Anda di halaman 1dari 1

ANALISIS LINGKUNGAN PENGENDAPANBERDASARKAN FOSIL FORAMINIFERA PADA FORMASI SAMBIPITU, KALINGALANG BAGIAN

ATAS, DESA NGALANG, KEC. GENDANGSARI, GUNUNG KIDUL,YOGYAKARTA

RAMAA BDUL MAJID A.DUHUMAN (410016068) ramaduhuman@gmail.com

1 PENDAHULUAN
6
2 DATA 4
Interpretasi lingkungan pengendapan dapat ditentukan dari struktur P R O F I L L I N TA S A N

sedimen yang terbentuk. Struktur sedimen tersebut di gunakan secara meluas dalam KETERANGAN
N YYY

TABEL PENARIKAN UMUR


memecahkan beberapa macam masalah geologi, karena struktur ini terbentuk pada
0-1

Litologi
#
YYY
YYY
1-2
2-3
# # # YYY 3-4

Sejarah
# # #
#
Calcareous Sandstone

tempat dan waktu pengendapan, sehingga struktur ini terbentuk pada tempat dan
# #
#
#
#
#
#
# 4-5
Skala 1 :1000 5-6
# # #

#
#

#
#

#
Calcareous Shale 6-7

waktu pengendapan, sehinga struktu ini merupakan kriteria yang sangat berguna untuk Siltstone 7-8

Geologi
Breccia

interpretasi lingkungan pengendapan. sedimen tersebut disebabkan oleh mekanisme Claystone


8-9

5 3 9-10

pengendapan dan kondisi serta lingkungan pengendapan tertentu Sandstone

Penelitian ini dimasudkan untuk memberikan informasi terkait perubuhan suatu lingkungan Line Edge
#
10-11

#
#

pengendapan antara Formasi Nglanggran dan Formasi Sambipitu. Tujuan akhir adalah untuk
#

13-14 #

Station 11-12

12-13
Blank

mengetahui lingkungan pengendapan zona transisi antara Formasi Nglanggran dengan Formasi 13-14

Sambipitu berdasarkan mikrifosil, measuring section, dan trace fossil. 4


14-15

Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana lingkunan pengendapan dan fasies 15-16

16-17

dari kaingalang berdasarkan data measuring section. Untuk batasan masalahnya hanya seputa data
measuring section. Lokasi Penelitian berada di Kali Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten 17-18

18-19

Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi Penelitian berada pada koordinat #
#
#
19-20

20-21
#
#
#

7,8752504 S , 110,5813261 E.

Dari tabel zonasi umur fosil tersebut dapat T A B E L L I N G K U N G A N


ditarik umur relatif berumur N9 – N18 pada zonasi
Blow. Sedangka untuk lingkungan pengendapannya
2 METODE PENELITIAN dilihat dari tabel diatas masuk dalam lingkungan
pengendapan menunjukan lingkungan
pengendapan berkisar antara Neritic Tengah sampai
Penelitian ini dilakukan dengan metode pengamatan
langsung di lapangan yaitu pengukuran stratigrafi terukur
(measuring section) dari Formasi di Kali Ngalang dan Tabel Tatanan Stratigrafi Pegunungan selatan

pengambilan sampel untuk dianalisi di laboratorium berupa


analisis mikrofosil dan analisis fosil jejak.
6 KESIMPULAN
HASIL & DISKUSI 5
Terjadinya regresi yang mana terendapkan breksi
polimik pada daerah upper fan channel fill. Kemudian
terjadi proses transgresi dan terendapkan batupasir Dari tabel zonasi umur fosil tersebut dapat
ditarik umur relatif berumur N9 – N18 pada zonas
3 Geologi Regional
pada lingkungan smoth – channeled suprafan lobes.
Proses transgresi kembali terjadi sehingga diendapkan
batulanau pada lingkungan smooth portion of suprafan
Blow. Sedangka untuk lingkungan
pengendapannya dilihat dari tabel diatas masuk
dalam lingkungan pengendapan menunjukan
Daerah penelitian merupakan daerah homoklin. Hal ini tercermin dari lobes. Pada batulanau memiliki fosil foraminifera
lingkungan pengendapan berkisar antara Neritic
kedudukan lapisan yang relatif ke arah selatan (homoklin) sebesar 230. Hal plangtonik yang menunjukan umur relatief daerah
Tengah sampai Bathyal Atas. Daerah penelitian
tersebut N9 – N18 (Miosen Awal-Akhir) dan Foraminifera berdasarka klasifikasi Bogie dan Meckanzie (1998)
ini mengindikasikan bahwa geomorfologi daerah telitian dikontrol oleh Bentonik yang mengindikasikan bahwa daerah ditemukan bahwa lokasi tersebut masuk dalam
proses struktur geologi. Hasil dari proses struktur geologi ini adalah adanya penelitian termasuk Zona Neritic tengah sampai Bathyal fasies proksimal, medial, dan distal. Berdasarkan
perbukitan, lembah serta dataran homoklin. Proses erosi yang intensif Atas ( Ruwerda, 1984). Sedangkan berdasarkan model pada profil lintasan, menunjukan bahwa lintasan
membentuk, bukit dan sungai yang berbentuk “U“, dengan fasies gunungapi Bogie and Mackenzie 1998, satuan dicirikan oleh perulangan pada breksi yang
Gambar Fisiografi bagian Tengah dan Timur Breksi andesit masuk kedalam fasis proksimal, satuan
morfologi yang hampir datar. memiliki struktur gradasi, pada measuring section
Pulau Jawa (Van Bemmelen, 1949 dalam
Lokasi penelitian ini merupakan pertemuan antara tiga Breksi polimik masuk kedalam fasies medial. Satuan menunjukan bahwa daerah tersebut masuk ke
Batupasir dan satuan batulanau termasuk dalam fasies channelled to smooth of suprafan lobes yang
formasi penyusun stratigrafi regional zona pegunungan selatan. memiliki ukuran butir kasar, setelah perkembangan litologi breksi polimik
distal.
Formasi-formasi yang dimaksud adalah formasi Nglanggran, DAFTAR PUSTAKA dengan fragmen andesit, darerah ini mengindikasikan bahwa aliran semakin
formasi Sambipitu dan formasi Oyo. Daerah penelitian termasuk Blow, W.H,. 1969, Late Middle Eocene to Recent Planctonic Foraminiferal Biostrtigraphy. pekat sehingga dalam fasies Walker berada pada upper fan chanbel fill , semakin
Bogie, I. dan Mackenzie, K. M. , 1998, The application of a volcanic facies models to an andesitic bahwa aliran semakin menuju ke daerah yang lebih smooth dan lebih jauh dar
dalam wilayah fisiografi bagian tengah dan timur Pulau Jawa (van stratovolcano hosted geothermal system at Wayang Windu, Java, Indonesia. Proceedings of 20th NZ
suplay sedimen terbentuk. Dari keseluruhan hasil penelitian menunjukan bahwa
Bemmelen, 1949) yaitu zona Pegunungan Selatan. Geothermal Workshop,
Puji Ashari1) dan Hita Pandita1) Peralihan Lingkungan Pengendapan Antara Formasi Nglanggran ke daerah telitian diendapkan pada kipas bawah laut pada zona “ suprafan lobe on
Formasi Sambipitu, Kali Ngalang, Dusun Karanganyar, Desa Ngalang, Kecamatan Gedang Sari, mid fan “
Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta