Anda di halaman 1dari 10

Tugas Pengauditan Ke-2

Nama : Dwi Afriliyanti S (1710301935)

Kesit Gustian P (1710301902)

Kelas : DAx

Soal 1

5-1 Persamaan dan perbedaan antara bukti dalam kasus hukum dan bukti dalam
laporan keuangan

Dasar Perbandingan Kasus Hukum Terhadap Audit Atas Laporan


Tersangka Pencuri Keuangan
Penggunaan bahan bukti Menentukan apakah Menentukan apakah laporan
tersangka tersebut terbukti keuangan telah disajikan
bersalah atau tidak secara wajar
Sifat bahan bukti Bukti langsung dan Beragam jenis bahan bukti
pernyataan saksi dan audit dihasilkan oleh
pihakpihak yang terlibat auditor, pihak ketiga dan
klien
Pihak-pihak yang Juri dan hakim Auditor
menggunakan bahan bukti
Kepastian kesimpulan dari Harus ada cukup bukti Keyakinan yang memadai
bahan bukti untuk dinyatakan bersalah
Sifat kesimpulan Pihak yang bersalah atau Menerbitkan salah satu dari
yang benar beberapa alternative laporan
audit
Akibat yang umum dari Pihak yang bersalah tidak Para pengguna laporan
pengambilan kesimpulan dihukum atau pihak yang dapat membuat
yang salah atas bahan bukti benar malah dihukum keputusankeputusan yang
salah dan auditor dapat
dituntut

5-2 Empat keputusan dari bukti utama yang harus dibuat dalam setiap audit

1. Prosedur pengauditan yang mana yang akan digunakan


2. Berapa ukuran sampel yang dipilih untuk prosedur tertentu
3. Unsur-unsur mana yang akan dipilih dari populasi
4. Kapan menjalankan prosedur tersebut

5-3 Yang dimaksud dengan prosedur audit dan kenapa prosedur audit itu penting
disusun dengan hati-hati

Prosedur audit adalah intruksi-intruksi terperinci yang menjelaskan bahan bukti audit
yang harus diperoleh selama melaksanakan pengauditan.
Prosedur audit penting disusun dengan hati-hati agar auditor dapat mengikuti
intruksiintruksi yang diharuskan selama melakukan pengauditan.

5-4 Apa yang dimaksud dengan program audit untuk piutang dagang dan empat hal
yang harus disertakan dalam sebuah program audit

Program audit untuk piutang dagang bertujuan untuk merancang pengujian


pengendalian dan pengujian substantive transaksi untuk memenuhi tujuan audit terkait
transaksi yang mencakup beberapa prosedur audit, untuk setiap komponen yang diaudit.

Empat hal yang harus disertakan dalam program audit :

1. Prosedut audit
2. Ukuran sampel
3. Unsur yang dipilih
4. Waktu

5-5 Sebutkan tiga standar kerja lapangan dan jelaskan arti dari setiap frase program
tersebut

1. Perencanaan dan pengawasan yang memadai : Audit direncanakan secara layak untuk
memastikan audit itu memadai dan para asisten diawasi dengan sebagaimana
mestinya.
2. Memahami entitas dan lingkungannya, termasuk pengendalian internal : Auditor
harus memahami bisnis dan industri klien, guna mengidentifikasi risiko bisnis yang
signifikan yang dihadapi klien serta resiko adanya salah saji.
3. Bukti yang mencukupi dan tepat : Keputusan tentang berapa banyak dan jenis bukti
apa saja yang harus dikumpulkan dalam keadaan tertentu membutuhkan timbangan
professional.

5-6 Mengapa auditor hanya dapat diyakinkan dengan tingkat keyakinan yang
memadai, daripada tingkat keyakinan absolute, bahwa laporan keuangan sudah
disajikan dengan benar.

Karena auditor diharuskan untuk mengumpulkan bukti yang tepat dan memadai untuk
mendukung dikeluarkannya opini audit. Karena sifat bukti audit dan pertimbangan biaya
dalam melaksanakan pengauditan, kecil kemungkinan auditor akan sepenuhnya yakin bahawa
opini yang diberikan sudah benar. Namun, auditor harus yakin bahwa opini tersebut benar
dengan tingkat keyakinan yang tinggi. Dengan menggabungkan semua bahn bukti dari
keseluruhan pengauditan, maka auditor mampu menentukan kapan ia akan mengeluarkan
laporan auditnya.

5-7 Identifikasikan dua faktor yang menentukan tingkat kedekatan bukti. Bagaimana 2
faktor ini terkait dengan prosedur audit,ukuran sampel, hal-hal untuk dipilih dan
faktor waktu
1. Relevansi Bukti : Bahan bukti harus relevan terhadap tujuan audit yang telah diuji
sebelumnya oleh auditor sebelum bahan bukti tersebut dapat dikatakan tepat.
2. Keandalan Bukti : Mengacu pada tingkat dimana bahan bukti dapat dipercaya atau
layak dipercaya.

Terkait dengan prosedur produksi karena dua faktor tersebut memenuhi tujuan audit
untuk kelompokkelompok transaksi, saldo-saldo dan pengungkapan yang terkait. Jika bahan
bukti dianggap tepat, akan membantu dalam meyakinkan auditor bahawa laporan keuangan
yang disajikan secara wajar.

Ketepatan bahan bukti hanya menyangkut prosedur audit yang dipilih. Ketepatan tidak
dapat ditingkatkan dengan memilih sampel dengan ukuran yang lebih besar atau unsure
populasi yang berbeda.

5-8 Enam karakteristik yang menentukan dapat dipercayanya suatu bukti. Untuk
setiap karakteristik, berikan satu contoh jenis bukti yang bisa dikatakan dapat
dipercaya

1. Independensi pemberi informasi : Bahan bukti yang didapatkan dari pihak luar entitas
klien lebih andal dibandingkan dengan bahan bukti yang didapatkan dari dalam.
Contohnya : komunikasi dengan bank, penasihat hukum atau pelanggan biasanya
dianggap lebih andal dibandingkan dengan jawaban yang diterima dari hasil Tanya
jawab dengan klien.
2. Efektifitas pengendalian internal klien : Jika pengendalian internal klien efektif, bahan
bukti yang didaptkan menjadi lebih andal dibandingkan dengan jika pengendalian
internal klien lemah.
Contohnya : pengendalian internal atas penjualan dan penagihan efektif, auditor dapat
memperoleh bahan bukti yang lebih andal dari faktur penjualan dan dokumen
pengiriman dibandingkan jika pengendalian tidak memadai.
3. Pengetahuan langsung auditor : Bahan bukti yang didapatkan langsung dari auditor
melalui pemeriksaan fisik, pengamatan, perhitungan ulang, dan pemeriksaan lebih
andal daripada informasi yang diperoleh secara tidak langsung.
Contohnya : auditor menghitung laba kotor sebagai presentase penjualan dan
membandingkannya dengan periode sebelumnya, bahan bukti lebih dapat diandalkan
dibandingkan jika auditor hanya mengandalkan hasil perhitungan dari kontroler.
4. Kualifikasi individu yang memberikan informasi : Meskipun sumber informasinya
independen, bahan bukti tidak akan andal kecuali individu yang memberikan
informasi tersebut merupakan orang yang kompeten dibidangnya.
Contoh ; menguji persedian oleh seorang auditor yang tidak terlatih untuk
membedakan antara berlian dan kaca akan menghasilakan bahan bukti yang tidak
andal untuk menguji keberadaan berlian-berlian tersebut.
5. Tingkat objektivitas : Bahan bukti objektif lebih dapat diandalkan dibandingkan
dengan bahan bukti yang memerlukan penilaian untuk menentukan apakah bahan
bukti tersebut benar adanya.
Contoh : konfirmasi piutang dagang dan saldo bank.
6. Ketepatan waktu : Bukti audit mengacu pada kapan bahan bukti tersebut dikumpulkan
atau periode yang dicakup dalam audit tersebut.
Contoh : surat-surat berharga ditanggal neraca lebih andal dibandingkan dengan
perhitungan yang dilakukan 2 bulan sebelumnya.

5-9 Delapan jenis bukti audit yang disebutkan didalam bab ini dan berikan dua contoh
untuk setiap jenis.

1. Pemeriksaan Fisik

a. Jika objek yang diuji faktur penjualan, tidak memiliki nilai intrinsik, bukti itu
disebut dokumentasi. Misalnya, sebelum cek ditandatangani, bilyet dinamakan
sebuah dokumen, setelah cek ditandatangani bilyet tersebut menjadi aset.
b. Pemeriksaan surat-surat berharga dank as atas pengujian dokumen, misalnya
salinan cek dan dokumen pejualan.

2. Konfirmasi

a. Sebuah konfimasi positif meminta penerima untuk menjawab pertanyaan


dalam semua kondisi.
b. Sebuah konfirmasi negatif meminta penerima hanya merespon bilamana
informasi yang diberikan salah, dan tidak ada pengujian tambahan yang
dilakukan untuk permintaan yang tidak direspon.

3. Dokumentasi

a. Dokumen internal : Salinan faktur penjualan, catatan waktu kerja karyawan,


dan laporn penerimaan persediaan.
b. Dokumen eksternal : Tagihan pemasok, wesel bayar yang dibatalkan, dan
polis asuransi.

4. Prosedur Analisis

a. Seorang auditor dapat membandingkan presentase laba kotor di tahun berjalan


dengan tahun sebelumnya.
b. Penurunan dalam presentase laba kotor sepanjang waktu dapat
mengindikasikan adanya peningkatan persaingan dalam wilayah pasar
perusahaan dan kebutuhan untuk memperhatikan penentuan harga atas
persediaan secara lebih berhati-hati selama melakukan pengauditan.

5. Tanya Jawab dengan Klien

a. Ketika auditor ingin memperoleh informasi mengenai metode klien dan dalam
melakukan pencatatan dan pengendalian terhadap pembukuan transaksi-
transaksi.
b. Auditor melakukan pengujian audit dengan menggunakan dokumen dan
pengamatan untuk menentukan apakah transaksi tersebut telah dicatat dan
disahkan sesuai dengan cara yang disebutkan klien.

6. Penghitungan Ulang

a. Peningkatan faktur-faktur penjualan dan persediaan


b. Penambahan jurnal-jurnal dan catatan pendukung

7. Pengerjaan Ulang

a. Auditor dapat membandingkan harga disebuah faktur kedaftar harga yang


disetujui, atau dapat melakukan perhitungan ulang penyisihan piutang tidak
tertagih.
b. Auditor biasanya membuat batas pengujian untuk meyakini bahwa informasi
dalam jurnal penjualan telah dimasukkan dalam akun pelanggan sebelumnya
dan dengan jumlah yang benar dicatat pendukung piutang dagang serta telah
diikhtisarkan secara akurat dalam buku besar.

8. Pengamatan

a. Melakukan kunjungan ke pabrik untuk mendapatkan gambaran umum tentang


fasilitas yang dimiliki klien.
b. Mengamati bagaimana setiap orang yang melakukan tugas-tugas pembukuan
untuk menentukan apakah orang yang ditugaskan tersebut melaksanakan
tanggung jawabnya dengan benar.

5-10 Empat karakteristik dari definisi sebuah konfirmasi. Bedakan antara konfirmasi
dan dokumentasi eksternal.

1. Akurat : Informasi harus mencerminkan keadaan yang sebenarnya dan informasi


tersebut harus bebas dari kesalahan-kesalahan.
2. Tepat waktu : Informasi itu harus tersedia/ ada pada saat informasi tersebut diperlukan
dan tidak terhambat.
3. Relevan : Informasi yang diberikan harus sesuai dengan yang dibutuhkan.
4. Lengkap : Informasi harus diberikan secara lengakap karena bila informasi yang
dihasilkan sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam mengambil keputusan.

Bedanya informasi dan dokumentasi eksternal

informasi adalah jawaban lisan atau tertulis yang diterima dari pihak ketiga yang
independen untuk melakukan verifikasi atas keakuratan informasi yang diminta oleh auditor,
sedangkan dokumentasi eksternal adalah sebuah dokumen yang telah ditanda tangani oleh
sesorang di luar organisasi klien dan berakhir di tangan klien.
5-11 Bedakan antara dokumen internal dan dokumen eksternal sebagai bukti audit dan
berikan tiga contoh untuk masing-masing.

1. Dokumen internal : sebuah dokumen yang telah di siapkan dan digunakan didalam
organisasi klien dan disimpan tanpa pernah keluar ke pihak lain.
Contoh : faktur penjualan, catatan waktu kerja karyawan, laporan penerimaan
persediaan.
2. Dokumen eksternal : sebuah dokumen yang telah ditanda tangani oleh sesorang di
luar organisasi klien dan berakhir di tangan klien
Contoh : tagihan pemasok, wesel bayar yang dibatalkan, polis asuransi.

5-12 Pentingnya prosedur analitis sebagai bukti dalam menentukan penyajian yang adil
dalam laporan keuangan.

Prosedur analitis menggunakan perbandingan dan keterkaitan untuk menilai apakah


saldo-saldo akun atau data lain yang muncul telah disajikan secara wajar dibandingkan
dengan perkiraan auditor.

5-13 Alasan-alasan paling penting untuk melakukan prosedur analisis.

1. Memahami industri klien dan usaha klien.


2. Menilai kemampuan entitas untuk melanjutkan usaha sebagai sesuatu yang berjalan
baik (going concern).
3. Mengindikasikan adanya kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan.
4. Mengurangi pengujian audit terperinci.

5-14 Klien anda, PT.Hatiku Gembira, punya komitmen yang mengikat sebagai bagian
dari sebuah persetujuan pinjaman obligasi untuk menjaga rasio lancar 2,0. Jika rasio
lancar jatuh dibawah level itu pada tanggal neraca, seluruh obligasi harus segera
dilunasi. Dalam tahun periode berjalan, laporan keuangan klien menunjukan rasio
lancar sudah menurun dari2,6 pada tahun lalu ke 2,05. Bagaimana hal ini bisa
memengaruhi rencana audit anda ?

Kami merencanakan untuk menilai keuangan PT. Hatiku Gembira dan mencari alasan
kenapa rasio dari perusahaan klien kami menurun. Lalu kami akan mencari bukti-bukti
penurunan rasio perusahaan tersebut. Karena bahayanya rasio lancar di bawah 2 obligasi akan
ditarik. Ada penurunan rasio lancar 0,55 untuk itu diharapkan manajemen memberikan
perhatian untuk menemukan faktor-faktor penyebab menurunnya rasio lancar.

5-15 Bedakan antara prosedur analisis mengarahkan perhatian dan yang dimaksudkan
untuk mengeliminasi atau mengurangi prosedur substansif terperinci.

Prosedur analisis mengarahkan perhatian adalah membandingkan rasio penyisihan


piutang tak tertagih dengan seldo piutang dagang kotor serta membandingkannya dengan
tahun sebelumnya, dianggap bahawa telah terjadi penurunan rasio kerika pada saat yang
sama, perputaran piutang dagang juga menurun. Kombinasi dari dua informasi tersebut
mengindikasikan adanya kemungkinan kurang saji dalam penyisihan piutang. Sedangkan
mengurangi prosedur substantif terperinci adalah suatu prosedur analitis tidak
mengungkapkan adanya fluktuasi yang tidak biasa, menandakan adanya kemungkinan salah
saji material dapat diminimalkan.

5-16 “Prosedur analitis adalah dasar dalam setiap bagian audit,tapi pengujian ini
jarang memadai untuk setiap area audit”. Jelaskan kenapa pernyataan itu benar atau
tidak benar.

Tidak benar. Prosedur analitis dilakukan dalam tiga tahap audit yaitu tahap
perencanan, tahap pengujian atau tahap pengerjaan lapangan, dan tahap penyimpulan hasil
audit.

Dalam tahap perencanaan, prosedur analitis berguna untuk membantu auditor


merencanakan sifat, penentuan waktu, dan luas area prosedur audit.

Dalam tahap pengerjaan lapangan, prosedur analitis merupakan prosedur audit yang
optimal.prosedur analitis dilakukan sebagai salah satu pengujian substansif untuk
menghimpun bahan bukti tentang asersi tertentu yang terkait dengan saldo rekening.

Dan dalam tahap pengambilan kesimpulan hasil audit, prosedur analitis berguna
sebagai alat untuk penelaah akhir tentang rasionalitas laporan keuangan auditan.

5-17 Tujuan dokumentasi audit dan jelaskan kenapa setiap tujuan itu penting.

1. Sebuah dasar perencanaan audit : Merencanakan pengauditan secara memadai,


panduan informasi yang penting harus tersedia dalam arsip audit.
2. Sebuah catatan bukti yang dikumpulkan dan hasil-hasil pengujian yang dilakukan :
Auditor harus mampu menunjukkan bahwa audit telah direncanakan dengan saksama
dan telah dimonitor dengan memadai, bahan bukti yang dikumpulkan tepat dan
memadai, dan laporan audit yang diterbitkan sudah tepat, dengan mempertimbangkan
hasil-hasil pengauditan.
3. Data untuk menentukan jenis audit yang tepat : Dokumentasi audit memberikan
sumber-sumber informasi yang penting untuk membantu auditor dalam menentukan
apakah bahan bukti yang tepat dan memadai telah dikumpulkan untuk mendukung
laporan audit yang diterbitkan.
4. Sebuah dasar untuk penelaahan oleh supervisor dan partner : Arsip-arsip audit
merupakan kerangka utama dari referensi yang digunakan dalam melakukan
penelaahan atas pekerjaan yang dilakukan.

5-18 Dua kriteria yang menjadi pertimbangan auditor dari perusahaan umum ketika
menentukan apakah memo,korespondensi dan dokumen lain harus dijaga dalam arsip
audit?

1. Dokumen tersebut disusun, dikirim atau diterima dalam hubungannya dengan


pengauditan atau penelaahan.
2. Dokumen tersebut berisi kesimpulan, opini, analisis atau data keuangan terkait dengan
pengauditan atau penelaahan.
5-19 Untuk berapa lamakah PMK 17/2008 meminta para auditor perusahaan umum
untuk menjaga dokumentasi audit?

Paling lama untuk 6 tahun buku berturut-turut.

5-20 Mengapa penting dalam dokumentasi audit untuk memasukan setiap hal berikut.
Yaitu , identifikasi nama klien, periode audit yang dijalankan, penjelasan dari konten,
inisial nama orang yang menyiapkan, tanggal persiapan, dan kode indeks.

Karena setiap transaksi di organisasi klien biasanya di dukung oleh setidaknya satu
dokumen, sejumlah besar bahan bukti jenis ini biasanya tersedia. Sebagai contoh, klien
biasanya menyimpan pesanan pelanggan, dokumen pengirirman dan salinan faktur penjualan
untuk setiap transaksi. Dokumen yang sama juga merupakan bukti yang berguna bagi auditor
untuk memverifikasi keakuratan pencatatan klien atas transaksi penjualan.

5-21 Apa yang dimaksud dengan arsip permanen, dan sebutkan beberapa jenis
informasi yang biasanya dimasukkan . Kenapa auditor tidak memasukkan isi dari arsip
permanen ke dalam arsip audit periode berjalan?

Arsip permanen adalah arsip yang berisi data historis atau data yang sifatnya terus-
menerus terkait dengan pengauditan periode berjalan. Dokumen ini memberi informasi yang
mengenai pengauditan yang berlangsung terus-menerus dari tahun ke tahun.

Jenis informasi yang biasa dimasukkan :

1. Intisari/salinan dokumen perusahaan yang terus-menerus penting bagi perusahaan,


seperti akta pendirian perusahaan, peraturan, kesepakatan persyaratan obligasi, dan
kontrak-kontrak.
2. Analisis akun-akun di tahun sebelumnya yang tetap penting bagi auditor.
3. Informasi terkait untuk memahami pengendalian internal dan menilai risiko
pengendalian.
4. Hasil prosedur analisis dari audit tahun sebelumnya.

Auditor tidak memasukkan isi dari arsip permanen ke dalam arsip audit periode berjalan
karena arsip permanen berisi untuk data yang secara relatif tidak mengalami perubahan.

5-22 Bedakan antara jenis-jenis daftar pendukung periode berjalan berikut ini dan
sebutkan tujuan masing-masing : analisis, neraca saldo percobaan, dan uji
kemasukakalan.

1. Analisis dirancang untuk menunjukkan aktivitas dalam akun buku besar selama
keseluruhan periode dalam proses audit, mengikat awal dan akhir dari saldo.
2. Neraca saldo percobaan terdiri dari perincian-perincian yang menyusun saldo akhir
tahun dari akun buku besar. Hal ini berbeda dari analisis, karena hanya memasukkan
hal-hal yang menyusun saldo akhir periode pembukuan.
3. Uji kemasukakalan mengandung informasi yang memungkinkan auditor untuk
mengevaluasi apakah saldo klien mengandung salah saji dengan mempertimbangkan
kondisi yang ada dalam kontrak kerja.

5-23 Mengapa penting bagi auditor untuk tidak meninggalkan pertanyaan atau
pengecualian dalam dokumentasi audit tanpa sebuah penjelasan yang cukup?

Karena biasanya bukti ini tidak cukup untuk menarik kesimpulan,karena,tidak berasal
dari sumber yang independen dan dapat bias sesuai dengan keinginan klien. Oleh karena itu,
ketika auditor mendapatkan bukti melalui tanya jawab,biasanya juga penting untuk
mendapatkan bukti-bukti pendukung lainnya melalui prosedur lain.

5-24 Jelaskan apa yang dimaksud dengan tanda contreng. Apa tujuannya?

Tanda contreng merupakan simbol yang digunakan dalam daftar audit yang
menyediakan informasi atau rincian tambahan dari prosedur audit yang dilakukan. Bertujuan
menunjukkan prosedur audit yang dijalankan secara singkat dan jelas.

5-25 Siapa yang memiliki data audit? Dalam situasi seperti apa mereka bisa digunakan
oleh orang lain?

Data audit merupakan milik auditor. Satu-satunya saat dimana orang lain, atau klien
memiliki hak legal untuk melakukan pemeriksaan atas data audit adalah ketika hal tersebut
diminta oleh pengadilan sebagai bukti hukum. Saat penyelesaian kontrak kerja, data audit
disimpan oleh KAP untuk dijadikan referensi di masa mendatang dan agar memenuhi standar
audit terkait dengan penyimpanannya. Di Amerika Serikat, data audit dapat digunakan orang
lain tanpa seizing klien disaat dokumen audit diminta oleh pengadilan atau digunakan sebgai
bagian dari program peer review yang disetujui oleh AICPA atau masyarakat di Negara
tersebut dengan KAP lainnya.

5-26 Seorang CPA menjual praktik auditnya kepada KAP lain dan memasukan semua
arsip audit sebagai bagian dari harga pembelian. Dalam situasi apa hal ini melanggar
kode Etik?

Hal tersebut melanggar kode etik karena jika auditor membocorkan atau menjual
informasi pada pihak luar yang tidak memiliki kewenangan atas data tersebut, maka
hubungan auditor dengan manajemen akan sangat terancam dan melanggar kode etik
independensi serta kode etik integritas dan objektifitas.

5-27 Bagaimana auditor membaca dan mengevaluasi informasi yang tersedia melalui
formulis yang dibaca mesin?

Auditor memakai komputer untuk membaca dan menilai bukti. Program audit
komersial, seperti program ACL dan program Interactive Data Extraction and Analysis
(IDEA), didesain khusus untuk digunakan auditor. Program-program ini biasanya berbasis
Windows dan bisa dijalankan dengan mudah di komputer atau notebook auditor. Auditor bisa
mendapatkan salinan dari database klien atau arsip utama di dalam formulir yang bisa dibaca
mesin dan menggunakan program untuk menjalankan berbagai macam tes dari data
elektronik milik klien. Para auditor juga bisa menggunakan software spreadsheet untuk
melakukan tes audit.

5-28 Jelaskan tujuan dan keuntungan penggunaan perangkat lunak dokumentasi


audit?

1. Paket perangkat lunak pengauditan relatif mudah digunakan, bahkan oleh auditor
dengan sedikit pelatihan teknologi informasi, dan bisa diaplikasikan untuk berbagai
macam klien dengan penyesuaian minimal.
2. Auditor juga menggunakan teknologi untuk mengalihkan dokumentasi berbasis kertas
yang tradisional menjadi data elektronik untuk mengatur dan menganalisis
dokumentasi audit.
3. Dengan ACE (Automated Client Engagement), seorang auditor bisa menyiapkan
neraca saldo, jadwal utama, dokumentasi audit pendukung, laporan keuangan dan
juga menjalankan analisis rasio.
4. Tanda contreng dan penjelasan lain seperti catatan pengkajian, bisa dimasukkan
langsung ke dalam data terkomputerisasi.
5. Data bisa dikirim atau diterima dari aplikasi lain, sehingga auditor bisa mengunduh
buku besar klien ke dalam ACE atau memindahkan informasi pajak ke sebuah paket
persiapan pajak komersial.
6. Para auditor juga menggunakan area jejaring lokal (local area networks-LAN) dan
perangkat lunak groupshare untuk mengakses dokumentasi audit secara simultan dari
lokasi yang jauh.

Jawaban Soal 2

Menurut pendapat kami dari berita atau informasi yang kami baca, kasus tersebut
sangat merugikan, memengaruhi tercorengnya nama akuntan publik di Indonesia dan
kepercayaan masyarakat terhadap KAP menurun. Bagaimana tidak, AP tersebut melakukan
fraud dalam menyajikan Laporan Keuangan yang secara signifikan tidak sesuai dengan
kondisi keuangan yang sebenarnya sehingga menyebabkan kerugian banyak pihak. Selain
melanggar kode etik independensi, juga melanggar kode etik integritas, objektivitas, dan
prinsip perilaku profesi.

Apalagi saat ini SNP diberlakukan pembekuan kegiatan usaha pembiayaan, apabila
SNP tetap melakukan kegiatan tersebut, menurut kami lebih baik dicabut sekaligus izin
usahanya. Dan sebaiknya para auditor laporan keuangan juga harus tersertifikasi,
independensi dan tidak boleh terafiliasi.