Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Pemeliharaan personal hygiene sangat menentukan status kesehatan, dimana individu

secara sadar dan atas ini siatif pribadi menjaga kesehatan dan mencegah

terjadinya penyakit.

Upaya kebersihan diri ini mencakup tentang kebersihan rambut, mata,

telinga, gigi, mulut, kulit, kuku, serta kebersihan dalam berpakaian.

Salah satu upaya personal hygiene adalah merawat kebersihan

kulit karena kulitber fungsi untuk melindungi permukaan tubuh, memelihara suhu tubuh

dan mengeluarkan kotoran-kotoran tertentu. Mengingat kulit penting sebagai pelindung

organ-organ tubuh, maka kulit perlu dijaga kesehatannya. Penyakit kulit dapat

disebabkan oleh jamur virus, kuman, parasit. Salah satu penyakit kulit yang disebabkan

oleh parasit adalah Skabies.

Kulit adalah salahsatu bagian tubuh yang cukup sensitif terhadap berbagaimacam

penyakit.Lingkungan yang kotor akan menjadi sumber munculnya berbagai

macam penyakit kulit. Faktor- faktor yang mempengaruhi tingginya prevalensipen

yakit kulit adalah iklim yang panas dan lembab, kebersihan perorangan yang kurang baik

yaitu kebersihan kulit, kebersihan rambut dan kulit kepala, kebersihan kuku, intesitasman

diselain itu faktor ekonomi yang kurang memadai juga mempengaruhi.

Berdasarkan daftar 10 besar penyakit di Puskesmas Danasari tahun 2013,

penyakit infeksi kulit merupakan salah satu dari 10 besar penyakit yaitu urutan ke tiga
dengan total 2363 penderita penyakit infeksi kulit, sedangkan penyakit yang terbesar

adalah ISPA( infeksi saluran pernafasan atas).

Desa Cikura memiliki kasus infeksi kulit yang paling tinggi dibandingkan desa

desa wilayah Puskesmas Danasari. Desa Danasari mempunyai jumlah penduduk 4330

jiwa, rumah ada 745 rumah sedangkan jumlah KK ada 1045 KK, memiliki tempat

sampah ada 332 sarana, jumlah KK memiliki sarana air bersih ada 780 KK dengan

745 sarana yaitu sumur gali ada 465 sarana dan 280 perpipaan, hal ini memungkinkan

tingginya penyakit infeksi kulit karena kurang lebih 62% menggunakan sumur gali

dan jarak antara sumur dengan sumber pencemar < 10 m sehingga memungkinkan

terjadi pencemaran air yang dapat mengganggu kesehatan kulit.

C. Perumusan Masalah

Perilaku hidup sehat dan bersih terutama kebersihan perorangan dan sanitasi

lingkungan yang kurang bagus menyebabkanb angka kesakitan kulit infeksi , maka

perumusan yang dapat dikembangkan adalah bagaimana hubungan personal hyiene dan

sanitasi lingkungan dengan keluhan penyakit infeksi kulit di desa Cikura Kecamatan

Bojong Kabupaten tegal tahun 2015.

D. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan personal hygiene

dan sanitasi lingkungan penduduk cikura Kecamatan Bojong Kabupaten tegal tahun

2015 dengan keluhan penyakit infeksi kulit.

2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui hubungan kebersihan kulit dengan keluhan penyakit infeksi

kulit pada penduduk diDesa Cikura Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.

b. Untuk mengetahui hubungan kebersihan tangan dan kuku dengan keluhan

penyakit infeksi kulit pada penduduk diDesa Cikura Kecamatan Bojong

Kabupaten Tegal.

c. Untuk mengetahui hubungan kebersihan pakaian dengan keluhan penyakit

infeksi kulit pada penduduk diDesa Cikura Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.

d. Untuk mengetahui hubungan kebersihan handuk dengan keluhan penyakit

infeksi kulit pada penduduk diDesa Cikura Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.

e. Untuk mengetahui hubungan kebersihan kulit dengan keluhan penyakit infeksi

kulit pada penduduk diDesa Cikura Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.\

f. Untuk mengetahui hubungan kebersihan tempat tidur dan sprei dengan keluhan

penyakit infeksi kulit pada penduduk diDesa Cikura Kecamatan Bojong

Kabupaten Tegal.

g. Untuk mengetahui hubungan intensitas mandi dengan keluhan penyakit infeksi

kulit pada penduduk diDesa Cikura Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.

h. Untuk mengetahui hubungan sanitasi dengan keluhan penyakit infeksi kulit pada

penduduk diDesa Cikura Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.

D. Tinjauan Teori

1. Peronal Hygiene

1) Definisi

2) Faktor-faktor yang mempengaruhi Personal hygiene

3) Dampak yang sering timbul pada masalah Personal hygiene


4) Tanda dan gejala

5) Pemeliharaan dalam Personal hygiene

6) Hal-hal yang mencakup Personal hygiene

7) Tujuan Personal Hyiene

2. Sanitasi Lingkungan

1) Hygiene dan Sanitasi Lingkungan

2) Sanitasi Lingkungan Pemukiman

3) Sarana air bersih

4) Sarana pembuangan kotoran(jamban)

5) Sarana saluran pembuangan air limbah(SPAL)

6) Sarana Pembuangan sampah

7) Kondisi Fisik rumah

3. Kulit

1) Definisi Kulit

2) Anatomi kulit

3) Fungsi kulit

4) Penyakit kulit

5) Penyebab penyakit kulit

6) Jenis-jenis penyakit kulit

7) Patofisiologi penyakit kulit

8) Mikrobiologi kulit
2.4.Kerangka Konsep

Variabel Independen Variabel Dependen

Kepmenkes RI/No.829/Menkes/SK

Personal Hygiene:

1. Kebersihan kulit

2. Kebersihan tangan dan kuku

3. Kebersihan pakaian

4. Kebersihan handuk

5. Kebersihan tempat tidur dan sprei

6. Kebersihan badan(intensitas mandi)

Keluhan penyakit infeksi kulit

Sanitasi lingkungan
Gambar 2.5.Kerangka Konsep
2.5.Hipotesa Penelitian

Berdasarkan Uraian diatas, maka dapat dirumuskan hipotesa penelitian sebagai berikut:

1. Ada hubungan kebersihan kulit dengan keluhan penyakit infeksi kulit pada penduduk diDesa

Cikura Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.

2. Ada hubungan kebersihan tangan dan kuku dengan keluhan penyakit infeksi kulit pada

penduduk diDesa Cikura Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.

3. Ada hubungan kebersihan pakaian dengan keluhan penyakit infeksi kulit pada penduduk

diDesa Cikura Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.

4. Ada hubungan kebersihan handuk dengan keluhan penyakit infeksi kulit pada penduduk

diDesa Cikura Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.

5. Ada hubungan kebersihan kulit dengan keluhan penyakit infeksi kulit pada penduduk diDesa

Cikura Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.

6. Ada hubungan kebersihan tempat tidur dan sprei dengan keluhan penyakit infeksi kulit pada

penduduk diDesa Cikura Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.

7. Ada hubungan intensitas mandi dengan keluhan penyakit infeksi kulit pada penduduk diDesa

Cikura Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.


8. Ada hubungan sanitasi dengan keluhan penyakit infeksi kulit pada penduduk diDesa Cikura

Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.

HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE

DAN SANITASI LINGKUNGAN

DENGAN KELUHAN PENYAKIT

INFEKSI KULIT DI DESA CIKURA KEC.

BOJONG KAB.TEGAL"
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study

yang bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hyiene dan sanitasi lingkungan dengan

keluhan penyakit infeksi kulit di Desa Cikura Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal tahun 2015.

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian

3.2.1.Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan diDesa Cikura Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.

3.2.2.Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan dari bulan September – November 2015.

3.3. Populasi dan Sampel

3.3.1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk yang berumur 6 – 12 tahun

di Desa Cikura Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.

3.3.2. Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk yang berumur 6 – 12 tahun di

Desa Cikura Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal. Besar sampel dalam penelitian ini dihitung

dengan menggunakan rumus (Sastoasmoro, 2008) sebagai berikut:

(zα√PoQo + zβ√ PaQa)2


n=

(Pa-Po)2

Keterangan :

n = Besar sampel

Po = proporsi dari pustaka

Pa = proporsi dari clinical judgment

Qo= 1-Po

Qa= 1-Pa

3.4. Metode Pengumpulan data

3.4.1. Data Primer

Data primer berupa personal hygiene dan sanitasi lingkungan penduduk di Desa Cikura melalui

wawancara dengan menggunakan kuesioner dan observasi.

3.4.2. Data Sekunder

Data Sekunder di dapat dari hasil penelusuran dokumen dan laporan data Puskesmas Danasari

Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.

3.5. Variabel dan Definisi operasional

3.5.1. Variabel Independen

Variabel independen dalam penilitian ini adalah personal hygiene dan sanitasi lingkungan yang

dilihat dari kebersihan lingkungan seperti kebersihan tangan dan kuku, kebersihankulit,

kebersihan pakaian, kebersihan handuk, kebersihan tempat tidur dan sprei, sarana pembuangan

kotoran(jamban), sarana pembuangan air limbah rumah tangga (SPAL), kebersihan kuarana

pembuangan sampah, rumah sehat, dan sarana air bersih.


3.5.2. Variabel Dependen

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah keluhan penyakit kulit infeksi.