Anda di halaman 1dari 22

KELOMPOK I

UNIT UTILITAS BOILER

Oleh :

1. KENNAR HERNOWO (15030003)

2. ZIDA IDHUM MA’RIFA (15030009)

3. MUHAMMAD AUFA (15030013)

4. ELSA SALSABILA (15030017)

5. HIDAYAD DAULAY (15030021)

6. MORRIS WIRANTO MANURUNG (15030025)

7. PRATIWI TIRTA SARI (15030034)

8. ADITYA LUTFI MUNTHAHA (15030038)

9. RAHMAT SYAH RAMADHAN (15030044)

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA


AKADEMI MINYAK DAN GAS BALONGAN
INDRAMAYU
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun pajatkan kehadirat Allah SWT yang telah


memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat berhasil menyelesaikan
makalah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Unit Utilitas
Boiler”.

Makalah ini berisikan informasi tentang pengertian boiler, proses kerja


dari boiler, komponen – komponen dari boiler, jenis – jenis dari boiler, dan fungsi
dari boiler. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada pembaca
tentang boiler. Ketika penyusunan makalah pembelajaran ini banyak pihak yang
turut membantu serta memberikan dorongan pemikiran dan materi. Oleh karena
itu, penyusun mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah
memberi sumbangan dalam penyelesaian makalah ini. Ucapan terimakasih
penyusun sampaikan kepada Bapak H. Novandy Siregar, M.T selaku dosen mata
kuliah Utilitas.

Akhir kata penyusun menyadari bahwa makalah masih jauh dari


kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Indramayu, 11 Desember 2018

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR. ...................................................................................................... 1


DAFTAR ISI. ..................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN. ................................................................................................. 3
1.1 Latar Belakang. ...................................................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................. 4
1.3 Tujuan. ................................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................... 5
2.1 Pengertian Boiler .................................................................................................... 5
2.2 Proses Kerja Boiler. ............................................................................................... 5
2.3 Komponen – Komponen Pada Boiler .................................................................... 8
2.4 Klasifikasi Pada Boiler .......................................................................................... 11
BAB III PENUTUP. ......................................................................................................... 20
3.1 Kesimpulan. .......................................................................................................... 20
DAFTAR PUSTAKA

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dewasa ini instalasi tenaga uap sekurang-kurangnya terdiri dari
pembangkit uap atau yang dikenal dengan sebutan ketel uap yang
berfundasi sebagai sarana untuk mengubah air menjadi uap bertekanan.
Ketel uap dalam bahasa inggris disebut dengan nama boiler berasal dari
kata boil yang berarti mendidihkan atau menguapkan,sehingga boiler
dapat diartikan sebagai alat pembentukan uap yang mampu mengkonversi
energi kimia dari bahan bakar padat ( padat cair dan gas ) yang menjadi
energi panas. Uap yang dihasilkan dari ketel uap merupakan gas yang
timbul akibat perubahan fase cairan menjadi uap atau gas melalui cara
pendidihan yang memerlukan sejumlah energi dalam pembentukannya.
Zat cair yang dipanaskan akan mengakibatkan pergerakan moleku-
molekul menjadi cepat,sehingga melepas diri dari lingkungannya dan
berubah menjadi uap. Air yang berdekatan dengan bidang pemanas akan
memiliki temperature yang lebih tinggi (berat jenis yang lebih rendah)
dibandingkan dengan air yang bertemperatur rendah, sehingga air yang
bertemperatur tinggi akan naik kepermukaan dan air yang bertemperatur
rendah akan turun. Peristiwa ini akan terjadi secara terus menerus
(sirkulasi) hingga berbentuk uap. Uap yang dihasikan oleh ketel uap dapat
dimanfaatkan untuk berbagai keperluan antara lain : Utilitas suatu daya
pembangkit tenaga listrik dan industri.

3
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari unit utilitas boiler ?
2. Bagaimana Proses kerja dari boiler ?
3. Apa sajakah Komponen – komponen pada boiler ?
4. Apa sajakah jenis – jenis boiler ?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian boiler.
2. Mengetahui proses kerja dari boiler.
3. Mengetahui komponen – komponen boiler.
4. Mengetahui jenis – jenis dari boiler.

4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Boiler

Boiler atau ketel uap merupakan gabungan yang kompleks dari


pipa-pipa penguapan (evaporator), pemanas lanjut (superheater), pemanas
air (ekonomiser) dan pemanas udara (air heater). Pipa-pipa penguapan
(evapurator) dan pemanas lanjut (superheater) mendapat kalor langsung dari
proses pembakaran bahan bakar, sedangkan pemanas air (economiser) dan
pemanas udara (air heater) mendapat kalor dari sisa gas hasil pembakaran
sebelum dibuang ke atmosfer. Boiler atau ketel uap adalah suatu bejana
tertutup yang di dalamnya berisi air untuk dipanaskan. Energi panas dari
uap air keluaran boiler tersebut selanjutnya digunakan untuk berbagai
macam keperluan, seperti untuk turbin uap, pemanas ruangan, mesin uap,
dan lain sebagainya. Secara proses konversi energi, boiler memiliki fungsi
untuk mengkonversi energi kimia yang tersimpan di dalam bahan bakar
menjadi energi panas yang tertransfer ke fluida kerja.

Uap yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk:


a. Mesin pembakaran luar seperti: mesin uap dan turbin.
b. Suplai tekanan rendah bagi kerja proses di industry seperti
industry pemintalan, pabrik gula dan sebagainya.
c. Menghasilkan air panas, dimana` bias digunakan untuk instalasi
pemanas bertekanan rendah.

2.2 Proses Kerja Boiler

Boiler atau ketel uap adalah suatu perangkat mesin yang berfungsi
untuk mengubah air menjadi uap. Proses perubahan air menjadi uap terjadi
dengan memanaskan air yang berada didalam pipa-pipa dengan
memanfaatkan panas dari hasil pembakaran bahan bakar. Pembakaran

5
dilakukan secara kontinyu didalam ruang bakar dengan mengalirkan bahan
bakar dan udara dari luar.

Uap yang dihasilkan boiler adalah uap superheat dengan tekanan


dan temperatur yang tinggi. Jumlah produksi uap tergantung pada luas
permukaan pemindah panas, laju aliran, dan panas pembakaran yang
diberikan. Boiler yang konstruksinya terdiri dari pipa-pipa berisi air disebut
dengan water tube boiler.

Pada unit pembangkit, boiler juga biasa disebut dengan steam


generator (pembangkit uap) mengingat arti kata boiler hanya pendidih,
sementara pada kenyataannya dari boiler dihasilkan
uap superheat bertekanan tinggi. Siklus air merupakan suatu mata rantai
rangkaian siklus fluida kerja. Boiler mendapat pasokan fluida kerja air dan
menghasilkan uap untuk dialirkan ke turbin. Air sebagai fluida kerja
diisikan ke boiler menggunakan pompa air pengisi dengan
melalui economiser dan ditampung didalamsteam drum.

Economiser adalah alat yang merupakan pemanas air terakhir


sebelum masuk ke drum. Di dalam economiser air menyerap panas gas
buang yang keluar dari superheater sebelum dibuang ke atmosfir melalui
cerobong.

Peralatan yang dilalui dalam siklus air adalah drum boiler, down
comer, header bawah (bottom header), dan riser. Siklus air di steam
drum adalah, air dari drum turun melalui pipa-pipadown comer ke header
bawah (bottom header). Dari header bawah air didistribusikan ke pipa-pipa
pemanas (riser) yang tersusun membentuk dinding ruang bakar boiler.
Didalam riser air mengalami pemanasan dan naik ke drum kembali akibat
perbedaan temperatur.

Perpindahan panas dari api (flue gas) ke air di dalam pipa-pipa


boiler terjadi secara radiasi, konveksi dan konduksi. Akibat pemanasan
selain temperatur naik hingga mendidih juga terjadi sirkulasi air secara

6
alami, yakni dari drum turun melalui down comer ke header bawah dan naik
kembali ke drum melalui pipa-pipa riser. Adanya sirkulasi ini sangat
diperlukan agar terjadi pendinginan terhadap pipa-pipa pemanas dan
mempercepat proses perpindahan panas. Kecepatan sirkulasi akan
berpengaruh terhadap produksi uap dan kenaikan tekanan serta
temperaturnya.

Selain sirkulasi alami, juga dikenal sirkulasi paksa (forced


circulation). Untuk sirkulasi jenis ini digunakan sebuah pompa sirkulasi
(circulation pump). Umumnya pompa sirkulasi mempunyai laju sirkulasi
sekitar 1,7, artinya jumlah air yang disirkulasikan 1,7 kali kapasitas
penguapan. Beberapa keuntungan dari sistem sirkulasi paksa antara lain :

a. Waktu start (pemanasan) lebihcepat


b. Mempunyai respon yang lebih baik dalam mempertahankan aliran air
kepipa-pipa pemanas pada saat start maupun beban penuh.
c. Mencegahkemungkinanterjadinyastagnasipadasisipenguapan

Energi kalor yang dibangkitkan dalam sistem boiler memiliki nilai


tekanan, temperatur, dan laju aliran yang menentukan pemanfaatan steam
yang akan digunakan. Berdasarkan ketiga hal tersebut sistem boiler
mengenal keadaan tekanan-temperatur rendah (low pressure/LP), dan
tekanan-temperatur tinggi (high pressure/HP), dengan perbedaan itu
pemanfaatansteam yang keluar dari sistem boiler dimanfaatkan dalam suatu
proses untuk memanasakan cairan dan menjalankan suatu mesin
(commercial and industrial boilers), atau membangkitkan energi listrik
dengan merubah energi kalor menjadi energi mekanik kemudian memutar
generator sehingga menghasilkan energi listrik (power boilers). Namun, ada
juga yang menggabungkan kedua sistem boiler tersebut, yang
memanfaatkan tekanan-temperatur tinggi untuk membangkitkan energi
listrik, kemudian sisa steam dari turbin dengan keadaan tekanan-temperatur

7
rendah dapat dimanfaatkan ke dalam proses industri dengan bantuan heat
recovery boiler.

Sistem boiler terdiri dari sistem air umpan, sistem steam, dan
sistem bahan bakar. Sistem air umpan menyediakan air untuk boiler secara
otomatis sesuai dengan kebutuhan steam. Berbagai kran disediakan untuk
keperluan perawatan dan perbaikan dari sistem air umpan, penanganan air
umpan diperlukan sebagai bentuk pemeliharaan untuk mencegah terjadi
kerusakan dari sistem steam. Sistem steammengumpulkan dan mengontrol
produksi steam dalam boiler. Steamdialirkan melalui sistem pemipaan ke
titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan steam diatur
menggunakan kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan. Sistem
bahan bakar adalah semua perlatan yang digunakan untuk menyediakan
bahan bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan. Peralatan yang
diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan bakar yang
digunakan pada sistem.

2.3 Komponen – Komponen Pada Boiler

Komponen sistem ketel uap terdiri dari komponen utama dan


komponen bantu yang masing-masing memiliki fungsi untuk menyokong
prinsip kerja ketel uap.
1. Tungku Pengapian (Furnace)

Bagian ini merupakan tempat terjadinya pembakaran bahan


bakar yang akan menjadi sumber panas, proses penerimaan panas oleh
media air dilakukan melalui pipa yang telah dialiri air, pipa tersebut
menempel pada dinding tungku pembakaran. Proses perpindahan panas
pada furnace terjadi dengan tiga cara:

 Perpindahan panas secara radiasi, dimana akan terjadi pancaran panas


dari api atau gas yang akan menempel pada dinding tube sehingga
panas tersebut akan diserap oleh fluida yang mengalir di dalamnya.

8
 Perpindahan panas secara konduksi, panas mengalir melalui hantaran
dari sisi pipa yang menerima panas kedalam sisi pipa yang memberi
panas pada air.
 Perpindahan panas secara konveksi. panas yang terjadi dengan
singgungan molekul-molekul air sehingga panas akan menyebar
kesetiap aliran air.
Di dalam furnace, ruang bakar terbagi atas dua bagian yaitu
ruang pertama dan ruang kedua. Pada ruang pertama, di dalamnya akan
tejadi pemanasan langsung dari sumber panas yang diterima oleh tube
(pipa), sedangkan pada ruang kedua yang terdapat pada bagian atas,
panas yang diterima berasal dari udara panas hasil pembakaran dari
ruang pertama. Jadi, fungsi dari ruang pemanas kedua ini yakni untuk
menyerap panas yang terbuang dari ruang pemanasan pertama, agar
energi panas yang terbuang secara cuma-cuma tidak terlalu besar, dan
untuk mengontrol panas fluida yang telah dipanaskan pada ruang pertama
agar tidak mengalami penurunan panas secara berlebihan.

2. Steam Drum

Steam drum berfungsi sebagai tempat penampungan air panas


serta tempat terbentuknya uap. Drum ini menampung uap jenuh
(saturated steam) beserta air dengan perbandingan antara 50% air dan
50% uap. untuk menghindari agar air tidak terbawa oleh uap, maka
dipasangi sekat-sekat, air yang memiliki suhu rendah akan turun ke
bawah dan air yang bersuhu tinggi akan naik ke atas dan kemudian
menguap.

3. Superheater

Merupakan tempat pengeringan steam, dikarenakan uap yang


berasal dari steam drum masih dalam keadaan basah sehingga belum
dapat digunakan. Proses pemanasan lanjutan menggunakan superheater
pipe yang dipanaskan dengan suhu 260°C sampai 350°C. Dengan suhu

9
tersebut, uap akan menjadi kering dan dapat digunakan untuk
menggerakkan turbin maupun untuk keperluan peralatan lain.

4. Air Heater

Komponen ini merupakan alat yang berfungsi untuk


memanaskan udara yang digunakan untuk menghembus/meniup bahan
bakar agar dapat terbakar sempurna. Udara yang akan dihembuskan,
sebelum melewati air heater memiliki suhu yang sama dengan suhu udara
normal (suhu luar) yaitu 38°C. Namun, setelah melalui air heater,
suhunya udara tersebut akan meningkat menjadi 230°C sehingga sudah
dapat digunakan untuk menghilangkan kandungan air yang terkandung
didalamnya karena uap air dapat menganggu proses pembakaran.

5. Dust Collector (Pengumpul Abu)

Bagian ini berfungsi untuk menangkap atau mengumpulkan abu


yang berada pada aliran pembakaran hingga debu yang terikut dalam gas
buang. Keuntungan menggunakan alat ini adalah gas hasil pembakaran
yang dibuang ke udara bebas dari kandungan debu. Alasannya tidak lain
karena debu dapat mencemari udara di lingkungan sekitar, serta
bertujuan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan pada
alat akibat adanya gesekan abu maupun pasir.

6. Pengatur Pembuangan Gas Bekas

Asap dari ruang pembakaran dihisap oleh blower IDF (Induced


Draft Fan) melalui dust collector selanjutnya akan dibuang melalui
cerobong asap. Damper pengatur gas asap diatur terlebih dahulu sesuai
kebutuhan sebelum IDF dinyalakan, karena semakin besar damper
dibuka maka akan semakin besar isapan yang akan terjadi dari dalam
tungku.

10
7. Safety Valve (Katup pengaman)

Alat ini berfungsi untuk membuang uap apabila tekanan uap


telah melebihi batas yang telah ditentukan. Katup ini terdiri dari dua jenis,
yaitu katup pengaman uap basah dan katup pengaman uap kering. Safety
valve ini dapat diatur sesuai dengan aspek maksimum yang telah
ditentukan. Pada uap basah biasanya diatur pada tekanan 21 kg per cm
kuadrat, sedangkan untuk katup pengaman uap kering diatur pada
tekanan 20,5 kg per cm kuadrat.

8. Gelas Penduga (Sight Glass)

Gelas penduga dipasang pada drum bagian atas yang berfungsi


untuk mengetahui ketinggian air di dalam drum. Tujuannya adalah untuk
memudahkan pengontrolan ketinggian air dalam ketel selama boiler
sedang beroperasi. Gelas penduga ini harus dicuci secara berkala untuk
menghindari terjadinya penyumbatan yang membuat level air tidak dapat
dibaca.

9. Pembuangan Air Ketel

Komponen boiler ini berfungsi untuk membuang air dalam drum


bagian atas. Pembuangan air dilakukan bila terdapat zat-zat yang tidak
dapat terlarut, contoh sederhananya ialah munculnya busa yang dapat
menganggu pengamatan terhadap gelas penduga. Untuk mengeluarkan
air dari dalam drum, digunakan blowdown valve yang terpasang pada
drum atas, katup ini bekerja bila jumlah busa sudah melewati batas yang
telah ditentukan.

2.4 Klasifikasi Boiler

Klasifikasi ketel uap ada beberapa macam, untuk memilih ketel uap
harus mengetahui klasifikasinya terlebih dahulu, sehingga dapat memilih
dengan benar dan sesuai dengan kegunaannya di industri. Karena jika salah
dalam pemilihan ketel uap akan menyababkan penggunaan tidak akan
maksimal dan dapat menyebabkan masalah dikemudian harinya.

11
Klasifikasi ketel uap :
a. Berdasarkan fluida yang mengalir dalam pipa

b. Berdasarkan pemakaiannya

c. Berdasarkan letak dapur (furnace posisition )

d. Berdasarkan jumlah lorong (boiler tube )

e. Berdasarkan pada porosnya tutup drum (shell)

f. Berdasarkan bentuk dan letak pipa

g. Berdasarkan peredaran air ketel ( water circulation )

h. Berdasarkan tekanan kerjanya

i. Berdasarkan kapasitasnya

j. Berdasarkan pada sumber panasnya (heat source )

Penjelasan :
a. Berdasarkan Fluida yang Mengalir Dalam Pipa

1) Ketel Pipa api ( Fire tube boiler )

Pada ketel pipa api, gas panas melewati pipa-pipa dan air
umpan ketel ada di dalam shell untuk dirubah menjadi steam. Ketel
pipa api dapat menggunakan bahan bakar minyak bakar, gas atau
bahan bkar padat dalam operasinya.

2) Ketel pipa air ( water tube boiler )

Pada ketel pipa air, air diumpankan boiler melalui pipa-pipa


masuk kedalam drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas
pembakaran membentuk steam pad daerah uapdalam drum. Ketel ini
dipilih jika kebutuhan steam dan tekanan steam sangat tinggi seperti
pada kasus ketel untuk pembangkit tenaga. Untuk ketel pipa air yang
menggunakan bahan bakar padat, tidak umum dirancang secara paket.

12
Karakteristik ketel pipa air sebagai berikut:
Fored, induced dan balanced draft membantu untuk
meningkatkan efisiensi pembakaran Kurang toleran terhadap kualitas
air yang dihasilkan dari plant pengolahan air. Memungkinkan untuk
tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.

Gambar Ketel Pipa Air Gambar Ketel Pipa Api

b. Berdasarkan Pemakaiannya

1) Ketel stasioner ( stasionary boiler ) atau ketel tetap

Ketel uap stasioner adalah ketel-ketel yang didudukan pada


suatu pondasi yang tetap, seperti ketel untuk pembangkitan tenaga,
untuk industri dll

2) Ketelmobil ( mobile boiler ), ketelpndah / portable boiler

Ketel mobil adalah ketel yang dipasang pada pondasi yang


berpindah-pindah (mobil ), seperti boiler lokomotif, loko mobile dan
ketel panjang serta lain yan sepertinya termasuk ketel kapal ( marine
boiler )

13
Gambar Ketel Stationer Gambar Ketel Mobil

c. Berdasarkan Letak Dapur ( Furnace Posisition )

1) Ketel dengan pembakaran di dalam ( internally fired steam boiler )

Dalam ketel uap ini dapur berada (pembakaran terjadi) di


bagian dalam ketel. Kebanyakan ketel pipa api memakai sistem ini.

2) Ketel dengan pembakaran di luar ( outernally fired steam boiler )

Dalam ketel uap ini dapur berada (pembakaran terjadi) di


bagian dalam ketel. Kebanyakan ketel pipa air memakai sistem ini.

Gambar ketel dengan pembakaran Gambar ketel dengan pembakaran


di dalam di luar

14
d. Berdasarkan Jumlah Lorong ( Boiler Tube )

1) Ketel dengan lorong tunggal (single tube steam boiler )

Pada single tube steam boiler, hanya terdapat 1 lorong saja,


lorong api maupun lorong air. Cornish boiler adalah single fire tube
boiler dan simple vertikal boiler adalah single water tube boiler.

2) Multi fire tube boiler

Multi fire tube boiler misalnya ketel scotch dan multi water
tube boiler misalnya ketel B dan W dll

Gambar ketel dengan lorong tunggal Gambar ketel multi fire tube

e. Berdasarkan Pada Porosnya Tutup Drum ( Shell )

1) Ketel tegak ( vertical steam boiler )

Seperti ketel cocharn, ketel Clarkson, dan lain – lain.


2) Ketel mendatar ( horizontal steam boiler )

Seperti ketel cornish, lancashire, scotch, dan lain – lain.

15
Gambar ketel tegak

Gambar ketel mendatar

f. Berdasarkan Bentuk dan Letak Pipa

1) Ketel dengan pipa lurus bengok dan berlekak – lekuk (stright bent and
sinoustubeler heating surface).

2) Ketel dengan pipa miring datar dan miring tegak (horizontal, inclined
or vertical tubeler heating surface)

g. Berdasarkan Peredaran Air Ketel ( water circulation )

1) Ketel dengan peredaran alam ( natural circulation steam boiler )

Pada natural circulation boiler, peredaran air dalam ketel


terjadi secara alami yaitu air yang ringan naik, sedangkan terjadilah
aliran aliran conveksi alami. Umumnya ketel beroperasi secara aliran
alami, seperti ketel lancashire, babcock & wilcox

16
2) Ketel dengan peredaran paksa (forced circulation steam boiler)

Pada ketel dengan aliran paksa, aliran peksa diperoleh


dari sebuah pompa centrifugal yang digerakkan dengan elektric motor
misalnya la-mont boiler, benson boiler, loeffer boiler dan velcan
boiler.

h. Berdasarkan Tekanan Kerjanya

1) Tekanan kerja rendah : ≤5 atm

2) Tekanan kerja sedang : 5-40 atm

3) Tekanan kerja tinggi : 40-80 atm

4) Tekanan kerja sangat tinggi : >80 atm

i. Berdasarkan Kapasitasnya

1) Kapasitas rendah : ≤2500 kg/jam

2) Kapasitas sedang : 2500-50000 kg/jam

3) Kapasitas tinggi : >50000 kg/jam

j. Berdasarkan Pada Sumber Panasnya ( Heat Source )

1) ketel uap dengan bahan bakar alami

2) ketel uap dengan bahan bakar buatan

3) ketel uap dengan dapur listrik

4) ketel uap dengan energi nukli

17
Panas Laten
Panas laten adalah panas yang diperlukan untuk merubah phasa (wujud )
benda, tetapi temperaturnya tetap. Panas laten penguapan ( latent heat of
vaporization ) adalah jumlah panas yang harus ditambahkan kepada zat ( cair )
pada titik didihnya sampai wujudnya berubah menjadi uap seluruhnya pada suhu
yang sama.Panas laten pengembunan ( latent heat of condensation ) adalah jumlah
panas yang harus dibuang/dikeluarkan oleh zat ( gas / uap ) pada titik embunnya,
untuk mengubah wujud zat dari gas menjadi cair pada suhu yang sama. Panas
laten pencairan / peleburan ( latent heat of fusion ) adalah jumlah panas yang
harus ditambahkan kepada zat ( padat ) pada titik leburnya sampai wujudnya
berubah menjadi cair semuanya pada suhu yang sama.Panas laten pembekuan
( latent heat of solidification ) adalah jumlah panas yang harus dibuang /
dikeluarkan oleh zat (cair) pada titik beku nya untuk mengubah wujudnya dari
cair menjadi padat pada suhu yang sama.

. Panas laten ( panas perubahan fase dengan suhu tetap) di bagi 4 :


a. Panas peleburan ( dari fase padat menjadi cair).

b. Panas sublimasi ( dari fase padat menjadi gas ).

c. Panas kondensasi ( dari fase gas menjadi cair ).

d. Panas penguapan (dari fase cair menjadi gas).

Efisiensi

Efisiensi boiler didefinisikan sebagai persen energi panas masuk yang


digunakan secara efektif pada steam yang dihasilkan.

Jenis uap

Berdasarkan proses pembentukan uap :

1. Uap air

Uap yang terbentuk diatas permukaan air sebagai akibat dari


penurunan tekanan di atas permukaan air sampai tekanan penguapan yang
sesuai dengan temperature permukaan air tersebut pada titik didih dan pada

18
tekanan di bawah tekanan atmosfer bumi.Penurunan tekanan disebabkan
karena adanya tekanan uap jenuh yang sesuai dengan temperature permukaan
air maka akan terjadi penguapan.

2. Uap Panas

Uap yang terbentuk akibat mendidihnya air, aliran air mendidih bila
tekanan dan temperature udara pada kondisi didih.

Berdasarkan keadaannya :

1. Uap Jenuh.

Uap yang tidak mengandung bagian – bagian air yang lepas dimana
pada tekanan tertentu berlaku suhu tertentu.

2. Uap Kering

Uap yang di dapat dengan pemanasan lanjut dari uap jenuh, dimana
pada tekanan terbentuk dan dapat diperoleh beberapa jenis uap kering dengan
suhu berlainan.

3. Uap Basah.

Uap jenuh yang bercampur dengan bagian – bagian air yang halus
yang suhunya sama.

Usaha

Usaha adalah besaran skalar yang didefinisikan sebagai perkalian antara


besarnya perpindahan benda dengan komponen gaya yang searah dengan
perpindahan tersebut. Dirumuskan sebagai berikut :

W = F.s
Dimana :
W = besarnyausaha yang dilakukan
F = force atau yang bekerja
S = perpindahan

19
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Boiler merupakan bejana tertutup dimana panas pembakaran


dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam berupa energi kerja.
Air adalah media yang berguna dan murah untuk mengalirkan panas ke
suatu proses. Air panas atau steam pada tekanan dan suhu tertentu
mempunyai nilai energi yang kemudian digunakan untuk mengalirkan panas
dalam bentuk energi kalor ke suatu proses. Jika air didihkan sampai
menjadisteam, maka volumenya akan meningkat sekitar 1600 kali,
menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang mudah meledak,
sehingga sistem boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dan dijaga
dengan sangat baik.

20
DAFTAR PUSTAKA

Fadilah,R.2014.https://www.academia.edu/8596574/Makalah_Ketel_Uap

Via,A.2014.http://ptkmesin.blogspot.com/2014/04/makalah-pengenalan-
boiler.html

http://primardp.blogspot.com/2010/11/klasifikasi-boiler.html

21