 x 0,35

= 4,01 kg

Maka, total beratnya = 96,76 kg

c.Berat idler

38
-Untuk troughed roller idler = 6,6 kg/set

Total berat = 8 set x 6,6 kg/set = 52,8 kg

-Untuk flat roller idler = 5,0 kg/set

Total berat = 4 set x 5,0 kg/set = 20 kg

Maka, total beratnya = 72,8 kg

d. Berat pulley penggerak (qdp)

Berat porosnya = 13,62 kg

Berat bantalan = 2 x 1,45 kg = 2,9 kg

Maka, total beratnya = 16,52 kg

e.Berat tail pulley (qtp)

Berat porosnya = 13,62 kg

Berat bantalan = 2 x 1,45 kg = 2,9 kg

Maka, total beratnya = 16,52 kg

f.Berat kerangka

Profil yang dipilih adalah L 65 x 65 x 6 denganspesifikasi sbb:

-Berat persatuan panjang G = 16,0 kg/m

-Luas penampang F = 20,04 kg/m

-Luas permukaan u = 0,489 m2/m

39
-Momen inersia 4
I = 62,7 cm
-Jarak profil h = 140 mm
-Lebar kaki b = 60 mm

-Tebal kaki t = 10

-Tebal badan s = 7 mm

-Jarak pada sumbu e = 17,5 mm

Panjang batang melintang = 0,89 m

Panjang total batang = 70 x 0,89 m = 62,3 m

Maka berat kerangka = 62,3 m x 16,0 kg/m= 996,8 kg

Sehingga berat total (Pb) adalah:

Pb = 99,96 +96,76 +72,8+16,52 +16,52 +996,8 = 1299,36 Kg

Disini diasumsikan beban merata sepanjang batang sehingga beban


persatuan panjang :

q' = Pb/ l

q’ = 1299,36 kg / 12 m = 108,28kg/m

Gaya reaksi pada tumpuan.

RA=RB = q’/ 2

= 108,28 / 2 = 54,14 kg/m

40
Momen lentur maksimum:

2
Mmaks = q’ x B / 8
2
= 108,28 kg/m x (0,89) / 8

= 10,7 kg.m = 10700 kg.mm

Tegangan normal maksimum:

σmaks = Mmaks x e / I

4 4
= 10700 kg.mm x 17,5 mm / 62,7 . 10 mm
2
= 0,298 kg/mm

Bahan yang digunakan untuk menumpu tersebut yaitu

S30C, dimana:

= kekuatan tarik bahan 2


= 48 kg/mm
Dengan faktor keamanan (Sn) =6

41
Dengan faktor koreksi (C) =3
Tegangan yang dizinkan :

=
×

= 48 2
= 2,67 kg/mm

6×3

Ternyata tegangan yang terjadi jauh dibawah kekuatan bahan , berarti


konstruksi aman digunakan

9.2.Perencanaa Batang Memanjang

Profil memanjang diambil adalah C 125 x 65 x 6 dengan spesifikasi sbb:

-Berat persatuan panjang G = 25,3 kg/m


-Luas penampang F = 32,2 kg/m

-Luas permukaan U 2
= 0,661 m /m

-Momen inersia I 4 4
= 19,10 x 10 mm

-Jarak profil h = 140 mm


-Lebar kaki b = 60 mm

-Tebal kaki t = 10

-Tebal badan s = 7 mm

-Jarak pada sumbu e = 20,1 mm

42
Beban pada batang terdiri dari beban total pada batang melintang yang
terbagi sama rata pada kedua sisikiri dan kanan, berat sendiri yang
terdistribusi merata.

Panjang total batang = 12 m

Maka berat kerangka = 12 m x 25,3 kg/m= 303,6 kg

Sehingga berat total (Pb) adalah:

Pb = 99,96 +96,76 +72,8+16,52 +16,52 +303,6 = 606,16 Kg

Disini diasumsikan beban merata sepanjang batang sehingga beban


persatuan panjang :

q' = Pb/ l

q’ = 606,16 kg / 12 m = 50,51 kg/m

Gaya reaksi pada tumpuan.

RA=RB = q’/ 2

= 50,51 / 2 = 25,256 kg/m

43
Momen lentur maksimum:

2
Mmaks = q’ x B / 8
2
= 50,51kg/m x (2,4) / 8

= 36,6 kg.m = 36600 kg.mm

Tegangan normal maksimum:

σmaks = Mmaks x e / I

4 4
= 36600 kg.mm x 20,1 mm / 1910 . 10 mm
2
= 0,03 kg/mm

Bahan yang digunakan untuk menumpu tersebut yaitu

S30C, dimana:

= kekuatan tarik bahan 2


= 48 kg/mm
Dengan faktor keamanan (Sn) =6

Dengan faktor koreksi (C) =3

Tegangan yang dizinkan :

=
×

= 48 2
= 2,67 kg/mm

6×3

44
Ternyata tegangan yang terjadi jauh dibawah kekuatan bahan , berarti
konstruksi aman digunakan

9.3 Perencanaan Batang Vertikal


Beban-beban yang diterima oleh batang vertical adalah sama dengan
beban yang diterima oleh batang memanjang.Berat beban:
P = q” x l
= 50,51 kg/m x 3 m = 151,53 kg

Pemeriksaan terhadap tekukan (buckling)


Proses buckling disini dapat terjadi dalam duaarah yaitu pada arah sumbu
X dan sumbu Y. Mengingat momen inersia pada sumbu Y lebih kecil dari
sumbu X sehingga arah yang memungkinkan terhadap buckling adalah
arah Y. Jadi pemeriksaan cukup dilakukan pada arah Y saja

Diasumsikan beban batang ini bekerja pada pusat luas penampangnya, sehingga besar
beban kritis:
Pcr = (Timoshenko, 1987)
2
××

4× 2

45
dimana:

9 2
E = modulus elastisitas bahan baja= 21 x 10 kg/mm l
= tinggi batang= 4684,6 mm (yang tertinggi)
Untuk batang vertikal profilnya adalah sama profil untuk batang
memanjang (Timoshenko, 1987).
6 4
Ix= 311 x 10 mm
6 4
Iy= 27,2 x 10 mm
2
A = 11030 mm
G = 80 kg

Besar beban kritis:


Pcr = = 6415,6 kg
2 9 6
3,14 ×21 x 10 ×27,2 x10

4×4684,6 2

Ternyata dari hasil perhitungan beban kritis jauh lebih besar dari beban yang
bekerja pada batang, hal ini berarti batang vertikal aman terhadap buckling.

9.4 Perencanaan Sambungan Rangka

Kontruksi sambungan rangka penumpu ini direncanakan sambungan


antara batangnya menggunakan pasangan baut dan mur. Dari perhitungan
sebelumnya telah diketahui bahwa beban yang terbesar terjadi pada batang
penumpu vertikal, sehingga pemeriksaan kekuatan hanya diperiksa pada
sambungan batang ini saja. Cara penyambungan rangka dapat dilihat pada
gambar dibawah ini.

46
Bahan baut dipilih SC 42,
dimana:
= 42 (kg/mm2)

Dengan faktor keamanan (Sf) = 8


Tegangan yang diizinkan:

.=
= 2
42
= 5,25 kg/mm
8

Baut yang digunakan 4 buah (direncanakan), maka bahan tiap baut.


W = P / 4 = 146,328 kg / 4 = 36,582 kg

Diameter baut :
4
d≥ √ ×0,64
4×36,582
d≥ √3,14×5,25×0,64
d≥ 3,725 mm

berdasarkan standar dipilih ulir metris: M 10 dengan ukuran sbb:


- jarak bagi (p) = 1,5 mm
- diameter nominal mur atau baut (D = d) = 10 mm

47
- diameter efektif (dp) = 9,026 mm
- diameter inti mur (dc2) = 8,376 mm
- diameter inti baut (dc1)
= dc2 – H/2 = dc2 – (0.866025P)/2
= 8,376 – (0.866025 . 1,5)/2 = 7,726 mm

Pada perencanaan ini bahan mur direncanakan sama dengan bahan baut,
jadi tegangan geser yang diizinkan:

τα = 0,5 σα (Sularso, 2002)

dimana:
σα = 5,25 (kg/mm2)

maka:
τα = 0,5 x 5,25 (kg/mm2) = 2,625 kg/mm2

tekanan permukaan yang diizinkan:


qα = 3 (kg/mm2) (Sularso, 2002)

tinggi mur menurut standar:


H = (0,8 - 0,1) d

= 0,9 d = 0,9 x 10 mm = 9 mm

Jumlah ulir:

z = H / p = 9 / 1,5 = 6

Tegangan geser pada ulir baut:


τb = W / (π . d . K . p . z) (Sularso, 2002)

dimana:
K . p = tebal akar ulir
K = 0,84 (Sularso, 2002)

maka:
τb = 36,582 / (3,14 x 7,726 x 0,84 x 1,5 x 6)
= 0,1995 kg/mm2

dimana:
J . p = tebal akar ulir pada mur
J = 0,75 (Sularso, 2002)

48
maka:
τn = 36,582 / (3,14 x 8,376 x 0,75 x 1,5 x 6)
= 0,206 kg/mm2

Ternyata τb dan τn jauh lebih kecil dari tegangan geser yang diizinkan, hal
ini berarti mur dan baut aman digunakan

49
CHAPTER V
Kesimpulan

5.1. Kesimpulan

Untuk menunjang kinerja dan efisiensi waktu dibutuhkan alat atau


equipment yang mendukung untuk tercapainya hal tersebut. Apabila rencana ini
dapat direalisasikan diharapkan bisa bekerja sesuai dengan yang diharapkan.
Dimensi dan Bahan Belt Conveyor

Dari hasil perhitungan pada bab sebelumnya,dapat disimpulkan dimensi dan


bahan dari konstruksi belt conveyor beserta alat-alat perlengkapannya sbb:
1.Kapasitas conveyor (Q) = 10 ton/jam.
2.Panjang lintasan- Horizontal: 12 m
3.Kecepatan angkut (V) = 0,33 m/det.
4.Sudut declinasi (θ) = 20

Elemen-elemen belt.
a.Belt

Bahan = Syntetic Fabric jenis EP125


Tegangan tarik = 630 N.mm
Lebar belt = 400 mm
Berat belt (W1) = 7,30 kg/m
Ketebalan belt (t) = 12,6 mm

b. Roller idler

^Carrying idlerDiameter (Dθ)= 89 mm


-Panjang (B) = 160 mm
-Diameter poros (dp) = 20 mm
-Berat (Wc) = 6,6 kg/set

50
-Jumlah = 8 set

^Return idler
-Diameter(Dθ)= 89 mm
-Panjang (B) = 400 mm
-Diameter poros (dp) = 20 mm
-Berat (Wc) = 5,0 kg/set
Jumlah = 3 setc.

Bantalan poros carrying dan return idler- Jenis :


Single Row Deep Groove Ball
Nomor seri : 6204
-Diameter dalam (d) : 20 mm
-Diameter luar (D) : 47 mm
-Lebar bantalan (B) : 14 mm
-Beban dasar (C) : 1000 N

#Pulley

^Drive pulley
-Bahan = besi cor
-Diameter luar (D1) = 450 mm
-Diameter dalam (Dd) = 420 mm
-Berat pulley (G) = 95,88 kg-

^Tail pulley
-Bahan = besi cor
-Diameter luar (D1) = 450 mm
-Diameter dalam (Dd) = 420 mm
-Berat pulley (G) = 85,86 kg-

51
#Poros pulley

^Drive pulley
-Bahan poros = SNC 2
-Diameter luar = 50 mm
-Berat poros = 13,74 kg
-Panjang poros = 1020 cm

^Tail pulley
-Bahan poros = SNC 2
-Diameter luar = 50 mm
-Berat poros = 13,74 kg
-Panjang poros = 1000 mm

Bantalan poros pulley- Jenis :


cylindrical roller bearing
- Nomor seri : 6310
- Diameter dalam (d) : 50 mm
- Diameter luar (D) : 110 mm
- Lebar bantalan (B) : 40 mm
- Beban dasar (C) : 4850 N

Motor penggerak
- Jenis : Motor speed reducer
- Nomor seri : GRTA370-50L5-30CB
-Daya : 3,7 KW
-Torsi pada 1500 rpm : 671 N.m
-Output pada 50 Hz : 20 rpm

52
-Diameter output : 50 mm
-Kuantitas pelumas : 2,8 Kg
- Perbandingan rasio : 1/311.

Rangka penumpu

Bahan : S35C
Profil :
-Batang melintang = L 65 x 65 x 6
-Batang memanjang = C 125 x 65 x 6
-Batang vertical = C 125 x 65 x 6

53
LAMPIRAN

Design

Gambar.1 Over All Belt Conveyor


Gambar 2. Belt Conveyor

55
Gambar 3. Pulley

56
Gambar 4. Poros Tail Pulley

57
Gambar 5. Poros Head Pulley

58
Gambar 6.Roller Idler

59
Tabel

60
61
62
63
64
65
66
67
Type equation here.

68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
DAFTAR PUSTAKA
1. Bridgestone Corporation, “Conveyor Belt Design Manual”, Tokyo,
Japan.
2. Conveyor Equipment Manufacturers Association, 2003, “Belt
Convetors for Bulk Material” Fifth Edition. www.cema.com.
3. http://www.skf.com/binary/77-121486/SKF-rolling-bearings-
catalogue.pdf
4. https://adhitamasteel.wordpress.com/profil-baja/
5. http://www.slideshare.net/KalyanHalder/28382884conveyorbeltdesignm
anualbridgestone1

85