Anda di halaman 1dari 6

BAB 11

ANGGARAN PIUTANG

1. PENGANTAR

Piutang adalah salah satu bentuk investasi. Sebagai salah satu bentuk invesatsi
maka piutang :
• Menyerap sejumlah dana modal kerja
• Mempunyai usia tertentu sesuai dengan waktu keterikatannya
• Mempengaruhi tingkat risiko perusahaan secara keseluruhan
• Perlu dimonitor tingkat efisiensinya

Beberapa manfaat yang diperoleh dengan adanya penjualan kredit antara lain :
 Merupakan upaya untuk meningkatkan omzet penjualan.
Pembeli yang tidak memiliki likuiditas tinggi mungkin sekali akan terdorong untuk
melakukan pembelian, dengan demikian kebijaksanaan kredit dapat meningkatkan
daya saing perusahaan.
 Dengan meningkatnya volume penjualan maka keuntunganpun diharapkan akan
meningkat. Dengan demikian kredit akan mempunyai akibat yang positif dari segi
penilaian investasi secara keseluruhan.
 Dengan adanya hubungan hutang piutang maka hubungan dagang antara perusahaan
dengan para pembelinya menjadi lebih erat, sehingga kredit menjamin kontinyuitas
hubungan.
 Pada jenis usaha tertentu (produsen rumah murah, perdagangan kendaraan bermotor)
dimana hubungan kredit berjangka lama, maka kredit menciptakan keuntungan
tambahan bagi penjual.

Berbagai jenis beban dan biaya yang timbul karena perusahaan menjual secara kredit
antara lain berupa :
 Beban biaya modal
Piutang sebagai salah satu bentuk investasi akan meyerap modal yang tersedia. Maka
dengan adanya piutang, modal yang tersedia untuk investasi lain akan berkurang.
Dengan adanya piutang dagang kebutuhan modal kerja akan meningkat.
 Biaya administrasi piutang
Biaya ini terdiri dari : biaya organisasi (unit kerja) yang menangani/mengelola
piutang serta biaya penagihan
 Piutang mungkin tidak seluruhnya dapat ditagih, sehingga timbul piutang macet atau
tak tertagih
Piutang dapat memberikan tambahan keuntungan, namun dapat juga mengakibatkan
timbulnya keugian, maka perlu dibuat suatu kebijaksanaan yang jelas untuk mengatur
masalah tersebut. Berbagai langkah yang perlu dipersiapkan antara lain :
a. Dibentuknya unit kerja yang khusus mengurusi piutang
o Mencari langganan potensial
o Menyeleksi calon debitur
o Membukukan transaksi
o Melakukan penagihan piutang
b. Digariskannya kebijakan piutang yang jelas sebagai pedoman unit kerja
o Penentuan Plafon kredit
o Penentuan jangka waktu kredit
o Pedoman seleksi calon debitur
o Penentuan jumlah piutang
c. Penentuan criteria untuk mengukur efisiensi pengelolaan piutang, dengan indicator :
o Tingkat perputaran piutang

Penjualan kredit neto


Tingkat perputaran piutang =
Piutang rata-rata

Piutang rata-rata = (piutang awal + piutang akhir) :2

o Persentase piutang tak tertagih yang sebenarnya (perlu dibandingkan dengan rata-
rata piutang tak tertagih untuk industri sejenis)
o Usia piutang rata-rata (dapat dikelompokkan berapa % piutang yang masih berada
dalam batas waktu piutang yang seharusnya, bulan terlambat dsb)
o Biaya pengelolaan setiap Rp 1.000.000 piutang

2. PENGERTIAN DAN FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


PENYUSUNAN ANGGARAN PIUTANG

Yang dimaksud dengan budget atau anggaran piutang adalah budget atau
anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang jumlah piutang perusahaan
beserta perubahannya dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang.
Sehingga budget piutang menunjukkan besarnya piutang dari waktu ke waktu karena
perusahaan mengadakan transaksi-transaksi penjualan kredit, mennjukkan sisa piutang
yang belum tertagih.
Anggaran piutang scara khusus berguna sebagai dasar untuk menyusun Anggaran Kas,
karena penagihan piutang tersebut merupakan pemasukan kas.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan Anggaran Piutang, antara lain :
 Anggaran Penjualan
Khususnya rencana tentang jenis dan jumlah barang yang akan dijual
 Keadaan persaingan di pasar
Persaingan yang lebih keras akan memaksa perusahaan untuk lebih banyak
melakukan transaksi penjualan secara kredit, sehingga memperbesar piutang.
 Posisi perusahaan dalam persaingan
Jika posisi perusahaan cukup kuat, maka perusahaan dapat memaksakan penjualan
secara tunai, sehingga memperkecil penjualan kredit.
 Syarat pembayaran yang ditawarkan.
Jika potongan penjualan yang ditawarkan cukup menarik, maka akan mendorong
pembeli untuk melakukan pembelian secara tunai.
 Kebijakan perusahaan dalam penagihan piutang
Penagihan piutang yang lebih aktif akan mempercepat pemasukan piutang.

3. BENTUK ANGGARAN PIUTANG

Sebagaimana halnya dengan budet yang lain, budget piutang juga tidak
mempunyai bentuk standar yang harus dipergunakan. Ini berarti bahwa masing-masing
perusahaan mempunyai kebebasan untuk menentukan bentuk serta formatnya, sesuai
dengan keadaan perusahaan masing-masing.

Sebagai ilustrasi : Untuk mencapat target penjualan tahun 2008, PT OKE menetapkan
syarat pembayaran(term of payment) 4/10, net 30. Penjualan bulan Januari sebesar Rp
48.120.000. Berdasarkan pengalaman di waktu yang lalu, dengan pembayaran seperti itu
penjualan akan dikelompokkan sebagai berikut:
- 40 % dari transaksi penjualan dilakukan dengan tunai, sehingga mendapat
potongan (discount)
- 20% dari transaksi penjulan dilakukan secara kredit dengan pelunasan pada bulan
yang sama dengan bulan terjadinya transaksi penjualan, dan sebelum batas waktu
10 hari sehingga mendapat potongan (discount).
- 30% dilakukan secara kredit dengan pelunasan yang dilakukan pada bulan yang
sama dengan bulan terjadinya transaksi penjualan, tetapi sesudah batas waktu 10
hari sehingga tidak mendapat potongan (discount).
- Sisanya dilakukan secara kredit dengan pelunasan yang dilakukan satu bulan yang
sesudah bulan terjadinya transaksi penjualan.

Perhitungan :
a. Sebanyak 40% tunai x Rp 48.120.000 = Rp 19.248.000
Potongan 4% x Rp 19.248.000 = Rp 769.920
Diterima bulan Januari Rp 18.478.000
b. Sebanyak 20% tunai x Rp 48.120.000 = Rp 9.624.000
Potongan 4% x Rp 9.624.000 = Rp 384. 960
Diterima bulan Januari Rp 9.239.040

c. Sebanyak 30% tunai x Rp 48.120.000 = Rp 14..436.000


(diterima bulan Januari)

d. Sebanyak 10% tunai x Rp 48.120.000 = Rp 4.812.000


(diterima bulan Pebruari)

PT OKE
Skedul Penerimaan Pelunasan Piutang
Januari– Desember 200x

Bulan Transaksi Penerimaan Pelunasan Piutang Neto


Januari Pebruari Maret
(Rp) (Rp) (Rp)
Desember
Januari 23.675.040 4.812.000
Pebruari
Maret

BAB 10
ANGGARAN PENGELUARAN MODAL

1. KONSEP TEORITIK KEPUTUSAN KEUANGAN


Peranan seorang maanjer keuangan semakin luas, karena ikut mennetukan hidup
matinya perusahaan. Tidak hanya terbatas pada penentuan jumlah modl dn megusahakan
modal, melainkan juga sekaligus ikut menentukan cara bagaimana modal yang telah
diperoleh tersebut harus dialokasikan pada berbagai jenis aktiva, serta mengawasinya
sehingga diperoleh suatu kombinasi sumber serta penggunaan modal yang seimbang dn
efisien.
Keputusan tentang pemilihan investasi merupakan keputusan yang paling penting
diantara berbagai jenis keputusan yang lain yang harus diambil oleh seorang manajer
keuangan. Keputusan ini akan menentukan tidk saj arisiko yang harus ditanggung, namun
juga tingkat keuntungan perusahaan. Maka dari itu diperlukan pedoman dalam
pengambilan keputusan investasi. Langkah-langkah yang perlu diambil adalah :
a. mencari peluang investasi, misalnya :
- diversifikasi usaha
- diversifikasi produk
- perluasan usaha
- perluasan keuangan
- program riset yang dapat menghasilkan produk baru
b. memilih alternative investasi yang memiliki peluang paling baik
c. menyusun rancangan pelaksanaan
d. realisasi dan pengendalian pelaksanaan investasi

2. INFORMASI KEUANGAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN


INVESTASI

Sebelum menentukan investasi diterima atau ditolak, diperlukan penilaian


terhadap berbagai aspek yang bersangkutan dengan investasi yang bersangkutan.
Prosedur yang harus diikuti dalam melakukan penilaian :
- memperkirakan pola arus kas dari investasi
- menilai arus kas yang diperkirakan
- mengambil keputusan investasi
- melakukan pengawasan serta membuat perhitungan penyesuaian yang diperlukan

Bentuk investasi pengeluaran modal antara lain mencakup :


- pendirian usaha baru
- melakukan perluasan usaha atau perluasan keuangan
- merehabilitasi mesin yang telah menurun efisiensinya
- membangun kembali mesin (Re-building)
- merubah saluran distribusi
- melakukan penelitian untuk : menemukan proses yang lebih efisien, menciptakan
produk baru, memperbaiki system informasi manajemen.

3. KRITERIA INVESTASI
Ada berbagai ukuran atau cara untuk menilai apakah usul investasi diterima atau
ditolak. Kriteria yang tersedia adalah :
a. Average Rate of Return
Kriteria ini merupakan pengetrapan metode accounting dengan cara mencari
imbangan (ratio) antara rata-rata keuntungan tahunan sesudah dikurangi beban bunga
dan pajak dan rata-rata jumlah modal yang tertanam dalam investasi yang sedang
dipertimbangkan.

Rumusnya = Rata-rata EAT / Capital Outlay

b. Payback Period
Periode payback dari sesuatu investasi menjelaskan tentang lamanya wakt yang
diperlukan agar modal yang tertanam pada investasi dapat diperoleh kembali
seluruhnya.

Rumus = Capital Outlay / Net Cash Proceeds

c. Interna Rate of Return


IRR suatu investasi adalah tingakt discount rate yang dapat menjadikan sama nilai
sekarang dari outlay dengan nilai sekarang dari proceed investasi yang bersangkutan

At
Rumus = ∑ =0
n
(1+i)

d. Net Present Value


Net Present Value adalahselisih antara nilai sekarang dari proceed dengan nilai
sekarang dari outlay.

e. Profitability Index

PI = PV of Proceeds / PV of Outlay