Anda di halaman 1dari 4

Nama: Dinasti Sabda Dewaji

NIM: 16504241007
Kelas: A

ARTIKEL
PERKEMBANGAN SISTEM PENGECATAN MOBIL
TEKNIK PENGECATAN

1. Pengecatan Sistem Manual


Komponen penting dari pengecatan sistem manual adalah Kompresor udara sebagai alat
penghasil udara bertekanan, transformer udara sebagai pengatur tekanan udara yang akan
digunakan untuk proses pengecatan dan juga berfungsi untuk menyaring minyak dan air yang
masuk ke selang yang akan mempengaruhi kualitas pengecatan. Spray gun berfungsi sebagai
pengkabut cat, mendorong dan mengarahkan cat pada benda kerja, mengontrol bentuk dan pola
pengecatan serta beberapa fungsi lain, nih gambarnya

Prinsip dasar dari pengecatan manual adalah:


A. Posisi tangan saat memegang spay gun; pada saat melakukan pengecatan, posisi tangan kiri
memegang slang untuk mencegah slang menyentuh benda kerja dan tangan kanan
memegang spray gun, ini sih tergantung klo orangnya kidal dibalik aja.
B. Sudut spray gun pada permukaan benda kerja; Posisi pengecatan yang baik harus tegak
lurus terhadap permukaan benda kerja untuk menghasilkan ketebalan permukaan cat yang
merata.
C. Jarak pengecatan; jarak pengecatan akan mempengaruhi kualitas pengecatan. Semakin
dekat sray gun terhadap permukaan part yang akan dicat akan mengakibatkan ketebalan
cat yang tidak merata, bila semakin jauh jarak pengecatan akan mengakibatkan
penempelan cat pada part tidak maksimal. Jarak pengecatan yang ideal sebesar 25-30 cm
untuk logam dan 15-20 cm untuk cat plastik.
D. Lebar pattern; merupakan daerah permukaan yang terkena cat pada saat penyemprotan.
Semakin besar sudut semprot maka semakin lebar pattern yang dihasilkan sebaliknya
semakin kecil sudut semprot maka semakin sempit pattern yang dihasilkan. Lebar pattern
dapat diatur secara vertikal atau horisontal.
E. Over lapping; merupakan teknik pengecatan pada pemukaan benda kerja sehingga
penyemprotan yang pertama akan menyambung dengan penyemprotan yang kedua.
Teknik ini pernah ane liat buat ngecat bottom case-nya shockabsorber buatan
Showa…sama dipake sama proses pengecatan aftermarket.

2. Pengecatan dengan sistem celup (dipping)


Pengecatan sistem dipping merupakan proses pencelupan part ke dalam tangki cat,
kelebihan cat akan kembali ke dalam tangki cat saat diangkat

Beberapa keuntungan untuk sistem dipping ini:


a. Peralatan sederhana
b. Tidak diperlukan keahlian khusus operator
c. Dapat diotomatisasikan
d. Cat yang terbuang sedikit
Kerugian untuk sistem dipping:
a. Tebal cat berbeda, dimana pada bagian bawah akan cenderung lebih tebal.
b. Terjadi pemisahan pigmen dan resin bila didiamkan dalam waktu lama.
c. Kemungkinan kontaminasi besar, sehingga part yang masuk harus dalam keadaan bersih
dan kering.
d. Bentuk part yang komplek sulit terlapisi semua.
3. Elektrostatik Spaying
Merupakan sistem pengecatan dengan menggunakan media elektrostatis untuk
mengarahkan butiran cat ke seluruh luas permukaan benda kerja. Bila dibandingkan dengan
sistem spraying biasa untuk waktu dan volume cat yang sama, pada elektrospraying akan
didapat jumlah cat yang menempel ke benda kerja lebih banyak

4. Pengecatan dengan sistem aliran (flow coater)


Dilakukan dengan melewatkan part yang akan dicat pada tirai aliran cat. Pada umunya
sistem pengecatan ini dipakai untuk pengecatan kaca / back mirror. Pengaturan ketebalan cat
dilakukan dengan mengatur viskositas dan kecepatan aliran tirai cat.
5. Elektro Deposition Painting (EDP)
Pada umunya pengecatan dengan sistem ini dipakai untuk keperluan pengecatan primer
(lapisan yang terhubung langsung dengan permukaan metal yang dilapisi). Pengecatan sistem ini
mempunyai daya rekat dan daya tahan terhadap produksi yang sangat tinggi dan sifat kerataan
yang relatif merata.