Anda di halaman 1dari 10

KASUS KONSTIPASI OBSTRUKSI

Seorang bapak berumur 68 tahun, TB = 170 cm, BB = 65 kg, sudah dua bulan ini menderita
konstipasi obstruksi karena adanya tumor. Bapak tersebut dirawat di RS selama 3 hari, karena
setiap BAB adanya pendarahan.

Hasil pemeriksaan : suhu tubuh : 39° C, tensi 160/90 mg/dl, Hb = 10 mg/dl, albumin 2,8 ml
gr/dl, gamma glubolin 2,5 gr/dl, nafsu makan sangat kurang, pasien gelisah dan mengeluh
susah tidur. Bapak tersebut suka makanan padang, tidak suka sayur bening dan oseng, suka
makanan tradisional, suka jajanan pasar dan tidak suka puding. Hitung kalori dan zat gizi,
apa bentuk makanan yang sesuai untuk bapak tersebut ? Sebutkan makanan yang tidak boleh
diberikan !

NUTRITION CARE PROCESS (NCP)

A. Identitas Pasien/Klien
Nama : Tn. A
Usia : 68 Tahun
Jenis Kelamin : Laki - Laki
Berat Badan : 65 kg
Tinggi Badan : 170 cm
Keluhan : Setiap BAB adanya pendarahan, nafsu makan sangat kurang, gelisah,
dan susah tidur.
Diagnosa : Konstipasi Obstruksi

B. Skrining Gizi (Pengkajian Data Awal)

No. Indikator Ya Tidak

1. Perubahan Berat Badan - √

2. Nafsu Makan Kurang √ -

3. Kesulitan Menelan/Mengunyah - √

4. Mual dan Muntah - √

5. Diare/Konstipasi √ -
6. Alergi/Intoleransi Zat Gizi - √

7. Diet Khusus √ -

8. Enteral/Parenteral √ -

9. Serum Albumin Rendah

10. Status Gizi Normal √ -

Kesimpulan :
Status Gizi Tn. A dengan IMT 22,49 kg/m2 ( Normal )
Diagnosa Konstipasi Obstruksi

C. Nutrition Assessment
1. Riwayat Gizi (FH)

Domain Subclass Terminologi

FH.1.2 Asupan Pasien tersebut suka makanan padang,


Makanan dan tidak suka sayur bening dan oseng, suka
Riwayat Gizi (FH)
Minuman makanan tradisional, suka jajanan pasar
dan tidak suka puding.

2. Client History (CH)

Domain Subclass Terminologi

Client History CH.1.1.Data CH.1.1.1 Usia 68 Tahun

(CH) Personal
CH.1.1.2 Jenis kelamin laki-laki
3. Data Antropometri (AD)
Domain Subclass Terminologi

AD.1.1 Komposisi/ AD.1.1.1. Tinggi badan = 170 cm


Data
Pertumbuhan AD.1.1.2. Berat badan = 65 kg
Antropometri
Tubuh/Riwayat
(AD) AD.1.1.5. IMT = 22,49 kg/m2 ( Normal)
Berat Badan

4. Data Biokimia (BD)

Domain Subclass Terminologi

BD.1.10.1. Hemoglobin 10 mg/dL


BD.1.10. Pofil
(rendah).
Data Biokimia Anemia Gizi
Normal : 14-18 mg/dL (Laki-laki)
(BD)
BD.1.11 Profil BD.1.11.1 Albumin 2.8 ml gr/dl
Protein (rendah) Normal: 3.5 – 5.5 ml gr/dl

BD. Gamma glubolin 2.5 gr/dl


BD. Fungsi Hati
(Normal) Normal: 13.5 - 28%

5. Data Fisik/Klinis (PD)

Domain Subclass Terminologi

PD.1.1.1 Penampilan keseluruhan :


PD.1.1. Nutrition- nafsu makan sangat kurang, pasien
Focused Physical gelisah dan mengeluh susah tidur
Data Fisik/Klinis Findings
P.D.1.1.5 Ada gangguan sistem
(PD)
pencernaan karena adanya
pendarahan yang disebabkan oleh
adanya tumor.
PD. Tekanan darah 160/90 mmHg

PD. Tekanan Darah (tinggi).

Normal : 110-125/60 mmHg

PD. Suhu tubuh 39˚C (Demam)


PD. Suhu Tubuh
Normal : 36.5 - 37°C

D. Diagnosa Gizi
1. Domain Intake (NI)

DD Domain Problem Etiologi Sign

NI.1.1 Keseimbangan Kurangnya Dibuktikan dengan


pengetahuan terhadap sangat kurangnya
Energi
makanan bergizi, nafsu makan.
adanya faktor
prikologis : stress dan
eating disorder

2. Domain Klinis (NC)

DD Domain Problem Etiologi Sign

NC.2.2 Perubahan nilai Gangguan fungsi lain Perubahan nilai


laboraturium akibat perubahan laboratorium terkait
terkait gizi biokimia dengan zat gizi Fe.
Dibuktikan dengan
kadar hemoglobin
(HB) yang dibawah
normal.

NC.2.2 Perubahan nilai Gangguan fungsi lain Dibuktikan dengan


laboraturium akibat perubahan kadar Albumin yang
terkait gizi biokimia dibawah normal.
3. Domain Perilaku dan Lingkungan (NB)

DD Domain Problem Etiologi Sign

N.B.1.5 Pengetahuan Gangguan pola makan Dibuktikan dengan


atau nafsu makan pasien
kepercayaan yang sangat kurang
yang aktual
berdasarkan
pengamatan atau
dokumentasi

E. Intervensi Gizi
1. Tujuan Diet
Tujuan diet sisa rendah adalah untuk memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi yang
sedikit mungkin meninggalkan sisa sehingga dapat membatasi volume feses, dan tidak
merangsang saluran cerna.
2. Jenis Diet
Diet Sisa Rendah I
3. Perhitungan Energi dan Zat Gizi
4. Pendistribusian Zat Gizi dalam Menu Sehari
Diberikan dalam porsi kecil dan sering.
5. Prinsip Diet
a. Energi cukup
b. Protein cukup
c. Lemak sedang
d. Karbohidrat cukup
e. Rendah serat
6. Syarat Diet
a. Energi cukup sesuai dengan umur dan gender yaitu 1950 kkal.
b. Protein cukup, yaitu 10 – 15% dari kebutuhan energy total, yaitu 73,125 gram.
c. Lemak sedang, yaitu 10 – 25% dari kebutuhan energy total, yaitu 54,16 gram.
d. Karbohidrat cukup, yaitu 292,5 gram sesuai sisa kebutuhan energy total.
e. Menghindari makanan berserat tinggi dan sedang sehingga asupan serat maksimal 8
gr/hari. Pembatasan ini disesuaikan dengan toleransi perorangan.
f. Menghindari susu, produk susu, dan daging berserat kasar (liat) sesuai dengan toleransi
perorangan.
g. Menghindari makanan yang terlalu berlemak, terlalu manis, terlalu asam, dan berbumbu
tajam.
h. Makanan dimasak hingga lunak dan dihidangkan pada suhu tidak terlalu panas dan
dingin.
i. Makanan sering diberikan dalam porsi kecil.
j. Bila diberikan dalam jangka waktu lama atau dalam keadaan khusus, diet perlu disertai
suplemen vitamin dan mineral, makanan formula, atau makanan parenteral.

7. Bahan Makanan yang Dianjurkan


a. Sumber Karbohidrat seprti bubur disaring, roti dibakar, kentang di pure, macaroni, mie,
bihun direbus, biscuit, krakers, tepung-tepungan dipuding atau dibubur.
b. Sumber Protein Hewani seperti daging empuk, hati ayam, ikan digiling halus, telur
direbus, ditim, diceplok air atau sebagai campuran dalam makanan dan minuman.
c. Sumber Protein Nabati seperti tahu ditim dan direbus, susu kedelai.
d. Sayuran seperti sari sayuran.
e. Buah-buahan seperti sari buah.
f. Minuman seperti teh, sirup, kopi encer.
g. Bumbu seperti garam, gula.

8. Bahan Makanan yang Dihindari


a. Sumber Karbohidrat seperti beras tumbuk, beras ketan, roti whole wheat, jagung, ubi,
singkong, talas, cake, tarcis, dodol, tepung-tepungan yang dibuat kue manis.
b. Sumber Protein Hewani seperti daging berserat kasar, ayam, dan ikan yang diawet,
digoreng kering, telur diceplok, udang dan kerang, susu dan produk susu.
c. Sumber Protein Nabati seperti kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang merah,
kacang tolo, kacang hijau, kacang kedelai, tempe, dan oncom.
d. Sayuran seperti sayuran dalam keadaan utuh.
e. Buah-buahan seperti buah-buahan dalam keadaan utuh.
f. Minuman seperti kopi kental, minuman beralkohol dan mengandung soda.
g. Lemak seperti daging berlemak.
F. Rencana Terapi Gizi

Domain Subclass Terminologi

ND.1.1.4 Lain-lain : pemberian


makanan dan minuman oral
ND. Pemberian
ND.1. Makanan
makanan dan atau Frekuensi 3 kali menu utama dan 4
utama dan selingan
zat gizi kali selingan

Bentuk makanan : saring

E.1.1.1. Tujuan edukasi gizi : agar


memberikan pemahaman terhadap

E.1. edukasi pasien dan keluarga mengenai diet


E. Edukasi Gizi
awal/singkat yang di berikan.

E.1.1.2. Prioritas perubahan : pola


makan dapat sesuai gizi seimbang

E.2.2.3 topik lanjut/terkait :


E.2. edukasi gizi
mengedukasi pasien dan keluarga
mendalam
khusus topik Konstipasi Obstruksi

C.1.1.1. Cognitive-Behaviour theory

 Gizi seimbang untuk pasien


Konstipasi Obstruksi
 Anjuran dan Asupaan, jenis
C.1. Pendekatan
C. Konseling Gizi makanan bagi pasien Konstipasi
teoritis/mendasar
Obstruksi
 Penyebab Penyakit Konstipasi
Obstruksi
 Cara mencegah terjadinya
Konstipasi Obstruksi
G. Evaluasi dan Monitoring

Domain Subclass Terminologi

FI. Memantau asupan makanan

FI. Dampak sesuai dengan kebutuhan atau tidak

Asupan Makanan FI. FI. Memonitor jenis makanan yang


dan Zat Gizi diberikan apakah sesuai anjuran atau
tidak

BE.4.3. Aktivitas fisik :

BE.4 Aktivitas Memantau kondisi badan masih


BE.4.3. Aktivitas
Fisik dan Fungsi lemah atau tidak
Fisik
Fisik BE.4.3. Aktivitas fisik :

Memonitoring gerak aktif pasien

S.1.1.5. Memonitor berat badan


secara berkala
S.1. Dampak S.1.Dampak
Terhadap Terhadap S.1.1.1. Pengukuran antropometri
Tanda/Gejala Fisik Tanda/Gejala Fisik awal-akhir

S.1.1.2. Memantau IMT

S.2.8. Profil Anemia S.2.8.1 Memonitor hemoglobin

S.2 Pemeriksaan Gizi secara berkala

Biokimia S.2.9.1 Memonitor albumin secara


S.2.9. Profil Protein
berkala
PERHITUNGAN ENERGI, ZAT GIZI, DAN DISTRIBUSI MAKAN SEHARI
1. Perhitungan Energi :
BBI : ( TB – 100 ) – 10% ( TB – 100 )
( 170 – 100 ) – 10% ( 170 – 100 )
70 – 7 = 63

𝐵𝐵
IMT : ( 𝑇𝐵)²𝑚
65 65
= = 22,49 ( Normal )
( 1,7 )² 2,89

AMB menurut Krause I = ... kalori/ kg BB/hari


Bedrest (27,5 kalori) = 27,5 x 65
= 1787,5 kkal
Kenaikan susu menjadi 39̊ C = 26% x AMB
= 26% x 1787,5 = 464,75 kalori
Total Energi = AMB + kenaikan suhu
= 1787,5 + 464,75
= 2252,25 kkal (± 2027,05 – 2477,45)

2. Kebutuhan Zat Gizi :


a) Karbohidrat ( 60% )
60% ×2252,25
= 337,83 gram
4

+ 10% = 371,61 gram


˗ 10% = 304,05 gram
b) Protein ( 15% )
15% ×2252,25
= 84,45 gram
4

+ 2 gram = 86,45 gram


˗ 2 gram = 82,45 gram
c) Lemak ( 25% )
25% ×2252,25
= 62,56 gram
9

+ 10% = 68,81 gram


˗ 10% = 56,31 gram
3. Distribusi Makan Sehari :
1. Makan Pagi, Siang dan Malam ( 20% )
a. Energi c. Protein
0,20 x 2252,25 = 450,45 kkal 0,20 x 84,45 = 16,89 gram
+ 10% = 495,49 kkal + 10% = 18,57 gram
˗ 10% = 405,41 kkal ˗ 10% = 15,21 gram
b. Karbohidrat d. Lemak
0,20 x 337,83 = 67,56 gram 0,20 x 62,89 =12,5 gram
+ 10% = 74,31 gram + 10% = 13,76 gram
˗ 10% = 60,81 gram ˗ 10% = 11,26 gram

3. Selingan Pagi, Siang, Sore dan Malam ( 10% )


a. Energi c. Protein
0,1 x 2252,25 = 225,2 kkal 0,1 x 84,45 = 8,44 gram
+ 10% = 247,73 kkal + 10% = 9,28 gram
˗ 10% = 202,68 kkal ˗ 10% = 7,56 gram
b. Karbohidrat d. Lemak
0,1 x 337,83 = 33,78 gram 0,1 x 62,56 = 6,25 gram
+ 10% = 37,15 gram + 10% = 6,87 gram
˗ 10% = 30,41 gram ˗ 10% = 5,63 gram