Anda di halaman 1dari 10

Tugas Pengauditan Ke-2

Nama :

Dwi Afriliyanti S (1710301935)

Kesit Gustian P (1710301902)

Kelas :

DAx

Soal 1

5-1 Persamaan dan perbedaan antara bukti dalam kasus hukum dan bukti dalam laporan keuangan

Dasar Perbandingan

Kasus Hukum Terhadap Tersangka Pencuri

Audit

Atas

Laporan

Keuangan

 

Penggunaan bahan bukti

Menentukan apakah tersangka tersebut terbukti bersalah atau tidak

Menentukan apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar

Sifat bahan bukti

Bukti langsung

dan

Beragam jenis bahan bukti audit dihasilkan oleh auditor, pihak ketiga dan klien

pernyataan

saksi

dan

pihakpihak yang terlibat

Pihak-pihak yang menggunakan bahan bukti

Juri dan hakim

 

Auditor

Kepastian kesimpulan dari bahan bukti

Harus ada cukup bukti untuk dinyatakan bersalah

Keyakinan yang memadai

Sifat kesimpulan

Pihak

yang

bersalah

atau

Menerbitkan salah satu dari beberapa alternative laporan audit

yang benar

 

Akibat yang umum dari pengambilan kesimpulan yang salah atas bahan bukti

Pihak yang bersalah tidak dihukum atau pihak yang benar malah dihukum

Para pengguna laporan

dapat

membuat

keputusankeputusan yang

   

salah dan auditor dituntut

dapat

5-2 Empat keputusan dari bukti utama yang harus dibuat dalam setiap audit

1. Prosedur pengauditan yang mana yang akan digunakan

2. Berapa ukuran sampel yang dipilih untuk prosedur tertentu

3. Unsur-unsur mana yang akan dipilih dari populasi

4. Kapan menjalankan prosedur tersebut

5-3 Yang dimaksud dengan prosedur audit dan kenapa prosedur audit itu penting disusun dengan hati-hati

Prosedur audit adalah intruksi-intruksi terperinci yang menjelaskan bahan bukti audit yang harus diperoleh selama melaksanakan pengauditan.

Prosedur

audit

penting

disusun

dengan

hati-hati

agar

auditor

dapat

mengikuti

intruksiintruksi yang diharuskan selama melakukan pengauditan.

5-4 Apa yang dimaksud dengan program audit untuk piutang dagang dan empat hal yang harus disertakan dalam sebuah program audit

Program audit untuk piutang dagang bertujuan untuk merancang pengujian pengendalian dan pengujian substantive transaksi untuk memenuhi tujuan audit terkait transaksi yang mencakup beberapa prosedur audit, untuk setiap komponen yang diaudit.

Empat hal yang harus disertakan dalam program audit :

1. Prosedut audit

2. Ukuran sampel

3. Unsur yang dipilih

4. Waktu

5-5 Sebutkan tiga standar kerja lapangan dan jelaskan arti dari setiap frase program tersebut

1. Perencanaan dan pengawasan yang memadai : Audit direncanakan secara layak untuk memastikan audit itu memadai dan para asisten diawasi dengan sebagaimana mestinya.

2. Memahami entitas dan lingkungannya, termasuk pengendalian internal : Auditor harus memahami bisnis dan industri klien, guna mengidentifikasi risiko bisnis yang signifikan yang dihadapi klien serta resiko adanya salah saji.

3. Bukti yang mencukupi dan tepat : Keputusan tentang berapa banyak dan jenis bukti apa saja yang harus dikumpulkan dalam keadaan tertentu membutuhkan timbangan professional.

5-6 Mengapa auditor hanya dapat diyakinkan dengan tingkat keyakinan yang memadai, daripada tingkat keyakinan absolute, bahwa laporan keuangan sudah disajikan dengan benar.

Karena auditor diharuskan untuk mengumpulkan bukti yang tepat dan memadai untuk mendukung dikeluarkannya opini audit. Karena sifat bukti audit dan pertimbangan biaya dalam melaksanakan pengauditan, kecil kemungkinan auditor akan sepenuhnya yakin bahawa opini yang diberikan sudah benar. Namun, auditor harus yakin bahwa opini tersebut benar dengan tingkat keyakinan yang tinggi. Dengan menggabungkan semua bahn bukti dari keseluruhan pengauditan, maka auditor mampu menentukan kapan ia akan mengeluarkan laporan auditnya.

5-7 Identifikasikan dua faktor yang menentukan tingkat kedekatan bukti. Bagaimana 2 faktor ini terkait dengan prosedur audit,ukuran sampel, hal-hal untuk dipilih dan faktor waktu

1.

Relevansi Bukti : Bahan bukti harus relevan terhadap tujuan audit yang telah diuji sebelumnya oleh auditor sebelum bahan bukti tersebut dapat dikatakan tepat.

2. Keandalan Bukti : Mengacu pada tingkat dimana bahan bukti dapat dipercaya atau layak dipercaya.

Terkait dengan prosedur produksi karena dua faktor tersebut memenuhi tujuan audit untuk kelompokkelompok transaksi, saldo-saldo dan pengungkapan yang terkait. Jika bahan bukti dianggap tepat, akan membantu dalam meyakinkan auditor bahawa laporan keuangan yang disajikan secara wajar.

Ketepatan bahan bukti hanya menyangkut prosedur audit yang dipilih. Ketepatan tidak dapat ditingkatkan dengan memilih sampel dengan ukuran yang lebih besar atau unsure populasi yang berbeda.

5-8 Enam karakteristik yang menentukan dapat dipercayanya suatu bukti. Untuk

dapat

setiap

dipercaya

karakteristik,

berikan

satu

contoh

jenis

bukti

yang

bisa

dikatakan

1. Independensi pemberi informasi : Bahan bukti yang didapatkan dari pihak luar entitas klien lebih andal dibandingkan dengan bahan bukti yang didapatkan dari dalam. Contohnya : komunikasi dengan bank, penasihat hukum atau pelanggan biasanya dianggap lebih andal dibandingkan dengan jawaban yang diterima dari hasil Tanya jawab dengan klien.

2. Efektifitas pengendalian internal klien : Jika pengendalian internal klien efektif, bahan bukti yang didaptkan menjadi lebih andal dibandingkan dengan jika pengendalian internal klien lemah. Contohnya : pengendalian internal atas penjualan dan penagihan efektif, auditor dapat memperoleh bahan bukti yang lebih andal dari faktur penjualan dan dokumen pengiriman dibandingkan jika pengendalian tidak memadai.

3. Pengetahuan langsung auditor : Bahan bukti yang didapatkan langsung dari auditor melalui pemeriksaan fisik, pengamatan, perhitungan ulang, dan pemeriksaan lebih andal daripada informasi yang diperoleh secara tidak langsung. Contohnya : auditor menghitung laba kotor sebagai presentase penjualan dan membandingkannya dengan periode sebelumnya, bahan bukti lebih dapat diandalkan dibandingkan jika auditor hanya mengandalkan hasil perhitungan dari kontroler.

4. Kualifikasi individu yang memberikan informasi : Meskipun sumber informasinya independen, bahan bukti tidak akan andal kecuali individu yang memberikan informasi tersebut merupakan orang yang kompeten dibidangnya. Contoh ; menguji persedian oleh seorang auditor yang tidak terlatih untuk membedakan antara berlian dan kaca akan menghasilakan bahan bukti yang tidak andal untuk menguji keberadaan berlian-berlian tersebut.

5. Tingkat objektivitas : Bahan bukti objektif lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan bahan bukti yang memerlukan penilaian untuk menentukan apakah bahan bukti tersebut benar adanya. Contoh : konfirmasi piutang dagang dan saldo bank.

6. Ketepatan waktu : Bukti audit mengacu pada kapan bahan bukti tersebut dikumpulkan atau periode yang dicakup dalam audit tersebut. Contoh : surat-surat berharga ditanggal neraca lebih andal dibandingkan dengan perhitungan yang dilakukan 2 bulan sebelumnya.

5-9 Delapan jenis bukti audit yang disebutkan didalam bab ini dan berikan dua contoh untuk setiap jenis.

1. Pemeriksaan Fisik

a. Jika objek yang diuji faktur penjualan, tidak memiliki nilai intrinsik, bukti itu disebut dokumentasi. Misalnya, sebelum cek ditandatangani, bilyet dinamakan sebuah dokumen, setelah cek ditandatangani bilyet tersebut menjadi aset.

b. Pemeriksaan surat-surat berharga dank as atas pengujian dokumen, misalnya salinan cek dan dokumen pejualan.

2. Konfirmasi

a. Sebuah konfimasi positif meminta penerima untuk menjawab pertanyaan dalam semua kondisi.

b. Sebuah konfirmasi negatif meminta penerima hanya merespon bilamana informasi yang diberikan salah, dan tidak ada pengujian tambahan yang dilakukan untuk permintaan yang tidak direspon.

3. Dokumentasi

a. Dokumen internal : Salinan faktur penjualan, catatan waktu kerja karyawan, dan laporn penerimaan persediaan.

b. Dokumen eksternal : Tagihan pemasok, wesel bayar yang dibatalkan, dan polis asuransi.

4. Prosedur Analisis

a. Seorang auditor dapat membandingkan presentase laba kotor di tahun berjalan dengan tahun sebelumnya.

b. Penurunan dalam presentase laba kotor sepanjang waktu dapat mengindikasikan adanya peningkatan persaingan dalam wilayah pasar perusahaan dan kebutuhan untuk memperhatikan penentuan harga atas persediaan secara lebih berhati-hati selama melakukan pengauditan.

5. Tanya Jawab dengan Klien

a. Ketika auditor ingin memperoleh informasi mengenai metode klien dan dalam melakukan pencatatan dan pengendalian terhadap pembukuan transaksi- transaksi.

b. Auditor melakukan pengujian audit dengan menggunakan dokumen dan pengamatan untuk menentukan apakah transaksi tersebut telah dicatat dan disahkan sesuai dengan cara yang disebutkan klien.

6. Penghitungan Ulang

a. Peningkatan faktur-faktur penjualan dan persediaan

b. Penambahan jurnal-jurnal dan catatan pendukung

7. Pengerjaan Ulang

a. Auditor dapat membandingkan harga disebuah faktur kedaftar harga yang disetujui, atau dapat melakukan perhitungan ulang penyisihan piutang tidak tertagih.

b. Auditor biasanya membuat batas pengujian untuk meyakini bahwa informasi dalam jurnal penjualan telah dimasukkan dalam akun pelanggan sebelumnya dan dengan jumlah yang benar dicatat pendukung piutang dagang serta telah diikhtisarkan secara akurat dalam buku besar.

8. Pengamatan

a. Melakukan kunjungan ke pabrik untuk mendapatkan gambaran umum tentang fasilitas yang dimiliki klien.

b. Mengamati bagaimana setiap orang yang melakukan tugas-tugas pembukuan untuk menentukan apakah orang yang ditugaskan tersebut melaksanakan tanggung jawabnya dengan benar.

5-10 Empat karakteristik dari definisi sebuah konfirmasi. Bedakan antara konfirmasi dan dokumentasi eksternal.

1. Akurat : Informasi harus mencerminkan keadaan yang sebenarnya dan informasi tersebut harus bebas dari kesalahan-kesalahan.

2. Tepat waktu : Informasi itu harus tersedia/ ada pada saat informasi tersebut diperlukan dan tidak terhambat.

3. Relevan : Informasi yang diberikan harus sesuai dengan yang dibutuhkan.

4. Lengkap : Informasi harus diberikan secara lengakap karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam mengambil keputusan.

Bedanya informasi dan dokumentasi eksternal

informasi adalah jawaban lisan atau tertulis yang diterima dari pihak ketiga yang independen untuk melakukan verifikasi atas keakuratan informasi yang diminta oleh auditor, sedangkan dokumentasi eksternal adalah sebuah dokumen yang telah ditanda tangani oleh sesorang di luar organisasi klien dan berakhir di tangan klien.

5-11 Bedakan antara dokumen internal dan dokumen eksternal sebagai bukti audit dan berikan tiga contoh untuk masing-masing.

1. Dokumen internal : sebuah dokumen yang telah di siapkan dan digunakan didalam organisasi klien dan disimpan tanpa pernah keluar ke pihak lain. Contoh : faktur penjualan, catatan waktu kerja karyawan, laporan penerimaan persediaan.

2. Dokumen eksternal : sebuah dokumen yang telah ditanda tangani oleh sesorang di luar organisasi klien dan berakhir di tangan klien Contoh : tagihan pemasok, wesel bayar yang dibatalkan, polis asuransi.

5-12 Pentingnya prosedur analitis sebagai bukti dalam menentukan penyajian yang adil dalam laporan keuangan.

Prosedur analitis menggunakan perbandingan dan keterkaitan untuk menilai apakah saldo-saldo akun atau data lain yang muncul telah disajikan secara wajar dibandingkan dengan perkiraan auditor.

5-13 Alasan-alasan paling penting untuk melakukan prosedur analisis.

1. Memahami industri klien dan usaha klien.

2. Menilai kemampuan entitas untuk melanjutkan usaha sebagai sesuatu yang berjalan baik (going concern).

3. Mengindikasikan adanya kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan.

4. Mengurangi pengujian audit terperinci.

5-14 Klien anda, PT.Hatiku Gembira, punya komitmen yang mengikat sebagai bagian dari sebuah persetujuan pinjaman obligasi untuk menjaga rasio lancar 2,0. Jika rasio lancar jatuh dibawah level itu pada tanggal neraca, seluruh obligasi harus segera dilunasi. Dalam tahun periode berjalan, laporan keuangan klien menunjukan rasio lancar sudah menurun dari2,6 pada tahun lalu ke 2,05. Bagaimana hal ini bisa memengaruhi rencana audit anda ?

Kami merencanakan untuk menilai keuangan PT. Hatiku Gembira dan mencari alasan kenapa rasio dari perusahaan klien kami menurun. Lalu kami akan mencari bukti-bukti penurunan rasio perusahaan tersebut. Karena bahayanya rasio lancar di bawah 2 obligasi akan ditarik. Ada penurunan rasio lancar 0,55 untuk itu diharapkan manajemen memberikan perhatian untuk menemukan faktor-faktor penyebab menurunnya rasio lancar.

5-15 Bedakan antara prosedur analisis mengarahkan perhatian dan yang dimaksudkan untuk mengeliminasi atau mengurangi prosedur substansif terperinci.

Prosedur analisis mengarahkan perhatian adalah membandingkan rasio penyisihan piutang tak tertagih dengan seldo piutang dagang kotor serta membandingkannya dengan tahun sebelumnya, dianggap bahawa telah terjadi penurunan rasio kerika pada saat yang sama, perputaran piutang dagang juga menurun. Kombinasi dari dua informasi tersebut mengindikasikan adanya kemungkinan kurang saji dalam penyisihan piutang. Sedangkan

mengurangi prosedur substantif terperinci adalah suatu prosedur analitis tidak mengungkapkan adanya fluktuasi yang tidak biasa, menandakan adanya kemungkinan salah saji material dapat diminimalkan.

5-16 “Prosedur analitis adalah dasar dalam setiap bagian audit,tapi pengujian ini jarang memadai untuk setiap area audit”. Jelaskan kenapa pernyataan itu benar atau tidak benar.

Tidak benar. Prosedur analitis dilakukan dalam tiga tahap audit yaitu tahap perencanan, tahap pengujian atau tahap pengerjaan lapangan, dan tahap penyimpulan hasil audit.

Dalam

tahap

perencanaan,

prosedur

analitis

berguna

untuk

membantu

auditor

merencanakan sifat, penentuan waktu, dan luas area prosedur audit.

Dalam tahap pengerjaan lapangan, prosedur analitis merupakan prosedur audit yang optimal.prosedur analitis dilakukan sebagai salah satu pengujian substansif untuk menghimpun bahan bukti tentang asersi tertentu yang terkait dengan saldo rekening.

Dan dalam tahap pengambilan kesimpulan hasil audit, prosedur analitis berguna sebagai alat untuk penelaah akhir tentang rasionalitas laporan keuangan auditan.

5-17 Tujuan dokumentasi audit dan jelaskan kenapa setiap tujuan itu penting.

1. Sebuah dasar perencanaan audit : Merencanakan pengauditan secara memadai, panduan informasi yang penting harus tersedia dalam arsip audit.

2. Sebuah catatan bukti yang dikumpulkan dan hasil-hasil pengujian yang dilakukan :

Auditor harus mampu menunjukkan bahwa audit telah direncanakan dengan saksama dan telah dimonitor dengan memadai, bahan bukti yang dikumpulkan tepat dan memadai, dan laporan audit yang diterbitkan sudah tepat, dengan mempertimbangkan hasil-hasil pengauditan.

3. Data untuk menentukan jenis audit yang tepat : Dokumentasi audit memberikan sumber-sumber informasi yang penting untuk membantu auditor dalam menentukan apakah bahan bukti yang tepat dan memadai telah dikumpulkan untuk mendukung laporan audit yang diterbitkan.

4. Sebuah dasar untuk penelaahan oleh supervisor dan partner : Arsip-arsip audit merupakan kerangka utama dari referensi yang digunakan dalam melakukan penelaahan atas pekerjaan yang dilakukan.

5-18

menentukan apakah memo,korespondensi dan dokumen lain harus dijaga dalam arsip audit?

Dua kriteria yang menjadi pertimbangan auditor dari perusahaan umum ketika

1. Dokumen tersebut disusun, dikirim atau diterima dalam hubungannya dengan pengauditan atau penelaahan.

5-19 Untuk berapa lamakah PMK 17/2008 meminta para auditor perusahaan umum untuk menjaga dokumentasi audit?

Paling lama untuk 6 tahun buku berturut-turut.

5-20 Mengapa penting dalam dokumentasi audit untuk memasukan setiap hal berikut. Yaitu , identifikasi nama klien, periode audit yang dijalankan, penjelasan dari konten, inisial nama orang yang menyiapkan, tanggal persiapan, dan kode indeks.

Karena setiap transaksi di organisasi klien biasanya di dukung oleh setidaknya satu dokumen, sejumlah besar bahan bukti jenis ini biasanya tersedia. Sebagai contoh, klien biasanya menyimpan pesanan pelanggan, dokumen pengirirman dan salinan faktur penjualan untuk setiap transaksi. Dokumen yang sama juga merupakan bukti yang berguna bagi auditor untuk memverifikasi keakuratan pencatatan klien atas transaksi penjualan.

5-21 Apa yang dimaksud dengan arsip permanen, dan sebutkan beberapa jenis informasi yang biasanya dimasukkan . Kenapa auditor tidak memasukkan isi dari arsip permanen ke dalam arsip audit periode berjalan?

Arsip permanen adalah arsip yang berisi data historis atau data yang sifatnya terus- menerus terkait dengan pengauditan periode berjalan. Dokumen ini memberi informasi yang mengenai pengauditan yang berlangsung terus-menerus dari tahun ke tahun.

Jenis informasi yang biasa dimasukkan :

1. Intisari/salinan dokumen perusahaan yang terus-menerus penting bagi perusahaan, seperti akta pendirian perusahaan, peraturan, kesepakatan persyaratan obligasi, dan kontrak-kontrak.

2. Analisis akun-akun di tahun sebelumnya yang tetap penting bagi auditor.

3. Informasi terkait untuk memahami pengendalian internal dan menilai risiko pengendalian.

4. Hasil prosedur analisis dari audit tahun sebelumnya.

Auditor tidak memasukkan isi dari arsip permanen ke dalam arsip audit periode berjalan karena arsip permanen berisi untuk data yang secara relatif tidak mengalami perubahan.

5-22 Bedakan antara jenis-jenis daftar pendukung periode berjalan berikut ini dan sebutkan tujuan masing-masing : analisis, neraca saldo percobaan, dan uji kemasukakalan.

1. Analisis dirancang untuk menunjukkan aktivitas dalam akun buku besar selama keseluruhan periode dalam proses audit, mengikat awal dan akhir dari saldo.

2. Neraca saldo percobaan terdiri dari perincian-perincian yang menyusun saldo akhir tahun dari akun buku besar. Hal ini berbeda dari analisis, karena hanya memasukkan hal-hal yang menyusun saldo akhir periode pembukuan.

3. Uji kemasukakalan mengandung informasi yang memungkinkan auditor untuk mengevaluasi apakah saldo klien mengandung salah saji dengan mempertimbangkan kondisi yang ada dalam kontrak kerja.

5-23 Mengapa penting bagi auditor untuk tidak meninggalkan pertanyaan atau pengecualian dalam dokumentasi audit tanpa sebuah penjelasan yang cukup?

Karena biasanya bukti ini tidak cukup untuk menarik kesimpulan,karena,tidak berasal dari sumber yang independen dan dapat bias sesuai dengan keinginan klien. Oleh karena itu, ketika auditor mendapatkan bukti melalui tanya jawab,biasanya juga penting untuk mendapatkan bukti-bukti pendukung lainnya melalui prosedur lain.

5-24 Jelaskan apa yang dimaksud dengan tanda contreng. Apa tujuannya?

Tanda contreng merupakan simbol yang digunakan dalam daftar audit yang menyediakan informasi atau rincian tambahan dari prosedur audit yang dilakukan. Bertujuan menunjukkan prosedur audit yang dijalankan secara singkat dan jelas.

5-25 Siapa yang memiliki data audit? Dalam situasi seperti apa mereka bisa digunakan oleh orang lain?

Data audit merupakan milik auditor. Satu-satunya saat dimana orang lain, atau klien memiliki hak legal untuk melakukan pemeriksaan atas data audit adalah ketika hal tersebut diminta oleh pengadilan sebagai bukti hukum. Saat penyelesaian kontrak kerja, data audit disimpan oleh KAP untuk dijadikan referensi di masa mendatang dan agar memenuhi standar audit terkait dengan penyimpanannya. Di Amerika Serikat, data audit dapat digunakan orang lain tanpa seizing klien disaat dokumen audit diminta oleh pengadilan atau digunakan sebgai bagian dari program peer review yang disetujui oleh AICPA atau masyarakat di Negara tersebut dengan KAP lainnya.

5-26 Seorang CPA menjual praktik auditnya kepada KAP lain dan memasukan semua arsip audit sebagai bagian dari harga pembelian. Dalam situasi apa hal ini melanggar kode Etik?

Hal tersebut melanggar kode etik karena jika auditor membocorkan atau menjual informasi pada pihak luar yang tidak memiliki kewenangan atas data tersebut, maka hubungan auditor dengan manajemen akan sangat terancam dan melanggar kode etik independensi serta kode etik integritas dan objektifitas.

5-27 Bagaimana auditor membaca dan mengevaluasi informasi yang tersedia melalui formulis yang dibaca mesin?

Auditor memakai komputer untuk membaca dan menilai bukti. Program audit komersial, seperti program ACL dan program Interactive Data Extraction and Analysis (IDEA), didesain khusus untuk digunakan auditor. Program-program ini biasanya berbasis Windows dan bisa dijalankan dengan mudah di komputer atau notebook auditor. Auditor bisa mendapatkan salinan dari database klien atau arsip utama di dalam formulir yang bisa dibaca

mesin dan menggunakan program untuk menjalankan berbagai macam tes dari data elektronik milik klien. Para auditor juga bisa menggunakan software spreadsheet untuk melakukan tes audit.

5-28 Jelaskan tujuan dan keuntungan penggunaan perangkat lunak dokumentasi audit?

1. Paket perangkat lunak pengauditan relatif mudah digunakan, bahkan oleh auditor dengan sedikit pelatihan teknologi informasi, dan bisa diaplikasikan untuk berbagai macam klien dengan penyesuaian minimal.

2. Auditor juga menggunakan teknologi untuk mengalihkan dokumentasi berbasis kertas yang tradisional menjadi data elektronik untuk mengatur dan menganalisis dokumentasi audit.

3. Dengan ACE (Automated Client Engagement), seorang auditor bisa menyiapkan neraca saldo, jadwal utama, dokumentasi audit pendukung, laporan keuangan dan juga menjalankan analisis rasio.

4. Tanda contreng dan penjelasan lain seperti catatan pengkajian, bisa dimasukkan langsung ke dalam data terkomputerisasi.

5. Data bisa dikirim atau diterima dari aplikasi lain, sehingga auditor bisa mengunduh buku besar klien ke dalam ACE atau memindahkan informasi pajak ke sebuah paket persiapan pajak komersial.

6. Para auditor juga menggunakan area jejaring lokal (local area networks-LAN) dan perangkat lunak groupshare untuk mengakses dokumentasi audit secara simultan dari lokasi yang jauh.

Jawaban Soal 2

Menurut pendapat kami dari berita atau informasi yang kami baca, kasus tersebut sangat merugikan, memengaruhi tercorengnya nama akuntan publik di Indonesia dan kepercayaan masyarakat terhadap KAP menurun. Bagaimana tidak, AP tersebut melakukan fraud dalam menyajikan Laporan Keuangan yang secara signifikan tidak sesuai dengan kondisi keuangan yang sebenarnya sehingga menyebabkan kerugian banyak pihak. Selain melanggar kode etik independensi, juga melanggar kode etik integritas, objektivitas, dan prinsip perilaku profesi.

Apalagi saat ini SNP diberlakukan pembekuan kegiatan usaha pembiayaan, apabila SNP tetap melakukan kegiatan tersebut, menurut kami lebih baik dicabut sekaligus izin usahanya. Dan sebaiknya para auditor laporan keuangan juga harus tersertifikasi, independensi dan tidak boleh terafiliasi.