Anda di halaman 1dari 7

AGORA Vol. 2, No.

2, (2014)

ANALISIS PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE


PADA PT. SURYA BANGUN JAYA ABADI (Terwaralaba Ray White)
Go Alex
Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra
Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya
E-mail: go_cr9_ok@yahoo.com

Abstrak—Di dalam persaingan yang semakin pertama, pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh
sengit ini, setiap perusahaan memerlukan adanya informasi dengan benar dan tepat pada waktunya dan, kedua,
penerapan Good Corporate Governance yang baik. kewajiban perusahaan untuk melakukan pengungkapan
Oleh karena itu, penulis ingin meneliti bagaimana (disclosure) secara akurat, tepat waktu, transparan terhadap
penerapan prinsip Good Corporate Governance di PT. semua informasi kinerja perusahaan, kepemilikan, dan
Surya Bangun Jaya Abadi. Kemudian, penulis stakeholder. .Perusahaan perlu untuk menerapkan Good
menganalisa kinerja perusahaan dalam menerapkan Corporate Governance untuk memberikan kemajuan terhadap
prinsip-prinsip tersebut. Pengumpulan data melalui kinerja suatu perusahaan dan menjadikan perusahaan berumur
wawancara kepada pihak yang bersangkutan. Pengujian panjang dan bisa dipercaya.
keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber. Istilah Good Corporate Governance pertama kali
Diharapkan perusahaan bisa melaksanakan prinsip diperkenalkan oleh Cadbury Committee di tahun 1992 yang
transparency dengan baik, agar kinerja perusahaan dapat dikenal sebagai Cadbury Report. Komite Cadbury, Tjager dan
maksimal. Deny (2005) mendefinisikan Good Corporate Governance
sebagai suatu sistem yang mengarahkan dan mengendalikan
Kata Kunci—Good Corporate Governance, perusahaan dengan tujuan mencapai keseimbangan antara
transparansi, akuntanbilitas, responsibilitas, independensi, perusahaan dengan stakeholders.
kesetaraan, kewajaran., PT Surya Bangun Jaya Abadi Tujuan Penelitian
Memberi informasi sejauh mana penerapan prinsip-prinsip
I. PENDAHULUAN Good Corporate Governance pada PT. Surya Bangun Jaya
Abadi.
Sebagai kebutuhan dasar manusia, permintaan Landasan Teori
rumah atau tempat tinggal di Indonesia dari tahun ke tahun Corporate governance adalah seperangkat tata hubungan
terus meningkat. Oleh karena itu bisnis jasa broker properti diantara manajemen, direksi, dewan komisaris, pemegang
tidak akan menurun. Bagi para investor khususnya investor saham dan para pemangku kepentingan (stakeholders)
asing, saat ini adalah saat yang tepat untuk berinvestasi lainnya yang mengatur dan mengarahkan kegiatan perusahaan
properti di Indonesia karena bisnis ini sangat menjanjikan. (OECD, 2004).
Harga properti di Indonesia masih under value apabila Jadi penulis menyimpulkan bahwa Prinsip Good Corporate
dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Governance merupakan kaidah, pedoman, ataupun norma
Singapura. Pertumbuhan properti di Indonesia mendorong yang harus digunakan oleh pemimpin perusahaan dan setiap
bisnis broker properti ikut berkembang. Data Asosiasi Real karyawan dalam melakukan setiap tindakan dan keputusan
Estate Broker Indonesia (AREBI) menyebutkan tahun lalu yang dilakukan dimana segala sesuatunya mendukung
pasar broker properti yang sudah diserap baru berkisar 20- kepentingan perusahaan dan para pemegang saham pada
25%. Dari angka tersebut, nilainya mencapai Rp. 75 triliun. perusahaan tersebut. Prinsip-prinsip tersebut harus
Berarti, ada sekitar 75% potensi pasar di industri ini yang digunakan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh
belum tergarap oleh para pemainnya. Dengan demikian, pemerintah maupun ketentuan pengelolaan perusahaan yang
perkembangan bisnis broker properti ke depan bisa dibilang telah ditetapkan pada perusahaan publik. Agar praktek-
sangat menjanjikan. praktek Good Corporate Governance menjadi tindakan yang
Di dalam persaingan bisnis yang semakin sengit ini, nyata dari pimpinan dan para pegawainya, maka diperlukan
setiap perusahaan memerlukan adanya penerapan Good suatu pedoman Good Corporate Governance (GCG).
Corporate Governance yang baik. Akan tetapi tidak semua Tujuan Good Corporate Governance
perusahaan dapat mengelola perusahaan dengan baik, dan Good Corporate Governance (GCG) diperlukan untuk
mengakibatkan kinerja perusahaan kurang optimal. Itulah menjaga kelangsungan hidup perusahaan melalui
sebabnya Good Corporate Governance yang baik sangat pengelolaan yang didasarkan pada TARIF dimana singkatan
dibutuhkan di dalam perusahaan. Selain kinerja dan profit dari Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas,
perusahaan, penerapan implementasi GCG ini juga dapat Independensi serta Kewajaran dan Kesetaraan. Penerapan
menjaga hubungan baik di antara stakeholder yang ada di Good Corporate Governance di Indonesia sudah ada
perusahaan. pedomannya oleh Komite Nasional Kebijakan Governance
Good corporate governance (GCG) merupakan (KNKG) melalui bukunya pada tahun 2006 berjudul “Pedoman
sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan guna Umum Good Corporate Governance Indonesia”. GCG bagi
menciptakan nilai tambah (value added) untuk semua suatu perusahaan dimaksudkan sebagai pedoman manajemen
stakeholder. Konsep ini menekankan pada dua hal yakni,
AGORA Vol. 2, No. 2, (2014)

dan pegawai dalam menjalankan praktek bisnis yang dan Kesetaraan diperlukan untuk mencapai kesinambungan
memenuhi persyaratan Good Governance. usaha (sustainability) perusahaan dengan memperhatikan
Tujuan yang dimaksudkan dari Good Corporate Governance pemangku kepentingan (stakeholders) .
itu sendiri adalah: Prinsip-prinsip GCG dan pedoman pelaksanaannya (KNKG)
1. Mewujudkan praktek bisnis yang sejalan dengan prinsip- 1. Transparansi (Transparency)
prinsip Good Corporate Governance secara konsisten. Untuk menjaga obyektivitas dalam menjalankan bisnis,
2. Mewujudkan kemandirian dalam membuat keputusan perusahaan harus menyediakan informasi yang material dan
sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing relevan dengan cara yang mudah diakses dan dipahami oleh
pimpinan dalam Perusahaan tersebut. pemangku kepentingan. Perusahaan harus mengambil inisiatif
3. Memaksimalkan value Perusahaan dengan cara untuk mengungkapkan tidak hanya masalah yang diisyaratkan
meningkatkan prinsip keterbukaan akuntabilitas, dipercaya oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal yang
dan dapat dipertanggung jawabkan. penting untuk pengambilan keputusan oleh pemegang saham,
4. Memastikan pengelolaan Perusahaan dilakukan secara kreditur dan pemangku kepentingan lainnya.
profesional, transparan dan efisien. Pelaksanaannya, pertama, perusahaan harus menyediakan
5. Memastikan setiap pegawai dalam perusahaan berperan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat, dan dapat
sesuai wewenang dan tanggung jawab yang telah ditetapkan. diperbandingkan serta mudah diakses oleh pemangku
Menurut Ahmad Daniri (2005;14), perusahaan yang secara kepentingan sesuai dengan haknya. Kedua, informasi yang
konsisten dan berkomitmen akan penerapan mekanisme Good harus diungkapkan meliputi, tetapi tidak terbatas pada, visi,
Corporate Governance (GCG) tentu akan mendapatkan misi, sasaran usaha dan strategi perusahaan, kondisi keuangan,
manfaat yang dimaksud antara lain : susunan dan kompensasi pengurus, pemegang saham
1. Menciptakan dukungan para stakeholder dalam lingkungan pengendali, kepemilikan saham oleh anggota. Direksi dan
perusahaan terhadap keberadaan perusahaan dan berbagai anggota dewan komisaris beserta anggota keluarganya dalam
strategi dan kebijakan yang ditempuh perusahaan. perusahaan dan perusahaan lainnya, sistem manajemen resiko,
2. Meningkatkan nilai saham perusahaan di mata publik dalam sistem pengawasan dan pengendalian internal, sistem dan
jangka panjang. pelaksanaan GCG serta tingkat kepatuhannya, dan kejadian
3. Mengurangi agency cost, yaitu suatu biaya yang harus penting yang dapat mempengaruhi kondisi perusahaan. Ketiga,
ditanggung oleh pemegang saham akibat pendelegasian prinsip keterbukaan yang dianut oleh perusahaan tidak
wewenang kepada pihak manajemen. mengurangi kewajiban untuk memenuhi ketentuan kerahasiaan
4. Mengurangi biaya modal (Cost of Capital). perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,
Prinsip-prinsip Good Corporate Governance rahasia jabatan, dan hak-hak pribadi. Keempat, kebijakan
Penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance perusahaan harus tertulis dan secara proporsional
sangatlah penting dan telah menjadi perhatian bagi dunia dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan.
bisnis di setiap negara. Sebagai awal prinsip-prinsip Good Menurut GEMI 2004, ( Global Environmental
Corporate Governance yang dikeluarkan oleh OECD menjadi Management Initiative) indikator yang mewakili transparansi,
acuan bagi setiap negara dalam penerapannya. Prinsip-prinsip sebagai berikut berikut:
Good Corporate Governance yang dikeluarkan oleh OECD 1. Pelaporan publik dari informasi yang berkaitan dengan
tahun 2004 mencakup hal- hal sebagai berikut: kinerja organisasi seperti lingkungan, kesehatan, dan
1. Memastikan dasar bagi Perusahaan Kerangka Pemerintahan keselamatan (EHS), pemegang saham dan keberlanjutan atau
yang Efektif laporan kewarganegaraan.
2. Hak Pemegang Saham dan Fungsi Kepemilikan Kunci 2. Situs publik
3. Kesetaraan perlakuan pada para pemegang saham 3. Partisipasi dalam konferensi dan pameran dagang
4.Peran Pemangku Kepentingan dalam Tata Kelola Perusahaan 4. Informasi yang dilaporkan ke media
5. Keterbukaan dan Transparansi 5. Pertemuan publik
6. Tanggung jawab Dewan 6. Fasilitas rumah terbuka
Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, tiap negara selanjutnya 7. Inisiatif pendidikan
mengadopsi prinsip-prinsip tersebut dalam Pedoman Good 8. Partisipasi dalam kegiatan masyarakat atau kejadian
Corporate Governance dan direalisasikan sesuai ketentuan tiap 9. Informasi yang dilaporkan kepada badan pengatur
negara. Pedoman Umum Good Corporate Governance di 10. Pertemuan tahunan pemegang saham
Indonesia kan disusun oleh Komite Nasional Kebijakan 11. Informasi yang dilaporkan kepada investor yang
Governance. Pedoman yang diterbitkan pada tahun 2006 ini bertanggung jawab secara sosial
merupakan revisi atas Pedoman Good Corporate Governance 12. Informasi yang dibuat tersedia untuk umum berkaitan
yang diterbitkan pada tahun 2001 (KNKG). Meskipun dengan proyek-proyek tertentu dan inisiatif bisnis
Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia 2006 13. Informasi mengenai kinerja produk yang diberikan
ini tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat, namun kepada konsumen
dapat menjadi rujukan bagi dunia usaha dalam menerapkan 14. Berbagi informasi dengan pemasok sebagai akibat dari
Good Corporate Governance. inisiatif rantai pasokan
Semua perusahaan perlu memastikan bahwa prinsip GCG 15. Keterlibatan panel penasehat terdiri dari pemangku
diterapkan pada setiap aspek bisnis dan di semua jajaran kepentingan untuk eksternal untuk memberikan masukan
perusahaan. Prinsip GCG (2006) yaitu Transparansi, tentang isu-isu yang berkaitan dengan kebijakan dan strategi
Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi serta Kewajaran 2. Akuntabilitas (Accountability)
AGORA Vol. 2, No. 2, (2014)

Perusahaan harus dapat mempertanggungjawabkan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan
kinerjanya secara transparan dan wajar. Untuk itu perusahaan perusahaan serta membuka akses terhadap informasi sesuai
harus dikelola secara benar, terukur dan sesuai dengan dengan prinsip transparansi dalam lingkup kedudukan masing-
kepentingan perusahaan dengan tetap memperhitungkan masing. Kedua, perusahaan harus memberikan perlakuan yang
kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lain. setara dan wajar kepada pemangku kepentingan sesuai dengan
Akuntanbilitas merupakan prasyarat yang diperlukan untuk manfaat dan kontribusi yang diberikan kepada perusahaan.
mencapai kinerja yang berkesinambungan. Ketiga, perusahaan harus memberikan kesempatan yang sama
Pelaksanaanya, pertama, perusahaan harus menetapkan dalam penerimaan karyawan, berkarir dan melaksanakan
rincian tugas dan tanggung jawab masing-masing organ tugasnya secara profesional tanpa membedaka suku, agama,
perusahaan dan semua karyawan secara jelas dan selaras ras, golongan, gender, dan kondisi fisik.
dengan visi, misi, nilai-nilai perusahaan (corporate values), (Sumber Pedoman Umum Good Corporate Governance
dan strategi perusahaan. Kedua, perusahaan harus meyakini Indonesia 2006).
bahwa semua organ perusahaan dan semua karyawan
mempunyai kemampuan sesuai dengan tugas, tanggung II. METODE PENELITIAN
jawab,dan perannya dalam pelaksanaan GCG. Ketiga,
perusahaan harus memastikan adanya sistem pengendalian Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yaitu
internal yang efektif dalam pengelolaan oerusahaan. Keempat, “penelitian yang digunakan untuk menganalisis data dengan
perusahaan harus memilik ukuran kinerja semua jajaran cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah
perusahaan yang konsisten dengan sasaran usaha perusahaan, terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat
serta memiliki sitem penghargaan dan sanksi (reward and kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi” (Sugiyono,
punishment system) Kelima, dalam melaksanakan tugas dan 2008, p. 147).
tanggung jawabnya, setiap organ perusahaan dan karyawan Penulis menggunakan teori Bogdan & Biklen karena
harus berpegang pada etika bisnis dan pedoman perilaku (code pendekatan kualitatif yang diharapkan mampu menghasilkan
of conduct) yang telah disepakati. uraian tentang ucapan, tulisan, dan perilaku yang dapat
3. Responsibilitas (Responsibility) diamati dari suatu individu, kelompok, masyarakat atau
Perusahaan harus mematuhi peraturan perundang- organisasi tertentu dalam suatu konteks tertentu yang dikaji
undangan serta melaksanakan tanggung jawab terhadap dari sudut pandang yang utuh, komprehensif, dan holistik.
masyarakat dan lingkungan sehingga dapat terpelihara Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman
kesinambungan usaha dalam jangka panjang dan mendapat terhadap kenyataan sosial yang menjadi fokus penelitian.
pengakuan sebagai Good Corporate Citizen. Definisi konseptual
Pelaksanaannya, pertama, Organ harus berpegang pada Prinsip Good Corporate Governance merupakan kaidah,
prinsip kehati-hatian dan memastikan kepatuhan terhadap pedoman, ataupun norma yang harus digunakan oleh
peraturan perundang-undangan, anggaran dasar dan peraturan pemimpin perusahaan dan setiap karyawan dalam
perusahaan (by-laws). Kedua, perusahaan harus melaksanakan melakukan setiap tindakan dan keputusan yang dilakukan
tanggung jawab sosial dengan antara lain peduli terhadap dimana segala sesuatunya mendukung kepentingan
masyarakat dan kelestarian lingkungan terutama sekitar stakeholders terutama dalam arti sempit adalah dewan
perusahaan dengan membuat perencanaan dan pelaksanaan komisaris, direksi dan para pemegang saham pada
yang memadai. perusahaan tersebut. Prinsip-prinsip tersebut harus
4. Independensi (Independency) digunakan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh
Untuk melancarkan pelaksanaan GCG, perusahaan harus pemerintah maupun ketentuan pengelolaan perusahaan yang
dikelola secara independen sehingga masing-masing organ telah ditetapkan pada perusahaan publik.
perusahaan tidak saling mendominasi dan tidak dapat Terkait GCG, peran TARIF (Transparency, Accountability,
diintervensi oleh pihak lain. Responcibility, Independency, Fairness) dalam penerapannya
Pelaksanaannya, pertama, masing-masing perusahaan pada perusahaan menjadi sangat penting dan hal tersebut harus
harus menghindari terjadinya dominasi oleh pihak manapun, dipenuhi oleh perusahaan.
tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu, bebas dari Transparency
benturan kepentingan (conflict of interest) dan dari segala Transparency (keterbukaan informasi), yaitu keterbukaan
pengaruh atau tekanan, sehingga pengambilan keputusan dapat dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan
dilakukan secara obyektif. Kedua, masing-masing organ keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan
perusahaan harus melaksanakan fungsi dan tugasnya sesuai relevan mengenai perusahaan.
dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan, Accountability
tidak saling mendominasi dan atau melempar tanggung jawab Accountability (akuntabilitas), yaitu kejelasan fungsi,
antara satu dengan yang lain. struktur, sistem,dan pertanggung jawaban organ perusahaan
5. Kewajaran dan Kesetaraan (Fairness) sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.
Dalam melaksanakan kegiatannnya, perusahaan harus Responsibility
senantiasa memperhatikan kepentingan pemegang saham dan Perusahaan harus mematuhi peraturan perundang-undangan
pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran serta melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan
dan kesetaraan. lingkungan sehingga dapat terpelihara kesinambungan usaha
Pelaksanaannya, pertama, perusahaan harus memberikan dalam jangka panjang dan mendapat pengakuan sebagai Good
kesempatan kepada pemangku kepentingan untuk memberikan Corporate Citizen.
AGORA Vol. 2, No. 2, (2014)

Independency
Independency (kemandirian), yaitu suatu keadaan dimana Transparansi
perusahaan dikelola secara professional tanpa benturan Dari hasil wawancara yang ditujukan kepada Suryadinata
kepentingan dan pengaruh atau tekanan dari pihak manajemen selaku Associate Director, serta manager yang bernama Didik,
yang tidak sesuai dengan peraturan dan perundangan- dan kepada Dian selaku karyawan dari PT Surya Bangun Jaya
undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang Abadi maka didapatkan informasi sebagai berikut :
sehat. a) Keterbukaan Informasi
Fairness Menurut Suryadinata, informasi perusahaan
Fairness (kesetaraan dan kewajaran), yaitu perlakuan yang secara umum, seperti visi, misi, tujuan, dan strategi
adil dan setara di dalam memenuhi hak-hak stakeholder yang perusahaan, dapat diakses dengan jelas oleh
timbul berdasarkan perjanjian serta peraturan perundangan pemangku kepentingan yaitu karyawan dan pihak-
yang berlaku. Esensi dari corporate governance adalah pihak yang berkepentingan saja. Sedangkan
peningkatan kinerja perusahaan melalui supervisi informasi mengenai laporan keuangan hanya dapat
atau pemantauan kinerja manajemen dan adanya diakses oleh pihak internal perusahaan. Informasi
akuntabilitas manajemen terhadap pemangku yang diinformasikan di awal ialah visi, misi, tujuan
kepentingan lainnya, berdasarkan kerangka aturan dan dan strategi perusahaan. Perusahaan membuat
peraturan yang berlaku. laporan kegiatan pemasaran secara periodik, yaitu
mingguan dan bulanan. Laporan perusahaan secara
mingguan meliputi evaluasi marketing, dan rapat
kerja mingguan. Sedangkan secara bulanan yaitu
melaporkan semua transaksi properti yang ada di PT
Surya Bangun Jaya Abadi kepada Ray White
Indonesia.
Gambar 1. Kerangka Berpikir b) Website perusahaan
Saat ini perusahaan PT Surya Bangun Jaya
Pada Kerangka berpikir ini, penulis ingin meneliti dan Abadi sudah memiliki website resmi. Isi website
mempelajari lebih dalam tentang penerapan konsep Good tersebut hanya mengenai properti yang dijual dan
Corporate Governance pada PT. Surya Bangun Jaya Abadi disewakan. Selain itu tujuan dari adanya website di
dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip GCG. Prinsip- perusahaan ini untuk branding dan promosi
prinsip tersebut yaitu transparansi, akuntabilitas, perusahaan.
responsibilitas, independensi, dan kesetaraaan. Menurut penulis PT Surya Bangun Jaya Abadi tidak
. menerapkan prinsip transparansi karena tidak transparan
terhadap pihak luar. Suryadinata tidak memberikan informasi
III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN berapa gaji dan THR pegawai tetapnya dan juga tidak
memberikan bukti slip gaji, bukti setor SPT kepada penulis
PT Surya Bangun Jaya Abadi (Terwaralaba Raywhite) saat wawancara dengan alasan kebijakan perusahaan. Web
berdiri pada tahun 2007 oleh Ir. Edy Suwanto selaku pemilik perusahaan hanya dibuat untuk kegiatan pemasaran saja.
perusahaan dan Suryadinata selaku wakil direktur yang ikut Akuntanbilitas
mengurus dan memantau perkembangan perusahaan sehingga Struktur perusahaan ini telah sesuai dengan fungsinya
perusahaan ini semakin berkembang dan menjadi salah satu masing-masing. Pada awal berdirinya perusahaan memang
real estate yang sukses seperti saat ini. sempat terjadi perangkapan jabatan dikarenakan kurangnya
Melihat pangsa pasar property yang cukup besar di area karyawan, pada tahun 2008 sudah tidak terjadi perangkapan
Surabaya Barat, maka Edy Suwanto memutuskan untuk jabatan karena karyawan telah bertambah banyak. Semua
membuka kantor real estate dengan tujuan menguasai pangsa pemangku kepentingan di perusahaan ini boleh ikut
pasar di area tersebut. Maka terciptalah PT Surya Bangun Jaya memberikan pendapat kemudian diambil keputusan bersama.
Abadi (Terwaralaba Raywhite) atau yang lebih dikenal dengan Di dalam perusahaan ini tidak ada Rapat Umum Pemegang
nama Ray White HR Muhammad. Saham (RUPS) karena pemegang saham hanya satu, yaitu Edy
Struktur Organisasi Suwanto sendiri seharusnya dalam undang-undang, sebuah PT
harus ada RUPS. Sistem Pengendalian Manajemen dalam
perusahaan ini menggunakan acuan Key Performance Index.
Key Performance Index adalah suatu ukuran yang digunakan
perusahaan untuk mengukur atau membandingkan kinerja
dalam hal memenuhi tujuan strategis dan operasional mereka.
Menurut Suryadinata, Key Performance Index nya adalah
listing (data properti yang dijual atau disewakan oleh setiap
marketing), dan absensi kehadiran. Dalam hal pemasaran,
yang dilihat adalah pemasangan banner, kanvasing, flyering,
dan kegiatan Open House. Penilaian dilakukan dengan menilai
banyaknya kegiatan pemasaran dan kehadiran ke kantor.
Gambar 2. Struktur Perusahaan
Menurut Suryadinata, penetapan harga produk di PT Surya
AGORA Vol. 2, No. 2, (2014)

Bangun Jaya Abadi sudah etis karena karena setiap marketing pembayaran pajak.
selalu memberikan saran mengenai harga properti tersebut c) Undang-undang mengenai lingkungan hidup
apakah sudah sesuai dengan harga pasar atau belum. Sistem Dari hasil wawancara kepada PT Surya Bangun Jaya
persaingan dengan perusahaan real estate lainnya tentang Abadi, perusahaan ini hanya melakukan
harga adalah PT Surya Bangun Jaya Abadi selalu memberikan penghematan air karena perusahaan ini tidak
harga yang sesuai pasaran dan juga bekerjasama dengan pihak mengeluarkan limbah pabrik sehingga tidak
AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) untuk mencemari lingkungan.
mengetahui harga pasaran property jadi harga dengan d) Kebijakan Corporate Social Responsibilty (CSR)
perusahaan lain hampir sama. Di perusahaan ini memiliki CSR merupakan suatu tindakan atau konsep yang
etika bersaing secara sehat, menurut Suryadinata dengan dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan
kantor lain saja tidak bersaing tetapi menganggap sebagai perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggung jawab
mitra. Apalagi dengan sesama marketing di kantor ini mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana
bekerjasama dengan baik dan berkompetisi secara sehat untuk perusahaan itu berada. Kegiatan CSR yang dilakukan
mendapatkan reward. rutin oleh perusahaan adalah mengadakan dua kali
PT Surya Bangun Jaya Abadi belum menerapkan prinsip dalam setahun kunjungan ke panti pemeliharaan
akuntabilitas dari awal berdirinya perusahaan sampai sekarang orang-orang stress, panti jompo, panti asuhan, dll.
seperti struktur perusahaan tidak ada dewan komisaris dan Kegiatan CSR dilakukan dengan menggunakan
dewan direksi. Dalam undang-undang PT yaitu sebuah PT sebagaian dari uang perusahaan.
harus mempunyai struktur RUPS, dewan komisaris dan dewan Dari penjelasan di atas diketahui bahwa PT Surya Bangun
direksi. Pemilik PT Surya Bangun Jaya Abadi hanya Edy Jaya Abadi belum sepenuhnya menjalankan prinsip
Suwanto saja, seharusnya sebuah PT pemilik dan pemegang responsibility, yaitu setiap karyawan tidak diikutkan dalam
saham tidak boleh hanya satu. PT Surya Bangun Jaya Abadi program asuransi jamsostek.
hanya memberikan tata tertib (key performance index) kepada Independensi
marketing saja. PT Surya Bangun Jaya Abadi sampai dengan Menurut KNKG (2006) Independensi merupakan salah
saat ini bisa berjalan terus tanpa menjalankan prinsip satu prinsip Good Corporate Governance yang memastikan
akuntabilitas karena lebih mengandalkan dan mempunyai perusahaan harus dikelola secara independen dan profesional
marketing yang hebat dalam mendapatkan keuntungan sehingga organ perusahaan tidak saling mendominasi dan
perusahaan. mengintervensi divisi lain.
Responsibility Dari hasil wawancara yang dilakukan kepada Suryadinata
Dari hasil wawancara yang telah dilakukan, PT Surya selaku associate director dan Didik selaku manager dari PT
Bangun Jaya Abadi sudah menaati undang-undang yang Surya Bangun Jaya Abadi disimpulkan bahwa di perusahaan
berlaku terkait dengan pemangku kepentingan (manajemen, ini belum menerapkan sistem independensi karena pemilik
konsumen, pemasok, pemerintah, lingkungan hidup, dari perusahaan adalah Edy sendiri. Seharusnya dalam prinsip
pemegang saham, pekerja, dan kehidupan sosial). independensi perusahaan harus dikelola secara independen
Berikut merupakan undang-undang yang sudah dilakukan oleh dan profesional sehingga organ perusahaan tidak saling
PT Surya Bangun Jaya Abadi : mendominasi dan mengintervensi divisi lain.
a) Undang-undang ketenaga kerjaan Fairness
Menurut Suryadinata, beliau sudah memberikan gaji Perusahaan selalu berlaku adil terhadap seluruh
sesuai dengan UMK untuk para karyawan yang karyawannya, mulai dari proses penerimaan karyawan,
berstatus karyawan tetap. Pemberian gaji sesuai perlakuan, sistem gaji dan kompensasi dan sistem reward dan
UMK sudah diberlakukan sejak tahun awal punishment.
berdirinya perusahaan, yaitu tahun 2007 karena UMK a. Proses penerimaan karyawan
merupakan hak dari karyawan. Perusahaan juga Proses penerimaan marketing di PT Surya Bangun Jaya Abadi
sudah memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) adalah melalui test dan wawancara seperti karakter, motivasi
setiap tahun bagi karyawannnya dilakukan sejak dan tujuan yang jelas, serta minat dan bakat. Ketiga kriteria
tahun 2008, THR diberikan senilai 1 bulan gaji. tersebut dipilih untuk mengetahui apakah seseorang ini cocok
Perusahaan ini tidak memberikan asuransi jamsostek menjadi seorang marketing atau tidak. Kriteria tersebut
karena kebijakan perusahaan, jika ada karyawan sakit dilakukan sejak awal berdirinya perusahaan. Standar ini
parah Suryadinata biasa memberikan bantuan uang berlaku bagi seluruh marketing yang akan bekerja di
tunai langsung. Hal ini jelas bertentangan dengan perusahaan PT Surya Bangun Jaya Abadi.
peraturan ketenaga kerjaan karena karyawan b. Sistem gaji dan kompensasi
mempunyai hak untuk mendapatkan asuransi PT Surya Bangun Jaya Abadi memberikan gaji diatas UMK
jamsostek. untuk karyawan tetapnya. Selain gaji, perusahaan juga
b) Peraturan perpajakan memberikan bonus untuk karyawan tetapnya. Sedangkan
Dari hasil wawancara PT Surya Bangun Jaya Abadi untuk marketing, ada pembagian hasil dan bonus serta tour
sudah rutin membayar pajak sejak perusahaan tahunan untuk marketing yang telah bekerja mencapai target
didirikan yaitu tahun 2007. Pembayaran pajak yang telah ditentukan perusahaan. Dari hasil wawancara
dilakukan dengan menggunakan jasa akuntan pajak kepada karyawan, karyawan sudah merasa puas dengan gaji
yang datang setiap bulan untuk mencatat informasi- yang diberikan sekarang. Suryadinata tidak memberikan
informasi yang diperlukan terkait dengan informasi berapa gaji yang diterima karyawan tetap,
AGORA Vol. 2, No. 2, (2014)

sedangkan untuk marketing mendapatkan komisi bersih 36 DAFTAR REFERENSI


persen.
c. Sistem reward dan punishment Aldridge, John.E Siswanto sutojo.2008. Good Corporate
Untuk menjamin performance dari karyawan perusahaan Governance.Jakarta: PT.Damar Mulia Pustaka.
menerapkan sistem reward dan punishment. Suryadinata Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (1992). Qualitative research
menyatakan reward diberikan bagi marketing dan karyawan for education. An introduction to theory and methods.
tetap yang mencapai target. Reward tersebut berupa bonus dan Boston, MA: Allyn & Bacon.
tour tahunan. Target reward adalah senilai gross commission Bungin, Burhan. Analisa Data Penelitian Kualitatif. PT.Raja
untuk marketing yang mencapai 300 juta dalam 1 tahun. Grafindo Persada, Jakarta, 2004.
Sedangkan punishment diberikan bagi karyawan yang Chinn, Richard, Corporate Governance Handbook, Gee
menyimpang dan tidak mentaati peraturan perusahaan, seperti Publishing Ltd. London, 2000.
" secret selling ". Secret selling adalah hasil transaksi yang Cadbury Committee Report (1992). The Financial Aspects of
tidak dilaporan dan dimasukan ke dalam kantor. Suryadinata Corporate Governance. Gee and Co. Ltd. London
tidak memberikan informasi berapa kejadian secret selling per Dunlop, A. (1998), Corporate Governance and Control.
tahunnya. PT Surya Bangun Jaya Abadi tidak mangadakan London, CIMA Publishing.
RUPS maka pemegang saham minoritas tidak ada. Esterberg, K. G. (2002). Interviews. In K. G. Esterberg,
Qualitative methods in social research (pp. 83-114).
PT Surya Bangun Jaya Abadi sudah menerapkan prinsip Boston, MA: McGraw-Hill. [Chapter 5] (e-reserve)
fairness yaitu dengan adanya sistem gaji dan kompensasi serta Gozali, I. (2012). manfaat dari pelaksanaan Good Corporate
adanya reward dan punishment. Governance. Semarang: Badan Penerbit Universitas
Dipenogoro.
IV. KESIMPULAN/RINGKASAN Kaihatu. 2006. Good Corporate Governance dan
Penerapannya di Indonesia. Jurnal Manajemen dan
PT Surya Bangun Jaya Abadi bergerak di bidang jasa real Kewirausahaan Vol. 8 No. 1 Ed Maret.
estate. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada PT Kotler, Philip; Armstrong, Garry, 2008. Prinsip-prinsip
Surya Bangun Jaya Abadi, proses penerapan prinsip Good Pemasaran, Jilid 1, Erlangga, Jakarta.
Corporate Governance yang belum diterapkan yaitu prinsip KNKG. (2006). Pedoman Umum Good Corporate Governance
transparansi, PT Surya Bangun Jaya Abadi tidak ada Indonesia. Komite Nasional Kebijakan Governance.
keterbukaan informasi dan web perusahaan hanya untuk Komite Nasional Kebijakan Corporate Governance.
promosi. Prinsip akuntabilitas belum diterapkan karena (2001). Pedoman Umum Good Corporate
struktur perusahaan tidak ada dewan komisaris dan dewan Governance Indonesia. Jakarta.
direksi, serta tidak ada RUPS. Kurtz dan Louis E Boone, 2006, Principles of Marketing,
Prinsip responsibility belum sepenuhnya dijalankan karena Thomson,Newyork.
perusahaan belum memberikan asuransi jamsostek kepada Miles, M. B. & Huberman, A. M. (1984). Qualitative Data
karyawan. Prinsip indenpendensi belum diterapkan karena Analysis: A Sourcebook of New Methods. California;
pemilik perusahaan hanya satu orang saja, seharusnya sebuah SAGE publications Inc.
PT pemilik atau pemegang sahamnya tidak boleh satu. Prinsip Monks, Robert ,and Nell Minow. 1995. Corporate
fairness perusahaan memperlakukan karyawan dengan adil. Governance. Cambridge, Massachusetts: Blackwell.
Proses penerapan Prinsip Good Corporate Governance akan Retno, R.D., Printinah, D. 2012. Pengaruh Good Corporate
terus diperbaiki dari waktu ke waktu. Governance dan Pengungkapan Corporate Social
Saran bagi perusahaan terkait dengan proses penerapan Responsibility terhadap Nilai Perusahaan yang
prinsip Good Corporate Governance pada PT Surya Bangun Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2010.
Jaya Abadi adalah : Jurnal Nominal, 1(1).
Diharapkan perusahaan melakukan prinsip transparansi Reza, A.A. (2013). Pertumbuhan bisnis broker melebihi
dengan keterbukaan informasi dan mempunyai web yang tidak industri properti. 8,9,2013,
hanya untuk sarana promosi perusahaan. http://www.konsumenproperti.com/Bisnis-
Diharapkan perusahaan melakukan prinsip akuntabilitas Terkait/pertumbuhan-bisnis-broker-melebihi-industri-
dengan mempunyai struktur dewan direksi, dewan komisaris properti.html
dan RUPS. Shaw, John. C, Corporate Governance and Risk: A System
Perusahaan memberikan asuransi kepada karyawan Approach, John Wiley & Sons, Inc, New Jersey, 2003.
perusahaan seperti jamsostek. Sternberg, E. (1998), Corporate Governance: Accountability
Diharapkan perusahaan melakukan prinsip independensi in the Marketplace. London, The Institute of Economic
seperti dalam undang-undang sebuah PT. Affairs.
Diharapkan perusahaan terus menjalankan prinsip fairness Sujarweni, V. Wiratna. & Endrayanto, Ply. (2012). Statistika
dengan baik. untuk Penelitian. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sugiyono. (2007). Metode penelitian bisnis: Pendekatan
kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: CV.
Alfabeta.
Suprayitno, G. (2009). Internalisasi Good Corporate
Governance dalam Proses Bisnis. Jakarta :
AGORA Vol. 2, No. 2, (2014)

Indonesian Institute for Corporate Governance.


Surya, I. & Yustiavandana, I. (2006). Penerapan good
corporate governance mengesampingkan hak-hak
istimewa demi kelangsungan usaha. Jakarta: Prenada
Media Group.
Sutojo dan Altridge, E. J. 2008. Good Corporate Governance
– Tata Kelola Perusahaan yang Sehat. Jakarta. PT.
Damar Mulia Pustaka
Syakhroza, Akhmad. (2003). Best Practice Corporate
Governance Dalam Konteks Kondisi Lokal
Perbankan Indonesia, Majalah Usahawan Indonesia,
No. 06, Vol XXXII, pp 13-20.
Tabita, D. (2013, July 8). Pasar properti surabaya. Kompas
Cyber Media. Retrieved July 8, 2013, from
http://properti.kompas.com/read/2013/07/08/2038473/
Pasar.Properti.Surabaya.Menguat
Tjager, Nyoman, dkk.. 2003. Corporate Governance:
Tantangan dan Kesempatan bagi Komunitas Bisnis
Indonesia. Jakarta: Prenhallindo.
Trinanda dan Didin Mukodim. 2010. "Efect of Application of
Corporate Governance on the Financial Performance
of Banking Sector Companies."
Zarkasyi, W. (2008). Global Corporate Governance pada
Badan Usaha Manufaktur, Perbankan, dan Jasa
Keuangan. Bandung: Penerbit Alfabeta.