Anda di halaman 1dari 8

HAND OUT

Mata Kuliah : Metodi Khusus


Topik : evaluasi pembelajaran laboratorium kebidanan
Sub Topik : 1.Pengertian
2. sasaran evaluasi pembelajaran
3. tahapan pelaksanaan evaluasi
4. Istilah Pada Pengajaran Klinik Dan Pratika Yang
Terkait Dengan Evaluasi
5. Sifat-Sifat pembelajaran klinis
6. tingkat pengukuran keterampilan klinis
Waktu : 150 Menit

Objek Perilaku Siswa


Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu :
1. Menjelaskan kembali tentang sasaran evaluasi pembelajaran
3. Menjelaskan kembali tentang tahapan pelaksanaan evaluasi
4. Menjelaskan kembali tentang Istilah Pada Pengajaran Klinik Dan Pratika
Yang Terkait Dengan Evaluasi
5. Menjelaskan kembali tentang Sifat-Sifat pembelajaran klinis
6. Menjelaskan kembali tentang tingkat pengukuran keterampilan klinis
Referensi

http://www.sumberkita-evaluasi.com/2016/07/evaluasi -pembelajaran.html
bidan-pendidik.com/2015/012/evaluasi –pembelajaran-klinik
http://www.pembelajaran-evaluasi.com//bidanku.html

Uraian Materi
Evaluasi Pembelajaran Klinik
1. Pengertian
Evaluasi adalah suatu proses berkelanjutan tentang pengumpulan
dan penafsiran informasi untuk menilai keputusan-keputusan yang
dibuat dalam merancang suatu sistem pembelajaran
Evaluasi belajar mengajar merupakan bagian integral dalam proses
pendidikan. Hasil evaluasi bukan merupakan suatu hal yang bersifat
subjektif atau keberuntungan. Baik buruknya hasil evaluasi akan
menjadi indikator suatu institusi, bahkan turut menentukan apakah
suatu program masih layak dipertahankan seandainya berdasarkan
hasil evaluasi yang telah dilakukan adalah kurang memuaskan. Oleh
karena itu baik tidaknya pengeloaan evaluasi ikut menentukan
penguasaan mahasiswa terhadap kompetensi yang harus dicapainya
dan berdampak pada mutu suatu institusi.

2. Sasaran Evaluasi Pembelajaran


Sasaran evaluasi proses pembelajaran adalah pelaksanaan dan
pengelolaan pembelajaran untuk memperoleh pemahaman tentang
strategi pembelajaran yang dilaksanakan oleh dosen, cara mengajar
dan media pembelajaran yang digunakan Oleh dosen dalam
pembelajaran, serta minat, sikap dan cara/kebiasaan belajar
mahasiswa.

3. Tahapan Pelaksanaan Evaluasi


Tahapan pelaksanaan evaluasi proses pembelajaran adalah
penentuan tujuan, menentukan desain evaluasi, pengembangan
instrumen evaluasi, pengumpulan informasi/data, analisis dan
interpretasi dan tindak lanjut.
a. Menentukan tujuan
1. Tujuan evaluasi proses pembelajaran dapat dirumuskan dalam
bentuk pernyataan atau pertanyaan. Secara umum tujuan evaluasi
proses pembelajaran untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
berikut: (1) Apakah strategi pembelajaran yang dipilih dan
dipergunakan oleh dosen efektif,
2. Apakah media pembelajaran yang digunakan oleh dosen efektif,
3. Apakah cara mengajar dosen menarik dan sesuai dengan pokok
materi sajian yang dibahas, mudah diikuti dan berdampak
mahasiswa mudah mengerti materi sajian yang dibahas,
4. Bagaimana persepsi mahasiswa terhadap materi sajian yang
dibahas berkenaan dengan kompetensi dasar yang akan dicapai,
5. Apakah mahasiswa antusias untuk mempelajari materi sajian yang
dibahas,
6. Bagaimana mahasiswa mensikapi pembelajaran yang
dilaksanakan oleh dosen,
7. Bagaimanakah cara belajar mahasiswa mengikuti pembelajaran
yang dilaksanakan oleh dosen.

b. Menentukan desain evaluasi


Desain evaluasi proses pembelajaran mencakup rencana evaluasi
proses dan pelaksana evaluasi. Rencana evaluasi proses pembelajaran
berbentuk matriks dengan kolom-kolom berisi tentang: No. Urut,
Informasi yang dibutuhkan, indi-kator, metode yang mencakup teknik
dan instrumen, responden dan waktu. Selanjutnya pelaksana evaluasi
proses adalah dosen mata kuliah yang bersangkutan.

c. Penyusunan instrumen evaluasi


Instrumen evaluasi proses pembelajaran untuk memperoleh informasi
deskriptif dan/atau informasi judgemental dapat berwujud (1) Lembar
pengamatan untuk mengumpulkan informasi tentang kegiatan belajar
mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan oleh
dosen dapat digunakan oleh dosen sendiri atau oleh mahasiswa untuk
saling mengamati, dan (2) Kuesioner yang harus dijawab oleh
mahasiswa berkenaan dengan strategi pembelajaran yang dilaksanakan
dosen, metode dan media pembelajaran yang digunkan oleh dosen,
minat, persepsi maha-siswa tentang pembelajaran untuk suatu materi
pokok sajian yang telah terlaksana.

d. Pengumpulan data atau informasi


Pengumpulan data atau informasi dilaksanakan secara obyektif dan
terbuka agar diperoleh informasi yang dapat dipercaya dan bermanfaat
bagi peningkatan mutu pembelajaran. Pengumpulan data atau informasi
dilaksanakan pada setiap akhir pelak-sanaan pembelajaran untuk materi
sajian berkenaan dengan satu kompetensi dasar dengan maksud dosen
dan mahasiswa memperoleh gambaran menyeluruh dan kebulatan
tentang pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan untuk
pencapaian penguasaan satu kompetensi dasar.

e. Analisis dan interpretasi


Analisis dan interpretasi hendaknya dilaksanakan segera setelah data
atau informasi terkumpul. Analisis berwujud deskripsi hasil evalusi
berkenaan dengan proses pembelajaran yang telah terlaksana; sedang
interpretasi merupakan penafsiran terhadap deskripsi hasil analisis
hasil analisis proses pembelajaran. Analisis dan interpretasi dapat
dilaksanakan bersama oleh dosen dan maha-siswa agar hasil evaluasi
dapat segera diketahui dan dipahami oleh dosen dan maha-siswa
sebagai bahan dan dasar memperbaiki pembelajaran selanjutnya.

1. Istilah Pada Pengajaran Klinik Dan Pratika Yang Terkait Dengan


Evaluasi
o Laboraturium
suatu tempat, situasi atau seperangkat keadaan yang kondusif
untuk melakukan suatu uji coba, penelitian & pengamatan.
o Laboraturium klinik
suatu tempat dimana peserta didik bertemu dengan klien untuk
menerapkan keterampilan profesional(kognitif, afektif, dan
psikomotor).

o Laboraturium pendidikan
suatu tempat yang dirancang khusus untuk melatih keterampilan
yang memerlukan alat-alat yang tidak mungkin dipindah- pindah.

2. Sifat-Sifat Pembelajaran Klinik


Evaluasi pembelajaran klinik mempunyai sifat-sifat tertentu, seperti:
a. Bersifat subyektif.
Evaluasi pembelajaran klinik bersifat subyektif karena:
1. Melibatkan manusia dengan kumpulan nilainya yang
mempengaruhi proses.
2. 3 aspek yang dinilai,yaitu: kognitif, afektif, dan psikomotor.
b. Proses evaluasi dapat meningkatkan perkembangan-perkembangan
nasional dan pembelajaran peserta didik atau menghancurkan golongan
belajar.
Evaluasi pembelajaran klinik merupakan dasar untuk mengetahui
pencapaian objektif klinik.

7. Tingkat pengukuran penampilan klinis


a. Pre-requisites for clinical aabilities
Ciri-cirinya:
Fokus: “do they know it”
Meliputi:
Penguasaan fakta, konsep & prinsip
Ketrampilan tertentu
Atribut personal
b. Component clinical abilities
Ciri-cirinya:
Fokus: “can they do it right?”
Yang di ukur adalah:
Aplikasi pengetahuan prasyarat
Keterampilan teknik dan prosedur keperawatan
Keterampilan afektif
Pengukuran dengan checklist, rating scale, responsi
c. Composite clinical performance
Fokus:”can they get it right”
Case management
Integrasi dari aktivitas:
kognitif
afektif
Psikomotor
d. Competent clinical practice
Akumulasi ketiga tingkat kemampuan sebelumnya
Untuk mengelola klien pada situasi pelayanan tertentu
3. Metode evaluasi
a. OBSERVASI
1. Digunakan untuk mengevaluasi penampilan psikomotor, sikap,
prilaku, interaksi baik verbal maupun non verbal.
2. Banyak dipengaruhi oleh latar belakang & ekspetasi
pengamatan dan dapat mempengaruhi reliabilitas dan
objektivitas evaluasi.
3. Perangkat evaluasi
b. KOMUNIKASI TERTULIS/LAPORAN
1. Untuk mengevaluasi kognitif dan pemecahan masalah melalui
proses analisa, sintesa& evaluasi.
2. Dilaksanakn dengan cara memberikan penugasan pada peserta
didik untuk menuliskan hasil pengamatan, hasil rangkaian kegiatan
melaksanakan tindakan keperawatan atau asuhan keperawatan
erupa laporan tertulis.

c. KOMUNIKASI LISAN/ORAL
a. Terjadi tanya jawab perkembangan klien atau dialog terhadap
pertanyaan yang diajukan penguji.
b. Pembimbing melakukan validasi terhadap data yang
dikumpulkan dalam penyusunan tempra.
c. Menilai alasan terhadap tindakan yang dilakukan mahasiswa.
d. Menilai kemampuan/ pengetahuan mahasiswa tentang gangguan
yang dialami oleh klien, perkembangan klien dan tanda dan
gejala yang terdapat pada klien.
d. SIMULASI
1. Kompleksitas masalah yang disimulasikan dan tindakan
keperawatan yang terkait yang harus dilakukan dapat terkontrol.
2. Evaluasi dapat berfokus pada prilaku kognitif, psikomotor atau
afektif.
e. EVALUASI MANDIRI
1. Suatu keterampilan perkembangan yang komplek yang
memerlukan instruksi& praktik, & harus diajarkan pada peserta
didik dengan cara yang sistematik.
2. Harus disertai dengan diskusi pengajar peserta didik untuk saling
mengevaluasi dan membuat keputusan berkaitan denan
pengalaman belajar yang selanjutnya.