Anda di halaman 1dari 5

BAGIAN 8

UJI PEMBANDINGAN RERATA SESUDAH ANAVA

Apabila analisis varian (ragam) menghasilkan kesimpulan menolak Ho sehingga kita


harus menerima Ha yang ini berarti terdapat pengaruh yang nyata (significant) dari faktor
perlakuan (variabel bebas) terhadap besarnya rerata respon yang diukur. Selanjutnya akan
muncul pertanyaan "PADA TARAF PERLAKUAN MANA YANG MEMBERIKAN
RESPON BERBEDA" ?. atau dimana letak perbedaan antar kelompok perlakuan itu ? atau
pada perlakuan mana yang terbaik ? untuk menjawab pertanyaan ini, maka dilakukan suatu
uji pembandingan rerata lanjutan bagi anava.
Terdapat banyak macam uji perbandingan rerata sesudah anava, Di antaranya yang
akan dibicarakan pada kesempatan kali ini adalah : (1) DUNCAN'S MULTIPLE RANGE
TEST (DMRT), (2) LEAST SIGNIFICANT DIFFERENCE (LSD), (3) DUNNET'S, dan
(4) KONTRAS ORTHOGONAL.

A. DUNCAN’S MULTIPLE RANGE TEST (DMRT)


Uji ini digunakan apabila peneliti ingin membandingkan semua kemungkinan
pembandingan antara rerata yang mungkin dilakukan dari semua taraf perlakuan yang ada.
Penggunaan DMRT dilakukan setelah mengetahui bahwa hipotesis alternatif yang diterima,
artinya perencanaan uji ini dilakukan setelah percobaan dilaksanakan.
Banyaknya pembandingan rerata yang dilakukan dengan DMRT merupakan
banyaknya kombinasi dua (tanpa memperhatikan urutan) dari sejumlah n kelompok
perlakuan. Ini mengikuti rumus sebagai berikut :
n n!
( ) = r ! ( n  r )!
r

Apabila kita memiliki 4 kelompok perlakuan (misalnya perlakuan A, B, C, dan D),


maka banyaknya pembandingan yang dilakukan dengan DMRT adalah
n n!
( ) = r ! ( n  r )!
r

4 4! 1.2.3.4
( ) = 2 ! ( 4  2 ) ! = 1.2 ( 1.2 ) =6
2

Jadi kita memiliki 6 pembandingan antar kelompok perlakuan yaitu (1) A dengan B,
(2) A dengan C, (3) A dengan D, (4) B dengan C, (5) B dengan D, dan (6) C dengan D.
Prosedur Pengujian :

81
1. Urutkan semua rerata kelompok perlakuan akan dibandingkan dari nilai terkecil ke
terbesar.
2. Mencari nilai LSR (Least Significant Range) dengan cara :
LSR = SSR. Sx
KTG
Sx = , dimana KTG = Kuadrat Tengah Galat pada anava.
r
r = ulangan atau replikasi
SSR (Significant Studentized Ranges) diperoleh dari tabel “p” untuk  tertentu. Nilai
“p” pada tabel menunjukkan jumlah rerata yang akan diuji. Misalnya banyak rerata atau
perlakuan 4 maka nilai SSR yang diperoleh dapat dilihat pada p = 2, 3, 4 dengan 
(alpha) yang sesuai.
3. Kesimpulan uji didasarkan pada perbandingan selisih dua rerata yang akan diuji dengan
nilai LSR yang sesuai, apabila :
 
Y1  Y2 > LSR maka berarti kedua pasangan berbeda.
 
Y1  Y2 < LSR maka berarti kedua pasangan tidak berbeda.

Teladan Analisis
Suatu percobaan dipergunakan 6 perlakuan yaitu A, B, C, D, E dan F, masing-masing
perlakuan diulang 5 kali. Rerata hasil pengamatan adalah : A = 28,8 C = 14,6 E = 13,3
B = 24,0 D = 19,9 F = 18,7 pada hasil anava diperoleh KTG = 11,79. Uji beda rerata
dengan DMRT.
Jawab :
1. Urutkan rerata dari terkecil ke besar
E C F D B A
13,3 14,6 18,7 19,9 24,0 28,8

KTG
2. Sx =
r

11,79
= = 1,54
5

3. Dari tabel p diperoleh nilai SSR pada alpha 5 % dengan


p = 2, 3, 4, 5, 6 (karena ada 6 perlakuan)

82
p 2 3 4 5 6
SSR 2,92 3,07 3,15 3,22 3,28
LSR 4,5 4,7 4,9 5,0 5,1

Oleh karena kita memiliki 6 kelompok perlakuan, maka terdapat kombinasi 2 dari 6
pembandingan yang dapat kita lakukan yaitu 15 pembandingan ( yaitu AB, AC, AD, AE,
AF, BC, BD, BE, BF, CD, CE, CF, DE, DF, EF).
Cara membuat kesimpulan, misalnya pembandingan :
E dan C maka 14,6 - 13,3 = 0,3 < LSR yang sesuai yaitu 4,5 berarti tidak berbeda.
E dan A maka 28,8 - 13,3 = 15,5 > LSR yang sesuai yaitu 5,1 berarti berbeda.
C dan B maka 24,0 - 14,6 = 9,4 > LSR yang sesuai yaitu 4,9 berarti berbeda.
F dan B maka 28,8 - 24,0 = 4,8 > LSR yang sesuai yaitu 4,7 berarti berbeda.
C dan F maka 18,7 - 14,6 = 3,1 < LSR yang sesuai yaitu 4,5 berarti tidak berbeda.
dan seterusnya.

B. LEAST SIGNIFICANT DIFFERENCE (LSD)


 DIGUNAKAN TERUTAMA TERHADAP PASANGAN PEMBANDINGAN YANG
MEMILIKI RERATA TERKECIL. UJI LSD DILAKUKAN SEOLAH-OLAH
MASING-MASING TEST ADALAH INDEPENDENT.
 UJI INI DIRANCANG SEBELUM PENELITIAN DILAKUKAN DENGAN

83
MEMBUAT PEMBANDINGAN TERTENTU YANG BERMAKNA.

PROSEDUR :

1. UJI LSD DILAKUKAN DENGAN MENGHITUNG NILAI LSD BERDASAR


RUMUS :
LSD = t . Sd
/2;db

2 KTG
Sd =
r
r = banyaknya ulangan
KTG = Kuadrat Tengah Galat pada ANAVA.
Nilai ttabel = t /2; db error didapatkan dari tabel "t".

2. KESIMPULAN UJI DILAKUKAN BERDASARKAN ATAS PERBANDINGAN NILAI LSD


DENGAN SELISIH RERATA PASANGAN YANG DIBANDINGKAN.

APABILA :
 Y1 - Y2  > LSD MAKA Ho DITOLAK BERARTI PASANGAN RERATA
INI BERBEDA NYATA (Ha DITERIMA).
 Y1 - Y2  < LSD MAKA Ho DITERIMA BERARTI PASANGAN
RERATA INI TIDAK BERBEDA.

C. DUNNET'S TEST
1. DIGUNAKAN APABILA PENELITI MENGINGINKAN PERBANDINGAN ANTARA
TARAF PERLAKUAN DENGAN SUATU KONTROL ATAU STANDAR PEMBANDING.
2. PENGUJIAN DILAKUKAN DENGAN MEMBANDINGKAN NILAI KRITIS “d”
DENGAN BEDA MUTLAK NILAI RATA-RATA YANG DIBANDINGKAN

84
d = td SYi -Yk

 2 ( KTG ) 
SYi –Yk =  
 r 

NILAI KRITIS td DIPEROLEH DARI TABEL t DUNNETS DENGAN

td = t , m, db

m = t - 1 dimana t adalah banyaknya perlakuan


db = derajat bebas error percobaan pada anava.

3. APABILA
d > beda mutlak maka Ho diterima artinya tidak ada beda rerata
d < beda mutlak maka Ha diterima artinya ada beda rerata.

85