Anda di halaman 1dari 3

UNIT BELAJAR 3 : Manajemen Nyeri

Judul : Gimana sih biar sakitnya hilang

SKENARIO 3

Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke dokter gigi mengeluh sakit gigi sejak 7 hari lalu. Dari
hasil anamnesis didapatkan bahwa sakit tersebut muncul pada sekitar gigi dibelakang bawah kanan yang
berlubang dan menyebar pada rahang bawah, dan dirasa mengganggu aktivitas sehari-hari, gigi tersebut
terasa “ngilu” saat minum panas dan dingin. Rasa sakit berdenyut muncul disertai pusing.

Kemudian dokter gigi melakukan perawatan pada gigi tersebut dan diberikan obat pereda nyeri.
Setelah dua hari, gigi tersebut sudah tidak terasa sakit, tetapi pasien masih merasakan pusing. Dokter
gigi tidak menemukan kelainan pada gigi, kemudian meresepkan obat analgesik golongan opiate. Dokter
juga memberikan terapi psikologis kepada pasien.

STEP 1
1. Obat analgesik: obat yang berfungsi meredakan nyeri (adit). Meredakan nyeri dengan
cara menghambat biosintesis prostaglandin (intan)
2. Opiate : merupakan obat yang bekerja pada sistem saraf yang menimbulkan
efek euforia(menimbulkan rasa nyaman) (qintari).
STEP 2
1. Macam-macam obat analgesik?
2. Mengapa saat makan panas dan dingin gigi terasa ngilu?
3. Bagaimana terapi psikologis?
4. Definisi manajemen nyeri?
5. Bagaimana kerja obat analgetik opiate?
6. Mengapa saat pasien tidak terasa sakit tapi masih merasakan pusing?
7. Apa penyebab rasa sakit disertai dengan pusing?
8. Kenapa dokter memberikan obat analgesik opiate?
9. Bagaimana cara menentukan obat analgesik?
10. Mekanisme manajemen nyeri?
11. Bagaimana proses sakit ini muncul dan mereda?
12. Kelebihan dan kekurangan terapi psikologis?
13. Apa saja efek obat analgesik opiate?

STEP 3
1. Definisi manajemen nyeri?
Suatu cara atautindakan dari tenaga medis untuk mengurangi nyeri pada pasien dan
untuk menentukan terapi pada pasien (faras). Juga dokter menjelaskan tentang
penyakit yang diderita pasien seperti nyeri karena apa (mazaya). Suatu cara untuk
mengetahui sakitnya itu apa dan terapi yang cocok seperti apa (Adit).
2. Mekanisme manajemen nyeri? (lengkapi)
Pasien mengeluh nyeri, kemudian anamnesis, melakukan assesment nyeri, kemudian
menentukan nyeri yang diderita (somatik/viceral/neuropatik), setelah ditentukan
kemudian mencegah seperti famakologis (diberikan obat analgesik, menyampaikan
efek obat analgesik, mekanisme nyeri sesuai yang diderita. Apabila belum mereda
maka bisa dirujuk ke dokter spesialis), non farmakologis, psikologis
- Somatik: terlokalisir dengan baik, tajam, menusuk, onsetnya cepat, adanya
kerusakan sel, melepaskan zat. contohnya luka
- Visceral: kurang terlokalisir. Onsetnya lama. contohnya peregangan otot
- Neuropatik: kelainan atau disfungsi saraf perifer. Rasanya seperti kesetrum.

3. Macam-macam obat analgesik? (Lengkapi)


Analgesik non opiate: caranya dengan memhambat biosintesis prostaglandin.
Biosistesis ini dihasilkan arakhidonat. contoh aspirin (non steroid), ibuprofen, asam
mefenamat
Analgesik opiate: langusng disistem sarafnya. Mengubah persepsi sehingga
mengurangi rasa nyeri. Agonis(obat berikatan menstimulasi respon secara
maksimum), antagonis (berikatan dan menstimulasi reseptor namun gagal), agonis
parsial(berikatan menstimulasi resptor tapi tidak seperti agonis), agonis dan
antagonis(berikatan tapi hasilnya agonis dan antagonis). Reseptor yang dimaksud
adalah reseptor delta( berhubungan dengan reseptor , sigma, kappa (memediasi efek
analgesik dengan, memberikan efek sedatif) termasuk analgesik kuat. Mempunyai
efek samping seperti mual. Memberikan efek ketergantungan.

4. Bagaimana cara menentukan obat analgesik? (Lengkapi)


-nyeri ringan: diberikan obat analgesik non opioid
-nyeri sedang: diberikan obat AINS +adjuvant.
AINS opioid kuat +adjuvant.
-nyeri kuat : AINS opioid lemah + adjuvant

Opiod kuat: heroin, turunan morfin itu butofanol

5. Bagaimana kerja obat analgetik opiate?

6. Apa saja efek obat analgesik opiate? (Lengkapi)


- Positif : merelekskan pasien, meredakan nyeri, mempunyai efek antipiretik
(menurunkan demam)
- Negatif: bersifat ketergantungan, ngantuk, kelelahan sehingga aktivitasnya
terganggu, hilang kesadran, mual

7. Kenapa dokter memberikan obat analgesik opiate?


8. Mengapa saat makan panas dan dingin gigi terasa ngilu? (Lengkapi)
Karies pada gigi sampai ke dentin  saat tersentuh terjadi rangsangan panas dan
dingin  terkena serabut saraf c ( tumpul, terus-menerus)
9. Mengapa saat pasien tidak terasa sakit tapi masih merasakan pusing?
10. Apa penyebab rasa sakit disertai dengan pusing?
11. Bagaimana proses sakit ini muncul dan mereda?
12. Kelebihan dan kekurangan terapi psikologis?
13. Bagaimana terapi psikologis?