Anda di halaman 1dari 24

I.

IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. MA
Usia : 27 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Senden RT.01 RW.01 Bumiharjo, Borobudur, Magelang
Suku : Jawa
Agama : Islam
Pendidikan : Lulus SMK
Pekerjaan : Pedagang
Status Pernikahan : Belum menikah

II. RIWAYAT PSIKIATRI


Alloanamnesis pada tanggal 7 Agustus 2016 di rumah pasien diperoleh dari:
Nama : Ny. S
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Senden RT.01 RW.01 Bumiharjo, Borobudur, Magelang
Suku : Jawa
Agama : Islam
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Perangkat Desa
Status Pernikahan : Menikah
Hubungan : Ibu kandung

Autoanamnesis pada tanggal 2 Agustus 2016 di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang.
A. Keluhan Utama
Pasien merasa banyak pikiran, sering cemas, merasa berdebar, dan
merasakan perasaan tidak tenang sejak 3 bulan yang lalu.

B. Riwayat Penyakit Sekarang


Autoanamnesis
Pasien datang atas keinginan sendiri ke poliklinik psikiatri Rumah Sakit
Jiwa Prof. dr. Soerojo Magelang. Pasien sudah beberapa kali kontrol ke
poliklinik psikiatri. Pasien awalnya datang dengan keluhan merasa dirinya

Case Based Discussion Non-Psikotik 1


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
tidak tenang, memiliki banyak pikiran, cemas, degdegan, merasa takut akan
terhadap hal yang seharusnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Keluhan ini
sudah dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. Pasien mengaku merasa berbagai hal
dapat menjadi pikiran yang berat bahkan hal yang dulunya dianggap hal sepele
sehingga menjadi perasaan yang cukup mengganggu perasaan pasien.
Terkadang pasien juga merasa bingung. Pasien tidak mengetahui perasaan
yang sebenarnya dirasakan oleh pasien.
Selain keluhan tentang perasaan tersebut, diketahui dari pasien jika mulai
timbul perasaan yang tidak enak tersebut maka secara fisik dapat timbul
keluhan berupa perasaan jantung yang berdebar-debar, badan terasa gemetaran
atau terasa bergetar, dada terasa panas, perut tidak enak, mata menjadi berat
dan kadang-kadang kepala terasa pusing.
Saat ditanya tentang aktivitas kesehariannya, pasien mengaku sejak timbul
perasaan yang tidak enak di dalam diri pasien tersebut, pasien menjadi sulit
tidur. Sulit untuk memulai tidur dan terkadang pasien sering terbangun saat
tidur. Pasien juga merasa terdapat perubahan nafsu makan, dimana pasien
menjadi kurang nafsu makan. Pasien dahulunya bekerja sebagai peternak yang
menetaskan telur ayam lalu bekerja sebagai pedagang di kawasan wisata
Candi Borobudur dan sejak muncul perasaan yang tidak enak dan tidak
menentu tersebut, pasien merasakan kurang bersemangat dan kurang dapat
berkonsentrasi terhadap pekerjaannya bahkan pernah merasakan putus asa
namun tidak pernah memiliki keinginan untuk bunuh diri.
Pasien mengaku dulunya pasien pernah di diagnosis oleh dokter
mengalami gagal ginjal pada sekitar 2 tahun yang lalu. Pasien tidak berobat
secara medis, pasien hanya berobat secara herbal dan dinyatakan sembuh oleh
Pak Kyai yang mengobati secara herbal tersebut. Pasien saat ini sehari-hari
merokok karena menurut pasien jika pasien merokok dapat meringankan
peraaan pasien yang tidak menentu dan terasa lebih nyaman dan lebih tenang
setelah pasien merokok. Pasien pernah mencoba mengkonsumsi alkohol
namun saat ini sudah tidak lagi mengkonsumi alkohol. Pasien mengaku jika
sejak dulu pasien adalah orang yang tertutup, jarang bercerita kepada orang

Case Based Discussion Non-Psikotik 2


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
tua maupun kepada teman tentang masalah-masalah yang dialami oleh pasien,
karena pasien berpikir jika bercerita kepada orang lain belum tentu dapat
mengurangi beban perasaan tidak nyaman yang dirasakan oleh pasien. Namun
pasien mengaku mendapat banyak dukungan dari keluarga maupun dari pacar
terhadap kondisi yang dialaminya dan dukungan tersebut membantu pasien
menjadi lebih merasa nyaman.
Saat ini pasien sudah merasa lebih nyaman setelah datang dan kontrol
rutin ke poli psikiatri RSJS Magelang. Pasien mengaku tidurnya sudah lebih
tenang, tidak lagi merasa gemetaran, jantung berdebar, mata berat. Pasien
mengaku meskipun masih terkadang merasa cemas, takut, sehingga timbul
perasaan yang tidak enak di dalam diri pasien, pasien saat ini setelah konsumsi
obat merasa jauh berkurang keluhan tersebut.

Alloanamnesis
Dari ibu kandung pasien diketahui jika pasien adalah anak yang cukup
tertutup sejak kecil. Pasien jarang bercerita kepada orang tua. Orang tua pasien
tidak mengetahui alasan yang pasti mengapa perasaan yang tidak nyaman itu
dialami oleh pasien. Saat ini keluarga sudah mengetahui jika paien datang
berobat ke poli psikiatri RSJS Magelang dan mendukung pasien untuk dapat
kembali sembuh dan merasa lebih nyaman. Pasien diketahui tidak memiliki
masalah baik dengan saudara maupun tetangga disekitar rumah. Pasien adalah
anak yang rajin dan penurut terhadap orangg tuanya, meskipun pasien adalah
anak tunggal.

C. Riwayat Gangguan Sebelumnya


1. Riwayat Gangguan Psikiatri
Pasien tidak pernah di rawat inap di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang.
Pasien adalah pasien rawat jalan yang rajin kontrol dan patuh minum obat.
Dari anamnesis diketahui dulunya pasien pernah mengalami keluhan yang

Case Based Discussion Non-Psikotik 3


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
sama namun tidak berat seperti sekarang. Mulai datang untuk berobat ke
poliklinik psikiatri RSJS Magelang pada bulan Mei 2016.
2. Riwayat Gangguan Medis Umum
Pasien tidak memiliki riwayat gangguan medis umum sebelumnya.
3. Riwayat Penggunaan NAPZA, Alkohol, Rokok
Pasien memiliki riwayat penggunaan rokok dan alkohol namun saat ini
tidak konsumsi alkohol lagi. Pasien tidak pernah mengkonsumsi NAPZA.

D. Riwayat Kehidupan Pribadi


1. Riwayat Prenatal dan Perinatal
Pasien adalah anak tunggal. Diketahui dari orang tua pasien jika usia pada
saat ibu pasien mengandung pasien adalah sekitar 20 tahun. Saat hamil,
ibu pasien biasa memeriksakan kandungan ke bidan desa. Ibu pasien tidak
menderita penyakit saat hamil dan tidak mengkonsumsi obat-obatan
kecuali yang diberikan oleh bidan. Ibu pasien tidak pernah merokok, tidak
pernah konsumsi alkohol. Pasien lahir cukup bulan, lahir dirumah dengan
bantuan bidan dan langsung menangis. Pasien lahir dengan kondisi tubuh
yang normal.
2. Riwayat Masa Kanak Awal (0-3 tahun)
Pasien diasuh oleh kedua orang tuanya. Pasien mengkonsumsi ASI sampai
umur 2 tahun. Riwayat imunisasi pasien lengkap. Pasien tumbuh normal
seperti anak-anak seusianya. Pasien mulai dapat tengkurap pada umur 3
bulan dan mulai bisa duduk pada usia 7 bulan. Pasien dapat berjalan
dengan sempurna pada umur 13 bulan. Tidak tampak adanya
keterlambatan pada perkembangan pasien.

3. Riwayat Masa Kanak Pertengahan (3-11tahun)


Pasien termasuk anak yang aktif. Pasien dapat dengan mudah bergaul
dengan temannya. Pasien mulai sekolah di sekolah dasar pada umur 7
tahun. Prestasi belajar pasien selama SD biasa saja. Pasien pernah satu kali
tidak naik kelas saat pasien duduk di bangku kelas 1 dan akan naik ke
kelas 2 SD. Pasien setelah lulus dari SD melanjutkan pendidikan ke SMP.
4. Riwayat Masa Kanak Akhir (Pubertas) dan Remaja
Pasien adalah anak yang tertutup sejak kecil. Pasien jarang menceritakan
masalah yang dialami oleh pasien kepada orang tua pasien. Pasien dapat
menyelesaikan pendidikannya sampai ke jenjang SMK. Pasien mengambil

Case Based Discussion Non-Psikotik 4


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
jurusan mesin. Setelah tamat SMK pasien tidak melanjutkan
pendidikannya. Pasien kemudian memilih untuk bekerja.
5. Riwayat Masa Dewasa
a. Riwayat Pendidikan
Pendidikan terakhir pasien adalah SMK jurusan mesin dan otomotif.
b. Riwayat Pekerjaan
Pasien pernah bekerja sebagai peternak, lalu saat ini pasien bekerja
sebagai pedagang di kawasan wisata Candi Borobudur. Pasien tidak
ingin bekerja seperti jurusannya saat SMK karena pasien tidak suka jika
terikat oleh banyak aturan.
c. Riwayat Pernikahan
Pasien belum menikah, namun saat ini pasien sudah memiliki pacar.
d. Riwayat Pelanggaran Hukum
Pasien tidak pernah berurusan dengan penegak hukum karena
melakukan pelanggaran hukum.
e. Riwayat Aktivitas Sosial
Pasien dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul dan tidak pernah
memiliki masalah dengan lingkungannya

f. Riwayat Kehidupan Beragama


Pasien beragama islam dan mendapatkan ilmu agama islam pertama
kali dari orang tua pasien. Pasien merupakan orang yang taat beragama,
melaksanakan sholat 5 waktu setiap hari.
g. Riwayat Psikoseksual
Pasien menyadari dirinya seorang laki-laki, selama ini berpenampilan
dan berperilaku sebagaimana seorang laki-laki, dan tertarik pada
perempuan.
h. Riwayat Situasi Hidup
Saat ini pasien tinggal bersama kedua orang tuanya.

E. Riwayat Keluarga
Pada keluarga tidak didapatkan keluhan yang sama. Seluruh keluarga
dapat bekerja dan dapat menjalankan fungsi sosial dengan baik
Genogram:

Case Based Discussion Non-Psikotik 5


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
Keterangan :
: laki-laki : perempuan
: laki-laki sudah meninggal : perempuan sudah meninggal
: pasien : tinggal serumah

F. Riwayat Sosial Ekonomi Sekarang


Untuk kebutuhan sehari-hari, dipenuhi dari penghasilan pasien dan
orangtua sebagai pedagang
G. Taraf Kepercayaan
Autoanamnesis : dapat dipercaya
Alloanamnesis : dapat dipercaya

Grafik PerjalananPenyakit
Gejala

Mei 2016 Juni 2016 Juli2016 Agustus 2016

Fungsi peran

III. PEMERIKSAAN FISIK


A. Status Internus
Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 7 Agustus 2016
1. Keadaan umum : Tampak sehat, kesan gizi cukup
2. Kesadaran : Neurologis : Compos Mentis
Case Based Discussion Non-Psikotik 6
Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
Psikologis : Jernih
3. Tanda vital
Tekanan darah : 130/86 mmHg
Nadi : 86x/menit
Respirasi : 20x/menit
Suhu : 36,5 °C

4. Kepala ( mata dan THT )


Kepala : Normocephali, krepitasi (-), hematom (-)
Mata : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-,
TIO palpatorik dalam batas normal
Hidung : Kavum nasi lapang/lapang, sekret -/-
Telinga : Normotia/normotia, sekret -/-
Mulut : Sianosis (-)
Tenggorokan : Faring hiperemis (-)
Leher : Pembesaran KGB (-)
5. Thorax
a. Jantung
Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat
Palpasi : Iktus kordis teraba di ICS 5-6
Auskultasi : Bunyi jantung I/II reguler,
murmur (-),gallop (-)
b. Paru
Inspeksi : Pergerakan dinding dada simetris
Palpasi : Vokal fremitus kanan=kiri
Perkusi : Sonor kanan=kiri
Auskultasi : Bunyi nafas dasar vesikuler
6. Abdomen
Inspeksi : Perut tampak datar
Auskultasi : Bising usus (+) normal
Palpasi : Supel, nyeri tekan (-)
Perkusi : Timpani
7. Urogenital : Tidak dinilai

8. Ekstremitas :
Superior Inferior
Oedem -/- -/-

Case Based Discussion Non-Psikotik 7


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
Sianosis -/- -/-
Akral hangat/ hangat hangat/hangat
Cappilary refill <2detik <2 detik
test
Deformitas -/- -/-

B. Pemeriksaan Neurologis
Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 7 Agustus 2016
1. Kaku kuduk : Tidak ditemukan
2. Saraf kranialis I - XII : Dalam batas normal
3. Motorik :
Motorik Superior Inferior
Gerakan N/N N/N
Kekuatan 5/5 5/5
Tonus N/N N/N
Trofi E/E E/E

4. Sensorik : Dalam batas normal


5. Refleks fisiologis : +/+
6. Refleks patologis : - /-

C. Pemeriksaan Status Mental


Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 7 Agustus 2016
A. Deskripsi Umum
1. Penampilan
Tampak seorang perempuan, wajah sesuai usianya, rawat diri
baik, berpakaian lengkap dan rapi.

2. Kesadaran
a. Neurologik : Compos Mentis
b. Psikologik : Jernih
3. Pembicaraan
a. Kualitas : Spontan, normal
b. Kuantitas : normal
4. Tingkah laku : Normoaktif
5. Sikap : Kooperatif
6. Kontak Psikis : Mudah ditarik, mudah dicantum
perhatiannya.
B. Alam Perasaan
1. Mood : Euthymic

Case Based Discussion Non-Psikotik 8


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
2. Afek : appropriate, luas, stabil
C. Gangguan Persepsi
1. Ilusi : Tidak ada
2. Halusinasi : Tidak ada
3. Depersonalisasi : Tidak ada
4. Derealisasi : Tidak ada
D. Proses Pikir
1. Arus Pikir
a. Kuantitas : cukup
b. Kualitas : koheren
2. Isi pikir : berpikir tentang pemikirannya yang mudah
memikirkan banyak hal
3. Bentuk Pikir : realistik
E. Sensorium dan Kognitif
1. Tingkat kesadaran : Jernih
2. Orientasi Waktu : Baik
Tempat : Baik
Personal : Baik
Situasional : Baik
3. Pengetahuan umum : Baik
4. Daya ingat
a. Jangka panjang : Baik
b. Jangka pendek : Baik
c. Segera : Baik
5. Konsentrasi : Cukup
6. Perhatian : Cukup
7. Kemampuan baca tulis : Baik
8. Pikiran abstrak : Baik
9. Kemampuan visuospasial : Baik
10. Daya nilai sosial : Baik

F. Pengendalian Impuls
Pengendalian diri selama pemeriksaan : Baik
Respon pasien terhadap pemeriksa : Baik

G. Tilikan
Derajat 4 : Pasien mengetahui dirinya sakit, namun tidak mengetahui
penyebab penyakitnya

IV. RESUME
Seorang laki-laki berusia 27 tahun datang berobat ke poliklinik psikiatri
RSJ Prof. dr. Soerjo Madelang karena merasakan dirinya terlalu
memikirkan hal banyak yang hal. Keluhan sudah dialami sejak 3 bulan

Case Based Discussion Non-Psikotik 9


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
yang lalu. Oleh karena keluhan tersebut, pasien juga mengeluhkan
perasaannya tidak nyaman, menjadi mudah takut, merasa khawatir, merasa
kurang bersemangat, menurunnya konsentrasi, dan mudah berputus asa.
Pasien juga mengeluhkan adanya kesulitan tidur, kurang nafsu makan.
Dari keluhan fisik, pasien mengeluhkan adanya rasa berdebar-debar di
dada, terasa badan yang gemetaran, rasa panas di dada, mata yang terasa
berat, perut terasa tidak nyaman. Dari pemeriksaan fisik, tidak didapatkan
kelainan, tanda vital dalam batas normal, pemeriksaan fisik secara umum
tidak didapatkan adanya kelainan. Pasien pernah memiliki riwayat
penyakit gagal ginjal yang diobati dengan pengobatan herbal. Saat ini
masih merokok untuk menghilangkan perasaan tidak nyaman. Tidak
didapatkan adanya riwayat gangguan jiwa pada pasien. Pada pemeriksaan
status mental didapatkan hasil seorang laki-laki, sesuai umur, rawat diri
baik, kooperatif, pembicaraan secara kualitas dan kuantitas normal, mood
eutimik dengan afek serasi, luas dan stabil, bentuk pikir realistik, isi pikir
berpusat kepada perasaan bahwa dirinya memiliki banyak pikiran yang
mengganggu perasaannya, orientasi baik, hubungan jiwa mudah,
pengendalian diri baik, dan tilikan baik.

V. FORMULA DIAGNOSIS
Pada pasien ditemukan sindroma atau pola perilaku atau psikologis yang
bermakna secara klinis dan menimbulkan penderitaan (distress) dan
hendaya (disability) dalam fungsi pekerjaan, sehingga dapat disimpulkan
bahwa pasien mengalami suatu gangguan jiwa sesuai dengan definisi yang
tercantum dalam PPDGJ III.
Pada pasien ini didapatkan adanya :
a. Sindrom cemas :
- Kecemasan (khawatir, was-was)
- Ketegangan motorik (tubuh gemetaran)
- Hiperaktivitas otonom (rasa tidak nyaman di perut, pusing, jantung
berdebar-debar)
b. Sindrom depresi :
- Kepercayaan diri berkurang
- Merasa putus asa

Case Based Discussion Non-Psikotik 10


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
- Menyendiri
c. Sindrom panik :
- Serangan cemas pada keadaan dimana sebenarnya secara objektif
tidak ada bahaya
- Serangan cemas tidak terbatas pada situasi yang dapat diduga
sebelumnya
- Keadaan relatif bebas diantara serangan panik

VI. DIAGNOSIS BANDING


a F41.1 Gangguan cemas menyeluruh
b F41.2 Gangguan campuran anxietas dan depresi

VII. PENEGAKAN DIAGNOSIS


Diagnosis Kerja
F41.1 Gangguan Cemas Menyeluruh
Penderita harus menunjukkan gejala anxietas Terpenuhi
sebagai gejala primer yang berlangsung hampir
setiap hari untuk beberapa minggu sampai
beberapa bulan, yang tidak terbatas atau hanya
menonjol pada situasi khusus tertentu saja
Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsur- Terpenuhi
unsur berikut:
d. Kecemasan (khawatir akan nasib buruk,
merasa seperti di ujung tanduk, sulit
konsentrasi, dll)
e. Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala,
gemetaran, tidak dapat santai, dll)
f. Overaktivitas otonom (jantung berdebar-
debar, sesak napas, keluhan lambung, mulut
kering, dll)

Case Based Discussion Non-Psikotik 11


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
Pada anak-anak sering terlihat adanya kebutuhan Terpenuhi
berlebihan untuk ditenangkan serta keluhan-
keluhan somatik berulang yang menonjol

Adanya gejala-gejala lain yang sifatnya sementara Terpenuhi


(untuk beberapa hari), khususnya depresi, tidak
membatalkan diagnosis utama gangguan cemas
menyeluruh, selama hal tersebut tidak memenuhi
kriteria lengkap dari episode depresi, gangguan
anxietas fobik, gangguan panic atau gangguan
obsesif-kompulsif

Diagnosis Banding
F41.2 gangguan campuran anxietas dan depresi
Terdapat gejala-gejala anxietas maupun depresi, Terpenuhi
dimana masing-masing menunjukkan rangkaian
gejala yang cukup berat untuk menegakkan
diagnosis tersendiri. Untuk anxietas, beberapa
gejala otonomik harus ditemukan walaupun tidak
terus menerus, disamping rasa cemas atau
kekhawatiran berlebihan
Bila ditemukan anxietas berat disertai depresi yang Terpenuhi
lebih ringan, maka harus dipertimbangkan kategori
gangguan anxietas lainnya atau gangguan anxietas
fobik
Bila ditemukan sindrom depresi dan anxietas yang Tidak terpenuhi
cukup berat untuk menegakkan masing-masing
diagnosis, maka kedua diagnosis tersebut harus
dikemukakan, dan diagnosis gangguan campuran
tidak dapat digunakan. Jika karena sesuatu hal
hanya dapat dikemukakan satu diagnosis, maka

Case Based Discussion Non-Psikotik 12


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
gangguan depresif harus diutamakan
Bila gejala-gejala tersebut berkaitan erat dengan Tidak terpenuhi
stress kehidupan yang jelas, maka harus digunakan
kategori gangguan penyesuaian

VIII. DIAGNOSIS MULTIAKSIAL


AKSIS I : F41.1 Gangguan cemas menyeluruh
AKSIS II : Tidak ada diagnosis
AKSIS III : Tidak ada diagnosis
AKSIS IV : Masalah dengan pacar
AKSIS V : GAF 80-71 (Gejala sementara dan dapat diatasi, disabilitas
ringan dalam sosial, pekerjaan, dll)

IX. DAFTAR MASALAH


Masalah Deskripsi
Organobiologik Gangguan aktivitas dopamin, serotonin dan
norepinefrin
Psikologis Masalah dengan pacar
Sosial Keterbatasan dalam interaksi sosial

X. PENATALAKSANAAN
A. Farmakoterapi
 Fluoxetine 1 x 10 mg
Fluoxetine merupakan antidepresan golongan SSRI (selesctive
serotonin reuptake inhibitor) dan saat ini meruapak lini pertama untuk
pengobatan gangguan cemas karena memiliki efek anxiolitik. Onset
SSRI lebih lambat dibandingkan dengan benzodiazepine ( berkisar 2-4
minggu) tetapi tidak menimbulkan gejala withdrawl dan kemungkinan
penyalahgunaan yang kecil. Obat ini bekerja dengan meningkatkan
kadar serotonin dengan memblokade serotonin re-uptake pump. Selain
itu, fluoxetine juga meningkatkan kadar norepinefrin (NE) dan
dopamine (DA) melalui kerjanya sebagai antagonis reseptor 5HT2C.
Dosis yang dianjurkan adalah10-20 mg/hari.
 Alprazolam 2 x 0,5 mg

Case Based Discussion Non-Psikotik 13


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
Alprazolam adalah obat golongan benzodiazepine yang dipilih
untuk pasien ini. Alprazolam adalah obat lini kedua untuk pengobatan
gangguan panik.
Benzodiazepine merupakan obat terpilih untuk gangguan cemas
dan berperan dalam terapi awal antidepresan SSRI. Benzodiazepine
bekerja dengan:
- Berikatan pada reseptor benzodiazepine pada GABA-A ligan
gated chloride channel complex sehingga kanal ion terbuka, ion
klorida meningkat dan terjadi peningkatan depolarisasi.
- Meningkatkan efek inhibitor dari neurotransmitter GABA
- Menginhibisi aktivitas neuronal khususnya pada amigdala
sebagai pusat rasa takut
Benzodiazepine memiliki onset kerja yang lebih cepat
dibandingkan dengan antidepresan SSRI sehingga dapat meredakan
anxietas terlebih dahulu dan memperbaiki insomnia. Pemberian obat
golongan benzodiazepine akan diturunak dosisnya (tapering off)
kemudian dihentikan untuk mencegah adiksi. Dosis anjuran adalah 2-
6 mg/hari dengan waktu paruh 12-15 jam.
 Risperidone 2 x 0,5 mg
Risperidone termasuk antipsikotik turunan benzisoxazole,
merupakan antagonis aminergik selektif dengan afinitas terhadap
reseptor serotonergic 5-HT2 dan dopaminergic D2. Risperidone
berikatan dengan alfa1 adrenergik dan tidak memiliki afinitas terhadap
reseptor kolinergik.
Meskipun Risperidone merupakan antagonis D2 kuat, dimana
dapat memperbaiki gejala positif skizofrenia, hal tersebut
menyebabkan berkurangnya depresi aktivitas motorik dan induksi
katalepsi dibanding neuroleptik klasik. Antagonism serotonin dan
dopamine sentral yang seimbang dapat mengurangi kecenderungan
timbulnya efek samping ekstrapiramidal, dia memperluas aktivitas
terpeutik terhadap gejala negative dan afektif dari skizofrenia.

B. Non-Farmakoterapi
 Psikoterapi

Case Based Discussion Non-Psikotik 14


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
Memotivasi dan memberi dukungan sehingga pasien dapat
berfungsi fisik dan sosial secara optimal serta memotivasi pasien
sehingga mendapatkan dukungan emosional. Psikoterapi diharapkan
dapat menyemangati pasien untuk memasuki dunia luar, menghadapi
resiko dipermalukan, penolakan dan kegagalan.
 Psikoedukasi keluarga
Memberikan bimbingan kepada keluarga agar selalu berperan
aktif dalam setiap proses penatalaksanaan pasien. Memberi penjelasan
kepada keluarga tentang pentingnya peranan obat untuk kesembuhan
pasien sehingga keluarga perlu mengingatkan dan mengawasi pasien
untuk minum obat secara teratur. Efek samping obat juga perlu
diberitahukan kepada keluarga. Memberikan motivasi kepada keluarga
untuk bersama-sama membantu pasien pulih dengan lebih meluangkan
waktu untuk pasien terutama mendekatkan diri terhadap pasien agar
pasien dapat lebih terbuka dengan keluarganya.

XI. PROGNOSIS
PREMORBID
Riwayat gangguan jiwa dalam keluarga: (-) Baik
Dukungan keluarga: Baik Baik
Status sosial ekonomi: menengah ke bawah Buruk
Stresor: Tidak jelas Buruk

MORBID
Onset usia: 27 tahun Buruk
Perjalanan penyakit: akut Baik
Respon terapi (obat-obatan): cepat Baik
Kepatuhan minum obat: patuh Baik

Ad vitam : dubia ad bonam


Ad fungsionam : dubia ad bonam
Ad sanactionam : dubia ad malam

Case Based Discussion Non-Psikotik 15


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
LAMPIRAN TRANSKRIP WAANCARA
X : Pewawancara

A : Pasien

X : Selamat siang mas, perkenalkan kami dokter eko dan dokter irvi. Kami
dokter muda yang bertugas di stase kejiwaan RS. Prof. Dr. Soerojo
Magelang. Jadi hari ini ada beberapa pertanyaan yang ingin kami tanyakan
ke mas arifin, apakah boleh mas ?

A : Iya silahkan.

X : Kalau boleh tau, mas arifin sekarang umurnya berapa ya ?

A : 28 tahun.

X : Kalau boleh tau sehari-hari mas bekerja sebagai apa ?

A : Jualan.

X : Mas arifin bekerja sebagai pedagang ya. Petama kali datang ke poli RSJ
karena apa ya mas ?

A : Alasan saya datang ke RSJ karena perasaan saya tidak enak, ada yang
terasa beda.

Case Based Discussion Non-Psikotik 16


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
X : Kapan ya mas datang pertama kali ke RSJ ?

A : Sekitar 3 bulan yang lalu, setelah itu tiap 2 minggu sekali kontrol ke RSJ.

X : Awalnya perasaan mas saat datang ke RSJ seperti apa ?

A : Rasanya seperti was-was mas. Pikiran saya seperti resah.

X : Apakah perasaan ini seperti cemas akan sesuatu atau cemas karena hal-
hal sekitar ?

A : Pokoknya apa aja bisa saya cemasin dan saya pikirin. Jadi beban pikiran
gitu. Setelah berobat dan kontrol perasaan itu hilang tapi masih tetap ada
walaupun enggak berat dan enggak tau apa yang di resahin.

X : Saat itu apakah mas sampai tidak bisa bekerja ?

A : Enggak, saya masih bisa kerja cuman terasa enggak enak aja.

X : Apakah perasaan itu muncul tiba-tiba ?

A : Di picu sesuatu.

X : Apa mas misalnya ?

A : Ya pokoknya mikirin sesuatu terus enggak enak perasaan jadinya. Jadi


bisanya kalau dulu mikiran hal kecil itu santai aja tapi sekarang mikirin hal
kecil aja jadi pikiran gitu. Terus di pikir gitu.

X : Hal-hal sepele yang mas rasakan itu seperti apa ?

A : Misalnya waktu itu kan saya bekerja menetaskan telur nah kan suhu
untuk menetaskan telur harus tepat. Nah kalo suhunya ga sesuai terus jadi
kepikiran. Terasa mengganjal di hati saya.

X : Padahal sebelumnya kalau seperti itu yaudah ga papa enggak jadi pikiran
gitu ya ?

A : Iya dulunya gak kepikiran.


Case Based Discussion Non-Psikotik 17
Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
X : Sebelum mas seperti ini apakah ada kejdian atau sesuatu hal berat terjadi
mas ?

A : Dulu kalo pacar saya ngomongin sesuatu itu saya jadi terus kepikiran.
Rasanya badan saya panas dingin padahal saya tau kalu dia cuman
bercanda. Tapi terus saya kepikiran dan panjang jadinya pikiran saya.

X : Apakah mas juga mersa berdebar ?

A : Iya.

X : Tangannya gemetar ga ?

A : Iya.

X : Apakah juga sering keringatan ?

A : Ga mesti kalo keringatan, biasanya badan tersa panas mata berat.

X : Rasanya pengen di kamar terus mas ?

A : Enggak juga, rasanya enggak enak aja resah gitu.

X : Apakah perasaan itu terus menerus tau hanya kalo ada yang di pikirkan
saja ?

A : Kadang bisa sebentar tapi kadang juga sepanjang hari. Terkadang kalau
sudah parah sekali seperti mencapai puncaknya itu rasanya seperti mau
pingsan.

X : Pernah pingsan mas ?

A : Ga pernah, rasanya seperti mau pingsan aja.

X : Waktu seperti itu apakah mas sedang memikirkan sesuatu ?

A : Pernah waktu itu saya misalnya sedang terburu-buru dan lupa seuatu itu
rasanya ga tenang terus mata saya terasa berat.

Case Based Discussion Non-Psikotik 18


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
X : Apakah pekerjaan mas banyak tekanan ?

A : Enggak ada, hanya kadang kalau misanya temen laku saya ga laku jadi
pikiran. Kalo saya laku temen gak laku juga kepikiran.

X : Jadi semuanya terasa selalu terpikir ya mas ?

A : Iya.

X : Kemudian akhirnya mas memutuskan ke rumah sakit jiwa ya mas ?


Apakah sebelumnya pernah mencari pengobatan di tempat lain ?

A : Iya saya langsung ke rumah sakit tidak mencari pengobatan ke tempat


lain.

X : Apakah orang yang tertutup ?

A : Iya saya tidak pernah cerita jika saya ada masalah atau sedang sakit.
Semuanya saya simpan sendiri saya berobat sendiri.

X : Apakah dari keluarga ada memberikan dukungan untuk penyakit mas ?

A : Ya ada

X : Setelah di bantu dengan obat-obatan juga apakah merasa lebih baik mas ?

A : Iya sudah lebih mendingan.

X : Apa yang biasanya mas lakukan jika sedang timbul rasa cemasnya ?

A : Kadang ya tidur kadang ya pergi ya ga tau juga pastinya ya pokoknya di


rasain aja. Kadang juga ngerokok aja bisa ilang.

X : Dibandingkan dulu, sekarang jadi lebih sering merokok mas ?

A : Iya lebih sering.

X : Apakah mas pernah kalo sedang cemas terus capek julan misalnya
kemudian menyudahi jualannya ?

Case Based Discussion Non-Psikotik 19


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
A : Ya kalo gitu sih enggak cuman kalo capek sih biasa soalnya dulu saya
pernah sakit jadi sering capek.

X : Dulu sakit apa mas ?

A : Gagal ginjal sekitar 2 tahun yang lalu, terus beberapa bulan setelah itu
baru timbul cemas nya ini.

X : Apakah penyakit mas ini membuat mas seperti sekarang ?

A : Ya dulu waktu tau sakit gagal ginjal saya seperti ini cuman ga nyadar
saya cemas.

X : Apakah dulu mas pernah ada gejala seperti ini ?

A : Ya dulu pernah tapi gak separah ini.

X : Apakah mas dulu sempat di rawat untuk gagal ginjalnya ?

A : Tidak, saya berobat ke herbal gitu.

X : Apakah mas jadi sulit konsentrasi sekarang ?

A : Ya sering seperti itu.

X : Pernah ndak mas jadi gak percaya diri ?

A : Kalo gitu sih enggak.

X : Pernah ndak mas ngerasa seperti tidak berguna ?

A : Ya pernah, kayak putus asa gitu padahal kan dulu normal.

X : Pernah gak mas arifin nyoba nyari kenapa mas jadi gini ?

A :Pernah cuman gak ketemu jawabannya, sebenernya dari kecil saya sudah
sering kepikiran kayak punya ketakukan yang terlalu besar.

X : Ketakutan seperti apa mas ?

Case Based Discussion Non-Psikotik 20


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
A : Ketakutan buat nyalahin tuhan gitu kenapa kok saya jadi kayak gini,
pengen menjelekkan gitu.

X : Mulai takut seperti ini sejak kapan mas ?

A : Sekitar mulai masuk SMP.

X : Pernah mendengar bisikan atau suara-suara di telinga gak mas ?

A : Ndak pernah.

X : Kalau melihat sesuatu yang orang lain tidak bisa melihat ?

A : Ndak pernah juga.

X : Apakah mas sering mimpi buruk ?

A : Kadang mimpi buruk apalagi kalau lagi kumat tu mimpinya sering gak
enak.

X : Apakah mas kalau sedang kumat pernah ketindihan ?

A : Ketindihan sih pernah cuman gak selalu pas kumat.

X : Apa yang mas rasakan secara fisik kalau sedang timbul gejala ?

A : Biasanya mata berat, berdebar, gemetar, terus kadang tu semua terasa


kayak mimpi, badan dan dada panas tapi bukan demam, kaki terasa mau
melayang, kadang mual juga tapi gak muntah.

X : Apakah mas pernah mengkonsumsi obat selain dari dokter ?

A : Paling hanya obat warung aja.

X : Ada riwayat minum alkohol ?

A : Dulu pernah tapi langsung berhenti.

X : Apakah mas rutin kontrol dan rajin minum obat?

Case Based Discussion Non-Psikotik 21


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
A : Iya tiap 2 minggu, saya minum teratur pagi sama sore dan lumayan cocok
rasanya enakan.

X : Mas dulu sekolah sampai apa mas ?

A : Sekolah SMK jurusan otomotif.

X : Kenapa mas milih berjualan ?

A : Mau kerja bebas aja ga mau kerja di atur.

X : Mas sekarang hobinya apa ?

A : Gak ada sih paling suka ngumpul aja sama kawan-kawan.

X : Sewaktu sekolah mas pernah dapat prestasi ?

A : Ada tapi yg jelek-jelek kayak juara 1 bolos gitu.

X : Gimana mas dengan ibadah mas sekarang ?

A : Ya alhamdulillah masih lancar ibadahnya.

X : Kalau dengan tetangga sekitar gimana mas ? apakah sering membantu


atau gimana ?

A : Ya maunya selalu membantu tapi gak mau di bantu.

X : Apa mas sekarang jadi gampang tersinggung ?

A : Gak pernah, paling cuman dipikirin terus kerasa gak enak gitu di hati.

X : Apakah mas pernah sampai murung sekali ?

A : Ya pernah.

X : Apakah mas ada pikiran untuk bunuh diri ?

A : Gak ada malah saya takut bunuh diri, yang saya takutkan kalo saya
sampe kumat saya takut gak bisa ngendalikan diri.

Case Based Discussion Non-Psikotik 22


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
X : Apakah pacar mas arifin mendukung untuk kesembuhan mas ?

A : Ya mendukung, kadang juga nemankan berobat ke poli.

X : Apakah mas sering ada masalah dengan pacar mas ?

A : Kalo yang besar sih gak ada cuman saya gak suka dengan nada
biacaranya saja. Tapi saya tau itu karakter dia dan dia bercanda cuman ttep
saya jadiin pikiran.

X : Kalau boleh tau mas berapa bersaudara ?

A : Saya anak tunggal.

X : Orang tua mas masih hidup ?

A : Iya masih hidup semua.

X : Mas tinggal serumah dengan orang tua ?

A : Ya saya tinggal bertiga.

X : Baiklah mas kami kira cukup untuk wawancaranya hari ini. Terimakasih
atas kesempatannya hari ini mas. Semoga mas cepat kembali seperti dulu. Tetep
minum obatnya dan sering kontrol ya mas.

A : Iya mbak mas, sama-sama.

Case Based Discussion Non-Psikotik 23


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
LAMPIRAN FOTO-FOTO HOME VISIT

Case Based Discussion Non-Psikotik 24


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura