Anda di halaman 1dari 9

Tugas Individu

Konservasi Sumber Daya Lahan

TUGAS INDIVIDU

Di Susun Oleh :

NAMA : FATHUDIN

NIM : G111 15 335

KELAS :B

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2017
1. RI kembali menjadi negara pengimpor beras terbesar di dunia setelah era reformasi, Kenapa
hal ini bisa terjadi ?
Jawab :
Indonesia menjadi negara pengimpor beras terbesar di dunia setelah era reformasi karena
disebabkan oleh:
a. Banyaknya lahan persawahan yang beralih fungsi. Lahan yang beralih fungsi dari
persawahan menjadi lahan perkebunan atau pemukiman atau menjadi lahan tanaman
hortikulura sehingga menyebabkan berkurangnya petani yang menanam tanaman padi.
Pengalihan fungsi lahan ini terjadi akibat kurangnya pengetahuan petani tentang
pemanfaatan lahan yang baik dan efisien sehingga para petani kurang memanfaatkan lahan
pertaniannya untuk menanam tanaman pertanian khususnya tanaman padi. Karena
sebagian besar masyarakat indonesia bergelut dibidang pertanian sehingga para petani
hanya mengandalkan komoditas pertaniannya sebagai penunjang ekonomi, Sehinnga
petani yang hanya mempunyai lahan persawahan menjadikan juga lahan persawahannya
tersebut sebagai lahan untuk menanam jenis tanaman pangan dan hortikultura. Akibatnya
lahan persawahan yang bisa digunakan untuk menanam tanaman padi 3 sampai 4 kali
dalam setahun turun menjadi hanya 2 kali dalam setahun. Hal inilah yang mengakibatkan
turunnya produksi padi di Indonesia yang mengakibatkan pemerintah melakukan impor
beras dari negara lain untuk mencukupi kebutuhan masyarakatnya. Seharusnya pemerintah
memberikan solusi kepada para petani terkait sempitnya lahan yang digunakan untuk
menanam tanaman padi seperti memberikan penyuluhan tentang tata cara penggunaan
lahan yang efisien pada lahan sempit.
b. Pada masa era orde baru lahan pertanian masyarakat Indonesia masih luas sehingga petani
tidak perlu melakukan alih fungsi lahan khususnya pada lahan persawahan. Pada masa
orde baru ini pemerintah betul – betul fokus pada bidang pertanian khusunya pada
tanaman padi. Sehingga pada masa orde baru Indonesia pernah melakukan swasembada
beras. Pada masa orde baru masyarakat betul – betul menjalankan perintah dari
pemerintah sehingga pada masa itu visi dan misi pemerintah dapat terwujud. Berbeda
dengan masa sekarang yang mana aturan yang di keluarkan oleh pemerintah kurang
dipatuhi oleh masyarakat sehingga peraturan pemerintah tentang pemanfaatan lahan
pertanian yang baik dan efisien kurang di perhatikan oleh masyarakat sehingga masih
banyak masyarakat yang mengalih fungsikan lahan terutama lahan persawahannya.
c. Jumlah penduduk yang terus meningkat yang mengakibatkan kebutuhan beras di negara
ini semakin bertambah sehingga stock beras di negara ini tidak dapat mencukupi sehingga
memaksa pemerintah untuk melakukan impor beras agar kebutuhan beras dapat terpenuhi.
Dalam hal ini seharusnya pemerinah mempunyai cara untuk mengatasi pertumbuhan
penduduk yang terus bertambah ini. Karena jika pertumbuhan penduduk terus meningkat
maka kebutuhan penduduk juga akan semakin meningkat dan bertambah. Apabila hal ini
terus terjadi maka negara tidak akan dapat mencukupi kebutuhan penduduknya yang terus
bertambah. Selain itu penduduk yang berada pada garis kemiskinan mengharuskan
pemerintah untuk lebih memperbanyak kebutuhan beras di negara ini.
d. Keadaan cuaca juga dapat mempengaruhi produksi tanaman pertanian khususnya tanaman
semusim seperti tanaman padi. Apabila terjadi musim panas yang berkepanjangan maka
para petani tidak dapat menaman padi sehingga menyebabkan pasokan beras untuk negara
menurun dan mengharuskan negara untuk mengimpor beras agar dapat mencukupi
kebutuhan beras di negara ini. Cuaca yang berubah – ubah juga menyebabkan tanaman
rentan terserang hama dan penyakit sehingga dapat menurunkan produksi tanaman.
Selain itu produksi beras yang dihasilkan petani Indonesia tidak bisa terserap semua oleh
perum Bulog secara maksimal untuk menjadi cadangan beras nasional. Beras dari para petani
yang harusnya di jual ke perum bulog terpaksa di beli oleh para pedagang atau pengepul
dengan harga yang sangat murah kemudian pengepul ini menjualnya dengan harga tinggi. Hal
inilah yang dapat merugikan petani dan menyebabkan turunnya semangat petani untuk
menanam padi dalam jumlah yang banyak. Sebenarnya produksi padi dalam negeri ini sudah
bisa untuk mencukupi kebutuhan beras di negara ini tetapi karena terlalu tingginya
standarisasi yang dikeluarkan pemerintah terhadap beras dalam negeri dan lebih memilih
beras dari negara lain sehingga beras dari para petani hanya dijual murah kepada para
pengepul. Walaupun negara ini bisa mencukupi kebutuhan berasnya sendiri tetapi orang
kalangan atas atau yang mempunyai uang yang cukup lebih banyak memilih barang yang di
impor dibandingkan dengan hasil produksi dalam negeri sendiri. Seharusnya dalam hal ini
pemerintah hanya membeli beras dari petani untuk kebutuhan negara ini tanpa melakukan
impor maka secara otomatis harga beras petani dapat naik dan dapat menguntungkan petani.
Selain itu perlu adanya kebijakan pemerintah agar masyarakat Indonesia tidak terlalu
bergantung pada beras sebagai makanan pokok agar dapat menurunkan jumlah kebutuhan
beras nasional. Beras sebagai makanan pokok bisa dikurangi dengan memakan makanan yang
mengandung karbohidrat seperti kentang dan gandum, dengan begini maka kebutuhan beras
dapat menurun dan dapat meningkatkan perekonomian petani. Pada saat ini berkurangnya
lahan persawahan disebabkan karena kepadatan penduduk yang tinggi juga sebagai salah satu
faktor penyebab menurunnya produksi beras di Indonesia.
Mahalnya harga kebutuhan petani seperti benih tanaman padi, pupuk, pestisida, dll juga
menjadi penyebab menurunnya produksi beras pada masa sekarang ini. Semakin tinggi harga
kebutuhan petani menyebabkan petani tidak bisa memaksimalkan hasil dari tanaman padi
sehingga hasil panen yang didapat petani juga ikut menurun. Seharusnya dalam kondisi
seperti ini pemerintah memberikan bantuan kepada petani baik berupa bantuan bibit/benih
maupun bantuan pupuk agar beban petani bisa diringankan sedikit. Selain itu pemerintah
seharusnya juga memberikan penyuluhan kepada setiap kelompok tani yang ada di desa –
desa mulai dari bagaimana cara mengolah lahan sampai panen. Faktor lain juga yang
menyebabkan Indonesia mengimpor beras yaitu karena sawah yang dikelola oleh petani tidak
terlalu luas yaitu kurang lebih 1 ha per kepala keluarga. Selain itu letak sawah petani yang
saling berjauhan antara sawah A dan sawah B membuat petani kesulitan dalam mengolah dan
memelihara tanaman padinya. Dilihat dari sedikitnya lahan persawahan petani per kepala
keluarga, sehingga dalam hal ini petani harus betul – betul mengetahui cara penggunaan lahan
yang baik dan efisien agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Maka dari itu penyuluhan
sangat penting dilakukan untuk para petani agar mereka dapat mengetahui bagaimana cara
bertani yang baik dan benar. Peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memperbaiki
produksi pertanian seperti beras dan tanaman pangan lainnya yang ada di negara ini. selain
peran pemerintah, petani juga seharusnya ikut mendukung program yang di keluarkan oleh
pemerintah agar program tersebut dapat terwujud. Apabila program pemerintah sudah
terwujud maka pertanian yang ada di negara ini akan semakin berkembang dan pada akhirnya
nanti negara kita ini tidak perlu mengimpor beras dan kebutuhan pertanian lainnya dari negara
lain.
2. Menurut anda, bagaimana kondisi pertanian indonesia dalam 10 tahun dan 25 tahun kedepan ?
Jawab :
a. Kondisi pertanian Indonesia 10 tahun kedepan
Menurut saya kondisi pertanian Indonesia 10 tahun kedepan akan mengalami kesulitan
dan penurunan produksi. Hal ini bisa terjadi karena kondisi lahan masyarakat akan
semakin sempit karena telalu banyaknya lahan yang digunakan untuk pembangunan
gedung – gedung oleh pemerintah. Hal inilah yang menyebabkan berkurangnya lahan
petani untuk digunakan sebagai tempat untuk bercocok tanam. Apabila hal ini terus terjadi
maka para petani tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan negara ini akibatnya pemerintah
harus melakukan impor bahan pangan terus – menerus. Dalam kondisi seperti ini
pemerintah seharusnya mempunyai solusi bagi para petani yang mempunyai lahan yang
sempit agar bisa digunakan dengan semaksimal mungkin. Dalam 10 tahun kedepan,
mungkin saja teknik – teknik bertani ikut berubah seiring berkembangnya zaman. Apalagi
pada saat sekarang ini teknologi pertanian sudah semakin maju mulai dari alat pembajak
sawah, alat menanam, alat panen sampai alat pasca panen. Yang menjadi masalah adalah
lahan yang ingin ditempati petani untuk menanam yang semakin sempit dikerenakan
adanya pembangunan yang terus menerus. Menurut saya juga pertanian indonesia 10
tahun kedepan yang ada di daerah perkampungan yang awalnya menanam padi disawah
akan pindah menanam di kebun. Hal ini sudah mulai terjadi disebabkan karena sempitnya
lahan persawahan dan juga karena telah perkembangan teknologi yang dapat menciptakan
varietas baru tanaman padi yang bisa ditanam di kebun. Jadi, tidak menutup kemungkinan
nantinya areal persawahan yang biasa digunakan untuk menanam padi akan pindah ke
daerah kebun. Melihat kondisi pertanian Indonesia saat ini yang sudah sangat
memprihatinkan karena negara ini tiap tahunnya melakukan impor bahan pangan dari
negara lain, padahal negara kita ini sebenarnya bisa mencukupi kebutuhannya sendiri baik
itu kebutuhan pangan maupun kebutuhan lainnya karena negara kita ini adalah negara
agraris dan negara tropis yang mana kita bisa menanam padi 2 sampai 3 kali dalam
setahun. Dilihat dari kondisi ini maka diperlukan perubahan untuk para petani di negeri ini
mulai dari melakukan penyuluhan kepada setiap kelompok tani tentang bagaimana cara
mengolah lahan yang baik karena kebanyakan petani tidak mengetahui ilmu bertani yang
baik. Hali ini sangat peru dilakukan untuk memperbaiki kondisi pertanian dimasa yang
akan datang. Apabila dilihat dari segi ilmu dan teknologi saat sekarang ini menurut saya,
di masa depan, pertanian juga akan berkembang menggunakan teknologi informasi.
Informasi mengenai cuaca dan iklim serta harga pasar dapat diterima petani secara real
time di rumah maupun di lahan pertanian secara langsung. Instansi pemerintah dapat
langsung mengirim informasi tentang kondisi dan pantauan panen tiap daerah, kegagalan
panen, iklim, arus barang melalui pantauan satelit dan hasilnya langsung dapat diterima
oleh petani di rumah maupun di lahan pertanian. Pertanian sebagaimana sektor yang lain
akan semakin menglobal menyebabkan persaingan yang semakin terbuka antar petani di
setiap negara di dunia. Pertanian di masa yang akan datang juga akan mampu menjadi
alternatif bahan bakar bagi umat manusia. Saat ini telah banyak dikembangkan teknologi
biodiesel yang berasal dari tanaman. Teknologi juga pada akhirnya akan mendukung
revolusi penggunaan bahan bakar nabati tersebut dengan menciptakan varoets baru yang
dapat tumbuh dengan cepat dan mengabaikan produk pertanian yang aman dikonsumsi.
Hal tersebut wajar karena di masa yang akan datang akan muncul varietas tanaman baru
dari spesies yang sama, semisal kedelai atau jagung yang berbeda fungsi. Yakni tanaman
pangan yang digunakan untuk bahan makanan manusia dengan mengindahkan nilai-nilai
keamanan pangan. Dan tanaman pangan yang berfungsi sebagai bahan bakar dengan
tingkat produktivitas, rasa serta keamanan pangan yang dapat diabaikan untuk menyuplai
kebutuhan bahan bakar nabati. Jadi kita sebagai masyarakat Indonesia apalagi yang
bergelut dibidang pertanian harus ikut serta membantu dan mendukung program yang
dikeluarkan pemerintah dalam proses mengembangkan pertanian di negara ini agar
nantinya kita bisa menjadi negara yang mengekspor bukan mengimpor.
b. Kondisi pertanian Indonesia 25 tahun kedepan
Menurut saya kondisi pertanian Indonesia 25 tahun kedepan mungkin sudah menggunakan
teknologi modern dimana nantinya sudah tidak ada petani yang turun kesawah melainkan
robot yang akan bekerja. Karena menurut saya nantinya manusia yang bekerja dibidang
pertanian akan semakin sedikit karena generasi generasi penerus bangsa lebih memilih
untuk bekerja diperusahaan dan diperkantoran dibandingkan dengan bekerja dibidang
pertanian. Jadi, bisa dibanyangkan bagaimana nantinya pertanian Indonesia 25 tahun
kedepan. Apabila keinginan manusia untuk bekerja dibidang pertanian semakin berkurang
maka satu satunya yang dapat menggantikannya adalah robot. Teknologi ini sudah mulai
dikembangkan dinegara jepang dan tidak menutup kemungkinan indonesia juga nantinya
akan memproduksinya dalam jangka waktu 25 tahun kedepan atau bahkan mengimpornya
dari negara tersebut. Yang jelasnya 25 tahun kedepan manusia yang bekerja dibidang
pertanian akan semakin berkurang. Pertanian di masa yang akan datang juga akan semakin
dirumitkan dengan adanya penyusutan lahan pertanian akibat konversi lahan dari
pertanian ke non pertanian. Koversi lahan adalah suatu hal yang tak dapat dihindarkan.
Karena akan semakin banyaknya gedung - gedung yang dibangun. Oleh sebab itu, di masa
yang akan datang akan muncul teknik pertanian dengan cara vertikal dengan
menggunakan semacam gedung-gedung layaknya gedung bertingkat. Suatu saat lahan
pertanian akan dibangun ke atas dan mengingatkan manusia akan taman-taman
bergantung dari Babylonia. Penggunaan konsep pertanian secara vertikal merupakan
konsekuensi logis akan adanya pertambahan penduduk yang semakin menyita lahan
pertanian.
Selain itu, pola Pertanian pada Masa Depan Menghadapi tantangan yang makin
besar, pertanian masa depan tidak akan bisa bertahan hanya dengan pola seperti pertanian
saat ini (konvensional). Tetapi pertanian konvensional masih akan memegang peran yang
cukup penting. Pada masa yang akan datang akan ada 3 pola pertanian penting, ialah (1)
Pertanian Konvensional; (2) Pertanian Konservasi; (3) Pertanian dengan Teknologi
Tinggi. Pada masa 5-10 tahun ke depan, di Indonesia pertanian konvensional akan tetap
dominan, namun masukan teknologi pada pola ini akan semakin tinggi. Pertanian
konvensional adalah pertanian seperti yang dilakukan oleh sebagian besar petani di
seluruh dunia saat ini. Pertanian ini mengandalkan input dari luar sistem pertanian,
berupa energi, pupuk, pestisida untuk mendapatkan hasil pertanian yang produktif dan
bermutu tinggi. Pada masa yang akan datang sistem pertanian ini akan lebih ramah
lingkungan bersamaan dengan lebih banyak input teknologi. Perkembangan atau
kemajuan pertanian konvensional pada masa depan dibandingkan masa sekarang terjadi
karena peran penelitian bidang ekofisiologi dan pumuliaan tanaman, serta karena tuntutan
masyarakat. Kemajuan itu antara lain berupa: 1. Digunakannya varietas-varietas tanaman
yang lebih produktif, lebih bermutu, lebih tahan atau toleran pada hama dan penyakit
utama, lebih tahan pada kekurangan air dan hara, serta dapat berproduksi tinggi pada
lahan-lahan marginal. 2. Lebih memanfaatkan biota di lingkungan pertanian, baik untuk
meningkatkan kesuburan lahan, maupun toleransi terhadap OPT. 3. Penggunaan pupuk
akan lebih bijaksana, berdasarkan Integrated Plant nutrition System, sehingga tidak
berlebih, berdasarkan kebutuhan riel tanaman, tidak banyak yang tercuci dan mencemari
lingkungan. 4. Penggunaan pestisida akan sangat berkurang; pengendalian organisme
pengganggu tanaman akan berdasarkan PHT. 5. Konsolodasi lahan-lahan pertanian akan
terjadi, sehingga pengelolaan sistem produksi akan lebih mudah. 6. Tenaga kerja di
pertanian berkurang karena urbanisasi dan menjadi pekerja pada sektor industri,
sehingga: a. terjadi peningkatan mekanisasi pertanian, b. input energi biologi (tenaga
ternak atau tenaga manusia) akan banyak diganti energi mekanik berbasis biologi, seperti
biodisel maupun bioetanol, c. daya tawar petani dan buruh tani lebih tinggi, sehingg
kesejahteraannya meningkat. 7. Produktivitas pertanian akan meningkat lagi setelah
leveling off yang terjadi bisa diatasi.Produksinya juga lebih bermutu, lebih bergizi, lebih
aman karena sistem pertanian dikelola dengan lebih baik. 8. Petani akan mempunyai
catatan pertanian, sehingga tuntutan terhadap traceabilitydapat dipenuhi. Pertanian
Konservasi juga akan meluas. Ada kelompok-kelompok masyarakat yang mempunyai
tuntutan terhadap pangan yang bebas pestisida dan bebas dari pupuk kimia, serta
kelompok yang ingin agar pertanian tidak mencemari lingkungan. Dua kelompok
masyarakat ini akan semakin besar di dunia, demikian pula di Indonesia.Produktivitas
sistem ini pada umumnya rendah, lebih-lebih pada beberapa tahun kemudian; mutu
fisik/visual produk juga rendah, tetapi keamanannya tinggi dan dipercaya oleh sebagian
konsumen nilai zat berkhasiatnya yang terkadung di dalamnya tinggi.Namun, karena
adanya permintaan yang semakin besar dari kelompok-kelompok ini akan mendorong
semakin luasnya pertanian konservasi. Pada pertanian konservasi, prinsip utamanya
adalah pertanian yang mengandalkan dan berusaha mempertahankan kelestarian alam.
Dengan pertanian konservasi diusahakan agar tidak terlalu banyak gangguanan ekosistem
dalam alam pertanian. Pertanian ini lebih mengandalkan mekanisme ekobiologi dari alam
sehingga input yang diberikan pada sistem pertanian ini diusahakan serendah mungkin.
Kalaupun intu diberikan, maka input tersebut berupa bahan-bahan organik alamiah yang
bukan hasil budaya. Studi ekofisiologi akan memegang peran penting dalam
meningkatkan produktivitas dan kelestarian sistem ini. Pertanian Teknologi Tinggi juga
akan meningkat pada masa depan. Pertanian ini akan sngat produktif, produknya bermutu
tinggi, aman, kandungan gizi dan zat berkhasiat yang ada di dalamnya bisa diatur sesuai
kebutuhan. Karena itu, pertanian ini memerlukan input tinggi, baik berupa teknologi,
bahan-bahan kimia maupun energi. Pertanian ini bisa mengatasi kendala dan hambatan
alam, bisa sangat efisien tetapi bisa juga tidak efisien. Pertanian ini juga mungkin tidak
menyebabkan degradasi lahan pertanian, maupun alam sekitar karena tidak
mengandalkan alam dalam produksi. 25 tahun itu bukan waktu yang pendek jadi apa saja
bisa terjadi apalagi saat ini kemajuan teknologi sudah sangat cepat sehingga apapun bisa
dilakukan. Yang jelas nantinya 25 tahun kedepan Indonesia akan menjadi negara dengan
sistem pertanian yang modern dimana manusia yang bekerja dibidang pertanian akan
digantikan dengan teknologi modern seperti robot.