Anda di halaman 1dari 2

Nama : Intan Gianita

NPM : 140710150008

Tugas Geofisika Kelautan


Resume “Tsunamigenik di Selat Sunda:
Kajian terhadap katalog Tsunami Soloviev”

Tsunamigenik adalah suatu kejadian di alam yang berpotensi menimbulkan tsunami.


Kejadian tersebut berupa terganggunya air laut oleh kegiatan-kegiatan gunung api, gempa bumi,
longsoran pantai dan bawah laut, dan sebab-sebab lainnya. Berdasarkan sejarah, di Selat Sunda
telah berkali-kali terjadi bencana tsunami yang tercatat dalam katalog tsunami. Tsunami yang
terjadi ini disebabkan oleh beberapa fenomena geologi, di antaranya erupsi gunung api bawah laut
Krakatau yang terjadi tahun 416, 1883, dan 1928; gempa bumi pada tahun 1722, 1852, dan 1958;
dan penyebab lainnya yang diduga kegagalan lahan berupa longsoran baik di kawasan pantai
maupun di dasar laut pada tahun 1851, 1883, dan 1889. Kondisi tektonik Selat Sunda sangat rumit,
karena berada pada wilayah batas Lempeng India-Australia dan Lempeng Eurasia, tempat
terbentuknya sistem busur kepulauan yang unik dengan asosiasi palung samudera, zona akresi,
busur gunung api dan cekungan busur belakang. Palung Sunda yang menjadi batas pertemuan
lempeng merupakan wilayah yang paling berpeluang menghasilkan gempa-gempa besar. Adanya
kesenjangan kegiatan gempa besar di sekitar Selat Sunda dapat menyebabkan terakumulasinya
tegasan yang menyimpan energi, dan kemudian dilepaskan setiap saat berupa gempa besar yang
dapat menimbulkan tsunami. Sepanjang sejarah letusan, busur gunung api bawah laut Krakatau
telah mengalami empat tahap pembangunan dan tiga tahap penghancuran. Setiap tahap
penghancuran mengakibatkan terjadinya tsunami dengan kemungkinan potensi peristiwa serupa
akan terjadi antara tahun 2500 hingga 2700. Kondisi geologi dasar laut Selat Sunda yang berubah
– ubah, terutama disebabkan oleh perkembangan struktur geologi aktif yang membentuk terban,
juga berpotensi menimbulkan bencana longsor apabila dipicu oleh gempa bumi. Sementara kondisi
topografi pantai yang relatif terjal dengan tingkat pelapukan yang tinggi di sekitar Teluk Semangko
dan Teluk Lampung, merupakan faktor lain yang dapat menimbulkan bencana longsor terutama
apabila dipicu oleh curah hujan yang tinggi antara bulan Desember hingga Februari. Lebih jauh
lagi, bahwa apabila material longsoran jatuh ke laut, meskipun sangat kecil dan bersifat lokal dapat
juga berpotensi mengakibatkan tsunami.

Sumber :

- Yudhicara, Budiono, K., 2008, Tsunamigenik di Selat Sunda: Kajian terhadap katalog Tsunami
Soloviev, Jurnal Geologi Indonesia , Vol. 3 No.4 : 241 – 251, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi, Badan Geologi (PVMBG) dan Pusat Penelitian dan Pengembangan
Geologi Kelautan (PPPGL) : Bandung.