Anda di halaman 1dari 3

PEMERIKSAAN HIV METODE IMUNOKROMATOGRAFI RAPID TEST

Ramadhan Rizki Al Ghani (P1337434116061)


Jurusan Teknologi Laboratorium Medik
Poltekkes Kemenkes Semarang
ABSTRAK
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang merusak sel-sel
kekebalan tubuh manusia.Virus ini menyebabkan penyakit Acquired Immunodefisiency
Syndrom (AIDS) merupakan gejala penyakit yang disebabkan menurunnya daya imunitas
tubuh. Kondisi ini menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit dan berakhir pada
AIDS. Infeksi HIV dapat ditularkan melalui 3 cara utama yaitu berhubungan sexual,
paparan yang terininfeksi virus HIV dan penularan masa perinatal termasuk pada saat
menyusui (Suseno et al. 2015). Setiap tahun jumlah penderita AIDS bertambah banyak
dan semakin didominasi oleh kalangan remaja. Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia mencatat jumlah penderita HIV dan AIDS rata-rata meningkat. Tahun 2011
sebanyak 21.031 kasus, 2012 sebanyak 21.511 kasus dan tahun 2013 sampai bulan Maret
sebanyak 5.369 kasus. Sedangkan jumlah kasus HIV di Kabupaten Semarang mulai tahun
2012 ada 270 kasus, tahun 2013 ada 309 kasus dan tahun 2014 ada 391 kasus ( Depkes
RI. 2010 )
Kata Kunci : HIV, Imunokromatografi
serum, sehingga pemeriksaan ini sering
Latar belakang
dilakukan pada klinik Voluntary
AIDS adalah suatu keadaan akibat
Counseling Test (VCT ) untuk tujuan
menurunnya sistem kekebalan tubuh
menegakkan diagnosis infeksi HIV.
secara bertahap disebabkan oleh virus
Ketepatan pemeriksaan anti HIV dengan
yang dike- nal sebagai HIV (Human
suatu metode ditentukan oleh
Immunodeficiency Virus) atau lebih tepat
karakteristik seperti sensitifitas, spesifitas
yaitu Human T-Cell Lymphdenopathy
dan nilai prediksi (Ratih. 2012).
Associated Virus (LAV) (Shahlan, 1997).
Prosedur Pemeriksaan kualitatif
Virus HIV merupakan virus RNA
HIV 1 dan 2 dengan menggunakan
yang terdiri dari HIV1 dan HIV-2.
metode Imunokromatografi Rapid Test
Infeksi HIV-1 lebih banyak ditemukan
sebagai berikut:
daripada HIV-2. Dilaporkan bahwa 80%
penderita HIV disebabkan oleh Virus 1. Membuka aluminium
HIV-1.Virus ini menggunakan limfosit pembungkus, mengambil strip
CD4 sebagai tempat replikasinya. 2. Diteteskan sel darah sebanyak 20 ul
Sehingga jumlah limfosit CD4 menjadi pada lubang sample (S)
salah satu parameter dalam pemberian 3. Ditambahkan 4 tetes buffer pada
terapi maupun pemantauan penyakit lubang strip tersebut, kemudian
(Suseno et al. 2015) timer dijalankan
Pemeriksaan ini bertujuan untuk 4. Dibaca hasilnya antara 15 – 30
men- getahui adanya antibodi spesifik menit setelah diteteskan buffer
secara kualitatif terhadap infeksi virus 5. Pembacaan hasil:
HIV dalam serum penderita dengan a. HIV negative (-): terbentuk
menggunakan metode Imunokromatografi satu garis warna pada zona
Rapid Test. garis control saja.
C T1 T2
Metode
Metode pemeriksaan rapid, sudah banyak
digunakan. Pemakaian metode rapid ini b. HIV positif (+): terbentuk dua
waktu yang dibutuhkan singkat, atau tiga garis berwarna, satu
membutuhkan waktu 10-20 menit, pada zona garis test 1 atau 2
sampel yang digunakan bisa dan satu pada zona garis
menggunakan darah whole blood dan control.
C T1 T2 C T1 T2 C T1 T2 perakitan, pelepasan protein virus
(Anonim, 2008).
AIDS merupakan hasil infeksi
yang berbahaya oleh virus yang disebut
c. Invalid / Test gagal HIV. Belum ada cara penyembuhan
Jika tidak timbul garis warna pada zona yang sempurna atau vaksin yang
Control maka test dinyatakan gagal, memadai untuk perlindungan terhadap
ulangi test dengan alat baru. AIDS, tapi berbagai cara pengobatan
C T1 T2 C T1 T2 sedang dalam proses percobaan.
Cara terbaik untuk melawan
C T1 T2 C T1 T2 wabah ini adalah mencegah penularan
dan penyebaran virusnya. Jalur utama
dari penyebaran atau penularan HIV
Keterangan:
adalah hubungan seksual dan diketahui
C : Control T1 : HIV-1 T2 : HIV-2 hanya terjadi lewat kontak dengan darah
yang terinfeksi, atau mungkin sekresi
Hasil dan Pembahasan vagina, atau cervik (leher rahim) dengan
selaput lendir (membran mukosa).
Jumlah penduduk yang menderita AIDS
semakin meningkat dan sebagian besar
penduduk yang telah terinfeksi HIV
tidak menunjukan gejala apapun,
(Waluya, 2001).
Kesimpulan
Data pemeriksaan HIV 1 dan 2 Berdasarkan hasil pemeriksan
dengan metode Imunokromatografi HIV 1 dan 2 metode Imunokromatografi
Rapid Test yang dilakukan pada Rapid Test terhadap sampel yang
praktikum kali ini menunjukan hasil diperiksa mendapatkan hasil negatif
negatif yaitu terbentuk satu garis warna dengan hanya terbentuk satu garis merah
pada zona garis control saja. di control. Karena sampel yang
HIV atau Human diguakan adalah sampel negatif HIV
Immunodeficiency Virus adalah virus maka uji Rapid Test HIV 1 dan 2
yang menyerang sistem kekebalan tubuh metode Imunokromatografi dapat
manusia dan kemudian me- nimbulkan digunakan sebagai screening test deteksi
AIDS. HIV menyerang salah satu jenis AIDS.
dari sel-sel darah putih yang bertugas Daftar Pustaka
mencegah infeksi. Sel darah putih Harti Agnes Sri, Amalia Agustin. 2014.
tersebut termasuk Limfosit yang disebut Pemeriksaan Hiv 1 Dan 2 Metode
‘sel T-4’ atau ‘sel T-penolong’ (T-helper) Imunokromatografi Rapid Test
atau disebut juga ‘sel CD-4’, Sebagai Screening Test Deteksi
(Djuanda,1987). Aids. Surakarta: STIKes Kusuma
Virus ini merusak salah satu jenis Husada Surakarta
sel darah putih yang dikenal sel T helper Mukaromah. Variasi Sampel Terhadap
dan sel tubuh lainya, antara lain: sel otak, Hasil Tes Rapid Anti HIV.
sel usus dan sel paru. Sel T helper Semarang : Universitas
merupakan titik pusat sistem pertahanan Muhammadiyah Semarang
tubuh sehingga infeksi HIV, Syahlan. J. H,1997. AIDS Dan
menyebabkan daya tahan tubuh menjadi Penanggulangannya, Pusdiknakes
rusak. Siklus hidup dan patogenesis HIV kerjasama dengan The Ford
yakni: pengikatan, terjadi infeksi, Foundation dan Studio Driya
pengubahan RNA menjadi DNA, Media, Jakarta.
Waluya. R. B, 2001. AIDS di sekeliling
kita.CV. Pioner Jaya, Bandung.