Anda di halaman 1dari 1

Patogen tular tanah (soil-borne) dapat menurunkan produksi dan kualitas tanaman.

Hal
ini merupakan tantangan dalam budidaya pertanian, karena patogen bertahan dalam tanah selama
bertahun-tahun dan setiap tanaman mungkin saja rentan terhadap beberapa species patogen tular
tanah tersebut. Infeksi yang simultan oleh patogen tular tanah kadangkala menghasilkan penyakit
kompleks yang dapat menghancurkan tanaman budidaya. Banyak penyakit yang disebabkan oleh
patogen tular tanah ini sulit diprediksi, dideteksi dan didiagnosis, sementara tanah dan
lingkungannya juga sangat komplek sehingga diperlukan pengetahuan yang luas dari seluruh
aspek. Semakin banyak jumlah dan macam species patogen tular tanah di dalam tanah maka
semakin besar pula peluang akan terjadinya serangan penyakit pada tanaman (Brown et al, 1984
cit Nurhayati, 2013).
Menurut Sumartini (2012), serangan patogen tular tanah pada tanaman diawali dengan
infeksi pada bagian akar atau batang yang berbatasan dengan permukaan tanah. Infeksi
menyebabkan transportasi hara dan air tersumbat sehingga tanaman layu. Patogen selanjutnya
menyebar ke seluruh bagian tanaman dan menyebabkan pembusukan. Pada permukaan tanah di
sekitar tanaman yang terserang terdapat miselium putih dan sklerotia. Serangan parah sering
terjadi pada musim hujan, yang menyebabkan seluruh tanaman di suatu area menjadi layu dan
gagal panen.

Nurhayati. 2013. Tanah dan Perkembangan Patogen Tular Tanah. Prosiding Seminar Nasional
2013 MKTI, Palembang 6-8 November 2013: 326-333.
Sumartini. 2012. Penyakit Tular Tanah (Sclerotium rolfsii Dan Rhizoctonia solani) Pada
Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian Serta Cara Pengendalian. 2012. Jurnal
Litbang Pertanian, 31(1): 27-34.