Anda di halaman 1dari 11

Annisaa's Castle Palace

Lets be a better one :)

Sunday, August 28, 2016

ORGANISASI SEKTOR PUBLIK

ORGANISASI SEKTOR PUBLIK

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Akuntansi sektor publik dapat diinterprestasikan sebagai bidang akuntansi yang secara khusus
membahas penggunaan akuntansi dalam kegiatan organisasi sektor publik. Secara luas, organisasi sektor
publik meliputi lembaga-lembaga tinggi negara dan departemen-departemen dibawahnya, pemerintah
daerah, perusahaan negara yang di Indonesia dikenal sebagai BUMN dan BUMD, partai politik, lembaga
swadaya masyarakat, yayasan, dan lembaga nonprofit lainnya. Dalam perkembangan keilmuan,
akuntansi sektor publik masih terbilang sangat muda yakni sekitar satu dekade.

Akuntansi sektor publik di Indonesia tertinggal dibandingkan dengan akuntansi bisnis (swasta). Di
sisi lain, karakteristik sektor publik sangat berbeda dengan sektor swasta, sehingga akuntansi yang
diterapkan pada kedua sektor tersebut juga berbeda dan mempunyai keunikan sendiri-sendiri.
Perbedaan karakter dan mekanisme pengelolaan masing-masing organisasi sangat perlu diperdalam,
agar kinerja masing-masing sektor menjadi maksimal. Maksimalisasi kinerja organisasi sektor publik
inilah yang menjadi tujuan komparasi akuntansi sektor publik dan organisasi bisnis (swasta).
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 DEFINISI ORGANISASI SEKTOR PUBLIK

Akuntansi sektor publik didefinisikan sebagai akuntansi dana masyarakat. Akuntansi dana masyarakat
dapat diartikan sebagai: “… mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan
dana masyarakat”. Dari definisi tersebut dapat diartikan bahwa dana masyarakat sebagai dana yang
dimiliki oleh masyarakat - bukan individual, yang biasanya dikelola organisasi-organisasi sektor publik,
dan juga pada proyek-proyek kerjasama sektor publik dan swasta.

Di Indonesia, akuntansi sektor publik dapat didefinisikan: ”… mekanisme teknik dan analisis akuntansi
yang diterapkan pada pengelolaan dana masyarakat di lembaga-lembaga tinggi negara dan departemen-
departemen dibawahnya, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, LSM dan yayasan sosial, maupun pada
proyek-proyek kerjasama sektor publik dan swasta”.

Akuntansi Sektor Publik memperlajari bagaimana akuntansi di sebuah organisasi Sektor Publik.
Organisasi sektor publik berbeda dengan sektor privat yang berorientasi pada laba. Organisasi sektor
publik memiliki tujuan beragam sesuai dengan misi yang diemban organisasi tersebut. Bentuk organisasi
sektor diantaranya adalah organisasi pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, Yayasan dan lain-lain.
Perbedaan tujuan organisasi tersebut menyebabkan bentuk pelaporannya berbeda karena akuntabilitas
yang dituntut oleh stakeholder berbeda. Tujuan pelaporan diarahkan pada tujuan pertanggungjawaban
pelaksanaan tujuan organisasi tersebut.

Akuntansi sektor publik memiliki kaitan erat dengan penerapan dan perlakuan akuntansi pada domain
publik yang memiliki wilayah lebih luas dan kompleks dibandingkan sektor swasta atau bisnis. Keluasan
wilayah publik tidak hanya disebabkan keluasan jenis dan bentuk organisasi yang berbeda di dalamnya,
tetapi juga kompleksitas lingkungan yang mempengaruhi lembaga-lembaga publik tersebut. Secara
kelembagaan, domain publik antara lain meliputi badan-badan pemerintah (Pemerintah Pusat dan
Daerah serta unit kerja pemerintah), perusahaan milik negara dan daerah (BUMN dan BUMD), yayasan,
universitas, organisasi politik dan organisasi massa, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

American Accounting Association (1970) dalam Glynn (1993) menyatakan bahwa tujuan akuntansi pada
organisasi sektor publik adalah memberikan informasi yang diperlukan agar dapat mengelola suatu
operasi dan alokasi sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi secara tepat, efisien, dan
ekonomis, serta memberikan informasi untuk melaporkan pertanggung-jawaban pelaksanaan
pengelolaan tersebut serta melaporkan hasil operasi dan penggunaan dana publik. Dengan demikian,
akuntansi sektor publik terkait dengan penyediaan informasi untuk pengendalian manajemen dan
akuntabilitas.

Keberadaan organisasi sektor publik sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini didasarkan pada kondisi
sebagai berikut :
1. Organisasi Sektor Publik, merupakan penyediaan barang publik (public goods).

Barang publik adalah barang yang memiliki karakteristik yang keberadaannya tidak melalui persaingan
antar penyediaannya (non-rivalry) dan tidak dapat diterapkan prinsip pengecualian bagi para
penggunanya (non-excludability). Contoh barang publik adalah taman kota.

2. Organisasi sektor publik diperlukan dalam rekayasa struktur sosial.

Dalam masyarakat yang kehidupannya yang digerakkan oleh ekonomi, hampir setiap transaksi dilakukan
melalui mekanisme pasar. Jika setiap aspek kehidupan didominasi oleh pasar, maka dampak kesenjangan
semakin lama semakin lebar. Hal tersebut disebabkan mekanisme pasar tidak memungkinkan seorang
individu di struktur sosial tertentu berkesempatan pindah ke struktur sosial diatasnya tanpa kekuatan
ekonomi. Dalam konteks inilah, peran organisasi sektor publik diperlukan untuk menjadi jembatan antar
struktur sosial yang dimaksud.

Misalnya, seorang anak dari keluarga tidak mampu memiliki kemampuan dan kecerdasan yang memadai.
Namun, anak tersebut tidak akan dapat bersekolah di perguruan tinggi berkualitas jika perguruan tinggi
tersebut menggunakan pola pikir pasar dalam pengelolaannya. Organisasi sektor publik memiliki
peranan penting karena organisasi ini dapat menyediakan pendidikan yang terjangkau (tidak melalui
mekanisme pasar) dengan tidak adanya motif keuntungan.

Berdasarkan pemahaman atas sektor publik dan kondisi-kondisi diatas, dapat disimpulkan bahwa,
Organisasi Sektor Publik (OSP) adalah sebuah entitas ekonomi yang menyediakan barang atau jasa publik
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bukan untuk mencari keuntungan finansial. OSP
disebut entitas ekonomi karena organisasi ini memiliki dan mengelola sumber daya ekonomi yang tidak
kecil serta melakukan transaksi-transaksi ekonomi dan keuangan.

Dengan pemahaman dan definisi tersebut, organisasi sektor publik menjadi berbeda dengan ciri-ciri
berikut :

1. Dijalankan tidak untuk mencari keuntungan finansial, melainkan untuk mencapai suatu misi atau
tujuan tertentu.

2. Dimiliki secara kolektif oleh publik.

3. Kepemilikan atas sumber daya tidak digambarkan dalam bentuk saham yang dapat diperjual-
belikan.

4. Keputusan-keputusan yang terkait kebijakan maupun operasi sering kali didasarkan pada
konsensus.

2.2 KARAKTERISITIK ORGANISASI SEKTOR PUBLIK

Organisasi sektor publik memiliki karakteristik sebagai berikut :


A. Tujuan

Untuk mensejahterakan masyarakat secara bertahap, baik dalam kebutuhan dasar dan kebutuhan
lainnya baik jasmani maupun rohani.

B. Aktivitas

Pelayanan publik (public services) seperti dalam bidang pendidikan, kesehatan, keamanan, penegakan
hukum, transportasi publik dan penyediaan pangan.

C. Sumber Pembiayaan

Berasal dari dana masyarakat yang berwujud pajak dan retribusi, laba perusahaan negara, peminjaman
pemerintah, serta pendapatan lain-lain yang sah dan tidak bertentangan dengan perundangan yang
berlaku.

D. Pola Pertanggungjawaban

Bertanggung jawab kepada masyarakat seperti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan
Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

E. Kultur Organisasi

Bersifat birokratis, formal dan berjenjang.

F. Penyusunan Anggaran

Dilakukan bersama masyarakat dalam perencanaan program. Penurunan program publik dalam anggaran
dipublikasikan untuk dikritisi dan didiskusikan oleh masyarakat dan akhirnya disahkan oleh wakil dari
masyarakat di DPR, DPD, dan DPRD.

G. Stakeholder

Dapat dirinci sebagai masyarakat Indonesia, para pegawai organisasi, para kreditor, para investor,
lembaga-lembaga internasional termasuk lembaga donor internasional seperti Bank Dunia, IMF
(International Monetary Fund), ADP (Asian Development Bank), PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa),
UNDP (United Nation Development Program), USAID, dan Pemerintah luar negeri.

2.3 PERBEDAAN ORGANISASI SEKTOR PUBLIK DAN ORGANISASI SWASTA

1. Tujuan Organisasi

Setiap organisasi memiliki tujuan yang unik serta spesifik yang hendak dicapai yang bisa bersifat kualitatif
maupun kuantitatif. Tujuan tersebut kemudian bisa dipilah dan dipilih menjadi tujuan yang bersifat
finansial maupun non finansial. Tujuan yang hendak dicapai oleh organisasi sektor publik berbeda
dengan sektor swasta. Perbedaan yang menonjol adalah tujuan untuk memperoleh laba. Pada sektor
swasta, usaha mencapai laba atau profit maksimum dimaksimumkan sedangkan pada sektor publik,
bukan hanya untuk mencapai keuntungan semata namun juga dalam rangka penyediaan pelayanan
publik seperti layanan pendidikan, layanan kesehatan masyarakat, penegakan hukum, transportasi
massal dan lain sebagainya.

2. Sumber Pembiayaan

Perbedaan sektor publik dengan sektor swasta dapat dilihat dari sumber pendanaan organisasi atau
dalam istilah manajemen keuangan disebut struktur modal atau sumber pembiayaan. Sumber
pembiayaan sektor publik berbeda dengan sektor swasta dalam hal bentuk, jenis dan tingkat risiko. Pada
sektor publik sumber pendanaan berasal dari pajak dan retribusi, charging for service, laba perusahaan
milik negara seperti BUMN/BUMD, pinjaman pemerintah berupa utang luar negeri dan obligasi
pemerintah, penjualan aset negara, dan pendapatan lain - lain yang sah dan tidak bertentangan dengan
peraturan perundangan yang ditetapkan. Sedangkan untuk sektor swasta sumber pembiayaan
dipisahkan menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Sumber pembiayaan internal terdiri atas bagian
laba yang diinvestasikan kembali ke perusahaan (retained earnings) dan modal pemilik. Sumber
pembiayaan eksternal misalnya utang bank, penerbitan obligasi, dan penerbitan saham baru untuk
mendapatkan dana dari publik.

3. Pola Pertanggungjawaban

Pertanggungjawaban manajemen sektor publik berbeda dengan sektor swasta. Manajemen pada sektor
swasta bertanggungjawab kepada pemilik perusahaan (pemegang saham) dan kreditor atas dana yang
diberikan. Pada sektor publik manajemen bertanggungjawab kepada masyarakat karena sumber dana
yang digunakan oleh organisasi sektor publik dalam rangka pemberian pelayanan publik berasal dari
masyarakat ( public funds ). Pola pertanggungjawaban di sektor publik bersifat vertikal dan horizontal.
Pertanggungjawaban vertikal ( vertical accountability ) adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan
dana kepada otoritas yang lebih tinggi, misalnya pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada
pemerintah pusat. Pertanggungjawaban horizontal ( horizontal accountability ) adalah
pertanggungjawaban kepada masyarakat luas.

4. Struktur Organisasi

Secara kelembagaan, organisasi sektor publik juga berbeda dengan sektor swasta. Struktur organisasi
pada sektor publik bersifat birokratis, kaku, dan hirarkis, sedangkan struktur organisasi pada sektor
swasta lebih fleksibel. Salah satu faktor utama yang membedakan sektor publik dengan sektor swasta
adalah adanya pengaruh politik yang sangat tinggi pada organisasi sektor publik. Tipologi pemimpin,
termasuk pilihan dan orientasi kebijakan politik, akan sangat berpengaruh terhadap pilihan struktur
birokrasi pada sektor publik. Sektor publik memiliki fungsi yang lebih kompleks dibandingkan dengan
sektor swasta.

5. Karakteristik Anggaran dan Stakeholder


Jika dilihat dari karakteristik anggaran, pada sektor publik rencana anggaran dipublikasikan kepada
masyarakat secara terbuka untuk dikritisi dan didiskusikan. Anggaran bukanlah suatu rahasia negara.
Berbeda dengan di swasta, dimana anggaran pada sektor swasta bersifat tertutup dan merupakan
rahasia perusahaan.

Dari sisi stakeholder, pada sektor publik stakeholder dibagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal,
pada stakeholder internal antara lain adalah lembaga negara (kabinet, MPR, DPR, dan sebagainya),
kelompok politik ( partai politik ), manajer publik ( gubernur, BUMN, BUMD ), pegawai pemerintah.
Stakeholder eksternal pada sektor publik seperti masyarakat pengguna jasa publik, masyarakat
pembayar pajak, perusahaan dan organisasi sosial ekonomi yang menggunakan pelayanan publik sebagai
input atas aktivitas organisasi, Bank sebagai kreditor pemerintah, badan-badan internasional (IMF, ADB,
PBB, dan sebagainya), investor asing, dan generasi yang akan datang.

Pada sektor swasta, stakeholder internal terdiri dari manajemen, karyawan, dan pemegang saham.
Sedangkan stakeholder eksternal terdiri dari bank, serikat buruh, pemerintah, pemasok, distributor,
pelanggan, masyarakat, serikat dagang dan pasar modal.

6. Sistem Akuntansi yang Digunakan

Perbedaan yang lain adalah sistem akuntansi yang digunakan. Sistem akuntansi yang biasa digunakan
pada sektor swasta adalah akuntansi berbasis akrual (accrual accounting) sedangkan pada sektor publik
lebih banyak menggunakan sistem akuntansi berbasis kas (cash accounting).

7. Tolak Ukur

Tolak ukur organisasi sektor publik sulit diidentifikasi secara jelas, apakah pencapaian kepuasan
masyarakat, keberhasilan dalam memanfaatkan dana sesuai dgn anggaran atau efisiensi dan efektifitas
kegiatan sedangkan sektor swasta lebih jelas dalam pengukurannya yaitu mencari laba

2.4 TUJUAN ORGANISASI PUBLIK

Akuntansi sektor publik terkait dengan tiga hal pokok, yaitu penyediaan informasi, pengendalian
manajemen, dan akuntabilitas. American Accounting Association (1970) dalam Glynn (1993) menyatakan
bahwa tujuan akuntansi pada organisasi sektor publik adalah untuk :

1. Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat, efisiensi dan ekonomis atas
suatu operasi dan alokasi sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi. Tujuan ini terkait dengan
pengendalian manajemen (management control).

2. Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manajer untuk melaporkan pelaksanaan


tanggungjawab mengelola secara tepat dan efektif program dan penggunaan sumber daya yang menjadi
wewenangnya dan memungkinkan bagi pegawai pemerintah untuk melaporkan kepada publik atas hasil
operasi pemerintah dan penggunaan dana publik. Tujuan ini terkait dengan akuntabilitas
(Accountability).

Informasi akuntansi berguna untuk bahan pertimbangan dalam melakukan alokasi sumber daya.
Informasi akuntansi dapat digunakan untuk menentukan biaya suatu program, proyek, atau aktivitas
serta kelayakannya baik secara ekonomis maupun teknis.

Informasi akuntansi dapat digunakan untuk membantu dalam pemilihan program yang efektif dan
ekonomis serta untuk penilaian investasi. Pemilihan program yang tepat sasaran, efektif, dan ekonomis
akan sangat membantu dalam proses penganggaran. Untuk melakukan pengukuran kinerja, pemerintah
memerlukan informasi akuntansi terutama untuk menentukan indikator kinerja (performance indicator)
sebagai dasar penilaian kinerja. Informasi akuntansi memiliki peran utama dalam menentukan indikator
kinerja sektor publik.

2.5 RUANG LINGKUP ORGANISASI SEKTOR PUBLIK

Secara teoritis, Akuntansi Sektor Publik merupakan bidang akuntansi yang mempunyai ruang lingkup
lembaga-lembaga tinggi negara dan departemen-departemen di bawahnya, pemerintah daerah,
yayasan, partai politik, perguruan tinggi dan organisasi-organisasi nonprofit lainnya. Dari berbagai diskusi
yang telah dilakukan, didapatkan :

1. Organisasi sektor publik dapat dibatasi dengan organisasi-organisasi yang menggunakan dana
masyarakat, sehingga perlu melakukan pertanggungjawaban ke masyarakat. Di Indonesia, Akuntansi
Sektor Publik mencakup beberapa bidang utama, yakni :

a. Akuntansi Pemerintah Pusat

Pemerintah Pusat adalah presiden RI yang memegang kekuasaan pemerintahan negara sebagaimana
dimaksud dalam UUD 1945. Konteks pemerintah pusat juga meliputi lembaga tinggi negara yang ada di
Indonesia. Lembaga-lembaga tinggi negara ini diatur dalam UUD 1945 sampai amandemen keempat dan
dijelaskan dalam beberapa peraturan perundang-undangan turunannya, salah satunya Undang-Undang
Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

b. Akuntansi Pemerintah Daerah

Pemerintah Daerah adalah gubernur, bupati atau walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur
penyelenggara pemerintahan daerah. Sementara itu, pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan
urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan
dengan prinsip ekonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip NKRI.

Struktur Pemerintah Daerah terdiri atas beberapa organisasi pokok yaitu Sekretariat Daerah, Sekretariat
DPRD, Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah,
Kecamatan, Kelurahan.
c. Akuntansi Parpol dan LSM

Partai Politik menurut UU No. 2 Tahun 2008 adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh
sekelompok WNI secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan
dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa, dan negara, serta memelihara keutuhan
NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

d. Akuntansi Yayasan

Yayasan adalah suatu badan hukum yang mempunyai maksud dan tujuan bersifat sosial, keagamaan, dan
kemanusiaan, yang didirikan dengan memperhatikan persyaratan formal yang ditentukan dalam undang-
undang. Yayasan yang kekayaannya berasal dari negara, bantuan luar negeri, pihak lain, atau memiliki
kekayaan dalam jumlah yang ditentukan dalam undang-undang, wajib diaudit oleh akuntan publik dan
laporan tahunannya wajib diumumkan dalam surat kabar berbahasa Indonesia.

e. Akuntansi Pendidikan dan Kesehatan : puskesmas, rumah sakit, dan sekolah.

Rumah Sakit (RS) berdasarkan fungsinya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sehingga
sebagian besar dikelompokkan dalam organisasi sektor publik yang tidak berorientasi mencari
keuntungan, kecuali beberapa RS yang didirikan oleh Perseroan Terbatas (PT) yang secara eksplisit
memang bertujuan mencari keuntungan.

f. Akuntansi Tempat Peribadatan : masjid, gereja, vihara, dan kuil.

2. Aktivitas yang mendekatkan diri ke pasar tidak pernah ditujukan untuk memindahkan organisasi
sektor publik ke sektor swasta.

2.6 CONTOH ORGANISASI SEKTOR PUBLIK

1. Instansi Pemerintah

Instansi pemerintah merupakan bagian organisasi sektor publik yang berbentuk instansi pemerintah
adalah sebagai berikut :

a. Pemerintah pusat, termasuk didalamnya :

Ø Kementrian seperti Departemen Dalam Negeri, Departemen Sosial, Departemen Keuangan, dll.

Ø Lembaga dan Badan Negara seperti KPU, KPK, dll.

b. Pemerintah Daerah, termasuk didalamnya :

Ø Satuan Kerja Perangkat Daerah seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas
Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kantor Catatan Sipil, dll.
2. Organisasi Nirlaba Milik Pemerintah

Organisasi nirlaba milik pemerintahan merupakan bagian organisasi sektor publik yang bentuknya bukan
instansi pemerintahan, tetapi dimiliki oleh pemerintah.Contohnya :

v Perguruan Tinggi BHMN

v Rumah Sakit milik Pemerintah seperti RSCM, RS Daerah

v Yayasan milik pemerintah

3. Organisasi Nirlaba Milik Swasta

Organisasi nirlaba milik swasta merupakan bagian organisasi sektor publik yang dimiliki dan dikelola oleh
pihak swasta. Contohnya :

v Yayasan seperti Sampoerna Foundation, Dompet Dhuafa Republika, dll

v Sekolah dan Universitas Swasta

v Rumah Sakit milik swasta

2.7 PEMERINTAH SEBAGAI ORGANISASI SEKTOR PUBLIK TERBESAR

Pemerintah sebagai organisasi sektor publik terbesar wajib mengendalikan sektor publik lainnya yang
dikelola oleh organisasi non pemerintah. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh sektor publik
berhubungan dengan kebutuhan masyarakat umum yang sangat perlu diawasi dan diatur
penggunaannya.

Dalam buku delivering quality services karangan zeithaml, valarie a. (et.al), 1990, yang membahas
tentang bagaimana tanggapan dan harapan masyarakat pelanggan terhadap pelayanan yang mereka
terima, baik berupa barang maupun jasa. Dalam hal ini memang yang menjadi tujuan pelayanan publik
pada umumnya adalah bagaimana mempersiapkan pelayanan publik tersebut yang dikehendaki atau
dibutuhkan oleh publik, dan bagaimana menyatakan dengan tepat kepada publik mengenai pilihannya
dan cara mengaksesnya yang direncanakan dan disediakan oleh pemerintah. Kemudian, untuk tujuan
tersebut diperinci sebagai berikut :

1. Menentukan pelayanan publik yang disediakan, apa saja macamnya;

2. Memperlakukan pengguna pelayanan, sebagai customers;

3. Berusaha memuaskan pengguna pelayanan, sesuai dengan yang diinginkan mereka;


4. Mencari cara penyampaian pelayanan yang paling baik dan berkualitas;

5. Menyediakan cara-cara, bila pengguna pelayanan tidak ada pilihan lain.

Berangkat dari persoalan mempertanyakan kepuasan masyarakat terhadap apa yang diberikan oleh
pelayan (dalam hal ini yaitu administrasi publik) adalah pemerintah itu sendiri dengan apa yang mereka
inginkan, maksudnya yaitu sejauh mana publik berharap apa yang akhirnya diterima mereka. Penilaian
tentang sama tidaknya antara harapan dengan kenyataan, apabila tidak sama maka pemerintah
diharapkan dapat mengoreksi keadaan agar lebih teliti untuk peningkatan kualitas pelayanan publik. Hal
ini tidak terlepas dari fungs iutama penyelenggaraan pemerintahan, yaitu :

1. Fungsi Alokasi

Fungsi pemerintahan untuk menyediakan pelayanan dan barang-barang kebutuhan masyarakat umum
secara bersama-sama dengan adil dan merata serta tidak membedakan antara orang satu dengan
lainnya.

2. Fungsi Distribusi

Fungsi pemerintahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dan proposial demi
terwujudnya pertumbuhan yang optimal.

3. Fungsi Stabilisasi

Fungsi pemerintahan untuk mengatur semua variabel ekonomi makro sehingga dapat mencapai
stabilitas ekonomi secara nasional.

Beberapaalasanpemerintahmelakukanpengendaliansektorpublik, antaralain :

1. Output sektor publik berkaitan dengan barang atau jasa kebutuhan masyarakat umum.

2. Barang dan jasa kebutuhan publik tidak dapat dibagi-bagi secara individu atau orang per orang.

3. Tidak memungkinkannya menjatah penggunaan barang atau jasa tersebut untuk setiap orang.

4. Alokasi barang atau jasa kebutuhan publik menghadapi pasar persaingan tidak sempurna.

5. Mengurangi beban masyarakat atas penggunaan barang atau jasa publik dengan pemberian subsidi
atau perangsang kepada pihak swasta untuk penyediaannya.
DAFTAR PUSTAKA

1. Bastian, Indra. 2006. Akuntansi Sektor Publik : Suatu Pengantar. Jakarta: Penerbit Erlangga.

2. Halim, Abdul dan Syam Kusufi. 2012. Akuntansi Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat.

Annisaa Mahayube at 7:50:00 AM

Share

No comments:

Post a Comment

Home

View web version

About Me

My photo

Annisaa Mahayube

View my complete profile

Powered by Blogger.