Anda di halaman 1dari 3

FARMAKOTERAPI LANJUTAN

1. KASUS BATUK
Seorang lelaki bertubuh tambun umur 35 th ke dokter dan mengeluh sejak beberapa
hari terakhir mengalami batuk yang semakin memburuk pada malam hari dan sudah
terjadi sejak 3 minggu yang lalu. Saat ini dia juga mengalami bersin-bersin dan
demam. Oleh dokter dia didiagnosis sinusitis bakteri.
Dia juga mengeluh setiap kali batuk terdengar bunyi membahana seperti ada yang
ingin dikeluarkan dari rongga dadanya, saat ini dia juga mengeluh agak kesulitan
bernapas dan mengeluarkan dahak setiap kali batuk dan terdengar suara mengi.
Dia mengaku menghabiskan rokok 1 bungkus setiap hari sejak 4 tahun yang lalu.
Hasil pemeriksaan fisik menunjukan: BB 70 kg, TB 163 cm, TD 140/90 mmHg, Suhu
38 C
Foto Toraks dan Hasil Rontgen dada: Normal
Dia diresepkan oleh dokter: Amoksisilin 3x500 mg/hari, Dekstrometorfan 10 mg
kombinasi GG 4x sehari, Rhinofed 3x1.
Bagaimana Tatalaksana terapi pasien tersebut?

2. Kasus Bronkhitis
Ny. WA umur 25 th datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk yang awalnya
kering dan menjadi sering dan berdahak sejak 2 hari terakhir. Dia juga mengeluh
tidak enak badan, pegal-pegal, sakit kepala, flu dan hidung berair. Setiap kali batuk
terdengar bunyi aneh seperti siulan. Ny WA sudah 3 bulan menggunakan oral
kontrasepsi.
Ny. WA suaminya merokok 2 bungkus/hari.
Hasil pemeriksaan fisik menunjukan: Suhu 38 C, BB 50 kg, Tb 163 cm. Obat yang
diberikan: Amoksisilin 3x500 mg/hari, Cetirizin 1x1, Dekstrometorfan 3x1, GG 3x1
Hasil Robtgen dada: Normal.

3. Kasus PPOK
Tn. HZ umur 55 th masuk RS mengeluh sejak 3 bulan terakhir batuk di siang hari dan
setiap hari. Setiap kali batuk Tn. HZ merasa sesak dan mengeluarkan dahak kental
berwarna kuning kehijauan. Sesaat sebelum masuk RS Tn. HZ volume sputum/dahak
meningkat, nafas semakin sesak/memburuk dan pendek-pendek, dada terasa berat
dan terengah-engah serta merasa lelah dan lesu, sehingga pekerjaannya memecah
batu kapur sambil mencari batu akik sementara berhenti. Tn. HZ mengaku
menghabiskan rokok 2 bungkus/hari sejak tamat SMA. Oleh dokter dia didiagnosis
PPOK dan mendapat pengobatan: Amoksisilin 3x500 mg/hari, Salbutamol 2x1,
Ambroksol 3x1.
Hasil pemeriksaan fisik: BB 55 kg, TB 169 cm, TD 135/90 mmHg, N 28x/menit, S 38 C.
Hasil Spirometri: FEV1/FVC < 70%, PaO2 50 mmHg.

4. Kasus Cystic Fibrosis


Anak NO umur 1 tahun mengalami batuk dan mengeluarkan dahak kental, nafas
tersengal-sengal, mengi dan kulitnya membiru. Fesesnya berbau busuk dan
mengeluarkan lemak serta berminyak. Berat badan dan tinggi badan tidak pernah
naik. Perutnya kembung dan suka mual. Masuk RS dalam keadaan pucat dan lemah.
Diketahui Anak NO adalah blasteran keturunan Eropa Indonesia, Ayahnya sudah
kembali ke Eropa Utara dan NO dirawat oleh ibunya di Muna, mereka telah cerai
sejak NO umur 3 bulan.
Bagaimana Tatalaksana Terapinya?

5. Kasus Bronkhitis Kronis


Ny HA. Umur 26 Th, BB 50 kg, TB 165 cm datang ke Puskesmas dengan keluhan
batuk. Di mengaku alergi dingin dan debu serta sering sekali menderita flu. Ny. HA 5
tahun terakhir didiagnosa Asma oleh dokter dan mendapat pengobatan Salbutamol.
Selama 3 bulan terakhir dia mengalami batuk berdahak dan sering sekali flu. Saat ini
Ny. HA kehilangan selera makan dan tidak enak badan, dada sesak dan bunyi mengi.
Hasil pemeriksaan fisik: TD: 135/90 mmHg, Suhu 380 C, Nadi 130 x/menit.
Hasil uji fungsi paru: FEV: 60%
Karakteristik Sputum: Purulen dan ada peningkatan volume.
Tentukan permasalahan pasien dan bagaimana tatalaksana terapinya.

6. Kasus COPD/PPOK
Seorang pria 49 tahun dengan riwayat medis hipertensi, datang dengan keluhan
sesak napas sejak sekitar 3- 4 tahun lalu, dengan gejala secara bertahap semakin
memburuk. Sekarang ia tidak dapat berjalan 100 meter tanpa harus berhenti dan
beristirahat. Ia juga tiap hari mengalami batuk produktif disertai dahak kekuningan.
Ia merokok sekitar 1 ½ bungkus sehari dan telah merokok selama 30 tahun terakhir.
Dia juga minum bir rata-rata 6-7 gelas sehari. Ia tidak terpapar secara signifikan oleh
debu, gas, atau asap.

Riwayat kesehatan pasien : Hipertensi selama 6 tahun, saat ini dapat dikendalikan
Riwayat sosial : Pasien bekerja sebagai akuntan; menikah dengan dua anak
Riwayat keluarga : Ayah penderita emfisema dan kanker paru-paru. Tidak ada
keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2 atau penyakit jantung

Obat yang dikonsumsi :


Lisinopril 40 mg tablet sekali sehari
Hydrochlorothiazide 25 mg tablet sekali sehari
Tanda vital : tekanan darah 134/82 mmHg, nadi 80 denyut per menit, tingkat
pernapasan 20/menit, suhu 35,8 ° C, Berat 60 kg, tinggi 163 cm, indeks massa tubuh
22,7 kg/m2.
Pemeriksaan paru-paru: dada emfisematous (barrel chest), membran mukosa
lembab; suara paru-paru yang cukup jauh, ronki kering atau wheezing.
X-ray dada: Hiperlusensi dan hiperinflasi paru-paru, sugestif perubahan
emphysematous.
Pertanyaan:
a. Apa faktor-faktor risiko yang dimiliki pasien untuk COPD/PPOK?
b. PPOK ini pasien dapat diklasifikasikan sebagai tahap apa?
c. Susunlah rencana perawatan untuk pasien ini, meliputi tujuan terapi dan terapi
nonfarmakologi dan farmakologi!